Anda di halaman 1dari 42

PASAR, NEGARA DAN KRISIS EKONOMI

MAKALAH
Disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah Ekonomi Publik
Dosen pengampu : Dr. Siswoyo Hari Santosa, S.E., M.Si

Oleh:
Juniardi Putra Hariyanto

140810101060

Muhammmad Yasin

140810101063

Prista Silvina

140810101088

Anna Erika Julietta Andriningtyas

140810101095

ILMU EKONOMI DAN STUDI PEMBANGUNAN


FAKULTAS EKONOMI
UNIVERSITAS JEMBER
2015

Kata Pengantar

Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas segala limpahan rahmat,
taufik dan hidayahNya sehingga makalah ini dapat terselesaikan meskipun
memiliki banyak kekurangan.
Dalam menyusun makalah ini, tidak sedikit hambatan yang dihadapi oleh
penulis. Namun penulis menyadari bahwa kelancaran tersebut dapat tercapai atas
bantuan, bimbingan dan motivasi dari orang tua sehingga makalah ini dapat dapat
terselesaikan. Selain itu, peranan seorang dosen juga berpengaruh dalam
menyelesaikan makalah ini. Berkat materi yang telah disampaikan oleh

Bapak

Dr. Siswoyo Hari Santosa, S.E., M.Si, selaku dosen pengajar mata kuliah
ekonomi publik, penulis dapat lebih mudah untuk menyelesaikan makalah ini.
Karena materi yang menjadi bahan pembelajaran berkaitan dengan pembuatan
makalah ini.
Makalah ini disusun agar pembaca mengetahui materi tentang pasar,
negara dan krisi ekonomi. Bukan hanya sekedar manfaat pada umumnya tetapi
bermanfaat bagi Indonesia dalam menyelesaikan masalah ekonomi.
Semoga makalah ini dapat dijadikan tamabahan wawasan kepada semua
pembaca khususnya mahasiswa Fakultas Ekonomi, Universitas Jember. Penulis
menyadari bahwa makalah ini masih memiliki banyak kesalahan sehingga kritik
dan saran dari pembaca sangat diharapkan guna mengevaluasi hasil makalah ini.

Jember, 4 September 2015

Penyusun

Daftar Isi
2

Kata Pengantar....................................................................................

Daftar Isi.............................................................................................

ii

BAB 1. PNDAHULUAN
1.1 Latar Belakang..............................................................................
1.2 Rumusan Masalah.........................................................................
1.3 Tujuan...........................................................................................
1.4 Manfaat.........................................................................................

1
2
2
2

BAB 2. PEMBAHASAN
2.1 Pasar Bersaing dan Pasar Gagal...................................................
2.2 Pemerintah dan Kepentingan Ekonomi........................................
2.3 Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara...................................
2.4 Penerimaan Negara.......................................................................
2.5 Pengeluaran Negara......................................................................
2.6 Pembiayaan APBN dengan Utang................................................
2.7 Siklus APBN.................................................................................
2.8 Kesejahteraan Publik dan Ketersediaan Barang Publik...............
2.9 Pasar dan Pemerintah yang Gagal................................................
2.10 Krisis Ekonomi...........................................................................
2.11 Ekonomi Publik di Indonesia Saat ini........................................

3
7
14
17
20
21
22
30
30
32
34

BAB 3. PENUTUP
3.1 Kesimpulan...................................................................................
3.1 Saran.............................................................................................

40
40

BAB 1. PENDAHULUAN

1.1

Latar Belakang
Manusia tidak pernah lepas dari kegiatan ekonomi. Kegiatan ekonomi

adalah suatu kegiatan dalam rangka memenuhi kebutuhan manusia yang


bermacam-macam dengan alat pemuas kebutuhan yang terbatas. Tempat
bertemunya penjual dan pembeli dalam rangka memenuhi kebutuhan hidup
masing-masing biasa disebut dengan pasar. Aktivitas pasar tidak hanya dalam
lingkup kecil. Kini pasar sudah berada pada tingkat internasioanl atau biasa
disebut dengan perdagangan internasional. Perdagangan internasional berada pada
keadaan perdagangan lintas negara. Kita ketahui sendiri bahwa tidak semua
negara mampu memenuhi kebutuhan hidupnya sendiri karena adanya perbedaan
sumber daya alam sehingga diperlukan adanya pasara secara internasional.
Kegiatan pasar yang berada pada kondisi perekonomian ekspansif dapat
menyebabkan krisis ekonomi. Krisis yang dimaaksud dapat berupa masalah
tentang inflasi. Kegiatan ekonomi yang berlebihan sendiri dampaknya dapat
dirasakan terhadap jumlah uang yang beredar dalam suatu negara. Krisis ekonomi
adalah kondisi dimana keadaan pasar berada pada keadaan tidak seimbang.
Materi tentang pasar, negara dan krisis ekonomi sangat diperlukan dalam
dunia pendidikan. Materi tersebut bukan hanya suatu ilmu murni, materi tersebut
juga termasuk materi terapan yang dapat dijadikan sebagai landasan dalam
pembuatan kebijakan. Sebagai mahasiswa penerus bangsa, menggali pengetahuan
tentang perbaikan suatu perekonomian negara sangat diperlukan karena masalah
ekonomi selalu menjumpai suatu negara. Keadaan pasar yang tidak seimbang
dalam cakupan luas dapat mempengaruhi kondisi perekonomian. Masalah yang
dijumpai dapat berupa krisis ekonomi dan lain sebagainya.
Pentingnya materi tentang pasar, Negara dan krisis ekonomi menjadi
alasan dalam pembuatan makalah ini. Penulis sudah membuat semaksimal
makalah ini, namun kebenaran dan kesalahan masih bersifat subjektif. Oleh

karena itu, kritik dan saran pembaca sangat diperlukan dalam perbaikan karya
tulis ini.

1.2
1.2.1
1.2.2
1.2.3
1.2.4
1.2.5
1.2.6
1.2.7
1.2.8
1.2.9
1.2.10
1.2.11

Rumusan Masalah
Pasar bersaing dan pasar gagal.
Pemerintah dan kepentingan ekonomi nasional.
Anggaran pendapatan dan belanja negara.
Penerimaan negara.
Pengeluaran negara.
Pembiayaan APBN dengan hutang
Siklus APBN
Kesejahteraan publik dan ketersediaan barang publik.
Pasar dan pemerintah yang gagal.
Krisis ekonomi.
Ekonomi publik di Indonesia saat ini.

1.3
1.3.1
1.3.2

Tujuan
Memaparkan materi tentang pasar, negara dan krisis ekonomi.
Memenuhi tugas mata kuliah ekonomi publik 1.

1.4
1.4.1
1.4.2

Manfaat
Manfaat umum adalah sebagai tambahan pengetahuan bagi pembaca.
Manfaat bagi penulis adalah sebagai pembelajaran dalam penulisan mata
kuliah.

BAB 2. PEMBAHASAN
2.1

Pasar Bersaing dan Pasar Gagal


Pasar berfungsi sebagai salah satu sarana untuk meningkatkan kesejahteraan

masyarakat. Kesejahteraan masyarakat akan muncul apabila pesediaan barang dan


jasa di pasar memadai dengan harga terjangkau. Sebagian besar dari barang dan
5

jasa yang dikonsumsi masyarakat dipengaruhi oleh regulasi pemerintah dan juga
pasar. Namun, pengaruh dari pasar jauh lebih besar dari pengaruh pemerintah.
Kinerja pasar berpengaruh pada kesejahteraan publik. Bila fungsi pasar
tidak berjalan dengan baik maka akan terjadi kegagalan pasar (market failure).
Bila market failure tidak tertangani dengan baik maka akan bisa mengarah pada
terjadinya negara gagal (state failure).
Pada bab ini akan dibahas masalah pasar bersaing (competitive market),
pasar efisien (efficient market), pasar gagal (failure market), negara gagal (state
failure).
Pasar adalah tempat bertemunya kepentingan produsen dengan konsumen.
Pasar memiliki banyak fungsi bagi pelaku ekonomi.baik bagi konsumen, produsen
maupun pemerintah. Pasar memiliki peranan yang strategis bagi pelaku bisnis
(produsen) dan masyarakat secara keseluruhan. Tanpa adanya akses terhadap
pasar maka tidak mungkin suatu bisnis dapat bertahan hidup.
Pasar memiliki berbagai bentuk atau struktur yang mempunyai hukumnya
sendiri-sendiri, sehingga berpengaruh pada tinggi rendahnya harga keseimbangan
yang terjadi. Pasar akan berfungsi dengan baik jika dapat memberikan manfaat
pada semua pihak (produsen, konsumen, pemerintah) dan pasar yang demikian
disebut dengan pasar kompetitif atau pasar efisien. Yaitu pasar yang
menumbuhkan persaingan sehat dan inovasi, sehingga meningkatkan efisiensi
ekonomi. Sebaliknya, jika terjadi saling eksloitasi satu sama lain maka pasar tidak
akan berfungsi sebagaimana layaknya. Bila yang terjadi demikian maka akan
menjadi pasar yang gagal. Bila pasar gagal diikuti dengan kegagalan pemerintah
maka hal tersebut akan berakumulasi menjadi krisis ekonomi, yang tentunya akan
menggerus kesejahteraan publik.
Pasar Bersaing (Competitive Market)
Pasar bersaing adalah pasar yang dapat menjalankan fungsinya dengan
efektif. Salah satu parameter penting dari berjalannya fungsi pasar adalah

harmonisnya hubungan antar pemain dipasar (konsumen dan produsen). Pasar


yang bersaing ini berpotensi menghasilkan eksternalitas positif bagi masyarakat.
Indikasi dari berjalannya fungsi pasar diatas

