Anda di halaman 1dari 11

LAPORAN PRATIKUM R-LAB

Karakteristik V I Logam
Nama

: Hantoro Restucondro Saputro

NPM

: 1306368242

Fakultas

: Teknik

Program Studi

: Teknik Metalurgi dan Material

Kelompok

: 10 (Jumat Siang)

Nomor Percobaan

: LR02

Tanggal Percobaan

: 28 September 2014

Laboratorium Fisika Dasar


Unit Pelaksana Pendidikan Ilmu Pengetahuan Dasar
Universitas Indonesia

LR02 Karakteristik V I Logam

A.

Tujuan

Mempelajari hubungan antara beda potensial (V) dan arus listrik (I) pada suatu logam.

B.

Alat

1.

Hambatan yang terbuat dari

5.

Camcorder

logam

6.

Unit PC

2.

Amperemeter

7.

DAQ dan perangkat pengendali

3.

Voltmeter

4.

Variable power supply

C.

Teori

otomatis

Sebuah bahan material bila dilewati oleh arus listrik akan menimbulkan disipasi
panas. Besarnya disipasi panas adalah I2R. Panas yang dihasilkan oleh material ini akan
mengakibatkan perubahan hambatan material tersebut. Jika pada material logam,
pertambahan kalor / panas akan menambah nilai hambatan material tersebut. Peristiwa
dispasi panas dan perubahan resistansi bahan logam ini saling berkaitan.

Hambatan atau disebut juga tahanan atau resistansi adalah sesuatu yang sering
dibicarakan dalam bidang fisika elektronika. Apa sebenarnya fungsi dari hambatan

tersebut? Data menunjukkan ada hubungan yang menarik antara kuat arus dan
hambatan. Jika nilai hambatan diperbesar maka kuat arus akan menurun untuk beda
potensial yang tetap, sehingga :

Persaman di atas menunjukkan bahwa hambatan berbanding terbalik dengan kuat


arus. Jika nilai hambatan konstan maka hubungan antara kuat arus dan beda potesial
adalah berbanding lurus, dengan kata lain semakin besar beda potensial makin besar
kuat arusnya. Secara matematis dapat ditulis :

Penggabungan ke dua persamaan dapat ditulis sebagai berikut.

Persamaan di atas disebut Hukum Ohm, dengan R adalah hambatan yang


dinyatakan dalam satuan ohm ditulis dalam simbol (omega). Berdasarkan hukum
Ohm, 1 ohm didefinisikan sebagai hambatan yang digunakan dalam suatu rangkaian
yang dilewati kuat arus sebesar 1 ampere dengan beda potensial 1 volt. Oleh karena itu,
kita dapat mendefinisikan pengertian hambatan yaitu perbandingan antara beda
potensial dan kuat arus.

Secara garis besar, hukum Ohm dapat disimpulkan sebagai berikut :


1.

Besarnya arus listrik yang mengalir sebanding dengan besarnya beda potensial
(tegangan). Untuk sementara tegangan dan beda potensial dianggap sama walau
sebenarnya kedua secara konsep berbeda. Secara matematika di tuliskan I V
atau V I, Untuk menghilangkan kesebandingan ini maka perlu ditambahkan
sebuah konstanta yang kemudian di kenal dengan hambatan (R) sehingga
persamaannya menjadi V = I.R. Dimana V adalah tegangan (volt), I adalah kuat
arus (A) dan R adalah hambatan (Ohm).

2.

Perbandingan antara tegangan dengan kuat arus merupakan suatu bilangan


konstan yang disebut hambatan listrik. Secara matematika di tuliskan V/I = R atau
dituliskan V = I.R.

D.

Cara Kerja

1.

Memerhatikan halaman web percobaan Karakteristik V I Logam.

2.

Memberikan beda potensial dengan member tegangan V1.

3.

Mengaktifkan power supply atau baterai dengan mengklik radio button di


sebelahya.

4.

Mengukur beda potensial dan arus yang terukur pada hambatan.

5.

Mengulangi langkah 3 hingga 5 untuk beda potensial V2 hingga V8.

Catatan : data yang diperoleh adalah 5 buah data terakhir jika rangkaian diberi beda
potensial tertentu (misalkan V1) dengan interval 1 detik antara data satu dengan data
berikutnya.

E.

