Anda di halaman 1dari 152

INV/KLH/290612

REPUBLIK INDONESIA

PEDOMAN
PENYELENGGARAAN INVENTARISASI
GAS RUMAH KACA NASIONAL
BUKU II - VOLUME 1
METODOLOGI PENGHITUNGAN
TINGKAT EMISI GAS RUMAH KACA
KEGIATAN PENGADAAN DAN PENGGUNAAN
ENERGI

KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP


2012

INV/KLH/290612

INV/KLH/290612

REPUBLIK INDONESIA

PEDOMAN
PENYELENGGARAAN INVENTARISASI
GAS RUMAH KACA NASIONAL
BUKU II - VOLUME 1
METODOLOGI PENGHITUNGAN
TINGKAT EMISI GAS RUMAH KACA
KEGIATAN PENGADAAN DAN PENGGUNAAN
ENERGI

KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP


2012

INV/KLH/290612

PERATURAN
MENTERI NEGARA LINGKUNGAN HIDUP
REPUBLIK INDONESIA
TENTANG
PENYELENGGARAAN INVENTARISASI
GAS RUMAH KACA NASIONAL

INV/KLH/290612

TIM PENULIS
PEDOMAN PENYELENGGARAAN INVENTARISASI GRK NASIONAL
Pengarah
Arief Yuwono
Deputi Bidang Pengendalian Kerusakan Lingkungan dan Perubahan Iklim,
Kementerian Lingkungan Hidup

Koordinator
Sulistyowati
Asisten Deputi Mitigasi dan Pelestarian Fungsi Atmosfer
Kementerian Lingkungan Hidup

Penyusun
Rizaldi Boer, Retno Gumilang Dewi, Ucok WR Siagian, Muhammad Ardiansyah, Elza
Surmaini, Dida Migfar Ridha, Mulkan Gani, Wukir Amintari Rukmi, Agus Gunawan,
Prasetyadi Utomo, Gatot Setiawan, Sabitah Irwani, Rias Parinderati.

Ucapan terima kasih


Kementerian Kehutanan, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral,
Kementerian Perindustrian, Kementerian Perhubungan, Kementerian Pertanian,
Kementerian Pekerjaan Umum, Kementerian Dalam Negeri, Kementerian
Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional,
Badan Pusat Statistik, Provinsi DKI Jakarta, Provinsi Jawa Barat, Provinsi Sumatera
Selatan, Provinsi Sumatera Utara, Institut Teknologi Bandung, Institut Pertanian
Bogor dan Japan International Cooperation Agency (JICA), atas masukan dan
dukungan dalam penyusunan Pedoman Penyelenggaraan Inventarisasi Gas Rumah
Kaca Nasional.

ii

INV/KLH/290612

DAFTAR ISI
Halaman
Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup.

Daftar Isi

iii

Daftar Tabel...............

iv

Daftar Gambar

I. PENDAHULUAN.......................................................................................................

1.1 Tipe/Jenis dan Kategori Sumber GRK.................................................................

1.2 Pendekatan Inventarisasi Emisi GRK.............................

1.3 Penentuan TIER....................................................................................................

1.4 Model Dasar Penghitungan..

10

II. ESTIMASI EMISI GRK DARI PEMBAKARAN BAHAN BAKAR..

11

2.1 Pembakaran Bahan Bakar Pada Sumber Stasioner.......................................

12

2.2 Pembakaran Bahan Bakar Pada Sumber Bergerak........................................

22

III. ESTIMASI EMISI GRK DARI FUGITIVE ............................................................

35

3.1 Emisi Fugitive Kegiatan Batubara ........................................................................

35

3.2 Emisi Fugitive Kegiatan Migas.................................................................................

40

IV. METODA PENDEKATAN REFERENSI (REFERENCE APPROACH)...

53

4.1 Algoritma Metoda Pendekatan Referensi

54

4.2Excluded Carbon.

56

LAMPIRAN-LAMPIRAN................................................................................................

59

1.

Tabel Pelaporan (Common Reporting Format) Hasil Perhitungan Emisi


Gas Rumah Kaca Kegiatan Pengadaan dan Penggunaan Energi......................

61

2.

Lembar Kerja (Worksheet) Penghitungan Emisi GRK Kegiatan


Pengadaan dan PenggunaanEnergi............................................................................

85

iii

INV/KLH/290612

DAFTAR TABEL
Halaman

Tabel 1.1
Tabel 2.1
Tabel 2.2
Tabel 2.3
Tabel 2.4
Tabel 2.5
Tabel 2.6
Tebel 2.7
Tabel 2.8
Tabel 2.9
Tabel 2.10
Tabel 2.11
Tabel 2.12
Tabel 2.13
Tabel 3.1
Tabel 3.2
Tabel 3.3
Tabel 3.4
Tabel 4.1

Kategori Sumber Emisi dari Kegiatan Energi.............................................


Sumber Emisi dari Pembakaran Bahan Bakar...........................................
Faktor Emisi GRK Peralatan Tak Bergerak dan Bergerak....................
Nilai kalor Bahan bakar Indonesia
Faktor Emisi Pembakaran Stasioner di Industri Energi (kg GRK
per TJ Nilai Kalor Netto)......................................................................................
Faktor Emisi Pembakaran Stasioner di Industri Manufaktur (kg
GRK per TJ Nilai Kalor Netto)............................................................................
Faktor Emisi Pembakaran Stasioner di Bangunan Komersial (kg
GRK per TJ Nilai Kalor Netto)............................................................................
Faktor Emisi Pembakaran Stasioner di Rumah Tangga dan
Pertanian/Kehutanan/Perikanan (kg GRK per TJ Nilai Kalor
Netto)...........................................................................................................................
Contoh perhitungan emisi GRK pendekatan sektoral kasus
pembangkit listrik dengan spreadsheet.......................................................

4
11
12
13
17

Faktor Emisi CO2 Default Transportasi Jalan Raya.................................


Faktor Emisi N2O AND CH4 Default Transportasi Jalan Raya............
Faktor Emisi Default Kereta Api......................................................................
Faktor Emisi CO2 Default Angkutan Air.......................................................
Faktor Emisi Default CH4 dan N2O Kapal Samudera.............................
Sumber Emisi Fugitive Kegiatan Energi.......................................................
Sumber Utama Emisi Fugitive Batubara......................................................
Segmen industri yang terdapat pada industri migas..............................
Faktor Emisi Fugitive Kegiatan Migas...........................................................
Bahan Bakar yang Dapat Masuk dalam Kategori Excluded Carbon.

32
33
33
33
33
35
36
41
43
56

iv

18
19
19
21

INV/KLH/290612

DAFTAR GAMBAR
Halaman

Gambar 1.1
Gambar 1.2
Gambar 1.3
Gambar 1.4
Gambar 1.5
Gambar 1.6

Ilustrasi kegiatan energi dan sumber emisi GRK...................................


Contoh Ilustrasi Pengelompokan Sektor Inventarisasi GRK.
Ilustrasi Kategori Sumber-sumber Emisi GRK Sektor Energi...
Ilustrasi Pendekatan Sektoral dan Pendekatan Referensi..
Ilustrasi Pembandingan Pendekatan Refersensi vs Pendekatan
Sektoral..
Prosedur Penentuan Tier yang akan digunakan...

1
2
3
6
7
9

INV/KLH/290612

vi

INV/KLH/290612

I. PENDAHULUAN
Energi merupakan salah satu sektor penting dalam inventarisasi emisi gas rumah
kaca (GRK). Cakupan inventarisasi sektor energi meliputi kegiatan penyediaan dan
penggunaan energi.
Penyediaan energi meliputi kegiatan-kegiatan:
(i) eksplorasi dan eksploitasi sumber-sumber energi primer (misal minyak
mentah, batubara),
(ii) konversi energi primer menjadi energi sekunder yaitu energi yang siap pakai
(konversi minyak mentah menjadi BBM di kilang minyak, konversi batubara
menjadi tenaga listrik di pembangkit tenaga listrik), dan
(iii) kegiatan penyaluran dan distribusi energi.
Kegiatan penggunaan energi meliputi:
(i) penggunaan bahan bakar di peralatan-peralatan stasioner (di industri,
komersial, dan rumah tangga), dan
(ii) peralatan-peralatan yang bergerak (transportasi).
Ilustrasi cakupan inventarisasi GRK dari kegiatan sektor energi diperlihatkan pada
Gambar 1.1

Penyaluran BBM,
LPG, gas pipa

Ekplorasi dan
eksploitasi energi
primer (minyak
mentah dan gas
bumi)

Konversi energi
primer menjadi
energi akhir (BBM,
LPG, gas pipa)
Produsen Energi

Konsumen Energi

(a) Sistem minyak dan gas bumi

(b) Sistem batubara

Transmisi dan
distribusi listrik

Ekplorasi dan
eksploitasi energi
primer (batubara)

Konversi energi
primer menjadi
energi akhir (listrik)
Produsen Energi

Konsumen Energi

Gambar 1.1 Ilustrasi cakupan inventarisasi GRK sektor energi

INV/KLH/290612

Perlu dicatat bahwa sektor dalam konteks inventarisasi GRK menyangkut


titik/lokasi dimana emisi GRK terjadi, bukan sektor dalam pengertian
administrasi/pemerintah (kementerian atau dinas) yang secara umum
membina/mengatur bidang kegiatan dimana emisi tersebut terjadi. Sebagai contoh
emisi yang diakibatkan oleh penggunaan energi di industri dikategorikan sebagai
emisi dari sektor energi, bukan emisi dari sektor industri; emisi GRK akibat
pembakaran limbah untuk pembangkit listrik dikategorikan sebagai emisi sektor
energi, bukan emisi sektor lingkungan hidup atau sektor limbah.
Sebaliknya tidak semua emisi yang terjadi pada kegiatan yang merupakan bidang
pembinaan Kementrian ESDM masuk dalam kategori emisi sektor energi. Sebagai
contoh: sistem transmisi dan distribusi listrik merupakan cakupan binaan
Kementerian ESDM namun emisi gas SF6 (termasuk kategori GRK) yang terjadi
pada sistem transmisi dan distribusi listrik tidak merupakan cakupan inventarisasi
GRK sektor energi melainkan masuk dalam cakupan inventarisasi sektor IPPU
(industrial process and product uses). Ilustrasi pengelompokan sektor inventarisasi
GRK diperlihatkan pada Gambar 1.2.

Inventarisasi
Sektor Energi

Inventarisasi
Sektor IPPU
GRK dari
bahan bakar

GRK

GRK dari
proses

GRK (SF6)
dari transmisi

GRK

Limbah

Pembangkit listrik
Pembina Sektor(*):
ESDM

Industri Kimia
Pembina Sektor(*):
Kemen Perindustrian

Inventarisasi
Sektor Limbah

GRK

GRK
GRK

Pembangkit

Incinerator

Penanganan Limbah
Pembina Sektor(*):
KLH

Sektor(*): sektor kegiatan

Gambar 1.2. Contoh ilustrasi pengelompokan sektor inventarisasi GRK

1.1 Tipe/Jenis dan Kategori Sumber GRK


Jenis GRK yang diemisikan oleh sektor energi adalah CO 2, CH4 dan N2O.
Berdasarkan IPCC Guideline 2006, sumber emisi GRK dari sektor energi
diklasifikasikan ke dalam tiga kategori utama, yaitu:
(i) emisi hasil pembakaran bahan bakar,
(ii) emisi fugitive pada kegiatan produksi dan penyediaan bahan bakar, dan
2

INV/KLH/290612

(iii) emisi dari pengangkutan dan injeksi CO2 pada kegiatan penyimpanan CO2 di
formasi geologi.
Dalam konteks inventarisasi GRK yang dimaksud dengan pembakaran bahan
bakar adalah oksidasi bahan bakar secara sengaja dalam suatu alat dengan tujuan
menyediakan panas atau kerja mekanik kepada suatu proses. Penggunaan bahan
bakar di industri yang bukan untuk keperluan energi namun sebagai bahan baku
proses (misal penggunaan gas bumi pada proses produksi pupuk atau pada proses
produksi besi baja) atau sebagai produk (misal penggunaan hidrokarbon sebagai
pelarut) tidak termasuk dalam kategori aktivitas energi.
Yang dimaksud emisi fugitive adalah emisi GRK yang secara tidak sengaja terlepas
pada kegiatan produksi dan penyediaan energi, misalnya operasi flaring dan
venting di lapangan migas, kebocoran-kebocoran gas yang terjadi pada
sambungan-sambungan atau kerangan-kerangan (valves) pada pipa salur gas bumi
dan gas CH4 yang terlepas dari lapisan batubara pada kegiatan penambangan
batubara. Ilustrasi kategori sumber-sumber utama emisi GRK sektor energi
diperlihatkan pada Gambar 1.3.

1A Fuel Combustion (Pembakaran Bahan Bakar)


Energy

1B Fugitive Emissions from Fuels (Emisi Fugitive


dari Bahan Bakar)
1C CO2 Transport & Storage (Pengangkutan dan
Penyimpanan CO2)

Catatan: Kode !A, !B, 1C mengikuti kode pengelompokan


pada IPCC GL 2006

Gambar 1.3Ilustrasi kategori sumber-sumber emisi GRK sektor energi


Karena kegiatan penyimpanan CO2 di formasi geologi belum dilakukan di
Indonesia dan kemungkinan besar belum akan dilakukan dalam waktu dekat,
emisi GRK terkait dengan kegiatan penyimpanan CO2 tidak akan dibahas lebih
lanjut dalam Pedoman ini.
Pembakaran bahan bakar terjadi di berbagai sektor kegiatan, diantaranya industri,
transportasi, komersial, dan rumah tangga. Dalam konteks inventarisasi GRK,
industri dikelompokkan atas 2 kategori yaitu industri produsen energi (lapangan
migas, tambang batubara, kilang minyak, pembangkit listrik) dan industri
konsumen energi (industri manufaktur, konstruksi dan sejenisnya). Pembakaran
bahan bakar di industri terjadi di boiler, heater, tungku, kiln, oven, dryer, dan
3

INV/KLH/290612

berbagai sistem pembangkit listrik berbahan bakar fosil: diesel genset, gas engine,
turbin gas, Pembangkit Listrik Tenaga Uap berbahan bakar batubara (PLTUbatubara), Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG) dan Pembangkit Listrik Tenaga
Gas dan Uap (PLTGU).
Emisi fugitive terjadi di kegiatan produksi dan penyaluran migas dan batubara
diantaranya di lapangan migas, kilang minyak, tambang batubara, dan lain-lain.
Pada sistem migas emisi fugitive terjadi pada operasi flaring dan venting, serta
kebocoran-kebocoran pada pipa-pipa dan peralatan-peralatan pengolahan dan
penanganan migas. Di sistem batubara emisi fugitive terjadi dari lepasnya seam
gas (gas yang semula terperangkap dalam lapisan batubara) pada saat
penambangan dan pengangkutan.
Dalam inventarisasi GRK sektor energi di Indonesia, kategori sumber emisi
dikelompokkan dalam 2 kategori utama yaitu emisi dari pembakaran bahan bakar
dan emisi fugitive. Di masing-masing kategori terdapat beberapa sub-kategori
yang dikelompokkan berdasarkan jenis kegiatan. Pada Tabel 1.1 disampaikan
pengelompokan sumber-sumber emisi untuk kategori pembakaran bahan bakar
dan emisi fugitive.
Tabel 1.1 Kategori Sumber Emisi dari Kegiatan Energi
Kode
IPCC GL 2006
1A
1A1
1A2
1A3
1A4
1A5
1B
1B1
1B2
1B3

Kategori
Kegiatan Pembakaran Bahan Bakar
Industri Produsen Energi
Industri Manufaktur dan Konstruksi
Transportasi
Konsumen energi lainnya (komersial, rumah tangga
dll.)
Lain-lain yang tidak termasuk pada 1A1 s.d. 1A4
Emisi Fugitive
Bahan bakar padat
Minyak bumi dan gas alam
Emisi lainnya dari penyediaan energi

Catatan: Kode kategori sumber emisi GRK sektor energi mengikuti penulisan kode
pada IPCC Guidelines 2006.

Sumber emisi GRK paling utama dari sektor energi adalah pembakaran bahan
bakar. Emisi fugitive dari kegiatan produksi dan penyaluran bahan bakar secara
keseluruhan jauh lebih kecil dibandingkan emisi dari pembakaran bahan bakar.
Jenis GRK utama hasil proses pembakaran bahan bakar adalah karbon dioksida
(CO2). Jenis GRK lain yang dilepaskan dari pembakaran bahan bakar adalah karbon
4

INV/KLH/290612

monoksida (CO), metana (CH4), N2O dan senyawa organik volatil non-metana
(NMVOCs). Jenis GRK utama dari emisi fugitive adalah metana.
Pembahasan lebih detil emisi GRK dari pembakaran bahan bakar dan emisi
fugitive disampaikan masing-masing pada Bab II dan Bab III.
1.2. Pendekatan Inventarisasi Emisi GRK
Terdapat 2 (dua) pendekatan dalam penghitungan emisi GRK pada sektor energi
yaitu Pendekatan Sektoral (Sectoral Approach) dan Pendekatan Referensi
(Reference Approach). Pendekatan Sektoral dikenal juga sebagai Pendekatan
Bottom-Up sedangkan Pendekatan Referensi dikenal juga sebagai Pendekatan
Top-Down.
Pada Pendekatan Sektoral penghitungan emisi dikelompokkan menurut sektor
kegiatan, seperti: produksi energi (listrik, minyak dan batubara), manufacturing,
transportasi, rumah tangga dan lain-lain. Sumber emisi yang diperhitungkan
meliputi emisi dari pembakaran bahan bakar di masing-masing sektor dan emisi
fugitive. Dari pengelompokan sektoral dapat diketahui sektor-sektor yang
menghasilkan banyak emisi GRK sehingga pendekatan secara sektoral ini
bermanfaat untuk menyusun kebijakan mitigasi.
Pada Pendekatan Referensi penghitungan emisi dikelompokkan menurut jenis
bahan bakar yang digunakan, tanpa memperhitungkan sektor di mana bahan
bakar tersebut digunakan. Pendekatan ini hanya memperhitungkan emisi dari
pembakaran bahan bakar. Basis perhitungan pada pendekatan ini adalah data
pasokan bahan bakar di suatu negara dan data bahan bakar yang tidak digunakan
sebagai bahan bakar namun sebagai bahan baku industri (misalnya gas yang
digunakan sebagai bahan baku industri pupuk). Ilustrasi Pendekatan Sektoral dan
Pendekatan Refernsi diperlihatkan pada Gambar 1.4.

INV/KLH/290612

Emisi GRK Total


CO2, CH4, N2O

Emisi GRK Dari Pembakaran Bahan Bakar dan Fugitive


Produksi energi
Listrik
Migas
Batubara

Manufaktur
Logam
Pulp & paper
..

Transportasi
Jalan raya
Laut/air
Udara

Sektor lainnya
Rumah tangga
Komersial
..

Lain-lain

Pendekatan Sektoral (Bottom Up)

Netto Konsumsi Bahan Bakar(*)


Minyak

Gas

Batubara

Emisi GRK Dari Pembakaran Bahan Bakar

Emisi GRK Total


CO2, CH4, N2O
(*) Tidak termasuk excluded carbon (bahan
bakar yang bukan untuk energi)

Pendekatan Referensi (Top Down)


Gambar 1.4 Ilustrasi Pendekatan Sektoral dan Pendekatan Referensi

Karena basis data yang digunakan berbeda, hasil estimasi emisi GRK berdasarkan
Pendekatan Referensi akan sedikit berbeda dengan hasil estimasi menurut
Pendekatan Sektoral sebagaimana diilustrasikan pada Gambar 1.5. Adalah hal yang
wajar bila perbedaan hasil estimasi pada kedua pendekatan kurang dari 5%. Hasil
estimasi emisi dengan Pendekatan Referensi dapat digunakan sebagai batas atas
dari perhitungan emisi hasil pembakaran bahan bakar menurut Pendekatan
Sektoral. Dengan kata lain, bila inventarisasi dengan Pendekatan Sektoral
dilakukan dengan baik maka hasil perhitungan emisi pembakaran bahan bakar
menurut Pendekatan Sektoral tidak akan lebih besar dari hasil perhitungan emisi
menurut Pendekatan Referensi.

INV/KLH/290612

Reference
Approach

Sectoral
Approach
Part of 1B Fugitive
Emission

Reference
Approach

1A Fuel
Combustion

Stock changes at
final consumers etc

Gambar 1.5 Ilustrasi pembandingan Pendekatan Referensi vs Pendekatan Sektoral


Data yang dibutuhkan untuk perhitungan emisi dengan pendekatan Reference
Approach adalah Energy Balance Table. Karena energy balance table umumnya
tersedia di level nasional (bukan di level kabupaten atau provinsi) maka
pendekatan Reference Approach hanya digunakan untuk inventarisasi di level
nasional. Pedoman ini akan lebih banyak membahas metodologi estimasi
berdasarkan pendekatan sektoral karena pendekatan ini digunakan di level
regional maupun nasional. Metodologi dengan pendekatan Reference Approach
disampaikan pada bagian akhir dari Pedoman ini.
1.3 Penentuan TIER
Berdasarkan IPCC 2006 GL, ketelitian penghitungan emisi GRK dikelompokkan
dalam 3 tingkat ketelitian. Dalam kegiatan inventarisasi GRK, tingkat ketelitian
perhitungan dikenal dengan istilah Tier. Tingkat ketelitian perhitungan terkait
dengan data dan metoda perhitungan yang digunakan sebagaimana dijelaskan
berikut ini:
Tier 1: estimasi berdasarkan data aktifitas dan faktor emisi default IPCC.
Tier 2: estimasi berdasarkan data aktifitas yang lebih akurat dan faktor emisi
default IPCC atau faktor emisi spesifik suatu negara atau suatu pabrik (country
specific/plant specific).
Tier 3: estimasi berdasarkan metoda spesifik suatu negara dengan data aktifitas
yang lebih akurat (pengukuran langsung) dan faktor emisi spesifik suatu negara
atau suatu pabrik (country specific/plant specific).
Penentuan Tier dalam inventarisasi GRK sangat ditentukan oleh ketersediaan data
dan tingkat kemajuan suatu negara atau pabrik dalam hal penelitian untuk
7

INV/KLH/290612

menyusun metodologi atau menentukan faktor emisi yang spesifik dan berlaku
bagi negara/pabrik tersebut. Di Indonesia dan negara-negara non-Annex 1,
sumber emisi sektor/kegiatan kunci pada inventarisasi GRK menggunakan Tier-1,
yaitu berdasarkan data aktifitas dan faktor emisi default IPCC. Prosedur untuk
menetapkan Tier yang akan digunakan dalam inventarisasi diperlihatkan pada
Gambar 1.6.

INV/KLH/290612

Start

Apakah ada
pengukuran
emisi?

Apakah semua
sumber dalam
kategori sumber
diukur?

Yes

Gunakan
Pendekatan
Tier 3

Yes

No

Apakah kons.
bhn bkr spesifik
untuk kategori tsb
tersedia?

yes

Apakah FE
yang country
specific utk
bagian yang tidak
diukur pada
kategory tsb
tersedia ?

yes

Gunakan
Pendekatan
Tier 3
digabung
dengan Tier 2

No
No

Apakah bag
yang tdk
diukur
merupakan
kategori
kunci?

No

Apakah ada
model estimasi
yang detail?

Yes

No

Apakah model
konsumsi dapat
dicocokkan
dengan statistik
bahan bakar?

yes

Dapatkan
data yang
country
specific

Gunakan Tier
3 dan gabung
dengan Tier 1

No
No

yes

Apakah ada
FE yang countryspecific?

