Anda di halaman 1dari 59

STRUKTUR BETON BERTULANG

KOLOM PANJANG

KELOMPOK 2

ANGGOTA KELOMPOK
1. ALFIN

ALI KADZAFI

2. ARIEF

MAULANA

3. ARIS

ADITIYAWAN

Pengertian Kolom
Kolom adalah batang tekan dari portal, yang
memikul beban dari balok. Bertugas meneruskan
beban- beban yang berasal dari elevasi atas ke
elevasi di bawahnya hingga sampai ke tanah
melalui pondasi

Pengertian Kolom Langsing

Kolom Langsing

Kolom dengan reduksi kapasitas beban aksial tekan yang


signifikan akibat momen yang terjadi akibat adanya deformasi
lateral

Perbedaan kolom pendek dan langsing


Kolom pendek, k Lu/r 22 (runtuhnya karena material)
Kolom panjang, k Lu/r 22 (runtuhnya karena tekuk)

TIPE TIPE KOLOM


A. Tipe kolom Berdasarkan Bentuk & Tipe tulangan :
1.

Kolom segi empat atau bujur-sangkar

2.

Kolom bulat dengan pengikat sengkang atau spiral

3.

Kolom komposit, beton dan profil baja

Gambar jenis-jenis kolom


menurut bentuk dan tipe tulangan

Sengkang

Spiral

Spiral

Sengkang

A. Kolom
bersengkang

B. Kolom
Berspiral

C. Kolom
Komposit

B. Tipe Kolom Berdasarkan Kondisi Beban:


1. Kolom Sentris
2. Kolom Eksentris (uniaxil & biaxial)

TIPE KOLOM BERDASAR KONDISI BEBAN


P

MX

X
ATAU

(A). KOLOM
DENGAN
BEBAN
SENTRIS

(B). KOLOM DENGAN BEBAN AKSIAL


DENGAN MOMEN SATU SUMBU (UNIAKSIAL)

E
P
MY

P
MX

(C). KOLOM DENGAN BEBAN AKSIAL


DENGAN MOMEN DUA SUMBU (BIAKSIAL)

Tulangan pengikat
lateral
a. tulangan sengkang

TULANGAN LATERAL DIPERLUKAN UNTUK


MENCEGAH TERLEPASNYA SELIMUT BETON ATAU
TEKUK LOKAL TULANGAN MEMANJANG.
1. Sengkang pengikat lateral harus dipasang sepenuhnya menerus
di sekeliling inti baja struktural.
2. Sengkang pengikat harus mempunyai diameter tidak kurang dari 1/50
kali dimensi sisi terbesar dari komponen struktur komposit. Namun,
diameter sengkang pengikat tersebut tidak boleh lebih kecil dari D-10
dan tidak perlu lebih besar dari D-16. Jaring kawat las yang mempunyai
luas ekuivalen boleh juga digunakan sebagai sengkang pengikat.

3. Spasi vertikal antara sengkang pengikat lateral tidak boleh


melebihi 16 diameter batang tulangan longitudinal, 48
diameter batang sengkang pengikat, atau 1/2 kali dimensi sisi
terkecil dari komponen struktur komposit.

b. Tulangan spiral

Persyaratan lateral spiral

Tulangan spiral khususnya digunakan untuk meningkatkan


daktilitas kolom, sehingga sering digunakan untuk daerah
dengan risiko gempa tinggi.
Tulangan spiral yang mempunyai jarak cukup dekat dapat
menambah kapasitas beban batas pada kolom. Angka
penulangan spiral minimum s , adalah sebesar :

Ag

Ac

s 0,45.
s

f
1 . c
f sy

volume tulangan spiral tiap satu putaran


volume beton yang terkandung pada satu putaran

Ag
Ac

.h 2
4

.Dc2
4

h : diameter kolom
Dc : diameter inti beton dari
tepi ke
tepi spiral
f c

:
kuat
tekan
karakteristik

beton

fsy : kekuatan leleh tulangan


spiral

Menentukan volume tulangan spiral

s = (volume spiral dalam satu loop)


(Volume inti beton untuk jarak sprial s)
s = V spiral / Veton
= ((as.(Dc db ) )/((Dc2/4).s)
= (4 as (Dc db ))/(s.Dc2 )

Dimana :
Dc = diamater dari inti diameter luar spiral
as = luas penampang tulangan spiral
db = diameter tulangan spiral

Contoh soal 1

Hitung dimensi dan penulangan kolom pendek bujur sangkar yang menerima beban Pu = 2800 kN, jika fc =28 MPa, fy=350 MPa, jika = 2
%.
Penyelesaian :
Penentuan Dimensi Kolom
Pu = 0,80 Pn

kolom persegi

Pu = 0,80 [0,85fc(Ag-Ast)+fy Ast]


