Anda di halaman 1dari 19

BAB I

PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Desain penelitian merupakan bagian dari perencanaan penelitian yang
menunjukkan usaha peneliti dalam melihat apakah penelitian yang
direncanakan telah memiliki validitas internal dan validitas eksternal yang
komprehensif.
Pada penelitian kualitatif, bentuk desain penelitian dimungkinkan
bervariasi karena sesuai dengan bentuk alami penelitian kualitatif itu sendiri
yang mempunyai sifat emergent dimana phenomena muncul sesuai dengan
prinsip alami yaitu pehenomena apa adanya sesuai dengan yang dijumpai oleh
seorang peneliti dalam proses penelitian dilapangan.
Penelitian kualitatif dapat dipandang juga sebagai penelitian
partisipatif yang desain penelitiannya memiliki sifat fleksibel atau
dimungkinkan untuk diubah guna menyesuaikan dari rencana yang telah
dibuat, dengan gejala yang ada pada tempat penelitian yang sebenarnya. Oleh
karena seorang peneliti belum mengetahui tentang responden dan apa yang
akan ditanyakan kepada mereka, maka mereka diperbolehkan melakukan
perubahan.
Dalam penelitian kualitatif, bacaan yang luas dan up to date
merupakan syarat mutlak yang perlu dilakukan oleh seorang peneliti guna
mendalami teori yang relevan dengan permasalahan yang hendak dipecahkan.
B. Rumusan Masalah
1. Apa definisi penelitian kualitatif?

2. Bagaimana karakteristik penelitian kualitatif?


3. Apa-apa sajakah jenis penelitian kualitatif
4. Bagaimana desain penelitian kualitatif?
5. Bagaimana tahap-tahap penelitian kualitatif?
6. Bagaimana metode pengumpulan data penelitian kualitatif?
7. Bagaimanakah cara menganalisis data penelitian kualitatif?
C. Tujuan
1. Untuk mengetahui definisi penelitian kualitatif
2. Untuk mengetahui karakteristik penelitian kualitatif
3. Untuk mengetahui jenis penelitian kualitatif
4. Untuk mengetahui desain penelitian kualitatif
5. Untuk mengetahui tahap-tahap penelitian kualitatif
6. Untuk mengetahui metode pengumpulan data penelitian kualitatif
7. Untuk mengetahui cara menganalisis data penelitian kualitatif

BAB II
PEMBAHASAN
A. Definisi Penelitian Kualitatif
Penelitian kualitatif adalah suatu pendekatan yang sistematis dan
subjektif yang digunakan untuk menggambarkan pengalaman hidup dan
memberikan sebuah makna. Hasilnya adalah diharapkan akan dapat
memperoleh pemahaman fenomena tertentu dari perspektif partisipan yang
mengalami fenomena tertentu. Kerangka yang digunakan pada penelitian
kualitatif berbeda, karena ia tidak menguji hipotesis tetapi memberikan makna
pada suatu fenomen dan mengembangkan teori.
Tujuan utama penelitian kualitatif adalah untuk memahami fenomena
atau gejala sosial dengan cara memberikan pemaparan berupa penggambaran
yang jelas tentang fenomena atau gejala sosial tersebut dalam bentuk
rangkaian kata yang pada akhirnya akan menghasilkan sebuah teori.
B. Karakteristik Penelitian Kualitatif
Penelitian kualitatif mempunyai karakteristik adalah sebagai berikut:
1. Menggunakan pola berpikir induktif (empiris, rasional atau bottom-up)
Metode kualitatif sering digunakan untuk menghasilkan grounded theory,
yaitu teori yang timbul dari data bukan dari hipotesis seperti dalam
metoden kuantitatif. Atas dasar itu penelitian bersifat generating theory,
sehingga teori yang dihasilkan berupa teori substansi.
2. Perspektif partisipan sangat diutamakan dan dihargai tinggi. Minat peneliti
banyak tercurah pada bagaimana persepsi dan makna menurut sudut