Data Hasil Percobaan

Percobaan dengan menggunakan tegangan V1


Tegangan (Volt)
0.08
0.08
0.08
0.08
0.08

Arus Listrik (mA)


9.15
9.15
9.36
9.36
9.15

Percobaan dengan menggunakan tegangan V2


Tegangan (Volt)
0.18
0.18
0.18
0.18
0.18

Arus Listrik (mA)


18.82
18.72
18.82
18.82
18.82

Percobaan dengan menggunakan tegangan V3


Tegangan (Volt)
0.27
0.27
0.27
0.27
0.27

Arus Listrik (mA)


27.25
27.35
27.14
27.14
27.14

Percobaan dengan menggunakan tegangan V4


Tegangan (Volt)
0.38
0.39
0.39
0.39
0.39

Arus Listrik (mA)


36.60
36.40
36.29
36.40
36.50

Percobaan dengan menggunakan tegangan V5


Tegangan (Volt)
0.50
0.51
0.52
0.51
0.51

Arus Listrik (mA)


45.03
44.82
44.51
44.82
44.20

Percobaan dengan menggunakan tegangan V6


Tegangan (Volt)
0.70
0.70
0.71
0.72
0.74

Arus Listrik (mA)


54.08
53.76
53.97
54.18
54.28

Percobaan dengan menggunakan tegangan V7


Tegangan (Volt)
0.83
0.87
0.88
0.89
0.90

Arus Listrik (mA)


59.90
58.65
58.03
57.82
57.82

Percobaan dengan menggunakan tegangan V8


Tegangan (Volt)
1.09
1.11
1.14
1.16
1.18

F.

Arus Listrik (mA)


65.62
65.10
64.47
63.95
63.54

Pengolahan Data
Pengolahan data yang pertama adalah mencari rata rata tegangan dan arus listrik

di setiap tegangan V1 hingga V8. Rata rata ini dicari dan kemudian digunakan untuk
data pembuatan grafik hubungan antara tegangan rata rata dan arus listrik rata rata.

Berikut merupakan tabel rata rata tegangan dan arus listrik di tiap tegangan yang
digunakan.
Tegangan yang
Digunakan

Nilai Tegangan
(volt)

Nilai Arus
Listrik (mA)

V1
V2
V3
V4
V5
V6
V7
V8

0.08
0.18
0.27
0.3875
0.51
0.714
0.8725
1.136

9.234
18.8
27.204
36.438
44.64
54.054
58.3925
64.536

Dari data yang diperoleh di atas, maka grafik hubungan antara tegangan rata rata
(sumbu x / volt) dan arus listrik rata rata (sumbu y / mA) yaitu sebagai berikut.

Hubungan Tegangan Rata - Rata dengan Arus Listrik


Rata - Rata
70
60
50
40
30
20
10
0
0

0.2

0.4

0.6

0.8

1.2

Dari data rata rata tegangan dan arus listrik, dapat dihasilkan pula besar disipaso
panas logam setiap tegangan yang ditentukan. Dengan menggunakan persamaan rumus :

Maka diperoleh data hambatan sebagai berikut.


Tegangan yang
Digunakan

Nilai Tegangan
(volt)

Nilai Arus
Listrik (mA)

Disipasi Panas
(mJoule)

V1
V2
V3
V4
V5
V6
V7
V8

0.08
0.18
0.27
0.3875
0.51
0.714
0.8725
1.136

9.234
18.8
27.204
36.438
44.64
54.054
58.3925
64.536

0.73872
3.384
7.34508
14.119725
22.7664
38.594556
50.94745625
73.312896

Dan grafik hubungan antara disipasi panas (sumbu y / mJoule) dengan arus listrik
(sumbu x / mA) yaitu sebagai berikut.

Hubungan Arus Listrik dengan Disipasi


Panas
70
60
50
40
30
20
10
0
0

10

20

30

40

50

60

70

80

Dalam setiap percobaan, maka terdapat beberapa kesalahan, yaitu salah satunya
kesalahan relatif percobaan. Dalam percobaan ini, kesalahan relatifnya adalah sebesar :

Untuk tegangan, besar kesalahan relatifnya adalah 0.364631321. Sedangkan untuk arus
listrik, kesalahan relatifnya adalah 19.73445979.

G.

Analisis
a.

Analisis Percobaan
Percobaan RLAB LR02 Karakteristik V I Logam ini bertujuan untuk

mengetahui hubungan antara disipasi panas dengan perubahan resistansi logam. Dalam
percobaan ini, dibutuhkan beberapa alat seperti hambatan yang terbuat dari logam,
amperemeter (untuk mengukur arus listrik yang dihasilkan), voltmeter (untuk mengukur
besarnya tegangan listrik), variable power supply, camcorder, unit PC, serta DAQ dan
perangkat pengendali otomatis. Alat alat tersebut disusun sedemikian rupa hingga

praktikan bisa mengukur besar arus listrik yang dihasilkan untuk beberapa tegangan
yang sudah di-set oleh praktikan.