adalah bila terjadinya hal-hal

berikut.
a. Distribusi kesejahteraan di masyarakat berjalan normal
Kehadiran dan ketersediaan berbagai jenis barang dan jasa yang dibutuhkan
konsumen dipasar adalah hasil dari rantai kompleks dari penyedia barang atau
jasa. Konsumen hanya perlu tahu harga dan dimana berbagai barang dijual,
selanjutnya yang dilakukan konsumen adalah memutuskan apakah bersedia
membayar suatu barang dan jasa yang dibutuhkannya, sesuai harga yang terjadi di
pasar. Konsumen hampir tidak pernah khawatir bagaimana barang dan jasa yang
dibutuhkannya berada di pasar.
Dengan demikian, bila terjadi pertumbuhan ekonomi berkeadilan, maka
seluruh kelompok dapat menikmatinya. Kelompok masyarakat yang kaya maupun
miskin dapat meningkat kesejahteraannya.
b. Stabilitas ekonomi berjalan baik
Tidak ada informasi rinci tentang kegiatan pemilik toko, restoran ataupun
kedai grosir,dan pengirim, mereka hanya memutuskan apakah akan berusaha
(bisnis) pada harga yang berlaku. Keputusan yang dilakukan oleh para pelaku
pasar tersebut dikoordinasi oleh parameter penting yang disebut harga (price).
Keputusan tersebut akan berjalan normal bila tidak terjadi gejolak harga (nilai
tukar), baik internal maupun eksternal.
c. Alokasi sumber daya berjalan dengan baik dan efisien
Alokasi dan akses pada sumber daya ekonomi nasional (SDA dan SDM),
maupun alokasi masalah keuangan dan permodalan (kredit usaha) berjalan baik di
masyarakat. Bila hal tersebut terjadi maka mengindikasikan bahwa ekonomi atau
pasar berjalan dengan efisien.
Pasar Bersaing dan Pasar Efisien
Pasar yang bersaing adalah alat untuk mencapai pasar yang efisien. Pasar
yang efisien adalah pasar yang menghasilkan barang dan jasa dengan minimum
pemborosan dan kemubadziran atau diistilahkan dengan dead weight loss. Bila

ekonomi berjalan dengan kompetitif , maka akan dapat dibangun ekonomi yang
efisien dan berkeadilan.
Asumsi untuk ekonomi dan pasar yang kompetitif adalah sebagai berikut:
1. Kesejahteraan setiap orang ditentuukan oleh

barang dan jasa yang

dikonsumsinya, dan ketentuan setiap perusahaan hanya ditentukan oleh


faktor produksi yang dikonsumsnya.
2. Ada ketentuan mengenai hak kepemilikan (property reight) setiap barang
dan jasa.
3. Tersedia pasar untuk setiap barang dan jasa.
4. Setiap perusahaan berperilaku kompetitif dan tidak berpengaruh siknifikan
pada pasar.
5. Biaya untuk masuk pasar sangat murah.
6. Semua pemain di pasar mumpunyai informasi yang sama mengenai barang
dan jasa yang tersedia di pasar.
Dari beberapa asumsi diatas, sebagian besar masih belum sesuai dengan
kenyataan. Oleh karena itu, maka pasar yang kompetitif dan berkeadilan belum
bisa terwujud tanpa ada campur tangan pemerintah sebagai eksekutif
penyelenggara

negara.

Dengan

demikian

sangatlah

sulit

mengharapkan

terciptanya kesejahteraan publik, tanpa ada upaya yang serius dari para
penyelenggara negara.
Pasar Gagal (Market Failure)
Secara umum kegagalan pasar terjadi karena salah alokasi (misallocated)
sumber daya ekonomi. Bila suatu pasar gagal, maka pasar tersebut tidak dapat
menjalankan fungsinya dengan baik, yaitu, tidak terciptanya persaingan yang
sehat, hanya mengutamakan kepentingan pemait yang kuat saja, mengabaikan
kepentingan yang tidak kompetitif sehinga menghasilkan eksternalitas negatif
bagi masyarakat. Setiap negara perlu memperbaki kesejahteraan masyarakat
dengan mengatur dan menata kembali masalah pasar dan hal-hal yang terkait
dengannya, seperti masalah lingkungan, sumber daya alam, dan hal lain yang
terkait dengan aktivitas ekonomi.

Salah satu parameter penting dari tidak berjalannya fungsi pasar adalah
tidak harmonisnya hubungan antar pemain di pasar (konsumen dan produsen),
karena adanya saling eksploitasi (zero sum gamers). Beberapa indikasinya adalah
sebagai berikut :
a. Distribusi kesejahteraan di masyarakat sangat timpang
Distribusi kesejahteraan dari waktu ke waktu akan semakin timpang.
Sebagai contoh yang kaya makin kaya yang miskin makin miskin. Hal ini akan
terlihat dengan kelompok yang sangat kaya akan sedikit sekali jumlahnya
sedangkan yang miskin sangat banyak jumlahnya.
b. Tidak ada stabilitas ekonomi (harga barang dan jasa sering berubah)
hal ini sering kali memicu terjadinya krisis moneter, dan jika tidak segera
selesai akan menjadi krisis ekonomi, yang berakibat pada terganggunya
persediaan barang dan jasa di masyarakat. Ini diindikasikan dengan sering
terjadinya kelangkangkaan barang dan jasa yang dibutuhkan masyarakat.
c. Alokasi sumber daya nasional tidak berjalan dengan efisien
Hal ini juga menyebabkan yang kaya makin kaya dan yang miskin makin
miskin. Ini mengindikasikan bahwa ekonomi berjalan dengan tidak efisien. Hanya
sekelompok masyarakat tertentu saja yang memiliki akses kepada sumber daya
ekonomi nasional, sedangkan sebagian besar masyarakat tidak mendapat akses
atau terpinggirkan, apalagi alokasi dari sumber daya ekonomi. Hal ini akan
menimbulkan gejolak sosial ditengah masyarakat.
2.2

Pemerintah dan Kepentingan Ekonomi Nasional


Menurut UUD 1945, tujuan Negara Republik Indonesia adalah sebagai

berikut:
Pembukaan UUD 1945
Melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia,
memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut
melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan perdamaian abadi dan keadilan
sosial.
Beberapa hal diatas merupakan kepentingan nasional yang harus
diperjuangkan bangsa Indonesia, khususnya para penyelenggara negara, baik
eksekutif, legislatif, yudikatif, maupun lembaga negara lainnya. Kepentingan
nasional yang harus diperjuangkan tersebut dikelompokkan menjadi tiga

kelompok, yaitu kepentingan ekonnomi, kepentingan politik, kepentingan


pertahanan dan keamanan.
Kepentingan Ekonomi Nasional
Kepentingan ekonomi pada prinsipnya adalah kepentingan yang berkaitan
dengan kesejahteraan, yaitu terpenuhinya hajat hidup segenap masyarakat yang
antara lain meliputi kecukupan pangan, sandang, papan, serta kebutuhan akan
barang dan jasa lainnya sesuai dengan kemajuan tingkat peradaban yang
berlangsung.
Dari sisi ekonomi, kepentingan publik dapat dirumuskan dengan
berfungsinya ekonomi nasional yang diatur oleh pemerintah dengan efektif dan
efisien. Ekonomi nasional yang dimaksudkan di sini berkaitan dengan bagaimana
negara mendistribusikan sumber daya nasional dengan efektif dan efisien,
sehingga kesejahteraan masyarakat dapat dijaga dan dibangun dengan baik.
Intervensi Pemerintah pada Ekonomi Nasional
Dalam menjalankan ekonomi publik, pemerintah perlu melakukan intervensi pada
ekonomi, melalui berbagai peraturan dan kebijakan untuk melindungi dan
meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Intervensi

oleh

pemerintah

dilakukan

jika

pasar

tidak

berfungsi

sebagaimana mestinya atau terjadinya kegagalan pasar (market failure). Sehingga


kesejahteraan dan kepentingan publik tetap dapat terlindungi.
Era perdagangan bebas mendorong berkurangnya peran pemerintah dalam
mengatur kegiatan ekonomi, sehingga para pemilik modal semakin menonjol dan
memonopooli kegiatan perekonomian. Perdagangan internasional berpotensi
menguntungkan dan juga beresiko bagi kesejahteraan masyarakat dalam negeri.
Hal hal yang perlu dilakukan negara untuk melindungi dari potensi resiko dari
perdagangan internasional adalah sebagai berikut :
a. Stabilitas nilai tukar mata uang domestik dengan mata uang asing
10

