Anda di halaman 1dari 37

LAPORAN UMUM

MS 4090 Kerja Praktek 1


Bab I
Pendahuluan

1.1 Sejarah singkat PT Timuraya Tunggal


PT Timuraya Tunggal telah berdiri sejak tahun 1979, sebagai salah satu perusahaan yang
menyuplai bahan kimia di Indonesia. Hingga saat ini, perusahaan telah memproduksi
berbagai macam produk kimia, terutama bahan kimia yang berbasis sulfur. Produk-
produk yang dihasilkan diantaranya adalah asam sulfat, asam sulfamat, aluminium sulfat,
kalium sulfat, asam klorida, dan asam alkil bezena sulfonat. PT Timuraya Tunggal
merupakan perusahaan pertama yang memproduksi asam sulfamat di Indonesia, dan salah
satu dari lima produsen terbesar bahan kimia ini di dunia.

Kebijakan mutu dari PT Timuraya Tunggal adalah “Untuk mencapai kepuasan pelanggan
di pasar global melalui komitmen yang kuat dalam menjaga mutu, pelayanan, dan
efisiensi berdasar semangat untuk melakukan inovasi dan perbaikan secara terus
menerus”. Untuk mencapai misinya itu, perusahaan ini telah mengalami berbagai
pengembangan dan ekspansi usaha yang terangkum dalam table di 1.1

Tabel 1.1 Sejarah PT Timuraya Tunggal


Tahun Keterangan
1979 PT Timuraya Tunggal didirikan dengan dibangunnya kompleks pabrik
pertama seluas 45.000 m2 di Tangerang, jawa Barat.
1980 PT Timuraya Tunggal mulai melakukan operasi komersil dengan
memproduksi asam sulfat, aluminium sulfat, dan alkil benzena sulfonat.
1991 PT Timuraya Tunggal menjadi pelopor dalam produksi asam sulfamat di
Indonesia dengan kapasitas 72.000 ton/tahun.
1993 PT Timuraya Tunggal melakukan ekspansi usaha dengan membangun
kompleks pabrik kedua seluas 140.000 m2di Karawang, Jawa Barat.
1995 Unit produksi Karawang yang meliputi pabrik asam sulfat II, aluminum
sulfat II, dan asam sulfamat II mulai beroperasi.
1999 Setelah melalui krisis moneter di Asia, PT Timuraya Tunggal memulai
usaha diversifikasi produknya, terutama bisnis pupuk. Usaha ini
diwujudkan dengan memulai produksi amonium sulfat, sebagai produk
pupuk pertama di perusahaan ini.
2002 Mulai produksi pupuk kalium sulfat
Sumber : Sejarah Perusahaan PT Timuraya Tunggal

1.2 Garis Besar Deskripsi Proses


Pembuatan Sulfamic Acid di PT Timuraya Tunggal menggunakan bahan baku berupa
oleum 106 % yang di produksi sendiri dan urea yang berasal dari PT Pupuk Kujang.
Salah satu proses yang digunakan adalah proses reaksi, proses pengenceran(filtrasi),
proses pelarutan dan proses pengeringan. Pada proses filtrasi, cairan dan padatan
dipisahkan, cairan yang dihasilkan berkadar 45 % dan padatan inilah yang selanjutnya
akan dikristalisasi hingga menjadi sulfamic acid.

MS 4090 Kerja Praktek 2


1.3 Kegiatan kerja Praktek
Kegiatan kerja praktek dilaksanakan di PT Timuraya Tunggal, Karawang Plant yang
bertempat di Jalan Anggadita Raya No. 205, Desa Anggadita, Kecamatan Klari,
Karawang, Jawa Barat. Kegiatan kerja praktek ini dilaksanakan mulai tanggal 16 Juni
hingga 16 Juli 2009, dibawah bimbingan bapak Ir. Hadi Santosa, selaku chief
maintenance & utility PT Timuraya Tunggal. Penulis diberi tugas untuk mendesain alat
filtrasi SF 1 - 4 untuk sulfamic acid dari 2 motor penggerak menjadi 1 motor penggerak.

1.3.1 Tujuan kerja praktek


Tujuan kerja praktek ini antara lain adalah untuk :
1. Memenuhi salah satu syarat kelulusan pendidikan sarjana di Program Studi
Teknik Mesin ITB.
2. Memahami proses produksi pada industri pembuatan sulfamic acid beserta
instrument yang digunakan dalam proses produksi tersebut.
3. Untuk mendapatkan gambaran nyata tentang dunia kerja di industri.
4. Untuk menerapkan ilmu yang didapat di bangku kuliah ke dalam kehidupan nyata

1.3.2 Ruang lingkup kerja praktek


Ruang lingkup kerja praktek ytang dilakukan antara lain mempelajari :
a. Bahan baku produk yang mencakup sumber-sumber bahan mentah yang
digunakan, transportasi bahan baku, spesifikasi bahan mentah yang diinginkan
dan lain-lain.
b. Sistem proses yang mencakup alur proses yang dipilih untuk mengolah bahan
baku menjadi produk dan rangkaian proses fisik dan kimia yang diperlukan untuk
mendukung alur proses tersebut
c. Sistem proses dan instrumentasi, meliputi karakteristik serta kondisi
pengoperasian alat utama produksi asam sulfat beserta susunannya dan sistem
pengendalian proses yang digunakan.
d. Produk yang meliputi produk utama dan produk samping
e. Utilitas dan pengolahan limbah yang mencakup pola penyediaan utilitas (air,
steam, listrik, air pendingin dan sebagainya), dan proses-proses pengolahan
limbah yang digunakan.
f. Tata letak dan lokasi pabrik
g. Organisasi dan manajemen perusahaan yang mencakup struktur organisasi
perusahaan beserta struktur kebutuhan tenaga kerja serta peraturan kerja.

Tugas khusus yang meliputi desain alat filtrasi Sulfamic Acid SF 1-4 dari 2 motor penggerak
menjadi 1 motor penggerak, yang bertujuan untuk meningkatkan efisiensi dari proses dan
mengurangi dampak lingkungan yang korosif.

