Anda di halaman 1dari 57

PRESENTASI PELATIHAN

AHLI K3 UMUM
(AK3U)

PARAMA HOTEL, CISARUA


20 ~ 30 JULI 2010

taufik hidayat
Welding 1992
http://ombeb.wordpress.com
http://www-xbox360.com
UU No. 1 TAHUN 1970

LATAR BELAKANG

MANUSIA Æ TIDAK ADA YANG MAU CELAKA, BAIK TENAGA KERJA MAUPUN
PENGUSAHA

TETAPI Æ KARENA ADA PERBEDAAN STATUS SOSIAL, TERUTAMA SAAT


MELAKUKAN IKATAN KERJA

MAKA Æ DIPERLUKAN INTERVENSI PEMERINTAH UNTUK MEMBERIKAN


BATAS MINIMAL YANG HARUS DIPENUHI DALAM
PERSYARATAN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA (K3)

BATAS MINIMAL TERSEBUT DITUANGKAN DALAM UNDANG-UNDANG


KESELAMATAN KERJA NOMOR 1 TAHUN 1970
UU No. 1 TAHUN 1970

SEBELUM 1970, UNDANG-UNDANG APA YANG DIPAKAI ??


1. VEILIGHEIDS REGLEMENT (VR) 1910
2. UNDANG-UNDANG UAP 1930 (STOOM ORDONNANTIE)
3. PERATURAN UAP 1930 (STOOM VERORDENING)

MENGAPA VR 1910 DIGANTI ???


1. SUDAH TIDAK SESUAI DENGAN PERKEMBANGAN TEKNOLOGI DAN
AZAS PERLINDUNGAN TENAGA KERJA DI INDONESIA
2. BERSIFAT REPRESIF / PENINDASAN / TEBANG PILIH
UU No. 1 TAHUN 1970

APA KELEBIHAN UU No. 1/1970 DIBANDING VR 1910 ???


1. PERLUASAN RUANG LINGKUP
2. PERUBAHAN PENGAWASAN DARI REPRESIF MENJADI PREVENTIVE
3. PERUMUSAN TEKNIS YANG LEBIH TEGAS

4. PEMBINAAN K3 BAGI MANAJEMEN DAN KARYAWAN


5. PEMBENTUKAN P2K3 DI PERUSAHAAN
UU No. 1 TAHUN 1970

TUJUAN UU No. 1 / 1970


1. MELINDUNGI TENAGA KERJA DAN ORANG LAIN YANG BERADA DI
TEMPAT KERJA
2. MELINDUNGI ASSET PERUSAHAAN
3. MELINDUNGI LINGKUNGAN

TEMPAT KERJA
ADALAH TIAP RUANGAN / LAPANGAN, TERBUKA / TERTUTUP, BERGERAK /
DIAM, DIMANA TERDAPAT TENAGA KERJA BEKERJA, ATAU YANG SERING
DIMASUKI TENAGA KERJA UNTUK KEPERLUAN SUATU USAHA DAN DIMANA
TERDAPAT SUMBER BAHAYA ;
TERMASUK TEMPAT KERJA ADALAH SEMUA RUANGAN, LAPANGAN,
HALAMAN DAN SEKELILINGNYA YANG MERUPAKAN BAGIAN ATAU YANG
BERHUBUNGAN DENGAN TEMPAT KERJA TERSEBUT
UU No. 1 TAHUN 1970

JIKA DISEDERHANAKAN, TEMPAT KERJA ADALAH :


TEMPAT UNTUK BEKERJA DIMANA TERDAPAT 3 UNSUR POKOK, YAITU :
• ADANYA USAHA
• ADANYA TENAGA KERJA
• ADANYA SUMBER BAHAYA

RUANG LINGKUP
YANG DIATUR DALAM UU No. 1 / 1970 ADALAH KESELAMATAN KERJA
DALAM SEGALA TEMPAT KERJA, BAIK DI DARAT, DI DALAM TANAH, DI
PERMUKAAN AIR, DI DALAM AIR MAUPUN DI UDARA YANG BERADA DI
WILAYAH KEKUASAAN HUKUM REPUBLIK INDONESIA
UU No. 1 TAHUN 1970

PENGAWASAN Menaker

Direktur

Pengawas Ahli K3 Dokter Perusahaan P2K3

Luar Depnaker
- Depnaker
- Provinsi
- Kota/Kab

DIREKTUR : PEJABAT YANG DITUNJUK OLEH MENAKER UNTUK MELAKSANAKAN


UNDANG-UNDANG INI
PENGAWAS : PEGAWAI TEKNIS BERKEAHLIAN UMUM / KHUSUS DARI DEPNAKER
YANG DITUNJUK OLEH MENAKER
AHLI K3 : TENAGA TEKNIS BERKEAHLIAN UMUM / KHUSUS DARI LUAR
DEPNAKER YANG DITUNJUK OLEH MENAKER
UU No. 1 TAHUN 1970

