Anda di halaman 1dari 42

[PROGRAMMABLE LOGIC CONTROL

]

BUKU SISWA
\

Apakah bel berbunyi
karena disebabkan adanya
medan magnet?

MINI LAB

Indikator : Membuktikan medan
magnet mempengaruhi bel
berbunyi?
Alat dan Bahan:
1. Saklar
2. Rele
3. Bel

3. Tekan saklar dan mintalah
temanmu untuk mencatat hasil
Teori Pengantar:
pengamatanmu pada tabel 1.
Pada
rangkaian
ini
kita4. Lepaskan kembali saklar dan
menggunakan kontrol DC untuk mintalah temanmu untuk
mengontrol rangkaian AC. Ketika mencatat hasil pengamatanmu
saklar terbuka tidak ada arus yang pada tabel 1.
mengalir ke kumparan rele dan
Tabel
1.
Data
Hasil
ketika saklar tertutup maka akan
Pengamatan
ada arus yang mengalir ke
kumparan rele, sehingga akan
Medan Magnet
N
di Saklar
di
terbangkit medan magnet. Apakah o Saklar
tekan
lepas
medan
magnet
dapat
1.
menyebabkan bel berbunyi?
2.
Pertanyaan:
Apakah medan magnet sebagaiAnalisis Data
penyebab bel berbunyi?
 Berdasarkan data pada Tabel 1
bagai-manakah hasil
Hipotesis:
pengamatanmu ter-hadap
Lengkapi pernyataan hipotesis di
medan magnet?
bawah ini. Prediksi apa yang akan
terjadi jika:
Kesimpulan
 Arus mengalir ke kumparan rel
 Apa yang dapat kamu
sehingga
membangkitkan
simpulkan?
medan magnet, maka akan....
Prosedur:
1. Siapkan alat dan bahan, yaitu
saklar, rel, dan bel
2. Buatlah rangkaian seperti yang
ditunjukkan pada gambar

Bagian 1

PEMROGRAMAN PLC

Programmable Logic Controllers

hal. 1

BUKU SISWA

[PROGRAMMABLE LOGIC CONTROL]

Apa itu Diagram Ladder dan
Tentang yang kamu baca

Diagram Blok?

Apa yang kamu pelajari

Sistem

berbasis

mikroprosesor

Menjelaskan bagaimana
merupakan program dalam kode
Hubungan fungsi kerja mesin
mesin
yang
menggunakan
dengan diagram Ladder
Menjelaskan pengertian tentanginstruksi dan urutan angka kode
diagram ladder
biner. Program Ladder
(LAD)
Mempresentasikan operasi
Switching dasar dengan
dikembangkan
sebagai
sarana
menggunakan fungsi logika
menulis program yang dapat
AND, OR, NAND dan NOR
Mempresentasikan cara
dikonversi ke kode mesin oleh
Membuat diagram ladder
lunak
dengan
Menjelaskan cara memasukkan perangkat
Program ke simulator PLC
menggunakan mikroprosesor PLC.
Melakukan test program
Menggunakan software simulatorPada bab ini membahas teknik
PLC untuk membuat program dasar mengembangkan ladder
Kontrol
Membuat dan menguji program dan fungsi blok program untuk
Kontrol aplikasi sederhana
merepresentasikan
operasi
Menggunakan instruksi bit, timer
switching
dasar
dengan
dan counter
Mempresentasikan kerja mesin menggunakan fungsi logika AND,
Menggunakan ladder diagram
OR, NAND, dan NOR.
Ladder
Kenapa ini penting
Diagram ladder menentukan
kapan dan bagaimana
pengoperasian fungsi kerja
mesin menjadi lebih cepat, lebih
lambat atau biasa saja.

Diagram

terdiri atas

Gambar
5.1: vertikal
Cara menggambar
sebuah garis
di sebelah kiri
rangkaian listrik
yang disebut bus bar dan garis
Pada
materi
pengantar
ladder
bercabang
ke kanan
yang disebut
diagram
Gambar 1a menunjukkan
garis instruksi.
diagram
sederhana
pada
Sepanjang kabel
garis instruksi,
terdapat

rangkaian
yang yang
dapat
kontak-kontaklistrik
Tinjauan kosa kata
Ladder diagram: Salah satu bahasa
menghidupkan
mematikan
mengendalikanatau
instruksi
lain motor
di
pemrograman PLC
listrik.
1 b menentukan
menunjukkan,
sebelahGambar
kanan yang
Kosa kata baru
kedua
memiliki dijalankan.
saklar seri
kapan sirkuit
instruksi
Bahasa Pemrograman

dengan
motor Programmable
dan pengisi daya
listrik
(Referensi
Logic
Bahasa Pemrograman berbasis grafis:
ketika saklar ditutup. Rangkaian
1. Ladder Diagram

ladder diagram menunjukkan supply

Programmable Logic Controllers

listrik dengan dua garis vertikal
hal. dan
2
seluruh

rangkaian

dengan

garis

horizontal. (Referensi Programmable

[PROGRAMMABLE LOGIC CONTROL]

BUKU SISWA

2. Function Diagram Blok
Bahasa Pemrograman berbasis teks
1. Instruction list (IL)
2. Structured teks (S

Gambar 5. 2. ladder diagram pada rangkaian yang digunakan
untuk memulai dan menghentikan motor menggunakan tombol
Pada keadaan normal, tombol 2 tertutup. Pada saat tombol 1 ditekan,
tekan.
motor akan mulai bekerja. Stop kontak akan tetap tertutup selama
motor berjalan dengan rangkaian listrik paralel. Jadi ketika push
button 1 dilepaskan, kontak holding mempertahankan sirkuit dan
kekuatan untuk motor. Untuk menghentikan motor, tombol 2 ditekan.
Hal ini akan memutus listrik ke motor, dan stop kontak terbuka.
Dengan demikian motor akan bekerja dengan menekan tombol 1 dan
mematikan dengan menekan tombol 2 menekan.

INSTRUKSI LIST
Selain bahasa ladder metode pemrograman dengan instruction list
(IL)

juga dapat digunakan sebagai alat untuk menulis program

kontrol

yang

nantinya

dimasukkan

ke

memory

PLC.

Pada

pemrograman dengan menggunakan instruksi list ini terdiri dari
beberapa instruksi, yang mana setiap instruksi ditempatkan pada
sebuah garis. Sebuah instruksi terdiri dari sebuah operator satu atau
lebih operan (subyek operator). Oleh karena itu pada metode
pemrograman ini menggunakan kode- kode mneumatic, setiap lode
Programmable Logic Controllers

hal. 3

[PROGRAMMABLE LOGIC CONTROL]

BUKU SISWA

terkait dengan sebuah elemen operator. Kode yang digunakan untuk
setiap pabrik pembuat PLC berbeda- beda, untuk mengatasi hal ini
diusulkan standar IEC 1131- 3 sekarang kode- kode mnomenic
standar ini telah secara luas diadopsi dan digunakan. Tabel 2.18
menunjukkan beberapa kode yang dipakai oleh beberapa pembuat
PLC dan standar yang diusulkan standar IEC 1131- 3.
Sebuah contoh penulisan program dengan menggunakan metoda IL
berdasarkan standar IEC 1131- 3:
LD

A

(*Load A*)

AND B

(*AND B*)

ST

(*simpan hasil di Q)

