Anda di halaman 1dari 21

PENYAKIT INFEKSI YANG DI SEBABKAN OLEH PARASIT

1. Penyakit Cacing
A. Askariasis
Definisi
Askariasis adalah penyakit yang di sebabkan oleh cacing
cacing gelang atau yang paling besar prevalensinya di antara
penyakit cacing lainnya. Penyakit ini di perkirakan menginfeksi
lebih dari 1 milliar orang. Tingginya prealensi ni karena
banyaknya telur di sertai dengan daya tahan telur yang
mengandung larva cacing pada keadaan tanah yang kondusif.
Etiologi
Ascaris lumbricoides adalah cacing yang berwarna merah dan
berbentuk silinder dengan ukuran cacing jantan 15-20cm x
3mm dan betina 25-30m x 4mm. Cacing betina mampu
bertahan hidup selama 1-2 tahun dengan memproduksi 26juta
telur sekitar 200.000 telur perhari. Ukuran telur 40-60m dan
di lapisi pelapis tebal sebagai pelindung terhadap situasi
lingkungan yang tidak sesuai dengan telur dan dapat hidup
dalam tanah sampai berbulan-bulan bahkan sampai 2 tahun.
infeksi cacing betina dalam usus akan menghasilkan telur
infertil.
Daur hidup
Telur yang di keluarkan oleh cacing melalui tinja pada
lingkungan yang sesuai dan berkembang menjadi embrio dan
menjadi larva yang infektif di dalam telur. Apabila telur itu
tertelan oleh manusia maka di dalam usus telur akan menetas
menjadi larva, keluar dan menembus dinding usus halus
menjadi ke sistem peredaran darah. Larva akan menuju ke
paru, trakea, faring dan tertelan masuk ke dalam eosofagus

hingga sampai ke usus halus. Larva menjadi dewasa di usus


halus. Pejalanan siklus hidup cacing berlangsung selama 6070hari.

Gambar 1.1 daur hidup Ascaris Lumbricoides ( Widoyono, 2011 )

Manifestasi klinik
a. Larva
Larva yang bermigrasi menyebabkan batuk, demam,
eosinofilia, dan gambaran infiltrat pada foto thorak yang
menghilang dalam 3 minggu, di sebut sindrom loeffler.
b. Cacing dewasa

Cacing dewasa meyebabkan mual, penurunan nafsu makan,


diare atau konstipasi, malnutrisi pada anak dan pada
keadaan berat dapat menimbulkan malabsorpsi serta
obstruksi usus apabila menggumpal. Penyumbatan lumen
usus karena banyaknya cacing, cacing berjalan ke jaringan
hati sampai muntah cacing yang bisa menyumbat saluran
nafas.
Diagnosis
Diagnosis di tegakkan bila di temukannya telur A.lumbricoides
dalam tinja atau keluarnya cacing dewasa lewat muntah, batuk
ataupun tinja.
Pengobatan
a. Pirantel pamoat, dosis tunggal 10mg/kgBB
b. Mebenzadol 100mg, 2 kali sekali selama 3 hari
c. Albendazol (anak >2tahun) 400mg 2 tablet dosis tunggal
B. Enterobiasis
Definisi
Infeksi cacing kremi (enteribiasis) lebih merupakan implikasi
sosial bagi anak dan keluarganya daripada masalah medis,
karena secara klinis infeksi ini tidak berbahaya.
Etiologi
Enterobius vermicularis atau oxyuri vermicularis adalah cacing
kecil (1cm) berwarna putih. Dalam sekali bereproduksi cacing
dapat menghasilkan 11.000 butir telur. Telur berbentuk
asimetris, eclips pada satu sisi dan datar pada sisi lainnya
dengan ukuran telur 30-60m. Setelah mengalami proses
pematangan, larva dapat bertahan hidup dalam telur sampai
20hari.