pandang partisipan yang diteliti sehingga bias menemukan apa yang


disebut sebagai fakta fenomenologis.
3. Penelitian kualitatif tidak menggunakan rancangan penelitian yang baku.
Rancangan penelitian berkembang selama proses penelitian.
4. Tujuan penelitian kualitatif adalah untuk memahami, mencari makna
dibalik data, untuk menemukan kebenaran, baik kebenaran empiris
sensual, empiris logis.
5. Subyek yang diteliti, data yang dikumpulkan, sumber data yang
dibutuhkan, dan alat pengumpul data bisa berubah-ubah sesuai dengan
kebutuhan.
6. Pengumpulan data dilakukan atas dasar prinsip fenomenologis yaitu
dengan memahami secara mendalam gejala atau fenomena yang dihadapi.
7. Peneliti

berfungsi

pula

sebagai

alat

pengumpul

data

sehingga

keberadaannya tidak terpisahkan dengan apa yang diteliti.


8. Analisis data dapat dilakukan selama penelitian sedang dan telah
berlangsung.
9. Hasil penelitian berupa deskripsi dan interpretasi dalam konteks waktu
serta situasi tertentu.
10. Penelitian kualitatif disebut juga penelitian alamiah atau inquiri
naturalistik.
C. Jenis-jenis penelitian kualitatif
Ada 8 jenis penelitian kualitatif, yakni etnografi, studi kasus, dokumen atau
teks, observasi atau pengamatan alami, wawancara terpusat, fenomenologi,

grounded theory, studi sejarah. Berikut uraian ringkas tentang masing-masing


jenis penelitian itu.
1. Etnografi
Etnografi merupakan penelitian yang mendalam tentang perilaku yang
terjadi disebuah kelompok sosial atau budaya tertentu, tujuannya dapat
memahami budaya dipandang dari sisi pelaku budaya atau anggota
kelompok budaya tersebut. Data penelitian ini diperoleh dari observasi
dengan menggalian data yang mendalam sehingga membutuhkan waktu
yang lama. Pengumpulan data dilapangan dapat berupa wawancara,
observasi dengan anggota kelompok budaya. Peneliti secara aktual hidup
atau menjadi bagian dari setting budaya dalam tatanan untuk
mengumpulkan data. Tidak seperti jenis penelitian kualitatif yang lain
dimana lazimnya data dianalisis setelah selesai pengumpulan data
dilapangan. Data penelitian etnografi dianalisis dilapangan sesuai konteks
atau situasi yang terjadi pada saat data dikumpulkan. Pada awalnya
penelitian jenis penelitian jenis ini berkembang pesat pada disiplin
antropologi untuk penginvestigasian budaya melalui studi mendalam atas
rumpun-rumpun atau masyarakat budaya. Contoh: Sebuah etnografi klinik
aborsi.
2. Studi Kasus
Studi kasus merupakan penelitian mengenai manusia (dapat suatu
kelompok, organisasi maupun individu), peristiwa, latar secara mendalam,
tujuan dari penelitian ini mendapatkan gambaran yang mendalam tetang
suatu kasus yang sedang diteliti. Pengumpulan datanya diperoleh dari

wawancara, observasi, dan dokumentasi. Contohnya: Pembelajaran anak


usia dini.
3. Studi Dokumen atau teks
Studi dokumen atau teks merupakan kajian dari bahan dokumenter yang
tertulis bisa berupa buku teks, surat kabar, majalah, surat-surat, film,
catatan harian, naskah, artikel dan sejenisnya, bahan juga dapat berasal
dari pikiran seseorang yang tertuang di dalam buku atau naskah-naskah
yang terpublikasikan untuk dianalisis, diinterpretasikan, digali untuk
menentukan tingkat pencapaian pemahaman terhadap topik tertentu dari
sebuah bahan atau teks tersebut. Contoh-contoh: kajian kesehatan
reproduksi wanita.
4. Observasi/Pengamatan alami
Observasi/pengamatan alami merupakan penelitian dengan melakukan
pengamatan menyeluruh pada sebuah kondisi tertentu. Tujuan penelitian
ini untuk mengamati dan memahami perilaku kelompok orang maupun
individu pada keadaan tertentu. Penelitian jenis ini disahkan untuk
menggunakan kamera tersembunyi atau instrumen lain yang sama sekali
tidak diketahui oleh orang yang diamati (subyek yang diteliti). Contoh:
perilaku manula jika berada dalam komunitasnya
5. Wawancara terpusat
Penelitian ini merupakan proses umtuk memperoleh informasi dengan
cara tanya jawab secara tatap muka antara peneliti (sebagai pewawancara
dengan atau tidak menggunakan pedoman wawancara) dengan subyek
yang diteliti. Untuk mendapatkan informasi yang sesuai dengan harapan