Gunakan
pendekatan
Tier 3

yes
Gunakan FE
country specific
dan DA
Tier 2

No

Apakah ini
kategori kunci?

yes

Dapatkan data
yang country
specific
Gunakan FE
default
Tier 1

No

Gambar 1.6Prosedur penentuan Tier yang akan digunakan

INV/KLH/290612

1.4 Model Dasar Penghitungan


Pendekatan Tier-1 dan Tier-2 merupakan metodologi penghitungan emisi GRK
yang paling sederhana, yaitu berdasarkan data aktifitas dan faktor emisi. Estimasi
emisi GRK Tier-1 dan Tier-2 menggunakan Persamaan 1 berikut.
Persamaan 1
Persamaan Umum Tier-1 dan 2

Emisi GRK = Data Aktivitas x Faktor Emisi


Data aktifitas adalah data mengenai banyaknya aktifitas umat manusia yang terkait
dengan banyaknya emisi GRK. Contoh data aktivitas sektor energi: volume BBM
atau berat batubara yang dikonsumsi, banyaknya minyak yang diproduksi di
lapangan migas (terkait dengan fugitive emission).
Faktor emisi (FE) adalah suatu koefisien yang menunjukkan banyaknya emisi per
unit aktivitas (unit aktivitas dapat berupa volume yang diproduksi atau volume
yang dikonsumsi). Untuk Tier-1 faktor emisi yang digunakan adalah faktor emisi
default (IPCC 2006 GL).
Pada metoda Tier-2 data aktivitas yang digunakan dalam perhitungan lebih detil
dibanding metoda Tier-1. Sebagai contoh, pada Tier-1 data aktivitas penggunaan
solar sektor transportasi merupakan agregat konsumsi solar berdasarkan data
penjualan di SPBU, tanpa membedakan jenis kendaraan pengguna. Pada Tier-2
data aktivitas konsumsi solar sektor transportasi dipilah (break down)
berdasarkan jenis kendaraan pengguna. Faktor emisi yang digunakan pada Tier-2
dapat berupa FE default IPCC atau FE yang spesifik berlaku untuk kasus rata-rata
Indonesia atau berlaku pada suatu fasilitas/pabrik tertentu di Indonesia.
1.5 Sumber Data
Dalam penyusunan inventarisasi GRK, IPCC GL mendorong penggunaan data yang
bersumber pada publikasi dari lembaga resmi pemerintah atau badan nasional,
misalnya Energy Balance Table dan Handbook Statistik Energi & Ekonomi
Indonesia; dan Data dan Pertumbuhan Penduduk dari BPS. Inventarisasi dengan
pendekatan sektoral memerlukan data konsumsi energi menurut sektor pengguna
(penggunaan BBM di sektor transport, sektor industri dan lain-lain).
Penerapan metoda Tier-2 memerlukan data aktivitas yang lebih detail. Sebagai
contoh, perhitungan emisi dari pembakaran bahan bakar memerlukan data
penggunaan bahan bakar yang lebih detail, yaitu: penggunaan BBM per jenis
menurut jenis kendaraan, penggunaan BBM per jenis menurut jenis pabrik,
penggunaan batubara per jenis/kualitas batubara menurut jenis pabrik.
10

INV/KLH/290612

II. ESTIMASI EMISI GRK DARI PEMBAKARAN BAHAN BAKAR


Sumber emisi GRK hasil pembakaran bahan bakar dikelompokkan ke dalam 2
(dua) kategori utama, yaitu sumber tidak bergerak (stasioner) dan sumber
bergerak, sebagaimana diperlihatkan pada Tabel 2.1.
Tabel 2.1 Sumber Emisi Dari Pembakaran Bahan Bakar
Kode
Kategori
1 A 1 Industri Produsen
Energi

Kegiatan
Pembangkit listrik (*)
Kilang Minyak
Produksi Bahan Bakar Padat dan
Industri Energi Lainnya

Keterangan
Tidak Bergerak
Tidak Bergerak
Tidak Bergerak

1A2

Besi dan Baja


Logam Bukan Besi
Bahan-Bahan Kimia
Pulp, Kertas, dan Bahan Barang
Cetakan
Pengolahan Makanan, Minuman
dan Tembakau
Mineral Non Logam
Peralatan Transportasi
Permesinan
Pertambangan non-bahan bakar
dan Bahan Galian
Kayu dan Produk Kayu
Konstruksi
Industri Tekstil dan Kulit
Industri lainnya
Penerbangan Sipil
Transportasi Darat
Kereta api (Railways)
Angkutan air
Transportasi lainnya
Komersial dan perkantoran
Perumahan
Pertanian/ Kehutanan/ Nelayan/
Perikanan
Emisi dari Peralatan Stasioner,
Peralatan Bergerak (Mobile)

Tidak Bergerak
Tidak Bergerak
Tidak Bergerak
Tidak Bergerak

Industri
Manufaktur dan
Konstruksi

1A3

Transportasi

1A4

Sektor lainnya

1A5

Lain lain

11

Tidak Bergerak
Tidak Bergerak
Tidak Bergerak
Tidak Bergerak
Tidak Bergerak
Tidak Bergerak
Tidak Bergerak
Tidak Bergerak
Tidak Bergerak
Bergerak
Bergerak
Bergerak
Bergerak
Bergerak
Tidak Bergerak
Tidak Bergerak
Tidak Bergerak
Bergerak/Tidak
Bergerak

INV/KLH/290612

Catatan: *) Kegiatan utamanya adalah pembangkitan listrik (untuk dijual kepada


pihak lain). Kegiatan pembangkitan listrik yang digunakan untuk keperluan sendiri
tidak dimasukkan dalam kategori produsen energi listrik melainkan dimasukkan
kategori yang sesuai dengan kegiatan pembangkitan listrik tersebut. Sebagai
contoh bila pembangkit tersebut terdapat pada kegiatan manufaktur maka
dimasukkan dalam kegiatan energi di sektor manufaktur.
Sumber emisi yang stasioner dibedakan dari sumber emisi bergerak karena faktor
emisi GRK, khususnya GRK yang non-CO2, bergantung kepada jenis bahan bakar
dan teknologi penggunaan bahan bakar tersebut. Tabel 2.2 memperlihatkan
perbedaan faktor emisi beberapa jenis bahan bakar untuk peralatan bergerak dan
stasioner.
Tabel 2.2 Faktor Emisi GRK Peralatan Tak Bergerak dan Bergerak

2.1 Pembakaran Bahan Bakar Pada Sumber Stasioner


GRK yang diemisikan oleh pembakaran bahan bakar pada sumber stasioner adalah
CO2, CH4 dan N2O. Besarnya emisi GRK hasil pembakaran bahan bakar fosil
bergantung pada banyak dan jenis bahan bakar yang dibakar. Banyaknya bahan
bakar direpresentasikan sebagai data aktivitas sedangkan jenis bahan bakar
direpresentasikan oleh faktor emisi. Persamaan umum yang digunakan untuk
estimasi emisi GRK dari pembakaran bahan bakar adalah sebagai berikut:
Persamaan 2
Emisi Hasil Pembakaran Bahan Bakar
TJ
kg
kg
Emisi GRK
) x Faktor Emisi ( )
= Konsumsi Energi (
thn
TJ
thn

12

INV/KLH/290612

Faktor emisi menurut default IPCC dinyatakan dalam satuan emisi per unit energi
yang dikonsumsi (kg GRK/TJ). Di sisi lain data konsumsi energi yang tersedia
umumnya dalam satuan fisik (ton batubara, kilo liter minyak diesel dll). Oleh
karena itu sebelum digunakan pada Persamaan 2, data konsumsi energi harus
dikonversi terlebih dahulu ke dalam satuan energi TJ (Terra Joule) dengan
Persamaan 3.
Persamaan 3
Konversi Dari Satuan Fisik ke Terra Joule
TJ
Konsumsi Energi (TJ)=Konsumsi Energi sat. fisik x Nilai Kalor

sat.fisik

Contoh: konsumsi minyak solar 1000 liter, nilai kalor minyak solar 36x10 -6 TJ/liter
maka konsumsi minyak solar dalam TJ adalah:
TJ
3
Konsumsi Solar=1000 liter x 36x106
36 x10 TJ
liter

Berbagai jenis bahan bakar yang digunakan di Indonesia berikut nilai kalor dari
masing-masing bahan bakar diperlihatkan pada Tabel 4.
Tabel 2.3 Nilai Kalor Bahan Bakar Indonesia
Bahan bakar

Nilai Kalor

Penggunanan

Premium*

33x10-6TJ/liter

Kendaraan bermotor

Solar (HSD, ADO)

36x10-6TJ/liter

Kendaraan bermotor,
Pembangkit listrik

Minyak Diesel (IDO)

38x10-6TJ/liter

Boiler industri, pembangkit listrik

MFO

40x10-6TJ/liter

Pembangkit listrik

4.04x10-2TJ/ton
Gas bumi

1.055x10-6TJ/SCF

Industri, rumah tangga, restoran

38.5x10-6TJ/Nm3
LPG

47.3x10-6TJ/kg

Rumah tangga, restoran

Batubara

18.9x10-3TJ/ton

Pembangkit listrik, Industri

Catatan: *) termasuk Pertamax, Pertamax Plus

13

INV/KLH/290612

HSD: High Speed Diesel


ADO: Automotive Diesel Oil
IDO: Industrial Diesel Oil

Pilihan Metodologi
Terdapat 3 Tier metodologi penghitungan emisi GRK dari pembakaran stasioner.
Tier-1, Tier-2 maupun Tier-3 berdasarkan data penggunaan bahan bakar dan
faktor emisi untuk jenis bahan bakar tertentu. Pada Tier-1 faktor emisi yang
digunakan adalah faktor emisi default IPCC sedangkan pada Tier-2 faktor emisi
yang digunakan adalah yang spesifik berlaku untuk bahan bakar yang digunakan di
Indonesia. Pada Tier-3 faktor emisi memperhitungkan jenis teknologi pembakaran
yang digunakan.

TIER

Data Aktivitas

Faktor Emisi

Konsumsi bahan
TIER 1 bakarberdasarkanjenis
bahan bakar
Konsumsi bahan
TIER 2 bakarberdasarkanjenis
bahan bakar
Konsumsi bahan
TIER 3 bakarberdasarkanteknologi
pembakaran

faktoremisi berdasarkanjenis bahan


bakar
(2006IPCCGL)
faktor emisi Indonesia berdasarkanjenis
bahan bakar
faktor
emisiteknologitertentuberdasarkanjenis
bahan bakar

Metoda Tier-1
Penghitungan emisi GRK Tier 1 memerlukan data berikut:
Data banyaknya bahan bakar yang dibakar, dikelompokkan menurut jenis bahan

bakar untuk masing-masing kategori sumber emisi (produsen energi,


manufaktur, transportasi dll.)
Faktor emisi default IPCC untuk masing-masing jenis bahan bakar dan

penggunaan (stasioner atau mobile)


Persamaan yang digunakan untuk menentukan emisi GRK dari pembakaran adalah
sebagai berikut:
Persamaan 4
EmisiGRK,BB = Konsumsi BBBB * Faktor EmisiGRK, BB

14

INV/KLH/290612

Persamaan 5
Total emisi menurut jenis GRK: EmisiGRK =

EmisiGRK,BB
BB

dimana:
BB

Singkatan dari jenis Bahan Bakar (misal premium,


batubara)

EmisiGRK,BB

EmisiGRK jenis tertentu menurut jenis bahan


bakar(kg GRK)

Konsumsi BBBB

Banyaknya bahan bakar yangdibakar menurut


jenis bahan bakar (dalam TJ)

Faktor EmisiGRK, BB

Faktor emisiGRK jenis tertentu menurut jenis


bahan bakar (kg gas /TJ)

Metoda Tier-2
Pada metoda Tier-2 faktor emisi pada Persamaan 4 diganti dengan faktor emisi
yang spesifik berlaku untuk Indonesia atau spesifik berlaku untuk suatu pabrik
tertentu.
Faktor emisi yang spesifik suatu negaradapat dikembangkandengan
memperhitungkan data yang spesifik bagi negara tersebut misalnya kandungan
karbon dalam bahan bakar, faktor oksidasi karbon, kualitas bahan bakar, dan bagi
GRK non-CO2 memperhatikan data tertentu suatu negara(misalnya, kandungan
karbon dalam bahan bakar yang digunakan, faktor oksidasikarbon, kualitas bahan
bakar dan teknologi pembakaran yang digunakan (bagi GRK non-CO2).
Karena faktor emisi spesifik suatu negara telah memperhitungkan kondisi negara
tersebut maka tingkat ketidakpastian (uncertainty) pada Tier-2 lebih baik
dibanding dengan tingkat ketidakpastian pada Tier-1.
Metoda Tier-3
Pada Tier-3 persamaan yang digunakan untuk estimasi emisi GRK mirip dengan
persamaan pada Tier-1 maupun Tier-2 namun pada Tier-3 konsumsi bahan bakar
dan emission faktor yang digunakan dipilah-pilah menurut teknologi pembakaran
bahan bakar. Penghitungan emisi GRK Tier-3 berdasarkan teknologi pembakaran
menggunakan Persamaan 6.
15

INV/KLH/290612

Persamaan 6.
Emisi GRK Menurut Teknologi

EmisiGRK,BB,teknologi = Konsumsi BBBB,teknologi * Faktor EmisiGRK, BB,teknologi

dimana:
BB

Singkatan dari bahan bakar

EmisiGRK,BB,technology

EmisiGRK jenis tertentu menurut jenis bahan


bakar tertentu dengan teknologi tertentu (kg
GRK)

Konsumsi BBBB,teknologi

Banyaknya bahan bakar yangdibakar menurut


jenis bahan bakar dan menurut teknologi
penggunaan (dalam TJ)

Faktor EmisiGRK, BB,teknologi

Faktor emisiGRK jenis tertentu menurut jenis


bahan bakar dan jenis teknologi (kg gas/TJ)

Apabila banyaknya bahan bakar yang dibakar oleh suatu jenis teknologi tertentu
tidak diketahui secara langsung maka dapat digunakan model perkiraan
berdasarkan penetrasi teknologi sebagai berikut.
Persamaan 7
Estimasi Konsumsi Bahan Bakar Berdasarkan Penetrasi Teknologi

Konsumsi BBBB,teknologi = Konsumsi BBBB * Penetrasiteknologi

dimana:
Konsumsi BBBB

: Banyaknya bahan bakar yangdibakar menurut


jenis bahan bakar (dalam TJ)

Penetrasi teknologi

: Fraksi dari suatu kategori sumber yang


menggunakan suatu jenis teknologi tertentu

16

INV/KLH/290612

Estimasi emisi GRK kegiatan energi secara keseluruhan untuk suatu kategori
sumber tertentu (misal kategori produsen energi) dihitung dengan persamaan
berikut:
Persamaan 8
Estimasi Emisi Berbasis Teknologi

EmisiGRK,BB =

Konsumsi BBBB,teknologi * Faktor EmisiGRK,BB,teknologi

teknologi

dimana:

Konsumsi BBBB,teknologi

: Banyaknya bahan bakar yangdibakar menurut


jenis bahan bakar dan menurut teknologi
penggunaan (dalam TJ)

Faktor EmisiGRK, BB,teknologi

: Faktor emisiGRK jenis tertentu menurut jenis


bahan bakar dan jenis teknologi (kg gas/TJ)

Perhitungan emisi GRK berbasis teknologi ini dilakukan karena faktor emisi suatu
jenis/tipe teknologi berbeda satu sama lain. Sebagai contoh faktor emisi suatu
burner gas konvensional berbeda dengan faktor emisi burner gas yang dilengkapi
dengan controller.

Faktor Emisi Default IPCC


Faktor emisi default IPCC untuk penghitungan emisi GRK dari pembakaran bahan
bakar pada sumber yang stasioner diperlihatkan pada Tabel 2.4 hingga Tabel 2.7
berikut.
Tabel 2.4 Faktor Emisi Pembakaran Stasioner di Industri Energi (kg GRK per TJ
Nilai Kalor Netto)
CO2
Fuel

Default
F.E

Lower

CH4
Upper

N2O

Default
F.E

Lower

Upper

Default
F.E

Lower

Upper

Minyak mentah

73 300

71 100

75500

10

0.6

0.2

NGL

64 200

58 300

70400

10

0.6

0.2

Premium

69 300

67 500

73000

10

0.6

0.2

Avgas

70 000

67 500

73000

10

0.6

0.2

Avtur

71 500

69 700

74400

10

0.6

0.2

Solar/ADO/HSD/IDO

74 100

72 600

74800

10

0.6

0.2

MFO

77 400

75 500

78800

10

0.6

0.2

17

INV/KLH/290612

CO2
Fuel

Default
F.E

Lower

CH4
Upper

Default
F.E

Lower

N2O
Upper

Default
F.E

Lower

Upper

LPG

63 100

61 600

65600

0.3

0.1

0.03

0.3

Petroleum Coke

97 500

82 900

115000

10

0.6

0.2

Batubara antrasit
Batubara subbituminous

98 300

94 600

101000

0.3

1.5

0.5

96 100

92 800

100000

0.3

1.5

0.5

Lignite

101 000

90 900

115000

0.3

1.5

0.5

Gas bumi

56 100

58300

0.3

0.1

0.03

0.

54 300

NGL= Natural Gas Liquids atau Kondensat


ADO= Automotive Diesel Oil (=Solar)
HSD= High Speed Diesel (= Solar)
IDO = Industrial Diesel Oil (=Minyak Diesel)
MFO = Marine Fuel Oil

Tabel 2.5 Faktor Emisi Pembakaran Stasioner di Industri Manufaktur (kg GRK per
TJ Nilai Kalor Netto)
CO2
Fuel

Default
FE

Lower

CH4
Upper

N2O

Default
FE

Lower

Upper

Default
FE

Lower

Upper

Crude Oil

73300

71100

75500

10

0.6

0.2

NGL

64200

58300

70400

10

0.6

0.2

Premium

69300

67500

73000

10

0.6

0.2

Avgas

7000

67500

73000

10

0.6

0.2

Avtur

71500

69700

74400

10

0.6

0.2

Solar/ADO/HSD/IDO

74100

72600

74800

10

0.6

0.2

MFO

77400

75500

78800

10

0.6

0.2

LPG

63100

61600

65600

0.3

0.1

0.03

0.3

Petroleum Coke

97500

82900

115000

10

0.6

0.2

Refinery Gas

57600

48200

69000

0.3

0.1

0.03

0.3

Batubara antrasit

98 300

94600

101000

10

30

1.5

0.5

Batubara subbituminous

96 100

92800

100000

10

30

1.5

0.5

Lignite

101000

90900

115000

10

30

1.5

0.5

Gas bumi

56 100

54300

58300

0.3

0.1

0.03

0.3

NGL= Natural Gas Liquids atau Kondensat


ADO= Automotive Diesel Oil (=Solar)
HSD= High Speed Diesel (= Solar)
IDO = Industrial Diesel Oil (=Minyak Diesel)
MFO = Marine Fuel Oil

Tabel 2.6 Faktor Emisi Pembakaran Stasioner di Bangunan Komersial (kg GRK per
TJ Nilai Kalor Netto)
Fuel

CO2

CH4

18

N2O

INV/KLH/290612

Default
FE

Lower

Upper

Default
FE

Lower

Upper

Default
FE

Lower

Upper

NGL

64200

58300

70400

10

30

0.6

0.2

2
2

Solar

74100

72600

74800

10

30

0.6

0.2

MFO

77400

75500

78800

10

30

0.6

0.2

LPG

63100

61600

65600

1.5

15

0.1

0.03

0.3

Gas Bumi

56100

54300

58300

1.5

15

0.1

0.03

0.3

NGL= Natural Gas Liquids atau Kondensat


MFO = Marine Fuel Oil

Tabel 2.7 Faktor Emisi Pembakaran Stasioner di Rumah Tangga dan


Pertanian/Kehutanan/Perikanan (kg GRK per TJ Nilai Kalor Netto)
CO2
Fuel
NGL
Solar/ADO/HSD
MFO
M.Tanah
LPG
Gas Bumi

Default
FE
64200
74100
77400
71900
63100
56100

CH4

Lower

Upper

58300
72600
75500
70800
61600

70400
74800
78800
73700
65600

Default
FE
10
10
10
10
5

54300

58300

N2O

Lower

Upper

3
3
3
3
1.5

30
30
30
30
15

Default
FE
0.6
0.6
0.6
0.6
0.1

1.5

15

0.1

Lower

Upper

0.2
0.2
0.2
0.2
0.03

2
2
2
2
0.3

0.03

0.3

NGL= Natural Gas Liquids atau Kondensat


ADO= Automotive Diesel Oil (=Solar)
HSD= High Speed Diesel (= Solar)
MFO = Marine Fuel Oil

Contoh Perhitungan
Perhitungan emisi GRK pendekatan sektoral pada kegiatan pembangkit listrik berbahan
bakar diesel oil dan residual oil
Data konsumsi bahan bakar:
Diesel oil = 3.165.840 kL
Residual oil = 1.858.568 kL
Data nilai kalor:
Diesel oil: 37 MJ/liter (0,037 TJ/kL)
Residual oil: 38 MJ/liter (0,038 TJ/kL)
Data Faktor Emisi:
Diesel oil: CO2 = 73.326 kg/TJ ; CH4 = 3 kg /TJ ; N2O= 0,6 kg/TJ
Residual oil: CO2 = 76.593 kg/TJ; CH4 = 3 kg /TJ ; N2O= 0,6 kg/TJ
Langkah perhitungan dengan spreadsheet (perhatikan contoh spreadsheet Tabel 2.7):

19

INV/KLH/290612

1. Masukkan volume konsumsi bahan bakar pada kolom A (baris diesel oil: 3.165.840 kL,
baris residual oil: 1.858.568 kL)
2. Masukkan nilai kalor ke kolom B (baris diesel oil: 0,037 TJ/kL, baris residual oil: 0,038
TJ/kL)
3. Pada kolom C konversikan volume konsumsi dari kilo liter menjadi TJ dengan cara
kalikan volum dengan nilai kalor (baris diesel oil: 3.165.840 kL x 0,037 TJ/kL = 118 434
061 TJ; baris residual oil: 1.858.568 kL x 0,038 TJ/kL = 71 331 840 TJ)
4. Masukkan Faktor Emisi CO2 pada kolom D (baris diesel oil: 73.326 kg/TJ; baris residual
oil: 76.593 kg/TJ)
5. Pada kolom E hitung besarnya emisi CO2 dengan cara kalikan kolom C dengan kolom
D dan bagi dengan 106 untuk konversi dari kg ke giga gram (baris disel oil: 118 434 061
TJ x 73.326 kg/TJ /106 = 8 684 296 Gg CO2; baris residual oil: 71 331 840 TJ x 76.593
kg/TJ / 106 = 5 463 520 Ggram CO2)
6. Masukkan Faktor Emisi CH4 ke kolom F (baris diesel oil: 3 kg /TJ; baris residual oil: 3 kg
/TJ)
7. Pada kolom G hitung besarnya emisi CH4 dengan cara kalikan kolom C dengan kolom F
dan bagi dengan 106 untuk konversi dari kg ke giga gram (baris disel oil: 118 434 061
TJ x 3 kg/TJ /106 = 0,355 Gg CH4; baris residual oil: 71 331 840 TJ x 3 kg/TJ / 10 6 = 0,214
Ggram CH4)
8. Masukkan Faktor Emisi N2O ke kolom H (baris diesel oil: 0,6 kg /TJ; baris residual oil:
0,6 kg /TJ)
9. Pada kolom I hitung besarnya emisi N2O dengan cara kalikan kolom C dengan kolom F
dan bagi dengan 106 untuk konversi dari kg ke giga gram (baris disel oil: 118 434 061
TJ x 0,6 kg/TJ /106 = 0,071 Gg N2O; baris residual oil: 71 331 840 TJ x 0,6 kg/TJ / 10 6 =
0,043 Ggram N2O)

20

INV/KLH/290612

Tabel 2.8 Contoh perhitungan emisi GRK pendekatan sektoral kasus pembangkit listrik dengan spreadsheet

21

INV/KLH/290612

2.2 Pembakaran Bahan Bakar Pada Sumber Bergerak


Emisi GRK dari pembakaran bahan bakar pada sumber bergerak adalah emisi GRK
dari kegiatan transportasi, meliputi transportasi darat (jalan raya, off road, kereta
api), transportasi melalui air (sungai atau laut) dan transportasi melalui udara
(pesawat terbang). GRK yang diemisikan oleh pembakaran bahan bakar di sektor
transportasi adalah CO2, CH4 dan N2O.
Transportasi Jalan Raya
Sumber emisi dari transportasi jalan raya meliputi mobil pribadi (sedan, minivan,
jeep dll.), kendaraan niaga (bus, minibus, pick-up, truk dll), dan sepeda motor.
Estimasi Emisi CO2
Estimasi emisi CO2 dari transportasi jalan raya dapat dilakukan dengan Tier-1
atau Tier-2.
TIER

Data Aktivitas

TIER 1

Konsumsi bahan
bakarberdasarkanjenis bahan bakar

TIER 2

Konsumsi bahan
bakarberdasarkanjenis bahan bakar

Faktor Emisi
Kandungan
karbonberdasarkanjenis
bahan bakar
Kandungan karbon
berdasarkan jenis
bahan bakar yang
digunakan di Indonesia

Metoda Tier-1
Berdasarkan Tier-1 emisi CO2 dihitung dengan persamaan:
Persamaan 9
Emisi CO2 dari Transportasi Jalan Raya

Emisi= Konsumsi BBa * Faktor Emisia


a

dimana:
Emisi
Konsumsi BBa
Faktor Emisia
a

:
:
:

Emisi CO2
Bahan bakar dikonsumsi = dijual
Faktor emisiCO2 menurut jenis bahan bakar (kg
gas/TJ), default IPCC 2006
Jenis bahan bakar (premium, solar)
22

INV/KLH/290612

Metoda Tier-2
Estimasi emisi CO2 dengan Tier-2 pada dasarnya sama dengan Tier-1 namun
dengan faktor emisi masing-masing jenis bahan bakar yang spesifik bagi Indonesia.
Emisi CH4 dan N2O
Emisi CH4 dan N2O pada pembakaran bahan bakar dipengaruhi oleh teknologi dan
sistem pengendalian emisi pada kendaraan. Estimasi emisi CH4 dan N2O dapat
dilakukan berdasarkan Tier-1, Tier-2 atau Tier-3.

TIER
TIER 1

TIER 2

TIER 3

Data Aktivitas

Faktor Emisi

Konsumsi bahan
bakarberdasarkanjenis bahan
bakar
Konsumsi bahan
bakarberdasarkanjenis bahan
bakar, sub-kategori kendaraan

faktoremisiberdasarkanjenis
bahan bakar
faktoremisiberdasarkanjenis
bahan bakar, sub-kategori
kendaraan
faktor emisi berdasarkan
sub-kategori kendaraan

Jarak yang ditempuh

Metoda Tier-1
Berdasarkan Tier-1, persamaan yang digunakan untuk estimasi CH4 dan N2O
untuk kendaraan jalan raya adalah sebagai berikut:
Persamaan 10
Tier-1 Emisi CH4 dan N2O Transportasi Jalan Raya
Emisi= Konsumsi BBa * Faktor Emisia
a

dimana:
Emisi
Konsumsi BBa
Faktor Emisia
a

: Emisi CH4 atau N2O


: Bahan bakar dikonsumsi = dijual
: Faktor emisiCH4 atau N2O menurut jenis
bahan bakar (kg gas/TJ), default IPCC 2006
: Jenis bahan bakar (premium, solar)

23

INV/KLH/290612

Metoda Tier-2
Emisi CH4 dan N2O suatu kendaraan bergantung pada jenis bahan bakar dan jenis
teknologi pengendalian pembakaran. Oleh karena itu pada Tier-2, estimasi CH4
dan N2O memperhitungkan jenis kendaraan dan teknologi pengendalian.
Persamaan yang digunakan untuk estimasi CH4 dan N2O menurut Tier-2 adalah
sebagai berikut:

Persamaan 11
Tier-2 Emisi CH4 dan N2O Transportasi Jalan Raya
Emisi= Konsumsi BBa,b,c * Faktor Emisia,b,c
a,b,c

dimana:
Emisi
Konsumsi BBa,b.c
Faktor Emisia,b,c

: Emisi CH4 atau N2O


: Bahan bakar dikonsumsi = dijual
: Faktor emisiCH4 atau N2O menurut jenis bahan
bakar (kg gas/TJ)
: Jenis bahan bakar (premium, solar)
: tipe kendaraan
: peralatan pengendalian emisi

a
b
c

Metoda Tier-3
Pada Tier 3 selain faktor-faktor yang telah disampaikan pada Tier 1 dan 2, faktor
jarak tempuh kendaraan dan emisi pada saat start-up juga diperhitungkan.
Persamaan Tier 3 estimasi emisi CH4 dan CO2 adalah sebagai berikut

Persamaan 12
Tier-3 Emisi CH4 dan N2O Transportasi Jalan Raya

Emisi=

Jarak Tempuha,b,c,d *FEa,b,c,d +

a,b,c,d

Ca,b,c,d

a,b,c,d

dimana:
Emisi
Jarak Tempuha,b,c,d
Faktor Emisia,b,c,d

: Emisi CH4 atau N2O, kg


: Jarak tempuh kendaraan, km
: Faktor emisiCH4 atau N2O (kg gas/km)

: Emisi pada saat pemanasan kendaraan, kg


24

INV/KLH/290612

: Jenis bahan bakar (bensin, solar, batubara


dll.)
: Tipe kendaraan
: Teknologi pengendalian pencemaran
: Kondisi operasi (kualitas jalan kota, desa
dll.)

b
c
d

Kereta Api
Dari segi sumber energinya, di Indonesia terdapat dua jenis kereta api yaitu
berbahan bakar diesel (KRD) atau menggunakan tenaga listrik (KRL). Bagi KRL
emisi GRK terjadi pada sisi pembangkit listrik sedangkan pada KRD emisi terjadi
pada kereta api dan diperhitungkan sebagai sumber emisi dari pembakaran yang
bergerak.
Emisi CO2
Terdapat 2 Tier perhitungan emisi CO2 dari kereta api yaitu Tier-1 dan Tier-2.

