Anda di halaman 1dari 10

LABORATORIUM MESIN LISTRIK

Vektor Group Trafo

VEKTOR GROUP TRAFO

Tujuan
Selesai percobaan praktikan diharapkan dapat :
Meragkai trafo 1 fasa tiga buah menjadi trafo tiga fasa
Menentukan simbul hubungan trafo tiga fasa
Menggambarkan vector group trafo tiga fasa

Pendahuluan
0 Notasi pergeseran vector sudut fasa
Pada trafo tiga fasa, baik lilitan primer maupun sekunder masing-masing trafo 1 fasa
dapat dirangkai dengan tiga cara hubungan yaitu :
0 Hubungan delta atau segitiga dengan notasi D
1 Hubungan star atau bintang dengan notasi Y
2 Hubungan zig-zag dengan notasi Z

(0o) Untuk menyatakan sebutan


o
(330 ) 0 (30o)
pergeseran vector sudut fasa
11 1
tegangan primer terhadap
(300o) (60o)
10 sekkunder digunakan pedoman
2
jam 0o (nol) sampai dengan 11
(270o) (90o)
(sebelas)
9 3
Bila vector sekunder bergeser
(120o) sebesar 30o terhadap primer
(240o) 4
8 maka disebut jam 1, demikian
(210o) (150o)
seterusnya
o
7 (180 ) 5
6

1 Notasi Vektor Group


Apabila notasi rangkaian primer dan sekunder disebut bersama maka dinyatakan sebagai
vector group. Missal transformator dengan vector group Yd5 artinya primer terhubung
bintang dengan posisi fasa R pada jam 0 dan sekunder terhubung delta dengan posisi r
pada jam 5.

1 POLITEKNIK NEGERI BANDUNG


LABORATORIUM MESIN LISTRIK
Vektor Group Trafo

Primer terhubung Y Sekunder terhubung d5

R t

T r
S

Primer dan sekunder terhubung terhubung Yd5


t

s
R
r

T
S

Berdasarkan IEC
Terminal tegangan tinggi (HV)n
Untuk polaritas tinggi A2, B2, C2
Untuk polaritas rendah A1, B1, C1
Terminal tegangan rendah
Untuk polaritas tinggi : a2, b2, c2
Untuk polaritas rendah : a1, b1, c1 dan untuk netral n

2 POLITEKNIK NEGERI BANDUNG


LABORATORIUM MESIN LISTRIK
Vektor Group Trafo

III Peralatan

0 Transformator 1 fasa 220 V/48 V,5A : 3 buah

1 Variac 3 fasa 0-380 V : 1 buah

2 Voltmeter AC 0-600 V : 1 buah

3 Kabel penghubung : 15 buah

3 POLITEKNIK NEGERI BANDUNG


LABORATORIUM MESIN LISTRIK
Vektor Group Trafo

VI Diagram Rangkaian

Rangkaian 1 Rangkaian 2

A A
a A2
A2 a2 a2

a1 A1 a1 a
A1

B b B
B2 b2 B2 b2

B1 b1 B1 b1 b

C c C c
C2 c2 C2 c2

N C1 c1 n N C1 c1

Rangkaian 3 Rangkaian 4

A
A a a
A2 a2 A2 a2

A1 a1 A1 a1

B
B b b
B2 b2 B2 b2

B1 b1 B1 b1

C
C c c
C2 c2 C2 c2

N C1 c1 C1 c1 n

4 POLITEKNIK NEGERI BANDUNG


LABORATORIUM MESIN LISTRIK
Vektor Group Trafo

Rangkaian 5

A a
A2 a2

A1 a1

B b
B2 b2

B1 b1

C c
C2 c2

C1 c1 n

V Langkah Percobaan

1 Langkah test polaritas di setiap trafo satu fasa


2 Beri tanda terminal-terminalnya
3 Rangkai percobaan 1
4 Setelah rangkaian 1 selesai hubungkan dnegan sumber tegangan tiga fasa, pastikan
sumber tegangan dalam kondisi 0 volt, (hubungan A dengan L1, B dengan L2, C dengan
L3 dan N dengan netral sumber)
5 Atur tegangan sumber untuk rangkaian 1 sampai 380 volt (antara A-B)
6 Kemudian ukur teganagn terminal sesuai dengan table 1
7 Sumber tegangan dibuat 0 volt
8 Hubungkan titik tertinggi primer dengan titik tertinggi sekunder (dalam rangkaian garis
------)
9 Atur tegangan sumber untuk rangakaian 1- 380 V (antara A-B)
10 Kemudian ukur tegangan terminal sesuai dengan table 2
11 Lakukan percobaan seperti point 3 s/d point 10 untuk rangakaian 2 dan 3
12 Lakukan percobaan seperti point 3 s/d point 10 untuk rangakaian 4 dan 5 tetapi
tegangan antara terminal primer 220 V