peneliti, maka dibutuhkan waktu yang relatif lama dalam melakukan


proses wawancara yang sedetail-detailnya dan hal ini bisa berlangsung
secara berulang-ulang menjawab pertanyaan yang sudah didesain untuk
mengetahui respons subyek atas isu tertentu. Peneliti memberikan
kebebasan kepada subyek untuk menjawab pertayaan sesuai maksud
mereka. Pertanyaan yang diajukan bisa tidak terstruktur, terbuka, sangan
fleksiel, bahkan bisa berkembang sesuai dengan situasi yang sedang
terjadi. Berbeda dengan angket atau kuesioner dalam menjawabnya
pilihan jawaban sudah tersedia. Contoh: analisis persepsi siswa yang
memiliki ras atau asal usul yang berbeda yang ada disebuah sekolah.
6. Fenomenologi
Fenomenologi memiliki 3 konsep yaitu:
a. Konsep pertama adalah setiap gejala atau peristiwa apa saja yang
muncul yang terdiri dari rangkaian peristiwa yang melingkupinya.
Dengan kata lain peristiwa tersebut tidak pernah berdiri sendiri.
Fenomenologi juga tampak bukan merupakan fakta ataurealitas yang
sesungguhnya
b. Konsep kedua adalah merupakan akar-akar metode penelitian
kualitatif, mempunyai fokus pada data abstrak dan simbolik bertujuan
memahami gejala yang muncul sebagai sebuah kesatuan utuh.
c. Konsep ketiga adalah bahwa masalah itu disebabkan oleh sebuah
pandangan dari subjek. Karena itu, subjek yang berbeda karena
memiliki pengalaman yang berbeda akan memahami gejala yang sama
dengan pandangan yang berbeda. Melalui wawancara yang mendalam,

peneliti

berusaha

untuk

memahami

perilaku

orang

melalui

pandangannya. Contoh: pertanyaan penelitian fenomenologi adalah:


Contoh topik penelitian: makna nyeri bagi pasien kanker, makna hidup
dengan penyakit kronis.
7. Grounded theory
Jenis penelitian ini dimaksudkan untuk mengembangkan teori dari
fenomena sosial berdasarkan data yang diperoleh dari lapangan.
Pengalaman mendapatkan data dilapangan akan melahirkan pemahaman,
pertanyaan, dan hipotesis yang memandu peneliti untuk memusatkan
perhatian pada isu tertentu. Pertanyaan penelitian dipertajam setelah
peneliti melakukan pengumpulan data di lapangan. Dalam penelitian ini
teori dilahirkan dari data, bukan dari teori yang lain yang sudah ada
sebelumnya.

Contoh:

peran

kepemimpinan

perempuan

dalam

pengembangan Rumah sakit.


D. Desain Penelitian Kualitatif
Agar penelitian berjalan sesuai dengan yang diharapkan, maka perlu
direncanakan secara cermat dengan cara membuat desain penelitian terlebih
dahulu. Adapun desain penelitian adalah suatu rencana tentang bagaimana
mengumpulkan dan mengolah data agar penelitian yang diharapkan dapat
tercapai.
Penelitian kualitatif dapat dipandang sebagai penelitian yang
partisipatif, dimana desain penelitiannya fleksibel atau bisa dimungkinkan
untuk diubah guna menyesuaikan dari rencana yang telah dibuat dengan
gejala yang ada pada tempat penelitian yang sebenarnya walaupun desain

penelitian kualitatif dikatakan fleksibel, namun desai penelitian kualitatif pada


umumnya mengandung unsur-unsur penting seperti berikut:
1. Menentukan fokus penelitian
2. Menentukan paradigma penelitian yang sesuai dengan keadaan
lapangan, dianjurkan menggali landasan teori dari berbagai sumber
informasi dan kemudian membangun paradigma penelitian yang
sesuai dengan permasalahan yang dimaksud
3. Menentukan kesesuaian antara paradigma dengan teori yang
dikembangkan