DASAR HUKUM KESELAMATAN & KESEHATAN KERJA

PASAL 5, 20 DAN 27 ayat (2) UUD 1945

PASAL 3, 9 DAN 10 UU No. 14 TAHUN 1969

PASAL 2, 4, 86 DAN 87
UU No. 13 TAHUN 2003
UU NO. 1 TAHUN 1970

PERATURAN PELAKSANA

PERATURAN KHUSUS PP ; Per.Men ; SE


UU No. 1 TAHUN 1970

HAK DAN KEWAJIBAN TENAGA KERJA

1. MEMBERIKAN KETERANGAN YANG BENAR BILA DIMINTA OLEH PEGAWAI


PENGAWAS ATAU AHLI K3
2. MEMAKAI APD
3. MEMENUHI DAN MENTAATI SEMUA SYARAT-SYARAT KESELAMATAN DAN
KESEHATAN KERJA YANG DIWAJIBKAN
4. MEMINTA KEPADA PENGURUS AGAR DILAKSANAKAN SEMUA SYARAT-
SYARAT K3 YANG DIWAJIBKAN
5. MENYATAKAN KEBERATAN KERJA PADA PEKERJAAN DIMANA SYARAT K3
SERTA APD YANG DIWAJIBKAN DIRAGUKAN OLEHNYA, KECUALI DALAM
HAL-HAL KHUSUS DITENTUKAN LAIN OLEH PEGAWAI PENGAWAS ATAU
AHLI K3 DALAM BATAS YANG MASIH DAPAT DIPERTANGGUNGJAWABKAN
UU No. 1 TAHUN 1970

KEWAJIBAN PENGURUS
1. SECARA TERTULIS MENEMPATKAN DALAM TEMPAT KERJA, SEMUA SYARAT
KESELAMATAN KERJA YANG DIWAJIBKAN, SEHELAI UNDANG-UNDANG INI
PADA TEMPAT YANG MUDAH DILIHAT DAN DIBACA MENURUT AHLI K3
2. MEMASANG POSTER / GAMBAR KESELAMATAN KERJA DAN BAHAN
PEMBINAANNYA PADA TEMPAT YANG MUDAH DILIHAT DAN DIBACA
MENURUT AHLI K3
3. MENYEDIAKAN DENGAN CUMA-CUMA, SEMUA APD YANG DIWAJIBKAN PADA
TENAGA KERJA DAN BAGI ORANG YANG MEMASUKI TEMPAT KERJA
DISERTAI DENGAN PETUNJUK-PETUNJUK YANG DIPERLUKAN
DASAR-DASAR K3

DEFINISI K3
SECARA FILOSOFI :
SUATU PEMIKIRAN DAN UPAYA UNTUK MENJAMIN KEUTUHAN DAN
KESEMPURNAAN BAIK JASMANIAH DAN ROHANIAH TENAGA KERJA PADA
KHUSUSNYA DAN MANUSIA PADA UMUMNYA SERTA HASIL KARYA DAN
BUDAYANYA MENUJU MASYARAKAT ADIL MAKMUR DAN SEJAHTERA

SECARA KEILMUAN :
SUATU ILMU PENGETAHUAN DAN PENERAPANNYA DALAM UPAYA MENCEGAH
KECELAKAAN DAN PENYAKIT AKIBAT KERJA

TUJUAN K3
1. MELINDUNGI TENAGA KERJA DAN ORANG LAIN DITEMPAT KERJA
2. MENJAMIN AGAR SETIAP SUMBER PRODUKSI DAPAT DIPAKAI SECARA
AMAN, NYAMAN DAN EFISIEN
3. MENJAMIN PROSES PRODUKSI BERJALAN LANCAR
DASAR-DASAR K3

MEKANISME PENGAWASAN K3

Commissioning Test &


Commissioning Test
Berkala

Gambar
rencana Pasang Pemakaian

Pengesahan Pengesahan
gambar rencana Pemakaian
DASAR-DASAR K3

KERUGIAN

BIAYA KECELAKAAN DAN PENYAKIT


• Pengobatan/ Perawatan
• Gaji (Biaya Diasuransikan)
$1
• Kerusakan gangguan
• Kerusakan peralatan dan perkakas
• Kerusakan produk dan material
$5 HINGGA $50 • Terlambat dan ganguan produksi
• Biaya legal hukum
BIAYA DALAM PEMBUKUAN: • Pengeluaran biaya untuk penyediaan fasilitas
KERUSAKAN PROPERTI dan peralatan gawat darurat
(BIAYA YANG TAK • Sewa peralatan
DIASURANSIKAN) • Waktu untuk penyelidikan

$1 HINGGA $3 • Gaji terus dibayar untuk waktu yang hilang


• Biaya pemakaian pekerja pengganti dan/ atau
BIAYA LAIN YANG biaya melatih
TAK DIASURANSIKAN • Upah lembur
• Ekstra waktu untuk kerja administrasi
• Berkurangnya hasil produksi akibat dari si korban
• Hilangnya bisnis dan nama baik
DASAR-DASAR K3