Q

Tabel 5.1 Kode bahasa pemrograman instruction list
Operator
IEC 11311
LD

Mitsubi
shi

OMRO
N

LD

LD

Siemens/
Telemecani
que
A

LDN

LDI

LD NOT

AN

AND

AND

AND

A

ANDN

ANDI

AND
NOT

AN

OR

OR

OR

O

ORN

ORI

OR
NOT

ON

Programmable Logic Controllers

Operasi
Load operand
ke dalam
register
Load operand
negative ke
dalam
register
AND (bool)

AND dengan
operand
negative
OR (bool)

OR dengan
operand
negative

Diagram
Ladder
Mulai sebuah
rung dengan
kontak NO
Mulai sebuah
rung dengan
kontak NC
Menghubungka
n seri dengan
kontak NO
Menghubungka
n seri dengan
kontak NC
Menghubungka
n parallel
dengan kontak
NO
Menghubungka
n parallel
dengan kontak
hal. 4

Bagan atau diagram ini menggunakan tiga komponen. Garis berikutnya adalah operasi AND dari A dan B. yaitu: langkah.BUKU SISWA ST ST [PROGRAMMABLE LOGIC CONTROL] OUT = Menyimpan hasil ke dalam operand NC Output Pada garis pertama dari program LD adalah operator. Gambar 5. 5 .3 mengilustrasikan sebuah rangkaian sederhana yang direpresentasikan dalam bahasa pemrograman grafcet. GRAFCET Grafcet adalah sebuah bahasa pemrograman berbasis grafis yang mempresentasikan program kontrol berupa langkahlangkah dari mesin atau proses. garis terakhir adalah hasil yang disimpan di Q (output). transisi dan aksi untuk merepresentasikan kejadian sama seperti yang digunakan pada bahasa pemrograman SFC (standar IEC 1131) Programmable Logic Controllers hal. A adalah operand dan word (kata) dalam kurung diakhiri garis yang diawali dengan tanda (*) berupa keterangan tambahan yang digunakan untuk menerangkan operasi (bukan bagian dari program). Pada bahasa pemrograman Grafcet menampilkan flowchart yang merepresentasikan suatu kejadian pada setiap tahapan dari program kontrol. Grafcet ini dijadikan sebagai bahasa pemrograman standar IEC 1131 sequential function chart (SFC).

gerakan Gambar scanning 5.5 yang digunakan PLC. ketika menggunakan bahasa pemrograman Grafcet. Input adalah ladder istilah yang digunakan untuk tindakan kontrol. Dengan menggunakan metode ini pembuat • Garis vertikal diagram mewakili rangkaian perangkat lunak Grafcet dapat menyediakan fasilitas yang listrik antara sirkuit yang terhubung.4 Mengilustrasikan penterjemahan vertikal di cincin. peraturan pada sirkuit dengan garis 10 horizontal.nya Hanya sedikit PLC yang dapat deprogram dengan menggunakan grafcet. pemrograman pada ladder diagram pada jumlah penggunaan diagram tergantung ladder. kemudian turun ke ladder kedua. Aliran memungkinkan untuk digunakan pada PLC yang berbeda dengan listrik yang diambil berasal dari sisi kiri bahasa yang sama. 6 . Oleh karena itu beberapa pembuat perangkat lunak Grafcet menyediakan pemrograman menggunakan komputer Grafcet pribadi.3 Logika kontrol rele dan representasi Grafcet.  DIAGRAM Pada akhir ladder ditunjukkan oleh blok LADDER denganyang symbol END atau Kecepatan PLC didasarkan pada Metode digunakan untukRET. yaitu: dan diakhiri dengan satu output. Peraturan Setiap ladder diagram dimulai dengan input diagram.[PROGRAMMABLE LOGIC CONTROL] BUKU SISWA Gambar 5.4. dibaca dari kiri ke kanan dan Gambar 5. Penulisan sebuah program sama banyaknya program dijalankan dengan menggambar rangkaian swiching. • Setiap anak tangga pada ladder diagram menunjukkan satu kali perintah dalam proses pengendalian  Ladder diagram dibaca dari kiri ke kanan dan dari atas menunjukkan ke bawah. (Referensi hal. Programmable Logic Controllers seperti menutup kontak switch. Output istilah digunakan untuk perangkat yang terhubung ke output dari PLC. seperti motor. Penterjemahan dari bahasa pemrograman Grafcet ke seterusnya sampai ladderbahasa di akhir program Ladder dan segera dilanjutkan pada awal ladder. Gambar 5.yang Ladder diagram terdiri mengambil sekitar 1 ms per byterangkaian dari dua garis. secara Sekali off- program line dengan kontrol telah diprogram menggunakan komputer pribadi. instruksi Grafcet dapat ditranfer ke PLC melalui penterjemah atau driver yang menerjemahkan program grafcet ke dalam diagram ladder atau program bahasa Boolean. Bagian atas ladder dibaca dari kiri ke kanan. yaitu vertikal yang 1000 mewakili listrik dan program dan sekitar ms hingga 50 ms.

sehingga motor akan aktif.6 b menunjukkan masukan dengan saklar tertutup NC Programmable Logic Controllers hal. dilambangkan dengan simbol ( ). maka ada masukan. 228 Gambar 5. dengan input saklar dan output motor.5 Membaca ladder diagram Menggambar ladder diagram. 7 . Pada Gambar 5.6 a pada saklar start terbuka yang diaktifkan dengan menutup saklar menunjukkan Ladder diagram dimulai dengan input.BUKU SISWA [PROGRAMMABLE LOGIC CONTROL] Sumber Gambar. Programmable Logic Controoller Hal. Ketika saklar ditutup. simbol terbuka NO I I untuk kontak masukan dan diakhiri dengan output. Gambar 5.

jika operand bit ON maka akan berhenti. Normally Close (NC) adalah kondisi dimana suatu operasi akan berjalan jika operand bit OFF. Programmable Logic Controoller Hal. ketika saklar dibuka output atau motor akan terus aktif dan akan mati saklar ON . Kontak yang mempresentasikan input/output atau output internal Programmable Logic Controllers hal. yaitu ON/OFF. yaitu kontak dan kumparan. Nomor dan kode alamat mengacu pada lokasi tabel I/O dimana input/output disambungkan. 115 Gambar 5. alamat ini mengidentifikasi apa yang akan dievaluasi dan apa yang akan dikontrol. Jika operand bit OFF maka operasi tersebut akan berhenti.BUKU SISWA [PROGRAMMABLE LOGIC CONTROL] dengan symbol I/I. setiap kontak dan kumparan mempunyai referensi alamat. Normally Open (NO) adalah kondisi dimana suatu operasi akan berjalan jika operand bit ON. INSTRUKSI LADDER PADA PLC Instruksi rele ladder adalah instruksi dasar dalam diagram ladder. Kontak mempresentasikan kondisi input yang harus dievakuasi pada rung untuk menentukan kontrol output. instruksi ini mempresentasikan status ON/OFF dari input dan output yang dihubungkan pada diagram ladder. Instruksi rele ladder menggunakan dua jenis symbol. Dalam sebuah program. Input Input Output Output Input (a) Output Input Output (b) Sumber Gambar. 8 .6 : Ladder diagram Pada ladder diagram terdapat 2 kondisi. Kumparan mempresentasikan output rung-nya.