MS 4090 Kerja Praktek 3


Bab II
Tinjauan Pustaka

Asam Sulfamat, dikenal juga dengan nama Amidosulfonic Acid, Amidosulfuric Acid,
dan Aminosulfonic Acid adalah gabungan molekuler dengan rumus kimia H3NSO3. Zat ini
kurang berwarna, banyak diaplikasikan untuk dicampur dengan air. Zat ini kadang dalam
bentuk padatan kristal putih. Sulfamic Acid (H3NSO3) bisa dianggap merupakan campuran
antara Sulfuric Acid (H2SO4) dan Sulfamic (H4N2SO2), menggantikan grup OH dengan grup
NH2. Pola ini dapat dilebarkan tidak jauh dari kedua arah tanpa memutuskan grup SO2.

2.1 Struktur dan kereaktifan

Pertama, perlu diperhatikan bahwa campuran ini dijelaskan secara lengkap dengan rumus
kimia H3NSO3, bukan Tautomer (H2NSO2(OH)). Jarak ikatan yang relevan adalah S=O =
1,44 dan S-N = 1,77 Å (Å = 1010 m). Panjang sebenarnya dari jarak S-N konsisten dengan
ikatan tunggal, terlebih lagi, difraksi neutron berada pada atom hidrogen. Struktur dari
Sulfamic Acid adalah seperti gambar di bawah ini

Sulfamic acid adalah asam yang sangat kuat, Ka = 1,01 x 10−1. Karena padatannya tidak
higroskopis, zat ini digunakan standard dalam asidimetri (penghitungan kadar asam secara
kuantitatif). Deprotonasi ganda dapat berefek pada NH3 untuk menghasilkan [HNSO3]2−.

Sulfamic acid mencair pada suhu 205 °C sebelum terurai pada temperatur lebih tinggi untuk
menjadi H2O, SO3, SO2, dan N2.

Larutan air tidak stabil dan secara perlahan-lahan terhidrolisis menjadi amonium bisulfat, tapi
padatan kristal tidak stabil di bawah kondisi tempat penyimpanan yang biasa.

MS 4090 Kerja Praktek 4


Dengan HNO2, sulfamic acid bereaksi dan menghasilkan N2, sementara jika bereaksi dengan
HNO3, akan menghasilkan N2O.

Gambar 2.1 Karakteristik Sulfamic Acid

MS 4090 Kerja Praktek 5


2.2 Oleum
Oleum, atau sering juga disebut sebagai asam sulfat berasap (fuming sulfuric acid), adalah
campuran dari SO3 di dalam asam sulfat (H2SO4). Secara lebih spesifik disebut sebagai asam
pirosulfat atau asam disulfat.

Oleum dapat dideskripsikan dengan rumus kimia xSO3·H2O, dengan x sebagai jumlah total
molar kandungan total SO3. Nilai x dapat bervariasi untuk menentukan kadar oleum. Oleum
juga dapat dideskripsikan sebagai xSO3·H2SO4, dengan x sekarang sebagai jumlah molar
kandungan SO3 bebas. Jika x bernilai 1, maka didapat rumus empirik H2S2O7, yang artinya
adalah asam pirosulfat murni. Asam pirosulfat murni berwujud padat pada temperatur ruang
dan mempunyai titik leleh sebesar 36°C.

Oleum bersifat sangat higroskopik dan harus diencerkan hanya dengan asam sulfat dengan
konsentrasi minimal 96%. Jika oleum dipanaskan sampai mendidih, akan melepaskan gas
SO3. Oleum mempunyai kemampuan dehidrasi yang sangat kuat terhadap berbagai jenis zat
organik. Kayu dan kertas akan terkarbonasi secara spontan oleh oleum

2.3 Aplikasi Sulfamic Acid

Aplikasi yang paling dikenal dari Sulfamic Acid ini adalah dalam sintesis campuran yang
berasa manis. Reaksi dengan cyclohexylamine diikuti oleh penambahan NaOH menghasilkan
C6H11NHSO3Na, natrium siklamat.

Sulfamat (substitusi O, substitusi N, atau substitusi turunan dari sulfamic acid) telah
digunakan dalam desain berbagai tipe sebagai agen terapi, seperti antibiotik,
nucleoside/nucleotide human immunodeficiency virus (HIV)/ virus penurunan sistem imun
manusia, pencegah protease HIV (Pls), obat anti kanker (steroid sulfat dan pencegah hidrasi
karbonik), obat anti epilepsi, dan obat penurun berat badan.

Sulfamic acid digunakan sebagai zat pembersih yang bersifat asam, biasanya untuk logam
dan keramik. Zat ini digunakan sebagai pengganti dari asam hidroklorik untuk membuang
debu. Dalam rumah tangga, sering digunakan sebagai zat pembersih dan deterjen.

MS 4090 Kerja Praktek 6


Di PT. Timuraya Tunggal sendiri memproduksi Sulfamic Acid dengan deskripsi
kandungannya sebagai berikut
Table 2.1 Kandungan Sulfamic Acid di PT Timuraya Tunggal
Kemurnian 99,8 % Minimum
Sulfat (SO4) 0,05 % Maksimum
LOgam Berat/Timbal ( Pb) 0,0005 % Maksimum
Besi (Fe) 0,0005 % Maksimum
Uap Air (H2O) 0,05 % Maksimum
Klorida 0,001% Maksimum
Residu pada Pembakaran 0,010 % Maksimum
Zat tidak larut dalam air 0,010 % Maksimum

Putih, Bubuk Kristal yang


Penampilan
bagus
Specific Gravity (dalam toluene
2,1
pada temperature 25°C)
100 % melewati 10 mesh
Ukuran Partikel
(2,00 mm)
Kelarutan dalam Air ( 20°C) 17,5 %; 21,3g / 100g H2O

Sumber : www.Timuraya.com

Bab III

MS 4090 Kerja Praktek 7


Sistem Utilitas dan Pengolahan Limbah

3.1 Maintenance
PT Timuraya Tunggal Karawang memiliki bagian maintenance yang mengurusi beberapa
unit, yaitu:
1. Unit mekanik
Unit mekanik bertanggung jawab terhadap perawatan dan perbaikan mesin-mesin
yang ada di pabrik seperti blower dan pompa-pompa.
2. Unit kelistrikan
Unit kelistrikan bertanggung jawab merawat dan mengadakan perbaikan instalasi
listrik yang ada di pabrik.
3. Unit las
Unit las bertanggung jawab terhadap perawatan dan perbaikan sarana pabrik seperti
pipa-pipa atau alat-alat lain yang membutuhkan pengelasan.
4. Unit sipil
Unit sipil bertanggung jawab terhadap perawatan dan perbaikan struktur bangunan
yang terdapat di pabrik.

