Anda di halaman 1dari 14

PEREKONOMIAN INDONESIA

KEMISKINAN DAN PENGANGGURAN

Disusun Oleh Kelompok 8 :

Putri Herlina
Ayu Damayanti
Winda Aryani
Hatia Elok Wahyuningtias

1310111022
1310111032
1310111039
1310111143

Fakultas Ekonomi/S1 Manajemen


Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta
1

Kata Pengantar
Segala puji dan syukur saya panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa, karena atas
berkat dan limpahan rahmat maka kami dapat menyelesaikan makalah ini dengan tepat
waktu.
Berikut ini penulis mempersembahkan sebuah makalah dengan judul "Kemiskinan
dan pengangguran", yang menurut kami dapat memberikan manfaat yang besar. Melalui
kata pengantar ini penulis lebih dahulu meminta maaf dan memohon permakluman bila
mana isi makalah ini ada kekurangan dan ada tulisan yang kami buat kurang tepat atau
menyinggung perasaan pembaca.
Dengan ini kami mempersembahkan makalah ini dengan penuh rasa terima kasih
dan semoga Tuhan Yang Maha Esa memberkahi makalah ini sehingga dapat memberikan
manfaat.

Jakarta, Maret 2015

Penyusun

BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang

Perekonomian Indonesia sejak krisis ekonomi pada pertengahan 1997 membuat kondisi
ketenagakerjaan Indonesia ikut memburuk. Sejak itu, pertumbuhan ekonomi Indonesia juga
tidak pernah mencapai 7-8 persen. Padahal, masalah pengangguran erat kaitannya dengan
pertumbuhan ekonomi. Jika pertumbuhan ekonomi ada, otomatis penyerapan tenaga kerja
juga ada. Setiap pertumbuhan ekonomi satu persen, tenaga kerja yang terserap bisa
mencapai 400 ribu orang. Jika pertumbuhan ekonomi Indonesia hanya 3-4 persen, tentunya
hanya akan menyerap 1,6 juta tenaga kerja, sementara pencari kerja mencapai rata-rata 2,5
juta pertahun. Sehingga, setiap tahun pasti ada sisa pencari kerja yang tidak memperoleh
pekerjaan dan menimbulkan jumlah pengangguran di Indonesia bertambah.
Sampai Agustus 2010, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat tingkat pengangguran
terbuka di Indonesia mencapai 7,14% atau 8,32 juta orang dari jumlah angkatan kerja yang
berjumlah 116,53 juta orang. Demikian disampaikan oleh Kepala BPS Rusman Heriawan
dalam jumpa pers di kantornya Jalan DR. Soetomo, Jakarta, Rabu (1/12/2010).
"Dibandingkan Agustus 2009, jumlah pengangguran di Indonesia semakin berkurang. Pada
Agustus 2010 7,14%, sementara di Agustus 2009 7,87%," ujar Rusman. Secara jumlah,
total pengangguran di Indonesia pada Agustus 2010 juga menurun, dari 8,96 juta orang di
Agustus 2009 menjadi 8,32 juta orang di Agustus 2010. "Penurunannya karena
pertumbuhan ekonomi, kalau bagus akan banyak lapangan kerja yang tumbuh. Semua
lapangan kerja naik, kecuali pertanian turun 117 ribu orang (0,28%)," ujar Rusman. Selain
itu lapangan kerja di sektor transportasi, pergudangan, dan telekomunikasi juga menurun
500 ribu orang atau 8,16%. Jumlah penduduk yang bekerja pada Agustus 2010 mengalami
kenaikan terutama di sektor industri sebesar 772 ribu orang (5,91%) dan sektor konstruksi
sebesar 748 ribu orang (15,44%). Sedangkan sektor-sektor yang mengalami penurunan
adalah sektor pertanian sebesar 1,3 juta orang (3,11%) dan sektor transportasi sekitar 198
ribu orang (3,41%). Sektor pertanian, perdagangan, jasa kemasyarakatan dan sektor industri
secara berurutan menjadi penyumbang terbesar penyerapan tenaga kerja pada bulan
Agustus 2010.Selain masalah di atas, masalah kependudukan yang berhubugan erat dengan
pengangguran adalah kemiskinan, Sejak tahun 2002, sebuah tim yang terdiri dari para
analis Indonesia dan manca negara, dibawah naungan Program Analisa Kemiskinan di
Indonesia (INDOPOV) di kantor Bank Dunia Jakarta, telah mempelajari karakteristik

kemiskinan di Indonesia. Mereka telah berusaha untuk mengidentifikasikan apa yang