BUKU SISWA dapat digunakan [PROGRAMMABLE LOGIC CONTROL] untuk program kontrol setelah sebelumnya dievaluasi terlebih dahulu. Kontak mungkin ditempatkan secara seri. Programmable Logic Controllers hal. Referensi alamat ini merupakan sebuah tabel input yang terkait dengan peralatan input. sebuah bit output pada penyimpanan bit internal dari tabel data atau sebush output bit tabel output yang terkait dengan peralatan output. Format dari kontak rung dalam program PLC tergantung pada keinginan logika kontrol. Ketika logika melalui kontak memberikan alur berkelanjutan dari rel sebelah kiri sampai rel sebelah kanan.6 illuastrated). kondisi motor bor akan aktif ketika aktivasi batas saklar menunjukkan adanya benda kerja dan posisi bor di permukaan benda kerja. Pada mesin bor otomatis (seperti pada Gambar 5. maka disini rung dinyatakan dalam kondisi “true”. parallel atau campuran seri parallel untuk mengontrol output. 9 .7 : Contoh pengendalian dan beberapa sensor masukan pada mesin bor otomatis bor benda kerja Kontak saklar dibuka ketika bor mencapai permukaan benda Kontak saklar dibuka ketika kerja bor mencapai kedalaman yang diperlukan dalam benda kerja Kontak saklar menutup ketika benda kerja dalam posisi yang diinginkan Jenis instruksi rele berikut ini adalah instruksi dasar yang digunakan pada PLC  Normally Open (NO) Instruksi NO menguji kondisi ON pada sebuah referensi alamat. Rung dalam kondisi “true” dapat mengontrol output dan sebaliknya jika logika tidak memberikan alur yang berkelanjutan maka disini rung dalam kondisi “false” Ada banyak pengendalian yang membutuhkan tindakan ketika kombinasi tertentu direalisasikan. Pada mesin bor otomatis ini menggunakan fungsi logika AND. Gambar 5. dimana kondisi A dan kondisi B dihubungkan secara seri.

sehingga akan memutus kontinuitas rung. sehingga tidak ada kontinuitas pada rung tersebut lihat Gambar 5. (a) (b (a) (b) Gambar 5. Seperti pada instruksi NO. Jika referensi alamat logikanya “1” (ON).9 (a) Jika referensi alamat memiliki logika “1” (ON).[PROGRAMMABLE LOGIC CONTROL] BUKU SISWA Selama eksekusi instruksi I/O prosesor PLC menguji referensi alamat dari instruksi tersebut untuk kondisi ON. instruksi akan membuka kontak instruksi NC.8. alamat dapat berupa referensi tabel input. Sebuah instruksi NC dapat juga diasosiasikan sebagai logika fungsi NOT. prosesor PLC akan menutup kondisi NO dan menjadikan daya mengalir pada rung tersebut. Jika referensi alamat logikanya “0” (OFF) prosesor tidak akan mengubah pernyataan dari kontak NO tersebut. 10 . Selama eksekusi sebuah instruksi NC. prosesor PLC menguji referensi alamat untuk kondisi OFF. Programmable Logic Controllers hal. maka logika kontinuitas akan berlanjut. tabel output atau bagian penyimpan bit internal dari table output.8 (a) Instruksi NO dengan logika “0” dan (b) Instruksi NO dengan logika “1”  Normally Close (NC) Instruksi NC menguji kondisi OFF dari referensi alamat tersebut. dengan demikian jika referensi alamat adalah NOT ON. lihat Gambar 5. Jika referensi alamat mempunyai logika “0” (OFF). instruksi akan melanjutkan aliran daya melalui kontak NC.

Simbol intruksi kumparan output seperti yang ditunjukkan pada Gambar 5. 11 .10 Gambar 5. Instruksi ini menggunakan sebuah alamat bit kumparan output dalam area penyimpan internal.10 : diagram logika OUT Simbol Ladder Contoh Diagram Ladder dan Kode Mnemonic OUT 0000 1000 Programmable Logic Controllers Alamat 0000 0001 0002 Instruksi LD OUT END (01) Data 0000 1000 hal.9 (a) Instruksi NC dengan logika ‘0’ dan (b) Instruksi NC dengan logika ‘1’  Kumparan Output Instruksi OUT digunakan untuk meng-output. Instruksi kumparan output mengontrol output riil (output yang tersambung ke PLC lewat antar muka output) atau sebuah output internal.kan hasil dari suatu rangkaian.BUKU SISWA [PROGRAMMABLE LOGIC CONTROL] (a) (b) Gambar 5.

jika:PB1 ditekan untuk menghidupkan input 10 dan (2) saklar batas LSI harus dalam keadaan tidak aktif untuk menjaga referensi input 11 tetap OFF. Output 20 akan ON. Dalam kasus ini.11 mengilustrasikan sebuah contoh diagram ladder sederhana dengan menggunakan kontak NO dan NC untuk mengendalikan sebuah output rung. Output 100 dan 1001 tidak mengontrol peralatan output riil karena referensi output tersebut adalah bit internal yang tidak dipetakan pada tabel I/O. Pada akhir scan. Jika tidak ada kontinuitas di rung instruksi NOT OUTPUT kan kerja (energized). kontak NO dengan alamat 20 akan menutup dan akan menghidupkan output internal 100. dengan demikian kalau memang setelah diuji kondisi input ON dan kondisi output OFF. dan akan tetap pada kondisi logika “1” sepanjang output 20 masih tetap ON. lampu indikator (PL1) akan menyala karena prosesor akan mengirim sinyal 1 ke modul output dan akan memberikan logika 1. 12 .11 Kontak NO dan NC yang mengendalikan kumparan output riil dan internal Gambar 5. prosesor menguji input 10 pada kondisi ON dan input 11 dalam kondisi OFF.[PROGRAMMABLE LOGIC CONTROL] BUKU SISWA Gambar 5. Jika ada kontinuitas Programmable Logic Controllers hal. Sedangkan kontak NC dengan alamat 20 akan OFF (karena status outut 20 dalam keadaan ON) dan selanjutnya internal output 101 OFF. Dengan output ON.  Kumparan Not Output Instruksi kumparan NOT OUTPUT adalah berlawanan dengan instruksi kumparan output. maka output dengan alamat 20 akan bekerja.

13 .13 : Ladder diagram logika Load input yaitu jika secara fisik ON maka simbol berlogika ON dan ini mereferensikan kondisi logika 1. Instruksi load digunakan untuk internal input. bila input ON maka dikatakan instruksi adalah True. Contoh Diagram Ladder dan Kode Mnemonic LD 0000 1000 Programmable Logic Controllers Alamat 0000 0001 0002 Instruksi LD OUT END (01) Data 0000 1000 hal. maka akan terjadi sebaliknya (kontak NO akan tetap terbuka dan kontak NC akan tetap tertutup.Pengujian kondisi Gambar 5. Jika kumparan NOT OUTPUT ON. Jika kumparan NOT OUTPUT OFF.12 : Simbol Ladder diagram logika NOT OUTPUT Contoh Diagram Ladder dan Kode Mnemonic LD 0000 Alamat 0000 0001 0002 1000 Instruksi LD OUTNOT END (01) Data 0000 1000  Load (LD) Instruksi load (LD) adalah kontak pada kondisi normal terbuka (normally open) yang berfungsi untuk membaca sinyal dari input. kontak. Gambar 5. eksternal input dan eksternal kontak.BUKU SISWA [PROGRAMMABLE LOGIC CONTROL] justru sebaliknya instruksi NOT OUTPUT akan OFF.kontak yang mengacu pada instruksi ini akan berubah keadanya (Kontak NO akan tertutup dan kontak NC akan terbuka).