Daur hidup
Cacing dewasa betina biasanya akan bermigrasi pada malam
hari ke daerah sekitar anus untuk bertelur. Telur akan terdeposit
di sekitar area ini. Hal in akan menyebabkan rasa gatal di
sekitar anus (pruritus ani noktural). Apabila di garuk maka
penularan dapat terjadi dari kuku jari tangan ke mulut (selfinfection atau infeki dari diri sendiri). Metode penularan
lainnya adalah dari orang ke orang melalui pakaian. Penularan
dapat terjadi dalam lingkungan yang terkontaminasi cacing
kremi misalnya melalui debu rumah. Telur menetas di usus
halus selanjutnya akan bermigrasi ke daerah sekitar anus
(sekum atau caecum) dan larva akan tinggal hingga dewasa.
Bia sifat infeksinya adalah retnoinfeksi dari anus maka telur
akan menetas di sekitar anus selanjutnya larva akan berigrasi
ke kolon asenden, sekum, apendiks dan berkembang sampai
dewasa. Satu penelitian pada anak melaporkan bahwa ada 33%
anak yang memiliki telur cacing pada kuku jarinya.

Manifestasi klinik
Sensasi gatal di skitar anus adalah gejala yang khas pada
infeksi ini. Gejala biasanya di ikuti dengan gangguan kurang
tidur. Penurunan nafsu makan, anoreksia, badan kurus. Cacing
dewasa menyebabkan nyeri perut, mual, muntah dan diare.
Diagnosis
Diagnosis di tegakkan bila di temukannya tekur pada apusan
perinial atau dalam tinja. Apusan perineal di lakukan dengan
menempelkan plester sepanjang 2cm di sekitar anus pada pagi
hari sebelum buang air besar atau sebelum anus di bersihkan.
Setelah di lakukan pemeriksaan mikroskopik.
Pengobatan

a.
b.
c.
d.

Mebenzadol dosis tunggal 100mg


Garam piperazin
Tiabenzadol
Pirvinium pamoat

2. Filariasis
Definisi
Filariasis adalah penyakit yang di sebabkan oleh infeksi
nematoda yang tersebar di indonesia. Filariasis sering di sebut
dengan penyakit kaki gajah. Yang di sebabkan ole tiga spesies
cacing yaitu wucheria bancrofti, Brugia malayi dan brugia
timori yang di tularkan melalui nyamuk ke manusia.
Etiologi
1. W. Brancofti
Perioditas keberadaan

mikrofilia

dalam

darah

tepi

bergantung spesies. W.brancoftri di temukan pada malam


hari dan di tularkan melalui nyamuk culex quinquefasciatus
di daerah perkotaan dan nyamuk anopheles di daerah
pedesaan. Pertumbuhan dalam tubuh nyamuk sekitar 2
minggu pada manusia bisa hingga 5 minggu.
Mikrofilia yang terhisap nyamuk akan masuk lambung,
melepaskan

kulit

dan

menembus

dinsingnya

untuk

bersarang pada otot thoraks. Cacing dewasa memproduksi


ikrofili yang kemudian meninggalkan cacing induk dan
menembus dinding pembuluh limfe menuju ke pembuluh
darah terdekat.
2. B. Malayi dan B. Timori
Mikrofilia B.malayi memiliki periodisitas noktural dan
nonperiodik sedangkan B. Timori bersifat noktural.
B.malayi di tularkan melalui nyamuk anopheles barbitostris
sedangkan yang hidup pada manusia dan hewan di tularkan
oleh nyamuk mansoni. B. Timori di tularkan oleh nyamuk
anopheles barbirostris. Daur hidup parasit sekitar 10 hari

dan

dalam

tubuh

manusia

sekitar

bulan.

Fase

perembangan serupa degan W. Brancofti.