TIER

Data Aktivitas

TIER 1

Konsumsi bahan
bakarberdasarkanjenis bahan bakar

TIER 2

Konsumsi bahan
bakarberdasarkanjenis bahan bakar

Faktor Emisi
Kandungan karbon
baku berdasarkan jenis
bahan bakar, default
IPCC 2006
Kandungan karbon
berdasarkan jenis
bahan bakar di
Indonesia

Metoda Tier-1
Estimasi emisi CO2 Tier-1 kereta api berdasarkan pada data aktivitas (konsumsi
bahan bakar) dan faktor emisi dengan persamaan berikut:
Persamaan 13
Tier-1 Emisi CO2 Kereta Api

Emisi= Konsumsi BB j* Faktor Emisi j


j

25

INV/KLH/290612

dimana:
Emisi
BB
Faktor Emisij

:
:

Emisi CO2
Singkatan dari Bahan Bakar
Faktor emisiCO2 menurut jenis bahan bakar (kg
gas/TJ), default IPCC 2006
Jenis bahan bakar (premium, solar)

Metoda Tier-2
Estimasi emisi CO2 Tier-2 kereta api pada dasarnya sama dengan Tier-1 yaitu
berdasarkan pada data aktivitas dan faktor emisi namun pada Tier-2 faktor emisi
yang digunakan adalah faktor emisi spesifik Indonesia.

Emisi CH4 dan N2O


Emisi CH4 dan N2O pada pembakaran bahan bakar dipengaruhi oleh teknologi
kereta api. Estimasi emisi CH4 dan N2O dapat dilakukan berdasarkan Tier-1, Tier-2
atau Tier-3.
TIER

Data Aktivitas

TIER 1

Konsumsi bahan
bakarberdasarkanjenis bahan bakar

TIER 2

Konsumsi bahan
bakarberdasarkanjenis bahan bakar,
tipe lokomotif

TIER 3

Data aktivitas lokomotif tertentu

Faktor Emisi
Faktor emisi baku
berdasarkan jenis
bahan bakar, default
IPCC 2006
Faktor emisi Indonesia
berdasarkan jenis
bahan bakar, tipe
lokomotif
Faktor emisi Indonesia
berdasarkan jenis
bahan bakar, tipe
lokomotif

Metoda Tier-1
Estimasi emisi CH4 dan N2O menurut metoda Tier-1 berdasarkan pada data
aktivitas dan faktor emisi default IPCC 2006 menurut jenis bahan bakarnya dengan
persamaan berikut:
Persamaan 14
26

INV/KLH/290612

Tier-1 Emisi CH4 dan N2O Kereta Api

Emisi= Konsumsi BBa * Faktor Emisia


a

dimana:
Emisi
Konsumsi BBa
Faktor Emisia

:
:
:

Emisi CH4 atau N2O


Bahan bakar dikonsumsi kereta api
Faktor emisiCH4 atau N2O menurut jenis bahan
bakar (kg gas/TJ)
Jenis bahan bakar (solar, IDO dll.)

Metoda Tier-2
Pada metodologi Tier-2 estimasi emisi CH4 dan N2O memperhitungkan jenis
teknologi lokomotif yang digunakan.
Persamaan 15
Tier-2 Emisi CH4 dan N2O Kereta Api

Emisi= Konsumsi BBi * Faktor Emisii


i

dimana:
Emisi
Konsumsi BBi
Faktor Emisii
i

: Emisi CH4 atau N2O


: Bahan bakar dikonsumsi lokomotif tipe i
: Faktor emisiCH4 atau N2O untuk lokomotif
tipe i (kg gas/TJ)
: tipe lokomotif

Metoda Tier-3
Pada metoda Tier-3 emisi CH4 dan N2O dihitung dengan menggunakan model
penggunaan kereta api. Model tersebut memperhitungkan tipe lokomotif dan jam
kerja kereta api (Persamaan 2.15).
Persamaan 16
Tier-3 Emisi CH4 dan N2O Kereta Api

27

INV/KLH/290612

Emisi= N i H i Pi LFi EFi


i

dimana:
Ni
Hi
Pi
LFi
EFi
i

:
:
:
:
:
:

Jumlah lokomotif jenis i


Jam kerja tahun lokomotif tipe i (jam)
Daya rata-rata lokomotif i (kW)
Faktor beban kereta api (antara 0 dan 1)
Faktor emisi lokomotif tipe i (kg/kWh)
tipe lokomotif dan jenis perjalanan (angkutan
barang, antar kota, regional dll.)

Transportasi Melalui Air


Kategori sumber emisi dari kegiatan transportasi melalui air meliputi semua
angkutan yang menggunakan air (sungai atau laut) mulai dari kendaraan rekreasi
berukuran kecil di danau-danau hingga kapal barang berukuran besar kelas
samudera. Transportasi melalui air yang berbahan bakar energi fosil menghasilkan
CO2, CH4 dan N2O, dan juga CO, NMVOCs, SO2, particulate matter (PM) dan NOx.
Emisi GRK angkutan air dapat diperkirakan dengan metodologi Tier-1 atau Tier-2.
Pada Tier-1 estimasi berdasarkan konsumsi bahan bakar dan jenis bahan bakar
sedangkan pada Tier-2 estimasi berdasarkan konsumsi bahan bakar, jenis bahan
bakar dan tipe mesin kapal yang digunakan.

TIER
TIER 1

TIER 2

Data Aktivitas

Faktor Emisi

Konsumsi bahan
bakarberdasarkanjenis bahan
bakar

Faktor emisi baku


berdasarkan jenis bahan bakar

Konsumsi bahan
bakarberdasarkanjenis bahan
bakar, tipe mesin

Faktor emisi tertentu suatu


negara berdasarkan jenis
bahan bakar, factor emisi
mesin tertentu berdasarkan
jenis bahan bakar

Metoda Tier-1
28

INV/KLH/290612

Estimasi emisi CO2, CH4 dan N2O menurut metoda Tier-1 berdasarkan pada data
aktivitas dan faktor emisi default menurut jenis bahan bakarnya dengan
persamaan berikut:
Persamaan 17
Tier-1 Emisi CO2, CH4 dan N2O Angkutan Air

Emisi= Konsumsi BBa * Faktor Emisia


a

dimana:
Emisi
Konsumsi BBa
Faktor Emisia

: Emisi CO2, CH4 atau N2O


: Bahan bakar dikonsumsi kereta api
: Faktor emisi CO2,CH4 atau N2O menurut jenis
bahan bakar (kg gas/TJ)
: Jenis bahan bakar (solar, IDO dll.)

Metoda Tier-2
Pada metodologi Tier-2 estimasi emisi memperhitungkan jenis kapal dan mesin
yang digunakan.
Persamaan 18
Tier-2 Emisi CO2, CH4 dan N2O Angkutan Air

Emisi= Konsumsi BBab * Faktor Emisiab


ab

dimana:
Emisi
Konsumsi BBab
Faktor Emisiab

: Emisi CO2, CH4 atau N2O


: Bahan bakar dikonsumsi
: Faktor emisi CO2, CH4 atau N2O (kg gas/TJ)

a
b

: Jenis bahan bakar


: Jenis kapal atau mesin

Penerbangan Sipil
29

INV/KLH/290612

Emisi dari penerbangan berasal dari pembakaran bahan bakar avtur atau avgas.
Emisi pesawat terbang rata-rata terdiri atas sekitar 70% CO2 dan setidaknya 30%
air serta gas NOx, CO, SOx, NMVOC, particulates (masing-masing kurang dari 1%).
Mesin-mesin pesawat modern sangat sedikit bahkan tidak menghasilkan N2O dan
CH4.
Dalam konteks estimasi GRK, operasi pesawat terbang terdiri atas (1)
Landing/Take-Off (LTO) cycle dan (2) Cruise. Pada umumnya sekitar 10% emisi
penerbangan kecuali hidrokarbon dan CO terjadi di operasi darat dan saat LTO.
Sekitar 90% emisi terjadi saat penerbangan. Emisi hidrokarbon dan CO 30%
terjadi pada saat di darat dan 70% terjadi saat penerbangan.
Terdapat 3 tier metodologi estimasi GRK penerbangan. Metoda Tier-1 dan Tier-2
menggunakan data konsumsi bahan bakar. Tier-1 murni berdasarkan konsumsi
bahan bakar sedangkan pada Tier-2 berdasarkan konsumsi bahan bakar dan
frekuensi LTO. Pada metodologi Tier-3 estimasi emisi memperhitungkan data
pergerakan dari masing-masing pesawat terbang.

TIER

Data Aktivitas

Faktor Emisi

TIER 1

Konsumsi bahan
bakarberdasarkanjenis bahan bakar

Faktor emisi baku


berdasarkan jenis bahan
bakar

TIER 2

Konsumsi bahan bakar danjumlah


operasiLTO (Landing and Take
off)berdasarkan
operasi(LTOdanperjalanan)

TIER 3A

Data penerbangan aktual, rata-rata


konsumsi bahan bakar

TIER 3B

Penerbangan lintasanpenuh setiap


segmenpenerbanganmenggunakan
pesawat

Metoda Tier-1
30

Faktor emisi
berdasarkan operasi
data
emisiuntuktahapLTOdan
berbagaipanjangfase
penerbangan
informasi kinerja
aerodinamismesin
khusus

INV/KLH/290612

Metodologi Tier-1 menggunakan data agregat konsumsi bahan bakar (gabungan


konsumsi saat di darat dan saat terbang) dan faktor emisi per jenis bahan bakar
yang digunakan.

Persamaan 19
Tier-1 Emisi CO2, CH4 dan N2O Penerbangan

Emisi= Konsumsi BB* Faktor Emisi


dimana:
Emisi
Konsumsi BB
Faktor Emisi

:
:
:

Emisi CO2, CH4 atau N2O


Konsumsi avgas
Faktor emisi CO2,CH4 atau N2O (kg gas/TJ)

Tier-1 sebaiknya hanya digunakan untuk estimasi emisi dari pesawat berbahan
bakar avgas. Tier-1 dapat digunakan untuk estimasi emisi pesawat berbahan bakar
avtur bila data operasional pesawat terbang tidak ada.

Metoda Tier-2
Metodologi Tier-2 digunakan untuk estimasi GRK dari pesawat berbahan bakar
avtur. Dalam metodologi ini operasi pesawat terbagi atas LTO dan terbang
(cruise). Untuk dapat menggunakan Tier-2 data LTO dan cruise harus diketahui.
Langkah-langkah perhitungan emisi GRK dengan metoda Tier-2 adalah sebagai
berikut:
Perkirakan konsumsi bahan bakar pesawat untuk domestic dan internasional
Perkirakan konsumsi bahan bakar LTO untuk domestic dan internasional
Perkirakan konsumsi bahan bakar saat cruise untuk domestic dan internasional
Hitung emisi saat LTO dan saat cruise untuk domestic dan internasional

Persamaan-persamaan untuk estimasi emisi GRK dengan metoda Tier-2 adalah


sebagai berikut:
Persamaan 20
Tier-2 Persamaan Penerbangan (1)
31

INV/KLH/290612

Emisi= Emisi LTO + Emisi Cruise

Persamaan 21
Tier-2 Persamaan Penerbangan (2)

Emisi LTO = Konsumsi LTO Faktor Emisi LTO

Persamaan 22
Tier-2 Persamaan Penerbangan (3)
Konsumsi LTO = Jumlah LTO Konsumsi per LTO

Persamaan 23
Tier-2 Persamaan Penerbangan (4)

Emisi Cruise = Konsumsi total Konsumsi LTO Faktor Emisi Cruise


Metoda Tier-3
Metodologi Tier-3 berdasarkan data pergerakan pesawat terbang. Metodologi ini
terbagi atas Tier-3A dan Tier-3B. Metoda Tier-3A berdasarkan data asal dan
tujuan (origin and destination) pesawat sedangkan metoda Tier-3B berdasarkan
data lengkap trajektori/lintasan pesawat terbang. Contoh estimasi Tier-3 pesawat
terbang dapat dilihat di EMEP/CORINAIR Emission Inventory Guidebook (EEA
2002).
Faktor Emisi
Faktor emisi default IPCC untuk pembakaran bahan bakar pada sumber bergerak
diperlihatkan pada Tabel 2.9 hingga Tabel 2.13.
Tabel 2.9 Faktor Emisi CO2 Default Transportasi Jalan Raya
Fuel Type

Default
(kg/TJ)

Lower

Upper

Motor Gasoline

69 300

67 500

73 000

Gas/ Diesel Oil

74 100

72 600

74 800

Liquefied Petroleum Gases

63 100

61 600

65 600

Kerosene
Compressed Natural Gas
Liquefied Natural Gas

71 900
56 100
56 100

70 800
54 300
54 300

73 700
58 300
58 300

Tabel 2.10 Faktor Emisi N2O AND CH4 Default Transportasi Jalan Raya
32

INV/KLH/290612

CH4

N2O

( kg /TJ)

(kg /TJ)

Fuel
Type/Representative
Vehicle Category

Default

Lower

Upper

Default

Lower

Upper

Premium-Uncontrolled (b)

33

9.6

110

3.2

0.96

11

Premiumdgn Catalyst

25

7.5

86

8.0

2.6

24

Solar /ADO

3.9

1.6

9.5

3.9

1.3

12

Gas Bumi (CNG)


LPG

92
62

50
na

1540
Na

3
0.2

1
na

77
na

Ethanol, truk, USA

260

77

880

41

13

123

Ethanol, sedan, Brazil

18

13

84

na

na

na

Tabel 2.11 Faktor Emisi Default Kereta Api


Gas
Default

Diesel (kg/TJ)
Lower

Upper

CO2
CH4

74 100
4.15

72 600
1.67

74 800
10.4

N2O

28.6

14.3

85.8

Tabel 2.12 Faktor Emisi CO2 Default Angkutan Air


Fuel
Premium
M. Tanah
Solar
MFO
LPG
Natural Gas

kg/TJ
Default
69 300
71 900
74 100
77 400
63 100
56 100

Lower
67 500
70 800
72 600
75 500
61 600
54 300

Upper
73 000
73 600
74 800
78 800
65 600
58 300

Tabel 2.13 Faktor Emisi Default CH4 dan N2O Kapal Samudera

Kapal Samudera

CH4 (kg/TJ)

N2O (kg/TJ)

7
50%

2
+140%
-40%

33

INV/KLH/290612

34

INV/KLH/290612

III.ESTIMASI EMISI GRK DARI FUGITIVE


Emisi Fugitive (Fugitive Emissions) mencakup semua emisi GRK yang sengaja
maupun tidak disengaja terlepaskan pada kegiatan produksi bahan bakar primer
(minyak mentah, batubara, gas bumi), pengolahan, penyimpanan, dan penyaluran
bahan bakar ke titik penggunaan akhir.
Emisi fugitive terjadi pada sistem bahan bakar padat (batubara) dan sistem bahan
bakar minyak dan gas bumi. Dalam jumlah yang relatif tidak signifikan emisi
fugitive juga terjadi sistem energi panas bumi.
Pengelompokan emisi fugitive menurut kegiatan energi diperlihatkan pada Tabel
3.1.
Tabel 3.1 Sumber Emisi Fugitive Kegiatan Energi
Kode
1B1

Kategori
Bahan bakar padat

1B2

Minyak bumi dan gas alam

Sumber Emisi dan Kegiatan


a. Penambangan dan penanganan
batubara
Penambangan bawah tanah
Tambang terbuka
b. Pembakaran yang tak
terkendali, dan timbunan
batubara yang terbakar
c. Transformasi (konversi) bahan
bakar padat
a. Minyak bumi
Pelepasan (Venting)
Suar bakar (Flaring)
Lainnya
b. Gas bumi
Pelepasan (Venting)
Suar bakar (Flaring)
Lainnya

3.1 Emisi Fugitive Kegiatan Batubara


Di dalam formasi batubara terdapat gas metana (CH4) dan karbon dioksida (CO2)
yang terperangkap di dalam lapisan batubara (seam gas). Pada saat batubara
ditambang, gas-gas tersebut terlepas dan keluar dari lapisan batubara menuju
atmosfir. Gas-gas yang terlepas pada kegiatan pada penambangan batubara
dikategorikan sebagai emisi fugitive. Selain emisi fugitive dari terlepasnya seam
35

INV/KLH/290612

gas, penambangan batubara juga melepaskan GRK fugitive dari lepasnya gas-gas
dari bongkahan batubara pada kegiatan pengangkutan dan oksidasi batubara pada
saat penanganan batubara yang telah ditambang. Kategori emisi fugitive dari
kegiatan penambangan batubara adalah sebagai berikut:
Emisi saat penambangan (Mining emissions) yaitu emisi yang berasal dari stored

gas yang terbebas saat proses penambangan batubara.


Emisi setelah penambangan (Post-mining emissions) yaitu emisi yang berasal

pada saat penanganan, pemrosesan, dan transportasi batubara.


Emisi oksidasi temperatur rendah (Low temperature oxidation) yaitu emisi yang

timbul akibat teroksidasinya batubara dengan oksigen dalam udara, membentuk


CO2. Namun laju pembentukan CO2 pada proses ini sangat kecil.
Emisi dari kebakaran tak terkendali (Uncontrolled combustion) terjadi akibat

proses low temperature oxidation yang terjebak, sehingga menghasilkan panas


dan meningkatkan temperatur sehingga terjadi kebakaran batubara.
Rangkuman sumber utama emisi fugitive pada penambangan batubara
diperlihatkan pada Tabel 3.2.
Tabel 3.2 Sumber Utama Emisi Fugitive Batubara
1

Underground mines

Mining

Emisi seam gas yang terlepas ke atmosfer dari


sistem degasifikasi dan ventilasi udara
lapangan batubara

Post-mining seam gas emissions

Emisi CH4 dan CO2 setelah batubara ditambang,


dibawa ke permukaan, dan kemudian diproses,
disimpan dan ditransportasi.

Abandoned underground mines

Emisi CH4 dari abandoned underground mines

Flaring of drained methane or


conversion of methane to CO2

CH4 yang di flare atau dikonversi menjadi CO2


melalui proses oksidasi

Surface mines
Mining

Emisi CH4 dan CO2 pada saat penambangan


batubara

Post-mining seam gas emissions

Emisi CH4 dan CO2 setelah batubara ditambang,


dibawa ke permukaan, dan kemudian diproses,
disimpan dan ditransportasi.

36

INV/KLH/290612

Uncontrolled combustion and


burning coal dumps

Emisi CO2 dari pembakaran tak terkendali


akibat aktivitas ledakan batubara

Pilihan Metodologi Perhitungan


Terdapat 3 pilihan Tier metodologi estimasi fugitive dari kegiatan batubara. Tier-1
berdasarkan data produksi batubara dan faktor emisi default IPCC. Tier-2
berdasarkan data produksi batubara dan faktor emisi yang berlaku bagi tambangtambang di Indonesia. Tier-3 berdasarkan pengukuran emisi secara langsung.

Tambang Bawah Tanah


Emisi fugitive dari proses penambangan bawah tanah (underground
mining)timbul dari sistem ventilasi dan degasifikasi dimana emisi CH4 dari seam
gas yang terlepas saat penambangan dikumpulkan dan dialirkan ke suatu titik
tertentu. Emisi ini umumnya keluar dari sejumlah kecil lokasi yang terpusat dan
dapat dianggap sebagai titik sumber. Untuk Tier-1 maupun Tier-2 estimasi emisi
fugitive menggunakan persamaan berikut:
Persamaan 24
Estimasi emisi fugitive tambang bawah tanah (Tier-1 dan Tier-2)
Emisi GRKum = produksi batubara x faktor emisi x faktor konversi satuan

dimana:
Emisi GRKum
Faktor emisi
Produksi batubara
Faktor emisi (FE):
FE CH4 rendah
FE CH4 rata-rata
FE CH4 tinggi
Faktor konversi satuan

: emisi CH4 penambangan bawah tanah (Gg/tahun)


: faktor emisi CH4 (m3/ton)
: ton/tahun
: 10 m3/ton (kedalaman tambang <200 m)
: 18 m3/ton
: 25 m3/ton (kedalaman tambang >400 m)
= densitas CH4 =0.67 x 10-6 Gg/m3 (pada 20oC, 1 atm).
Faktor ini mengkonversi volume CH4 ke massa CH4.

Emisi fugitive kategori post mining diperkirakan berdasarkan data aktivitas dan
faktor emisi dengan persamaan berikut:
Persamaan 25
Estimasi emisi fugitive post mining, Tier-1 dan Tier-2
37

INV/KLH/290612

Emisi GRKpm = produksi batubara x faktor emisi x faktor konversi satuan

dimana:
Emisi GRKpm
Faktor emisi
Produksi batubara
Faktor emisi:
FE CH4 rendah
FE CH4 rata-rata
FE CH4 tinggi
Faktor konversi satuan

: emisi CH4 post mining (Gg/tahun)


: faktor emisi CH4 (m3/ton)
: ton/tahun
: 0.9 m3/ton
: 2.5 m3/ton
: 4.0 m3/ton
= densitas CH4 =0.67 x 10-6 Gg/m3 (pada 20oC, 1 atm).
Faktor ini mengkonversi volume CH4 ke massa CH4.

Apabila penambangan dilengkapi dengan sistem flaring bagi gas metana yang
lepas pada proses penambangan, maka emisi fugitive dari penambangan bawah
tanah dikoreksi menjadi persamaan berikut:
Persamaan 26
Estimasi emisi fugitive dengan koreksi terhadap recovery metana, Tier-1 dan
Tier-2
Emisi CH 4 = emisi CH 4,um + emisi CH4,pm CH4 recovery

Recovery metana melalui pembakaran menghasilkan CO2. Besarnya CO2 hasil flare
dihitung dengan persamaan berikut:
Persamaan 27
Estimasi emisi CO2 dari flare recovery metana, Tier-1 dan Tier-2
Emisi CO2 dari flare = 0.98 x vol. CH4 flare x faktor konversi x faktor stoikiometri

Emisi CH4 pada flare yang tidak terbakar dihitung dengan persamaan berikut:
Persamaan 28
Estimasi emisi CH4 tak terbakar, Tier-1 dan Tier-2

Emisi CH4 tak terbakar = 0.02 x volume CH 4 flare x faktor konversi satuan
38

INV/KLH/290612

dimana:
Emisi CO2 dari flare
Volume CH4 flare
Faktor stoikiometri
Faktor
satuan

: Gg/tahun
: m3/tahun
: rasio massa CO2 terproduksi dari pembakaran
sempurna unit massa CH4 dan nilainya= 2.75
konversi = densitas CH4 =0.67 x 10-6 Gg/m3 (pada 20oC, 1
atm). Faktor ini mengkonversi volume CH4 ke massa
CH4.

Tambang Terbuka
Potensi emisi fugitive dari penambangan jenis terbuka (open mining) pada
umumnya relatif kecil. Emisi CH4 surface mining terdiri atas 2 komponen yaitu
emisi saat penambangan dan emisi setelah penambangan atau post mining
(Persamaan 29).
Persamaan 29
Estimasi emisi fugitive tambang terbuka, Tier-1 dan Tier-2
Emisi CH 4 = Emisi CH 4,mining + Emisi CH4,post-mining

Emisi GRK saat penambangan maupun post mining diperkirakan berdasarkan data
produksi batubara dan faktor emisi (Persamaan 30 dan 31). Faktor emisi yang
digunakan berdasarkan rata-rata global.
Persamaan 30
Estimasi emisi fugitive operasi penambangan terbuka, Tier-1 dan Tier-2
Emisi CH4,mining = Produksi batubara x Faktor emisi CH4 x faktor konversi satuan

dimana:
Emisi CH4
Faktor emisi:
FE CH4 rendah
FE CH4 rata-rata
FE CH4 tinggi
Faktor
konversi
satuan

: Gg/tahun
: 0.3 m3/ton (overburden depths<25 m)
: 1.2 m3/ton
: 2.0 m3/ton (overburden depths>50 m)
= densitas CH4 =0.67 x 10-6 Gg/m3 (pada 20oC, 1 atm).
Faktor ini mengkonversi volume CH4 ke massa CH4.

39

INV/KLH/290612

Persamaan 31
Estimasi emisi fugitive post mining tambang terbuka, Tier-1 dan Tier-2
Emisi CH4,post-mining = Produksi batubara x Faktor emisi CH 4 x faktor konversi satuan

dimana:
Emisi CH4
Faktor emisi:
Emisi faktor CH4 rendah
Emisi faktor CH4 ratarata
Emisi faktor CH4 tinggi
Faktor konversi satuan

: Gg/tahun
: 0 m3/ton
: 0.1 m3/ton
: 0.2 m3/ton
= densitas CH4 =0.67 x 10-6 Gg/m3 (pada 20oC, 1
atm). Faktor ini mengkonversi volume CH4 ke massa
CH4.