KECELAKAAN

PADA DASARNYA DIBAGI MENJADI 3 JENIS KECELAKAAN :


1. BENCANA / KECELAKAAN ALAM (ACT OF GOD)
2. KECELAKAAN KERJA (INDUSTRIAL ACCIDENT)
3. KECELAKAAN DALAM PERJALANAN (COMMUNITY ACCIDENT)

SEDANGKAN SECARA KONSEP ATAU SEBAB ADALAH KARENA :


1. NASIB / ACT OF GOD
2. UNSAFE ACT
3. UNSAFE CONDITION
4. LACK OF CONTROL MANAGEMENT
5. LACK OF SYSTEM
DASAR-DASAR K3

UNSAFE CONDITION
DASAR-DASAR K3

UNSAFE CONDITION
DASAR-DASAR K3

UNSAFE CONDITION
DASAR-DASAR K3

UNSAFE ACT & CONDITION


DASAR-DASAR K3

HAZARD
ADALAH SUATU KEADAAN YANG MEMUNGKINKAN ATAU DAPAT MENIMBULKAN
KECELAKAAN / KERUGIAN BERUPA CEDERA, PENYAKIT ATAU KEMAMPUAN
MELAKSANAKAN FUNGSI YANG TELAH DITETAPKAN

RISIKO
MENYATAKAN KEMUNGKINAN TERJADINYA KECELAKAAN ATAU KERUGIAN
PADA PERIODE WAKTU TERTENTU ATAU SIKLUS OPERASI TERTENTU
CONTOH
HAZARD RISIKO
ROLLER DI MESIN PRINTING TANGAN OPERATOR BISA
TIDAK ADA PAGARNYA TERJEPIT

KABEL LISTRIK TERKELUPAS OPERATOR TERSENGAT LISTRIK

SUARA TERLALU BISING TULI


DASAR-DASAR K3

INCIDENT
SUATU KEJADIAN YANG TIDAK DIINGINKAN, BILAMANA SAAT ITU TERJADI
SEDIKIT SAJA ADA PERUBAHAN, MAKA DAPAT TERJADI ACCIDENT

ACCIDENT
SUATU KEJADIAN YANG TIDAK DIINGINKAN, DIRENCANAKAN, GANGGUAN
TERHADAP PEKERJAAN BERAKIBAT CEDERA PADA MANUSIA, KERUSAKAN
BARANG DAN PENCEMARAN LINGKUNGAN

INCIDENT ACCIDENT
UNWANTED UNWANTED
UNPLANNED UNPLANNED

MENGGANGGU AKTIFITAS MENGGANGGU AKTIFITAS

X MENYEBABKAN CEDERA
X KERUSAKAN PROPERTY / DAMAGE
DASAR-DASAR K3

BAHAYA (DANGER)
MERUPAKAN UNGKAPAN / ISTILAH ADANYA POTENSI BAHAYA SECARA
RELATIF
KONDISI YANG BAHAYA MUNGKIN SAJA ADA, TETAPI DAPAT MENJADI
TIDAK BAHAYA JIKA DILAKUKAN TINDAKAN PENCEGAHAN

AMAN / SELAMAT
SUATU KONDISI DIMANA / KAPAN MUNCULNYA SUMBER BAHAYA TELAH
DAPAT DIKENDALIKAN KE TINGKAT YANG MEMADAI

PROBLEM / MASALAH
SESUATU YANG MENYIMPANG / TIDAK SESUAI DENGAN RENCANA / STANDAR
ATAU PERATURAN
DASAR-DASAR K3

METODE PENCEGAHAN KECELAKAAN


1. ORGANISASI K3
2. MENCARI FAKTA, MASALAH
3. ANALISA
4. PEMILIHAN / PENETAPAN MASALAH
5. PELAKSANAAN

HIERARKI PENCEGAHAN RISIKO


1. ELIMINASI
2. SUBTITUSI
3. REKAYASA ENGINEERING
4. TINDAKAN ADMINISTRATIF
5. PENGGUNAAN APD
DASAR-DASAR K3

POTENSI SUMBER BAHAYA (UU 1/1970 : PASAL 2 AYAT 2)


1. KEADAAN MESIN, PESAWAT, ALAT / PERALATAN, INSTALASI, BAHAN
2. LINGKUNGAN
3. PROSES PRODUKSI
4. CARA KERJA
5. SIFAT PEKERJAAN

PELAPORAN KECELAKAAN KERJA


KECELAKAAN KERJA WAJIB DILAPORKAN, BAIK YANG TERJADI
DILINGKUNGAN KERJA MAUPUN DALAM PERJALANAN YANG TERKAIT
DENGAN HUBUNGAN KERJA (UU 1/70 PASAL 11)
TUJUANNYA :
1. AGAR TENAGA KERJA MENDAPATKAN HAKNYA DALAM BENTUK JAMINAN
DAN TUNJANGAN
2. AGAR DAPAT DILAKUKAN ANALISA SEHINGGA KECELAKAAN TIDAK
TERULANG KEMBALI
DASAR-DASAR K3