3.2 Sistem Utilitas


3.2.1 Power House
PT Timuraya Tunggal Karawang menggunakan listrik yang berasal dari PLN dengan
kapasitas daya terpasang 1730 kVA (kilovolt-ampere). Pengaturan dan sistem pengendali
energi listrik dilakukan di Power House (PH). Dari PH energi listrik didistribusikan ke
semua bagian pabrik. Tegangan listrik yang didistribusikan adalah sebesar 380 volt 3
fasa.

Sebagai sistem pasokan listrik cadangan, terdapat tiga buah mesin diesel pembangkit
listrik (genset) dengan daya masing-masing genset sebesar 500 kVA. Untuk menjaga
performa dari ketiga genset tersebut, setiap tiga hari sekali ketiga genset dijalankan
selama tiga menit tanpa beban dan setiap dua minggu sekali dua dari tiga genset
dijalankan bergantian selama lima jam dengan beban pabrik asam sulfamat. Penggantian
minyak pelumas (oli) genset tersebut dilakukan setiap 250 jam operasi dan over-haul
dilakukan setiap 15.000 jam operasi. Pemakaian dan sumber energi listrik berturut-turut
ditampilkan dalam Tabel 7.1 dan Tabel 7.2.

MS 4090 Kerja Praktek 8


Tabel 3.1 Pemakaian energi listrik PT Timuraya Tunggal Karawang, Mei 2008
Proses (kWh) Penerangan Total (kWh)
(kWh)
Pabrik asam sulfat 259.494 2.518,7 262.012,7
Pabrik ZK 52.298 507,6 52.805,6
Pabrik ZA 370.498 3.596,1 373.094,1
Pabrik asam sulfamat 23.657 229,6 23.886,6

Tabel 3.2 Sumber energi listrik PT Timuraya Tunggal Karawang, Mei 2008
Genset (kWh) PLN Total
(kWh) (kWh)
Pabrik asam sulfat 5.687 253.809 259.496
Pabrik ZK 501 51.797 52.298
Pabrik ZA 226 23.431 23.657
Pabrik asam sulfamat 8.628 361.870 370.498
Penerangan pabrik asam sulfamat 21 881 902
Penerangan lain 57 5.893 5.950
Total 15.120 697.681 712.801
Trafo −12.661
Konsumsi listrik Net. 15.120 685.020 70.010
Presentase 2,16 % 97,84% -

3.2.2 Water Treatment


Air untuk kebutuhan pabrik berasal dari air tanah. Air tanah diambil dengan membuat
sumur dan dipompa untuk selanjutnya di tampung dalam storage tank, air ini disebut
sebagai air baku. Air baku tersebut kemudian dihilangkan kandungan mineralnya dengan
cara melewatkan air baku ke dalam anion & cation exchanger. Mineral yang bisa
dihilangkan dalam proses ini antara lain: Ca2+, Mg2+, Na+, HCO3−, SO4 2−, dan Cl−.
Air baku dialirkan ke cation exchanger yang berisi resin untuk menghilangkan
kandungan ion-ion positifnya. Reaksi yang terjadi adalah:
Mn+ + nRH → RnM + nH+
Ion logam Mn+ digantikan oleh ion H+ dari resin sehingga air yang dihasilkan akan
bersifat asam. Semakin lama kemampuan resin untuk menangkap kation akan berkurang
karena jumlah resin yang dipakai tertentu sedangkan air dialirkan secara terus menerus,
sehingga pH yang keluar semakin lama akan semakin tinggi. Resin harus diregenerasi
jika pH air yang keluar sudah mencapai batas tertentu (mendekati netral). Proses
regenerasi tersebut menggunakan larutan HCl 5%.

MS 4090 Kerja Praktek 9


Dari cation exchanger, air kemudian dialirkan ke anion exchanger untuk dihilangkan
kandungan ion-ion negatifnya. Reaksi yang terjadi di anion exchanger adalah sebagai
berikut:
Xn− + nROH → RnX + nOH−
ion negatif akan digantikan dengan ion OH− dari resin sehingga air yang dihasilkan akan
seharusnya akan bersifat netral. Akan tetapi masih diperbolehkan bila bersifat sedikit
basa. Bila pH air yang keluar dari anion exchanger sudah netral (mendekati asam), berarti
resin telah jenuh sehingga harus diregenerasi dengan larutan NaOH 5%.

Pengoperasian ion-exchanger tersebut dilakukan selama 4 jam dengan laju alir air 9
m3/jam. Setelah 5-6 jam, anion dan kation diregenerasi. Air yang telah melewati cation
dan anion exchanger disimpan dalam demineralized water storage tank. Air tersebut
sering disebut juga sebagai air demin.

Untuk dijadikan sebagai boiler feed water (BFW), air dari demineralized water storage
tank harus diolah terlebih dahulu melalui proses deaerasi untuk menghilangkan gas-gas
terlarut seperti oksigen (O2) dan karbon dioksida (CO2) yang dapat menyebabkan korosi.
Penghilangan gas tersebut dilakukan dengan stripping, mengalirkan steam bertekanan ke
dalam tangki penyimpan air demin dengan temperatur ±80°C. Selanjutnya, pada saat akan
diumpankan ke boiler, air demin yang telah diaerasi dicampur dengan:
1. Hidrazin, untuk mengikat O2 yang masih ada.
2. Fosfat untuk mencegah timbulnya kerak di dalam boiler
3. Amin untuk menaikan pH.

Unit pengolahan air baku untuk pabrik asam sulfamat, hanya melalui cation exchanger
saja, karena air hanya digunakan sebagai pendingin. Kapasitas pengolahan air pada
pabrik asam sulfamat adalah sebesar 30-50 m3/hari. Untuk air sebagai umpan boiler pada
pabrik asam sulfat, setelah melewati cation exchanger, air kemudian diolah di anion
exchanger kemudian dicampur dengan berbagai bahan kimia yang telah disebutkan di
atas agar mutunya sesuai dengan spesifikasi boiler. Pada unit pengolahan air di pabrik
asam sulfat, terdapat 3 set cation-anion exchanger dengan kapasitas masing-masing
sebesar set 40 m3/siklus.