2800 x 103 = (0,65 )(0,80)[(0,85)(28)(Ag-0,02Ag)+(350)(0,02Ag)
Ag = 177 569 mm2
Digunakan penampang ukuran 425 mm x 425 mm (Ag=180 625 mm2)
Penentuan Tulangan Longitudinal
2800 x 103 = (0,65 )(0,80)[(0,85)(28)(180625-Ast)+(350)(Ast)
2800 x 103 = 2 235 415-12,376Ast+182Ast
Ast = 564585/169,624 = 3328,5 mm2 (digunakan tulangan utama 10D22
Penentuan Tulangan Sengkang (dipakai D10)
(a). 16 x 22 = 352 mm
(b). 48 x 10 = 480 mm
(c). Dimensi kolom terkecil = 425 mm (gunakan tulangan sengkang D10-350mm)
(Cek sesuai SNI dulu)

Pasal 12 SNI 03-2847-2002 & S- 2002


Dibedakan

antara kolom panjang


dan pendek
Beda pengaruh sitem braced dan
unbraced
Beda pengaruh antara momen single
curvature dan double curvature

Kolom Panjang di Bagi Menjadi 2 Sistem

a. Braced Frame
Adalah sistem struktur yang dirancang terutama untuk menahan
angin dan kekuatan gempa. Anggota dalam bingkai bersiap
dirancang untuk bekerja dalam ketegangan dan kompresi.

b. Unbraced Frame
Adalah sebuah kerangka struktural di mana ketahanan terhadap
beban lateral, disediakan oleh resistensi lentur anggota struktural
dan koneksi mereka.

Dimana :
kLn

= Panjang tekuk kolom

= faktor panjang efektif (Pasal 12.12 SNI 0328472002 &


S2002)

Ln

= Panjang bersih kolom

= jari jari girasi penampang kolom (Pasal 12.11 SNI


0328472002 & S2002)

M1b = momen ujung kolom yg lebih kecil


M2b = momen ujung kolom yg lebih besar

Panjang efektif
(Effective Length)

Kfaktor
faktor pengaruh jepitan mempengaruhi sistem braced/ unbraced

A dan B adalah faktor-faktor atas dan bawah kolom. Untuk sendi = ~ dan untuk jepit = 0

PERBEDAAN SISTEM BRACED & UNBRACED

Jari jari girasi (r)

= 0.3* h untuk kolom persegi


= 0.25*d untuk kolom bulat

Faktor panjang efektik k untuk rangka

Portal tidak bergoyang (non sway)

k 0.70 0.05 A B 1.0


k smaller of
k 0.85 0.05 min 1.0

Portal dapat bergoyang (sway)

Untuk Sway Frame:


a) Yang di restrain pada kedua ujungnya
20 m
2.0 : k

20

if

m avg

if

m 2.0 : k 0.9 1 m

b) One hinged or free end

k 2.0 0.3

Non-sway frames:
Sway frames:

0 k 1.0
1.0 k

typically k=1.5

1 m

Contoh soal 2

Penyelesaian :

Beban Kritis, Panjang efektif, dan faktor panjang


efektif kolom ideal

Rasio panjang kolom-kelangsingan


Slenderness Ratio for columns in frames

Rasio panjang kolom-kelangsingan


Slenderness Ratio for columns in frames

Slenderness Ratio for columns in frames

Single Curvature

M1
0
M2

Double Curvature

M1
M2

Pn maks
Pn maks = 0,85.Po ( kolom spiral)
Pn maks = 0,80.Po ( kolom bersengkang )
Krn kolom menerima 2 beban sekaligus yaitu M(momen)
dan P (aksial)shg muncul e(eksentrisitas)=M/P maka dlm
praktek e=0
tidak ada (aksial murni M=0 dihindari), harus
diperhitungkan adanya emin dimana SNI S12.3.5
&S12.3.6:
e min = 0,05 h ( kolom spiral )
e min = 0,1 h ( kolom bersengkang)

Jumlah Minimal Batang Tulangan


Jumlah minimum batang tulangan untuk
komponen struktur tekan diatur psl 12.9.2 yaitu:

4 bh batang untuk kolom dgn sengkang pengikat segi empat atau


lingkaran

3 bh batang untuk kolom dgn sengkang pengikat segi-tiga

6 bh batang untuk kolom tul. spiral


Rasio tul spiral rs tidak boleh kurang dari:

A g f c
s = 0,45
- 1
Ac f y
; fy400MPa (kuat leleh tul spiral)