Bisnis antar negara biasanya menggunakan mata uang kuat (hardcurrency). Sementara itu nilai tukar selalu mengalami perubahan. Oleh karena itu
negara perlu menjaga stabilitas nilai kurs sehingga para pebisnis nasional dapat
memanfaatkan peluang dan menghindari resiko di pasar global.
b. Memperkenalkan kebijakan ekonomi negara tujuan ekspor kepada
perusahaan nasional
Masing masing negara di dunia memiliki kepentingan nasional dan
kebijakannya masing masing. Oleh karena itu pemerintah harus memaksimalkan
fungsi dan kontribusi para diplomat untuk membantu dengan memberikan
informasi mengenai peluang pasar, pesaing dan melindungi perusahaan yang
berpotensi di pasar internasional.
c. Sosialisasi mengenai berbagai kesepakatan internasional yang berlaku
Pemerintah perlu memberikan informasi dan bimbingan yang diperlukan
kepada perusahaan nasional mengenai kesepakatan internasional yang berlaku,
agar dapat memenuhi standar yang berlaku. Bila hal ini diabaikan bisa
mempengaruhi berjalannya bisnis perusahaan.
d. Sosialisasi dari pemerintah kepada usaha nasional mengenai perjanjian
bilateral antara indonesia dengan negara tujuan bisnis, khususnya di
bidang ekonomi dan perdagangan
Perusahaan yang ingin masuk pasar internasional, harus mengetahui dan
menghitung peluang dan hambatan perdagangan antara kedua negara. Sehingga
perdagangan tersebut dapat menghasilkan bisnis yang menguntungkan atas
perjanjian bilateral antar dua wilayah yang sudah disepakati.
e. Mengatasi berbagai hambatan perdagangan yang dialami perusahaan
nasional diluar negeri
Masing masing negara memiliki agendanya sendiri dalam rangka
memperjuangkan kepentingan nasionalnya, baik di bidang politik, pertahanan dan
keamanan. Sehingga perdagangan bebas yang dianggap menguntungkan tidak
akan berjalan dengan mudah, maka seharusnya pemerintah mengatasi berbagai
hambatan perdagangan internasional, seperti bea, quota, embargo, dll.
f. Mengoptimalkan dampak positif kebijakan perdagangan luar negeri
terhadap ekonomi nasional
Kepentingan nasional dari masing masing negara yang berbeda, baik
kepentingan

ekonomi,

kepentingan

pertahanan

dan

keamanan,

maupun

11

kepentingan pollitik, sehingga setiap negara membuat kebijakan perdagangan luar


negeri baik berupa hambatan bisnis internasional maupun dorongan perdagangan
internasional, khususnya ekspor, seperti pemberian subsidi kepada produsen
domestik.
Pengaruh kebijakan hambatan perdagangan luar negeri
Kepentingan ekonomi nasional bisa berupa perlindungan terhadap
produsen domestik dan tenaga kerja nasional (hambatan impor), maupun
perlindungan terhadap konsumen domestik, khuusnya menyangkut ketersediaan
barang dan jasa yang dibutuhkan konsumen dalam negeri (hambatan ekspor)

1. Tarif (bea barang lintas negara)


Adalah hambatan perdagangan internasional berupa pungutan terhadap
barang atau komoditif yang diperdagangkan. Dapat berupa bea masuk ataupun bea
keluar. Tarif
internasional.

ini dikenakan kepada barang yang diperdagangkan secara


Dimana

harga

dalam

negeri

lebih

tinggi

dari

harga

internasional.dengan demikian tujuan utama dari tarif ini adalah melindungi


kepentingan ekonomi nasional.
Tarif masuk atau pungutan impor
Walaupun pengenaan tarif bertujuan untuk melindungi kepentingan
nasional,namun pemerintah juga mendapat sumber penerimaan berupa bea masuk
(impor) tetapi konsumen domestik membayar lebih mahal. Hanya saja tidak
semua penerimaan dari bea masuk kembali ke negara dan masyarakat.
Bea (tarif) untuk melindungi konsumen domestik atau pungutan ekspor
Untuk melindungi kepentingan konsumen domestik maka dikenakan tarif
bea keluar untuk ekspor. Negara atau pemerintah diuntungkan karena mendapat
sumber pendapatan, sementara eksportir domestik dirugikan karena membayar

12

bea atau pungutan ekspor, disamping konsumen domestik diuntungkan karena


pasokan barang untuk kebutuhan domestik menjadi relatif terjamin.
Jika pasar domestik tidak berhubungan dengan pasar internasional, atau
negara tidak berhubungan dengan pasar internasional atau negara melakukan
prinsip menyediakan sendiri kebutuhan dalam negeri dari produksi sendiri.
Keseimbangan terjadi pada harga P, dengan jumlah transaksi sebanyak Q unit
barang. Akan tetapi, bila produsen domestik sudah melirik pasar internasional
sebagai peluang untuk memasarkan sebagai peluang untuk memasarkan
produksinya maka akan timbul 2 jenis harga yaitu harga domestik dan harga
internasional atau disebut dengan harga ekspor atau di pasar dunia. Harga ekspor
= harga internasional = harga di pasar dunia.
Produsen domestik suatu negara masuk ke pasar dunia, maka permintaan
dunia menjadi elastis sempurna bagi produsen domestik, artinya kontribusi
produsen domestik terhadap supply barang di dunia sangat kecil, sehingga relatif
tidak berpengaruh terhadap pasar internasional. Dengan demikian, harga dunia di
mata produsen hanya sebagai suatu yang given, atau diterima apa adanya ( price
taker).
Bila harga ekspor jauh lebih tinggi dibanding harga domestik, harga
domestik P ekspor > P domestik, maka produsen domestik menganggap
kesempaatan ini sebagai cara untuk peningkatan produksi dan penjualan.

13

Contoh :
P
50
100
150
200
250
300
350
400
450
500
550
600
650
700
750
800
850
900
950
1000
1100
1200
1250
1300
1350
1400

Qd
24250
23500
22750
22000
21250
20500
19750
19000
18250
17500
16750
16000
15250

Qs
1500
2500
3500
4500
5500
6500
7500
8500
9500
10500
11500
12500
13500

13750

15500

12250
11500
10750
1000
8500

17500
18500
19500
20500
22500

6250
5500
4750
4000

25500
26500
27500
28500

Dampak pengenaan bea ekspor ekonomi


nasional.
Qd domestik = 25.000-15p, Qs = 500+20p.
Dengan demikian harga keseimbangan pasar
domestik yaitu 700, jumlah barang yang
ditransaksikan adalah sebesar 14.500. Jika
harga di pasar internasional adalah sebesar
1200, maka produsen lebih memilih untuk
menjual produknya keluar negeri. Bila harga
ditetapkan sesuai dengan harga internasional
maka pemintaan barang dari dalam negeri
hanya sebesar 7000 unit, sementara produsen
mampu

menghasilkan

barang

sebanyak

24500 unit sehingga cenderung menjual


produknya ke luar negeri karena harga
ekspor lebih besar dari harga keseimbangan.
Jika hal ini dibiarkan maka yang mendapat
14

keuntungan adalah produsen, sedangkan kebutuhan barang dalam negeri tidak


tercukupi. Untuk itu, pemerintah berperan dalam hal ini, penetapan tarif ekspor
sangat diperlukan. Misalnya pemerintah menetapkan tarif bea keluar sebesar 33,3
% sehingga produsen menerima neto penjualan hanya 800 per unit barang yang di
ekspor. Hal ini mengakibatkan terjadinya pengurangan ekspor sebesar 245007000= 17500 unit menjadi (16500-13000) = 3500 unit dan peningkatan barang
penyediaan barang untuk konsumsi dalamnegeri bertambah sebanyak 6000 unit
atau naik dari 7000 menjadi 13000 unit. Dengan demikian ekspor yang semula
besarnya adalah 17500 unit turun menjai 3500 unit saja.
Quota(penjatahan) impor maupun ekspor
1. Quota Impor
Quota impor adalah hambatan perdagangan luar negeri melalui pembatasan atau
penjatahan jumlah barang yang dapat diimpor (dalam rangka melindungi
kepentingan ekonomi domestik. Pengaruh kuota impor terhadap ekonomi nasional
adalah negara dapat mendorong perusahaan domestik untuk meningkatkan
produksinya yang semula hanya sebanyak Q1 naik menjadi Q3 dan naik lagi
menjadi Q3a. Dengan demikian penciptaan lapangan pekerjaan di dalam negeri
tetap terjadi.
2. Quota Ekspor
Quota ekspor adalah pembatasan jumlah atau volume barang yang dapat di
ekspor dalam rangka melindungi kebutuhan dalam negeeri. Pengaruh kuota
ekspor terhadap ekonomi nasional adalah dengan menetapkan quota ekspor,
negara dapat mendorong persediaan supply barang untuk kebutuhan dalam negeri
yang dapat ditingkatkan ketersediaannya yang semula hanya sebanyak Q2 naik
menjadi Q3 dan naik lagi menjadi Q4. Dengan demikian maka stabilitas
persediaan barang kebutuhan dalam negeri terjamin.
Bila ekspor barang dibiarkan bebas tanpa pengendalian negara, maka yang
akan mendapatkan manfaat adalah para produsen, sementara kebutuhan domestik

15

tidak terpenuh, semua barang diekspor. Untuk itu pemerintah harus membatasi
ekspor dengan cara memungut tarif bea ekspor.
Untuk dapat menjaga ketersediaan (supply0 kebutuhan domestik, sekaligus
menjaga stabilitas ekonomi asional di bidang harga, pemerintah perllu
menetapkan bea keluar (ekspor ) s sehingga eksportir menerima neto hasil
penjualan . Karena ekonomi nasional membaik, maka permintaan mengalami
perubahan .
Subsidi
Subsisi adalah bantuan pemerintah kepada produsen atau konsumen. Biasanya
subsidi ini dalam bentuk pemberian sejumlah uang atau fasilitas kepada produsen
guna meningktkan produksi menjaga ketersediaan pasokan barang di masyarakat.
Tujuan pemberian subsidi utamanya adalah untuk melindungi kepentingan
ekonomi nasional, bisa dalam bentuk peningkatan pasokan barang dan jasa
domestik untuk menjaga stabilitas perekonomian, bisa juga untuk mendorong
pembukaan lapangan pekerjaan melalui peningkatan kegiatan/aktivitas produksi.
Pengaruh subsidi dan tarif impor dikenakan secara bersamaan
Untuk mendorong pertumbuhan industri domestik, khususnya yang baru
tumbuh (infant industry), pemerintah melindunginya dengan kombinasi kebijakan,
misalnya dengan pemberian subsidi dan perlindungan dari barang impor dengan
menetapkan tarif atau bea masuk. Sebelum ada subsidi, harga dan kuantitas pada
kondisi keseimbangan. Karena industri i i merupakan industri baru tumbuh maka
produkna dibutuhkan masyarakat maka pemerintah memberikan sejumlah subsidi
kepada produsen.
2.3

Anggaran pendapatan dan belanja negara(APBN)