Programmable Logic Controoller Hal. (Referensi Programmable logic controller fifth edition.BUKU SISWA [PROGRAMMABLE LOGIC CONTROL]  AND Inputs A 0 0 1 1 Output B 0 1 0 1 0 0 0 1 Sumber Gambar. untuk menunjukkan pada sinyal On dan 0 merupakan sinyal off. Saklar dan saklar B keduanya harus tertutup. Operasi ini dikontrol oleh sebuah gerbang logika. Hal 116) “Instruksi AND dipasang pada rangkaian secara seri (logika AND) pada rangkaian sebelumnya dengan bit bersangkutan” Contoh Diagram Ladder dan Kode Mnemonic AND 0000 0002 1000 Alamat 0000 0001 0002 0002 Programmable Logic Controllers Instruksi LD AND OUT END (01) Data 0000 0002 1000 hal. 14 . Kode mnemonic menggunakan simbol 1.14 a menunjukkan output tidak dialiri energi karena kedua saklar terbuka. sehingga output mendapatkan masukan dari A dan B (Gambar 5.14b). jika A dan B On (1). 117 Gambar 5. hubungan antara input ke gerbang logika dan output ditabulasi dalam bentuk tabel kebenaran. Jadi output menyala (1) .14 : (a) sirkuit. dan (b) gerbang logika AND Gambar 5.

Programmable Logic Controoller Hal. Tabel kebenaran adalah sebagai berikut: Inputs B 0 1 0 1 A 0 0 1 1 Output 0 1 1 1 Gambar 5. hal. Output Gambar 5.16a menunjukkan rangkaian listrikfifth pada sebuah output energi ketika saklar A atau B.15a menunjukkan sistem gerbang AND pada ladder diagram.16: (a) OR sirkuit listrik. 117 ( ) untuk mewakili output. 15 . Sumber dengan simbol I I.17a Menunjukkan sistem gerbang logika OR pada diagram. Hal 117) Gambar 5.15: Ladder digram logika AND. ditutup. Gambar. Programmable Logic Controoller Hal. dan (b) OR gerbang logika. Gambar menunjukkan cara untuk sama.[PROGRAMMABLE LOGIC CONTROL] BUKU SISWA Gambar 5.16b) di input A atau input B untuk menjadi output. ladder 5. Ini menggambarkan OR gerbang logika (gambar 5.17b alternatif lain menggambar diagram yang Diagram ladder dimulai Gambar 5. keduanya biasanya terbuka. Garis berakhir dengan ( ) untuk mewakili output. akan menyala jika masukan A dan masukan kontak B tertutup.17c menunjukkan input A atau input B harus ditutup untuk memberikan energi Programmable Logic Controllers pada Output. Ladder diagram dimulai dengan simbol | | untuk mewakili saklar A dan simbol terbuka kontak berlabel input B | | untuk mewakili saklar B yang kemudian diakhiri dengan simbol Sumber Gambar. (Referensi Programmable logic  OR controller edition. 118 Gambar 5.

Ketika ada masukan ke switch dan saklar terbuka. diaktifkan Gambar 5. yaitu jalur secara paralel yang merupakan operasi logika OR. 118 Gambar 5. Hal 119) Gambar 5. 16 . (Referensi Programmable logic controller fifth edition. maka tidak ada arus dalam rangkaian. Programmable Logic Controoller Hal. Jika secara Programmable Logic Controllers hal.19 menunjukkan sirkuit listrik yang dikendalikan oleh saklar yang biasanya tertutup.17 :Ladder diagram OR "Jalur alternatif yang disediakan oleh jalur vertikal dari anak tangga utama ladder diagram. jika terjadi kesalahan botol tidak akan tertutup oleh tutup botol." Contoh Diagram Ladder dan Kode Mnemonic OR Instruk si LD OR OUT END (01) Alamat 0000 0001 0002 0002 Data 0000 0002 1000 Contoh dari sistem kontrol operasi OR adalah pada ban mengangkut produk kemasan untuk penutupan tutup kemasan.18: Penerapan kontrol OR untuk penutup botol  NOT untuk plat deflektor membelokkan botol ke dalam tutup botol.BUKU SISWA [PROGRAMMABLE LOGIC CONTROL] Sumber Gambar.

mereferensikan kondisi logika dan (c) output bila tidak ada masukan 0.19 b Menunjukkan sistem gerbang NOT pada ladder diagram dengan kontak masukan A yang biasanya Masukan ini tertutup. Programmable Logic Controoller Jika Hal. 17 . Instruk Hal 119) Alamat 0000 0002 0002 si LD NOT OUT END Data 0000 1000 (01)  NAND Prinsip kerja gerbang NOT adalah membalikkan semua output yang dihasilkan oleh gerbang AND.BUKU SISWA [PROGRAMMABLE LOGIC CONTROL] physic input OFF maka simbol ON. (Referensi Programmable Contoh Diagram Ladder dan Kode Mnemonic NO logic controller fifth edition. pada saat semua input berada Programmable Logic Controllers hal. Tabel kebenaran adalah sebagai berikut: Input A 0 1 Output 1 0 Gambar 5. ke A. adalah seri dengan simbol output ( ) yang berfungsi untuk menguji secara physic input tertutup. (b) gerbang NOT pada ladder diagram. Kondisi OFF Gambar 5. Kondisi OFF mereferensikan kondisi logika 0.19: (a) Sirkuit NOT. secara 119 physic input OFF maka symbol ON. Gerbang Not disebut sebagai inverter. Sumber Gambar.

ketika masukan untuk kedua input A dan input B adalah 1. Programmable Logic Controoller Hal. maka output 1. output adalah 0.saklar pengaman belum hal. Tabel kebenaran adalah sebagai berikut: Inputs A 0 0 1 1 B 0 1 0 1 Output 1 1 1 0 Jika input A atau input B (atau keduanya) 0. ketika input A atau input B (atau keduanya) tidak 1. Programmable Logic Controoller Hal. Kombinasi dari gerbang ini disebut gerbang NAND. 18 . Sebagai alternatif yang akan memberikan hasil yang sama. maka dapat menyambungkan gerbang NOT kepada tiap- tiap input dan selanjutnya menyambungkan gerbang NOT ke gerbang OR (Gambar 5. Sumber Gambar. Contoh aplikasi pada sistem kontrol berbasis gerbang NAND adalah perangkat yang akan menyalakan lampu peringatan. 120 Gambar 5. output adalah 1. Sumber Gambar.20 Diagram ladder pada gerbang NAND. maka output tetap 1. jika pada sebuah Programmable Logic Controllers piranti mesin.BUKU SISWA [PROGRAMMABLE LOGIC CONTROL] pada logic 1 output akan mati. 120 Gambar 5. Pada sebuah rangkaian output.21: Diagram ladder pada gerbang Ketika salah satu masukan A adalah 0 atau masukan B adalah 0 NAND (atau keduanya 0).20b) .