sehingga

peneliti

tetap

yakin

terhadap

kebenarannya karena teori yang dibangun masih saling berkaitan


erat dengan paradigma yang dikembangkan.
4. Menentukan sumber data yang dapat digali dari masyarakat yang
diteliti. Unsur ini penting bagi peneliti bahwa prinsip berbasah
kaki dan berinteraksi dengan responden dapat dilaksaaka dengan
benar.
5. Menentukan tahap-tahap penelitian
6. Mengembangkan instrumen penelitian
7. Merencanakan pengumpulan data dan pencatatannya, termasuk
didalamnya garis besar teknik pengumpulan data yang dipilih agar
memperoleh data yang relevan dengan permasalahan yang hendak
dipecahkan.
8. Rencana analisis

data termasuk tindakan setelah peneliti

mengumpukan data dari para responden, melakukan rekleksi dan


menampilkannya untu menuju penyusunan teori. Analisis data

diantaraya mengkategorisasi data, mengelompokkan sesuai dengan


karakteristik ubahan (characterizing), menilai pengelompokan, dan
checking antara anggota peneliti.
9. Rencana mencapai tingkat kepercayaan dan kebenaran penelitian
yang didalamnya mencakup bagaimana peneliti melakukan
pengembalian data agar memperoleh data yang valid dan relieabel
dengan permasalahan yang hendak diteliti.
10. Merencanakan lokasi dan tempat penelitian. lokasi dimana
responden berada adalah tempat yang perlu diperhitungkan
sehingga peneliti akan memperoleh informasi dari tangan pertama
yaitu orang yang mempunyai informasi.
11. Menghormati etika penelitian termasuk perhatian peneliti untuk
selalu menghormati hak responden, tidak memaksa dan tidak
membahayakan posis responden.
12. Mempersiapkan laporan penulisan dan penyelesaian penelitian.
Komponen ini termasuk didalamnya usaha peneliti untuk
memperoleh laporan hasil penelitian yang didukung dengan bukti
pengambilan data, analisis data dan deseminasi melalui penulisan
jurnal maupun artikel yang relevan.
E. Menentukan Tahap-Tahap Penelitian Kualitatif
Dalam penelitian kualitatif terdapat tahap-tahap penelitian kualitatif yaitu:
1. Pra Lapangan
a. Menyusun rancangan
b. Memilih lapangan

c. Mengurus perjanjian
d. Menjajaki dan menilai keadaan
e. Memilih dan memanfaatkan informan
f. Menyiapkan instrumen
g. Persoalan etika dalam lapangan
2. Lapangan
a. Memahami dan memasuki lapangan
b. Pengumpulan data
3. Pengolahan Data
a. Reduksi data
b. Display data
c. Mengambil kesimpulan dan verifikasi
d. Kesimpula akhir
F. Metode Pengumpulan Data Penelitian Kualitatif
Metode pengumpulan data yang benar akan menghasilkan data yang memiliki
kredibilitas tinggi. Oleh karena itu, tahap pengumpulan data tidak boleh salah
dan harus dilakukan dengan cermat sesuai dengan prosedur dan cri-ciri
penelitian kualitatif. Jika salah dalam metode pengumpulan data akan
berakibat fatal, yakni berupa data yang tidak mempunyai kredibilitas,
sehingga hasil penelitiannya tidak bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya.
Hasil penelitian demikian sangat berbahaya, lebih-lebih jika dipakai sebagai
dasar pertimbangan untuk mengambil kebijakan publik. Di dalam metode
penelitian kualitatif ada beberapa metode dalam pengumpulan data kualitatif
yaitu:

1. Wawancara
Proses memperoleh penjelasan untuk mengumpulkan informasi
dengan menggunakan cara tanya jawab bisa sambil bertatap muka ataupun
tanpa tatap muka yaitu melalui media telekomunikasi antara pewawancara
dengan orang yang diwawancarai, dengan atau tanpa menggunakan
pedoman. Pada hakikatnya, wawancara merupakan kegiatan untuk
memperoleh informasi secara mendalam tentang sebuah isu atau tema
yang diangkat dalam penelitian. Atau merupakan proses pembuktian
terhadap informasi atau keterangan yang telah diperoleh lewat teknik yang
lain sebelumnya.
Agar wawancara efektif, maka terdapat beberapa tahapan yang harus
dilalui yaitu:
a. Mengenalkan diri
b. Menjelaskan maksud kedatangan
c. Menjelaskan materi wawancara
d. Mengajukan pertanyaan.
Dalam wawancara, terdapat 2 jenis yaitu:
a. Wawancara mendalam (in-depth interview), dimana peneliti
terlibat langsung secara mendalam dengan kehidupan subjek
yang diteliti dan tanya jawab yang dilakukan tanpa
menggunakan pedoman yang disiapkan sebelumnya serta
dilakukan berkali-kali
b. Wawancara terarah (guided interview), dimana peneliti
menanyakan kepada subjek yang diteliti berupa pertanyaan-

pertanyaan yang menggunakan pedoman yang disiapkan


sebelumnya. Pewawancara terikat dengan pertanyaan yang
telah disiapkan sebelumnya sehingga suasana menjadi kurang
santai
2. Observasi
Observasi merupakan suatu kegiatan mendapatkan informasi yang
diperlukan untuk menyajikan gambaran riil suatu peristiwa atau kejadian
untuk menjawab pertanyaan penelitian, untuk membantu mengerti
perilaku manusia, dan untuk evaluasi yaitu melakukan pengukuran
terhadap aspek tertentu melakukan umpan balik terhadap pengukuran
tersebut. Hasil observasi berupa aktivitas, kejadian, peristiwa, objek,
kondisi atau suasana tertentu.
Bungin (2007) mengemukakan beberapa bentuk observasi yaitu:
a. Observasi partisipasi (Participant observation) adalah metode
pengumpulan data yang digunakan untuk menghimpun data
penelitian melalui pengamatan dan penginderaan dimana
peneliti terlibat dalam keseharian informan
b. Observasi tidak terstruktur adalah pengamatan yang dilakukan
tanpa menggunakan pedoman observasi sehingga peneliti
mengembangkan pengamatannya berdasarkan perkembangan
yang terjadi di lapangan.
c. Observasi kelompok adalah pengamatan yang dilakukan oleh
sekelompok tim peneliti terhadap sebuah isu yang diangkat
menjadi objek penelitian

3. Studi Dokumen
Studi dokumen merupak metode pengumpulan data kualitatif sejumlah
besar fakta dan data tersimpan dalam bahan yang berbentuk dokumentasi.
Sebagian besar data berbentuk surat, catatan harian, arsip foto, hasil rapat,
cenderamata, jurnal kegiatan dan sebagainya. Bahan dokumenter terbagi
beberapa macam yaitu otobiografi, surat-surat pribadi, buku atau cacatan
harian, memorial, kliping, dokumen pemerintah atau swasta, data diserver
dan flashdisk, dan lain-lain. Data jenis ini mempunyai sifat utama tak
terbatas pada ruang dan waktu sehingga bisa dipakai untuk menggali
informasi yang terjadi di masa silam.
4. Diskusi kelompok terarah
Metode pengumpulan data ini lewat diskusi terpusat yaitu usaha
mengungkapkan makna sebuah masalah dari suatu diskusi kelompok yang
terpusat. Hal ini untuk menghindari pemaknaan yang salah hanya oleh
seorang peneliti. Untuk menghindari pemaknaan yang salah maka dibuat
kelompok diskusi. Dengan beberapa orang mengkaji sebuah masalah
diharapkan akan diperoleh hasil pemaknaan yang lebih objektif
dibandingkan pemaknaan menurut seorang individu yang menyebabkan
hasil pemaknaan tersebut subjektif.
G. Analisis Data Penelitian Kualitatif
Analisis data adalah sebuah kegiatan untuk mengatur, mengurutkan,
mengelompokkan, memberi kode atau tanda dan mengkategorikannya
sehingga diperoleh suatu temuan berdasarkan fokus atau masalah yang ingin
dijawab. Melalui serangkaian aktifitas tersebut, data kualitatif yang biasanya