Daur hidup
Siklus hidup W. Bancrofti dan B.malayi di mulai dari saat
filaria betina dewasa dalam pembuluh limfe manusia
memproduksi sekitar 50.000 mikrofilia perhari ke dalam darah.
Nyamuk kemudian menghisap mikrovilia pada saat mengigit
manusia, selanjutnya larva tersebut akan berkembang di dalam
tubuh nyamuk dan ketika nyamuk mengigit manusia larva
infektifakan masuk ke dalam tubuh manusia. Larva akan
bermigrasi ke saluran linfe dan berkembang menjadi bentuk
dewasa. Mikrovilia dapat di temukan di dalam darah tepi stelah
6 bulan-1tahun setelah terinfeksi dan bia bertahan 5-10tahun.
vektor utama filaria adalah anopheles, culex, mansonia dan
aedes.

Manifestasi klinik
Manifestai klinis secara umum di bagi menjadi 3 stadium,
antara lain :

1. Stadium tanpa gejala


Pada derah endemis di temukan hanya pembesaran kelenjar
limfe terutama di ingunal sedangkan pada pemeriksaan
darah di temukan mikrofilari dalam jumlah besar di sertai
eosinofillia.
2. Stadium peradangan (akut)
Limfangitis, inflamasi eosinofilia akut, demam, menggigil,
sakit kepala, muntah dan kelemahan tubuh. Stadium ini
berlangsung dari beberapa hari hingga minggu dan
terutama menyerang saluran limfe tungkai, ketiak dan alat
kelamin. Adanya

tropical

pulmonary akibat

respon

imunologik berlebih degan gejala mirip asma dan adanya


spenomegali dan hepatomegali.
Diagnosis
1. Anamnesis
a. Riwayat berpergian ke daerah endemis
2. Pemeriksaan fisik
a. Pembengkakan unilateral (elefantiasis) pada laki-laki,
lengan skrotum, vulva atau payudara
b. Hidrokel, kiluria apabila berkemih
c. Adanya tropical pulmonary eosinophilia: mengi, rhonki
hampir di seluruh lapang paru.
Pengobatan
1. Dietilkarbamazin (DEC)
2. Ivermectin (Mectizan)
3. Albendazol 400mg dosis tunggal

3. Malaria
Definisi
adalah penyakit menular yang dapat ditularkan oleh nyamuk
bernama

Anopheles.

Nyamuk

ini

membawa

parasit

plasmodium dan menggigit orang sekaligus menyebarkannya


melalui

peredaran

darah.

Malaria

merupakan

penyakit

berbahaya

yang

dapat

menyebabkan

kematian.

Dari

pernyataan yang saya kutip dari Wikipedia, berdsarkan data di


dunia, penyakit malaria membunuh anak setiap 30 detik.
Sekitar 300-500 juta orang terinfeksi dan sekitar 1 juta orang
meninggal karena penyakit ini setiap tahunnya. 90% kematian
terjadi di Afrika, terutama pada anak-anak. Nyamuk yang
menyebarkan parasit ini yaitu nyamuk betina yang sebelumnya
sudah terinfeksi oleh plasmodium. Selain melalui nyamuk,
penyakit malaria juga dapat menyebar melalui beberapa hal
seperti transfusi darah, transplantasi organ, jarum suntuk yang
sudah terkontaminasi. Ibu hamil juga dapat menularkan
penyakit ini kepada bayinya.

Etiologi
Penyakit malaria disebabkan oleh parasit yang merupakan
golongan plasmodium. Media utama yang menjadi penyebar
penyakit ini yaitu nyamuk Anopheles betina. Nyamuk ini
terinfeksi oleh parasit plasmodium dari gigitan yang dilakukan
terhadap seseorang yang sudah terinfeksi parasit tersebut.
Nyamuk tersebut akan terinfeksi selama satu mingguan hingga
waktu makan selajutnya. Pada saat makan, maka nyamuk ini
menggigit

orang

lain

sekaligus

menyuntikkan

parasit

plasmodium ke dalam darah orang tersebut sehingga orang


tersebut

akan

terinsfeksi

malaria.