TUJUAN ANALISA KECELAKAAN


1. MENGGAMBARKAN APA YANG SEBENARNYA TERJADI
2. MENENTUKAN SEBAB YANG SEBENARNYA
3. MENGUKUR RISIKO
4. MENGEMBANGKAN TINDAKAN KONTROL
5. MENENTUKAN TREND
6. MENUNJUKKAN PERAN SERTA

APA YANG DIANALISIS


1. SETIAP KECELAKAAN YANG TERJADI, TERMASUK YANG TIDAK MEMBAWA
KERUGIAN
2. SETIAP YANG MEMBAWA KERUGIAN
3. KEADAAN NEAR MISS

SIAPA YANG MENGANALISIS


1. PETUGAS YANG BERWENANG DAN MEMPUNYAI KEMAMPUAN SERTA
KEAHLIAN, BAGIAN K3
2. PIMPINAN SETEMPAT
DASAR-DASAR K3

ANALISA KECELAKAAN KERJA


MENCARI PENYEBAB KECELAKAAN
MENCEGAH KECELAKAAN SERUPA
MEMBUAT STATISTIK KECELAKAAN

UNTUK ITU, ANALISA KECELAKAAN KERJA HARUS DAPAT MENGGAMBARKAN :


• BENTUK KECELAKAAN Æ TIPE CEDERA PADA TUBUH
• ANGGOTA BADAN YANG CEDERA AKIBAT KECELAKAAN
• PENYEBAB KECELAKAAN, MISALNYA OBJEK / PEMAPARAN BAHAN / ALAT
• TIPE KECELAKAAN Æ PERISTIWA YANG MENYEBABKAN CEDERA
• UNSAFE ACT
• UNSAFE CONDITION
KELEMBAGAAN

PENGERTIAN
ADALAH SEBUAH ORGANISASI / BADAN SWASTA INDEPENDENT, YANG
BERGERAK DI BIDANG PENGELOLAAN K3,
BERANGGOTAKAN PERUSAHAAN DAN LEMBAGA USAHA BERBADAN HUKUM

LEMBAGA K3 YANG ADA SAAT INI :


1. P2K3 (PANTIA PEMBINA KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA)
2. DK3N (DEWAN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA NASIONAL)
3. PJK3 (PERUSAHAAN JASA KELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA)
KELEMBAGAAN

TUGAS POKOK DAN FUNGSI (TUPOKSI)


P2K3
ADALAH WADAH KERJASAMA ANTAR UNSUR PIMPINAN PERUSAHAAN DAN
TENAGA KERJA DALAM MENANGANI MASALAH KESEHATAN DAN
KESELAMATAN KERJA
JUMLAH TENAGA KERJA KEANGGOTAN KETERANGAN
™> 500 ORANG 12 ORANG 6 PIMPINAN & 6 KARYAWAN

™> 100 – 500 ORANG 6 ORANG 3 PIMPINAN & 3 KARYAWAN


™50 – 100 ORANG
- TK BAHAYA TINGGI 6 ORANG 3 PIMPINAN & 3 KARYAWAN
- TK BAHAYA RENDAH 1 AHLI K3
™< 50 ORANG
- TK BAHAYA TINGGI 1 AHLI K3
- TK BAHAYA RENDAH 1 PETUGAS K3

TUGAS POKOK :
MEMBERIKAN SARAN DAN PERTIMBANGAN BAIK DIMINTA ATAU TIDAK
KEPADA PENGUSAHA ATAU PENGURUS PERUSAHAAN MENGENAI MASALAH K3
KELEMBAGAAN

TUGAS POKOK DAN FUNGSI (TUPOKSI)


FUNGSI :
1. MENGHIMPUN DAN MENGOLAH DATA TENTANG K3
2. MEMBANTU MENUNJUKKAN DAN MENJELASKAN KEPADA SETIAP TENAGA
KERJA :
- FAKTOR BAHAYA, TERMASUK KEBAKARAN DAN PELEDAKAN SERTA
CARA PENANGGULANGANNYA
- FAKTOR YANG DAPAT MENGURANGI EFISIENSI DAN PRODUKTIFITAS
KERJA
- APD UNTUK TENAGA KERJA YANG BERSANGKUTAN
- CARA DAN SIKAP KERJA YANG BENAR DAN AMAN
3. MEMBANTU PENGUSAHA DAN PENGURUS DALAM :
- MENGEVALUASI CARA, PROSES DAN LINGKUNGAN KERJA
- MENENTUKAN TINDAKAN KOREKSI
- MENGEMBANGKAN SISTEM PENGENDALIAN BAHAYA
- MENGEVALUASI PENYEBAB TIMBULNYA KECELAKAAN KERJA,
PENYAKIT AKIBAT KERJA SERTA MENGAMBIL LANGKAH-LANGKAH
YANG DIPERLUKAN
- MENGEMBANGKAN PENYULUHAN DAN PELATIHAN
KELEMBAGAAN