berserakan dan bertumpuk-tumpuk bisa disederhanakan untuk akhirnya bisa


dipahami dengan mudah. Analisis data merupakan bagian sangat penting
dalam penelitian, analisis data kualitatif sangat sulit karena tidak ada pedoman
baku, tidak berproses secara linier dan tidak ada aturan-aturan yang sistematis.
Analisis data dilakukan selama pengumpulan data di lapangan dan
setelah semua data terkumpul dengan teknik analisis model interaktif: analisis
data berlangsung secara bersama-sama dengan proses pengumpulan data
dengan alur tahapan sebagai berikut:
1. Reduksi data
Data yang diperoleh ditulis dalam bentuk laporan atau data
yang terperinci. Laporan yang disusun berdasarkan data yang
diperoleh

direduksi,

dirangkum,

dipilih

hal-hal

yang

pokok,

difokuskan pada hal-hal yang penting. Data hasil mengikhtiarkan dan


memilah-milah berdasarkan satuan konsep, tema, dan kategori tertentu
akan memberikan gambaran yang lebih tajam tentang hasil
pengamatan juga mempermudah peneliti untuk mencari kembali data
sebagai tambahan atas data sebelumnya yang diperoleh jika
diperlukan.
2. Penyajian Data
Data

yang

diperoleh

dikategorisasikan

menurut

pokok

permasalahan dan dibuat dalam bentuk matriks sehingga memudahkan


peneliti untuk melihat pola-pola hubungan satu data dengan data
lainnya.
3. Penyimpulan dan verifikasi

Kegiatan penyimpulan merupakan langkah lebih lanjut dari


kegiatan reduksi dan penyajian data. Data yang sudah direduksi dan
disajikan secara sistematis akan disimpulkan sementara. Kesimpulan
yang diperoleh pada tahap awal biasanya kurang jelas, tetapi pada
tahap-tahap selanjutnya akan semakin tegas dan memiliki dasar yang
kuat. Kesimpulan sementara perlu diverifikasi. Teknik yang dapat
digunakan untuk memverifikasi adalah triangulasi sumber data dan
metode, diskusi teman sejawat dan pengecekan anggota
4. Kesimpulan Akhir
Kesimpulan akhir diperoleh berdasarkan kesimpulan sementara
yang telah diverifikasi. Kesimpulan final ini diharapkan dapat
diperoleh setelah pengumpulan data selesai.

BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Desain penelitian adalah suatu rencana tentang cara melakukan
penelitian itu. Karena itu desain penelitian hubungannya sangat erat sekali
dengan proses penelitiannya.
Penelitian kualitatif cenderung lebih sulit dibuat dibuat tahapan baku
karena terkait dengan karakteristik dari penelitian kualitatif, yaitu flaksibel
sehingga jalannya penelitian dapat berubah-ubah sesuai dengan situasi dan
kondisi yang ada.
Dalam penelitian kualitatif terdapat tahap-tahap penelitian kualitatif
yaitu:
1. Pra Lapangan
a. Menyusun rancangan
b. Memilih lapangan
c. Mengurus perjanjian
d. Menjajaki dan menilai keadaan
e. Memilih dan memanfaatkan informan
f. Menyiapkan instrumen
g. Persoalan etika dalam lapangan
2. Lapangan
a. Memahami dan memasuki lapangan
b. Pengumpulan data

3. Pengolahan Data
a. Reduksi data
b. Display data
c. Mengambil kesimpulan dan verifikasi
d. Kesimpulan akhir

DAFTAR PUSTAKA
Bungin, Burhan. 2010. Penelitian Kualitatif-Komunikasi, Ekonomi, Kebijakan
Publik, dan Ilmu Sosial Lainnya. Jakarta : Kencana
Siswanto, dkk. 2014. Metodologi Penelitian Kesehatan dan Kedokteran. Yogyakarta:
Bursa Ilmu
Sujarweni, V.Wiratna. 2014. Metodologi Penelitian Keperawatan. Yogyakarta : Gava
Medika
Suyanto. 2011. Metode dan Aplikasi Penelitian Keperawatan. Yogyakarta : Nuha
Medika