bermanfaat dan tidak bermanfaat dalam upaya pengentasan kemiskinan, dan untuk
memperjelas pilihan-pilihan apa saja yang tersedia untuk Pemerintah dan lembagalembaga non-pemerintah dalam upaya mereka untuk memperbaiki standar dan kualitas
kehidupan masyarakat miskin Makalah mencoba untuk menganalisa sifat multi-dimensi
dari pengangguran dan kemiskinan di Indonesia pada saat ini melalui pandangan baru yang
didasarkan pada perubahan-perubahan penting yang terjadi di negeri ini selama satu dekade
terakhir. Sebelum ini, Bank Dunia telah menyusun Kajian-Kajian Kemiskinan, yaitu pada
tahun 1993 dan 2001, namun kajian-kajian tersebut tidak membahas masalah kemiskinan
secara mendalam. Kajian ini memaparkan kekayaaan pengetahuan yang dimiliki oleh Bank
Dunia dan Pemerintah Indonesia dan penulis berharap bahwa kajian ini akan menjadi
sumbangan penting untuk menghangatkan diskusi kebijakan yang ada dan, pada akhirnya
akan membawa perubahan dalam penyusunan kebijakan dan pelaksanaan upaya-upaya
pengentasan kemiskinan dan pengangguran di Indonesia.
1.2 Rumusan Masalah
Seperti yang telah diuraikan pada latar belakang, maka penulis mengambil rumusan
masalah sebagai berikut: Bagaiman Keadaan Pengangguran Dan Kemiskinan Di Indonesia
Serta Apa Saja Kebijakan Untuk Mengatasi Masalah Tersebut?

1.3 Tujuan
Adapun tujuan dari penulisan makalah ini adalah untuk mengetahui keadaan
pengangguran dan kemiskinan di Indonesia serta langkah apa saja untuk menghadapi
permasalahan tersebut.

BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Defnisi Pengangguran
Definisi pengangguran secara teknis adalah semua orang dalam referensi waktu
tertentu, yaitu pada usia angkatan kerja yang tidak bekerja, baik dalam arti mendapatkan
upah atau bekerja mandiri, kemudian mencari pekerjaan, dalam arti mempunyai kegiatan
aktif dalam mencari kerja tersebut. Selain definisi di atas masih banyak istilah arti definisi
pengangguran diantaranya:
Menurut Sadono Sukirno Pengangguran adalah suatu keadaan dimana seseorang yang
tergolong dalam angkatan kerja ingin mendapatkan pekerjaan tetapi belum dapat
memperolehnya. Menurut Payman J. Simanjuntak Pengangguran adalah orang yang tidak

bekerja berusia angkatan kerja yang tidak bekerja sama sekali atau bekerja kurang dari dua
hari selama seminggu sebelum pencacahan dan berusaha memperoleh pekerjaan.
Definisi pengangguran berdasarkan istilah umum dari pusat dan latihan tenaga kerja
Pengangguran adalah orang yang tidak mampu mendapatkan pekerjaan yang menghasilkan
uang meskipun dapat dan mampu melakukan kerja. Definisi pengangguran menurut
Menakertrans Pengangguran adalah orang yang tidak bekerja, sedang mencari pekerjaan,
mempersiapkan suatu usaha baru, dan tidak mencari pekerjaan karena merasa tidak
mungkin mendapatkan pekerjaan.
2.2 Jenis-Jenis Pengangguran
Pengangguran sering diartikan sebagai angkatan kerja yang belum bekerja atau tidak
bekerja secara optimal. Berdasarkan pengertian diatas, maka pengangguran dapat
dibedakan menjadi tiga macam yaitu :
Pengangguran Terselubung (Disguissed Unemployment) adalah tenaga kerja yang tidak
bekerja secara optimal karena suatu alasan tertentu.
Setengah Menganggur (Under Unemployment) adalah tenaga kerja yang tidak bekerja
secara optimal karena tidak ada lapangan pekerjaan, biasanya tenaga kerja setengah
menganggur ini merupakan tenaga kerja yang bekerja kurang dari 35 jam selama seminggu.
Pengangguran Terbuka (Open Unemployment) adalah tenaga kerja yang sungguhsungguh tidak mempunyai pekerjaan. Pengganguran jenis ini cukup banyak karena
memang belum mendapat pekerjaan padahal telah berusaha secara maksimal.
Macam-macam pengangguran berdasarkan penyebab terjadinya dikelompokkan menjadi
beberapa jenis, yaitu :
Pengangguran konjungtural (Cycle Unemployment) adalah pengangguran yang
diakibatkan oleh perubahan gelombang (naik-turunnya) kehidupan perekonomian/siklus
ekonomi.
Pengangguran struktural (Struktural Unemployment) adalah pengangguran yang
diakibatkan oleh perubahan struktur ekonomi dan corak ekonomi dalam jangka panjang.
Pengangguran struktuiral bisa diakibatkan oleh beberapa kemungkinan, seperti : akibat