PERSYARATAN PEMBENTUKAN

P2K3
1. JUMLAH KARYAWAN ≥100 ORANG
2. <100 ORANG TAPI MEMPUNYAI BAHAN, PROSES DAN INSTALASI YANG
MEMPUNYAI RISIKO YANG BESAR
DK3N
• KEANGGOTAANNYA HARUS BERSIFAT TRIPARTIT YANG TERDIRI DARI
PEMERINTAH, APINDO DAN SERIKAT PEKERJA
• USULAN KEANGGOTAAN DARI INSTANSI ATAU ORGANISASI
PENGUSAHA DAN ORGANISASI PEKERJA

PJK3
• BERBADAN HUKUM
• MEMILIKI SURAT IJIN USAHA DAN NPWP
• MEMPUNYAI BUKTI LAPOR KETENAGAKERJAAN
• MEMILIKI PERALATAN YANG MEMADAI SESUAI BIDANG USAHA
• MEMILIKI AHLI K3 YANG SESUAI DENGAN USAHA DAN BEKERJA PENUH
KELEMBAGAAN

AHLI KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA (AK3)

MENAKER

DIRJEN
BINWASKER

AHLI K3

PERUSAHAAN
PERUSAHAAN
JASA k3

TK ≥ 100 orang
TK < 100 orang dengan :
bahan,proses,alat,instalasi - resiko besar
KELEMBAGAAN

PROSES PENETAPAN SERTIFIKASI


BAGI PARA PERSONIL DAN LEMBAGA K3
SESUAI UU No. 1 TAHUN 1970

Pengajuan
Depnaker Sertifikat
permohonan

• Dokter perusahaan • Untuk operator diberikan


• Dokter pemeriksa lisensi
• Operator • Ahli K3, dokter
peralatan/pesawat pemeriksa dan Auditor
• Juru las In house training SMK3 ditunjuk dengan
• Ahli K3 atau lembaga Surat Keputusan Menteri
• Auditor SMK3 diklat
• P2K3
• dll
KELEMBAGAAN

MEKANISME PENGAJUAN AHLI K3

PENGAJUAN SK
MENAKER
PERMOHONAN PENUNJUKAN

SYARAT PEMOHON KETENTUAN SK


9 S 1 + pengalaman 2 tahun • Berlaku 3 tahun
9 Diploma + pengalaman 4
TIM PENILAI • Dapat diperpanjang
tahun
9 Sehat • Dapat dicabut
9 Kelakuan baik
9 Bekerja penuh
9 Lulus seleksi Tim Penilai
KELEMBAGAAN

MEKANISME PENUNJUKAN AHLI K3

PENGAJUAN
MENAKER
PERMOHONAN

LAMPIRAN
● C.V
syarat administrasi
● Pengalaman K3 TIM PENILAI
kemampuan teknis
● Ket. Sehat
● Ket. Psikotest
● Ket. Kelakuan baik
● Ket. Pengangkatan karyawan PERTIMBANGAN
● Salinan ijasah/STTB
● Sertifikat diklat K3
● Pas Foto (berwarna)
KELEMBAGAAN

PERPANJANGAN PENUNJUKAN AK3


• SALINAN SK PENUNJUKAN
TIM PENILAI DAPAT
• EVALUASI PENGURUS / PIMPINAN
MENGUJI KEMBALI
• REKAPITULASI LAPORAN

PENCABUTAN SK PENUNJUKAN AK3


1. TIDAK BERLAKU :
- PINDAH KERJA
- MENGUNDURKAN DIRI
- MENINGGAL DUNIA

2. DICABUT :
- MELANGGAR PERATURAN K3
- KESALAHAN
- MEMBUKA RAHASIA
KELEMBAGAAN
KEWAJIBAN AK3
1. MEMBANTU MENGAWASI PELAKSANAAN PERATURAN K3 PADA TEMPAT YANG
DITUNJUK
2. MEMBERIKAN LAPORAN KEPADA MENAKER / PEJABAT YANG DITUNJUK ;
- UNTUK AK3 DI TEMPAT KERJA 1X DALAM 3 BULAN
- UNTUK AK3 DI PJK3 SETIAP SELESAI MELAKUKAN KEGIATAN
3. MERAHASIAKAN SEGALA KETERANGAN TENTANG PERUSAHAAN TEMPAT
PENUNJUKANNYA

WEWENANG AK3
1. MEMASUKI TEMPAT KERJA SESUAI SURAT PENUNJUKAN
2. MEMINTA KETERANGAN BAIK LISAN MAUPUN TULISAN KEPADA
PENGUSAHA, PENGURUS DAN TENAGA KERJA YANG BERHUBUNGAN
MENGENAI SYARAT-SYARAT K3
3. MEMERINTAHKAN TENAGA KERJA DAN PENGUSAHA MELAKSANAKAN
SYARAT-SYARAT K3
4. MENGAWASI LANGSUNG TERHADAP DITAATINYA UU K3
5. MEMERINTAHKAN KEPADA PENGURUS UNTUK MEMPERBAIKI, MERUBAH,
DAN ATAU MENGGANTI BILAMANA ADA KEKURANGAN DALAM
PELAKSANAAN UU K3
6. MELARANG PENGGUNAAN PERALATAN MAUPUN PROSES YANG
MEMBAHAYAKAN
KELEMBAGAAN