Fungsi gerbang NOT adalah membalikkan output dari gerbang OR. Hal 120) Contoh Diagram Ladder dan Kode Mnemonic NAND Instruk Alamat Data si LD NOT OR NOT OUT END 0000 0001 0002 0003 0000 0002 1000 (01)  NOR Misalkan menyambung sebuah gerbang OR tepat di belakang sebuah gerbang NOT (Gambar 5. ada 0 output.22a). Ada 5.22121 : Programmable Logic Controllers salah satu masukan A atau input Gerbang NOR B adalah 1. Ketika masukan A dan input B keduanya tidak diaktifkan. Sumber Gambar. adalah dengan menempatkan selanjutnya gerbang gerbang NOT menyambungkan AND (Gambar pada tiap- semua 5.23 Menunjukkan sebuah output ketika tidak masukan AGambar atau input B adalah 1. Ketika Controoller Hal. (Referensi Programmable logic controller fifth edition. Gambar 5. 19 logic controller fifth edition. (Referensi Programmable hal. Sebagai alternatif. Hal 121) . yang memberikan hasil yang sama.14b). Programmable Logic ada 1 output.[PROGRAMMABLE LOGIC CONTROL] BUKU SISWA diaktifkan dan saklar limit yang mengindikasikan keberadaan objek pengeboran juga belum diaktifkan. tiap gerbang Berikut ini input dan NOT pada adalah tabel kebenaran yang dihasilkan: Inputs A 0 0 1 1 B 0 1 0 1 Output 1 0 0 0 Kombinasi OR dan NOT gerbang disebut gerbang NOR. ladder diagram sistem NOR.

24. 122 Programmable Logic Controllers hal. dan OR gerbang seperti yang ditunjukkan pada Gambar 5. AND. pada situasi(01) tertentu. dibutuhkan Alamat sebuah gerbang gerbang yang menghasilkan output ketika salah satu dari input adalah 1 tetapi tidak ketika keduanya bernilai 1. 20 . Salah satu cara untuk mendapatkan gerbang tersebut adalah dengan menggunakan NOT. tabel kebenaranya adalah sebagai berikut: Inputs A 0 0 1 1 B 0 1 0 1 Output 0 1 1 0 Gerbang tersebut disebut EKSKLUSIF OR.BUKU SISWA [PROGRAMMABLE LOGIC CONTROL] Gambar 18 : Ladder Digram NOR Sumber Gambar. 121 Contoh Diagram Ladder dan Kode Mnemonic NOR Instruk Data si 0000 LD NOT 0000 AND 0001 0002 NOT  OR Eksklusif (XOR) 0002 OUT 1000 Gerbang OR menghasilkan output ketika salah satu atau kedua END 0003 input adalah 1. Sumber Gambar. atau XOR gerbang. Programmable Logic Controoller Hal. Namun. Programmable Logic Controoller Hal.

Sumber Gambar.kontak saklar tidak Programmable Logic Controllers hal.BUKU SISWA [PROGRAMMABLE LOGIC CONTROL] Gambar 5. yaitu NC dan NO. 21 .25 diagram menunjukkan pada system gerbang XOR. Programmable Logic Controoller Hal. Ketika input A dan input B tidak diaktifkan. Salah satu contoh sederhana untuk situasi semacam ini adalah sebuah motor yang dinyalakan dengan menekan sebuah saklar tombol. kontak. Hal 122) Contoh Diagram Ladder dan Kode Mnemonic XOR Alamat 0000 0002 0003 0004 0005 0006  Instruk si LD NOT AND NOT LD NOT AND OUT END Data 0000 0001 0002 0003 1000 (01) Pengunci Seringkali terdapat situasi.situasi dimana output harus tetap berada dalam keadaan hidup meskipun input telah terputus. Ketika keduasesuai inputdengan A dan input B tidak ada output yang dihasilkan kebutuhan. 122 Gambar 5.25: Ladder digram XOR Ketika input A diaktifkan cabang anak tangga sebelah atas akan menghasilkan output 1. contoh ini. (Referensi Programmable logic controller fifth edition. memiliki dua jenis rangkaian. maka gerbang logika Dalam input memiliki banyak diaktifkan. meskipun kontak. maka output yang dihasilkan adalah 0.24: Gerbang XOR Gambar ladder 5. input A dan input B.

ketika terdapat sebuah output. dalam artian bahwa setelah dihidupkan. 22 . Akan tetapi. rangkaian akan mempertahankan kondisi ini hingga input lainya diterima. tangkaian akan tetap mempertahankan output dalam keadaan menyala. Sehingga. Rangakaian pengunci adalah rangkaian yang mampu mempertahankan dirinya sendiri (self maintaining). lain yang diasosiasikan juga menutup. Gambar 5. Hal 123) Contoh sebuah rangkaian latching diperlihatkan pada gambar 4.26. (Referensi Programmable logic controller fifth edition.[PROGRAMMABLE LOGIC CONTROL] BUKU SISWA seharusnya dalam keadaan tertutup. Satu- satunyaTabel cara untuk melepaskan. output. bahwa apabila input A membuka. motor harus tetap bekerja hingga tombol berhenti ditekan. Saklar ini bersama dengan saklar input A membentuk suatu system gerbang logika OR. dimana gambar (b) menampilkan rangkaian ini dalam lokasi pengalamatan Mitsubishi.26: Rangkaian pengunci kontakadalah dihasilkan dihasilkan kontak dengan saklar sebuah sebuah output mengaktifkan kontak B yangsaklar normaltertutup. Mnemonic rangkaian Latcing (pengunci) Alam at 0000 0002 0003 Programmable Logic Controllers 0004 0005 Instruksi Data LD OR AND NOT OUT END (01) X400 X430 X401 X430 hal. Ketika saklar input A menutup.

Programmable Logic Controoller Hal. 124 memungkinkan pengoperasian yang lebih aman dibandingkan apabila X401 diprogramkan sebagai normal. Tabel Mnemonic Alam at 0000 0002 0003 0004 0005 0006 0007 Programmable Logic Controllers 0008 0005 Instruksi Data LD OR AND OUT LD NOT OUT LD OUT END (01) X400 X430 X401 X430 Y430 Y431 Y430 Y432 hal. Gambar 5. Hal ini Sumber Gambar.BUKU SISWA Sebagai [PROGRAMMABLE LOGIC CONTROL] ilustrasi tentang penerapan rangkaian latching. 23 .tetutup maka X401 akan menerima sinyal mulai yang berupa sinyal untuk menutup kontak.27 memperlihatkan diagram tangga dalam notasi Mitsubishi Perhatikan kontak bahwa saklar kontak- ‘stop’ X401 diperlihatkan terprogram untuk berada dalam keadaan terbuka (normal- terbuka).tetutup. Apabila saklar ‘stop’ yang digunakan adalah saklar normal. perhatikan sebuah motor yang dikontrol melalui saklar tombol ‘start’ dan saklar tombol ‘stop’. lampu indikator akan menyala ketika daya diberikan ke motor dan lampu indikator lainya menyala ketika daya tidak dicatu ke motor.

Y431. Sebelum X400 ditutup. dan X402 ditutup. Maka. Programmable Logic Controoller Hal. namun menutup pada anak tangga kedua. output dapat Gambar 5. yang ditampilkan dalam notasi Mitsubishi dan notasi Siemens. tidak satu pun diabtara semua output yang ada dapat dinyalakan. dan Y432 dinyalakan ketika rangkaian kontak yang dibentuk oleh semua X400.[PROGRAMMABLE LOGIC CONTROL] BUKU SISWA Ketika X400 ditutup sesaat. (Referensi Programmable logic controller fifth edition.kontak Y430 juga membuka pada anak tangga teratas dan anak tangga ketiga.28 mengilustrasikan hal ini dengan sebuah program yang sama. 24 .kontaknya membuka. Untuk mematikan motor. X401.kontaknya menutup. ketika X401 ditutup. 122 Dengan diagram disambungkan ke tangga.output X430.  Output Jamak Gambar : Output jamak (lebih dari satu) Sumber Gambar. Hal 125) Programmable Logic Controllers hal. Akhirnya ketika X402 menutup. Y431 menyala. Y430 menyala. Output. Selanjutnya. Ketika X400 di tutup. X401 ditekan dan kontak. lebih sebuah dari satu kontak. Y431 akan menyala dan Y432 akan mati. Y432 menyala. Kontak. Hal ini mengakibatkan terjadinya penguncian (latching) dan juga terputusnya arus ke Y431 serta mengalirnya arus ke Y432. arus mengalir melalui X430 dan kontak.