3.2 Emisi Fugitive Kegiatan Migas


Pada sistem produksi migas, emisi GRK yang dikategorikan sebagai fugitive adalah
semua emisi GRK yang terlepas pada sistem produksi migas, di luar emisi yang
berasal dari pembakaran bahan bakar pada kegiatan tersebut. Rangkaian kegiatan
penyediaan migas mulai titik produksi (sumur di lapangan migas), pengolahan
(kilang) hingga dan pengangkutan migas ke konsumen akhir.
Sumber-sumber utama emisi fugitive dari kegiatan migas adalah venting, suar
bakar (flaring), kebocoran peralatan, dan penguapan yang terjadi pada tangki
penyimpanan.
Pilihan Metodologi
Terdapat 3 tier metodologi estimasi emisi fugitive kegiatan migas yaitu Tier-1,
Tier-2 dan Tier-3. Tier-1 dan Tier-2 berdasarkan data aktivitas (throughput dari
produksi migas) dan faktor emisi. Pada Tier-1 faktor emisi yang digunakan adalah
default IPCC sedangkan pada Tier-2 faktor emisi yang digunakan adalah faktor
emisi spesifik untuk Indonesia. Pada Tier-3, estimasi emisi berdasarkan
perhitungan detil pada masing-masing fasilitas utama yang menyebabkan
terjadinya emisi fugitive.

40

INV/KLH/290612

Metoda Tier-1 dan Tier 2


Persamaan umum yang digunakan untuk estimasi emisi fugitive kegiatan migas
adalah sebagai berikut:
Persamaan 32
Estimasi Emisi Fugitive Segmen Industri Migas
Egas, segmen industri = Asegmen industri x FEgas, segemen industri

Persamaan 33
Estimasi Total Emisi Fugitive Industri Migas
Egas =

Egas, segmen industri


segmen
industri

dimana:
Egas, segmen industry

: emisi suatu segmen industri misal migas hulu


(Gg/thn)

Asegmenindustri

: data aktivitas segmen industri (unit aktivitas)

FEgas, segmen industri

: faktor emisi (Gg/unit aktivitas)

Segmen industri yang terdapat pada industri migas diperlihatkan pada Tabel 3.3

Industry Segment
Well Drilling
Well Testing
Well Servicing
Gas Production

Gas Processing

Tabel 3.3 Segmen Industri Migas


Sub-Categories
All
All
All
Dry Gas
Coal Bed Methane (Primary and Enhanced
Production)
Other enhanced gas recovery
Sweet Gas
Sour Gas
Sweet Gas Plants
Sour Gas Plants

41

INV/KLH/290612

Tabel 3.3 Segmen Industri Migas


Sub-Categories
Deep-cut Extraction Plant
Gas Transmission & Storage
Pipeline Systems
Storage Facilities
Gas Distribution
Rural Distribution
Urban Distribution
Liquefied Gases Transport
Condensate
Liquefied Petroleum Gas (LPG)
Liquefied Natural Gas (LNG) (including
associated
liquefaction and gasification facilities)
Oil Production
Light and Medium Density Crude Oil
(Primary, Secondary and Tertiary
Production)
Heavy Oil (Primary and Enhanced
Production)
Crude Bitumen (Primary and Enhanced
Production)
Synthetic Crude Oil (From Oil Sands)
Synthetic Crude Oil (From Oil Shale)
Oil Upgrading
Crude Bitumen
Heavy Oil
Waste Oil Reclaiming
All
Oil Transport
Marine
Pipelines
Tanker Trucks and Rail Cars
Oil Refining
Heavy Oil
Conventional and Synthetic Crude Oil
Refined Product Distribution
Gasoline
Diesel
Aviation Fuel
Jet Kerosene
Gas Oil (Intermediate Refined Products)

Industry Segment

Data aktivitas segmen industri pada persamaan (notasi A segmen industri) di atas
dinyatakan dalam throughput produksi, misalnya dalam barel minyak mentah per
tahun atau kaki kubik gas per tahun. Faktor emisi pada persamaan di atas
bergantung pada jenis hidrokarbon yang diproduksi (minyak atau gas).
Faktor Emisi
Faktor Emisi default IPCC untuk emisi fugitive sektor migas diperlihatkan pada
Tabel 3.4.

42

INV/KLH/290612

Tabel 3.4 Faktor Emisi Fugitive Kegiatan Migas

Value

Value

Value

Well Drilling

All

Flaring
and
Venting

1.B.2.a.ii or
1.B.2.b.ii

3.3E-05
to 5.6E04

-12.5 to
+800%

1.0E-04
to 1.7E03

-12.5 to
+800%

8.7E-07
to 1.5E05

-12.5
to
+800%

ND

ND

Gg per 103 m3
total oil
production

Well Testing

All

Flaring
and
Venting

1.B.2.a.ii or
1.B.2.b.ii

5.1E-05
8.5E-04

-12.5 to
+800%

9.0E-03
to 1.5E01

-12.5 to
+800%

1.2E-05
to 2.0E04

-12.5
to
+800%

6.8E-08
to 1.1E06

-10 to
+1000%

Gg per 103 m3
total oil
production

All

Flaring
and
Venting

1.B.2.a.ii or
1.B.2.b.ii

1.1E-04
to 1.8E03

-12.5 to +
800%

1.9E-06
to 3.2E05

-12.5 to
+800%

1.7E-05
to 2.8E04

-12.5
to
+800%

ND

ND

Gg per 103 m3
total oil
production

Fugitivesd

1.B.2.b.iii.2

3.8E-04
to 2.4E02

-40 to
+250%

1.4E-05
to 1.8E04

-40 to
+250%

9.1E-05
to 1.2E03

-40 to
+250%

NA

NA

Gg per 106 m3
gas production

Flaringe

1.B.2.b.ii

7.6E-07
to 1.0E06

75%

1.2E-03
to 1.6E03

75%

6.2E-07
to 8.5E07

75%

2.1E-08
to 2.9E08

-10 to
+1000%

Gg per 106 m3
gas production

Fugitives

1.B.2.b.iii.3

4.8E-04
to 1.1E03

-40 to
+250%

1.5E-04
to 3.5E04

-40 to
+250%

2.2E-04
to 5.1E04

-40 to
+250%

NA

NA

Gg per 106 m3
gas production

Category

Well Servicing

Gas Production

Gas Processing

Subcategoryc

Emission
source

IPCC Code

All

Sweet Gas
Plants

Value

43

Uncertainty (% of
Value)

N2O

Uncertainty (% of
Value)

NMVOC
Uncertainty (% of
Value)

CO2 i
Uncertainty (% of
Value)

CH4

Units of
measure

INV/KLH/290612

Deep-cut
Extraction
Plants
(Straddle
Plants)
Default
Weighted
Total

Value

75%

1.8E-03
to 2.5E03

75%

9.6E-07
to 1.3E06

75%

2.5E-08
to 3.4E08

-10 to
+1000%

Gg per 106 m3
gas production

9.7E-05
to 2.2E04

-40 to
+250%

7.9E-06
to 1.8E05

-40 to
+250%

6.8E-05
to 1.6E04

-40 to
+250%

NA

NA

Gg per 106 m3
gas production

1.B.2.b.ii

2.4E-06
to 3.3E06

75%

3.6E-03
to 4.9E03

75%

1.9E-06
to 2.6E06

75%

5.4E-08
to 7.4E08

-10 to
+1000%

Gg per 106 m3
gas production

Raw CO2
Venting

1.B.2.b.i

NA

NA

6.3E-02
to 1.5E01

-10 to
+1000%

NA

NA

NA

NA

Gg per 106 m3
gas production

Fugitives

1.B.2.b.iii.3

1.1E-05
to 2.5E05

-40 to
+250%

1.6E-06
to 3.7E06

-40 to
+250%

2.7E-05
to 6.2E05

-40 to
+250%

NA

NA

Gg per 106 m3
raw gas feed

1.B.2.b.ii

7.2E-08
to 9.9E08

75%

1.1E-04
to 1.5E04

75%

5.9E-08
to 8.1E08

75%

1.2E-08
to 8.1E08

-10 to
+1000%

Gg per 106 m3
raw gas feed

1.B.2.b.iii.3

1.5E-04
to 3.5E04

-40 to
+250%

1.2E-05
to 2.8E05

-40 to
+250%

1.4E-04
to 3.2E04

-40 to
+250%

NA

NA

Gg per 106 m3
gas production

Value

1.B.2.b.ii

1.2E-06
to 1.6E06

1.B.2.b.iii.3

Flaring

Flaring

Sour Gas
Plants

Value

IPCC Code

Uncertainty (% of
Value)

Value

Emission
source

Fugitives

Flaring

Fugitives

N2O

Uncertainty (% of
Value)

Subcategoryc

NMVOC
Uncertainty (% of
Value)

Category

CO2 i
Uncertainty (% of
Value)

CH4

44

Units of
measure

INV/KLH/290612

Value

Value

Flaring

1.B.2.b.ii

2.0E-06
to 2.8E06

75%

3.0E-03
to 4.1E03

75%

1.6E-06
to 2.2E06

75%

3.3E-08
to 4.5E08

-10 to
+1000%

Gg per 106 m3
gas production

Raw CO2
Venting

1.B.2.b.i

NA

N/A

4.0E-02
to 9.5E02

-10 to
+1000%

NA

N/A

NA

N/A

Gg per 106 m3
gas production

Fugitivesf

1.B.2.b.iii.4

16.6E05 to
1.1E-03

-40 to
+250%

8.8E-07
to 2.0E06

-40 to
+250%

7.0E-06
to 1.6E05

-40 to
+250%

NA

NA

Gg per 106 m3
of marketable
gas

Ventingg

1.B.2.b.i

4.4E-05
to 7.4E04

-40 to
+250%

3.1E-06
to 7.3E06

-40 to
+250%

4.6E-06
to 1.1E05

-40 to
+250%

NA

NA

Gg per 106 m3
of marketable
gas

IPCC Code

Gas Distribution

Natural Gas Liquids Transport

Value

Uncertainty (% of
Value)

Value

Emission
source

Transmission
Gas Transmission & Storage

N2O

Uncertainty (% of
Value)

Subcategoryc

NMVOC
Uncertainty (% of
Value)

Category

CO2 i
Uncertainty (% of
Value)

CH4

Units of
measure

Storage

All

1.B.2.b.iii.4

2.5E-05
to 5.8E05

-20 to
+500%

1.1E-07
to 2.6E07

-20 to
+500%

3.6E-07
to 8.3E07

-20 to
+500%

ND

ND

Gg per 106 m3
of marketable
gas

All

All

1.B.2.b.iii.5

1.1E-03
to 2.5E03

-20 to
+500%

5.1E-05
to 1.4E04

-20 to
+500%

1.6E-05
to 3.6E-5

-20 to
+500%

ND

ND

Gg per 106 m3
of utility sales

1.1E-04

-50 to
+200%

7.2E-06

-50 to
+200%

1.1E-03

-50 to
+200%

ND

Gg per 103 m3
Condensate
and Pentanes
Plus

Condensate

All

1.B.2.a.iii.3

45

ND

INV/KLH/290612

Liquefied
Natural Gas

Oil Production

Conventional
Oil

Heavy
Oil/Cold
Bitumen

IPCC Code

All

1.B.2.a.iii.3

Value

NA

Value

NA

4.3E-04

Value

100%

ND

Value

Uncertainty (% of
Value)

Liquefied
Petroleum
Gas

Emission
source

N2O

Uncertainty (% of
Value)

Subcategoryc

NMVOC
Uncertainty (% of
Value)

Category

CO2 i
Uncertainty (% of
Value)

CH4

ND

2.2E-09

-10 to
+1000%

Gg per 103 m3
LPG

Units of
measure

All

1.B.2.a.iii.3

ND

ND

ND

ND

ND

ND

ND

ND

Gg per 106 m3
of marketable
gas

Fugitives
(Onshore)

1.B.2.a.iii.2

1.5E-06
to 6.0E02

-12.5 to
+800%

1.1E-07
to 4.3E03

-12.5 to
+800%

1.8E-06
to 7.5E02

-12.5
to
+800%

NA

NA

Gg per 103 m3
conventional
oil production

Fugitives
(Offshore)

1.B.2.a.iii.2

5.9E-07

-12.5 to
+800%

4.3E-08

-12.5 to
+800%

7.4E-07

-12.5
to
+800%

NA

NA

Gg per 103 m3
conventional
oil production

Venting

1.B.2.a.i

7.2E-04
to 9.9E04

75%

9.5E-05
to 1.3E04

75%

4.3E-04
to 5.9E04

75%

NA

NA

Gg per 103 m3
conventional
oil production

Flaring

1.B.2.a.ii

2.5E-05
to 3.4E05

75%

4.1E-02
to 5.6E02

75%

2.1E-05
to 2.9E05

75%

6.4E-07
to 8.8E07

-10 to
+1000%

Gg per 103 m3
conventional
oil production

1.B.2.a.iii.2

7.9E-03
to 1.3E01

-12.5 to
+800%

5.4E-04
to 9.0E03

-12.5 to
+800%

2.9E-03
to 4.8E02

-12.5
to
+800%

NA

NA

Gg per 103 m3
heavy oil
production

Fugitives

46

INV/KLH/290612

-67 to
+150%

5.3E-03
to 7.3E03

-67 to
+150%

2.7E-03
to 3.7E03

-67 to
+150%

2.2E-02
to 3.0E02

-67 to
+150%

1.B.2.a.iii.2

1.8E-04
to 3.0E03

-12.5 to
+800%

2.9E-05
to 4.8E04

Venting

1.B.2.a.i

3.5E-03
to 4.8E03

-67 to
+150%

Flaring

1.B.2.a.ii

1.6E-05
to 2.2E05

Value

1.B.2.a.i

1.7E-02
to 2.3E02

1.B.2.a.ii

1.4E-04
to 1.9E04

Fugitives

Venting

Flaring

Thermal Oil
Production

Value

IPCC Code

Value

Uncertainty (% of
Value)

Value

Emission
source

N2O

Uncertainty (% of
Value)

Subcategoryc

NMVOC
Uncertainty (% of
Value)

Category

CO2 i
Uncertainty (% of
Value)

CH4

-67 to
+150%

NA

NA

Gg per 103 m3
heavy oil
production

1.1E-05
to 1.5E05

-67 to
+150%

4.6E-07
to 6.3E07

-10 to
+1000%

Gg per 103 m3
heavy oil
production

-12.5 to
+800%

2.3E-04
to 3.8E03

-12.5
to
+800%

NA

NA

2.2E-04
to 3.0E04

-67 to
+150%

8.7E-04
to 1.2E03

-67 to
+150%

NA

NA

-67 to
+150%

2.7E-02
to 3.7E02

-67 to
+150%

1.3E-05
to 1.8E05

-67 to
+150%

2.4E-07
to 3.3E07

-10 to
+1000%

Synthetic
Crude (from
Oilsands)

All

1.B.2.a.iii.2

2.3E-03
to 3.8E02

-67 to
+150%

ND

ND

9.0E-04
to 1.5E02

-67 to
+150%

ND

ND

Synthetic
Crude (from
Oil Shale)

All

1.B.2.a.iii.2

ND

ND

ND

ND

ND

ND

ND

ND

47

Units of
measure

Gg per 103 m3
thermal
bitumen
production
Gg per 103 m3
thermal
bitumen
production
Gg per 103 m3
thermal
bitumen
production
Gg per 103 m3
synthetic crude
production
from oilsands
Gg per 103 m3
synthetic crude
production
from oil shale

INV/KLH/290612

Oil Upgrading

Oil Transport

-12.5 to
+800%

2.8E-04
to 4.7E03

1.B.2.a.i

8.7E-03
to 1.2E02

1.B.2.a.ii

IPCC Code

Fugitives

Value

-12.5 to
+800%

3.1E-03
to 5.2E02

75%

1.8E-03
to 2.5E03

75%

1.6E-03
to 2.2E03

75%

2.1E-05
to 2.9E05

75%

3.4E-02
to 4.7E02

75%

1.7E-05
to 2.3

Value

1.B.2.a.iii.2

2.2E-03
to 3.7E02

Venting

Flaring

Value

Uncertainty (% of
Value)

Default
Weighted
Total

Value

Emission
source

N2O

Uncertainty (% of
Value)

Subcategoryc

NMVOC
Uncertainty (% of
Value)

Category

CO2 i
Uncertainty (% of
Value)

CH4

-12.5
to
+800%

NA

NA

Gg per 103 m3
total oil
production

NA

NA

Gg per 103 m3
total oil
production

75

5.4E-07
to 7.4E07

-10 to
+1000%

Gg per 103 m3
total oil
production

Units of
measure

All

All

1.B.2.a.iii.2

ND

ND

ND

ND

ND

ND

ND

ND

Gg per 103 m3
oil upgraded

Pipelines

All

1.B.2.a.iii.3

5.4E-06

-50 to
+200%

4.9E-07

-50 to
+200%

5.4E-05

-50 to
+200%

NA

NA

Gg per 103 m3
oil transported
by pipeline

2.3E-06

-50 to
+200%

2.5E-04

-50 to
+200%

NA

NA

NDh

ND

ND

ND

NA

NA

Tanker
Trucks and
Rail Cars

Venting

1.B.2.a.i

2.5E-05

-50 to
+200%

Loading of
Off-shore
Production on
Tanker Ships

Venting

1.B.2.a.i

NDh

ND

48

Gg per 103 m3
oil transported
by Tanker
Truck
Gg per 103 m3
oil transported
by Tanker
Truck

INV/KLH/290612

IPCC Code

All

1.B.2.a.iii.4

Value

ND

Value

ND

ND

Value

ND

ND

Value

Uncertainty (% of
Value)

All

Emission
source

N2O

Uncertainty (% of
Value)

Oil Refining

Subcategoryc

NMVOC
Uncertainty (% of
Value)

Category

CO2 i
Uncertainty (% of
Value)

CH4

ND

ND

ND

Gg per 103 m3
oil refined.

Units of
measure

Gasoline

All

1.B.2.a.iii.5

NA

NA

NA

NA

ND

ND

NA

NA

Gg per 103 m3
product
transported.

Diesel

All

1.B.2.a.iii.5

NA

NA

NA

NA

ND

ND

NA

NA

Gg per 103 m3
product
transported.

Aviation Fuel

All

1.B.2.a.iii.5

NA

NA

NA

NA

ND

ND

NA

NA

Gg per 103 m3
product
transported.

Jet Kerosene

All

1.B.2.a.iii.5

NA

NA

NA

NA

ND

ND

NA

NA

Gg per 103 m3
product
transported.

Refined Product Distribution

49

Alternative perhitungan emisi Tier 2 pada lapangan migas adalah berdasarkan


data Gas to Oil Ratio (GOR) yaitu parameter yang menunjukkan banyaknya gas
yang ikut terproduksi saat minyak diproduksi. Perlu dicatat bahwa produksi
minyak selalu juga menghasilkan gas ikutan atau associated gas (gas yang semula
terlarut dalam minyak akan keluar dari minyak saat minyak sampai di
permukaan). Metoda alternative Tier 2 berdasarkan GOR dilakukan bila diyakini
bahwa sebagian besar fugitive adalah dari venting dan flaring. Persamaan
alternative Tier-2 adalah sebagai berikut:
Persamaan 34
Estimasi Emisi Fugitive Karena Venting
Egas,oil prod , venting = GOR QOIL (1 CE) (1- X Flared ) Mgas ygas 42.3106

Persamaan 35
Estimasi Emisi Fugitive CH4 Karena Flaring
ECH4,oil prod , venting = GOR QOIL (1 CE) X Flared (1 FE) MCH4 yCH4 42.3106

Persamaan 36
Estimasi Emisi Fugitive CH4 Karena Flaring
ECO2,oil prod,flaring = GOR QOIL (1 CE) X Flared M CO2
yCO 2 + Nc CH4 y CH4 + Nc NMVOC y NMVOC 1 Xsoot 42.3106

Persamaan 37
Estimasi Emisi Fugitive CH4 Karena Venting dan Flaring
ECH4,oil prod =ECH4,oil prod,venting + ECH4,oil prod,flaring

50

Persamaan 38
Estimasi Emisi Fugitive CO2 Karena Venting dan Flaring
ECO2,oil prod =ECO2,oil prod,venting + ECO2,oil prod,flaring

Persamaan 39
Estimasi Emisi Fugitive N2O Dari Flaring

E N2O,oil prod,flaring =GOR QOIL 1 CE Xflared EFN2O

dimana:
Ei, oil prod,
venting

Ei, oil prod,


flaring

GOR
QOIL
Mgas
NC,i

yi
CE
XFlared

FE

Xsoot

= Direct amount (Gg/y) of GHG gas i emitted due to venting at oil


production facilities.
= Direct amount (Gg/y) of GHG gas i emitted due to flaring at oil
production facilities.
= Average gas-to-oil ratio (m3/m3) referenced at 15C and
101.325 kPa.
= Total annual oil production (103 m3/y).
= Molecular weight of the gas of interest (e.g., 16.043 for CH4
and 44.011 for CO2).
= Number of moles of carbon per mole of compound i (i.e., 1 for
CH4, 2 for C2H6, 3 for C3H8, 1 for CO2, 2.1 to 2.7 for the
NMVOC fraction in natural gas and 4.6 for the NMVOC fraction
of crude oil vapours)
= Mol or volume fraction of the associated gas that is composed
of substance i (i.e., CH4, CO2 or NMVOC).
= Gas conservation efficiency factor.
= Fraction of the waste gas that is flared rather than vented. With
the exception of primary heavy oil wells, usually most of the
waste gas is flared.
= flaring destruction efficiency (i.e., fraction of the gas that leaves
the flare partially or fully burned). Typically, a value of 0.995 is
assumed for flares at refineries and a value 0.98 is assumed for
those used at production and processing facilities.
= fraction of the non-CO2 carbon in the input waste gas stream
that is converted to soot or particulate matter during flaring. In
the absence of any applicable data this value may be assumed
51

to be 0 as a conservative approximation.
EFN2O

42.3x10-6

= emission factor for N2O from flaring (Gg/103 m3 of associated


gas flared). Refer to the IPCC emission factor database (EFDB),
manufacturers data or other appropriate sources for the value
of this factor.
= is the number of kmol per m3 of gas referenced at 101.325 kPa
and 15C (i.e. 42.3x10-3 kmol/m3) times a unit conversion
factor of 10-3 Gg/Mg which brings the results of each applicable
equation to units of Gg/y.

52

IV. METODA PENDEKATAN REFERENSI (REFERENCE APPROACH)


Reference approach adalah suatu pendekatan perhitungan emisi yang bersifat
pendekatan top down menggunakan data pasokan energy nasional untuk
memperkirakan emisi CO2 dari pembakaran bahan bakar fosil. Metoda ini relative
mudah untuk diaplikasikan karena hanya berbasis pada statistik nasional pasokan
energi fosil. Perlunya memperhitungkan excluded carbon (pasokan energi yang
tidak digunakan sebagai bahan bakar) hanya sedikit menambah kerumitan
perhitungan.
Asumsi yang digunakan dalam pendekatan ini adalah bahwa karbon bersifat kekal
(conserved) sehingga misalnya karbon di minyak mentah akan sama dengan total
kandungan karbon yang ada pada produk-produk turunan minyak mentah
tersebut (BBM).
Pendekatan ini tidak membedakan di sektor mana bahan bakar tersebut
digunakan dan hanya memperkirakan emisi total CO2 yang berasal dari satu
kategori sumber yaitu pembakaran bahan bakar. Dalam pendekatan ini emisi
berasal dari penggunaan bahan bakar di sisi produsen energi (kilang ataupun
pembangkit listrik) dan dari pembakaran bahan bakar BBM di sisi konsumen.
Reference Approach merupakan pendekatan top-down dimana emisi CO2 dari
pembakaran energi fosil dihitung berdasarkan data pasokan energi nasional, tidak
mempertimbangkan di kegiatan mana energi tersebut digunakan. Pendekatan ini
relatif mudah dilakukan karena didasarkan pada data statistik energi yang relatif
mudah diperoleh. Perlunya memperhitungkan excluded carbon (karbon yang
harus dikeluarkan dari data penggunaan energi karena tidak digunakan sebagai
bahan bakar) hanya sedikit menambah kerumitan perhitungan.
Cakupan reference approach adalah seluruh pembakaran karbon yang terkandung
dalam bahan bakar fosil. Asumsi yang digunakan dalam pendekatan ini adalah
bahwa karbon bersifat kekal (conserved) sehingga misalnya karbon di minyak
mentah akan sama dengan total kandungan karbon yang ada pada produk-produk
turunan minyak mentah tersebut (BBM).
Hasil perhitungan reference approach dapat digunakan sebagai pembanding
terhadap hasil perhitungan sectoral approach. Jika perbedaan hasil hitungan
cukup signifikan kemungkinan terdapat persoalan dengan data aktifitas, nilai
kalor, kandungan karbon, perhitungan koreksi excluded carbon, dll.

53

4.1 Algoritma Metoda Pendekatan Referensi


Metoda reference approach membagi perhitungan emisi CO2 dari pembakaran
dalam 5 tahapan berikut:
Algoritma perhitungan emisi CO2 dari pembakaran menurut metodologi Reference
Approach terdiri atas 5 langkah :
Langkah 1: Perkirakan konsumsi bahan bakar nyata (apparent) dalam sutuan
aslinya
Langkah 2: Konversikan data konsumsi energi ke satuan energi
Langkah 3: Hitung karbon total dengan cara mengalikan konsumsi energi dengan
kandungan karbon dalam bahan bakar
Langkah 4: Hitung Excluded Carbon
Langkah 5: Lakukan koreksi untuk karbon yang tidak teroksidasi dan kemudian
konversikan ke CO2
Kelima langkah tersebut dinyatakan dalam persamaan berikut:
Persamaan 40
Emisi CO2 Pembakaran Bahan Bakar, Apparent Approach

Em.CO 2

44
KonsumsiBB FK BB CCBB 103 ExclCarbBB COFBB

12
semua BB

BB

: Bahan Bakar

Konsumsi

: Produksi + impor ekspor international bunker


stok

FK(*)

: Faktor Konversi dari satuan fisik ke satuan energi (TJ)

CC

: Kandungan karbon dalam bahan bakar (ton C/TJ) = kg C/GJ

ExclCarb

: Excluded Carbon (Gg C)

COF

: Faktor oksidasi karbon (pembakaran sempurna COF= 1). COF


kurang dari 1 jika ada karbon tidak terbakar dan tersimpan dalam
abu atau jelaga

perubahan

Catatan: *) BBM umumnya dalam TJ/liter; batubara dalam TJ/ton, gas bumi dalam
54

TJ/Nm3, LPG dalam TJ/kg.