Menurut teori, disipasi panas suatu logam semikonduktor akan dipengaruhi oleh
besarnya resistansi pada logam tersebut. Dan pada perocobaan kali ini akan dibuktikan
apakah teori tersebut benar tidaknya. Dalam percobaan kali ini, tegangan listrik
merupakan variabel bebas, yaitu variable yang ditentukan sendiri oleh praktikan, di
mana praktikan menetapkan delapan nilai tegangan listrik yang berbeda. Kemudian,
arus listrik yang dihasilkan merupakan variabel terikat, yaitu variable yang nilainya
dipengaruhi oleh besarnya variabel bebas.
Ketika tegangan listrik dan arus listrik telah didapatkan nilainya, praktikan dapat
menghitung besarnya hambatan atau resistensi dari logam yang digunakan dalam
percobaan. Dari hal tersebut, maka praktikan dapat mengetahui hubungan tegangan
dengan arus listrik serta hubungan antara disipasi panas dengan resistensi logam
semikonduktor.

b.

Analisis Hasil
Dari hasil yang didapatkan, praktikan dapat mengetahui bahwa hubungan antara

tegangan dengan arus listrik yaitu berbanding lurus, dengan kata lain semakin tinggi
tegangan listrik yang diberikan, maka akan semakin tinggi pula arus listrik yang
dihasilkan, begitu pula sebaliknya. Hal ini tidak terlepas dari hambatan dari logam yang
konstan sehingga praktikan mendapatkan hubungan seperti itu untuk tegangan dengan
arus listrik. Hambatan dalam percobaan kali ini konstan karena logam yang digunakan
dalam percobaan kali ini sama atau sejenis sehingga nilainya tetap / konstan.

c.

Analisis Grafik
Grafik yang disertakan dalam laporan praktikum ini adalah grafik hubungan

antara tegangan (volt) dengan arus listrik yang dihasilkan (mA). Grafik tersebut
merupakan grafik yang menggambarkan bahwa semakin tinggi tegangan, maka akan
semakin tinggi pula arus listrik yang dihasilkan. Hal ini menjadi bukti dari analisis hasil
yang telah ada sebelumnya.
Grafik yang dihasilkan menunjukkan hubungan linier antara tegangan dan arus
listrik, apabila ditulis dalam persamaan sistematis menjadi :
=

dimana y merupakan arus listrik dan x merupakan tegangan. m dalam hal ini adalah
gradien, dan nilai gradien ini konstan untuk berapapun nilai x dan y. Dengan kata lain,
dalam percobaan kali ini, nilai konstan tersebut adalah hambatan atau resistensi (R) dari
logam yang digunakan dalam percobaan.
Sedangkan untuk grafik hubungan antara arus listrik dengan disipasi panas
merupakan hubungan eksponensial kuadrat. Hal ini bisa dilihat dari grafik yang
melengkung membentuk setengah parabola. Persamaan yang didapatkan sesuai dengan
teori yang ada, yaitu :
=

di mana x merupakan besar disipasi panas yang dihasilkan, sedangkan y merupakan


besar arus listrik. Hal ini sama dengan persamaan :
=
H.

Kesimpulan

Hubungan antara tegangan (volt) dengan arus listrik (mA) merupakan hubungan
linier, di mana semakin besar tegangan, maka akan semakin besar pula nilai arus
listrik yang dihasilkan.

Hubungan antara arus listrik (mA) dengan disipasi panas (mJoule) merupakan
hubungan eksponensial (kuadrat). Hal ini dapat dilihat dari bentuk grafik yang
dihasilkan, yaitu melengkung berbentuk setengah parabola.

Berdasarkan grafik, menggunakan prinsip Hukum Ohm diperbolehkan untuk


menghitung hambatan atau resistensi suatu logam.

Referensi
Halliday, Resnick, Walker. 2005. Fundamental of Physics 7th ed., Extended Edition.
John Willey and Sons, Inc. NJ.
http://sitrampil.ui.ac.id/elaboratory/kuliah/view_experiment.php?id=10554&exp=52
(diakses pada tanggal 28 September 2014 pukul 07.15)
http://www.scribd.com/doc/87182906/Teori-Hukum-Ohm (diakses pada tanggal 28
September 2014 pukul 08.37)