Ada 4 jenis plasmodium yang dapat menginfeksi manusia,


diantaranya yaitu:
1.

Plasmodium ovale

2.

Plasmodium malariae

3.

Plasmodium falciparum

4.

Plasmodium vivax

Daur hidup
Dalam siklus hidupnya plasmodium peneyebab malaria
mempunyai dua hospes yaitu pada manusia dan nyamuk. Siklus
aseksual

plasmodium

disebut skizogoni dan

yang
siklus

berlangsung
seksual

pada

manusia

plasmodium

yang

membentuk sporozoit didalam nyamuk disebut sporogoni.


1)

Nyamuk Anopheles betina

sporozoit Plasmodium sp.

yang

menggigit

mengandung
manusia,

dan

meninggalkan sporozoit di dalam jaringan darah manusia.


2) Melalui aliran darah, sporozoit masuk ke jaringan hati
(liver). Sporozoit bereproduksi secara aseksual (pembelahan
biner) berkali-kali, dan tumbuh menjadi merozoit.
3) Merozoit menggunakan kompleks apeks (ujung sel) untuk
menembus sel darah merah (eritrosit) penderita.
4) Merozoit tumbuh dan bereproduksi aseksual (pembelahan
biner) secara berulang-ulang sehingga terdapat banyak
merozoit baru. Merozoit baru ini disebut juga tropozoit.
Tropozoit keluar setelah memecah sel darah merah dan
menginfeksi sel darah merah lainnya, secara berulang-ulang
dengan interval 48 72 jam (tergantung pada spesiesnya).
Akibatnya penderita mengalami demam dan menggigil secara
periodik.
5) Di dalam jaringan darah, beberapa merozoit membelah dan
membentuk gametosit jantan (mikrogametosit) dan gametosit
betina (makrogametosit).
6) Bila nyamuk Anopheles betina lainnya menggigit dan
mengisap darah penderita, maka mikrogametosit maupun

makrogametosit berpindah dan masuk ke dalam saluran


pencernaan nyamuk.
7) Di dalam saluran pencernaan nyamuk, mikrogametosit
tumbuh menjadi mikrogamet, dan makrogametosit tumbuh
menjadi makrogamet.
8) Mikrogamet
sehingga

dan makrogamet

terbentuk

zigot

mengalami

diploid

(2n)

fertilisasi

yang

disebut

juga ookinet. Peristiwa ini merupakan reproduksi secara


seksual.
9)

Ookinet

masuk

ke

membentuk oosista yang

dalam

dinding

berdinding

usus

nyamuk

tebal.

Di

dalam oosista berkembang ribuan sporozoit.


10) Sporozoit keluar dari dinding usus dan berpindah ke
kelenjar ludah nyamuk. Sporozoit akan mengalami siklus yang
sama saat nyamuk menginfeksi orang sehat lainnya.
Siklus Hidup Plasmodium, Siklus aseksual
Sporozoit infeksius dari kelenjar ludah nyamuk anopheles
betina dimasukkan kedalam darah manusia melalui tusukan
nyamuk tersebut. Dalam waktu tiga puluh menit jasad tersebut
memasuki

sel-sel

parenkim

hati

dan

dimulai

stadium eksoeritrositik dari pada daur hidupnya. Didalam sel


hati

parasit

tumbuh

menjadi skizon dan

menjadi merozoit (10.000-30.000 merozoit,

berkembang
tergantung

spesiesnya) . Sel hati yang mengandung parasit pecah


dan merozoit keluar dengan bebas, sebagian di fagosit. Oleh
karena prosesnya terjadi sebelum memasuki eritrosit maka
disebut

stadium

preeritrositik atau eksoeritrositik yang

berlangsung selama 2 minggu. Pada P. Vivax dan Ovale,


sebagian tropozoit hati tidak langsung berkembang menjadi
skizon, tetapi ada yang menjadi bentuk dorman yang
disebut hipnozoit. Hipnozoit dapat tinggal didalam hati sampai

bertahun-tahun. Pada suatu saat bila imunitas tubuh menurun,


akan

menjadi

aktif

sehingga

dapat

menimbulkan relaps (kekambuhan).