SIFAT AK3

1. INDEPENDENSI Æ DILINDUNGI OLEH UU No. 1 TAHUN 1970

2. FAIR TREATMENT Æ HARUS JUJUR

3. HUMAN SERVICE Æ TIDAK BERAT SEBELAH / TIDAK MEMIHAK

4. EQUAL IMPLEMENTATION Æ PENYERAGAMAN IMPLEMENTASI


K3 PESAWAT UAP

YANG TERMASUK ADALAH :


1. KETEL UAP
2. PEMANAS AIR
3. PENGERING UAP
4. PENGUAP-PENGUAP
5. BEJANA UAP

YANG DIAWASI :
1. PROSEDUR PEMBUATAN (DESIGN, MULAI DIBUAT, CEK DENGAN X RAY,
UJI HIDROSTATIC)
2. PROSEDUR PERAKITAN
3. PROSEDUR PEMAKAIAN
4. PROSEDUR REPARASI
5. PROSEDUR MUTASI
6. PROSEDUR PENELITIAN BAHAN
K3 BEJANA TEKAN

ADALAH :
BEJANA SELAIN PESAWAT UAP YANG DIDALAMNYA TERDAPAT TEKANAN
YANG MELEBIHI DARI TEKANAN UDARA LUAR, DAN DIPAKAI UNTUK
MENAMPUNG GAS ATAU FLUIDA

YANG TERMASUK :
1. STORAGE TANK
- DICEK 5 THN SEKALI
2. TABUNG GAS
- HARUS ADA SERTIFIKAT ASLI BAHANNYA
3. PESAWAT PENDINGIN
K3 LISTRIK

BERTUJUAN UNTUK :
1. MENJAMIN KEHANDALAN INSTALASI LISTRIK SESUAI FUNGSINYA
2. MENCEGAH TIMBULNYA BAHAYA AKIBAT LISTRIK :
• BAHAYA SENTUH LANGSUNG
• BAHAYA SENTUH TIDAK LANGSUNG
• BAHAYA KEBAKARAN

SEBAB BAHAYA PADA LISTRIK :


1. BAHAYA SENTUH LANGSUNG, DAPAT DIATASI DENGAN :
- PROTEKSI PADA BAGIAN AKTIF
- PROTEKSI DENGAN PENGHALANG / SELUNGKUP
- PROTEKSI DENGAN RINTANGAN
- PROTEKSI DENGAN PENEMPATAN DILUAR JANGKAUAN
2. BAHAYA SENTUH TIDAK LANGSUNG
K3 PETIR

SISTEM PROTEKSI :
1. SISTEM FRANKLIN SAMBARAN LANGSUNG
2. SISTEM SANGKAR FARADAY
3. SISTEM ARESTER SAMBARAN TIDAK LANGSUNG

LANDASAN :
PUIL 2000 (PERSYARATAN UMUM INSTALASI LISTRIK)
Æ SNI 04-0225-2000
KESEHATAN KERJA

PERSYARATAN :
1. PENGURUS MELAKUKAN PEMERIKSAAN AWAL, BERKALA, KHUSUS
2. HARUS ADA DOKUMEN RENCANA PEMERIKSAAN KESEHATAN
3. HASIL PEMERIKSAAN PALING LAMBAT 2 BULAN DIKIRIM KE
DISNAKER SETEMPAT
4. PENYAKIT AKIBAT KERJA (PAK) DILAPORKAN 2 X 24 JAM KE DISNAKER
SETEMPAT
5. DOKTER PERUSAHAAN HARUS BERSERTIFIKAT HYPERKES DARI
DISNAKER SETEMPAT
6. HARUS SELALU TERSEDIA KOTAK P3K BERJUMLAH DAN BERISI CUKUP
SERTA TANDU

PENYAKIT AKIBAT KERJA (PAK) :


ADALAH PENYAKIT YANG DISEBABKAN OLEH PEKERJAAN ATAU LINGKUNGAN KERJA
FAKTOR PENYEBAB PAK :
• FAKTOR FISIK Æ BISING, SUHU TINGGI
• FAKTOR KIMIA Æ MENGHIRUP, TERMAKAN
• FAKTOR BIOLOGI Æ NYAMUK, BAKTERI, PARASIT, JAMUR
• FAKTOR ERGONOMI Æ POSISI / CARA KERJA YANG SALAH
• FAKTOR PSIKOLOGI Æ TIDAK KONDUSIF, GAJI KECIL, MONOTON
KEBAKARAN