Kesejahteraan publik sangat dipengaruhi aktivitas ekonomi yang terjadi di

masyarakat tersebut. Aktivitas ekonomi dimulai dengan pengadaan faktor


produksi (investasi) untuk menghasilkan barang dan jasa yang dibutuhkan

16

masyarakat. Disisi lain negara melalui belanja negara dapat menambah dan
memicu aktivitas ekonomi di masayarakat.
Anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) merupakan penyebaran
rencana kerja para penyelenggara untuk kurun waktu satu tahun. Dalam bentuk
yang paling ringkas, APBN dituangkan ke dalam suatu format yang memuat
pengelompokan jenis transaksi yang berkatian dengan rencana kegiatan
penyelenggaraan negara menurut pengaruhnya terhadap posisi keuangan negara
dalam kurun waktu setahun. Transaksi-transaksi yang berkaitan dengan rencana
kegiatan tersebut dikategorikan kedalam kelompok pendapatan negara dan hibah,
belanja negara, dan pembiayaan anggaran.
Anggaran pendapatan dan belanja Negara (APBN) adalah suatu
daftar/pernyataan yang rinci mengenai penerimaan dan pengeluaran Negara dalam
jangka waktu tertentu,biasanya untuk satu tahun. Untuk Negara republic
Indonesia, APBN ditetapkan oleh presiden dengan persetujuan DPR. Presiden
menetapkan APBN setelah mendapat persetujuan dari DPR (UUD 1945 pasal 23
ayat 1).
Pada perinsipnya anggaran harus mencerminkan politik pengeluaran
pemerintah yang rasional baik secara kuantitatif maupun kualitatif,sehingga akan
terlihat :
a.Adanya pertanggung jawaban pemungutan pajak dan pemungutan lainnya oleh
pemerintah mewakili Negara ,terhadap masyarakat yang membiayai Negara
b.Adanya hubungan yang erat antara fasilitas penggunaan anggaran (belanja)
Negara dimasyarakat dan penarikan pajak dan retribusi dari masyarakat untuk
membiayai kehidupan bernegara.
Adanya pola pengeluaran pemerintah yang jelas dan dapat dipakai sebgai
dasar pertimbangan didalam menentukan pola penerimaan pemerintah (dari
pungutan pajak retribusi kepada masyarakat )yang akan menentukan tingkat
retribusi penghasilan dalam perekonomian.

17

APBN merupakan alat untuk mempengaruhi kecepatan peningkatan


kesejahteraan masyarakat dengan indicator antara lain meningkatnya pendapatan
nasional,bertambah

kuatnya

struktur

ekonomi

nasional

berkurangnya

pengangguran dan penduduk miskin baik secara relative maupun absolute

Kebijakan APBN yang lazim dalam praktik


Seperti di singgung pada bab terdahulu tugas Negara yang di emban oleh
penyelenggara Negara khususnya pemerintah adalah untuk menyejahterakan
masyarakatnya atau ringkasnya untuk mewujudkan kesejahteraan public , dalam
mewujudkan kesejahteraan public ini peran pemerintah dapat dilakukan melalui
kebijakan APBN atau kebijakan fiscal , untuk melakukan distribusi , alokasi, dan
stabilisasi perekonomian nasional.
Berkaitan dengan hal di atas , lazim dilakukan pilihan atas tiga alternative
kebijakan APBN sebagai berikut.
a

Kebijakan APBN deficit (defist budget)


Kebijakan APBN deficit adalah kebijaka dimana uang yang diterima Negara

dari masyarakat lebih sedikit dari pada uang yang dibelanjakan oleh
Negara.artinya dalam kondisi ini pemerintah mengalami kekurangan uang.melalui
APBN deficit ini berarti jumlah uang beredar di msyarakat menjadi lebih banyak
maka ini akan meningkatkan likuiditas ekonomi di masyarakat. Bila likuiditas di
masyarakat

di

masyarakat

meningkat

maka

akibat

lanjutannya

adalah

meningkatnya permintaan barang dan jasa di masyarakat.


b

Kebijakan APBN surplus (surplus budget)


Kebijakan APBN surplus adalah kebijakan dimana uang yang di terima

Negara dari masyarakat lebih banyak daripada uang yang dibelanjakan oleh
Negara. Artinay dalam kondisi ini pemerintah mengalami kelebihan uang , dengan
menggunakan asumsi seperti diatas maka melalui APBN surplus ini berarti jumlah

18

uang yang beredar di masyarakat menjadi lebih sedikit, karena jumlah uang yang
ditarik dari masyarakat lebih banyak dari jumlah uang yang di belajakan.bila
jumlah uang beredar di masyarakat berkurang dari sebelumnya maka ini akan
menurunkan likuditas ekonomi dimasyarakat. Bila likuiditas di masyarakat
menurun maka akibat lanjutannya adalah menurunnya permintaan barang adan
jasa di masyarakat . bila permintaan barang dan jasa menurun ,sementara
penawaran tetap, maka sesuai dengan hokum besi ekonomi maka harga barang
dan jasa akan turun.

Kebijakan APBN berimbang (balance budget)


Kebijakan APBN berimbang adalah kebijakan diman uang yang diterima

Negara dari masyarakat sama jumlahnya dengan uang yang dibelajakan oleh
Negara.kenijakan APBN berimbang ini dipilih pemerintah biasanya pada kondisi
ekonomi relative stabil. Dengan demikian untuk menjaga stabilitas ekonmi
nasional yang kondusif, diman angka pengangguran dan inflasi relative rendah,
maka pemerintah menggunakan kebijakan APBN berimbang.
2.4

Penerimaan Negara
Penerimaan atau pendapatan Negara adalah sumber untuk membiayai

penyelenggara kehidupan berbangsa dan bernegara, kemampuan Negara untuk


membiayai dirinya sangat ditentukan oleh sumber penerimaan Negara ini. Berikut
dibahas berbagai sumber penerimaan Negara.
Pendapatan atau keuangan suatu Negara dapat berasal dari berbagai sumber
sebagai mana di tetap kan oleh undang-undang.
1.sumber utama pendapatan Negara
a.pajak : iuran kepada Negara yang dapat dipaksakan tanpa balas jasa yang secara
langsung dapat ditunjuk, yang tujuannya di gunakan untuk membiayai
pengeluaran negra untuk penyelenggaraan pemerintah dalam rangka melayani

19

kepentingan public. Disamping itu berfungsi sebagai sumber pendapatan utama


bagi Negara , pjaka juga berfungsi :
i.sebagai sarana pengatur dan pengawas kegiatan ekonomi

untuk

kesejahteraan bersama
ii.sebagai alat untuk mengatur dan mengelola perekonomian nasional
dalam mencapai stabilitas pertumbuhan ekonomistabilitas pertumbuhan ekonomi
iii.sarana pemerataan pendapatan masyarakatberbagai jenis pajak yang di
pungut oleh negra antara lain sebagai barikut.
Pajak langsung (direct tax)
Adalah pajak yang beban tanggungannya tidak bias di geserkan atau
dipindahkan kepada orang lain, dilihat dari tata Negara ,pajak langsung adalah
pajak

yang

dikenakan

berdasarkan

surat

ketetapan

pajak

dan

pengenaa/pembebannanya secara perkala,biasanya tahunan.


Contoh :
i.pajak pendapatan gaji
ii.pajak kekayaan pajak mobil,pajak bumi dan bangunan
iii.pajak perseroan pajak keuntungan atau deviden
karakteristik dari pajak langsung (direct tax) adalah sebagai berikut:
a.penerimaan relative kurang stabil
b.dikenakan hanya kepada orang yang berpenghasilan tinggi
c.biaya pemngutan relative tinggi
d.dapat memenuhi syarat keadilan
e.dampaknya dapat terlihat langsung dalam kegiatan ekonomi nasional.

20

Pajak langsung ini berdampak pada pengurangan pendpatan rill masyrakat


yang menjadi subjek pajak.
Pajak tidak langsung (indirect tax)
Adalah pajak yang beban tanggungannya dapat dipindahkan/digeserkan
kepada orang lain,dilihat dari tata usaha Negara, pajak tak langsung
pemungutannya tidak didasarkan atas surat ketetapan dan pengenaanya tergantung
dari terjadinya transaksi ,tidak secara berkala, tetapi setiapa ada transaksi.
Dengan demikian ,makin banyak dan makin sering terjadi transaksi ,pajak
tidak langsung juga makin banyak diterima Negara.
Contoh:
i.pajak pertambahan nilai(PPN)
ii.bea materai
iii.cukai dan bea masuk barang impor
iv.bea balik nam kendaraan dan lainnya
Pajak tidak langsung dapat menyebabkab permintaan akan barang dan jasa
di masyarakat menjadi menurun karena harga yang dibayar konsumen setelah
terkena pajak menjadi lebih tinggi dari sebelumnya.
b.retribusi : pembayaran dari rakyat kepada Negara disebabkan karena balas jasa
yang di terima masyarakat dengan retribusi yang di terima Negara,contohnya
antara lain uang kuliah (PTN) ,pembayaran parkir, hak guna usaha ,hak guna
bangunan, pemakaian air minum, pengurusan passport,kartu tanda penduduk,surat
izin mengemudi (SIM) ,dan jasa lainnya yang diterima masyarakat dari Negara.
c.keuntungan dari perusahaan Negara (BUMN dan BUMD) : deviden perusahaan
Negara atau perusahaan daerah , yang disetorkan ke kas Negara

21

d.keuntungan dari percetakan uang :keuntungan yang didapat negara dari


percetakan uang , uang kertas dan logam yang dicetak oleh Negara mempunyai
nilai nominal yang jauh lebih tinggi dari dari nilai intrinsic, selisih dari kedua nilai
tersebut merupakan keuntungan dari Negara yang seharusnya masuk sebagai
sumber pendapatan untuk membiayai kehidupan bernegara.