5 POLITEKNIK NEGERI BANDUNG


LABORATORIUM MESIN LISTRIK
Vektor Group Trafo

VI Tabel Data

Tabel 1

Tegangan Rangkaian Percobaan


(volt) 1 2 3 4 5
AB 380 380 380 220 220
BC 380,8 382,2 382 222,2 219,5
CA 385,1 386,3 384,6 221 220,7
AN 220,3 220,7 220,1 - -
BN 216,9 217,8 217,9 - -
CN 216,7 217,6 217,1 - -
ab 84,6 48,1 47,5 47,9 82,8
bc 84,1 47,9 47,7 48,9 83,1
ca 85,1 47,8 48,2 48,2 82,6
an 48,3 - - - 48,4
bn 47,4 - - - 48,1
cn 47,6 - - - 48,2
Tabel 2

Tegangan Rangkaian Percobaan


(volt) 1 2 3 4 5
Cc 468 427 426 249,4 299,6
Bc 429 388,5 427 271,5 232,9
Cb 430 428 388,5 202,5 296,7
AB 384,9 385,2 385,4 219,3 219,6

Tugas dan Pertanyaan

1. dari setiap rangkaian percobaan

a. gambarkan diagram vektornya

b. sebutkan simbul hubungannya

c. hitung sudut fasa antara primer dan sekundernya

d. di dalam penggambarannya skala yang dipakai

- skala untuk tegangan primer 100 V = 1 cm

- skala untuk tegangan sekunder 50 V = 1 cm

6 POLITEKNIK NEGERI BANDUNG


LABORATORIUM MESIN LISTRIK
Vektor Group Trafo

2. sebutkan syarat-syarat transformator satu fasa yanga akan di rangkai menjadi trafo 3
fasa

3. buatlah atu gambarkanlah rangkaian transformator tiga fasa dengan symbol


hubungan Dz10

4. buatlah kesimpulannya

Kelompok Jam Hubungan Tegangan

0 Cc Bc Cb Cc AB

1 Cc Bc=Cb Cc AB

2 Cc Bc Cb Cc AB

3 Cc Bc Cb Cc AB

4 Cc Bc Cb Cc AB

5 Cc=Bc Cb Cc AB

6 Cc Bc=Cb Cc AB

7 Cc Bc Cb Cc AB

8 Cc Bc Cb Cc AB

9 Cc Bc Cb Cc AB

10 Cc Bc Cb Cc AB

11 Cc=Bc Cb Cc AB

7 POLITEKNIK NEGERI BANDUNG


LABORATORIUM MESIN LISTRIK
Vektor Group Trafo

Jawaban

1.a Yy6
b c
Yd7 b

c
a A
a A

C B C B

8 POLITEKNIK NEGERI BANDUNG


LABORATORIUM MESIN LISTRIK
Vektor Group Trafo

c c
Yd5
Dd4
b

A
a b a
R
A

C C B
B

Dy7

a
A

C B

b. Yy6, Yd7, Yd5, Yd4, Dy7

0 Tegangan primer dan sekunder trafo harus sama


Polaritas trafo harus sama
Impedansi equivalent harus sebanding terbalik dengan daya trafo
Perbandingan tahahanan equivalent dengan reaktansi equivalent pada primer dan
sekunder harus sama

9 POLITEKNIK NEGERI BANDUNG


LABORATORIUM MESIN LISTRIK
Vektor Group Trafo

3.

0 Kesimpulan
0 Berdasarkan percobaan yang telah dilakukan maka hubungan vector trafo
diantaranya adalah Hubungan delta atau segitiga dengan notasi D, Hubungan
star atau bintang dengan notasi Y, Hubungan zig-zag dengan notasi Z
1 Trafo satu fasa yang akan dirubah menjadi tiga fasa harus memenuhi syarat yaitu
Tegangan primer dan sekunder trafo harus sama, Polaritas trafo harus sama,
Impedansi equivalent harus sebanding terbalik dengan daya trafo, Perbandingan
tahanan equivalent dengan reaktansi equivalent pada primer dan sekunder harus
sama
2 Tegangan yang diukur pada pengukuran antar fasa trafo disi primer nilainya
mendekati 380 V
3 Tegangan yang diukur pada pengukuran fasa disisi primer dan netral nilainya
mendekati 220 V
4 Tegangan yang diukur pada pengukuran antar fasa trafo disisi sekunder nilainya
mendekati 85 V pada rangkaian 1 hubungan bintang-bintang
5 Tegangan yang diukur pada pengukuran fasa trafo disisi sekunder dan netral
nilainya mendekati 48 V pada rangkaian 1, Sedangkan untuk rangkaian 2, 3, 4
tegangan antar fasa yang terukur nilainya mendekati 48 V
6 Untuk rangkaian 5 yang dipasang delta-bintang tegangan antar fasa yang terukur
di sisi sekunder trafo nilainya mendekati 83 V sedangkan tegangan fasa dan
netralnya mendekati 48 V

10 POLITEKNIK NEGERI BANDUNG

Anda mungkin juga menyukai