Siklus eritrositik dimulai saat merozoit memasuki sel-sel darah
merah. Parasit tampak sebagai kromatin kecil, dikelilingi oleh
sitoplasma yang membesar, bentuk tidak teratur dan mulai
membentuk tropozoit,

tropozoit

berkembang

menjadi skizon muda,

kemudian

berkembang

menjadi skizon matang

dan

membelah

banyak

menjadi merozoit. Dengan selesainya pembelahan tersebut sel


darah merah pecah dan merozoit, pigmen dan sisa sel keluar
dan memasuki plasma darah. Parasit memasuki sel darah
merah

lainnya

untuk

mengulangi

siklus skizogoni. Beberapa merozoit memasuki

eritrosit

dan

membentuk skizon dan lainnya membentuk gametosit yaitu


bentuk seksual (gametosit jantan dan betina) setelah melalui 23 siklus skizogoni darah.
Siklus Hidup Plasmodium, Siklus seksual
Terjadi dalam tubuh nyamuk apabila nyamuk anopheles betina
menghisap darah yang mengandung gametosit. Gametosit yang
bersama

darah

tidak

dicerna.

Pada makrogamet (jantan)

kromatin membagi menjadi 6-8 inti yang bergerak kepinggir


parasit. Dipinggir ini beberapa filamen dibentuk seperti
cambuk dan bergerak aktif disebut mikrogamet. Pembuahan
terjadi karena masuknya mikrogamet kedalam makrogamet
untuk membentuk zigot. Zigot berubah bentuk seperti cacing
pendek disebut ookinet yang dapat menembus lapisan epitel
dan

membran

basal

ini ookinet membesar


Didalam ookistadibentuk

dinding

lambung.

dan

disebut

Ditempat
ookista.

ribuan sporozoit dan

beberapa sporozoit menembus kelenjar nyamuk dan bila


nyamuk menggigit/ menusuk manusia maka sporozoit masuk
kedalam darah dan mulailah siklus pre eritrositik.

Manifestasi klinis
Gejala malaria dapat dibagi menjadi 2 bagian ditinjau dari
berat-ringannya.
A.

Gejala

Gejalanya

Penyakit

Malaria

yaitu
Ringan

sebagai
(Malaria

berikut.
tanpa

Komplikasi)
Pada penderita penyakit malaria, umumnya mengalami demam
dan menggigil, sakit kepala, mual-mual, muntah, diare, terasa
nyeri pada otot, pegal-pegal. Pada gejala malaria ringan, dapat
dibagi
1.

menjadi

stadium
Stadium

yaitu

sebagai

berikut.
dingin

Pada stadium dingin penderita merasakan dingin dan

menggigil yang luarbiasa, denyut nadi terasa semakin cepat


namun lemah, bibir dan jari terlihat kebiruan, kulit kering,
muntah-muntah yang terjadi kurang lebih 15 menit hingga 1
jam.
2.

Stadium

demam

Pada stadium ini penderita merasakan panas, muka merah,


kulit kering, muntah dan kepala rasanya sangat sakit. Suhu
tubuh biasanya mencapai 40 derajat celcius atau lebih. Kadang
penderita mengalami kejang-kejang. Gejala ini berlangsung
biasanya

3.

hingga

jam

Stadium

lebih.
berkeringat

Stadium berkeringat yaitu pengidap penyakit malaria ini selalu


berkeringat,

suhu

tubuh

dibawah

rata-rata

sehingga

menyebabkan suhu tubuh menjadi dingin. Karena sering


berkeringat, biasanya sering merasakan haus dan kondisi tubuh
sangat

lemah.