MS 4090 Kerja Praktek 10


Gambar 3.1 Diagram alir proses water treatment

3.2.3 Limbah dan Water Treatment


Dari pabrik asam sulfat ini praktis yang berupa limbah adalah stack gas. Zat pencemar
yang ada di dalam stack gas adalah sisa gas SO2 yang tidak bereaksi di konverter dan sisa
gas SO3 yang tidak terabsorpsi. Berdasarkan lampiran VB KEP-13/Men/LH/3/1995,
konsentrasi maksimum gas SO2 pada gas buang yang diizinkan pemerintah adalah sebesar
800 mg/m3 (280 ppm). Oleh karena itu, sebelum dibuang ke udara bebas, stack gas harus
melewati scrubber terlebih dahulu untuk ditangkap gas SO2 dan SO3 yang ada. Air sisa
yang berasal dari air blow down, air pendingin, dan air sisa cucian harus diolah terlebih
dahulu sebelum dibuang ke lingkungan. Semua air sisa tersebut dialirkan ke Instalasi
Pengolahan Air Limbah (IPAL) melalui parit. Selama perjalanan di parit, partikel-pertikel
padatan akan mengendap, sehingga yang sampai ke IPAL hanya berupa cairan yang
mempunyai pH di bawah 7. Air di IPAL kemudian dinetralkan dengan flake NaOH. Air
yang sudah dinetralkan tersebut kemudian dialirkan ke sungai melalui parit dengan cara
over flow.

Bab IV
LOKASI DAN TATA LETAK PABRIK

MS 4090 Kerja Praktek 11


PT Timuraya Tunggal Karawang berada di Propinsi Jawa Barat, tepatnya di Jalan Anggadita
Raya No. 205, Desa Anggadita, Kecamatan Klari, Karawang. Lokasi tersebut dipilih karena
berada persis di sebelah jalan tol Jakarta-Cikampek, sehingga akses menuju pabrik mudah,
karena dekat dengan pintu tol Karawang Timur. Selain kemudahan akses, daerah Karawang
merupakan kawasan industri yang telah ramai, sehingga faktor-faktor untuk mendukung
kelangsungan operasional pabrik mudah dijangkau, seperti pasar, toko bahan bangunan,
tempat ibadah dan sebagainya.

PT Timuraya Tunggal Karawang menempati lahan seluas 140.000 m2. Lahan tersebut sudah
mencakup seluruh unit pabrik, termasuk maintenance, utilitas, bengkel, laboratorium, kantor,
kantin, mess, taman, dan gudang. Batas-batas dari lahan PT Timuraya Tunggal Karawang
adalah sebagai berikut:
• Utara : PT Monokem Surya
• Selatan : Jalan Tol Jakarta-Cikampek
• Timur : PT Sentrafood Indonesia
• Barat : Pemukiman penduduk

Denah tata letak pabrik dapat dilihat pada Gambar 4.1.

MS 4090 Kerja Praktek 12


MS 4090 Kerja Praktek 13
BAB V
ORGANISASI DAN MANAJEMEN PERUSAHAAN

5.1 Struktur Organisasi PT Timuraya Tunggal


PT Timuraya Tunggal adalah perusahaan swasta yang bergerak pada bidang industri kimia
dan pupuk. Pabrik pertama berlokasi di Tangerang dan mulai beroperasi pada tahun 1979.
Seiring dengan perkembangan perusahaan, pada tahun 1995 didirikan pabrik baru yang
berlokasi di Karawang. Struktur organisasi PT Timuraya Tunggal ditampilkan pada Gambar
5.1.

Gambar 5.1 Struktur organisasi PT Timuraya Tunggal

Pimpinan tertinggi PT Timuraya Tunggal adalah seorang Presiden Direktur yang membawahi
Direktur Operasi dan Direktur Komersial & Administrasi. Direktur Operasi membawahi
Plant Manager Tangerang, Plant Manager Karawang, dan Purchasing Manager. Direktur
Komersial dan Administrasi membawahi Business Manager, Finance and Accounting
Manager, dan HRM Manager.

MS 4090 Kerja Praktek 14


5.2 Struktur Organisasi PT Timuraya Tunggal Karawang
Pimpinan tertinggi pada pabrik Karawang adalah seorang Plant Manager, yang bertanggung
jawab kepada Direktur Operasi. Direktur Operasi bertanggung jawab langsung kepada
Presiden Direktur.

Plant Manager Karawang membawahi:


• Production Chief
• Maintenance and Utility Chief
• QA & RD Chief
• General Affair & Personnel Chief
• Security Commandant
• Inventory Supervisor

Chief membawahi Supervisor, kemudian Unit Leader, dan terakhir Operator atau karyawan
setingkat operator. Inventory Supervisor dan Maintenance and Utility Supervisor
bertanggung jawab langsung kepada Plant Manager, sedangkan Security Commandant
membawahi Group Leader. Struktur organisasi PT Timuraya Tunggal Karawang ditampilkan
pada Gambar 9.2.

Gambar 5.2 Struktur organisasi PT Timuraya Tunggal Karawang

MS 4090 Kerja Praktek 15


5.2.1 Production Chief
Dari Gambar 9.3, production chief membawahi 3 supervisor dan 1 unit leader, yaitu:
1. Supervisor production 1, bertanggung jawab terhadap operasional produksi pabrik
asam sulfat, membawahi 1 orang unit leader dan beberapa operator.
2. Supervisor production 2, bertanggung jawab terhadap operasional produksi pabrik
asam sulfamat, membawahi 4 orang unit leader dan beberapa operator.
3. Supervisor production 3, bertanggung jawab terhadap operasional produksi pabrik
K2SO4 (ZK), membawahi 4 orang unit leader dan beberapa operator.
4. Unit Leader ZA, bertanggung jawab terhadap operasional produksi pabrik amonium
sulfat (ZA), membawahi beberapa operator.

Gambar 5.3 Struktur organisasi bagian produksi PT Timuraya Tunggal Karawang

MS 4090 Kerja Praktek 16


5.2.2 Maintenance and Utility Chief
Maintenance and Utility Chief membawahi 4 unit leader, operator vehicle workshop, dan
operator power house. Dari Gambar 9.4, unit-unit leader yang terdapat pada maintenance
adalah:

1. Unit elektrik

2. Unit mekanik

3. Unit pengelasan

4. Unit sipil

Gambar 5.4 Struktur organisasi bagian maintenance and utility

5.2.3 QA & RD Chief


Dari Gambar 9.5, QA & RD chief membawahi 1 orang unit leader yang membawahi 4 orang
tester. RD staff bertanggung jawab langsung kepada QA & RD chief. QA bertanggung jawab
menguji mutu bahan baku yang akan digunakan dan produk-produk yang akan dijual. RD
bertugas mengadakan penelitian untuk kemajuan dan pengembangan perusahaan. Kalibrator
bertugas untuk memastikan kelayakan alat-alat ukur.