2.5

Pengeluaran Negara
Dari sisi ekonomi public pengeluaran atau belanja Negara dalam anggaran

pendapatan belanja Negara ditujukan untuk menejemen pemenuhan kebutuhan


public seperti disinggung di muka, pemerintahan adalah pihak yang mewakili dan
menjlankan

tugas

dan

fungsi

negra

dalam

menciptakan

kejahteraan

masyrakat.kesejahteraan masayrakat suatu wilayah paling tidak di tentukan dua


hal yaitu sebagi berikut :
a.masyarakat mempunyai sumber nafkah atau sumber pendapatan yang memadai
yaitu dengan mempunyai lapangan pekerjaan sesuai dengan kemampuan dan
bakat yang dimilikinya
b.terpenuhinya pelyanan yang dibutuhkan masyarakat dari negaranya.pelayanan
yang dibutuhkan masyarakatdari Negara tidak hanya berupa terseadianya barang
dan jasa kebutuhan public serta hak-hak public lainya untuk dapat hidup layak
,disamping itu terkait dengan hak public ini mak Negara harus menjamin
tersalutkannya aspirasi dan keinginan masyarakat sesuai dengan haknya sebagai
warga Negara.
Untuk menjalankan fungsi Negara dan pemerintahan seperti diatas di
perlukan anggaran negra yang memadai untuk membiayai berbagai kebutuhan
pencapaian

tujuan

bernegara

yaitu

menyejahterakan

masyarakatnya.penggunaananggaran Negara tergambar dari pengeluaran Negara,


dari sisi ekonomi public pengeluaran Negara ini dapat dikelompokkan menjadi 3
22

kelompok yaitu sebagai berikut. Adalah belanja kelompok konsumpsi untuk biaya
penyelenggaraan Negara.kelompok belanja konsumsiinin terdiri dari 2 sub
kelompok, yaitu sebagai berikut :
a

gaji dan upah para penyelenggara (eksekutif ,legeslatif dan yudikatif,dan


lembaga kuasi Negara),besrta biro krasinya (pegawai negeri sipil,polisi
dan tentara),termasuk dalam kelompok ini biaya perjalanan dinas

penyelenggara Negara baik di dalam maupun luar negeri


belanja pemerintah guna membeli barang dan jasa untuk di pakai dalam
pengoprasian Negara (barang dan jasa yang habis dalam tahun anggaran
yang bersangkutan), sperti kertas, tinta , alat tulis, bahan bakar,biaya
listrik, dan aneka jenis barang dan jasa lainya.

Investasi Negara yang dilaksanakan pemerintah (government investment)


Adalah belanja Negara dalam bentuk investasi yang dilakukan oleh
negara ,misalnya untuk membangun infrastruktur yang dibutuhkan masyarakat
berbagai pengeluaran investasi Negara ini lebih banyak dalam bentuk fisik yang
dibutuhkan masyarakat ,seperti :
a
b
c
d
e
f
g
h

kantor dan bangunan pemerintah


jalan, jembatan ,pelabuhan dan sarana perhubungan lainya
rumah sakit dan prasarana kesehtan masyarakat
sekolah,perpustakaan dan sarana pendididkan
sarana keamanan untuk masyarakat dan pertahanan Negara
prasarana dan sarana komunikasi yang dibutuhkan masyarakat
peralatan untuk pengamatan dan recovery bencana
peralatan atau alat beratnya yang dibutuhkan untuk menjaga kesejahteraan
masyarakat,yang termasuk terjaminnya penyediaan berbagai aneka
kebutuhan barang-barang public,seperti air,listrik dan lainnya

Pembayaran (transfer payment) oleh Negara


Adalah dana dari Negara untuk keperluan membantu masyarakat yang
membutuhkannya atau transfer payment yang dibayarkan oleh Negara melalui
pemerintah kepada masyarakat yang memerlukannya,hal ini terlihat pada

23

anggaran pendapatan dan belanja Negara (APBN) dan akan menjadi sumber
penggerak ekonomi masyarakat (ekonomi public) berikutnya.
2.6

Pembiayaan APBN dengan Utang


Seperti disinggung pada uraian sebelumnya , bahwa semenjak Indonesia

merdeka sampai saat ini , APBN selalu di laksanakan dengan deficit , artinya
selama periode tersebut pendapatan Negara tidak mencukupi untuk kebutuhan
belanja Negara dengan demikian maka sebagian dari belanja Negara tersebut
dibiayai dengan utang Negara ,baik utang luar negeri maupun utang dari dalam
negeri.
2.7

Siklus APBN
Sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku ,siklus dan

mekanisme APBN meliputi sebagai berikut:


a
b

tahap penyusunan RAPBN oleh pemerintah


tahap pembahasan dan penetapan RAPBN menjadi APBN dengan dewan

c
d

perwakilan rakyat
tahap pelaksaan APBN
tahap pengawasan pelaksanaan APBN oleh instansi yang berwenang

,antara lain badan pemeriksa keuangan


tahap pertanggung jawaban pelaksanaan APBN,siklus APBN akan
berakhir pada saat laporan keuangan pemerintah pusat (LKPP) disahkan
oleh DPR

Profil dan kinerja anggaran pendapatan dan belanja negara 2001-2009


Berdasarkan data dari nota keuangan dan APBN tahun 2001 sampai
dengan tahun 2009 di dapat informasi sebagai berikut.
Pendapatan Negara dan hibah merupakan kelompok transaksi yang
berakibat pada meningkatnya posisi aktiva bersih dalam neraca keuangan Negara
sedangkan

belanja

Negara

berakibat

sebaliknya,dengan

perkataaan

lain

pendapatan dan hibah mencerminkan target nominal rupiah yang akan dicapai

24

melalui pelaksaan rencana kerja para penyelenggara Negara dalam menggali


sumber-sumber penerimaan Negara
Belanja Negara mencerminkan pagu tertinggi dana yang dialokasikan
untuk masing-masing kegiatan yang tercakup dalam rencana kerja para
penyelenggara Negara ,kelompok pembiayaan anggaran merupaka kategori
transaksi yang tidak menimbulkan perubahan pada aktiva bersih ,karena setiap
transaksi yang termasuk dalam kelompok pembiayaan akan mempengaruhi sisi
aktiva dan kewajiban dari neraca keuangan Negara dalam jumlah yang sama atau
dapat menimbulkan terjadinya perubahan struktur assets dan liabilitas namun
tidak mempengaruhi posisi keseimbangan neraca keuangan Negara.
Asumsi penyusunan APBN dan realisasi pencapaiannya
Besar-besaran APBN sejak tahun 2001 ditentukan terutama oleh:
a
b

perkiraan perkembangan ekonomi Indonesia tahun yang bersangkutan


kebijakan strategis pemerintah dibidang fiscal, berdasarkan :
i.pertumbuhan ekonomi (termasuk laju inflasi)
ii.nilai tukar rupiah terhadap dolar amerika serikat
iii.suku bunga SBI 3 bulan
iv.harga minyak mentah internasional dan tingkat produksi minyak mentah
nasional dari tahun 2001 sampai dengan 2009,dapat dilihat perkembangan
indicator dan asumsi penyusunan APBN sebagai berikut.
Tabel 7.5 asumsi indicator ekonomi penyusunan APBN

Uraian
pertumbuhan

2001
34.50

ekonomi
Inflasi
11.90
Kurs
102.90
Bunga SBI 3 16.40

2002
4.00

2003
6.00

2004
6.50

2005
5.50

2006
8.00

2007
6.00

2008
6.00

2009
6.50

9.00
9000
14.00

4.00
8500
13.20

4.80
8600
9.80

5.40
9403
9.90

5.80
9195
12.00

6.30
9050
8.00

6.80
9100
7.50

6.20
9100
8.50

25

bulan
Harga minyak 24.60

22.00

27.90

22.00

60.02

64.02

60.00

60.00

130.00

intal
Produksi

1.320

1.090

1.050

1.050

1000

0.950

1.034

0.950

1.320

minyak
domestik

Table 7.6 realisasi pencapaian indicator ekonomi penyusunan APBN


uraian
Pertumbuhan

2001
3.80

2002
4.30

2003
6.00

2004
5.10

2005
5.70

2006
5.50

2007
6.30

2008
6.20

2009
4.60

ekonomi
Inflasi
12.55
Kurs
10241
Bunga SBI 3 16.40

6.84
9311
15.24

6.06
8577
10.20

10.40
8900
7.50

10.40
9705
9.90

13.28
9164
11.75

6.40
9140
8.04

10.39
9250
9.10

4.86
8816
7.40

bulan
Harga minyak 24.60

23.50

28.57

36.00

59.90

65.80

72.30

127.20

90.00

intal
Produksi

1.260

1.090

1.072

0.927

0.882

0.899

0.927

0.977

1.300

minyak
domistik

Table 7.7 perbedaan angka realisasi dan asumsi indicator ekonomi penyusutan
APBN
Uraian
Pertumbuhan

2001
-0.30

2002
-0.30

2003
0.00

2004
1.40

2005
-0.20

2006
2.50

2007
-0.30

2008
-0.20

26

2009
1.90

ekonomi
Inflasi
Kurs

-0.65
-

2.17
-

-2.06
-

-5.60
-

-5.00
-

-7.48
31.00

-0.40
-

-3.59
-

1.35
284.00

22.00
Bunga SBI 3 00.00

311.00
-1.24

77.00
3.00

300.00
2.30

302.00
0.00

-0.25

90.00
-0.04

150.00
-1.60

1.10

bulan
Harga

0.00

-1,5

-0.67

-14

0.12

-1.8

-12.3

-67.2

40.00

minyak intal
Produksi

0.020

0.060

0.000

0.078

0.123

0.118

0.051

0.107

-0.027

minyak
nasional

Kinerja penerimaan atau pendapatan Negara


Dari data pada nota keuangan dan rancangan APBN tahun 2001 sampai dengan
2009 , didapat informasi sebagai berikutb : total penerimaan atau pendapatan asli
Negara dari tahun 2001 Rp.185,8 triliun naik menjadi Rp.850.27 triliun pada
tahun 2009 ,naik menjadi 457,63 % dari 100% pada tahun 2001 .

