Anda di halaman 1dari 15

BERIKUT MATERI KANTILEVER BESERTA CONTOH SOALNYA

1. Pengertian Kantilever
Secara Umum Kantilever merupakan penonjolan balok yang hanya
disokong pada salah satu sisinya, berakar pada desain struktur dan
perhitungan mekanika teknik bangunan.

2. Balok Kantiver
Balok kantilever merupakan jenis balok dimana salah satu
tumpuannya adalah jepit, sementara ujung yang lainnya bebas. Pada
balok kantilever, momen lenturnya negatif, artinya serat atas mengalami
tarik, serat bawah mengalami tekan. Pada realitasnya, kantilever
biasanya berada pada ujung-ujung plat lantai.

Logikanya jika beban yang bekerja cukup besar atau melebihi


kemampuan pikul balok, maka balok kantilever ini akan melendut/menjadi
miring (karena balok tidak mempunyaui daya lentur). Balok kantilever dapat

1
digunakan tetapi untuk ruang-ruang yang tidak menghasilkan beban berat
terhadap elemen struktur.

Biasanya, ruang diatas balok kantilever digunakan sebagai area sirkulasi


atau balkon sehingga beban yang di hasilkan oleh ruang tersebut relatif kecil
dibanding ruang yang penuh perabot. Tentu tidak cocok bila ruang diatas
balok kantilever digunakan sebagai ruang tidur atau perpustakaan karena
menghasilkan beban yang besar dari adanya prabotan.

Balok kantilever yang dibebani akan mengalami lendutan yang cukup


besar pada ujung yang bebas. Makin besar beban yang bekerja, maka
makin besar pula lendutanya. Bila telah melebihi kemampuanya, maka
balok kantilever akan patah. Ciri -ciri awal yang yang bisa dilihat bila balok
kantilever mengalami kelebihan beban adalah adanya retak-retak pada
dinding lantai atas bahkan adanya penurunan permukaan lantai. Jika sudah
ada gejala-gejala seperti ini, maka harus waspada.

Kondisi ini dapat diperbaiki dengan menambah besar ukuran


penampang atau memendekan balok kantilevernya.

Balok kantilever, selain mengalami lendutan juga mengalami puntir. Ini


terjadi pada balok kantilever yang berpenampang lingkaran atau tidak
simetris. Balok berpenampag simetris hanya mengalami lentur tanpa
mengalami puntir. Puntir terjadi karena garis kerja beban tidak berhimpit
dengan pusat geser penampang elemen struktur ini.

3. Beban (muatan)
Dalam pelajaran Teknik sipil diperguruan tinggi kita akan sering sekali
menemui yang namanya beban, berikut adalah sedikit mengenai jenis-jenis
beban muatan,bisa kita lihat dibawah ini:

 Beban terpusat yang miring


 Beban terpusat .
 Beban terdistribusi merata
 Beban merata berbentuk segitiga
 Beban merata berbentuk persegi panjang
 Beban merata berbentuk trapesium

2
Sebelum lebih jauh, perlu diketahui analisa struktur itu dibagi atas 2 yaitu :
1. Mekanika statis tertentu
Pada statis tertentu jumlah reaksi dari perletakannya <= 3 reaksi perletakan
2. Mekanika statis tak tentu
Sedangkan di statis tak tentu jumlah reraksi dari perletakannya > 3 Di analisa
struktur ini kita akan mempelajari kontruksi yang bersifat statis tertentu yaitu
mempelajari tentang struktur dalam keadaan seimbang. Dimana konsep
terpentingnya yang haru-harus selalu di ingat dalam struktur statis tertentu
yaitu :

sigma V = 0 ( komponen gaya vertikal = 0 )

sigma H = 0 ( komponen gaya horizontal = 0 )

sigma M = 0 ( jumlah momen disekitar suatu titik tertentu = 0 )

Konsep diatas akan selalu kita gunakan dalam perhitungan-perhitungan


kontruksi kedepannya, jadi akan lebih baik agar di perhatikan baik-baik.

Ada beberapa jenis model penumpuan balok dalam kontruksi yaitu :

Balok sederhana

Balok console ( cantilever )

Balok menggantung ( overhanging beam )

Sebelum menyelesaiakan contoh-contoh dengan penyelesaian dengan


model-model diatas kita perlu memahami konsep dalam

Momen Perjanjian tanda dalam perhitungannya

Lintang

dan Normal

3
Baiklah supaya lebih jelasnya kita akan mempelajari satu persatu melalui
contoh-contoh berikut ini

1. Balok sederhana

Dengan beban terpusat

JAWAB :

Gaya Horizontal Sigma { H=0 > HA=0

Reaksi perletakan
Perlu diingat kembali
(syarat tanda dalam perletakan)

Jika gaya bekerja searah jarum jam ,terhadap titik yang ditinjau maka
tandanya adalah (+) Positif

Namun jika gaya bekerja berlawanan jarum jam maka tandanya adalah (-)
negatif

Sigma MA = 0
-RB.4 + P.2 = 0 RB.4 = 2.2
RB = 1 ton

4
Sigma MB = 0
RA.4 - P.2 = 0 RA=2.2/4 = 1 ton
Komponen arah vertical
Sigma V = 0 RA + RB – P = 0
1 +1 – 2 = 0

MOMEN = Gaya tegak lurus x jarak

UNTUK MOMEN

MA = 0
MB = 0 MC = RA.LC = RA .2 = 2 TM

Gaya lintang = gaya Y (bar) tegak lurus bidang


Gaya normal = gaya Y (bar) bekerja sejajar bidang
Perjanjian tanda

Jika gaya bekerja searah jarum jam ,terhadap titik yang ditinjau maka
tandanya adalah (+) Positif