MS 4090 Kerja Praktek 17


Gambar 5.5 Struktur organisasi QA & RD

5.2.4 General Affair & Personnel Chief


General Affair & Personnel Chief bertanggung jawab terhadap seluruh administrasi
perusahaan. Dari Gambar 9.6, General Affair & Personel Chief membawahi Transportation
unit leader, office boy, receptionist, general staff, dan personel service staff.

Gambar 5.6 Struktur organisasi bagian General Affair & Personel

5.2.5 Security Commandant


Security Commandant bertanggung jawab terhadap keamanan pabrik secara keseluruhan.
Dari Gambar 9.7, Security Commandant membawahi 4 orang group leader yang membawahi
satpam-satpam.

Gambar 5.7 Struktur organisasi keamanan

5.2.6 Inventory Supervisor

MS 4090 Kerja Praktek 18


Inventory Supervisor bertanggung jawab terhadap seluruh inventaris bahan baku, bahan jadi,
dan bahan pendukung produksi. Struktur organisasi bagian inventory ditampilkan pada
Gambar 9.8.

Gambar 5.8 Struktur organisasi bagian Inventory

5.3 Tujuan Organisasi PT Timuraya Tunggal


PT Timuraya Tunggal mempunyai visi untuk mengupayakan kepuasan pelanggan pada pasar
global melalui komitmen yang kuat terhadap mutu pelayanan dan efisiensi sesuai dengan
perkembangan dan inovasi secara berkelanjutan. Kepuasan pelanggan adalah tujuan
perusahaan dan menjadi filosofi bagi semua karyawan. Kepuasan pelanggan dijaga dengan
menerapkan standar yang tinggi terhadap semua parameter operasi, mutu produk yang
konsisten, pelayanan yang responsif, dan pengiriman yang tepat waktu.

Untuk menjamin masa depan perusahaan yang cerah, dilakukan langkah-langkah berikut:
1. Devote significant resources dalam hal riset dan pengembangan produk baru dan
meningkatkan produk yang telah ada.
2. Mengembangkan bisnis lebih jauh lagi dalam hal pendistribusian bahan-bahan kimia
dan pupuk di Indonesia.
3. Menjaga perkembangan perusahaan agar seimbang baik di Indonesia maupun dalam
persaingan Internasional.
4. Secara terus-menerus memperkuat manajemen perusahaan agar dapat menjadi yang
terbaik

5.4 Kepegawaian
Hubungan antara pekerja dan pengusaha (PT Timuraya Tunggal) secara lengkap dituangkan
dalam suatu Perjanjian Kerja Bersama (PKB). Pihak pekerja diwakili oleh PUK SP KEP
SPSI PT Timuraya Tunggal, sedangkan pihak pengusaha diwakili oleh jajaran Chief,
Manager, dan Direksi PT Timuraya Tunggal.

MS 4090 Kerja Praktek 19


PKB berisi hak dan kewajiban masing-masing pihak. Pengertian umum, peraturan, hak, dan
kewajiban masing-masing pihak ditulis dalam sebuah booklet PKB. Booklet PKB tersebut
dibagikan kepada semua karyawan. PKB diperbaharui setiap dua tahun dan didaftarkan pada
Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Karawang, Jawa Barat.

5.4.1 Jenjang Karyawan


Karyawan yang bekerja di PT Timuraya Tunggal Karawang dapat dikelompokkan
berdasarkan:
1. Jabatan dalam Struktur Organisasi
a. Plant Manager
b. Chief
c. Supervisor
d. Unit Leader atau Group Leader
e. Operator atau karyawan setingkat operator
2. Status kepegawaian
a. Karyawan tetap
b. Karyawan ikatan kerja (kontrak)

5.4.2 Waktu Kerja


Berdasarkan waktu kerjanya, karyawan dapat dikelompokkan menjadi karyawan dengan jam
kerja regular dan shift.
1. Jam kerja regular
Karyawan yang waktu kerjanya regular adalah karyawan yang tidak terlibat langsung
dalam pengoperasian alat-alat pabrik maupun pengamanan pabrik. Jam kerja regular
adalah:
a. Hari Senin-Kamis : 08.00-12.00 dan 13.00-17.00
b. Hari Jumat : 08.00-11.30 dan 13.30-17.00
c. Hari Sabtu-Minggu : libur

MS 4090 Kerja Praktek 20


2. Jam kerja shift
Karyawan dengan kerja shift adalah karyawan yang terlibat langsung dalam
pengoperasian alat-alat pabrik dan pengamanan pabrik. Jam kerja shift diatur sebagai
berikut.
a. Shift 1 (pagi) : 08.00-16.00
b. Shift 2 (sore) : 16.00-00.00
c. Shift 3 (malam) : 00.00-08.00
Karyawan yang bekerja secara shift mendapat libur 1 hari setelah masuk shift 1,
mendapat libur 2 hari setelah masuk shift 2 dan shift 3. Pergantian shift dilakukan
setiap minggu, jadi selama 1 minggu karyawan shift mendapat libur 2 hari.

5.4.3 Sistem Penggajian


Sistem pembayaran gaji secara lengkap dituangkan dalam PKB. Gaji karyawan diberikan
setiap akhir bulan. Gaji karyawan tersebut meliputi tiga komponen yaitu: gaji pokok,
tunjangan tetap, dan tunjangan tidak tetap. Tunjangan tetap meliputi tunjangan jabatan dan
tunjangan keluarga. Tunjangan tidak tetap meliputi tunjangan shift, tunjangan dinas luar,
uang makan, uang perangsang hadir, dan tunjangan bantuan transportasi. Karyawan juga
berhak mendapat bonus tiap semester dan THR tiap tahun.