Table 7.8 realisasi penerimaan APBN


Uraian
2001
Pajak dalam 131.3

2002
179.5

2003
199.5

2004
237.0

2005
268.2

2006
396.0

2007
470.0

2008
474.6

2009
600.9

negeri
Pph
Ppn

72.7
dan 43.2

98.1
56.0

101.7
65.20

122.4
75.9

134.9
87.6

208.8
123.0

238.4
154.5

251.8
152.1

317.6
193.1

PPNBM
PBB

dan 4.1

6.6

7.9

10.8

14.7

24.0

29.7

26.0

30.4

BPHTB
Cukai
Materai

10.4
dan 0.9

17.4
1.4

23.2
1.5

26.1
1.8

29.2
1.8

37.8
2.3

44.7
2.7

42.0
2.7

56.7
3.1

9.6

10.6

11.6

12.7

13.2

20.9

17.5

19.2

lainnya
Pajak

5.0

27

perdagangan
intal
Bea masuk
Pungutan

4.2
0.8

9.0
0.6

10.3
0.3

11.3
0.3

12.4
0.3

12.1
1.1

16.7
4.2

14.4
3.1

18.7
0.6

ekspor
Total

136.3

189.1

210.1

248.6

280.9

409.2

491.0

492.1

620.1

49.50

110.4

88.4

94.0

212.0

185.4

135.1

242.3

227.1

penerimaan
pajak
Penerimaan
bukan pajak

Besaran ekonomi publik diukur dengan produk domestik bruto (pdb)


Besaran ekonomi public suatu daerah atau wilayah diukur dengan produk
domestic bruto,yang dihasilkan wilayah atau daerah tersebut.
Produk domestic bruto adalah jumlah seluruh nilai bruto hasil aktivitas
ekonomi di wilayah suatu Negara tanpa memperhatikan status kewarganegaraan
para pelakunya.dalam hal perhitungan PDB ini yang menjadi dasar perhitungan
adalah aktivitas ekonomi di dalam wilayah suatu Negara tanpa memperhatikan
siapa pelakunya.
Pendapatan nasional bruto (PNB) adalah jumlah seluruh nilai pendapatan
bruto seluruh warga negara ,baik aktivitas ekonomi yang berada dalam wilayah
Negara tersebut , maupun aktivitas ekonomi yang berada di luar batas Negara
tersebut ,namun dilakukan oleh warga Negara yang bersangkutan, dalam hal
perhitungan PNB ini yang menjadi dasar perhitungan adalah aktivitas ekonomi
dari warga Negara yang bersangkutan,tanpa memperhatikan di wilayah mana
aktivitas ekonomi tersebut b tersebut berjalan ,apakah wilayah domestic atau pun

28

luar negeri, tidak menjadi masalah ,selama itu dilakukan oleh warga Negara yang
bersangkutan.
Nilai produk domestic bruto dan pendapatan nasional bruto ,tidak selalu
sama dan sering beda ,suatu Negara bias terjadi PNB > PDB tetapi Negara lain
bias sebaliknya,PNB < PDB
Bila PDB > PNB artinya aktivitas ekonomi yang dilakukan warga Negara
tersebut di luar negeri lebih sedikit dibandingkan aktivitas ekonomi warga Negara
asing di Negara tersebut, atau di Negara tersebut banyak aktivitas ekonomi yang
dilakukan atau dimiliki oleh Negara asing di bandingkan aktivitas ekonomi warga
Negara tersebut yang terjadi di luar wilayah negaranya.
PNB = PDB NT warga Negara asing di Negara tersebut + NT warga Negara
tersebut diluar negeri

Produk nasional bruto (PNB) dan pendapatan nasional (PN)


Produk nasional bruto (PNB) adalah jumlah seluruh nilai bruto hasil aktiva
ekonomi warga suatu Negara,sementara pendapatan nasional adalah jumlah
pendpatan seluruh warga suatu Negara,pendapatan seseorang beasala dari hasil
usaha yang dilakukannya ,apakah dia seorang petani, profersional ,buruh atau
pengusaha dan sebagainya,dengan demikan, pendapatan nasional suatu Negara
tersebut dalam suatu periode tertentu , penghitungan pendapatan nasional pada
hakikatanya adalah penghitungan nilai tambah dari hasil aktivitas ekonomi yang
di lakukan.
Penghitungan pendapatan nasional
Untuk menghitung pendapatan nasional ,didekati dari PDB atau GDP
,sehubungan dengan hal ini ada tiga pendekatan yang digunakan, sebagi berikut.
A Pendekatan produksi (production approach)

29

Hampir semua barang yang di beli atau di konsumsi oleh konsumen


,sebelum sampai di pasar atau sebelum sampai di tangan konsumen mengalami
beberapa kali tahapan produksi atau di transaksikan berkali-kali ,dengan demikian
perhitungan nilai yang dihasilkan hanya berdasarkan nilai dari produk akhir
saja,tidak menghitung nilai produk antara,guna menghindari terjadi perhitungan
berkali-kali
Contoh : nilai tambah dari pakaian jadi
Kapas-pedagang kapas-perusahaan pemintal-benang-kain-perusahaan garmen
Dengan pendekatan produksi ,ini rumuskan:
GDP = nilai produksi- nilai input antara = gross output-input
antaraContoh:

produk

Rp.50.000GDP

kain

kain,nilai

produksi

=Rp100.000-

Rp

:Rp

100.000,input

50.000,GDP=nilai

antara

tambahDengan

pendekatan ini maka GDP = nilai produksi nilai input antaraGDP =gross output
input antara
Pendekatan ini digunakan bila data produksi semua barang dan jasa
tersedia dengan baik dan cukup valid.
Contoh:
Pendekatan produksi,nilai tambah = nilai produksi biaya antara
Contoh:
Aktivitasnya:pertanian (produksi padi) :
Nilai produksi :
Biaya antara : -pupuk
Nilai tambah

-bibit dan lainnya

Rp 10 juta
Rp 6 juta
Rp 4 juta

Contoh :
Nilai tambah value added dari kapas menjadi palaian, dapat dilihat
sebagai berikut

nilai tambah =nilai produk akhir karena suatu barang tersebut

30

berpindah-pindah dari satu orang ke orang lain (karena ada transaksi jual beli),
maka dalam menghitung nilai tambahnya dilihat hasil nilai final goods (produk
akhirnya) saja, agar tidak terjadi perhitungan berganda. Contoh: kapas-benangkain-pakaian
b. proses nilai tambah (value added approach)
nilai tambah (value added) adalah nilai timbul karena adanya aktivitas ekonomi
atau nilai yang timbul karena penggunaan faktor produksi sehingga menimbulkan
balas jasa produksi.
Faktor produksi

balas jasa faktor produksi (nilai tambah)

modal

bunga

tenaga kerja

gaji

tanah dan alat

sewa

entrepreneur

laba/rugi (surplus operasi).

Dengan pendekatan ini maka GDP = jumlah seluruh nilai tambah yang dihasilkan.
Pendekatan ini digunakan bila data nilai tambah semua barang dan jasa tersedia
dengan baik dan cukup valid,
C. pendekatan pengeluaran (expenditure approach)
Pendekatan ini GDP= jumlah dari pengeluaran.
Pendekatan dari sudut penggunaan (expenditure)

GDP = C + G + I + X M.

Dengan cara ini maka GDP sama dengan penjumlahan seluruh penggunaan out
put yang dihasilkan oleh masyarakat diwilayah tertentu.
2.8 Kesejahteraan Publik dan Ketersediaan Barang Publik

Kesejahteraan publik berkaitan dengan jumlah, jenis barang dan jasa yang
tersedia yang dapat dikonsumsi publik. Solusi terbaik untuk mensejahterakan
masyarakat dengan menggunakan mekanisme pasar.namun prinsip ini akan
menghasilkan zero sum game, yaitu bila seorang bisa mendapatkan kondisi lebih

31

baik dari suatu transaksi, maka akan ada orang lain yang akan mengalami
kerugian. Hal ini terjadi karena sistem pasar yang bersaing, semua transaksi yang
terjadi saling menguntungkan. Bila dilakukan penyesuaian terhadap mekanisme
pasar yang bersaing maka akan dihasilkan kondisi seperti diatas, yaitu keuntungan
yang didapat oleh seorang merupakan biaya bagi orang lain.
2.9 Pasar dan Pemerintah yang Gagal
Pasar yang gagal merupakan pasar yang tidak dapat menjalankan
fungsinya dengan benar, yaitu tidak dapat menciptakan persaingan yang hebat,
hanya mengutamakan kepentingan pemain yang kuat saja, mengabaikan
kepentingan orang banyak sehingga tidak menghasilkan efisiensi ekonomi. Pasar
gagal ini hanya menghasilkan eksternalitas negatif bagi masyarakat.

