Anda di halaman 1dari 18

Praktikum Jaringan Nirkabel

Kuliah ke-3:

Antena dan Propagasi


Gelombang Radio

PROGRAM TEKNISI JARDIKNAS


1
Gelombang Elektromagnetik (e.m.)

„ Gelombang e.m., gelombang


yang mempunyai sifat listrik
dan magnet bersama-sama.
„ Gelombang radio, bagian dari
gelombang e.m. pada
spektrum frekuensi radio.
„ Transmisi gelombang e.m. di
ruang adalah sebagai
gelombang transversal.
„ Gelombang dikarakterisasikan
oleh frekuensi dan panjang
gelombang:
v=kecepatan (m/dt), di ruang bebas v=c=3x108m/dt
v = fλ f=frekuensi (Hz)
λ=panjang gelombang
2
Spektrum Frekuensi Gelombang e.m.

(Ron Schmitt, “Electromagnetic Explained”, Newness, 2002) 3


Penamaan pita frekuensi gelombang radio

(Olexa, “Implementing 802.11, 802.16, and 802.20 Wireless Networks”, Newness, 2005)

4
Contoh :

„ Sebuah pemancar radio AM dan FM masing-masing bekerja


pada 600 kHz dan 90 MHz. Bekerja pada panjang gelombang
berapakah kedua pemancar tersebut ?
„ Jawab :
c 3.108
λ AM = =
3
= 500 m
f AM 600.10

c 3.108
λFM = =
6
= 3,33 m
f FM 90.10

5
Spektrum Frekuensi ~ ‘Wireless’ Komersial

(Andrea Goldsmith, “Wireless Communication”, Stanford University, 2004)


6
Antena

Antena Antena

Gelombang Radio

Pemancar Penerima

„ Antena, berfungsi sebagai radiator gelombang radio (antena


pemancar) dan penerima gelombang radio (antena penerima)
„ Antena mempunyai sifat ‘reciprocity’

7
Jenis Antena : Isotropis
„ Antena teoritis sebagai referensi, radiasi serba sama ke
segala arah
„ Pola radiasi, pola yang menggambarkan kekuatan
radiasi antena pada arah horizontal dan/atau vertikal
„ Pola radiasi antena isotropis : bola
„ Gain, daya maksimum pada main lobe suatu antena
nyata dibandingkan dengan daya yang diradiasikan oleh
antena isotropis

z z
y

x x y

8
Jenis Antena : dipole, monopole

„ Ukuran antena sebanding dengan bagian panjang gelombang, misal


dipole λ/2, monopole λ/4

λ/2 λ/4

„ Pola radiasi : ‘omnidirectional’

y y z

x z x

(Balanis, “Antenna Theory and Design”, Wiley,1997) 9


Jenis antena : ‘directive’
„ Yagi, horn, parabola

10
(Balanis, “Antenna Theory and Design”, Wiley,1997)
Propagasi Gelombang Radio

„ Di ruang bebas, redaman disebabkan oleh penyebaran


energi yang diradiasikan oleh antena isotropis dan
diterima oleh antena isotropis
Tx, Pt Rx, Pr

d
2 2
Pt λ ⎛ λ ⎞
Pr = = Pt ⎜ ⎟
2 4π ⎝ 4πd ⎠
4π d

2
⎛ 4πd ⎞
L fs = ⎜ ⎟
⎝ λ ⎠
11
Propagasi Gelombang Radio

„ Bila pada sisi pemancar dan penerima digunakan antena


dengan gain G1 dan G2 : 2
Rumus Friis : P = P G G ⎡ λ ⎤
r t 1 2⎢ ⎥
⎣ 4π d ⎦
„ Di medium sesungguhnya, propagasi gelombang radio
dipengaruhi oleh :
--pantulan
--pembiasan
--penghamburan
--difraksi

Pantulan Pembiasan Penghamburan Difraksi


12
Propagasi Gelombang Radio

„ Level sinyal di penerima karena adanya difraksi, hamburan dan


pantulan yang menyebabkan shadowing dan lintasan jamak
Pr/Pt (dB)
Redaman ruang bebas
Redaman ruang bebas dan Shadowing
Multipath, shadowing dan redaman
ruang bebas

13
Lintasan Jamak
„ Gelombang radio dapat melalui beberapa lintasan yang berbeda
antara pemancar dan penerima karena terjadinya pantulan, difraksi,
dan hamburan.

LOS Multipath

sinyal dari pemancar


sinyal di penerima

„ Dispersi dalam domain waktu, menyebabkan interferensi antar


simbol yang berdekatan (Inter Symbol Interference (ISI))
„ Sinyal-sinyal datang di penerima dengan fase yang berbeda-beda,
menyebabkan distorsi

14
Diagram Kotak Pemancar, Penerima

15
decibell (dB)
P2
P1 (W) P2 (W) G = GdB = 10 log( P2 / P1 )
P1

dBW = 10log(P(W ) / 1(W ))


dBm = 10log(P(mW) / 1(mW))

16
Link Budget

EIRPdB = Pt ,dBm + Gt ,dB


Pr ,dBm = EIRPdB − L fs ,dB − Lother ,dB + Gr + FM (FM=fade margin)

Parameter penerima :
• Level sinyal minimum atau sensitivitas penerima (Prmin),
• SNR, dan
• Noise Figure (F) atau temperatur ekivalen noise (Te)

N = kT0 BF
Te
F = 1+
T0

17
Link budget, contoh link point to point dengan redaman
hujan, availability link 99,9%

18