5.4.4 Sarana dan Prasarana


Sarana dan prasarana yang disediakan PT Timuraya Tunggal yakni sebagai berikut.
1. Mess
Mess terletak di dalam dan di luar lingkungan pabrik. Perusahaan menyediakan mess
bagi pekerja sesuai dengan kebutuhan dan kriteria yang ditentukan oleh perusahaan.
2. Mushola
Perusahaan menyediakan mushola sebagai sarana ibadah. Sarana ibadah juga
dilengkapi dengan prasarana MCK yang memadai.
3. Sarana olahraga dan rekreasi
Sarana olahraga yang terdapat di pabrik, yaitu: lapangan voli, lapangan sepak bola,
dan tenis meja. Perusahaan juga menyediakan bangunan untuk istirahat karyawan.
Dalam rangka meningkatkan kebersamaan antara pengusaha, pekerja, sesama pekerja,
dan keluarga pekerja, perusahaan mengadakan kegiatan tour dan rekreasi sekali per
tahun sesuai dengan budget yang ditetapkan perusahaan.
4. Kantin dan fasilitas makan

MS 4090 Kerja Praktek 21


Bagi pekerja regular, fasilitas makan diberikan pada jam istirahat, yaitu pada jam
12.00-13.00 bertempat di kantin, kecuali pada hari Jumat pada jam 11.30-12.30. Bagi
pekerja shift, fasilitas makan diantar ke bagian masing-masing pada jam-jam tertentu
sesuai dengan shift-nya. Bagi pekerja yang lembur pada hari libur atau pada hari biasa
lebih dari 4 jam akan mendapat fasilitas makan pada saat melewati jam makan. Bila
tidak melewati jam makan maka akan diberikan uang pengganti makan yang besarnya
telah ditentukan oleh pengusaha dan serikat pekerja. Pada bulan puasa akan diberikan
uang sebagai ganti dari fasilitas makan.

5. Asuransi
Pengusaha mengikutkan seluruh pekerja dalam program Jaminan Sosial Tenaga Kerja
(JAMSOSTEK) sesuai dengan UU no.3 tahun 1992, PP no.14 tahun 1993, dan
asuransi lain meliputi:
a. Jaminan Kematian (JK)
b. Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK)
c. Jaminan Hari Tua (JHT)

5.5 Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3)


Untuk menjamin kesehatan dan keselamatan kerja, perusahaan menaati peraturan K3 sesuai
dengan perundang-undangan dan peraturan pemerintah yang berlaku. Untuk membantu
program perusahaan dalam melaksanakan K3, dibentuk Panitia Pembinaan K3 (P2K3) yang
terdiri dari wakil perusahaan dan serikat pekerja. Pekerja wajib mengikuti ketentuan
keselamatan kerja dan memakai alat-alat yang telah disediakan pabrik. Pengusaha wajib
membuat data statistik kecelakaan kerja untuk mencari jalan keluar dan mencegah
terulangnya kembali kecelakaan tersebut. Setiap area dan lokasi yang penting dan rawan
bahaya di lingkungan perusahaan dipasang rambu-rambu dan tanda peringatan yang mudah
dilihat. Poster-poster K3 juga dipasang di berbagai tempat di area pabrik.

MS 4090 Kerja Praktek 22


LAPORAN KHUSUS

MS 4090 Kerja Praktek 23


Bab I
Pendahuluan

1. Latar belakang
PT Timuraya Tunggal telah berdiri sejak tahun 1979, sebagai salah satu perusahaan
yang menyuplai bahan kimia di Indonesia. Hingga saat ini, perusahaan telah
memproduksi berbagai macam produk kimia, terutama bahan kimia yang berbasis sulfur.
Produk-produk yang dihasilkan diantaranya adalah asam sulfat, asam sulfamat,
aluminium sulfat, kalium sulfat, asam khlorida, dan asam alkil bezene sulfonat.
Perusahaan ini merupakan perusahaan pertama yang memproduksi asam sulfamat di
Indonesia, dan merupakan salah satu dari lima produsen terbesar bahan kimia di dunia.

Selain dipasarkan di Indonesia, produk bahan kimia ini juga telah memasuki pangsa
ekspor di dunia, antara lain ke negara-negara di timur tengah, amerika serikat,dll. Hingga
saat ini PT Timuraya Tunggal telah berkembang pesat seiring dengan meningkatnya
pemintaan dari pasaran domestik maupun dunia, meskipun perusahaan ini prnah
mengalami kesulitan dalam krisis global yang saat ini melanda Indonesia dan dunia.

Salah satu produk bahan kimia yang menjadi andalan PT Timuraya Tunggal adalah
Sulfamic Acid (SA). PT Timuraya Tunggal menjadi pioner dalam memproduksi bahan
kimia ini, dan hingga saat ini PT.Timuraya Tunggal masih menjadi yang terdepan dalam
hal kualitas dan mutu dari produk yang dihasilkannya, terutama Sulfamic Acid (SA),
terbukti dengan diperolehnya sertifikat ISO 9001.

Produksi Sulfamic Acid saat ini mengalami peningkatan, sesuai dengan permintaan
pasar. Namun dibalik kebutuhan yang besar itu, ada satu permasalahan dalam proses
produksi itu sendiri, terutama proses filtrasi. Saat ini dari sebagian besar peralatan yang
digunakan tidak efisien dalam penggunaan energi, peralatan yang digunakan
menggunakan 2 motor penggerak, satu motor untuk menggerakkan base plate berputar
3600, sedangkan satu motor lagi untuk memutar screw. Hal ini dipandang sangat tidak
efisien bagi perusahaan, oleh sebab itu akan dicari suatu alternatif desain alat yang dapat
mengefisienkan proses filtrasi ini.

MS 4090 Kerja Praktek 24


2. Deskripsi Masalah
Saat ini di PT Timuraya Tunggal Karawang memproduksi Sulfamic Acid (SA) dengan
kapasitas produksi yang besar. Proses pembuatan Sulfamic Acid melalui beberapa
tahap, salah satunya adalah proses filtrasi, yaitu suatu proses untuk memisahkan
cairan slurry menjadi padatan dan cairan. Disini yang digunakan untuk Sulfamic Acid
adalah padatannya. Proses filtrasi ini menggunakan suatu alat yang telah di desain
sedemikian rupa, tetapi permasalahan lain muncul, yaitu kurang efektifnya peralatan
ini, karena penggunaan 2 motor penggerak dan masih banyaknya komponen logam
yang digunakan, sehingga sering terjadi korosi dan tidak bertahan lama, mengingat
lingkungan dalam proses Sulfamic Acid ini memang sangat korosif sekali. Sehingga
dicari suatu alternatif desain dengan menggunakan satu motor penggerak, dengan
meminimalisasikan komponen logam/besi yang digunakan. Permasalahan yang lain
adalah, ketika bagian bawah tangki sudah terisi penuh, proses filtrasi ini terus saja
berjalan, sehingga sering trjadi overflow pada tangki di bawah. Oleh sebab itulah,
akan didesain alat yang dapat dilepas pasang, sehingga yang berputar hanya screw
saja.