B. Gejala Penyakit Malaria Berat (Malaria dengan Komplikasi)


Penderita yang masuk dalam criteria ini biasanya sangat lemah
sekali. Malaria berat dapat diketahui dengan melakukan
pemeriksaan laboratorium sendian darah tepi dan penderita
juga

memiliki

komplikasi

sebagai

Tidak sadarkan diri kadang hingga koma

Sering mengigau

Bicara yang salah-salah (tidak terkontrol)

Kejang-kejang

berikut

ini.

Suhu tubuh sangat tinggi

Dehidrasi

Nafas cepat, sesak nafas

Diagnosis
Anamnesis
1. Trias malaria ( demam, menggigil, keringat dingin), sakit
kepala, mual muntah, diare dan nyeri otot
2. Riwayat berpergian atau tinggal di daerah endemis malaria
3. Riwayat sakit malaria atau minum obat malaria, riwayat
tranfusi.
4. Tanda-tanda malaria berat : dapt di temukan gangguan
kesadaran, lemah, kejang, tubuh kuning, perdarahan, sesak
napas, oliguria/anuria, air seni gelap (black water fever)
Pemeriksaan fisik
1. Demam, konjungtiva pucat, skelera ikterik, splenomegali,
hepatomegali
2. Pada malaria berat di temukan suhu rektal >40C, nadi
cepat dan lemah, tekanan darah pada orang dewasa sistolik
>70 mmHg dan pada anak-anak sistolik >50 mmHg.
Takipnea, penurunan kesadaran, tanda dehidrasi, tanda
anemia berat, tanda ikterik, ronki pada paru, hepatomegali,
splenomegali, gagal ginjal dengan oligura hingga anuria
dan gangguan neurologis.
Pengobatan
Obat anti malaria dapat digunakan untuk mencegah dan
mengobati malaria. Malaria adalah penyakit yang sangat

serius, dan penyakit ini terdapat di beberapa negara. Jadi jika


Anda bepergian ke daerah yang terdapat penyakit malaria,
maka sangat penting mempertimbangkan untuk minum obat
sebelum Anda bepergian, ketika Anda berada di daerah tujuan,
dan setelah Anda pulang ke rumah untuk mengurangi risiko
infeksi. Obat yang Anda minum tergantung dari:

Parasit malaria yang ada di negara atau daerah tujuan Anda.

Resistensi parasit malaria terhadap obat-obatan tertentu di


daerah/negara tujuan Anda.

Kondisi kesehatan Anda (misalnya: apakah Anda sedang


hamil, orang lanjut usia atau sangat muda, sedang sakit atau
tidak, atau memiliki kekebalan/resistensi terhadap malaria).
Hal yang penting adalah mengetahui jenis spesies parasit
malaria yang ada di negara/daerah tujuan. Hal ini karena
komplikasi serius dapat berkembang dengan cepat pada orang
yang terinfeksi Plasmodium (P. )falciparum. Pengobatan yang
diberikan didasarkan pada:

Jenis

spesies

parasit

malaria.

Jika

terinfeksi

dengan P. falciparum, komplikasi yang mengancam jiwa dapat


berkembang dengan cepat. Sedangkan infeksi yang disebabkan
oleh tiga spesies malaria yang lain, umumnya jarang
mengancam jiwa.

Kepadatan parasit. Jika persentase sel darah merah yang


terinfeksi (kepadatan parasit) di atas 5 %, pengobatan mungkin
dilakukan dengan cara diberikan langsung ke pembuluh darah
(intravena atau IV) daripada cara oral.

Kondisi kesehatan Anda. Risiko Anda mengalami komplikasi


tinggi jika sedang hamil, orang lanjut usia, orang yang sangat
muda, atau memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah.
Obat-obatan yang berbeda dapat diresepkan untuk orang-orang
dalam kelompok ini.

