Anda di halaman 1dari 19

Perbedaan HPLC dan GC

Disusun Oleh ;
1. Okto Firmantri
4311413054
2. Endang Susilowati
4311413045
3. Irwandari Rahma Nur Ratri 4311413074
4. Isnaini Wahyuningrum
4311413077

FASE DIAM
HPLC
Fasa diam berupa adsorben yang tidak boleh larut dalam

fasa gerak.
Ukuran yang lebih kecil (5 s/d 10mm) dan tekanan sampai
6000 psi. Ukuran yang kecil dari fasa diam menyebakan
fasa diam mempunyai luas permukaan yang besar,
keseimbangan antar fasa menjadi lebih baik dan efisien
pemisahan dipertinggi.

FASE DIAM

GC
Fasa diam berupa suatu cairan bertitik didih tinggi

dan proses serapannya lebih banyak berupa partisi


yang berupa padatan dan adsopsi memainkan
peranan utama.

FASE GERAK
HPLC

Fasa gerak merupakan suatu cairan.


GC
fase gerak adalah gas seperti helium, hidrogen,
atau nitrogen.

KOLOM
HPLC
Ada 2 tipe:
1. Kolom analitik dengan performance tinggi,
diameter dalam 1-6 mm.
2. Kolom preparative, diameter lebih besar.

Keterangan :
Tabung kolom dibuat dari kaca dan baja tahan karat.
Panjang kolom 0,3-6 meter atau lebih, rata-rata 0,9 m.
Kolom yang lebih panjang akan menghasilkan resolusi bertambah

baik, tetapi perlu tekanan tinggi.


Tabung kolom dapat dikelilingi selubung air (water jacket) untuk

pengaturan suhu.
Jenis isi kolom (kemasan kolom) tergantung cara kromatografi yang

dipakai (adsorpsi, partisi, atau penukaran ion).

KOLOM
GC
Ada 2 tipe utama kolom dalam kromatografi gascair :
1.
Tipe pertama, tube panjang dan tipis berisi
material padatan.
2. Tipe kedua, lebih tipis dan memiliki fase diam
yang berikatan dengan pada bagian terdalam
permukaannya.

Keterangan :
Kolom biasanya dibuat dari baja tak berkarat dengan

panjang antara 1 sampai 4 meter, dengan diameter internal


sampai 4 mm
Kolom digulung sehingga dapat disesuakan dengan oven

yang terkontrol secara termostatis.


Kolom

dipadatkan

dengan

tanah

diatomae,

yang

merupakan batu yang sangat berpori. Tanah ini dilapisis


dengan cairan bertitik didih tinggi, biasanya polimer lilin.

DETEKTOR
HPLC
Detektor
digunakan

yang

paling

adalah

banyak
detektor

fotometer sinar tampak atau sinar


ultraviolet, dan detektor indeks
bias.
Fungsi detektor untuk mendeteksi
adanya komponen cuplikan, dan
mengukur banyaknya komponen.

DETEKTOR
GC
Detektor

ionisasi

nyala

merupakan

detektor yang umum dan lebih mudah


untuk

dijelaskan

daripada

detektor

alternatif lainnya.
Dalam mekanisme reaksi detektor ionisasi
nyala,

pembakaran

senyawa

organik

merupakan hal yang sangat kompleks.


Selama proses, sejumlah ion-ion dan
elektron-elektron dihasilkan dalam nyala.
Kehadiran
dideteksi.

ion

dan

elektron

dapat

JUMLAH
SAMPEL HPLC
Sampel cuplikan harus dimasukkan
ke dalam kolom sebagai lapisan
setipis mungkin. Ukuran sampel
sekitar 1-20 mL. Dua cara untuk
melakukan injeksi: cara injeksi dan
katup pemasukan cuplikan mikro
(micro-sampling valve)

JUMLAH
SAMPEL GC
Sample

harus

mudah

menguap

dan

memiliki kstabilan termal pada suhu


pengoperasian. Sampel dimasukkan ke
dalam aliran gas melalui lubang injeksi
yang terletak pada bagian atas kolom.
Suatu

aliran

mengelusi

gas

yang

sinambung

komponen-komponen

dari

kolom dan kemudian mencapai detektor


yang dihububngkan dengan suatu sistem
pencatat

PRINSIP KERJA
HPLC
1. Mula-mula solven diambil melalui pompa Solven ini kemudian
masuk ke dalam katup injeksi berputar, yang dipasang tepat
pada sample loop.
2. Dengan pertolongan mikrosiring, sample dimasukkan ke dalam
sample loop yang kemudian bersama-sama dengan solven
masuk ke dalam kolom.
3. Hasil pemisahan dideteksi oleh detektor yang ditampilkan oleh
perekam/recorder.

4.

Tekanan solven diatur dengan pengatur dan pengukur


tekanan.

5.

Pompa memasok solven pada tekanan konstan hingga


tekanan 4500 psi dengan laju alir rendah, yakni beberapa
milliliter per menit.

6.

Output akan direkam sebagai rangkaian puncak-puncak,


dimana masing-masing puncak mewakili satu senyawa dalam
campuran yang melalui detektor dan menerap sinar UV.

Gambar

Area yang berada dibawah puncak


sebanding dengan jumlah X yang
melalui detektor, dan area ini dapat
dihitung secara otomatis melalui
layar

komputer. Area

dihitung

sebagai bagian yang berwarna hijau


dalam gambar (sangat sederhana).
Jika larutan X kurang pekat, area
dibawah puncak akan berkurang
meskipun waktu retensi akan sama.
Misalnya

Ini
berarti
dimungkinkan
mengkalibrasi
instrumen sehingga dapat digunakan untuk
mengetahui berapa jumlah substansi yang
dihasilkan meskipun dalam jumlah kecil.
Meskipun demikian, harus
berhati-hati.
Jika
anda
mempunyai dua substansi
yang
berbeda
dalam
sebuah campuran (X dan
Y),
dapatkah
anda
mengatakan
jumlah
relatifnya? Anda tidak dapat
mengatakannya jika anda
menggunakan serapan UV
sebagai
metode
pendeteksinya.

PRINSIP KERJA
GC
Ada tiga hal yang dapat berlangsung pada molekul tertentu
dalam campuran yang diinjeksikan pada kolom:
1. Molekul dapat berkondensasi pada fase diam.
2. Molekul dapat larut dalam cairan pada permukaan fase diam
3. Molekul dapat tetap pada fase gas
Dari ketiga kemungkinan itu, tak satupun yang bersifat
permanen.

1. Hasil akan direkam sebagai urutan puncakpuncak


2. setiap puncak mewakili satu senyawa dalam
campuran yang melalui detektor

Area dibawah puncak sebanding dengan jumlah setiap


senyawa yang telah melewati detektor, dan area ini dapat
dihitung secara otomatis melalui komputer yang
dihubungkan dengan monitor. Area yang akan diukur
tampak sebagai bagian yang berwarna hijau dalam
gambar yang disederhanakan.

Perlu dicatat bahwa tinggi puncak tidak merupakan masalah,


tetapi total area dibawah puncak. Dalam beberapa contoh
tertentu, bagian kiri gambar adalah puncak tertinggi dan
memiliki area yang paling luas. Hal ini tidak selalu
merupakan hal seharusnya.
Mungkin saja sejumlah besar satu senyawa dapat tampak,
tetapi dapat terbukti dari kolom dalam jumlah relatif sedikit
melalui jumlah yang lama. Pengukuran area selain tinggi
puncak dapat dipergunakan dalam hal ini.