Untuk menghitung pasokan bahan bakar nasional pada suatu tahun inventory,
dibutuhkan data berikut:
- Volume/banyaknya bahan bakar primer yang diproduksi (tidak termasuk
produksi bahan bakar sekunder misalnya BBM dan produk turunan bahan
bakar misalnya pelumas);
- Volume/banyaknya bahan bakar primer dan sekunder yang diimpor;
- Volume/banyaknya bahan bakar primer dan sekunder yang diekspor;
- Volume/banyaknya bahan bakar primer dan sekunder yang digunakan
dalam bunker internasional;
- Perubahan (kenaikan atau penurunan) stok bahan bakar primer dan
sekunder
Konsumsi Apparent bahan bakar primer dihitung dengan persamaan berikut:
Persamaan 41
Perhitungan Konsumsi Apparent Energi Primer

Konsumsi Apparent BB = Produksi BB + ImporBB EksporBB


International BunkerBB Perubahan Stok BB
dimana BB = energi primer (minyak mentah, batubara, gas bumi)
Jika stok bahan bakar pada suatu tahun inventori bertambah, harga perubahan
stok bernilai positif. Sebaliknya jika stok bahan bakar pada suatu tahun inventori
berkurang, harga perubahan stok bernilai negatif.
Konsumsi bahan bakar primer total merupakan jumlah dari konsumsi apparent
dari masing-masing jenis bahan bakar primer. Konsumsi apparent bahan bakar
sekunder harus ditambahkan ke dalam konsumsi apparent bahan bakar primer.
Produksi atau manufaktur bahan bakar sekunder harus diabaikan dalam
perhitungan karena karbon dalam bahan bakar sekunder ini telah
termasuk/terhitung dalam pasokan bahan bakar primer; sebagai contoh perkiraan
konsumsi apparent minyak mentah (crude oil) telah termasuk karbon yang ada
pada premium yang dihasilkan dari minyak mentah tersebut.
Konsumsi apparent bahan bakar sekunder dihitung dengan persamaan berikut:
Persamaan 42
Perhitungan Konsumsi Apparent Energi Sekunder
55

Konsumsi Apparent BB = ImporBB EksporBB


International BunkerBB Perubahan Stok BB

Perlu dicatat bahwa perhitungan konsumsi apparent tersebut di atas dapat


menghasilkan harga negatif untuk suatu jenis bahan bakar tertentu yang
mengindikasikan bahwa terjadi ekspor neto atau peningkatan stok bahan bakar
tersebut. Konsumsi apparent total dari bahan bakar sekunder adalah jumlah
konsumsi apparent masing-masing bahan bakar.
4.2 Excluded Carbon
Excluded carbon adalah konsumsi bahan bakar yang harus dikeluarkan dari
perhitungan konsumsi apparent karena bahan bakar tersebut tidak digunakan
untuk pembangkitan energi. Bahan bakar yang masuk dalam kategori excluded
carbon adalah bahan bakar yang digunakan untuk keperluan non energi yaitu:
sebagai bahan baku, sebagai zat pereduksi, atau untuk pemakaian non-energi
lainnya (pelumas, pelarut dll.). Tabel 2.17 memperlihatkan baberapa jenis bahan
bakar fosil yang dapat masuk dalam kategori excluded carbon.
Tabel 4.1 Bahan bakar yang dapat masuk dalam kategori excluded carbon
Naphtha
LPG (butane/propane)
Refinery gas
Feedstock
Gas/diesel oil and Kerosene
Natural gas
Ethane
Coke oven coke (metallurgical coke) and
petroleum coke
Reductant
Coal and coal tar/pitch
Natural gas
Bitumen
Lubricants
Non-energy
products
Paraffin waxes
White spirit

56

Besarnya excluded carbon dalam perkiraan emisi dari pembakaran bahan bakar
dihitung dengan persamaan berikut:
Persamaan 43
Perhitungan Excluded Carbon

ExcludedCarbonBB DataAktvitasBB xCCBB x103


dimana:
BB
Excluded Carbon
Data Aktivitas
CC

: singkatan dari Bahan Bakar


= karbon yang dikeluarkan dari perhitungan emisi dari
pembakaran (Gg C)
= konsumsi energi kategori excluded carbon (TJ)
= kandungan karbon bahan bakar (ton C/TJ)

Data aktivitas yang dapat dikategorikan sebagai excluded carbon untuk berbagai
produk (bahan bakar) diperlihatkan pada Tabel 20.
Tabel 4.2 Data aktivitas yang dapat dikategorikan sebagai excluded carbon
Bahan bakar
Data Aktivitas
LPG, ethane, naphtha, refinery
Deliveries to petrochemical feedstocks
gas, solar, minyak tanah
Bitumen (aspal)
Total deliveries
Pelumas
Total deliveries
Paraffin waxes
Total deliveries
White spirit (solven)
Total deliveries
Calcined petroleum coke
Total deliveries
Deliveries to the iron and steel and non-ferrous
Coke oven coke
metals industries
Light oils from coal
Deliveries to chemical industry
Coal tar/pitch
Deliveries to chemical industry and construction
Deliveries to petrochemical feedstocks and for
Natural gas
the direct reduction of iron ore in the iron and
steel industry
Catatan:
Total deliveries berarti keseluruhan data konsumsi dimasukkan sebagai
excluded carbon (karena keseluruhan bahan bakar tersebut tidak untuk
pembangkitan energi)
Deliveries to petrochemical feedstock berarti data konsumsi yang
dimasukkan sebagai excluded carbon adalah yang digunakan sebagai feedstock
saja (diperoleh dari catatan masing-masing pabrik).

57

Apabila perhitungan emisi GRK dilakukan dengan baik berdasarkan data aktivitas
dan parameter-parameter yang relevan hasil perhitungan menurut Apparent
Approach seharusnya tidak akan berbeda jauh dengan hasil perhitungan
berdasarkan pendekatan sektorl; perbedaan tidak akan lebih besar dari 5%.
Apabila hasil perhitungan apparent approach dan sectoral approach berbeda
cukup signifikan, terdapat beberapa kemungkinan penyebabnya yaitu:
Perbedaan statistic yang cukup besar antara data supply energi dan data
konsumsi energi. Hal ini terjadi dari kegiatan pengumpulan data dari berbagai
bagian dari aliran bahan bakar, mulai sumber hingga ke konversi sisi
downstream dan pengguna akhir.
Adanya ketidakseimbangan massa yang signifikan antara minyak mentah dan
bahan baku lain yang masuk kilang minyak dan BBM yang dihasilkan.
Terjadinya mis-alokasi dari kuantitas bahan bakar yang digunakan untuk
konversi ke dalam kategori produk turunan atau ke dalam kuantitas bahan
yang dibakar di sektor energi.
Hilangnya informasi mengenai pembakaran bahan bakar yang dihasilkan oleh
suatu sistem transformasi (kilang). Bisa saja terjadi emisi dari bahan bakar
sekunder pada suatu proses yang terintegrasi (misal coke oven gas) tidak
tercatat pada Tier 1 pendekatan sektoral jika pencatatan data kurang baik.
Penggunaan bahan sekunder harus dimasukkan ke dalam pendekatan sektoral
untuk semua produk-produk sekunder, jika tidak akan terjadi underestimate di
hasil perhitungan pendekatan sektoral.

58

LAMPIRAN-LAMPIRAN

59

60

LAMPIRAN 1.
Tabel Pelaporan (Common Reporting Format)
Hasil Perhitungan Emisi Gas Rumah Kaca
Kegiatan Pengadaan dan Penggunaan
Energi

61

62

INV/KLH/290612

Lampiran 1.1 Tabel Basis Data Kegiatan Pengadaan dan Penggunaan Energi: Kategori 1A1-1A2

Kategori
1

PENGADAAN DAN PENGGUNAAN ENERGI (ENERGY)

1A

Kegiatan Pembakaran Bahan Bakar (Fuel


Combustion Activities)
Industri Penghasil Energi (Energy Industries)

1A1
1A1a
1A1ai
1 A 1 a ii
1A1a
iii
1A1b

Aktivitas Utama Menghasilkan Energi Listrik dan Panas


(Main Activity Electricity and Heat Production )
Pembangkit Listrik (Electricity Generation)
Penggabungan Tenaga Pembangkit dan Panas (Combined
Heat and Power Generation)
Panas Industri (Heat Plants)
Kilang Minyak (Petroleum Refining)

1A1c

Sistem Produksi dari Industri Bahan Bakar Padat dan


Energi Lainnya (Manufacture of Solid Fuels and Other
Energy Industries)

1A1ci

Sistem Produksi Bahan Bakar Padat (Manufacture of


Solid Fuels)
Industri Energy Lainnya (Other Energy Industries)

1 A 1 c ii
1A2

CO2

1A2a

Industri Manufaktur dan Konstruksi (Manufacturing


Industries and Construction)
Besi dan Baja (Iron and Steel)

1A2b

Logam Bukan Besi (Non-Ferrous Metals)

1A2c

Bahan-Bahan Kimia (Chemicals)

63

CH4

N2O

NOx
(Gg)

CO

NMVOCs

SO2

INV/KLH/290612

Kategori
1A2d

Pulp, Kertas, dan Bahan Cetakan (Pulp, Paper and Print)

1A2e
1A2f

Pengolahan Makanan, Minuman dan Tembakau (Food


Processing, Beverages and Tobacco)
Mineral Non Logam (Non-Metallic Minerals)

1A2g

Peralatan Transportasi (Transport Equipment)

1A2h

Permesinan (Machinery)

1A2i
1A2j

(Pertambangan Non Migas dan Bahan Galian (Mining


excluding fuels and Quarrying)
Kayu dan Produk Kayu (Wood and Wood Products)

1A2k

Konstruksi (Construction)

1A2l

Industri Tekstil dan Kulit (Textile and Leather)

1A2m

Industri yang tidak spesifik (Non-specified Industry)

1A3

Transportasi (Transport)

1A3a

Penerbangan Sipil (Civil Aviation)

1A3ai
1 A 3 a ii

Penerbangan Internasional (International Aviation/


International Bunkers)
Penerbangan Domestik (Domestic Aviation)

1A3b

Transportasi Darat (Road Transportation)

1A3bi

Kendaraan Bermotor (Cars)

1A3bi
1
1A3bi
2
1 A 3 b ii

Kendaraan angkutan penumpang dengan katalis


(Passenger Cars With 3-way Catalysts)
Kendaraan angkutan penumpang tanpa katalis
(Passenger Cars Without 3-way Catalysts)
Truk Ringan (Light-duty Trucks)

1 A 3 b ii
1

Truk Ringan dengan Katalis (Light-duty Trucks With 3way Catalysts)

CO2

64

CH4

N2O

NOx
(Gg)

CO

NMVOCs

SO2

INV/KLH/290612

Kategori
1 A 3 b ii
2
1A3b
iii
1A3b
iv
1A3bv
1A3b
vi
1A3c

Truk Ringan tidak dilengkapi dengan Katalis (Light-duty


Trucks Without 3-way Catalysts)
Truk Berat dan Bus (Heavy-duty Trucks and Buses)
Sepeda motor (Motorcycles)
Emisi karena evaporasi dari kendaraan (Evaporative
Emissions from Vehicles)
Katalis berbasis urea (Urea-based Catalysts)
Kereta api (Railways)

1A3d

Angkutan air (Water-borne Navigation)

1A3di
1 A 3 d ii

Pelayaran internasional (International Water-borne


Navigation/ International Bunkers)
Pelayaran Domestik (Domestic Water-borne Navigation)

1A3e

Transportasi lainnya (Other Transportation)

1A3ei

Transportasi menggunakan jalur (Pipeline Transport)

1 A 3 e ii

Off-road

1A4

Sektor lainnya (Other Sectors)

1A4a

Komersial dan perkantoran (Commercial/ Institutional)

1A4b

Perumahan (Residential)

1A4c

Pertanian/ Kehutanan/ Nelayan/ Perikanan


(Agriculture/ Forestry/ Fishing/ Fish Farms)
Peralatan stasioner (Stationary)

1A4ci
1 A 4 c ii

CO2

1 A 4 c iii

Kendaraan off road dan Permesinan lainnya (Off-road


Vehicles and Other Machinery)
Nelayan (Fishing/ mobile combustion)

1A5

Lain lain (Non-Specified)

65

CH4

N2O

NOx
(Gg)

CO

NMVOCs

SO2

INV/KLH/290612

Kategori
1A5a

Peralatan stasioner (Stationary)

1A5b

Peralatan bergerak (Mobile)

1A5bi

Penerbangan (Mobile/ Aviation Component)

1 A 5 b ii

Pelayaran (Mobile/ Water-borne Component)

1A5b
iii
1A5c

Peralatan bergerak lainnya (Mobile/ Other)

1B

Emisi Fugitive (Fugitive Emissions from Fuels)

1B1

Bahan bakar padat (Solid Fuels)

1B1a

Penambangan dan penanganan batubara (Coal Mining


and Handling)
Penambangan bawah tanah (Underground Mines)

1B1ai
1B1ai
1
1B1ai
2
1B1ai
3
1B1ai
4
1 B 1 a ii
1 B 1 a ii
1
1 B 1 a ii
2
1B1b

CO2

Operasi Multilateral (Multilateral Operations)

Penambangan (Mining)
Emisi dari pasca tambang (Post-mining Seam Gas
Emissions)
Penutupan tambang bawah tanah (Abandoned
Underground Mines)
Pembakaran gas metan yang dibuang atau konversi
metan menjadi CO2 (Flaring of Drained Methane or
Conversion of Methane to CO2)
Tambang terbuka (Surface Mines)
Kegiatan Pertambangan (Mining)
Emisi Gas Lapisan Paska penambangan (Post-mining
Seam Gas Emissions)
Pembakaran yang tidak terkendali, dan timbunan
batubara yang terbakar (Uncontrolled Combustion, and
Burning Coal Dumps)

66

CH4

N2O

NOx
(Gg)

CO

NMVOCs

SO2

INV/KLH/290612

Kategori
1B1c
1B2

Transformasi (konversi) bahan bakar padat (Solid Fuel


Transformation)
Minyak bumi dan gas alam (Oil and Natural Gas)

1B2a

Minyak bumi (Oil)

1B2ai

Pelepasan (Venting)

1 B 2 a ii

Pembakaran (Flaring)

1B2a
iii
1B2a
iii I
1B2a
iii 2
1B2a
iii 3
1B2a
iii 4
1B2a
iii 5
1B2a
iii 6
1B2b

Lainnya (All Other)

1B2bi

Pelepasan (Venting)

1 B 2 b ii

Pembakaran (Flaring)

1B2b
iii
1B2b
iii 1
1B2b
iii 2

Lainnya (All Other)

CO2

Eksplorasi (Exploration)
Produksi dan peningkatan produksi (Production and
Upgrading)
Trasnportasi (Transport)
Pengilangan (Refining)
Distibusi produk-produk minyak bumi (Distribution of
Oil Products)
Lainnya (Other)
Gas alam (Natural Gas)

Eksplorasi (Exploration)
Produksi (Production)

67

CH4

N2O

NOx
(Gg)

CO

NMVOCs

SO2

INV/KLH/290612

Kategori
1B2b
iii 3
1B2b
iii 4
1B2b
iii 5
1B2b
iii 6
1B3

CO2

Pemrosesan/pengolahan (Processing)
Transmisi dan Penyimpanan (Transmission and Storage)
Distribusi (Distribution)
Lainnya (Other)
Other Emissions from Energy Production

68

CH4

N2O

NOx
(Gg)

CO

NMVOCs

SO2

INV/KLH/290612

Lampiran 1.2Tabel Basis Data Kegiatan Pengadaan dan Penggunaan Energi: Kategori 1A1-1A2
Kategori

Aktivitas (TJ)

Emisi (Gg)

Information item(2) (Gg)

Solid

Solid

1A

1A1

1A1a

1A1ai

1 A 1 a ii

1 A 1 a
iii
1A1b

Liquid

Gas

Other
fossil
fuel

Peat

Biomass

CO2

Liquid

CH4

N2O

CO2

CH4

Gas

N2O

CO2

Kegiatan
Pembakaran
Bahan
Bakar
(Fuel Combustion
Activities)
Industri
Penghasil Energi
(Energy
Industries)
Aktivitas Utama
Menghasilkan
Energi
Listrik
dan Panas (Main
Activity
Electricity
and
Heat Production
)
Pembangkit
Listrik
(Electricity
Generation)
Penggabungan
Tenaga
Pembangkit dan
Panas (Combined
Heat and Power
Generation)
Panas Industri
(Heat Plants)
Kilang
Minyak
(Petroleum
Refining)

69

Other
fuel

CH4

N2O

CO2

fossil

CH4

N2O

Peat(1)

CO2

CH4

Biomass

N2O

CH4

Total

N2O

CO2

CH4

N2O

CO2
Amount
captured(3)

Biomass

CO2

CO2 emitted

INV/KLH/290612

Kategori

Aktivitas (TJ)

Emisi (Gg)

Information item(2) (Gg)

Solid

Solid

1A1c

1A1ci

1 A 1 c ii

1A2

1A2a
1A2b

1A2c
1A2d

Liquid

Gas

Other
fossil
fuel

Peat

Biomass

CO2

Liquid

CH4

N2O

CO2

CH4

Gas

N2O

CO2

Sistem Produksi
dari
Industri
Bahan
Bakar
Padat dan Energi
Lainnya
(Manufacture of
Solid Fuels and
Other
Energy
Industries)
Sistem Produksi
Bahan
Bakar
Padat
(Manufacture of
Solid Fuels)
Industri Energy
Lainnya (Other
Energy
Industries)
Industri
Manufaktur dan
Konstruksi
(Manufacturing
Industries
and
Construction)
Besi dan Baja
(Iron and Steel)
Logam
Bukan
Besi
(NonFerrous Metals)
Bahan-Bahan
Kimia
(Chemicals)
Pulp, Kertas, dan
Bahan Cetakan
(Pulp, Paper and
Print)

70

Other
fuel

CH4

N2O

CO2

fossil

CH4

N2O

Peat(1)

CO2

CH4

Biomass

N2O

CH4

Total

N2O

CO2

CH4

N2O

CO2
Amount
captured(3)

Biomass

CO2

CO2 emitted

INV/KLH/290612

Kategori

Aktivitas (TJ)

Emisi (Gg)

Information item(2) (Gg)

Solid

Solid

1A2e

1A2f

1A2g

1A2h
1A2i

1A2j

1A2k
1A2l

1A2m

Liquid

Gas

Other
fossil
fuel

Peat

Biomass

CO2

Liquid

CH4

N2O

CO2

CH4

Gas

N2O

CO2

Pengolahan
Makanan,
Minuman
dan
Tembakau (Food
Processing,
Beverages
and
Tobacco)
Mineral
Non
Logam
(NonMetallic
Minerals)
Peralatan
Transportasi
(Transport
Equipment)
Permesinan
(Machinery)
(Pertambangan
Non Migas dan
Bahan
Galian
(Mining
excluding fuels
and Quarrying)
Kayu
dan
Produk
Kayu
(Wood and Wood
Products)
Konstruksi
(Construction)
Industri Tekstil
dan Kulit (Textile
and Leather)
Industri
yang
tidak
spesifik
(Non-specified
Industry)

71

Other
fuel

CH4

N2O

CO2

fossil

CH4

N2O

Peat(1)

CO2

CH4

Biomass

N2O

CH4

Total

N2O

CO2

CH4

N2O

CO2
Amount
captured(3)

Biomass

CO2

CO2 emitted

INV/KLH/290612

Lampiran1.3 Tabel Basis Data Kegiatan Pengadaan dan Penggunaan Energi: Kategori 1A3-1A5
Kategori

Aktivitas (TJ)

Soli
d

1A3
1A3
a
1A3
ai

1A3
a ii
1A3
b
1A3
bi

Liqu
id

Gas

Oth
er
foss
il
fuel

Emisi (Gg)
Solid
Liquid
Pea
t

Bio
ma
ss

CO
2

CH
4

N2
O

CO
2

Transportasi
(Transport)
Penerbangan Sipil
(Civil Aviation)
Penerbangan
Internasional
(International
Aviation/
International
Bunkers)
Penerbangan
Domestik
(Domestic
Aviation)
Transportasi
Darat
(Road
Transportation)
Kendaraan
Bermotor (Cars)

72

CH
4

Gas
N2
O

CO
2

CH
4

N2
O

Other
fossil fuel

Peat(1)

CO
2

CO
2

CH
4

N2
O

CH
4

N2
O

Biomass

Total

CH
4

CO
2

N2
O

CH
4

N2
O

INV/KLH/290612

Kategori

Aktivitas (TJ)

Soli
d

Liqu
id

Gas

Oth
er
foss
il
fuel

Emisi (Gg)
Solid
Liquid
Pea
t

Bio
ma
ss

CO
2

CH
4

N2
O

CO
2

1 A 3 Kendaraan
b i 1 angkutan
penumpang
dengan
katalis
(Passenger Cars
With
3-way
Catalysts)
1 A 3 Kendaraan
b i 2 angkutan
penumpang tanpa
katalis (Passenger
Cars Without 3way Catalysts)
1 A 3 Truk
Ringan
b ii
(Light-duty
Trucks)
1 A 3 Truk
Ringan
b ii 1 dengan
Katalis
(Light-duty Trucks
With
3-way
Catalysts)
1 A 3 Truk Ringan tidak
b ii 2 dilengkapi dengan
Katalis (Light-duty
Trucks Without 3way Catalysts)

73

CH
4

Gas
N2
O

CO
2

CH
4

N2
O

Other
fossil fuel

Peat(1)

CO
2

CO
2

CH
4

N2
O

CH
4

N2
O

Biomass

Total

CH
4

CO
2

N2
O

CH
4

N2
O

INV/KLH/290612

Kategori

Aktivitas (TJ)

Soli
d

Liqu
id

Gas

Oth
er
foss
il
fuel

Emisi (Gg)
Solid
Liquid
Pea
t

Bio
ma
ss

CO
2

CH
4

N2
O

CO
2

1 A 3 Truk Berat dan


b iii
Bus (Heavy-duty
Trucks and Buses)
1 A 3 Sepeda
motor
b iv
(Motorcycles)
1 A 3 Emisi
karena
bv
evaporasi
dari
kendaraan
(Evaporative
Emissions
from
Vehicles)
1 A 3 Katalis berbasis
b vi
urea (Urea-based
Catalysts)
1 A 3 Kereta
api
c
(Railways)
1 A 3 Angkutan
air
d
(Water-borne
Navigation)
1 A 3 Pelayaran
di
internasional
(International
Water-borne
Navigation/
International
Bunkers)

74

CH
4

Gas
N2
O

CO
2

CH
4

N2
O

Other
fossil fuel

Peat(1)

CO
2

CO
2

CH
4

N2
O

CH
4

N2
O

Biomass

Total

CH
4

CO
2

N2
O

CH
4

N2
O

INV/KLH/290612

Kategori

Aktivitas (TJ)

Soli
d

Liqu
id

Gas

Oth
er
foss
il
fuel

Emisi (Gg)
Solid
Liquid
Pea
t

Bio
ma
ss

CO
2

CH
4

N2
O

CO
2

1 A 3 Pelayaran
d ii
Domestik
(Domestic Waterborne Navigation)
1 A 3 Transportasi
e
lainnya
(Other
Transportation)
1 A 3 Transportasi
ei
menggunakan
jalur
(Pipeline
Transport)
1 A 3 Off-road
e ii
1 A 4 Sektor
lainnya
(Other Sectors)
1 A 4 Komersial
dan
a
perkantoran
(Commercial/
Institutional)
1 A 4 Perumahan
b
(Residential)
1 A 4 Pertanian/
c
Kehutanan/
Nelayan/
Perikanan
(Agriculture/

75

CH
4

Gas
N2
O

CO
2

CH
4

N2
O

Other
fossil fuel

Peat(1)

CO
2

CO
2

CH
4

N2
O

CH
4

N2
O

Biomass

Total

CH
4

CO
2

N2
O

CH
4

N2
O

INV/KLH/290612

Kategori

Aktivitas (TJ)

Soli
d

Liqu
id

Gas

Oth
er
foss
il
fuel

Emisi (Gg)
Solid
Liquid
Pea
t

Bio
ma
ss

CO
2

CH
4

N2
O

CO
2

Forestry/ Fishing/
Fish Farms)
1 A 4 Peralatan
ci
stasioner
(Stationary)
1 A 4 Kendaraan
off
c ii
road
dan
Permesinan
lainnya (Off-road
Vehicles and Other
Machinery)
1 A 4 Nelayan (Fishing/
c iii
mobile
combustion)
1 A 5 Lain lain (NonSpecified)
1 A 5 Peralatan
a
stasioner
(Stationary)
1 A 5 Peralatan
b
bergerak (Mobile)
1 A 5 Penerbangan
bi
(Mobile/ Aviation
Component)

76

CH
4

Gas
N2
O

CO
2

CH
4

N2
O

Other
fossil fuel

Peat(1)

CO
2

CO
2

CH
4

N2
O

CH
4

N2
O

Biomass

Total

CH
4

CO
2

N2
O

CH
4

N2
O

INV/KLH/290612

Kategori

Aktivitas (TJ)

Soli
d

Liqu
id

Gas

Oth
er
foss
il
fuel

Emisi (Gg)
Solid
Liquid
Pea
t

Bio
ma
ss

CO
2

CH
4

N2
O

CO
2

1 A 5 Pelayaran
b ii
(Mobile/ Waterborne Component)
1 A 5 Peralatan
b iii
bergerak lainnya
(Mobile/ Other)
1 A 5 Operasi
c
Multilateral
(Multilateral
Operations)

77

CH
4

Gas
N2
O

CO
2

CH
4

N2
O

Other
fossil fuel

Peat(1)

CO
2

CO
2

CH
4

N2
O

CH
4

N2
O

Biomass

Total

CH
4

CO
2

N2
O

CH
4

N2
O

INV/KLH/290612

Lampiran 1.3 Tabel Basis Data Kegiatan Pengadaan dan Penggunaan Energi: Kategori 1B
Data Aktivitas

Kategori

Deskripsi

1B
1B1

Penambangan dan penanganan


batubara (Coal Mining and
Handling)

1B1ai

Penambangan bawah tanah


(Underground Mines)
Penambangan (Mining)

1B1ai
1
1B1ai
2
1B1ai
3
1B1ai
4

Unit (1)

Emisi Fugitive (Fugitive


Emissions from Fuels)
Bahan bakar padat (Solid Fuels)

1B1a

Emisi dari pasca tambang (Postmining Seam Gas Emissions)