Resistensi obat parasit di lokasi geografis dimana infeksi


malaria terjadi. Misalnya, parasit P.falciparum yang resisten
terhadap obat chloroquine di banyak daerah.
Selama pengobatan malaria, dokter akan melakukan blood
smears setiap hari untuk melihat perkembangan infeksi.
Kebanyakan obat malaria diberikan secara oral. Tetapi Anda
mungkin diberikan secara intravena (IV) jika ada komplikasi
atau kondisi Anda bertambah parah. Jika tidak ada komplikasi,
demam Anda akan sembuh dalam 36-48 jam, dan sebagian
besar parasit akan hilang dari darah Anda dalam waktu 2 atau 3
hari.
Obat-obatan

yang

digunakan

dapat

berubah

seiring

berkembangnya resistensi parasit malaria dan pengembangan


obat-obat baru.
Dokter

atau

departemen

kesehatan

setempat

dapat

berkonsultasi dengan CDC untuk pedoman pengobatan khusus


negara tujuan perjalanan Anda. Obat-obat umum yang
digunakan untuk mencegah malaria antara lain:

Chloroquine. Chloroquine dapat digunakan untuk mencegah


infeksi P. falciparum dan P. vivax di daerah tujuan dimana
parasit

malaria

terhadap chloroquine.

belum

dikonfirmasi

resistensi

Mefloquine. Mefloquine dapat digunakan untuk mencegah


infeksi malaria, kecuali parasit malaria di daerah tujuan Anda
resisten terhadap mefloquine. Jangan minum mefloquine jika
Anda memiliki riwayat depresi atau penyakit jiwa lainnya,
kejang, atau jenis masalah irama jantung tertentu.

Doxycycline. Doxycycline dapat digunakan jika Anda tidak


dapat menggunakan mefloquine. Wanita yang sedang hamil
dan anak di bawah usia 9 tahun tidak boleh minum obat ini.

Primaquine. Primaquine digunakan


kekambuhan

dari

untuk

malaria P. vivax dan P.

mencegah

ovale.

Namun

sebelum minum primaquine, Anda harus diuji dulu untuk


defisiensi dehidrogenase glukosa-6-fosfat.

Malarone. Malarone adalah

kombinasi

dari

dua

obat

antimalaria (atovaquone dan proguanil).Malarone digunakan


untuk mencegah malaria yang disebabkan oleh P. falciparum.
Obat-obatan untuk Mengobati Infeksi Malaria

Chloroquine adalah obat paling efektif untuk mengobati


infeksi

malaria

yang

parasit P. ovale atau P. malariae.

disebabkan
Untuk

oleh
mencegah

kekambuhan infeksi yang disebabkan oleh kedua parasit ini,


terus minum chloroquine setelah Anda meninggalkan daerah
dimana terdapat parasit tersebut. Chloroquine dapat juga
digunakan

untuk

mengobati

infeksi P. falciparum dan P. vivax pada daerah yang belum


dikonfirmasi resisten terhadap chloroquine.

Coartem adalah kombinasi dari dua obat artemeter dan


lumefantrine. Obat ini digunakan untuk mengobati malaria
yang disebabkan oleh P. falciparum.

Obat-obatan untuk mengobati infeksi yang resisten terhadap


chloroquine
Ketika

infeksi

malaria

disebabkan

parasit P. falciparum atau P. vivax yang

oleh
resisten

terhadapchloroquine, maka pengobatan dapat menjadi lebih


sulit. Pengobatannya dilakukan dengan minum obat lain. Obatobat lain tersebut antara lain:

Malarone, yang merupakan kombinasi dari dua obat


antimalaria (atovaquone dan proguanil). Malarone digunakan
untuk

mengobati

malaria

yang

disebabkan

oleh

parasit P. falciparum yang resisten terhadap chloroquine.