Jika tidak dapat menggunakan sebuah kumparan NOT. fungsi NOT ‘Y’ dapat diekspresikan:  Penjelasan 1. 3. maka kita dapat mengimplementasikan NOT dengan menambahkan runs Gambar Ladder Digram Programmable Logic Controllers hal. Kumparan NOT OUTPUT akan ON jika tidak ada kontinuitas dan OFF jika ada kontinuitas. 25 . Buat ekuivalen 0004 logika rung seperti ditunjukkan pada 0005 LD X402 gambar 2. dengan menggunakan kumparan NOT OUTPUT dan 0006 OUT Y432 logika ‘Y’ tanpa menggunakan kumparan NOT 0005 END (01) CONTOH 1 Membuat Ekuivalen Logika Rung Ladder Solusi:  Ekspresi ladder yang direpresentsikan ke dalam persamaan logika. Pemakaian logika ini menggunakan kumparan NOT OUTPUT.BUKU SISWA [PROGRAMMABLE LOGIC CONTROL] Tabel Mnemonic Alam Instruksi Data at 0000 LD X400 0002 OUT Y430 0003 LD NOT X401 OUT ladderY431 1. dimana OUTPUT ‘Y’ akan ON jika A dan B ON atau C dan B ON. 2. adalah:  Dengan menggunakan hokum De Morgan.105.

BUKU SISWA [PROGRAMMABLE LOGIC CONTROL]  Solusi untuk Hubungan NO Gambar Ladder Diagram Tabel Mnemonic Alamat Instruksi Data 0000 LD 0000 0001 OUT 1000 Gambar. maka Kinerja 0002 LD 0000 PL1 ON dan PL2 OFFNO  Instruksi 0003 OUT 1001 mengendalikan PL1 dan 0004 END instruksi NC mengendalikan PL2. 26 PL2 akan ON  Jika PB1 ditekan maka PL 1 akan ON dan PL2 akan . Gambar berikut menunjukkan implementasi logika kontrol rele yang menggunakan satu tombol tekan. Impementasi logika 0002 LD NOT 0000 NOT Y tanpa kumparan NOT 0003 Mnemonic OUT 1001  Tabel 0004 END Alamat Instruksi Data 0000 LD 0000  Solusi untuk Hubungan kontak NC 0001 AND 0001 Gambar Ladder Diagram 0002 OR 0002 0003 OUT 1000 0004 LD NOT 1000 Implementasi Logika Kontrol Rele 0005 OUT Menggunakan 1001 Satu Tombol tekan 0006 END CONTOH 2 1.  Jika Pb1 tidak ditekan Programmable Logic Controllers maka PL1 akan OFF danhal. Jelaskan operasi dari rangkaian kontrol tersebut. a) Kontak NO dihubungkan ke modul input b) Kontak NC dihubungkan ke modul input Kinerja: Tabel Mnemonic  Jika PB1 tidak ditekan Solusi: Alamat Instruksi Data maka PL1 OFF dan PL2 0000 LD NOT 0000 ON 0001 OUT 1000  Jika PB1 ditekan.

NOT. Anak tangga dalam program ladder digunakan untuk melaksanakan sistem logika AND. Input dan output semua diidentifikasi oleh alamat. Programmable Logic Controllers hal.BUKU SISWA [PROGRAMMABLE LOGIC CONTROL] Kinerja  Instruksi NO mengendalikan PL1 dan instruksi NC mengendalikan PL2. 27 .  Jika Pb1 tidak ditekan maka PL1 akan ON dan PL2 akan OFF  Jika PB1 ditekan maka PL 1 akan OFF dan PL2 akan ON  Pemrograman Ladder (LAD) adalah metode yang sangat umum Kesimpulan PLC pemrograman. Setiap anak tangga di mendefinisikan satu operasi dalam proses kontrol dan harus dimulai dengan masukan atau input dan menyelesaikan dengan setidaknya satu output. NAND. OR. Program ini kemudian mengulang siklus. NOR dan XOR dengan input. Program ini dibaca setiap anak tangga dan menyelesaikan siklus dengan anak tangga END.

output mengunci input sehingga output dapat terus menyala bahkan ketika input telah mati. Program-program tersebut digambarkan sebagai bahasa grafis untuk sinyal dan data yang menggambarkan alur melalui blok. selain itu input dapat digunakan untuk mengoperasikan lebih dari satu output. yaitu unsur perangkat lunak dapat digunakan kembali. Programmable Logic Controllers hal. Hal ini dilakukan oleh output yang memiliki relay-jenis set kontak yang diaktifkan ketika output muncul dan OR masukan. Gerbang logika adalah contoh blok fungsi tersebut. 28 .  Diagram blok fungsi (FBDs) dapat digunakan untuk program PLC.BUKU SISWA [PROGRAMMABLE LOGIC CONTROL]  Dalam program pengunci.

01 detik. 29 . Time base yang umum digunakan adalah 0.01 Waktu yang dikehendaki= jumlah hitungan x time Programmable Logic Controllers hal. Time Base adalah resolusi atau akurasi dari timer. Waktu yang Jumlah Time Base dikehendaki hitungan 10 detik 10 1. Timer akan aktif atau tidak aktif setelah interval waktu tertentu terlampaui atau hitungan waktu telah tercapai nilai presetnya. maka kita harus memilih jumlah waktu dari dasar waktu yang harus dihitung hingga mencapai 10 detik.00 10 detik 100 0. 0.1 detik dan 1 detik. Instruksi timer dan counter umumnya dilengkapi dengan internal output. Instruksi timer memiliki satu atau lebih dasar waktu (time base).BUKU SISWA [PROGRAMMABLE LOGIC CONTROL] Pemrograman Timer dan Counter Timer dan counter adalah instruksi internal yang berfungsi sama seperti perangkat keras timer pada umumnya.20 Dasar Waktu time base yang berbedabeda.20 menunjukkan jumlah hitungan yang diperlukan untuk mencapai 10 detik Tabeldengan 2.10 10 detik 1000 0. jika timer menginginkan diset pada rentang waktu 10 detik. Tabel 2. Sebagai contoh.

Nilai ini disimpan dalam lokasi register atau word dalam tabel data. # Nilai akumulasi adalah jumlah hitungan yang setelah counter selesai menghitung selama counter beroperasi Programmable Logic Controllers hal. Aplikasi timer PLC dilapangan sangat banyak sejak timer ini telah menggantikan perangkat keras ini dalam system kontrol. jumlah berapa kali solenoid ON dan sebagainya. Instruksi counter digunakan untuk menghitung kejadian. LR. DM. seperti komponen atau benda yang lewat conveyor. 30 . AM. maka disini program kontrol memerlukan tunda waktu karena PLC menghidupkan outputnya sangat cepat jika dibandingkan dengan perangkat keras timer berbasis rele. Sebagai contoh mungkin timer digunakan untuk kontrol tunda waktu 0. COUNTER Keterangan: CP R = Pulsa = Reset N = Nomer TC #0000 sampai 511 SV : Set Value IR.01 detik .[PROGRAMMABLE LOGIC CONTROL] BUKU SISWA base Timer digunakan dalam aplikasi untuk melakukan penundaan pada sebuah output dalam program. Counter sama dengan timer. HR. yaitu mempunyai dua nilai: nilai preset dan nilai akumulasi.