PENGERTIAN
KEBAKARAN ADALAH TERJADINYA API YANG TIDAK DIKEHENDAKI

Kebakaran
Kebakaran
Api
KEBAKARAN

PENGERTIAN
PENANGGULANGAN KEBAKARAN ADALAH SEGALA DAYA DAN UPAYA
UNTUK MENCEGAH DAN MEMBERANTAS KEBAKARAN

Memberantas
Mencegah
Kebakaran
Kebakaran
Api
KEBAKARAN

ELEMEN POKOK :
FUEL OXYGEN
1. BAHAN BAKAR Free
2. OKSIGEN radicals
reaction
3. SUMBER PANAS

HEAT

TEKNIK MEMADAMKAN API :


1. PENDINGINAN Æ MENYEMPROT AIR
2. MENUTUP YANG TERBAKAR Æ DENGAN BUSA
3. MENGURANGI OKSIGEN Æ MENYEMPROT CO2
4. MEMUTUS RANTAI REAKSI Æ DENGAN BAHAN KIMIA
KEBAKARAN

ALAT PEMADAM API :


1. APAR
2. HYDRANT
3. SPRINKLER

PROTEKSI AKTIF : PROTEKSI PASIF :


1. DETECTOR 1. KOMPARTMENT
2. ALARM 2. FIRE DUMPER
3. APAR 3. MEANS OF ESCAPE
4. HYDRANT 4. SMOKE CONTROL
5. SPRINKLER
MEKANIK

SUMBER BAHAYA

Pesawat Tenaga dan


Produksi
• Penggerak mula
• Mesin perkakas
K3 • Mesin produksi

MEKANIK
• Dapur / Tanur
Pesawat Angkat dan Angkut Kecelakaan
• Peralatan angkat
• Pita transport
• Pesawat angkutan di atas
landasan dan permukaan • Terjungkit/terguling
• Alat angkutan jalan ril • Terjepit / terpotong
Operator • Peledakan /
kebakaran
• Tertimpa/ tertimbun
• Roboh
Potensi Bahaya • PAK

• Bagian bergerak
• Bagian yang mempunyai peran
• Bagian yang menanggung beban
• Gas buang, suhu tinggi
• Kebisingan, debu
• Kemampuan/ ketrampilan
MEKANIK

RUANG LINGKUP
A. PENGGOLONGAN / KUALIFIKASI OPERATOR
B. SYARAT-SYARAT OPERATOR TIAP KELAS
C. SERTIFIKASI OPERATOR
D. KEWENANGAN OPERATOR
E. KEWAJIBAN OPERATOR
F. SANKSI

A. KUALIFIKASI OPERATOR
1. OPERATOR KELAS 1 Æ ≥ 50 TON
2. OPERATOR KELAS 2 Æ ≥ 25 TON < 50 TON
3. OPERATOR KELAS 3 Æ < 25 TON

B. SYARAT-SYARAT OPERATOR
1. OPERATOR KELAS 1
2. OPERATOR KELAS 2 PERMEN 01/1989
3. OPERATOR KELAS 3
MEKANIK

C. SERTIFIKASI OPERATOR
Æ SERTIFIKASI DITERBITKAN OLEH MENTERI ATAU PEJABAT
YANG DITUNJUK
Æ LISENSI SESUAI KELAS (BERLAKU 5 TAHUN DAN DAPAT
DIPERPANJANG)
Æ SERTIFIKASI / LISENSI DAPAT DICABUT BILA OPERATOR
DINILAI TIDAK BERKEMAMPUAN LAGI

D. KEWENANGAN OPERATOR
PERMEN 01/1989
E. KEWAJIBAN OPERATOR
F. SANKSI KURUNGAN MAKS. 3 BULAN ATAU
DENDA MAKSIMAL Rp. 100.000
LINGKUNGAN KERJA

LATAR BELAKANG
♦ POTENSI BAHAYA LINGKUNGAN KERJA DAPAT MENGAKIBATKAN
KECELAKAAN / PAK
♦ FAKTOR FISIKA DITEMPAT KERJA, FAKTOR KIMIA, FAKTOR BIOLOGI,
PSIKOLOGI DAN FISIOLOGI DAPAT MENYEBABKAN PAK

OBJEK PENGAWASAN
LINGKUNGAN KERJA :
IDENTIFIKASI DAN EVALUASI FAKTOR LINGKUNGAN YANG MEMBERIKAN
DAMPAK PADA KESEHATAN KERJA

HYGIENE :
BAGIAN DARI KESEHATAN KERJA YANG MEMPELAJARI TENTANG
IDENTIFIKASI EVALUASI DAN PENGENDALIAN BERBAGAI RISIKO KESEHATAN
DALAM LINGKUNGAN KERJA, TERUTAMA YANG BERSIFAT KIMIAWI-FISIK
LINGKUNGAN KERJA

OBJEK PENGAWASAN
ALAT PELINDUNG DIRI :
ADALAH SUATU ALAT YANG MEMPUNYAI KEMAMPUAN UNTUK MELINDUNGI
SESEORANG DALAM PEKERJAAN YANG FUNGSINYA MENGISOLASI TUBUH
TENAGA KERJA DARI BAHAYA DITEMPAT KERJA