permintaan berkurang, akibat kemajuan dan pengguanaan teknologi, akibat kebijakan


pemerintah.
Pengangguran friksional (Frictional Unemployment) adalah pengangguran yang muncul
akibat adanya ketidaksesuaian antara pemberi kerja dan pencari kerja. Pengangguran ini
sering disebut pengangguran sukarela.
Pengangguran musiman adalah pengangguran yang muncul akibat pergantian musim
misalnya pergantian musim tanam ke musim panen.
Pengangguran teknologi adalah pengangguran yang terjadi akibat perubahan atau
penggantian tenaga manusia menjadi tenaga mesin-mesin
Pengangguran siklus adalah pengangguran yang diakibatkan oleh menurunnya kegiatan
perekonomian (karena terjadi resesi). Pengangguran siklus disebabkan oleh kurangnya
permintaan masyarakat (aggrerat demand).

2.3 Sebab-Sebab Terjadinya Pengganguran


Faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya pengganguran adalah sebagai berikut:
Besarnya Angkatan Kerja Tidak Seimbang dengan Kesempatan Kerja
Ketidakseimbangan terjadi apabila jumlah angkatan kerja lebih besar daripada kesempatan
kerja yang tersedia. Kondisi sebaliknya sangat jarang terjadi.
Struktur Lapangan Kerja Tidak Seimbang
Kebutuhan jumlah dan jenis tenaga terdidik dan penyediaan tenaga terdidik tidak
seimbang.
Apabila kesempatan kerja jumlahnya sama atau lebih besar daripada angkatan kerja,
pengangguran belum tentu tidak terjadi. Alasannya, belum tentu terjadi kesesuaian antara
tingkat pendidikan yang dibutuhkan dan yang tersedia. Ketidakseimbangan tersebut
mengakibatkan sebagian tenaga kerja yang ada tidak dapat mengisi kesempatan kerja yang
tersedia.
Meningkatnya peranan dan aspirasi Angkatan Kerja Wanita dalam seluruh struktur
Angkatan Kerja Indonesia.
Penyediaan dan Pemanfaatan Tenaga Kerja antar daerah tidak seimbang
Jumlah angkatan kerja disuatu daerah mungkin saja lebih besar dari kesempatan kerja,
sedangkan di daerah lainnya dapat terjadi keadaan sebaliknya. Keadaan tersebut dapat

mengakibatkan perpindahan tenaga kerja dari suatu daerah ke daerah lain, bahkan dari
suatu negara ke negara lainnya.
2.4. Dampak-Dampak Pengangguran Terhadap Perekonomian
Untuk mengetahui dampak pengganguran terhadap per-ekonomian kita perlu
mengelompokkan pengaruh pengganguran terhadap dua aspek ekonomi , yaitu:
2.4.1 Dampak Pengangguran terhadap Perekonomian suatu Negara
Tujuan akhir pembangunan ekonomi suatu negara pada dasarnya adalah
meningkatkan kemakmuran masyarakat dan pertumbuhan ekonomi agar stabil dan
dalam keadaan naik terus. Jika tingkat pengangguran di suatu negara relatif tinggi,
hal tersebut akan menghambat pencapaian tujuan pembangunan ekonomi yang telah
dicita-citakan.
Hal ini terjadi karena pengganguran berdampak negatif terhadap kegiatan
perekonomian, seperti yang dijelaskan di bawah ini:

Pengangguran bisa menyebabkan masyarakat tidak dapat memaksimalkan

tingkat kemakmuran yang dicapainya. Hal ini terjadi karena pengangguran bisa
menyebabkan pendapatan nasional riil (nyata) yang dicapai masyarakat akan lebih
rendah daripada pendapatan potensial (pendapatan yang seharusnya). Oleh karena
itu, kemakmuran yang dicapai oleh masyarakat pun akan lebih rendah.

Pengangguran akan menyebabkan pendapatan nasional yang berasal dari

sector pajak berkurang. Hal ini terjadi karena pengangguran yang tinggi akan
menyebabkan kegiatan perekonomian me-nurun sehingga pendapatan masyarakat
pun akan menurun. Dengan demikian, pajak yang harus dibayar dari masyarakat
pun akan menurun. Jika penerimaan pajak menurun, dana untuk kegiatan ekonomi
pemerintah juga akan berkurang sehingga kegiatan pembangunan pun akan terus
menurun.