Instruksi Timer PLC menyediakan beberapa jenis instruksi timer.[PROGRAMMABLE LOGIC CONTROL] BUKU SISWA Nilai preset disimpan dalam sebuah register.Delay periode telah waktu ditetapkan (ketika logika timer ‘1’) Mengaktifkan output flag setelah yang periode telah waktu ditetapkan (ketika logikanya timer ‘1’) dan kemudian mempertahankan nilai akumulasinya Programmable Logic Controllers hal. Namun demikian beberapa pabrik pembuat PLC mempunyai definisi yang berbeda untuk setiap jenis fungsi timer.Delay Energize OFF– Delay De- energize Fungsi Mengaktifkan output flag setelah periode waktu yang telah ditetapkan (ketika logika timer ‘1’) Menonaktifkan output flag setelah periode waktu yang telah ditetapkan (ketika logika timer ‘1’) Mengaktifkan output flag setelah periode waktu yang telah ditetapkan (ketika logika timer ‘0’) Menonaktifkan output flag setelah yang Rententive ON. Kedua register tersebut harus didefinisikan selama pemrograman dari instruksi timer tersebut. 31 . Instruksi Timer Instruksi ON – Delay Energize ON – Delay Simbol De- energize OFF. sementara nilai yang terakumulasi tersimpan pada register akumulasi.

Jika garis kontrol true dan reset juga ‘TRUE’. timer akan mengeksekusi fungsi waktunya Programmable Logic Controllers hal. 32 .set nilai preset. Beberapa PLC mengijinkan pengguna untuk memasukkan nilai konstanta secara langsung ke timer untuk men. Input ini disebut dengan control line (garis kontrol) dan reset line. Jika nilai akumulas hitungan sama dengan hitungan nilai preset-nya.1 detik. 0. perbedaanya hanya pada jenis output yang disediakan.sama menggunakan mulai menghitung waktu. register preset untuk mempertahankan nilai preset. atau 1 detik). tergantung pada PLC. yaitu control line.nya. maka blok fungsi akan mulai menghitung waktu. Jika control line ON.nya dan sebuah register akumulasi untuk menyimpan nilai akumulasinya. nilai ini harus dimasukkan ke dalam register untuk alamat specific timer Dasar Waktu (time base) dari timer dapat dipilih tergantung pada time base yang digunakan dalam PLC tersebut (0. Gambar mengilustrasikan buah format dua yang digunakan utuk timer.01 detik. Sebuah blok timer mempunyai satu atau dua buah input. Sebuah format umumnya ladder mempunyai timer hanya satu input. Oleh karena itu.[PROGRAMMABLE LOGIC CONTROL] BUKU SISWA Rententive Timer Reset Me-reset nilai akumulasi dari retentive timer Fungsi dari beberapa macam instruksi timer pada dasarnya sama. maka timer akan Kedua jenis format timer tersebut adalah sama.

Kontak timer akan menutup setelah ditetapkan dalam waktu tunda. timer akan mengaktifkan outputnya dan akan menutup kontak yang terkait dengan alamat output timer tersebut. timer mulai menghitung interval time base dan menghitung sampai akumulasi waktu sama dengan waktu preset. Ketika input 1 aktif.nya.delay (TON) menyediakan aksi tunda waktu. yang mana tergantung pada jenis timer yang digunakan. setelah input In 1. 33 . ouput OUT 1 diaktifkan.5 a.[PROGRAMMABLE LOGIC CONTROL] BUKU SISWA dan men-set kondisi outputnya. Programmable Logic Controllers Output 1 aktif dan diikuti timer 5. Programmable Logic Controoller Hal. Ketika kedua nilai tersebut sama.5 s kemudian Output 2 akan aktif. Kontak yang terkait dengan output ini kemudian akan memulai timer.5 s. 222 ini 5. diagram diperlihatkan pada gambar 9. hal. Ketika ini terjadi. keluaran Out 2 diaktifkan. sekali di rung ada kontinuitas. TON Energize Sebuah instruksi output ON. Sebagai ilustrasi penggunaan TON Ladder timer. ilustrasi ditetapkan waktu Sumber Gambar. Dengan demikian.

127 Instruksi timer OFF. bedanya bahwa output timer ini sudah ON.127).delay energize hal. Gambar 2. nilai akumulasinya kembali ke 0.energize beroperasi mirip dengan instruksi TON energize. timer mulai menghitung interval time. Gambar 2. Ketika nilai sama. Jika rung tidak memiliki kontinuitas. 34 .26 mengilustrasikan sebuah diagram waktu untuk kedua jenis timer tersebut.Energize Sebuah instruksi TON de. Instruksi ini output-nya tidak aktif apabila di rung ada kontinuitas dan interval waktunua telah berakhir (nilai register akumulasi = nilai register preset-nya).energize TOF Energize Instruksi output TOF energize menyediakan aksi tunda waktu. Jika kontinuitas terjadi sebelum mencapai waktu preset. Kontak tunda waktu dapat digunakan di dalam program baik NO maupun NC.nya.base sampai nilai waktu akumulasi sama dengan nilai preset yang diprogramkan. timer mengaktifkan output tunda waktu (delay) yang terkait dengan output timer (lihat gambar 2. Programmable Logic Controllers Gambar 2.126 Diagram waktu untuk (a) timer ONdelay energize dan (b) timer ON.delay de.BUKU SISWA [PROGRAMMABLE LOGIC CONTROL] TON De.

Dengan demikian kontak TT akan menutup ketika waktu yang ditetapkan dari 10 s berjalan. Waktu dasar diatur ke 1: 0. Ini berarti bahwa tidak antara ada waktu masukan tunda ke I: 012/01 dan output EN.[PROGRAMMABLE LOGIC CONTROL] BUKU SISWA Sebagai ilustrasi penggunaan penundaan waktu off. Programmable Logic Controoller Hal.12. sehingga output O: 013/04 aktif setelah 10 s. dianggap sebagai program Allen- Bradley ditunjukkan pada 9. sehingga output O / 013/03 menyala setelah 10 s. Biasanya ditutup DN (untuk Selesai) kontak terbuka setelah 10 s. Pada anak pertama. timer output diambil (untuk tangga dari dari EN mengaktifkan) kontak. 35 . Karena timer adalah waktu tunda off. (Referensi Programmable logic controller fifth edition. Oleh karena itu keluaran O / 012/02 adalah switchedon untuk 10 s. yaitu 1 s. sehingga timer diatur ke 10-an. TOF digunakan untuk menunjukkan bahwa itu adalah delay off daripada delay on (TON) timer. Sumber Gambar. timer diaktifkan untuk 10s sebelum mematikan. Akibatnya kontak EN di anak tangga 2 segera aktif ketika ada masukan I: 012/01. 226 Jadi output dari O: 013/01 segera aktif ketika input I: 012/01 terjadi. TT (untuk waktu timer) kontak di anak tangga 3 diaktifkan segera setelah timer berjalan. Yang telah ditetapkan adalah 10 s. Hal 226) Programmable Logic Controllers hal. DN kontak yang biasanya terbukaakan tertutp setelah 10 s.