Beberapa hal yang menimbulkan pemerintah yang gagal


Kebijakan ekonomi oleh negara tidak efektif, tidak adil dan salah tempat
sehingga menghasilkan julukan pemerintah yang gagal. Beberapa penyebab
timbulnya pemerintah yang gagal antara lain :
a. Politik kepentingan sendiri, dengan mengabaikan kepentingan politik
Para

penyelenggara

negara

baik

politisi

maupun

birokrat,

jika

mengutamakan kepentingan sendiri atau kelompok tanpa memerhatikan


kepentingan publik sering kali menimbulkan mis-alokasi sumber daya ekonomi di
masyarakat.
b. Berorientasi jangka pendek (kebijakan myopia)
Kebijakan ekonomi negara oleh pemerintah disusun oleh politisi dan
birokrat yang berorientasi jangka pendek. Banyak masalah ekonomi jangka
panjang muncul karena persoalan kebijakan jangka pendek yang tidak berorientasi
pada perbaikan jangka panjang.ini sangat terlihat Politisi dan birokrat negara

32

mempunyai moral dan integritas kenegarawanan, agar kebijakan ini tidak muncul
pada masyarakat.
c. Peraturan yang tidak berpihak pada kepentingan publik(regulatory
capture)
Kebijakan ekonomi negara oleh pemerintah disusun oleh para politisi dan
birokrat yang tidak berpihak pada kepentingan publik akan membuat kinerja
ekonomi publik buruk. Misalnya kebijakan ekonomi negara untuk menaikan tarif
listrik guna mengamankan cash- flow PT PLN, dapat menyebabkan seluruh
aktivitas ekonomi dimasyarakat akan terbebani, sehingga kinerja ekonomi publik
terganggu.
d. Intervensi pemerintah yang tidak tepat, sehingga menimbulkan
disensif
Dalam praktik hidup bernegara, berbagai kebijakan negara yang tidak tepat
sering terjadi, misal penetapan upah minimum bagi para pekerja. Bila penetapan
upah minimum tidak tepat tidak sebanding dengan produktivitas yang dihasilkan,
maka ekonomi negara yang bersangkutan akan kalah bersaing dengan negara
tetangga.
e. Pembukaan kran impor yang terlalu mudah
Bila pembukaan kran impor terhadap produk yang juga dihasilkan didalam
negeri terlalu mudah tanpa dilakukan dengan perhitungan yang cermat,
dampaknya dalam jangka panjang akan mengakibatkan industri lokal akan mati,
dan ini tentu akan merugikan kepentingan ekonomi publik.
f. Pengenaaan pajak yang kurang tepat
Jika pengenaan pajak pemerintah nilai (PPN) atas produk yang dibutuhkan
tanpa dilakukan dengan perhitungan yang cermat, maka dampaknya dalam jangka
panjang akan mengakibatkan permintaan akan turun, yang pada akhirnya
merugikan industri lokal. Bila penyelenggara negara gagal melindungi
kepentingan publiknya, maka hal ini akan menimbulkan sosial di masyarakat, jika

33

tidak cepat diselesaikan akan menimbulkan masalah politik yang bisa


menumbuhkan bibit pemerintah yang gagal.
2.10

Krisis Ekonomi

ekonomi berarti aktivitas manusia memenuhi kebutuhan hidupnya tidak berjalan


atau bermasalah. Bila terjadi krisis ekonomi maka pemenuhan kebutuhan hidup
menjadi sulit, dan ini akan berarti kesejahteraan sebagian masyarakat menurun,
bisa dikatakan ekonomi publik menjadi sulit.
Pengertian dan istilah krisis ekonomi
Krisis ekonomi adalah keadaan yang ditandai oleh rendahnya aktivitas
ekonomi dalam bentuk investasi dan perdagangan yang sangat menurun. Hal ini
banyak mengakibatkan perusahaan bangkrut, yang berujung pada pemutusan
hubungan kerja dengan karyawannya, krisis ekonomi menciptakan banyak
pengangguran, sehingga masyarakat kehilangan sumber nafkah.
Di indonesia, krisis ekonomi adalah istilah yang sering terjadi
pembicaraan sehari-hari, semenjak terjadi krisis moneter pada tahun 1998. Krisis
ekonomi sebetulnya adalah istilah yang muncul akibat dampak krisis keuangan.
Krisis keuangan menimbulkan banyak hal dimasyarakat, salah satu halyang paling
banyak dirasakan masyarakat terganggu stabilitas nilai tukar,seperti turunnya daya
beli uang atau berkurangnya nilai aset keuangan seperti saham, obligasi, dan
berbagai jenis surat berharga lainnya.
Penyebab timbulnya krisis keuangan
Banyak faktor yang secara langsung dan tidak langsung yang
menimbulkan krisis keuangan. Krisis keuangan atau lebih dikenal dengan krisis
moneter di indonesia tahun 1998 dimulai dengan krisis utang, termasuk utang luar
negeri baik utang swasta maupun utang negara. Kompleksitas dan saling
ketergantungan antarsektor usaha dan antarnegara serta kepentingan politik,
ekonomi dan persaingan bisnis yang tidak sehat, telah menimbulkan krisis
keuangan.
Ada 2 penyebab krisis keuangan :
34

a.Ekonomi

spekulasi

yang

menimbulkan

pertumbuhan

semu(bubble

economic)
Bubble ekonomi adalah sebuah keadaan dimana ada kenaikan harga yang
cepat, diikuti oleh fluktuasi harga di pasar yang pada akhirnya jika sudah
mencapai titik jenuh kemudian meledak menyebabkan timbulnya krisis. Hal ini
terjadi

karena

ketika

spekulasi

berkembang

untuk

komoditas

tertentu

menyebabkan harganya meningkat dengan cepat, sehingga menghasilkan lebih


banyak lagi spekulasi. Kenaikan harga ini akan mencapai suatu tingkat yang tidak
wajar dan mengalami penurunan dengan mendadak, sehingga menimbulkan
kepanikan para pelaku pasar.
Ahli ekonomi menggunakan istilah bubble economy untuk meningkatkan
harga aset secara ekstrem berdasarkan harapan kenaikan harga pada masa depan
tanpa dukungan fundamental ekonomi, dan lazimnya diikuti kenyataan yang
bertolak belakang dari harapan, anjloknya atau jatuhnya harga atau nilai aset,
utamanya aset keuangan berupa surat berharga.
b. kegagalan perbankan
ketika sebuah bank mengalami gagal melakukan pengelolaan dana yang
diamanahkan nasabah kepadanya dengan baik, kemudian diterpa isu negatif yang
menyebar dengan cepat, maka para nasabah akan cepat terpengaruh dan
mendadak ramai-ramai akan melakukan penarikan yang disimpan pada bank
tersebut. Bila penyelenggara negara ,khususnya bank sentral, tidak bisa meredam
isu tersebut dengan segera, maka semua bank akan mengalami hal yang sama,
sehingga terjadi penarikan dana oleh nasabah secara ramai-ramai dan bersamaan.
Bila keadaan ini terjadi maka bank akan mengalami kesulitan pengelolaan
dana yang diamanahkan dana masyarakat yang diterimanya, karena dana yang
sudah disalurkan dalam bentuk pinjaman kepada nasabahnya, tidak bisa ditarik
secepatnya untuk membayar tuntutan para deposan. Hal ini dianggap bank dapat
dianggap gagal atau bangkrut, selanjutnya menyebabkan banyak deposan

35

kehilangan tabungan mereka mereka kecuali mereka dilindungi oleh asuransi


deposito.
2.11

Ekonomi Publik di Indonesia Saat ini


Semenjak era reformasi, kebijakan ekonomi negara tampaknya kurang

berpihak pada kepentingan nasional, untuk mensejahterakan masyarakatnya.


Dalam satu dekade terakhir, banyak terlihat kebijakan ekonomi negara lebih netral
saja terhadap perkembangan pasar, tanpa ada koreksi pemerintah melalui
kebijakan ekonomi negara yang memihak kepentingan masyarakat luas dan
kepentingan ekonomi nasional secara keseluruhan.
Ada 3 kecenderungan negatif yang berkembang mengenai hubungan
antara penyelenggara negara dalam pembangunan ekonomi publik melalui
instrumen investasi saat ini, yaitu sebagai berikut :
1

Saat ini penyelenggara negara di indonesia cenderung kehilangan ideologi


untuk mengatur dan mengurus kesejahteraan warganya, seperti masalah
pertahanan dan potensi kekayaan alammnya. Penyelenggara negara bahkan
kelihatan tidak bisa membedakan mana yang harus dilakukan, yang
sebaiknya dilakukan, dan mana yang boleh dilakukan sebagai dasar
ideologi penting untuk memainkan peran negara sebagai perwujudan dan
cita-cita kesejahteraan masyarakat.
Seharusnya negara dapat memutuskan mana kekayaan dan sumber
daya alam milik negara yang harus diatur dan dikelola sendiri oleh negara,
mana yang dapat dikelola oleh masyarakat, baik lokal maupun setempat,
atau masyarakat indonesia lainnya, dan mana yang boleh dikelola oleh
orang asing. Negara jangan sampai kehilangan jiwa untuk membedakan
mana yang menjadi tugas dan tanggung jawab utamanya sebagai pemegang
amanah rakyat, mana yang merupakan wilayah bebas sehingga hal-hal yang
strategis bagi kemakmuran rakyat tidak mungkin dilepaskan dari peran

negara.
Negara belum mampu menciptakan mesin birokrasi pemerintah yang
efisiensi untuk menggerakkan semua bidang kehidupan. Berkembangnya

36

investasi untuk pembangunan ekonomi publik hanya semua bidang


kehidupan. Berkembangnya investasi untuk pembangunan ekonomi publik
hanya mungkin dilakukan jika birokrasi negara bersih, efisien, transapran,
akuntabel, dan efektif. Iklim investasi akan tumbuh dalam negara yang
e

birokrasinya memenuhi unsur-unsur tersebut.


