Anda di halaman 1dari 2

Pentingnya Filsafat

oleh Muhammad Menggale Syahalam Gumay, 1506736966


Judul: Dasar-Dasar Filsafat
Pengarang: Bagus Takwin
Data Publikasi: Buku Ajar I MPKT A: Kekuatan dan Keutamaan Karakter, Filsafat,
Logika, dan Etika, Depok: Universitas Indonesia, hal.18
Hubungan antara filsafat dan ilmu pengetahuan dapat kita temui dalam literatur filsafat
ilmu. Ada tiga bidang kajian filsafat yang dibutuhkan dalam ilmu pengetahuan seperti:
etika, epistemologi, dan logika. Berfilsafat juga membutuhkan kekuatan dan keutamaan
karakter.
Filsafat secara bahasa adalah cinta akan kebenaran dan kebijaksanaan. Secara definisi
adalah usaha manusia untuk memahami segala perwujudan kenyataan secara kritis,
radikal, dan sistematis. Kritis berarti terbuka. Radikal berarti mendalam. Sistematis
berarti teratur. Filsafat juga bersifat dinamis dan terus menerus. Filsafat bukan
merenung sekedar mengkhayal atau melamun tapi berfikir secara ketat. Filsafat
menelaah segala maasalah yang dapat dipikirkan manusia.
Ada berbagai cara untuk membagi filsafat menjadi cabang-cabang yang memiliki kajian
khusus. Berdasarkan sistematika permasalahannya, ada tiga cabang filsafat: Pertama
adalah ontologi yang berarti ada atau nyata yang dibagi menjadi ontologi secara khusus
dan metafisika yang berarti kenyataan tak terjangkau oleh indra. Kedua ada
epistemologi yang mempelajari tentang ruang lingkup pengetahuan dan dibagi menjadi
empat cabang yang lebih kecil yaitu: epistemologi dalam arti sempit, filsafat ilmu,
metodologi, dan logika. Ketiga adalah axiologi yang mencakup etika dan estetika.
Pemahaman terhadap filsafat juga dilakukan melalui pemahaman terhadap tokoh-tokoh
dan aliran-alirannya. Aliran filsafat yang berpengaruh dalam perkembangan filsafat juga
bermcam-macam seperti rasionalisme, empirisme, kritisisme, idealisme, vitalisme, dan
fenomenologi.

Selain mempelajari cabang-cabang dan aliran-aliran filsafat, alternatif langkah belajar


filsafat ada beberapa cara. Pertama adalah memastikan adanya masalah lalu uji prinsipprinsipnya dan tentukan sesuatu yang tak dapat diragukan kebenarannya. Setelah itu
meragukan dan menguji secara rasional lalu mengenali apa yang dikatakan orang lain.
Langkah selanjutnya adalah menyarankan suatu hipotesis, menguji konsekuensinya dan
menarik simpulan mengenai masalah.
Secara umum, filsafat digunakan manusia untuk menyelesaikan masalah yang
dihadapinya (Takwim, 2015). Manfaat filsafat ini juga sangat banyak bila manusia
menyadarinya. Berfikir filosofis juga bisa membuat manusia untuk berfikir sistematis,
menjajaki kemungkinan baru dan memberikan keasadaran kepada orang yang
pengetahuannya terbatas. Berfikir filosofis merupakan satu cara untuk membangun
keutamaan karakter
DAFTAR PUSTAKA
Utorodewo, Felicia N. 2015. Bahasa Indonesia sebagai Pengantar Penulisan Ilmiah.
Depok: Universitas Indonesia
Takwim, Bagus, Fristian Hadinata, Saraswati Putri. 2015. Kekuatan dan Keutamaan
Karakter, Filsafat, Logika, dan Etika.Depok: Univerwsitas Indonesia