Penutupan tambang bawah tanah
(Abandoned Underground Mines)
Pembakaran gas metan yang
dibuang atau konversi metan
menjadi CO2 (Flaring of Drained
Methane or Conversion of
Methane to CO2)

1 B 1 a ii

Tambang terbuka (Surface Mines)

1 B 1 a ii
1

Kegiatan Pertambangan (Mining)

coal produced

ktonnes

coal produced

ktonnes

coal produced

ktonnes

number of mines

number

gas flared

106 Sm3

coal produced

ktonnes

78

Information item: Amount


captured(2) (Gg)

Emisi (Gg)
Value

CO2

CH4

N2O

CO2

INV/KLH/290612

Data Aktivitas

Kategori

Deskripsi

1 B 1 a ii
2

Emisi Gas Lapisan Paska


penambangan (Post-mining Seam
Gas Emissions)

1B1b

Pembakaran yang tidak


terkendali, dan timbunan
batubara yang terbakar
(Uncontrolled Combustion, and
Burning Coal Dumps)
Transformasi (konversi) bahan
bakar padat (Solid Fuel
Transformation)

1B1c

1B2
1B2a

Minyak bumi dan gas alam (Oil


and Natural Gas)
Minyak bumi (Oil)

1B2ai

Pelepasan (Venting)

1 B 2 a ii

Pembakaran (Flaring)

1B2a
iii
1B2a
iii I
1B2a
iii 2

Lainnya (All Other)

1B2a
iii 3
1B2a
iii 4

Unit (1)

coal produced

ktonnes

solid fuel combusted

ktonnes

solid fuel transformed

ktonnes

total gas vented from oil


production

106 Sm3

gas flared from oil production

106 Sm3

wells drilled

number

oil produced

103 m3

crude oil transported

103 m3

refinery crude oil throughput

103 m3

Eksplorasi (Exploration)
Produksi dan peningkatan
produksi (Production and
Upgrading)
Trasnportasi (Transport)
Pengilangan (Refining)

79

Information item: Amount


captured(2) (Gg)

Emisi (Gg)
Value

CO2

CH4

N2O

CO2

INV/KLH/290612

Data Aktivitas

Kategori

Deskripsi

1B2a
iii 5
1B2a
iii 6
1B2b

Distibusi produk-produk minyak


bumi (Distribution of Oil
Products)
Lainnya (Other)

Pelepasan (Venting)

1 B 2 b ii

Pembakaran (Flaring)

1B2b
iii
1B2b
iii 1
1B2b
iii 2
1B2b
iii 3
1B2b
iii 4
1B2b
iii 5
1B2b
iii 6
1B3

Unit (1)

amount distributed

103 m3

Total gas vented from natural gas


production

106 Sm3

gas flared from natural gas


production

106 Sm3

number wells drilled

number

Gas produced

106 Sm3

Amount of gas processed at


facilities

106 Sm3

Amount transported and stored

106 Sm3

Amount of gas distributed

103 m3

Gas alam (Natural Gas)

1B2bi

Lainnya (All Other)


Eksplorasi (Exploration)
Produksi (Production)
Pemrosesan/pengolahan
(Processing)
Transmisi dan Penyimpanan
(Transmission and Storage)
Distribusi (Distribution)
Lainnya (Other)
Other Emissions from Energy
Production

80

Information item: Amount


captured(2) (Gg)

Emisi (Gg)
Value

CO2

CH4

N2O

CO2

INV/KLH/290612

Lampiran1.4Tabel Basis Data Kegiatan Pengadaan dan Penggunaan Energi: Reference Approach
Tipe-tipe Bahan Bakar (Fuel)

Liquid
Fossil

Primar
y Fuels

Second
ary
Fuels

Produc
tion

Impo
rt

Expo
rt

Internati
onal
bunkers

Stoc
k
chan
ge

Apparen
t
consum
ption

Conver
sion
factor

Apparen
t
consum
ption

Carbo
n
emiss
ion
factor

Carb
on
cont
ent

Carb
on
cont
ent

Exclu
ded
carbo
n

Net
carbo
n
emiss
ion

(Unit)

(Unit
)

(Unit
)

(Unit)

(Unit
)

(Unit)

(TJ/Uni
t)

(TJ)

(tC/T
J)

(t C)

(Gg
C)

(Gg C)

(Gg C)

Crude Oil
Orimulsi
on
Natural
Gas
Liquids
Gasoline
Jet
Kerosene
Other
Kerosene
Shale Oil
Gas
/
Diesel
Oil
Residual
Fuel Oil
LPG
Ethane
81

Fract
ion of
carbo
n
oxidi
sed

Actua
l
carbo
n
emiss
ion
(Gg C)

INV/KLH/290612

Tipe-tipe Bahan Bakar (Fuel)

Produc
tion

Impo
rt

Expo
rt

Internati
onal
bunkers

Stoc
k
chan
ge

Apparen
t
consum
ption

Conver
sion
factor

Apparen
t
consum
ption

Carbo
n
emiss
ion
factor

Carb
on
cont
ent

Carb
on
cont
ent

Exclu
ded
carbo
n

Net
carbo
n
emiss
ion

(Unit)

(Unit
)

(Unit
)

(Unit)

(Unit
)

(Unit)

(TJ/Uni
t)

(TJ)

(tC/T
J)

(t C)

(Gg
C)

(Gg C)

(Gg C)

Naphtha
Bitumen
Lubrican
ts
Petroleu
m Coke
Refinery
Feedstoc
ks
Other Oil
Liquid
Fossil
Totals
Solid
Fossil

Primar
y Fuels

Anthraci
te(1)
Coking
Coal
Other
Bit. Coal
Sub-bit.
Coal
Lignite
Oil Shale
and Tar
82

Fract
ion of
carbo
n
oxidi
sed

Actua
l
carbo
n
emiss
ion
(Gg C)

INV/KLH/290612

Tipe-tipe Bahan Bakar (Fuel)

Second
ary
Fuels

Produc
tion

Impo
rt

Expo
rt

Internati
onal
bunkers

Stoc
k
chan
ge

Apparen
t
consum
ption

Conver
sion
factor

Apparen
t
consum
ption

Carbo
n
emiss
ion
factor

Carb
on
cont
ent

Carb
on
cont
ent

Exclu
ded
carbo
n

Net
carbo
n
emiss
ion

(Unit)

(Unit
)

(Unit
)

(Unit)

(Unit
)

(Unit)

(TJ/Uni
t)

(TJ)

(tC/T
J)

(t C)

(Gg
C)

(Gg C)

(Gg C)

Fract
ion of
carbo
n
oxidi
sed

Actua
l
carbo
n
emiss
ion
(Gg C)

Sands
BKB &
Patent
Fuel
Coke
Oven/Ga
s Coke
Coal Tar

Solid
Fossil
Totals
Gaseous Natural
Fossil
Gas
(Dry)
Other
Fossil
Fuels
Peat(2)
Total
(1) If anthracite is not separately available,
include with Other Bituminous Coal.
(2) Although peat is not strictly speaking a fossil fuel, the CO2 emissions from combustion of peat are included in the national
emissions as for fossil fuels. See Chapter 1 of Energy Volume, page 1.15.
83

INV/KLH/290612

84

INV/KLH/290612

LAMPIRAN 2.
Lembar Kerja (Worksheet)
Penghitungan Emisi GRK
Kegiatan Pengadaan dan Penggunaan
Energi

85

INV/KLH/290612

86

INV/KLH/290612

Sektor

Pengadaan dan Penggunaan Energi

Kategori

Kegiatan Pembakaran Bahan Bakar

Kode Kategori
Lembar

1A 1 a Aktivitas Utama Menghasilkan Energi Listrik dan Panas


1 dari 4 (CO2, CH4 dan N2O dari pembakaran bahan bakar berdasarkan kategori sumber Tier 1)

Konsumsi Energi

CO2

CH4

N2O

Consumption

Conversion
Factor(b)

Consumption

CO2 Emission
Factor

CO2 Emissions

CH4 Emission
Factor

CH4 Emissions

N2O Emission
Factor

N2OEmissions

(kL)

(TJ/kL)

(TJ)

(kg CO2/TJ)

(Gg CO2)

(kg CH4/TJ)

(Gg CH4)

(kg N2O /TJ)

(Gg N2O)

C=A*B

E=C*D/106

G=C*F/106

Liquid fuels
Crude Oil
Orimulsion
Natural Gas Liquids
Motor Gasoline
Aviation Gasoline
Jet Gasoline
Jet Kerosene
Other Kerosene
Shale Oil
Gas / Diesel Oil
Residual Fuel Oil
LPG
Ethane
Naphtha
a Fill

out a copy of this worksheet for each source category listed in Table 2.16 of the Stationary Combustion Chapter and insert the source category name next to the worksheet number.

b When

the consumption is expressed in mass or volume units, the conversion factor is the net calorific value of the fuel.

87

I=C*H/106

INV/KLH/290612

Sektor

Pengadaan dan Penggunaan Energi

Kategori

Kegiatan Pembakaran Bahan Bakar

Kode Kategori
Lembar

1A 1 a Aktivitas Utama Menghasilkan Energi Listrik dan Panas


2 dari 4 (CO2, CH4 dan N2O dari pembakaran bahan bakar berdasarkan kategori sumber Tier 1)

Konsumsi Energi

CO2

CH4

N 2O

Consumption

Conversion
Factor

Consumption

CO2

CO2

CH4

CH4

N2O Emission
Factor

N2O

(Gg)

(TJ/Gg)

(TJ)

Emission
Factor

Emissions

Emission
Factor

Emissions

(kg N2O /TJ)

Emissions

(kg CO2/TJ)

(Gg CO2)

(kg CH4/TJ)

(Gg CH4)

(Gg N2O)

G=C*F/106

I=C*H/106

C=A*B

E=C*D/106

Lubricants
Petroleum Coke
Refinery Feedstocks
Refinery Gas
Paraffin Waxes
Other Petroleum
Products
Solid fuels
Anthracite
Coking Coal
Other Bituminous Coal
Sub-bituminous coal
Lignite
Oil Shale and Tar Sands
Brown Coal Briquettes

88

INV/KLH/290612

Sektor

Pengadaan dan Penggunaan Energi

Kategori

Kegiatan Pembakaran Bahan Bakar

Kode Kategori
Lembar

1A 1 a Aktivitas Utama Menghasilkan Energi Listrik dan Panas


3 dari 4 (CO2, CH4 dan N2O dari pembakaran bahan bakar berdasarkan kategori sumber Tier 1)

Konsumsi Energi
A
Consumption
(Gg)

B
Conversion
Factor
(TJ/Gg)

CO2
C
Consumption
(TJ)

D
CO2
Emission
Factor
(kg CO2/TJ)

C=A*B

E
CO2 Emissions
(Gg CO2)

E=C*D/106

Patent Fuel
Coke Oven Coke / Lignite Coke
Gas Coke
Coal Tar
Gas Work Gas
Coke Oven Gas
Blast Furnace Gas
Oxygen Steel Furnace Gas
Natural gas
Natural Gas (Dry)
Other fossil fuels
Municipal wastes (non-biomass
fraction)
Industrial Wastes
Waste Oils
Peat
Peat
Total

89

CH4
F
CH4 Emission
Factor
(kg CH4/TJ)

N2O

G
CH4 Emissions
(Gg CH4)

G=C*F/106

H
N2O Emission
Factor
(kg N2O /TJ)

I
N2O
Emissions
(Gg N2O)

I=C*H/106

INV/KLH/290612

Sektor

Pengadaan dan Penggunaan Energi

Kategori

Kegiatan Pembakaran Bahan Bakar

Kode Kategori
Lembar

1A 1 a Aktivitas Utama Menghasilkan Energi Listrik dan Panas


4 dari 4 (CO2, CH4 dan N2O dari pembakaran bahan bakar berdasarkan kategori sumber Tier 1)
A

Energy consumption
B

CO2

N2O

Consumption

Conversion
Factor

Consumption

CO2 Emission
Factor

CO2
Emissions

CH4 Emission
Factor

CH4
Emissions

N2O Emission
Factor

N2O Emissions

(Gg)

(TJ/unit)

(TJ)

(kg CO2/TJ)

(Gg CO2)

(kg CH4/TJ)

(Gg CH4)

(kg N2O /TJ)

(Gg N2O)

C=A*B
Biomass

CH4

E=C*D/106

G=C*F/106

I=C*H/106

Information Itemsb

Wood / Wood Waste


Sulphite Lyes
Other Primary Solid
Biomass
Charcoal
Biogasoline
Biodiesels
Other Liquid Biofuels
Landfill Gas
Sludge Gas
Other Biogas
Municipal wastes
(biomass fraction)
Total
a Fill out a copy
b

Total

of this worksheet for each source category listed in Table 2.16 of the Stationary combustion chapter and insert the source category name next to the worksheet number.

Information item: Emissions from biomass fuels are only reported as an information item because they are not added to the national totals. They are dealt with in the AFOLU sector.

90

Total

INV/KLH/290612

Sektor

Pengadaan dan Penggunaan Energi

Kategori

Kegiatan Pembakaran Bahan Bakar

Kode Kategori
Lembar

1A 1 b Kilang Minyak dan Gas


1 dari 4 (CO2, CH4 dan N2O dari pembakaran bahan bakar berdasarkan kategori sumber Tier 1)

Konsumsi Energi

CO2

CH4

N2O

Consumption

Conversion
Factor(b)

Consumption

CO2 Emission
Factor

CO2 Emissions

CH4 Emission
Factor

CH4 Emissions

N2O Emission
Factor

N2OEmissions

(kL)

(TJ/kL)

(TJ)

(kg CO2/TJ)

(Gg CO2)

(kg CH4/TJ)

(Gg CH4)

(kg N2O /TJ)

(Gg N2O)

C=A*B

E=C*D/106

G=C*F/106

Liquid fuels
Crude Oil
Orimulsion
Natural Gas Liquids
Motor Gasoline
Aviation Gasoline
Jet Gasoline
Jet Kerosene
Other Kerosene
Shale Oil
Gas / Diesel Oil
Residual Fuel Oil
LPG
Ethane
Naphtha
a Fill

out a copy of this worksheet for each source category listed in Table 2.16 of the Stationary Combustion Chapter and insert the source category name next to the worksheet number.

b When

the consumption is expressed in mass or volume units, the conversion factor is the net calorific value of the fuel.

91

I=C*H/106

INV/KLH/290612

Sektor

Pengadaan dan Penggunaan Energi

Kategori

Kegiatan Pembakaran Bahan Bakar

Kode Kategori
Lembar

1A 1 b Kilang Minyak dan Gas


2 dari 4 (CO2, CH4 dan N2O dari pembakaran bahan bakar berdasarkan kategori sumber Tier 1)

Energy consumption
A
Consumption
(Gg)

B
Conversion
Factor
(TJ/Gg)

CO2

C
Consumption
(TJ)

C=A*B

D
CO2
Emission
Factor
(kg CO2/TJ)

CH4
E
CO2
Emissions
(Gg CO2)

E=C*D/106

F
CH4
Emission
Factor
(kg CH4/TJ)

N2 O
G
CH4
Emissions
(Gg CH4)

H
N2O Emission
Factor
(kg N2O /TJ)

G=C*F/106

Lubricants
Petroleum Coke
Refinery Feedstocks
Refinery Gas
Paraffin Waxes
Other Petroleum
Products
TOTAL LIQUID FUELS
Solid fuels
Anthracite
Coking Coal
Other Bituminous Coal
Sub-bituminous coal
Lignite
Oil Shale and Tar Sands
Brown Coal Briquettes
a Fill

out a copy of this worksheet for each source category listed in Table 2.16 of the Stationary Combustion chapter and insert the source category name next to the worksheet number.

92

I
N2O
Emissions
(Gg N2O)

I=C*H/106

INV/KLH/290612

Sektor

Pengadaan dan Penggunaan Energi

Kategori

Kegiatan Pembakaran Bahan Bakar

Kode Kategori
Lembar

1A 1 b Kilang Minyak dan Gas


3 dari 4 (CO2, CH4 dan N2O dari pembakaran bahan bakar berdasarkan kategori sumber Tier 1)

Konsumsi Energi
A
Consumption
(kL)

B
Conversion
Factor
(TJ/kL)

CO2
C
Consumption
(TJ)

D
CO2 Emission
Factor
(kg CO2/TJ)

C=A*B

CH4
E
CO2
Emissions
(Gg CO2)

E=C*D/106

F
CH4 Emission
Factor
(kg CH4/TJ)

N2O
G
CH4
Emissions
(Gg CH4)

H
N2O Emission
Factor
(kg N2O /TJ)

G=C*F/106

Patent Fuel
Coke Oven Coke / Lignite Coke
Gas Coke
Coal Tar
Gas Work Gas
Coke Oven Gas
Blast Furnace Gas
Oxygen Steel Furnace Gas
Natural gas
Natural Gas (Dry)
Other fossil fuels
Municipal wastes (nonbiomass fraction)
Industrial Wastes
Waste Oils
Peat
Peat
Total
a Fill

out a copy of this worksheet for each source category listed in Table 2.16 of the Stationary combustion chapter and insert the source category name next to the worksheet number.

93

I
N2O
Emissions
(Gg N2O)

I=C*H/106

INV/KLH/290612

Sektor

Pengadaan dan Penggunaan Energi

Kategori

Kegiatan Pembakaran Bahan Bakar

Kode Kategori
Lembar

1A 1 b Kilang Minyak dan Gas


3 dari 4 (CO2, CH4 dan N2O dari pembakaran bahan bakar berdasarkan kategori sumber Tier 1)

Konsumsi Energi
A
Consumption
(kL)

B
Conversion
Factor
(TJ/kL)

CO2
C
Consumption
(TJ)

D
CO2 Emission
Factor
(kg CO2/TJ)

C=A*B
Sektor

Pengadaan dan Penggunaan Energi

Kategori

Kegiatan Pembakaran Bahan Bakar

Kode Kategori
Lembar

F
CH4 Emission
Factor
(kg CH4/TJ)

E=C*D/106

N2O
G
CH4
Emissions
(Gg CH4)

H
N2O Emission
Factor
(kg N2O /TJ)

I
N2O
Emissions
(Gg N2O)

G=C*F/106

I=C*H/106

1A 1 b Kilang Minyak dan Gas


4 dari 4 (CO2, CH4 dan N2O dari pembakaran bahan bakar berdasarkan kategori sumber Tier 1)
A
Consumption
(Mass,
Volume or
Energy unit)

Konsumsi Energi
B
C
Conversion
Consumption
Factor
(TJ)
(TJ/unit)

C=A*B
Biomass

CH4
E
CO2
Emissions
(Gg CO2)

CO2
D
CO2 Emission
Factor
(kg CO2/TJ)

CH4
E
CO2
Emissions
(Gg CO2)

E=C*D/106
Information Itemsb

Wood / Wood Waste


Sulphite Lyes
Other Primary Solid
Biomass
Charcoal
Biogasoline
Biodiesels

94

F
CH4 Emission
Factor
(kg CH4/TJ)

N2O
G
CH4
Emissions
(Gg CH4)

G=C*F/106

H
N2O Emission
Factor
(kg N2O /TJ)

I
N2O Emissions
(Gg N2O)

I=C*H/106

INV/KLH/290612

Sektor

Pengadaan dan Penggunaan Energi

Kategori

Kegiatan Pembakaran Bahan Bakar

Kode Kategori
Lembar

1A 1 b Kilang Minyak dan Gas


3 dari 4 (CO2, CH4 dan N2O dari pembakaran bahan bakar berdasarkan kategori sumber Tier 1)

Konsumsi Energi
A
Consumption
(kL)

B
Conversion
Factor
(TJ/kL)

CO2
C
Consumption
(TJ)

D
CO2 Emission
Factor
(kg CO2/TJ)

C=A*B

CH4
E
CO2
Emissions
(Gg CO2)

F
CH4 Emission
Factor
(kg CH4/TJ)

E=C*D/106

N2O
G
CH4
Emissions
(Gg CH4)

H
N2O Emission
Factor
(kg N2O /TJ)

G=C*F/106

I=C*H/106

Other Liquid Biofuels


Landfill Gas
Sludge Gas
Other Biogas
Municipal wastes
(biomass fraction)
Total
a Fill out a copy
b

Total

of this worksheet for each source category listed in Table 2.16 of the Stationary combustion chapter and insert the source category name next to the worksheet number.

Information item: Emissions from biomass fuels are only reported as an information item because they are not added to the national totals. They are dealt with in the AFOLU sector.

95

I
N2O
Emissions
(Gg N2O)

Total

INV/KLH/290612

Sektor

Pengadaan dan Penggunaan Energi

Kategori

Kegiatan Pembakaran Bahan Bakar

Kode Kategori
Lembar

1A 2 Industri Manufaktur dan Konstruksi


1 dari 4 (CO2, CH4 dan N2O dari pembakaran bahan bakar berdasarkan kategori sumber Tier 1)
A

Konsumsi Energi
B

CO2

CH4

N2O

Consumption

Conversion
Factor(b)

Consumption

CO2 Emission
Factor

CO2 Emissions

CH4 Emission
Factor

CH4 Emissions

N2O Emission
Factor

N2OEmissions

(kL)

(TJ/kL)

(TJ)

(kg CO2/TJ)

(Gg CO2)

(kg CH4/TJ)

(Gg CH4)

(kg N2O /TJ)

(Gg N2O)

C=A*B

E=C*D/106

G=C*F/106

Liquid fuels
Crude Oil
Orimulsion
Natural Gas Liquids
Motor Gasoline
Aviation Gasoline
Jet Gasoline
Jet Kerosene
Other Kerosene
Shale Oil
Gas / Diesel Oil
Residual Fuel Oil
LPG
Ethane
Naphtha
a Fill

out a copy of this worksheet for each source category listed in Table 2.16 of the Stationary Combustion Chapter and insert the source category name next to the worksheet number.

b When

the consumptin is expressed in mass or volume units, the conversion factor is the net calorific value of the fuel.

96

I=C*H/106

INV/KLH/290612

Sektor

Pengadaan dan Penggunaan Energi

Kategori

Kegiatan Pembakaran Bahan Bakar

Kode Kategori
Lembar

1A 2 Industri Manufaktur dan Konstruksi


2 dari 4 (CO2, CH4 dan N2O dari pembakaran bahan bakar berdasarkan kategori sumber Tier 1)

Konsumsi Energi
A
Consumption
(Gg)

B
Conversion
Factor
(TJ/Gg)

CO2

C
Consumption
(TJ)

C=A*B

D
CO2
Emission
Factor
(kg CO2/TJ)

CH4
E
CO2
Emissions
(Gg CO2)

E=C*D/106

F
CH4
Emission
Factor
(kg CH4/TJ)

N2O
G
CH4
Emissions
(Gg CH4)

H
N2O Emission
Factor
(kg N2O /TJ)

G=C*F/106

Lubricants
Petroleum Coke
Refinery Feedstocks
Refinery Gas
Paraffin Waxes
Other Petroleum Products
TOTAL LIQUID FUELS
Solid fuels
Anthracite
Coking Coal
Other Bituminous Coal
Sub-bituminous coal
Lignite
Oil Shale and Tar Sands
Brown Coal Briquettes
a Fill

out a copy of this worksheet for each source category listed in Table 2.16 of the Stationary Combustion chapter and insert the source category name next to the worksheet number.

97

I
N2O
Emissions
(Gg N2O)

I=C*H/106

INV/KLH/290612

Sektor

Pengadaan dan Penggunaan Energi

Kategori

Kegiatan Pembakaran Bahan Bakar

Kode Kategori
Lembar

1A 2 Industri Manufaktur dan Konstruksi


3 dari 4 (CO2, CH4 dan N2O dari pembakaran bahan bakar berdasarkan kategori sumber Tier 1)
A
Consumption
(Gg)

Konsumsi Energi
B
C
Conversion
Consumption
Factor
(TJ)
(TJ/Gg)

CO2
D
CO2 Emission
Factor
(kg CO2/TJ)

C=A*B

E
CO2
Emissions
(Gg CO2)
E=C*D/106

CH4
F
G
CH4 Emission
CH4
Factor
Emissions
(kg CH4/TJ)
(Gg CH4)
G=C*F/106

N2O
H
N2O Emission
Factor
(kg N2O /TJ)

I
N2O
Emissions
(Gg N2O)
I=C*H/106

Patent Fuel
Coke Oven Coke / Lignite Coke
Gas Coke
Coal Tar
Gas Work Gas
Coke Oven Gas
Blast Furnace Gas
Oxygen Steel Furnace Gas
Natural gas
Natural Gas (Dry)
Other fossil fuels
Municipal wastes (nonbiomass fraction)
Industrial Wastes
Waste Oils
Peat
Peat
Total
a Fill

out a copy of this worksheet for each source category listed in Table 2.16 of the Stationary combustion chapter and insert the source category name next to the worksheet number.

98

INV/KLH/290612

ektor

Pengadaan dan Penggunaan Energi

Kategori

Kegiatan Pembakaran Bahan Bakar

Kode Kategori
Lembar

1A 2 Industri Manufaktur dan Konstruksi


3 dari 4 (CO2, CH4 dan N2O dari pembakaran bahan bakar berdasarkan kategori sumber Tier 1)
A

Energy consumption
B

CO2

N2O

Consumption

Conversion
Factor

Consumption

CO2 Emission
Factor

CO2
Emissions

CH4 Emission
Factor

CH4
Emissions

N2O Emission
Factor

N2O Emissions

(Gg)

(TJ/Gg)

(TJ)

(kg CO2/TJ)

(Gg CO2)

(kg CH4/TJ)

(Gg CH4)

(kg N2O /TJ)

(Gg N2O)

C=A*B
Biomass

CH4

E=C*D/106

G=C*F/106

Information Itemsb

Wood / Wood Waste


Sulphite Lyes
Other Primary Solid
Biomass
Charcoal
Biogasoline
Biodiesels
Other Liquid Biofuels
Landfill Gas
Sludge Gas
Other Biogas
Municipal wastes
(biomass fraction)
Total
a Fill out a copy
b

Total

of this worksheet for each source category listed in Table 2.16 of the Stationary combustion chapter and insert the source category name next to the worksheet number.

Information item: Emissions from biomass fuels are only reported as an information item because they are not added to the national totals. They are dealt with in the AFOLU sector.