3. Tujuan penelitian
a. Mencari alternatif desain SF 1-4 dari 2 motor penggerak menjadi 1 motor
penggerak, sehingga lebih efisien dengan material yang sesuai dengan lingkungan
asam
b. Memaksimalkan produktivitas SF 1-4 dengan penggunaan daya/energi yang
sedikit.
c. Mengurangi terjadinya overflow pada tangki dibawah.
d. Tidak terjadinya failure pada elemen mesin yang digunakan.

4. Ruang Lingkup
Ruang Lingkup tugas khusus ini adalah
a. Mencari desain SF 1-4 dengan menggunakan 1 motor penggerak dengan tetap
mempertahankan kecepatan putaran, sehingga prouduktivitas akan tetap sama.
b. Mencari material yang cocok untuk desain alat ini, sehingga mengurangi
terjadinya korosi

MS 4090 Kerja Praktek 25


Bab II
Tinjauan Pustaka

Sulfamic Acid, dikenal juga dengan nama Amidosulfonic Acid, Amidosulfuric Acid,
dan aminosulfonic Acid adalah gabungan molekuler dengan rumus kimia H3NSO3. Zat ini
kurang berwarna, banyak diaplikasikan untuk dicampur dengan air. Walaupun zat ini kadang
dalam bentuk padatan kristal putih. Sulfamic Acid (H3NSO3) bisa dianggap merupakan
campuran antara Sulfuric Acid (H2SO4) dan Sulfamic (H4N2SO2), menggantikan grup OH
dengan grup NH2. Pola ini dapat dilebarkan tidak jauh dari kedua arah tanpa memutuskan
grup SO2.

2.1 Struktur dan kereaktifan

Pertama, perlu diperhatikan bahwa campuran ini dijelaskan secara terang dengan rumus
kimia H3NSO3, bukan Tautomer (H2NSO2(OH)). Jarak ikatan yang relevan adalah S=O =
1,44 dan S-N = 1,77 Å(Å = 1010 m). Panjang sebenarnya dari jarak S-N konsisten dengan
ikatan tunggal, terlebih lagi, difraksi neutron berada pada atom hidrogen. Struktur dari
Sulfamic Acid adalah seperti gambar di bawah ini

Sulfamic acid adalah asam yang sangat kuat, Ka = 1,01 x 10−1. Karena padatannya tidak
higroskopis, zat ni digunakan standard dalam acidimetri (penghitungan kadar asam secara
kuantitatif). Deprotonasi ganda dapat berefek pada NH3 untuk menghasilkan [HNSO3]2−.

Sulfamic acid mencair pada suhu 205 °C sebelum terurai pada temperatur lebih tinggi
menjadi H2O, SO3, SO2, dan N2.

Larutan air tidak stabil dan secara perlahan berhidrolisis amonium bisulfate, tapi padatan
kristal tidak stabil dibawah kondisi tempat penyimpanan yang biasa.

MS 4090 Kerja Praktek 26


Dengan HNO2, sulfamic acid bereaksi dan menghasilkan N2, sementara jika bereaksi dengan
HNO3, akan menghasilkan N2O.

a. Shaft Deflection as Torsion bar

A
40 mm
100 mm

50 mm
800 mm

JAB = = = 2,512 x 10-7 m4

JBC = = = 6,132 x 10-7 m4

Dari Tabel C-1, G (shear Modulus) = 80.8 GPa (bahannya adalah steel 1, carbon)
Sehinga shaft deflectionnya adalah sebagai berikut :
Ѳ= ( + )

MS 4090 Kerja Praktek 27


Ѳ = (159235.66 m-3 + 81532.81 m-3)

Ѳ = 3,698 x 10-4 derajat


Hal ini berarti, shaft yang akan digunakan kemungkinan terjadinya defleksi sangat kecil,
yaitu hanya sekitar 3,69 x 10-4 derajat, sehingga aman untuk dioperasikan.

b. Menentukan Diagram S-N untuk menentukan cycle of life dari poros.

Dik : σa = 100 MPa


Sut = 676 MPa
diameter = 90 mm
Analisis =
Se’ = 0,5 Sut = 0.5 x 676 MPa = 338 MPa
Cload = 0,7 (axial Load)
Csize = 1,189 (90)-0,097 = 0,768

Surface effect (rotating)


A95 = 0,0766(d2)
A95 = 620,046 mm2
Ctemp = 1
Csurf = 1
Creliable = 0,753 (99,9%)
Corrected endurance limit (Se)
Se = Cload Csize Csurf Ctemp Creliable Se’
= 0,7 x 0,768 x 1 x 1 x0,753 x 338
= 136,82 MPa
Sm = 0,75 Sut
= 507 MPa
b = log ( )

estimated N = 1 x 106
b = - 0,189
log a = log (Sm) – b’ log (N1)
log a = log (507) – 3 (-0.189)
a = 1.879,32 MPa
S(N) = aNb

MS 4090 Kerja Praktek 28


100 = 1879.32 – 0.189 log N
N = 5,505 x 106 cycle

1. Analysis Bearing dan lubrication


a. Antara poros dalam dan luar (ball bearing)