Pengangguran

tidak

menggalakkan

pertumbuhan

ekonomi.

Adanya

pengangguran akan menye-babkan daya beli masyarakat akan berkurang sehingga


permintaan terhadap barang-barang hasil produksi akan berkurang. Keadaan
demikian tidak merangsang kalangan Investor (pengusaha) untuk melakukan

perluasan atau pendirian industri baru. Dengan demikian tingkat investasi menurun
sehingga pertumbuhan ekonomipun tidak akan terpacu.
2.4.2 Dampak pengangguran terhadap Individu yang Meng-alaminya dan
Masyarakat
Berikut ini merupakan dampak negatif pengangguran terhadap individu yang
mengalaminya dan terhadap masyarakat pada umumnya:

Pengangguran dapat menghilangkan mata pencaharian

Pengangguran dapat menghilangkan ketrampilan

Pengangguran akan menimbulkan ketidakstabilan social politik.

2.5 Kebijakan Kebijakan Pengangguran


Adanya bermacam-macam pengangguran membutuh-kan cara-cara mengatasinya yang
disesuaikan dengan jenis pengangguran yang terjadi, yaitu sbb :
2.5.1 Cara Mengatasi Pengangguran Struktural
Untuk mengatasi pengangguran jenis ini, cara yang digunakan adalah :

Peningkatan mobilitas modal dan tenaga kerja

Segera memindahkan kelebihan tenaga kerja dari tempat dan sector yang
kelebihan ke tempat dan sector ekonomi yang kekurangan

Mengadakan pelatihan tenaga kerja untuk mengisi formasi kesempatan


(lowongan) kerja yang kosong, dan

Segera mendirikan industri padat karya di wilayah yang mengalami


pengangguran.

2.5.2 Cara Mengatasi Pengangguran Friksional


Untuk mengatasi pengangguran secara umum antara lain dapat digunakan cara cara
sbb:

Perluasan kesempatan kerja dengan cara mendirikan industri-industri baru,


terutama yang bersifat padat karya

Deregulasi dan Debirokratisasi di berbagai bidang industri untuk


merangsang timbulnya investasi baru

Menggalakkan pengembangan sector Informal, seperti home indiustri

Menggalakkan program transmigrasi untuk me-nyerap tenaga kerja di sector


agraris dan sector formal lainnya

Pembukaan proyek-proyek umum oleh peme-rintah, seperti pembangunan


jembatan, jalan raya, PLTU, PLTA, dan lain-lain sehingga bisa menyerap
tenaga kerja secara langsung maupun untuk merangsang investasi baru dari
kalangan swasta.

2.5.3 Cara Mengatasi Pengangguran Musiman.


Jenis pengangguran ini bisa diatasi dengan cara :

Pemberian informasi yang cepat jika ada lowongan kerja di sector lain,

Melakukan pelatihan di bidang keterampilan lain untuk memanfaatkan


waktu ketika menunggu musim tertentu.

2.5.4 Cara mengatasi Pengangguran Siklus


Untuk mengatasi pengangguran jenis ini adalah :

Mengarahkan permintaan masyarakat terhadap barang dan jasa, dan

Meningkatkan daya beli Masyarakat.

2.6 Defnisi Kemiskinan


Menurut wikipedia Kemiskinan adalah keadaan dimana terjadi kekurangan hal-hal
yang biasa untuk dipunyai seperti makanan , pakaian , tempat berlindung dan air minum,
hal-hal ini berhubungan erat dengan kualitas hidup . Kemiskinan kadang juga berarti tidak
adanya akses terhadap pendidikan dan pekerjaan yang mampu mengatasi masalah
kemiskinan dan mendapatkan kehormatan yang layak sebagai warga negara. Kemiskinan
merupakan masalah global. Sebagian orang memahami istilah ini secara subyektif dan
komparatif, sementara yang lainnya melihatnya dari segi moral dan evaluatif, dan yang
lainnya lagi memahaminya dari sudut ilmiah yang telah mapan. Istilah "negara
berkembang" biasanya digunakan untuk merujuk kepada negara-negara yang "miskin".
Kesenjangan ekonomi atau ketimpangan dalam distribusi pendapatan antara
kelompok masyarakat berpendapatan tinggi dan kelompok masyarakat berpendapatan
rendah serta tingkat kemiskinan atau jumlah orang yang berada di bawah garis kemiskinan