delay de.energize Retentive TON Instruksi output timer retentive ON. Ketika waktu yang terakumulasi sama dengan waktu preset-nya. 36 .[PROGRAMMABLE LOGIC CONTROL] BUKU SISWA TOF De.128 Diagram waktu untuk (a) timer OFF. meskipun daya atau logika kontinuitas hilang sebelum waktu timer berakhir.128 menunjukkan diagram waktu untuk kedua jenis TOF tersebut. Gambar 2.energize mirip dengan TOF energize. Jika alur rung mempunyai kontinuitas logika. timer mulai menghitung interval time. Gambar 2.delay (RTO) digunakan jika nilai akumulasi timer harus mempertahankan meskipun kontinuitas atau dayanya hilang.Energize Instruksi TOF de. Register akumulasi mempertahankan nilai yang terakumulasi ini. timer mengaktifkan output dan Programmable Logic Controllers hal. namun demikian output timer ini ON dan akan di non.base sampai waktu akumulasi sama dengan nilai preset-nya.aktifkan ketika rung kehilangan kontinuitas dan interval waktu telah berakhir ( nilai register akumulasi = nilai register preset).delay energize dan (b) timer OFF.

bit akumulator tetap dalam Retentive Timer Reset Instruksi output retentive timer reset (RTR) adalah cara untuk secara otomatis mereset nilai akumulasi dari timer retentive. Jika pada rung terdapat logika kontinuitas.15). kemudian instruksi ini me. Kontak timer ini dapat digunakan program baik kontak NO atau NCnya.delay (RTO). 37 . Retentive timer beroperasi sama sebagai TON waktu.BUKU SISWA [PROGRAMMABLE LOGIC CONTROL] menghidupkan (ON) kontak tunda waktu yang terkait dengan output. memungkinkan waktu mulai dan berhenti tanpa mengulang nilai akumulasi. waktu timer ke 0 padam dan dilakukan bit 1.reset nilai akumulasi dari timer retentive. Programmable Logic Controoller Hal. kecuali kumulator tidak diatur ulang Sumber Gambar. Sebuah output timer retentive ON.reset nilai akumulasi dari retentive timer menjadi nol (alamat retentive reset timer akan sama dengan alamat instruksi output timer retentive). Programmable Logic Controllers hal. 228 saat timer 0 dan naik pada bit 1. dari Allen- (Gambar Bradley 9. Ketika bit akumulator mencapai nilai yang ditetapkan. Retentive timer reset me.

17 menunjukkan fungsi grafik sekuensial dan sebuah program tangga mungkin untuk memberikan urutan. dengan masing-masing negara yang mungkin terjadi secara berurutan untuk jumlah waktu yang tetap. INSTRUKSI COUNTER Terdapat dua jenis counter. kemudian ulangi. Sebuah sistem yang sederhana mungkin hanya memiliki urutan dipicu oleh waktu. dan kuning.nya. Tergantung pada PLC. mempertimbangkan urutan lampu lalu lintas untuk memberikan urutan merah saja. Gambar 9. format dari Programmable Logic Controllers hal. hijau. yaitu: count up (hitungan maju) dan count down (hitungan mundur). merah ditambah kuning.BUKU SISWA [PROGRAMMABLE LOGIC CONTROL] PENGAMATAN Lampu Lalu Lintas Sebagai ilustrasi pemrograman yang melibatkan timer. 38 .

23 Instruksi Counter Instruksi Up Counter Instruksi Timer Simbol Nilai Fungsi register yang terakumulasi Programmable Logic Controllers hal.BUKU SISWA [PROGRAMMABLE LOGIC CONTROL] counter ini mungkin bervariasi. Tabel 2. sementara yang lain menggunakan blok fungsi. Gambar 2.23 menunjukkan instruksi timer pada umumnya.23 (a) Instruksi Counter format blok dan (b) instruksi counter format ladder Tabel 2. Beberapa PLC menggunakan format ladder (kumparan output).133 menunjukkan kedua buah format tersebut dan tabel 2. 39 .

Pada aplikasi kontrol. counter menghidupkan output. 40 . counter ini akan ON atau OFF setelah mencapai hitungan tertentu (nilai preset yang ada di register presetnya). Counter ini dapat menghitung obyek benda atau bagian benda (botol. sebuah down counter digunakan dalam hubunganya dengan Programmable Logic Controllers hal. dan kemudian mengakhiri hitunganya dan menutup kontak yang terkait dengan output yang mereferensikanya. Down Counter Instruksi output sebuah down counter mengurangi nilai hitungan dengan satu pada register akumulasinya setiap saat kejadian. bagian mesin dsb) yang melewati titik tertentu. Dalam praktek. Setelah counter mencapai nilai preset-nya. Sebuah up counter bertambah nilai akumulasinya setiap saat terjadi suatu kejadian dan membuat transisi dari OFF ke ON. maka akan mereset register akumulasi ke nol atau melanjutkan hitunganya untuk setiap transisi dari OFF ke ON tergantung pada PLC.reset nilai yang Counter Reset terakumulasi dari sebuah up atau down counter Up Counter Sebuah instruksi output up counter (CTU) menambah hitungan (bertambah satu) setiap saat terjadi suatu kejadian (input menerima sinyal). Ketika nilai akumulasinya mencapai nilai presetnya.[PROGRAMMABLE LOGIC CONTROL] BUKU SISWA bertambah setiap waktu terjadi kejadian Nilai register yang Down Counter terakumulasi berkurang setiap waktu terjadi kejadian Me.

sementara sedang melakukan hitung maju jumlah benda seperti botol yang sudah terisi misalnya yang melewati jumlah benda seperti botol yang sudah terisi misalnya yang melewati titik tertentu. Tergantung pada PLC. Jika hitungan sama dengan 15 sebagai hasil dari hitungan maju atau hitungan mundur. down counter dengan referensi alamat yang sama dapat mengurangi satu dari nilai hitungan yang terakumulasi setiap saat jika mendeteksi botol yang kosong. Jika kondisi rung counter reset adalah ‘TRUE’ .set hitungan yang terakumulasi ke nol ( register akumulasi= 0). Pada up/down counter. Counter Reset Instruksi output counter reset (CTR) me. Jika isi dari register 1003 lebih besar dari 15.[PROGRAMMABLE LOGIC CONTROL] BUKU SISWA up counter untuk membuat bentuk counter up/down. Down counter akan memberhentikan hitungan mundur sampai nol atau sampai pada nilai maksimum negative tertentu. kedua counter tersebut mempunyai referensi register yang sama. output 100 akan ON. Dalam sebuah instruksi format blok. down counter menyediakan cara untuk mengoreksi data yang diinput oleh up counter.136 mengilustrasikan rung blok format counter yang dilengkapi dengan instruksi up. maka output 101 akan ON. down dan reset. menghitung mundur ketika kontak 11 menutup. perhitungan mundur terjadi setiap input counter transisis dari OFF ke ON. Sebagai contoh. Counter akan menghitung maju ketika kontak 10 menutup. Gambar 2. intruksi reset akan membersihkan referensi alamat tersebut. 41 . dan me-reset register 1003 ke ‘0’ ketika kontak 12 menutup. Programmable Logic Controllers hal.reset nilai yang terakumulasi ke nol dari up counter reset mempunyai referensi alamat yang sama yang terkait dengan kumparan up/down counter. Garis reset pada format blok instruksi counter men. Output 102 akan ON jika nilai hitungan yang terakumulasi kurang 15.

down. dan reset Programmable Logic Controllers hal.BUKU SISWA [PROGRAMMABLE LOGIC CONTROL] Gambar 2.136 Blok fungsi instruksi dengan counter up. 42 .