Namun jika gaya bekerja berlawanan jarum jam maka tandanya adalah (-)
negatif

UNTUK NORMAL
Karena Sigma H=0 Ha = 0
Maka gaya normal (tidak ada)

5
rangkumantekniksipil.blogspot.com

Dengan beban terpusat miring


Contoh soal :

rangkumantekniksipil.blogspot.com

Penyelesainannya Sama seperti contoh sebelumnya namun perlu


diperhatikan ada sedikit perbedaan yaitu :

6
Perlu menguraikan gaya beban terlebih dahulu menjadi (P sin a) dan (P cos
a)
Sigma H=0
RAH = P cos a (kekanan)
Perlu diperhatikan juga beban tepusat miring ada gaya normalnya
Na = -RaH
Dengan Beban Merata,

Contoh soal diatas coba hitung dan gambarkan bidang M,D,N

Komponen Horizontalnya :
Sigma H=0
RaH = 0

Reaksi Perletakan Sigma MA = 0


-RB.4+q.L.(1/2) = 0
Atau bisa juga
-RB.4+Luasan (jarak ke titik berat) = 0
-RB.4 + 2.4 (4/2) = 0
RB = 4 Ton
Sigma MB = 0
RA.4 + 2.4.(4/2) = 0
RA= 4 Ton Komponen Vertikal
Sigma V = 0
RA + RB – Luasan = 0

4 + 4 – 2.4 = 0

7
Untuk Momen
MA = 0
MB = 0
Mx = RA.x – Luasan . (titik Berat/Jaraknya)
=RA.x – q.x.(1/2x)
=RA.x – 1/2qx2

M2 = RA.2 – 1/2.q.(2)2
= RA .2 – 1/2 .q.(2)2
= 4 Tm

Untuk Lintang

DA = RA
D2 = RA – q.2
= 4 – 2.2 = 0
DAB = RA – q.4
= -4 Tm

8
Dengan Beban merata Segitiga

Konsep penyelesaiannya sama seperti dengan beban merata persegi


panjang . hanya berbeda pada :

Luasannya : 1/2 alas x tinggi 1/2 .4.4


Titik Beratnya (jarak titik beratnya ke tumpuan A dan B)
Balok console ( Cantilever)

Ditanya Hitung dan gambarkan Bidang M,D,N ?


Penyelesaiannya

Komponen gaya Horisontalnya

9
Sigma H = 0
HA = 0
Reaksi perletakan tidak memerlukan Sigma M di sustu titik. Tetepi cukup
periksa saja komponenn gaya vertikalnya saja , karena hanya ada 1
tumpuan

Sigma V = 0
RA – P = 0
RA = P = 2 ton

Untuk Momennya

MB = 0
MA = -P.4 = -2 . 4 = -8 Tm (terjadi momen negative (-))

Untuk Lintangnya

DA = RA = 2 T
DB= RA – P = 2 – 2 = 0
Untuk normalnya Tidak ada normal karena tidak ada komponen gaya
Horizontalnya.

10
4. Contoh Soal Balok Kantilever
Mencari reaksi perletakan
 Contoh kasus beban Merata :

CEK

R=VA+VB

q.L = 1/2 qL + 1/2 qL

qL = qL → LOLOS

11
CONTOH SOAL BEBAN MERATA :

Jawab :

 ∑MB = 0
VA.L-R. 1/2 L -P . 2 = 0
VA.8 – 24 . 1/2 . 8 -10.2=0

8VA -24.4 -20 = 0

8VA – 96 -20 = 0

8VA = 116

VA= 116/8 = 14.5 T

 ∑MB = 0
VB.L -R. 1/2L – P.6 = 0

8VB – 24. 4 – 10.6 = 0

8VB – 96 – 60 = 0

8VB = 156

VB=156/8 = 19.5 T

12
 CEK
R + P = VA + VB

24 + 10 = 14.5 + 19.5

34 = 34 → LOLOS

Mekanika Teknik Balok Kantilever dengan Beban Terbagi Rata seperti di


bawah ini.

pembahasannya sebagai berikut :

1. Cari reaksi yang terjadi akibat pembebanan pada soal tersebut

Reaksi yang akan terjadi tentunya adalah Reaksi Vertikal dan Reaksi
Momen pada tumpuan jepit di titik A.

Beban terbagi rata diubah menjadi beban terpusat sebesar w = q x panjang


bentangyaitu w = 10×10 = 100 kN.

13
Tinjau pada titik A (pusat rotasi di titik A)

(w x 5) – MA = 0

100×5 – MA = 0

MA = 500 kN

Tinjau terhadap keseimbangan gaya-gaya vertikal

RA – w = 0

RA = w = 100 kN

2. Hitung gaya-gaya dalam

POTONGAN (0 – 10 m)

Gaya geser : Qx = RA – qx = 100 – 10x

untuk Q0 = 100 kN

14
untuk Q10 = 100 – 100 = 0 kN

Momen : Mx = (RA . x) – MA – 1/2qx^2 = 100x – 500 – 5x^2

M0 = -500 kNm dan M10 = 0 kNm

3. Gambar Diagram Gaya-gaya dalam

15