Single row angular contact ball bearing


Bearing number 7910C
R1 R2 Bore diameter = 50 mm
O. diameter = 72 mm
Width = 24 mm
C (Dynamic Load rating) = 31,4 kN
Co (static load rating) = 28,3 kN
Mass = 0,128 kg
R1 = R2 = 1280 N, sehingga projected life dari
bearing ini adalah sbb :
R3 R4 L10 = 106/60n( )3 =106/60x1.5 (28300/1280)3 =
120,084 x 106 hours

b. Antara poros luar dan coupling

coupling

R6
R5

MS 4090 Kerja Praktek 29


Single row angular contact ball bearing number 7320 (Koyo)
Bore diameter = 100 mm
O. diameter = 215 mm
Width = 47 mm
C (Dynamic Load rating) = 184 kN
Co (static load rating) = 161 kN
R5 = R6 = 75300 N (asumsi berat poros luar dan coupling = 40 kg, sehingga projected
life dari bearing ini adalah sbb :
L10 = ( )3 = (161000/75300)3 = 0,108 x 106 hours (12 tahun)

c. Bearing pada base plate

R7
R8

Single row angular contact ball bearing number 7306B


Bore diameter = 30 mm
O. diameter = 72 mm
Width = 19 mm
C (Dynamic Load rating) = 27,6 kN
Co (static load rating) = 17,4 kN
R1 = R2 (radial load) = 3.620 N
L10 = ( )3 = (17.400/3.620)3 = 3,08 x 104 hours

MS 4090 Kerja Praktek 30


Hal ini berarti, bearing ini akan mengalami fatique failure setelah mempunyai
putaran/revolusi sebesar yang diatas.

d. Jenis pelumasan yang akan digunakan


Karena pada bearing, shaft berotasi secara perlahan-lahan, maka tipe pelumasan yang
tepat adalah Boundary Lubrication, Contact point loads centerline. Dengan pelumasan
seperti ini akan mengurangi koefisien gesekan menjadi sekitar 0,05, sehingga akan
mengurangi tingkat keausan.
 Berdasarkan katalog koyo, karena kita menggunakan ball bearing, kinematic viscosity
adalah 13 mm2. jika kita misalkan temperatur operasinya adalah sekitar 500.

Untuk diameter 50 mm
dmn = x n

dmn = x 1,5 rpm = 91,5

 Didapat jenis oli dengan viscositas grade


ISO VG 46.

Untuk diameter 30 mm
1. dmn = x n

dmn = x 5 rpm = 255

2. dmn = x n

dmn = x 20 rpm = 1020

3. dmn = x n

dmn = x 60 rpm = 3060

 Didapat jenis oli dengan viscositas grade


ISO VG 46.
Keterangan :
dimana
D = nominal bearing outside diameter (mm)
d = nominal bearing bore diameter (mm)

MS 4090 Kerja Praktek 31


n = rotation speed (rpm)

Bearing material
Grey cast iron class 30 as cast
Ultimate tensile strength = 32 kpsi/221 MPa
Compressive strength = 109 kpsi/752 Mpa
Brinell hardness = 210 HB

2. Analysis Gaya pada base plate (Diagram Benda Bebas)


Material base Plate adalah stainless steel dengan sifat-sifat sebagai berikut :
a. Modulus elastisitas : 189,6 Gpa
b. Modulus rigidity : 74,1 Gpa
c. Poisson ratio : 0,28
d. Mass density : 7.800 kg/m3
e. Spesific gravity : 7,8
volume total (base plate+slurry) : 4,588 x 10-3 m3
bak plastik polypropylene
ρ polypropylene = 1.100 kg/m3
ρ slurry : 2,1 g/cm3 = 2.100 kg/m3
ρ=

m = 7.800 kg/m3 x (4,588x10-3)


Massa base plate + slurry : 35,786 kg

Bearing house
Material : stainless steel
Modulus elastisitas : 189,6 Gpa
Modulus rigidity : 74,1 Gpa
Poisson ratio : 0,28
Mass density : 7.800 kg/m3
Spesific gravity : 7,8
Vtotal = 2,46 x 10-4 m3

MS 4090 Kerja Praktek 32


m=ρxv
m = 7800 x 2,46.10-4
m = 1,918 kg

Poros
Material poros luar : carbon steel
Modulus elastisitas : 206,8 Gpa
Modulus rigidity : 80,8 Gpa
Poisson ratio : 0,28
Mass density : 7800 kg/m3
Spesific gravity : 7.8

V1 = πr2 x t
= π(0,041 )2 x 0,69 m = 3,642 x 10-3 m3
V2 = πr2 x t
= π(0,036 )2 x 0.69 m = 2,807 x 10-3 m3

Vtotal = 6,449 x 10-3 m3

Fa = 50,302 N
R1y = 39,6 N
R2y = 39,6 N
R3y = R4y = 19,8 N

Fa

a
Mz

MS 4090 Kerja Praktek 33


R1y R2y R3y R4y

W=
333,86 N

ΣMa = 0
M + Fa (41) + R1y(450)+R2y(130) – R3y(130) – W(425) – R4y(925) =0
M + 50,302 (41) + 39,6 (450) + 39,6(130)- 19,8 (130) – 333,86(425) – 19,8 (925) = 0
M = 137.749,118 N.mm
M = 137,749 N.m
Setelah itu, bisa kita analisis dengan menggunakan AUTODESK INVENTOR, apakah
base plate mengalami defleksi atau tidak.

Bab V
Kesimpulan

Dari kerja praktek yang telah dilaksanakan selama ini, desain alat yang penulis buat
masih kurang sesuai dengan alat yang diperlukan. Desain alat ini hanya mengacu pada
kekuatan material terhadap beban yang diberikan, tetapi kurang begitu memperhatikan

MS 4090 Kerja Praktek 34


komposisi bahan yang digunakan, karena keterbatasan pengetahuan penulis tentang
material. Sebenarnya terjadi masalah dalam hal kecepatan putaran, bagaimana menaikkan
putaran dari 5 rpm menjadi 60 rpm, gear ratio yang diperlukan sangatlah besar, sehingga
akan sulit mencari gear yang sesuai dengan yang dibutuhkan. Permasalahan kedua adalah
terlalu banyak logam yan digunakan dalam desain alat ini(terutama gear), sehingga
dikawatirkan akan mudah terjadi korosi dan alat tidak berumur panjang.

Daftar Pustaka

Norton, L, Robert. 2006. Machine design, An Intergrated Approach 3 edition. Pearson


Prentice Hall : New York.

MS 4090 Kerja Praktek 35


Norton,L, Robert. 2004. Design of Machinery : An Introduction to the Synthesis and
Analysis of Mechanism and Machine 3 edition. Mc Graw Hill : New York.

Dudley,D, W. 1984. Handbook of Practical Gear Design. McGraw-Hill : New York


www.wikipedia.com

MS 4090 Kerja Praktek 36


Lampiran

MS 4090 Kerja Praktek 37