Doxycycline,

untuk

infeksi

yang

disebabkan

oleh P. falciparum dan P. vivax di Thailand dan Kenya.

Quinine dengan antibiotik seperti doxycycline, tetracycline,


atau Clyndamycin untuk sebagian besar infeksi P. falciparum.
Obat ini tidak boleh digunakan di Asia Tenggara, di mana
efektivitas quinine menurun. Obat ini hanya agak efektif di
Thailand.

Coartem, yang merupakan kombinasi dari dua obat artemeter


dan lumefantrine. Coartemdigunakan untuk mengobati malaria
yang disebabkan oleh parasit P. falciparum yang resisten
terhadap chloroquine.
Antimalaria dapat diberikan secara intravena (IV) jika kita
tidak dapat minum obat secara oral. Pengobatan secara IV juga

digunakan

untuk

malaria

berat.

Dalam

situasi

ini, quinidine adalah obat yang biasanya digunakan di Amerika


serikat.
Obati anak secara rawat jalan dengan obat anti malaria lini
pertama, seperti yang direkomendasikan pada panduan
nasional. Terapi yang direkomendasikan WHO saat ini adalah
kombinasi artemisinin sebagai obat lini pertama (lihat rejimen
yang dapat digunakan di halaman berikut). Klorokuin dan
Sulfadoksin-pirimetamin tidak lagi menjadi obat anti malaria
lini

pertama

maupun kedua karena tingginya angka resistensi terhadap obat


ini di banyak negara untuk Malaria falsiparum.
Berikan pengobatan selama 3 hari dengan memberikan rejimen
yang dapat dipilih di bawah ini :

Artesunat ditambah amodiakuin. Tablet terpisah 50 mg


artesunat dan 153 mg amodiakuin basa (saat ini digunakan
dalam program nasional)

o Artesunat : 4 mg/kgBB/dosis tunggal selama 3 hari


o Amodiakuin : 10 mg-basa/kgBB/dosis tunggal selama 3 hari;

Dehidroartemisinin ditambah piperakuin (fixed dose


combination).

o Dosis dehidroartemisin: 2-4 mg/kgBB, dan piperakuin: 16-32


mg/kgBB/dosis tunggal. Obat kombinasi ini diberikan selama
tiga hari.

Artesunat ditambah sulfadoksin/pirimetamin (SP). Tablet


terpisah 50 mg artesunat dan 500 mg sulfadoksin/25 mg
pirimetamin:

o Artesunat : 4 mg/kgBB/dosis tunggal selama 3 hari


o SP : 25 mg (Sulfadoksin)/kgBB/dosis tunggal

Artemeter/lumefantrin. Tablet kombinasi yang mengandung


20 mg artemeter dan 120 mg lumefantrin:

o Artemeter : 3.2 mg/kgBB/hari, dibagi 2 dosis


o Lumefantrin : 20 mg/kgBB
o Tablet kombinasi ini dibagi dalam dua dosis dan diberikan
selama 3 hari.

Amodiakuin

ditambah

SP. Tablet

terpisah

153

mg

amodiakuin basa dan 500 mg sulfadoksin/25 mg pirimetamin


o Amodiakuin : 10 mg-basa/kgBB/dosis tunggal
o SP : 25 mg (Sulfadoksin)/kgBB/dosis tunggal
Untuk Malaria falsiparum khusus untuk anak usia > 1 tahun
tambahkan primakuin 0.75

mg-basa/kgBB/dosis

tunggal

selama 1 hari. Untuk vivax, ovale dan malariae tambahkan


primakuin basa 0.25 mg/kgBB/hari dosis tunggal selama 14
hari.

Widoyono, 2014, penyakit tropis edisi ke 2, erlangga, jakarta


Tanto, chirs. Dkk . 2014. Kapita selekta kedokteran. Media aesculapius FK-Ui
jakarta
Soedarto. 2009. Penyakit menular di indonesia. Cv sagung seto. Jakarta