JARAK ANTAR SENGKANG (s)


Tulangan
memanjang

Jarak vertikal s antar sengkang pd kolom


tidak boleh lebih dari persyaratan berikut
ini (9.10):

s
s
Tulangan
sengkang

a) s 48 sengkang atau kawat


b) s16 dari tulangan Memanjang
c) s (b atau h)
h
b

DIAMETER SENGKANG
Ketentuan diameter tulangan sengkang dan sengkang ikat
untuk berbagai diameter tulangan longitudinal adalah
sebagai berikut:
tul Longitudinal (mm)

sengkang (mm)

<D32

10

D36

13

D44

13

D56

13

No

Ketententuan Kolom Spiral


Pasal 9.10.4 mengatur tentang tul spiral untuk kolom seperti
berikut :
Spiral harus terdiri dari batang tul yang menerus atau kawat
dengan ukuran yg sedemikian dan dipasang dengan spasi sama.
Untuk konstruksi yang dicor ditempat (cast in situ) ukuran
batang spiral tidak kurang dari 10mm
Jarak bersih antar tul spiral tdk boleh lebih dari 75mm dan
tidak kurang dari 25mm; ( 25mm s 75mm)
Penjangkaran tul spiral atau kawat hrs disediakan dengan
memberikan 1 lilitan ekstra tiap ujung dari spiral
Penyambungan
spiral harus dilaksanakan dengan cara
sambungan lewatan atau sambungan mekanis dan sambungan
las.

Detail Khusus Kolom


Batasan spasi tulangan kolom (SNI psl 9.6):
Jarak bersih antar tul longitudinal tdk boleh kurang dari:
1,5d atau 40mm. Jrk bersih ini juga berlaku pada tempat
dimana terdapat sambungan lewatan

Batang tulangan yang ditekuk pd daerah hub balok kolom


harus memenuhi ketentuan sbb (SNI psl 9.8):
kemiringan dari bagian tekukan pd batang tulangan

tersebut

terhadap sumbu kolom tdk boleh melebihi 1:6


Bila penyimpangan lateral muka kolom melebihi 80mm maka tul
longitudinal tdk boleh ditekuk, tapi hrs disediakan pasak khusus
yg disambunglewatkan pd tul longitudinal yg berada didekat sisi
muka kolom itu

Kolom Dengan Beban Konsentris


h

Kapasitas beban konsentris nominal Pn:


b

Po 0,85 f c (A g A st ) A st f y

(Penampang)
0,003

Dimana :
Ag=luas bruto dari tampang kolom
Ast=total luas tulangan baja memanjang

(Reg)
0,85fc
(Teg)

fs

Cc fs
(Res. gaya)

Kuat Rencana PR= PN


Untuk kolom dengan sengkang pengikat, Kuat Tekan Rencana
Pn tidak boleh diambil lebih dari:
Pn,maks 0,80 {0,85 f c (A g A st ) A st f y }

Po

Untuk kolom dengan tulangan spiral, Kuat tekan Rencana


fPn tidak boleh diambil lebih dari:
Pn,maks 0,85 (0,85 f c (A g A st ) A st f y )

P0

=0,70 utk klm berspiral, =0,65 utk klm lain-nya

Bracing
Untuk mengurangi panjang kolom dan meningkatkan kapasitas
pikul bebannya, kolom sering dikekang pada satu atau lebih
titik pada panjangnya. Pengekang (bracing) ini merupakan
bagian dari rangka struktur suatu bangunan gedung. Pada
kolom yang diberi pengekang (bracing) di tengah tingginya,
maka panjang efektif kolom menjadi setengah panjangnya, dan
kapasitas pikul-beban menjadi empat kali lipat dibandingkan
dengan kolom tanpa pengekang. Mengekang kolom di titik
yang jaraknya 2/3 dari tinggi tidak efektif dalam memperbesar
kapasitas pikul-beban kolom bila dibandingkan dengan
mengekang tepat di tengah tinggi kolom.

PERBEDAAN SISTEM BRACED


& UNBRACED
Sistem Braced :
Tidak ada pergoyangan
k (faktor pengaruh jepitan) 1
Sistem Unbraced :
Ada Pergoyangan ( bahaya tekuk lebih besar )
k (faktor pengaruh jepitan) > 1

Gambar Detail Hubungan Kolom dengan Pondasi

Gambar Detail Hubungan Balok dengan Kolom

Gambar Regangan Penampang Kolom Persegi

Gambar Tipe Tipe Kolom

Gambar Tipe Tipe Kolom

Gambar Detail Sambungan Tahan Gempa