SANITASI :
USAHA KESEHATAN MASYARAKAT LINGKUNGAN INDUSTRI DENGAN
MENGADAKAN PENCEGAHAN PENYEBARAN PENYAKIT MENULAR ATAU
GANGGUAN KESEHATAN TENAGA KERJA

LIMBAH INDUSTRI :
BUANGAN YANG KEHADIRANNYA PADA SUATU SAAT DAN TEMPAT TERTENTU
TIDAK DIKEHENDAKI LINGKUNGANNYA KARENA TIDAK MEMPUNYAI NILAI
EKONOMIS
LINGKUNGAN KERJA

RUANG LINGKUP :
1. FAKTOR FISIKA
2. FAKTOR KIMIA
3. ERGONOMI
4. KEBERSIHAN TEMPAT KERJA TERMASUK SANITASI
5. PENERANGAN / PENCAHAYAAN
6. PENANGANAN BAHAN KIMIA BERBAHAYA TERMASUK PESTISIDA DAN
ASBES
7. APD
LINGKUNGAN KERJA

RUANG LINGKUP :
FAKTOR FISIKA :
1. KEBISINGAN Æ maks 85 dB / 8 jam, tidak boleh > 140 dB
2. HEAT STRESS Æ kerja ringan = 30°C, sedang = 26,7°C, berat = 25°C
3. GETARAN Æ >4≤8 jam = 4m/det2
4. RADIASI ULTRA VIOLET Æ 8 jam = 0,1 µW/cm2

FAKTOR KIMIA :
1. PADAT Æ DEBU, SERAT, PARTIKEL
2. CAIR Æ PEMBASMI SERANGGA
3. GAS DAN UAP Æ CO2, O2, N2, NH3, DLL

ERGONOMI : KESERASIAN ANTARA TENAGA KERJA, ALAT KERJA,


LINGKUNGAN, CARA DAN PROSES KERJANYA
LINGKUNGAN KERJA

RUANG LINGKUP :
SANITASI :
1. CUBIC SPACE (RUANG UDARA) Æ 1 : 10~15M3
2. RUANG GERAK Æ MIN 2M2 / ORANG
3. JENDELA Æ LUAS JENDELA MIN 1/6 LUAS LANTAI
4. TOILET Æ TERPISAH PRIA & WANITA
Æ 1 TOILET UNTUK 15 ORANG, TIAP 100 ORANG 6 TOILET
Æ TEMBOK MINIMAL TINGGI 1,5 M
Æ DIBERSIHKAN OLEH PETUGAS KHUSUS
Æ PINTU DAPAT DIBUKA TUTUP DENGAN MUDAH
TOILET DINYATAKAN BERSIH JIKA MEMENUHI SYARAT :
- TIDAK BERBAU
- TIDAK ADA KOTORAN YANG TERLIHAT
- TIDAK BOLEH ADA LALAT, SERANGGA, NYAMUK
- SELALU TERSEDIA AIR BERSIH
- DIBERSIHKAN MINIMAL 2X SEHARI
LINGKUNGAN KERJA

RUANG LINGKUP :
SANITASI :
5. RUANG MAKAN / DAPUR Æ HARUS PISAH DARI RUANG PRODUKSI
6. LOCKER Æ 1 LOCKER PER ORANG
7. AIR MINUM Æ HARUS BERSERTIFIKAT
8. KARYAWAN KANTIN Æ HARUS SEHAT (SURAT DOKTER)
Æ PEREMPUAN MENGGUNAKAN CELEMEK & TUTUP KEPALA
9. SELOKAN Æ DITUTUP DENGAN GRATING / KISI-KISI
10. LIMBAH Æ DITEMPATKAN DITEMPAT TERTENTU
LINGKUNGAN KERJA

RUANG LINGKUP :
PENERANGAN / PENCAHAYAAN, KRITERIA YANG BAIK :
Æ TIDAK BERKEDIP
Æ TIDAK MENIMBULKAN ASAP
Æ TIDAK MENIMBULKAN BAYANGAN KONTRAS
Æ TIDAK MENYILAUKAN
Æ SINARNYA MERATA
Æ KUANTITATIF : - JALAN DIPABRIK, KANTOR, HALAMAN MIN 20 LUX
- PENERANGAN DARURAT MIN 5 LUX
- GUDANG MIN 50 LUX
- WC, KAMAR MANDI MIN 100 LUX
- RUANG KANTOR MIN 300 LUX
- MEMBEDAKAN BARANG 500~1000 LUX
THANK YOU FOR YOUR
ATTENTION
DAFTAR ISI

UU No. 1 / 1970 K3 BEJANA TEKAN KEBAKARAN

DASAR K3 K3 LISTRIK MEKANIK

KELEMBAGAAN K3 PETIR LINGKUNGAN KERJA

K3 PESAWAT UAP KESEHATAN KERJA