(poverty line) merupakan dua masalah besar di banyak negara-negara berkembang (LDCs),
tidak terkecuali di Indonesia.
2.7 Jenis-Jenis Kemiskinan Dan Definisinya
Besarnya kemiskinan dapat diukur dengan atau tanpa mengacu kepada garis
kemiskinan. Konsep yang mengacu kepada garis kemiskinan disebut kemiskinan relatif,
sedangkan konsep yang pengukurannya tidak didasarkan pada garis kemiskinan disebut
kemiskinan absolut
Kemiskinan relatif adalah suatu ukuran mengenai kesenjangan di dalam distribusi
pendapatan, biasanya dapat didefinisikan didalam kaitannya dengan tingkat rata-rata dari
distribusi yang dimaksud.
Kemiskinan absolut adalah derajat kemiskinan dibawah, dimana kebutuhan-kebutuhan
minimum untuk bertahan hidup tidak dapat terpenuhi.
2.8 Faktor-Faktor Penyebab Kemiskinan
Tidak sulit mencari faktor-faktor penyebab kemiskinan, tetapi dari faktor-faktor
tersebut sangat sulit memastikan mana yang merupakan penyebab sebenarnya serta mana
yang berpengaruh langsung dan tidak langsung terhadap perubahan kemiskinan
Tingkat dan laju pertumbuhan output
Tingkat upah neto
Distribusi pendapatan
Kesempatan kerja
Tingkat inflasi
Pajak dan subsidi
Investasi
Alokasi serta kualitas SDA
Ketersediaan fasilitas umum
Penggunaan teknologi
Tingkat dan jenis pendidikan
Kondisi fisik dan alam
Politik
Bencana alam

Peperangan
2.9 Kebijakan Anti kemiskinan
Untuk menghilangkan atau mengurangi kemiskinan di tanah air diperlukan suatu
strategi dan bentuk intervensi yang tepat, dalam arti cost effectiveness-nya tinggi.
Ada tiga pilar utama strategi pengurangan kemiskinan, yakni :
pertumuhan ekonomi yang berkelanjutan dan yang prokemiskinan
Pemerintahan yang baik (good governance)
Pembangunan sosial
Untuk mendukung strategi tersebut diperlukan intervensi-intervensi pemerintah
yang sesuai dengan sasaran atau tujuan yang bila di bagi menurut waktu yaitu :
a. Intervensi jangka pendek, terutama pembangunan sektor pertanian dan ekonomi
pedesaan
b. Intervensi jangka menengah dan panjang meliputi: Pembangunan sektor swasta,
Kerjasama regional, APBN dan administrasi, Desentralisasi, Pendidikan dan Kesehatan
Penyediaan air bersih dan Pembangunan perkotaan

BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan

Pengangguran di Indonesia kondisinya saat ini sangat memprihatnkan, banyak


sekali terdapat pengangguran di mana-mana. Penyebab pengangguran di ndonesia ialah
terdapat pada masalah sumber daya manusia itu sendiri dan tentunya keterbatasan lapangan
pekerjaan. Indonesia menempati urutan ke 133 dalam hal tingkat pengangguran di dunia,
semakin rendah peringkatnya maka semakin banyak pulah jumlah pengangguran yang
terdapat di Negara tersebut. Untuk mengatasi masalah pengangguran ini pemerintah telah
membuat suatu program untuk menampung para pengangguran. Selain mengharapkan
bantuan dari pemerintah sebaiknya kita secara pribadi juga harus berusaha memperbaiki
kualitas sumber daya kita agar tidak menjadi seornag pengangguran dan menjadi beban
pemerintah.
Dengan besarnya tingkat pengangguran tersebut maka semakin besar pula tigkat
kemiskinan di Indonesia. Indonesia yang sekarang tentu saja sangat berbeda dari Indonesia
satu dekade yang lalu. Maka bukan hal yang mengejutkan apabila strategi-strategi
pengentasan kemiskinan telah berubah seiring dengan perubahan yang telah dialami oleh
Indonesia oleh karena itu dibuatlah makalah yang berjudul Pengentasan Kemiskinan dan
penulis sangat berharap bahwa kajian kemiskinan ini dapat menjadi sumbangan berarti
dalam menghadapi berbagai tantangan.

DAFTAR PUSTAKA
http://bangaisabe.blogspot.com/2008/11/pengangguran-di-indonesia-semakin.html
http://elektrojoss.wordpress.com/2007/06/12/tiga-faktor-mendasar-penyebab-masihtingginya-pengangguran-di-indonesia/
http://id.wikipedia.org/wiki/Kemiskinan
http://id.wikipedia.org/wiki/Pengangguran

http://www.hamline.edu/apakabar/basisdata/2001/07/21/0018.html
http://www.scribd.com/doc/15891512/Makalah-Masalah-Kemiskinan-Ekonomi