99

I=C*H/106

INV/KLH/290612

Sektor

Pengadaan dan Penggunaan Energi

Kategori
Kode
Kategori

Kegiatan Pembakaran Bahan Bakar

Lembar

1A 1 dan 1A 2
1 dari 1 (Emisi CO 2 dari kegiatan penangkapan untuk sub-kategori 1A 1 dan 1A 2 berdasarkan jenis bahan bakar (Gg CO 2))
Liquid fuels
Solid fuels
Natural gas
Other fossil fuels
Peat
Biomass

Total

Aa

Da

Ga

Ja

Ma

Pa

Sa

CO2
pro
duc
ed

CO2
capt
ured

CO2
emitt
ed

CO2
produ
ced

CO2
capt
ured

CO2
emitt
ed

CO2
produ
ced

CO2
capt
ured

CO2
emitt
ed

CO2
prod
uced

CO2
capt
ured

CO2
emi
tted

CO2
prod
uced

CO2
capt
ured

CO2
emitt
ed

CO2
pro
duc
ed

CO2
captu
red

CO2
emitt
ed

CO2
produced

CO2
captured

CO2
emitted

R=-Q

S=A+D+
G+J

T=B+E+H
+K+N+Q

U=C+F+I+
L+O

C=AB

F=DE

I=G-H

L=JK

1A Fuel
Combustio
n Activities
1A1
Energy
Industries
1A1a Main
Activity
Electricity
and Heat
Production
1A1ai
Electricity
Generation
1A1aii
Combined
Heat and
Power
Generation
(CHP)
1A1aiii
Heat

100

O=MN

INV/KLH/290612

Sektor

Pengadaan dan Penggunaan Energi

Kategori
Kode
Kategori

Kegiatan Pembakaran Bahan Bakar

Lembar

1A 1 dan 1A 2
1 dari 1 (Emisi CO 2 dari kegiatan penangkapan untuk sub-kategori 1A 1 dan 1A 2 berdasarkan jenis bahan bakar (Gg CO 2))
Liquid fuels
Solid fuels
Natural gas
Other fossil fuels
Peat
Biomass
Aa

CO2
pro
duc
ed

CO2
capt
ured

Da

CO2
emitt
ed

CO2
produ
ced

CO2
capt
ured

C=AB

Ga

CO2
emitt
ed

CO2
produ
ced

CO2
capt
ured

F=DE

Ja

CO2
emitt
ed

CO2
prod
uced

CO2
capt
ured

I=G-H

Ma

CO2
emi
tted

CO2
prod
uced

CO2
capt
ured

L=JK

Plants
1A1b
Petroleum
Refining
1A1c
Manufactu
re of Solid
Fuels and
Other
Energy
Industries
1A1ci
Manufactu
re of Solid
Fuels
1A1cii
Other
Energy
Industries
1A2
Manufactu
ring
Industries
and

101

Total

Pa

Sa

CO2
emitt
ed

CO2
pro
duc
ed

CO2
captu
red

CO2
emitt
ed

CO2
produced

CO2
captured

CO2
emitted

R=-Q

S=A+D+
G+J

T=B+E+H
+K+N+Q

U=C+F+I+
L+O

O=MN

INV/KLH/290612

Sektor

Pengadaan dan Penggunaan Energi

Kategori
Kode
Kategori

Kegiatan Pembakaran Bahan Bakar

Lembar

1A 1 dan 1A 2
1 dari 1 (Emisi CO 2 dari kegiatan penangkapan untuk sub-kategori 1A 1 dan 1A 2 berdasarkan jenis bahan bakar (Gg CO 2))
Liquid fuels
Solid fuels
Natural gas
Other fossil fuels
Peat
Biomass
Aa

CO2
pro
duc
ed

CO2
capt
ured

Da

CO2
emitt
ed

CO2
produ
ced

CO2
capt
ured

C=AB

Ga

CO2
emitt
ed

CO2
produ
ced

CO2
capt
ured

F=DE

Ja

CO2
emitt
ed

CO2
prod
uced

CO2
capt
ured

I=G-H

Ma

CO2
emi
tted

CO2
prod
uced

CO2
capt
ured

L=JK

Constructi
on
1A2a Iron
and Steel
1A2b NonFerrous
Metals
1A2c
Chemicals
1A2d Pulp,
Paper and
Print
1A2e Food
Processing,
Beverages
and
Tobacco
1A2f NonMetallic
Minerals
1A2g
Transport
Equipment
1A2h

102

Total

Pa

Sa

CO2
emitt
ed

CO2
pro
duc
ed

CO2
captu
red

CO2
emitt
ed

CO2
produced

CO2
captured

CO2
emitted

R=-Q

S=A+D+
G+J

T=B+E+H
+K+N+Q

U=C+F+I+
L+O

O=MN

INV/KLH/290612

Sektor

Pengadaan dan Penggunaan Energi

Kategori
Kode
Kategori

Kegiatan Pembakaran Bahan Bakar

Lembar

1A 1 dan 1A 2
1 dari 1 (Emisi CO 2 dari kegiatan penangkapan untuk sub-kategori 1A 1 dan 1A 2 berdasarkan jenis bahan bakar (Gg CO 2))
Liquid fuels
Solid fuels
Natural gas
Other fossil fuels
Peat
Biomass
Aa

CO2
pro
duc
ed

CO2
capt
ured

Da

CO2
emitt
ed

CO2
produ
ced

CO2
capt
ured

C=AB

Ga

CO2
emitt
ed

CO2
produ
ced

CO2
capt
ured

F=DE

Ja

CO2
emitt
ed

CO2
prod
uced

CO2
capt
ured

I=G-H

Ma

CO2
emi
tted

CO2
prod
uced

CO2
capt
ured

L=JK

Machinery
1A2i
Mining and
Quarrying
1A2j Wood
and wood
products
1A2k
Constructi
on
1A2l
Textile and
Leather
1A2m
Nonspecified
Industry
Note: CO2 produced is the sum of the amounts of CO 2 captured and emitted.

103

Total

Pa

Sa

CO2
emitt
ed

CO2
pro
duc
ed

CO2
captu
red

CO2
emitt
ed

CO2
produced

CO2
captured

CO2
emitted

R=-Q

S=A+D+
G+J

T=B+E+H
+K+N+Q

U=C+F+I+
L+O

O=MN

INV/KLH/290612

Sektor

Pengadaan dan Penggunaan Energi

Kategori

Kegiatan Pembakaran Bahan Bakar

Kode Kategori
Lembar

1A 3 Transportasi
1 dari 4 (CO2, CH4 dan N2O dari pembakaran bahan bakar berdasarkan kategori sumber Tier 1)

Konsumsi Energi

CO2

CH4

N2O

Consumption

Conversion
Factor(b)

Consumption

CO2 Emission
Factor

CO2 Emissions

CH4 Emission
Factor

CH4 Emissions

N2O Emission
Factor

N2OEmissions

(kL)

(TJ/kL)

(TJ)

(kg CO2/TJ)

(Gg CO2)

(kg CH4/TJ)

(Gg CH4)

(kg N2O /TJ)

(Gg N2O)

C=A*B

E=C*D/106

G=C*F/106

Liquid fuels
Crude Oil
Orimulsion
Natural Gas Liquids
Motor Gasoline
Aviation Gasoline
Jet Gasoline
Jet Kerosene
Other Kerosene
Shale Oil
Gas / Diesel Oil
Residual Fuel Oil
LPG
Ethane
Naphtha
a Fill

out a copy of this worksheet for each source category listed in Table 2.16 of the Stationary Combustion Chapter and insert the source category name next to the worksheet number.

b When

the consumption is expressed in mass or volume units, the conversion factor is the net calorific value of the fuel.

104

I=C*H/106

INV/KLH/290612

Sektor

Pengadaan dan Penggunaan Energi

Kategori

Kegiatan Pembakaran Bahan Bakar

Kode Kategori
Lembar

1A 3 Transportasi
2 dari 4 (CO2, CH4 dan N2O dari pembakaran bahan bakar berdasarkan kategori sumber Tier 1)

Energy consumption
A
Consumption
(Gg)

B
Conversion
Factor
(TJ/Gg)

CO2

C
Consumption
(TJ)

C=A*B

D
CO2
Emission
Factor
(kg CO2/TJ)

CH4
E
CO2
Emissions
(Gg CO2)

E=C*D/106

F
CH4
Emission
Factor
(kg CH4/TJ)

N2O
G
CH4
Emissions
(Gg CH4)

H
N2O Emission
Factor
(kg N2O /TJ)

G=C*F/106

Lubricants
Petroleum Coke
Refinery Feedstocks
Refinery Gas
Paraffin Waxes
Other Petroleum
Products
TOTAL LIQUID FUELS
Solid fuels
Anthracite
Coking Coal
Other Bituminous Coal
Sub-bituminous coal
Lignite
Oil Shale and Tar Sands
Brown Coal Briquettes
a Fill

out a copy of this worksheet for each source category listed in Table 2.16 of the Stationary Combustion chapter and insert the source category name next to the worksheet number.

105

I
N2O
Emissions
(Gg N2O)

I=C*H/106

INV/KLH/290612

Sektor

Pengadaan dan Penggunaan Energi

Kategori

Kegiatan Pembakaran Bahan Bakar

Kode Kategori
Lembar

1A 3 Transportasi
3 dari 4 (CO2, CH4 dan N2O dari pembakaran bahan bakar berdasarkan kategori sumber Tier 1)

Energy
consumption
A
Consumption
(Gg)

CO2
B
Conversion
Factor
(TJ/Gg)

C
Consumption
(TJ)

D
CO2 Emission
Factor
(kg CO2/TJ)

C=A*B

CH4
E
CO2
Emissions
(Gg CO2)

E=C*D/106

Patent Fuel
Coke Oven Coke / Lignite
Coke
Gas Coke
Coal Tar
Gas Work Gas
Coke Oven Gas
Blast Furnace Gas
Oxygen Steel Furnace Gas
Natural gas
Natural Gas (Dry)
Other fossil fuels
Municipal wastes (nonbiomass fraction)
Industrial Wastes
Waste Oils
Peat
Peat
Total

106

F
CH4 Emission
Factor
(kg CH4/TJ)

N2O
G
CH4
Emissions
(Gg CH4)

G=C*F/106

H
N2O Emission
Factor
(kg N2O /TJ)

I
N2O
Emissions
(Gg N2O)

I=C*H/106

INV/KLH/290612

Sektor

Pengadaan dan Penggunaan Energi

Kategori

Kegiatan Pembakaran Bahan Bakar

Kode Kategori
Lembar

1A 3 Transportasi
3 dari 4 (CO2, CH4 dan N2O dari pembakaran bahan bakar berdasarkan kategori sumber Tier 1)

Energy
consumption
A
Consumption
(Gg)

CO2
B
Conversion
Factor
(TJ/Gg)

C
Consumption
(TJ)

D
CO2 Emission
Factor
(kg CO2/TJ)

C=A*B
a Fill

CH4
E
CO2
Emissions
(Gg CO2)

E=C*D/106

F
CH4 Emission
Factor
(kg CH4/TJ)

N2O
G
CH4
Emissions
(Gg CH4)

H
N2O Emission
Factor
(kg N2O /TJ)

G=C*F/106

out a copy of this worksheet for each source category listed in Table 2.16 of the Stationary combustion chapter and insert the source category name next to the worksheet number.

107

I
N2O
Emissions
(Gg N2O)

I=C*H/106

INV/KLH/290612

Sektor

Pengadaan dan Penggunaan Energi

Kategori

Kegiatan Pembakaran Bahan Bakar

Kode Kategori
Lembar

1A 3 Transportasi
4 dari 4 (CO2, CH4 dan N2O dari pembakaran bahan bakar berdasarkan kategori sumber Tier 1)
Energy consumption
A
B
C
Consumption
Conversion
Consumption
(Mass,
Factor
(TJ)
Volume or
(TJ/unit)
Energy unit)

CO2
D
CO2 Emission
Factor
(kg CO2/TJ)

C=A*B
Biomass

CH4
E
CO2
Emissions
(Gg CO2)

F
CH4 Emission
Factor
(kg CH4/TJ)

E=C*D/106

N2O
G
CH4
Emissions
(Gg CH4)

H
N2O Emission
Factor
(kg N2O /TJ)

G=C*F/106

I=C*H/106

Information Itemsb

Wood / Wood Waste


Sulphite Lyes
Other Primary Solid
Biomass
Charcoal
Biogasoline
Biodiesels
Other Liquid Biofuels
Landfill Gas
Sludge Gas
Other Biogas
Municipal wastes
(biomass fraction)
Total
a Fill out a copy
b

Total

Total

of this worksheet for each source category listed in Table 2.16 of the Stationary combustion chapter and insert the source category name next to the worksheet number.

Information item: Emissions from biomass fuels are only reported as an information item because they are not added to the national totals. They are dealt with in the AFOLU sector.

108

I
N2O Emissions
(Gg N2O)

INV/KLH/290612

Sektor

Pengadaan dan Penggunaan Energi

Kategori

Kegiatan Pembakaran Bahan Bakar

Kode Kategori
Lembar

1A 4 a Komersial dan perkantoran


1 dari 4 (CO2, CH4 dan N2O dari pembakaran bahan bakar berdasarkan kategori sumber Tier 1)

Konsumsi Energi

CO2

CH4

N2O

Consumption

Conversion
Factor(b)

Consumption

CO2 Emission
Factor

CO2 Emissions

CH4 Emission
Factor

CH4 Emissions

N2O Emission
Factor

N2OEmissions

(kL)

(TJ/kL)

(TJ)

(kg CO2/TJ)

(Gg CO2)

(kg CH4/TJ)

(Gg CH4)

(kg N2O /TJ)

(Gg N2O)

C=A*B

E=C*D/106

G=C*F/106

Liquid fuels
Crude Oil
Orimulsion
Natural Gas Liquids
Motor Gasoline
Aviation Gasoline
Jet Gasoline
Jet Kerosene
Other Kerosene
Shale Oil
Gas / Diesel Oil
Residual Fuel Oil
LPG
Ethane
Naphtha
a Fill

out a copy of this worksheet for each source category listed in Table 2.16 of the Stationary Combustion Chapter and insert the source category name next to the worksheet number.

b When

the consumption is expressed in mass or volume units, the conversion factor is the net calorific value of the fuel.

109

I=C*H/106

INV/KLH/290612

Sektor

Pengadaan dan Penggunaan Energi

Kategori

Kegiatan Pembakaran Bahan Bakar

Kode Kategori
Lembar

1A 4 a Komersial dan perkantoran


2 dari 4 (CO2, CH4 dan N2O dari pembakaran bahan bakar berdasarkan kategori sumber Tier 1)

Konsumsi Energi
A
Consumption
(Gg)

B
Conversion
Factor
(TJ/Gg)

CO2

C
Consumption
(TJ)

C=A*B

D
CO2
Emission
Factor
(kg CO2/TJ)

CH4
E
CO2
Emissions
(Gg CO2)

E=C*D/106

F
CH4
Emission
Factor
(kg CH4/TJ)

N2O
G
CH4
Emissions
(Gg CH4)

H
N2O Emission
Factor
(kg N2O /TJ)

G=C*F/106

Lubricants
Petroleum Coke
Refinery Feedstocks
Refinery Gas
Paraffin Waxes
Other Petroleum Products
TOTAL LIQUID FUELS
Solid fuels
Anthracite
Coking Coal
Other Bituminous Coal
Sub-bituminous coal
Lignite
Oil Shale and Tar Sands
Brown Coal Briquettes
a Fill

out a copy of this worksheet for each source category listed in Table 2.16 of the Stationary Combustion chapter and insert the source category name next to the worksheet number.

110

I
N2O
Emissions
(Gg N2O)

I=C*H/106

INV/KLH/290612

Sektor

Pengadaan dan Penggunaan Energi

Kategori

Kegiatan Pembakaran Bahan Bakar

Kode Kategori
Lembar

1A 4 a Komersial dan perkantoran


3 dari 4 (CO2, CH4 dan N2O dari pembakaran bahan bakar berdasarkan kategori sumber Tier 1)

Konsumsi Energi

CO2

CH4

N2O

Consumption

Conversion
Factor

Consumption

CO2 Emission
Factor

CO2
Emissions

CH4 Emission
Factor

CH4
Emissions

N2O Emission
Factor

N2O

(Gg)

(TJ/Gg)

(TJ)

(kg CO2/TJ)

(Gg CO2)

(kg CH4/TJ)

(Gg CH4)

(kg N2O /TJ)

Emissions

(Gg N2O)
C=A*B

E=C*D/106

G=C*F/106

I=C*H/106

Patent Fuel
Coke Oven Coke / Lignite
Coke
Gas Coke
Coal Tar
Gas Work Gas
Coke Oven Gas
Blast Furnace Gas
Oxygen Steel Furnace Gas
Natural gas

23.56

Natural Gas (Dry)

48

1,130.667

55819.50

63.113

5.000

0.006

0.100

0.000

Other fossil fuels


Municipal wastes (nonbiomass fraction)
Industrial Wastes
Waste Oils
Peat
Peat
Total

3,103.472

111

0.386

0.021

INV/KLH/290612

Sektor

Pengadaan dan Penggunaan Energi

Kategori

Kegiatan Pembakaran Bahan Bakar

Kode Kategori
Lembar

1A 4 a Komersial dan perkantoran


3 dari 4 (CO2, CH4 dan N2O dari pembakaran bahan bakar berdasarkan kategori sumber Tier 1)

Konsumsi Energi

CO2

CH4

N2O

Consumption

Conversion
Factor

Consumption

CO2 Emission
Factor

CO2
Emissions

CH4 Emission
Factor

CH4
Emissions

N2O Emission
Factor

N2O

(Gg)

(TJ/Gg)

(TJ)

(kg CO2/TJ)

(Gg CO2)

(kg CH4/TJ)

(Gg CH4)

(kg N2O /TJ)

Emissions

(Gg N2O)
C=A*B
a Fill

E=C*D/106

G=C*F/106

out a copy of this worksheet for each source category listed in Table 2.16 of the Stationary combustion chapter and insert the source category name next to the worksheet number.

112

I=C*H/106

INV/KLH/290612

Sektor

Pengadaan dan Penggunaan Energi

Kategori

Kegiatan Pembakaran Bahan Bakar

Kode Kategori
Lembar

1A 4 a Komersial dan perkantoran


4 dari 4 (CO2, CH4 dan N2O dari pembakaran bahan bakar berdasarkan kategori sumber Tier 1)

Konsumsi Energi

CO2

N2O

Consumption

Conversion
Factor

Consumption

CO2 Emission
Factor

CO2
Emissions

CH4 Emission
Factor

CH4
Emissions

N2O Emission
Factor

N2O Emissions

(Gg)

(TJ/Gg)

(TJ)

(kg CO2/TJ)

(Gg CO2)

(kg CH4/TJ)

(Gg CH4)

(kg N2O /TJ)

(Gg N2O)

C=A*B
Biomass

CH4

E=C*D/106

G=C*F/106

I=C*H/106

Information Itemsb

Wood / Wood Waste


Sulphite Lyes
Other Primary Solid
Biomass
Charcoal
Biogasoline
Biodiesels
Other Liquid Biofuels
Landfill Gas
Sludge Gas
Other Biogas
Municipal wastes
(biomass fraction)
Total
a Fill out a copy
b

Total

2.07

Total

of this worksheet for each source category listed in Table 2.16 of the Stationary combustion chapter and insert the source category name next to the worksheet number.

Information item: Emissions from biomass fuels are only reported as an information item because they are not added to the national totals. They are dealt with in the AFOLU sector.

113

0.03

INV/KLH/290612

Sektor

Pengadaan dan Penggunaan Energi

Kategori

Kegiatan Pembakaran Bahan Bakar

Kode Kategori
Lembar

1A 4 b Perumahan
1 dari 4 (CO2, CH4 dan N2O dari pembakaran bahan bakar berdasarkan kategori sumber Tier 1)

Konsumsi Energi

CO2

CH4

N2O

Consumption

Conversion
Factor(b)

Consumption

CO2 Emission
Factor

CO2 Emissions

CH4 Emission
Factor

CH4 Emissions

N2O Emission
Factor

N2OEmissions

(kL)

(TJ/kL)

(TJ)

(kg CO2/TJ)

(Gg CO2)

(kg CH4/TJ)

(Gg CH4)

(kg N2O /TJ)

(Gg N2O)

C=A*B

E=C*D/106

G=C*F/106

Liquid fuels
Crude Oil
Orimulsion
Natural Gas Liquids
Motor Gasoline
Aviation Gasoline
Jet Gasoline
Jet Kerosene
Other Kerosene
Shale Oil
Gas / Diesel Oil
Residual Fuel Oil
LPG
Ethane
Naphtha
a Fill

out a copy of this worksheet for each source category listed in Table 2.16 of the Stationary Combustion Chapter and insert the source category name next to the worksheet number.

b When

the consumption is expressed in mass or volume units, the conversion factor is the net calorific value of the fuel.

114

I=C*H/106

INV/KLH/290612

Sektor

Pengadaan dan Penggunaan Energi

Kategori

Kegiatan Pembakaran Bahan Bakar

Kode Kategori
Lembar

1A 4 b Perumahan
2 dari 4 (CO2, CH4 dan N2O dari pembakaran bahan bakar berdasarkan kategori sumber Tier 1)

Konsumsi Energi

CO2

CH4

N2O

Consumption

Conversion
Factor

Consumption

CO2

CO2

CH4

CH4

N2O Emission
Factor

N2O

(Gg)

(TJ/Gg)

(TJ)

Emission
Factor

Emissions

Emission
Factor

Emissions

(kg N2O /TJ)

Emissions

(kg CO2/TJ)

(Gg CO2)

(kg CH4/TJ)

(Gg CH4)

(Gg N2O)

G=C*F/106

I=C*H/106

C=A*B

E=C*D/106

Lubricants
Petroleum Coke
Refinery Feedstocks
Refinery Gas
Paraffin Waxes
Other Petroleum Products
TOTAL LIQUID FUELS
Anthracite
Coking Coal
Other Bituminous Coal
Sub-bituminous coal
Lignite
Oil Shale and Tar Sands
Brown Coal Briquettes
a Fill

out a copy of this worksheet for each source category listed in Table 2.16 of the Stationary Combustion chapter and insert the source category name next to the worksheet number.

115

INV/KLH/290612

Sektor

Pengadaan dan Penggunaan Energi

Kategori

Kegiatan Pembakaran Bahan Bakar

Kode Kategori
Lembar

1A 4 b Perumahan
3 dari 4 (CO2, CH4 dan N2O dari pembakaran bahan bakar berdasarkan kategori sumber Tier 1)

Konsumsi Energi

CO2

CH4

N2O

Consumption

Conversion
Factor

Consumption

CO2 Emission
Factor

CO2
Emissions

CH4 Emission
Factor

CH4
Emissions

N2O Emission
Factor

N2O

(Gg)

(TJ/Gg)

(TJ)

(kg CO2/TJ)

(Gg CO2)

(kg CH4/TJ)

(Gg CH4)

(kg N2O /TJ)

Emissions

(Gg N2O)
C=A*B

E=C*D/106

Patent Fuel
Coke Oven Coke / Lignite
Coke
Gas Coke
Coal Tar
Gas Work Gas
Coke Oven Gas
Blast Furnace Gas
Oxygen Steel Furnace Gas
Natural gas
Natural Gas (Dry)
Other fossil fuels
Municipal wastes (nonbiomass fraction)
Industrial Wastes
Waste Oils
Peat
Peat

116

G=C*F/106

I=C*H/106

INV/KLH/290612

Sektor

Pengadaan dan Penggunaan Energi

Kategori

Kegiatan Pembakaran Bahan Bakar

Kode Kategori
Lembar

1A 4 b Perumahan
3 dari 4 (CO2, CH4 dan N2O dari pembakaran bahan bakar berdasarkan kategori sumber Tier 1)

Konsumsi Energi

CO2

CH4

N2O

Consumption

Conversion
Factor

Consumption

CO2 Emission
Factor

CO2
Emissions

CH4 Emission
Factor

CH4
Emissions

N2O Emission
Factor

N2O

(Gg)

(TJ/Gg)

(TJ)

(kg CO2/TJ)

(Gg CO2)

(kg CH4/TJ)

(Gg CH4)

(kg N2O /TJ)

Emissions

(Gg N2O)
C=A*B

E=C*D/106

G=C*F/106

Total
a Fill

out a copy of this worksheet for each source category listed in Table 2.16 of the Stationary combustion chapter and insert the source category name next to the worksheet number.

117

I=C*H/106

INV/KLH/290612

Sektor

Pengadaan dan Penggunaan Energi

Kategori

Kegiatan Pembakaran Bahan Bakar

Kode Kategori
Lembar

1A 4 b Perumahan
4 dari 4 (CO2, CH4 dan N2O dari pembakaran bahan bakar berdasarkan kategori sumber Tier 1)

Konsumsi Energi

CO2

N2O

Consumption

Conversion
Factor

Consumption

CO2 Emission
Factor

CO2
Emissions

CH4 Emission
Factor

CH4
Emissions

N2O Emission
Factor

N2O Emissions

(Gg)

(TJ/Gg)

(TJ)

(kg CO2/TJ)

(Gg CO2)

(kg CH4/TJ)

(Gg CH4)

(kg N2O /TJ)

(Gg N2O)

C=A*B
Biomass

CH4

E=C*D/106

G=C*F/106

I=C*H/106

Information Itemsb

Wood / Wood Waste


Sulphite Lyes
Other Primary Solid
Biomass
Charcoal
Biogasoline
Biodiesels
Other Liquid Biofuels
Landfill Gas
Sludge Gas
Other Biogas
Municipal wastes
(biomass fraction)
Total
a Fill out a copy
b

Total

Total

of this worksheet for each source category listed in Table 2.16 of the Stationary combustion chapter and insert the source category name next to the worksheet number.

Information item: Emissions from biomass fuels are only reported as an information item because they are not added to the national totals. They are dealt with in the AFOLU sector.