Negara ini masih dan sangat membutuhkan birokrasi yang memudahkan,
bukan birokrasi yang selalu menyulitkan dan mencari kesempatan bagi
kepentingannya. Indonesia membutuhkan birokrasi yang memberdayakan,
bukan sebaliknya, salah satunya disebabkan oleh ketidakmampuan negara
untuk merevitalisasi birokrasi menuju birokrasi yang profesional.
Pola pikir yang menempatkan perizinan sebagai sumber pendapatan
atau retribusi bagi negara telah menyebabkan biaya-biaya produksi
semakin mahal. Akibatnya berbagai perizinan usaha telah menjadi salah
satu hambatan bagi berkembangnya iklim investasi yang kondusif. Dengan
menggunakan parameter dan indikator kinerja publik seperti dapat dilihat
kinerja ekonomi publik indonesia saat ini sebagai berikut :

Kesejahteraan masyarakat
Masyarakat yang sejahtera paling tidak memiliki 2 unsur ,yaitu pendapatan
,masyarakat yang memadai, dan pelayanan dari negar yang juga memadai. Jika
indikator ini digunakan untuk menilai kesejahteraan masyarakat sepertinya masih
jauh dari yang diharapkan, jika dibandingkan dengan negara tetangga yang
merdeka lebih belakangan dan kekayaan alamnya lebih sedikit dari negara
indonesia ,dengan kata lain kinerja ekonomi indonesia masih lemah.
Stabilitas nilai tukar
Stabilitas nilai tukar, baik internal maupun eksternal tampaknya juga
belum memadai. Walaupun secara resmi pemerintah mengumkan angka inflasi
dibawah 10%, tetapi kalau dilihat pergerakan harga barang dan jasa dibandingkan
dengan pendapatan kelompok masyarakat menengah kebawah, pada umumnya
menunjukan beban hidup masyarakat dari waktu kewaktu semakin berat.

37

Banyaknya pilihan konsumsi barang dan jasa yang tidak terjangkau


masyarakat bawah
Makin banyaknya pilihan konsumsi barang dan jasa bagi masyarakat,
mengindikasikan masyarakat tersebut makin sejahtera. Indikasi ini akan menjadi
kenyataan di masyarakat bila daya beli masyarakat untuk barang dan jasa
mencukupi. Bila dibandingkan pilihan barang dan jasa yang makin banyak
tersedia di masyarakat dibanding kemampuan daya beli kelompok masyarakat
menengah kebawah, terlihat umumnya tidak sebanding, artinya tidak banyak
masyarakat menikmati pilihan tersebut.
Penyedia lapangan pekerjaan versus tingkat pengangguran
Pekerjaan merupakan sumber nafkah bagi masyarakat. Tanpa tersedia
lapangan pekerjaan yang memadai bagi masyarakat, tentu akan berakibat pada
sumber nafkah yang tidak memadai. Banyak masyarakat yang tidak dapat bekerja,
maka mereka akan menganggur. Walau pemerintah secara resmi mengumkan
tingkat pengangguran yang terjadi di masyarakat cukup rendah, namun tidak
sesuai dengan kenyataan yang terlihat sehari-hari jauh berbeda.
Peningkatan aktivitas ekonomi dimasyrakat
Bila tingkat pengangguran relatif tinggi, maka ini menunjukan aktivitas
ekonomi rendah. Pertumbuhan PDB indonesia saat ini justru didorong oleh
konsumsi yang tinggi, sementara kegiatan produktif di masyarakat justru
menurun.
Rendahnya investasi di masyarakat, terutama oleh masyarakat lokal
Berkaitan dengan diatas, dimana yang terjadi dimasyarakat adalah
peningkatan perilaku konsumtif, sementara perilaku produktif justru menurun.
Pertumbuhan PDB indonesia saat ini justru didorong oleh konsumsi yang tinggi,
sementara kegiatan produktif justru makin menurun.walaupun pemerintah
mengumumkan ada peningkatan investasi, tetapi kenyataan yang terjadi justru
menunjukan makin besarnya angka pengangguran di masyarakat.
Indikator iklim usaha (business and investment)
38

Iklim usaha adalah kondisi yang dapat merangsang munculnya usaha atau
investasi. Iklim usaha dibentuk dari berbagai faktor yang saling berkait dan
bersaing satu sama lain dalam membangun suasana yang menyenangkan bagi
semua pihak yang berkaitan dengan masalah investasi, baik dimsyarakat sekitar
lokasi, pelaku investasi, maupun pemerintah yang mewakili kepentingan negara.
Namun jika iklim usahanya tidak kondusif, maka pengembangan investasi tidak
akan optimal, begitu juga sebaliknya. Hal yang berkaitan dengan pembentukan
iklim investasi antara lain :
a. Kepastian berusaha
Di indonesia hal ini sangat sulit, terutama bagi usaha kecil dan rakyat jelata
yang ingin berpartisipasi dalam kegiatan ekonomi publik. Kepastian berusaha
merupakan sinergi dari berbagai aspek terkait dengan pelaksanaan investasi.

b. Tersedianya sumber daya investasi


Ketersediaan sumber daya investasi, berupa sumber daya alam(SDA),
sumber daya manusia(SDM), tidak bisa dibantah lagi. Salah satu sumber daya
investasi yang menarik bagi indonesia, disamping kekayaan alam yang melimpah,
adalah jumlah penduduk yang besar, yang berarti potensi(konsumen) yang juga
besar pula.
c. Sarana dan prasarana untuk kebutuhan publik yang belum memadai
Ketersedian sarana dan prasarana publik, yang mudah mendapatkan dan
mengaksesnya, murah biayanya, serta lancar prosesnya, tampaknya masih jauh
dari harapan masyarakat. Kemacetan di jalan raya di perkotaan, antrean
dipelabuhan, listrik yang tidak memadai, BBM yang kadang-kadang langka,
keamanan dari pencuri dan vandalisme, dan hal-hal lainnya yang menggambarkan
penyediaan sarana dan prasarana pengembangan ekonomi publik masih
bermasalah.
d. Kondisis birokrasi pemerintah

39

Keberadaan birokrasi yang cepat tanggap dan melayani kebutuhan para


pemodal (investor), khususnya dalam memberikan informasi yang benar, dan
pelayanan administrasi perizinan yang trasparan dan akuntabel, tampaknya masih
jauh dari kenyataan.
e. Intensif usaha yang tidak adil
Tersedianya intensif yang tepat bagi dunia usaha, dan bagi masyarakat
banyak, tampaknya belum cukup nyata di indonesia. Dari kenyataan yang terlihat
adalah seperti jargon berikut.the rich get richer, the poor getting worse. Artinya
insentif hanya tersedia buat yang punya modal besar. Tetapi buat yang kecil dan
ingin besar, tidak ada intensif usaha yang memadai.

Makin lemahnya negara dan masyarakat,secara ekonomi maupun sosial


Keberadaan atau kemampuan negara dibidang ekonomi maupu sosial,
antara lain ditunjukan oleh kemampuan negara untuk melayani masyarakat dalam
berbagai aspek, seperti kesehatan, pendidikan, keamanan, dan jaminan sosia yang
dibutuhkan berbagai kelompok masyarakat dengan lebih baik. Sementara
kenyataan sehari-hari menunjukan hal yang sebaliknya. Banyak sekali kasus
dimana pelayanan negara terhadap masyarakat masih jauh dari memadai.
Konsistensi indikator mikro dan makro ekonomi
Ekonomi makro merupakan penjumlahan dari kinerja ekonomi mikro, atau
dengan kata lain kinerja ekonomi secara nasional merupakan akumulasi dari
kinerja ekonomi secara perusahaan. Dengan dmikian, sangatlah tidak mungkin
bila secara makro kinerja ekonomi dikatakan baik, namun secara mikro tidak baik,
atau sebaliknya. Kinerja ekonomi secara makro adalah kinerja ekonomi publik.
Bila ketidak konsistenan indikator kinerja ekonomi makro dan mikro terjadi,
misalnya secara makro kinerja baik, namun secara mikro tidak baik, berarti secara

40

makro terjadi bubble economic, yang tentu saja secara nyata dilapangan tidak ada
pertumbuhan ekonomi.
Konsistensi dari indikator secara makro dan mikro ini sebenarnya lebih
menunjukan keterbukaan dan akuntabilitas penyelenggara negara, sehingga
dengan demikian akan mengurangi aktifitas penyelenggara negara yang hanya
berujung pada pembentukan citra, bukan pada optimalisasi kinerja.

BAB 3. PENUTUP
3.1

Kesimpulan
Eksistensi pasar sebagai mekanisme untuk meniptakan persaingan yang

sehat dalam perekonomian nasional perlu dijaga agar dapat berkontribusi optimal
bagi pencapaian kesejahteraan masyarakat. perlu di ingat, sejarah peradaban
manusia berbagai kasus resesi ekonomi dunia, khususnya krisis financial global
tahun 2008, menunjukan pada dunia bahwa pasar itu bisa gagal dalam
menjalankan fungsinya, sehingga menimbulkan pasar yang gagal (market
failured).
Pasar yang gagal yaitu pasar yang tidak dapat menjalankan fungsinya
dengan baik, yaitu tidak dapat menciptakan persaingan yang sehat, hanya
mementingkan permainan yang kuat. mengabaikan kepentingan orang banyak

41

(publik), sehingga tidak dapat menghasilkan efisiensi ekonomi. pasar yang gagal
ini menghasilkan eksternalitas negatif bagi masyarakat.
Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pasar tidak dapat mengatur
dirinya sendiri, atau pasar tidak selalu berfungsi sebagai alat untuk menciptakan
persaingan yang sehat, baik antara konsumen dan produsen, antar produsen
maupun antar konsumen. oleh karena itu dalam mengelola perekonomian nasional
yang bertujuan untuk kesejahteraan masyarakat, maka peran negara yang
dijalankan oleh penyelenggara negara, khususnya pemerintah perlu terus
dihidupkan dan dijaga, sehingga kedaulatan negara dalam melindungi berbagai
aspek kehidupan bernegara dan berbangsa dapat ditegakkan.

42