118

INV/KLH/290612

Sektor

Pengadaan dan Penggunaan Energi

Kategori

Kegiatan Pembakaran Bahan Bakar

Kode Kategori
Lembar

1A 5 Lain-lain
1 dari 4 (CO2, CH4 dan N2O dari pembakaran bahan bakar berdasarkan kategori sumber Tier 1)

Konsumsi Energi

CO2

CH4

N2O

Consumption

Conversion
Factor(b)

Consumption

CO2 Emission
Factor

CO2 Emissions

CH4 Emission
Factor

CH4 Emissions

N2O Emission
Factor

N2OEmissions

(kL)

(TJ/kL)

(TJ)

(kg CO2/TJ)

(Gg CO2)

(kg CH4/TJ)

(Gg CH4)

(kg N2O /TJ)

(Gg N2O)

C=A*B

E=C*D/106

G=C*F/106

Liquid fuels
Crude Oil
Orimulsion
Natural Gas Liquids
Motor Gasoline
Aviation Gasoline
Jet Gasoline
Jet Kerosene
Other Kerosene
Shale Oil
Gas / Diesel Oil
Residual Fuel Oil
LPG
Ethane
Naphtha
a Fill

out a copy of this worksheet for each source category listed in Table 2.16 of the Stationary Combustion Chapter and insert the source category name next to the worksheet number.

b When

the consumption is expressed in mass or volume units, the conversion factor is the net calorific value of the fuel.

119

I=C*H/106

INV/KLH/290612

Sektor

Pengadaan dan Penggunaan Energi

Kategori

Kegiatan Pembakaran Bahan Bakar

Kode Kategori
Lembar

1A 5 Lain-lain
2 dari 4 (CO2, CH4 dan N2O dari pembakaran bahan bakar berdasarkan kategori sumber Tier 1)

Konsumsi Energi

CO2

CH4

N2O

Consumption

Conversion
Factor

Consumption

CO2

CO2

CH4

CH4

N2O Emission
Factor

N2O

(Gg)

(TJ/Gg)

(TJ)

Emission
Factor

Emissions

Emission
Factor

Emissions

(kg N2O /TJ)

Emissions

(kg CO2/TJ)

(Gg CO2)

(kg CH4/TJ)

(Gg CH4)

(Gg N2O)

G=C*F/106

I=C*H/106

C=A*B

E=C*D/106

Lubricants
Petroleum Coke
Refinery Feedstocks
Refinery Gas
Paraffin Waxes
Other Petroleum Products
TOTAL LIQUID FUELS
Solid fuels
Anthracite
Coking Coal
Other Bituminous Coal
Sub-bituminous coal
Lignite
Oil Shale and Tar Sands
Brown Coal Briquettes
a Fill

out a copy of this worksheet for each source category listed in Table 2.16 of the Stationary Combustion chapter and insert the source category name next to the worksheet number.

120

INV/KLH/290612

Sektor

Pengadaan dan Penggunaan Energi

Kategori

Kegiatan Pembakaran Bahan Bakar

Kode Kategori
Lembar

1A 5 Lain-lain
3 dari 4 (CO2, CH4 dan N2O dari pembakaran bahan bakar berdasarkan kategori sumber Tier 1)

Konsumsi Energi

CO2

CH4

N2O

Consumption

Conversion
Factor

Consumption

CO2 Emission
Factor

CO2
Emissions

CH4 Emission
Factor

CH4
Emissions

N2O Emission
Factor

N2O

(kL)

(TJ/kL)

(TJ)

(kg CO2/TJ)

(Gg CO2)

(kg CH4/TJ)

(Gg CH4)

(kg N2O /TJ)

Emissions

(Gg N2O)
C=A*B

E=C*D/106

Patent Fuel
Coke Oven Coke / Lignite
Coke
Gas Coke
Coal Tar
Gas Work Gas
Coke Oven Gas
Blast Furnace Gas
Oxygen Steel Furnace Gas
Natural gas
Natural Gas (Dry)
Other fossil fuels
Municipal wastes (nonbiomass fraction)
Industrial Wastes
Waste Oils
Peat
Peat
Total

121

G=C*F/106

I=C*H/106

INV/KLH/290612

Sektor

Pengadaan dan Penggunaan Energi

Kategori

Kegiatan Pembakaran Bahan Bakar

Kode Kategori
Lembar

1A 5 Lain-lain
3 dari 4 (CO2, CH4 dan N2O dari pembakaran bahan bakar berdasarkan kategori sumber Tier 1)

Konsumsi Energi

CO2

CH4

N2O

Consumption

Conversion
Factor

Consumption

CO2 Emission
Factor

CO2
Emissions

CH4 Emission
Factor

CH4
Emissions

N2O Emission
Factor

N2O

(kL)

(TJ/kL)

(TJ)

(kg CO2/TJ)

(Gg CO2)

(kg CH4/TJ)

(Gg CH4)

(kg N2O /TJ)

Emissions

(Gg N2O)
C=A*B
a Fill

E=C*D/106

G=C*F/106

I=C*H/106

out a copy of this worksheet for each source category listed in Table 2.16 of the Stationary combustion chapter and insert the source category name next to the worksheet number.

Sektor

Pengadaan dan Penggunaan Energi

Kategori

Kegiatan Pembakaran Bahan Bakar

Kode Kategori
Lembar

1A 5 Lain-lain
4 dari 4 (CO2, CH4 dan N2O dari pembakaran bahan bakar berdasarkan kategori sumber Tier 1)
A

Energy consumption
B

CO2

N2O

Consumption

Conversion
Factor

Consumption

CO2 Emission
Factor

CO2
Emissions

CH4 Emission
Factor

CH4
Emissions

N2O Emission
Factor

N2O Emissions

(Gg)

(TJ/Gg)

(TJ)

(kg CO2/TJ)

(Gg CO2)

(kg CH4/TJ)

(Gg CH4)

(kg N2O /TJ)

(Gg N2O)

C=A*B
Biomass

CH4

E=C*D/106
Information Itemsb

Wood / Wood Waste


Sulphite Lyes
Other Primary Solid
Biomass
Charcoal

122

G=C*F/106

I=C*H/106

INV/KLH/290612

Biogasoline
Biodiesels
Other Liquid Biofuels
Landfill Gas
Sludge Gas
Other Biogas
Municipal wastes
(biomass fraction)
Total
a Fill out a copy
b

Total

Total

of this worksheet for each source category listed in Table 2.16 of the Stationary combustion chapter and insert the source category name next to the worksheet number.

Information item: Emissions from biomass fuels are only reported as an information item because they are not added to the national totals. They are dealt with in the AFOLU sector.

Sektor
Kategori
Kode Kategori
Lembar

Pengadaan dan Penggunaan Energi


Emisi Fugitive
1B 1 Bahan bakar padat
1 dari 1 (Emisi CH4 dan CO2 dari kegiatan penambangan dan penanganan batubara bawah tanah dan permukaan Tier 1)
CH4 Emissions
A
Amount of
Coal Produced
(tonne)

Underground

B
Emission
Factor

C
Methane Emissions

D
Conversion Factor

E
Methane emissions

(m3 tonne-1
)

(m3)

(Gg CH4 m-3)

(Gg CH4)

C = A*B

Mining
Post-Mining

Surface

Mining
Post-Mining

Emissions of drained gas

123

E=C*D

INV/KLH/290612

Sektor
Kategori
Kode Kategori
Lembar

Pengadaan dan Penggunaan Energi


Emisi Fugitive
1B 1 Bahan bakar padat
1 dari 1 (Emisi CH4 dan CO2 dari kegiatan penambangan dan penanganan batubara bawah tanah dan permukaan Tier 1)
CH4 Emissions
A
Amount of
Coal Produced
(tonne)

B
Emission
Factor

C
Methane Emissions

D
Conversion Factor

E
Methane emissions

(m3 tonne-1
)

(m3)

(Gg CH4 m-3)

(Gg CH4)

C = A*B

E=C*D
Total

CO2 Emissions

Underground mines

A
Amount of
Coal Produced

B
Emission
Factor

C
Carbon
dioxide
Emissions

D
Conversion
Factor

E
CO2 Emissions

(tonne)

(m3 tonne-1
)

(m3)

(Gg CO2 m3)

(Gg CO2)

C=A*B

E=C*D

Mining
Post-Mining

Surface

Mining
Post-Mining
Total
CO2 emissions from CH4 flaring
A

Volume of
methane
combusted

Conversion
Factors

Stoichiometric Mass
Factor

CO2 emissions

124

INV/KLH/290612

Sektor
Kategori
Kode Kategori
Lembar

Pengadaan dan Penggunaan Energi


Emisi Fugitive
1B 1 Bahan bakar padat
1 dari 1 (Emisi CH4 dan CO2 dari kegiatan penambangan dan penanganan batubara bawah tanah dan permukaan Tier 1)
CH4 Emissions
A
Amount of
Coal Produced
(tonne)

(m3

B
Emission
Factor

C
Methane Emissions

D
Conversion Factor

E
Methane emissions

(m3 tonne-1
)

(m3)

(Gg CH4 m-3)

(Gg CH4)

(Gg

C = A*B

CH4 m-3)

E=C*D
(Gg CO2)
D=A*B*C

Underground mines

Mining
Total

125

INV/KLH/290612

Sektor
Kategori
Kode Kategori
Lembar

Pengadaan dan Penggunaan Energi


Emisi Fugitive
1B 1 Bahan Bakar Padat
1 dari 1 (Emisi CH4 dari area bekas tambang batubara)
CH4 Emissions
A

Number of
abandoned
mines

% Gassy Coal mines

Emission Factor

Conversion Factor

Methane emissions

( m3 year-1)

(Gg CH4 m-3)

(Gg CH4)
E=A*B*C*D

Underground
mines
Total

126

INV/KLH/290612

Sektor
Kategori
Kode Kategori
Lembar
IPCC
Code

Sector
Name

1.B.2
1.B.2.a
1.B.2.a.i

Oil and Natural Gas


Oil
Venting

1.B.2.a.ii

Flaring

Pengadaan dan Penggunaan Energi


Emisi Fugitive
1B 2 a Minyak Bumi
1 dari 2
CO2
Subcategory
A
B
C
Activity
Emission Emissions
Factor
1000 M3
Gg/1000 (Gg)
M3
C=A*B

ProductionDefault
weighted total
ProductionDefault
weighted total
Well drilling

61,451

1.80E-03

CH4
D
E
Emission Emissions
Factor
Gg/1000 (Gg)
M3
E=A*D

N2O
F
G
Emission Emissions
Factor
Gg/1000 (Gg)
M3
G=A*F

8.70E-03

NA

110.61
61,451

3.40E-02

534.62
2.10E-05

2,089.33
304

1.00E-04

304

3.30E-05

9.00E-03

304

5.10E-05

1.90E-06

All Other

6.80E-08
0.02

1.10E-04
0.00

1.B.2.a.iii

ND
0.01

2.74
Well servicing

ND
0.03
-

127

0.033

1.29

0.03
Well testing

5.40E-07

2.07E-05

INV/KLH/290612

Sektor
Kategori
Kode Kategori
Lembar

Pengadaan dan Penggunaan Energi


Emisi Fugitive
1B 2 a Minyak Bumi
1 dari 2
CO2
IPCC
Sector
Subcategory
A
B
C
Code
Name
Activity
Emission Emissions
Factor
1000 M3
Gg/1000 (Gg)
M3
C=A*B
1.B.2.a.iii.1 Exploration
All
0
NA
1.B.2.a.iii.2 Production/Upgrading Default
61,451
2.80E-04
weighted total
17.21
1.B.2.a.iii.3 Transport
Pipelines
62,135
4.90E-07
0.03
Condensate
7.20E-05
LPG Transport 1,217
4.30E-04
0.52
1.B.2.a.iii.4 Refining
All
56,867
ND
1.B.2.a.iii.5 Distribution of oil
products
1.B.2.a.iii.6 Other
TOTAL
2,220.47

128

CH4
D
E
Emission Emissions
Factor
Gg/1000 (Gg)
M3
E=A*D
NA
2.20E-03
135.19
5.40E-06
0.34
1.10E-04
NA

N2O
F
G
Emission Emissions
Factor
Gg/1000 (Gg)
M3
G=A*F
NA
NA

ND
2.20E-09

2.68E-06

ND
-

ND
-

TOTAL

0.033

TOTAL

671.50

NA

INV/KLH/290612

Sektor
Kategori
Kode Kategori
Lembar
IPCC
Code

Sector
Name

Pengadaan dan Penggunaan Energi


Emisi Fugitive
1B 2 b Gas Alam
2 dari 2
CO2
Subcategory A
B
Activity
Emission
Factor
10^6 M3
Gg/10^6
M3

C
Emissions
(Gg)

CH4
D
Emission
Factor
Gg/10^6
M3

C=A*B
1.B.2.b
1.B.2.b.i

1.B.2.b.ii

Natural Gas
Venting

Flaring

Default
weighted
total-raw
CO2 venting
Transmissio
n
Default
weighted
total-flaring
Gas
Production
Well drilling

85105.87

4.00E-02

E
Emissions
(Gg)

N2O
F
Emission
Factor
Gg/10^6
M3

E=A*D
NA

G
Emissions
Gg/10^6
M3
G=A*F

NA

3,404.23

18500.95

3.10E-06

4.40E-05

0.81

NA

2.00E-06

0.17

3.30E-08

2.81E-03

7.60E-07

0.06

2.10E-08

1.79E-03

3.30E-05

0.01

ND

5.10E-05

0.02

6.80E-08

0.06
85105.87

3.00E-03
255.32

85105.87

1.20E-03
102.13

304.00

1.00E-04
0.03

Well testing

304.00

9.00E-03

129

2.07E-05

INV/KLH/290612

Sektor
Kategori
Kode Kategori
Lembar
IPCC
Code

Sector
Name

Pengadaan dan Penggunaan Energi


Emisi Fugitive
1B 2 b Gas Alam
2 dari 2
CO2
Subcategory A
B
Activity
Emission
Factor
10^6 M3
Gg/10^6
M3

C
Emissions
(Gg)

CH4
D
Emission
Factor
Gg/10^6
M3

C=A*B
2.74
Well
servicing
1.B.2.b.iii
1.B.2.b.iii.
1
1.B.2.b.iii.
2
1.B.2.b.iii.
3

All Other
Exploration

Production

All-fugitives

1.B.2.b.iii.
4

Transmissio
n and
Storage
Distribution

1.B.2.b.iii.
5

304.00

1.90E-06

E
Emissions
(Gg)

N2O
F
Emission
Factor
Gg/10^6
M3

E=A*D
1.10E-04

0.03

ND

0.00038

32.34

NA

1.50E-04

12.77

NA

1.66E-04

3.07

NA

1.10E-03

20.35

ND

0.00

85105.87

1.40E-05
1.19

Processing

Default
weighted
totalfugitives
Transmissio
n

85105.87

All

18500.95

1.20E-05
1.02

18500.95

8.80E-07
0.02
5.10E-05
0.94

130

G
Emissions
Gg/10^6
M3
G=A*F

INV/KLH/290612

Sektor
Kategori
Kode Kategori
Lembar
IPCC
Code

Sector
Name

Pengadaan dan Penggunaan Energi


Emisi Fugitive
1B 2 b Gas Alam
2 dari 2
CO2
Subcategory A
B
Activity
Emission
Factor
10^6 M3
Gg/10^6
M3

C
Emissions
(Gg)

CH4
D
Emission
Factor
Gg/10^6
M3

C=A*B
1.B.2.b.iii.
6

E
Emissions
(Gg)

N2O
F
Emission
Factor
Gg/10^6
M3

E=A*D

G
Emissions
Gg/10^6
M3
G=A*F

Other
TOTAL

TOTAL

TOTAL
69.64

5988.14

741.13

Other
emissions
from Energy
Production
GRAND TOTAL

3,767.68

4.62E-03

1.B.3

131

0.04

INV/KLH/290612

Sektor
Kategori
Kode Kategori
Lembar

Fuel Types
Liquid Primary
Fossil Fuels

Secondary
Fuels

Pengadaan dan Penggunaan Energi


Kegiatan Pembakaran Bahan Bakar
1A.1 Industri Penghasil Energi
1 dari 3 (CO2 dari sumber energi - Reference Approach)
step 1
A
B
C
D
Production
Imports
Exports
International
Bunkers
Crude Oil,
MMBOE
Orimulsion
Natural Gas
Liquids,
MMBOE
Gasoline,
MMBOE
Jet Kerosene,
MMBOE
Other
Kerosene,
MMBOE
Shale Oil
Gas/Diesel
Oil, MMBOE
Residual Fuel
Oil (Incl
LSWR),

132

E
Stock
Change

F
Apparent
Consumption
F=A+B-C-D-E

Apparent
Consumption,
F, Kton

INV/KLH/290612

Sektor
Kategori
Kode Kategori
Lembar

Pengadaan dan Penggunaan Energi


Kegiatan Pembakaran Bahan Bakar
1A.1 Industri Penghasil Energi
1 dari 3 (CO2 dari sumber energi - Reference Approach)
step 1
A
B
C
D
Production
Imports
Exports
International
Bunkers

MMBOE
LPG, KTon
Ethane
Naphtha
(HOMC).
MMBOE
Bitumen
Lubricants,
MMBOE
Petroleum
Coke
Refinery
Feedstocks,
MMBOE
Other Oil,
MMBOE
Liquid Fossil Total, Kton
Solid
Primary
Anthracite(a)
Fossil Fuels

133

E
Stock
Change

F
Apparent
Consumption

Apparent
Consumption,

INV/KLH/290612

Sektor
Kategori
Kode Kategori
Lembar

Pengadaan dan Penggunaan Energi


Kegiatan Pembakaran Bahan Bakar
1A.1 Industri Penghasil Energi
1 dari 3 (CO2 dari sumber energi - Reference Approach)
step 1
A
B
C
D
Production
Imports
Exports
International
Bunkers

Coking Coal
Other Bit.
Coal, Kton
Sub-bit. Coal,
Kton
Lignite
Oil Shale
Secondary BKB & Patent
Fuels
Fuel
Coke
Oven/Gas
Coke
Coal Tar
Solid Fossil Total, KTon
Gaseous Fossil
Natural Gas
(Dry), kTon
Other Municipal Wastes (nonbio. fraction)
Industrial Wastes

134

E
Stock
Change

F
Apparent
Consumption

Apparent
Consumption,

INV/KLH/290612

Sektor
Kategori
Kode Kategori
Lembar

Pengadaan dan Penggunaan Energi


Kegiatan Pembakaran Bahan Bakar
1A.1 Industri Penghasil Energi
1 dari 3 (CO2 dari sumber energi - Reference Approach)
step 1
A
B
C
D
Production
Imports
Exports
International
Bunkers

Waste Oils
Other Fossil Fuels Total, MMBOE
Peat
Total
a If anthracite is not separately available, include with Other Bituminous Coal.

135

E
Stock
Change

F
Apparent
Consumption

Apparent
Consumption,

INV/KLH/290612

Sektor
Kategori
Kode Kategori
Lembar

Fuel Types
Liquid
Fossil

Primary
Fuels

Secondary
Fuels

Pengadaan dan Penggunaan Energi


Kegiatan Pembakaran Bahan Bakar
1A.1 Industri Penghasil Energi
2 dari 3 (CO2 dari sumber energi - Reference Approach)
STEP 2
G(a)
H
I
Conversion
Apparent
Factor
Consumption
Carbon Content
(TJ/KTon)
(TJ)
(t C/TJ)
H=F*G

Crude Oil
Orimulsion
Natural Gas Liquids
Gasoline
Jet Kerosene
Other Kerosene
Shale Oil
Gas / Diesel Oil
Residual Fuel Oil
LPG
Ethane
Naphtha
Bitumen
Lubricants
Petroleum Coke
Refinery Feedstocks
Other Oil

136

step3
J
Total Carbon
(Gg C)
J=H*I/1000

INV/KLH/290612

Sektor
Kategori
Kode Kategori
Lembar

Fuel Types
Liquid Fossil Total
Solid
Primary
Fossil
Fuels

Secondary
Fuels

Pengadaan dan Penggunaan Energi


Kegiatan Pembakaran Bahan Bakar
1A.1 Industri Penghasil Energi
2 dari 3 (CO2 dari sumber energi - Reference Approach)
STEP 2
G(a)
H
I
Conversion
Apparent
Factor
Consumption
Carbon Content
(TJ/KTon)
(TJ)
(t C/TJ)
H=F*G
-

Anthracite
Coking Coal
Other Bit. Coal(b)
Sub-bit. Coal
Lignite
Oil Shale
BKB & Patent Fuel
Coke Oven/Gas Coke
Coal Tar

Solid Fossil Total


Gaseous Fossil
Natural Gas (Dry)
Other
Municipal Wastes (non-bio. fraction)
Industrial Wastes
Waste Oils
Other Fossil Fuels Total, MMBOE

Peat

137

step3
J
Total Carbon
(Gg C)
J=H*I/1000
59,293.44

INV/KLH/290612

Sektor
Kategori
Kode Kategori
Lembar

Fuel Types

Pengadaan dan Penggunaan Energi


Kegiatan Pembakaran Bahan Bakar
1A.1 Industri Penghasil Energi
2 dari 3 (CO2 dari sumber energi - Reference Approach)
STEP 2
G(a)
H
I
Conversion
Apparent
Factor
Consumption
Carbon Content
(TJ/KTon)
(TJ)
(t C/TJ)
H=F*G

Total
a Please specify units.
b

If anthracite is not separately available, include with Other Bituminous Coal.

138

step3
J
Total Carbon
(Gg C)
J=H*I/1000

INV/KLH/290612

Sektor
Kategori
Kode Kategori
Lembar

Pengadaan dan Penggunaan Energi


Kegiatan Pembakaran Bahan Bakar
1A.1 Industri Penghasil Energi
2 dari 3 (CO2 dari sumber energi - Reference Approach)
step 4
K

Excluded Carbon

Net Carbon
Emissions

Fraction of Carbon
Oxidised

Actual CO2 Emissions

(Gg C)

(Gg C)

(Gg CO2)

L=J-K

N=L*M*44/12

Fuel Types
Liquid
Fossil

Primary Fuels

step 5

Crude Oil
Orimulsion
Natural Gas Liquids

Secondary Fuels

Gasoline
Jet Kerosene
Other Kerosene
Shale Oil
Gas / Diesel Oil
Residual Fuel Oil
LPG
Ethane
Naphtha
Bitumen
Lubricants
Petroleum Coke
Refinery Feedstocks
Other Oil

Liquid Fossil Total


Solid Fossil

Primary Fuels

Anthracite

139

INV/KLH/290612

Sektor
Kategori
Kode Kategori
Lembar

Pengadaan dan Penggunaan Energi


Kegiatan Pembakaran Bahan Bakar
1A.1 Industri Penghasil Energi
2 dari 3 (CO2 dari sumber energi - Reference Approach)
step 4

step 5

Excluded Carbon

Net Carbon
Emissions

Fraction of Carbon
Oxidised

Actual CO2 Emissions

(Gg C)

(Gg C)

Coking Coal

(Gg CO2)
-

Other Bit. Coal(a)


Sub-bit. Coal
Lignite
Oil Shale
Secondary Fuels

BKB & Patent Fuel


Coke Oven/Gas Coke
Coal Tar

Solid
Fossil
Total
Gaseous Fossil

Natural Gas (Dry)

Other

Municipal Wastes (non-bio- fraction)


Industrial Wastes
Waste Oils

Other Fossil Fuels Total


Peat
Total
aIf

anthracite is not separately available, include with Other Bituminous Coal.

Sektor
Kategori

Pengadaan dan Penggunaan Energi


Reference Approach (Auxiliary Worksheet 1-1: Estimating Excluded Carbon)

140

INV/KLH/290612

Kode Kategori
Lembar

1A
1 dari 1 Auxiliary Worksheet 1-1: Estimating Excluded Carbon
A
Estimated Fuel
Quantities

B
Conversion Factor

C
Estimated Fuel Quantities

D
Carbon Content

E
Excluded Carbon

(Gg)

(TJ/Gg)

(TJ)

(t C/TJ)

(Gg C)

Fuel Types

C=A*B

LPG(a)
Ethane(a)
Naphtha(a)
Refinery Gas(a) (b)
Gas/Diesel Oil(a)
Other Kerosene(a)
Bitumen(c)
Lubricants(c)
Paraffin Waxes(b) (c)
White Spirit(b) (c)
Petroleum Coke(c)
Coke Oven Coke(d)
Coal Tar (light oils from
coal)(e)
Coal Tar (coal
tar/pitch)(f)
Natural Gas(g)
Other fuels(h)
Other fuels(h)

141

E=C*D/1000

INV/KLH/290612

Sektor
Kategori
Kode Kategori
Lembar

Pengadaan dan Penggunaan Energi


Kegiatan Pembakaran Bahan Bakar
1A.1 Industri Penghasil Energi
2 dari 3 (CO2 dari sumber energi - Reference Approach)
step 4

step 5

Excluded Carbon

Net Carbon
Emissions

Fraction of Carbon
Oxidised

Actual CO2 Emissions

(Gg C)

(Gg C)

Other fuels(h)
Note: Deliveries refers to the total amount of fuel delivered and is not the same thing as apparent consumption (where the production of secondary fuels is excluded).
a Enter

the amount of fuel delivered to petrochemical feedstocks.

b Refinery
c Total

gas, paraffin waxes and white spirit are included in other oil.

deliveries.

d Deliveries to the

iron and steel and non-ferrous metals industries.

Deliveries to chemical industry.

Deliveries to chemical industry and construction.

g Deliveries to petrochemical
h Use

feedstocks and blast furnaces.

the Other fuels rows to enter any other products in which carbon may be stored. These should correspond to the products shown in Table 1-1.

Sektor

Pengadaan dan Penggunaan Energi

142

(Gg CO2)

INV/KLH/290612

Kategori
Kode
Kategori
Lembar

(Auxiliary Worksheet 1-1: Pendugaan Emisi dari Biomasa)

1 dari 1 Auxiliary Worksheet 1-1: Pendugaan Emisi dari Biomasa


step 1
STEP 2
A
B
C
D
E
F
G(a)
H

Produ
ction

Biomass
(charcoal)

54345.
3423

Imp
orts

Export
s

Inter
natio
nal
Bunk
ers

Stock
Chang
e

App
aren
t
Cons
ump
tion
F=A
+BC-DE
54,3
45.3
4

Appare
nt
Consu
mption
,

Conve
rsion
Appare
Factor nt
Consu
mption

F,
Kton

(TJ/K
Ton)

(TJ)

54,345.
34

29.5

1,603,1
87.60

143

step 3
I
J

step 4
K
L

Car
bon
Cont
ent

Total
Carb
on

Excl
uded
Carb
on

Net
Carbo
n
Emissi
ons

(t
C/TJ
)

(Gg
C)

(Gg
C)

(Gg C)

30.5

4889
7.22

48897.
2217

step 5
M
Actual
CO2
Emissio
ns
Frac
(Gg
tion CO2)
of
Carb
on
Oxid
ised
N=L*M*
44/12

0.99

177,496.
91