Anda di halaman 1dari 13

BAB I PENDAHULUAN I.

I Latar belakang Sedimentologi adalah ilmu yang mempelajari sedimen atau endapan (Wadell, 1932), Sedangkan sedimen atau endapan pada umumnya diartikan sebagai hasil dari proses pelapukan terhadap suatu tubuh batuan, yang kemudian mengalami erosi, tertansportasi oleh air, angin, dll, dan pada akhirnya terendapkan atau tersedimentasikan. I.I Pengertian Sedimentasi Secara sederhana, menurut Merriam-Webster Online, sedimentasi adalah proses pembentukan atau pengendapan sedimen. Sementara itu, sedimen didefinisikan secara luas sebagai material yang diendapkan di dasar suatu cairan (air dan udara), atau secara sempit sebagai material yang diendapkan oleh air, angin, atau gletser / es. Delta yang terdapat di mulutmulut sungai adalah hasil dan proses pengendapan material-material yang diangkut oleh air sungai, sedangkan bukit pasir (sand dunes) yang terdapat di gurun dan di tepi pantai adalah pengendapan dari material-material yang diangkut oleh angin. Proses tersebut terjadi terus menerus, seperti batuan hasil pelapukan secara berangsur diangkut ke tempat lain oleh tenaga air, angin, dan gletser. Air mengalir di permukaan tanah atau sungai membawa batuan halus baik terapung, melayang atau digeser di dasar sungai menuju tempat yang lebih rendah. Hembusan angin juga bisa mengangkat debu, pasir, bahkan bahan material yang lebih besar. Makin kuat hembusan itu, makin besar pula daya angkutnya. pengendapan material batuan yang telah diangkut oleh tenaga air atau angin tadi membuat terjadinya sedimentasi.

Page 1

BAB II PEMBAHASAN II.I Proses-Proses Yang Berperan Dalam Sedimentasi 1. Pelapukan

Batuan asal atau Source rock yang dapat berupa batuan Beku,Sedimen,Metamorf yang mengalami pelapukan yang di sebabkan oleh beberapa faktor, antara lain,faktor fisik,faktor kimia dan faktor biologi. faktor fisik : perubahan suhu dari panas ke dingin akan

membuat batuan mengalami perubahan. Hujan pun juga dapat membuat rekahan-rekahan yang ada di batuan menjadi berkembang sehingga proses-proses fisika tersebut dapat membuat batuan pecah menjadi bagian yang lebih kecil faktor kimia : beberapa jenis larutan kimia dapat bereaksi dengan batuan seperti contohnya larutan HCl akan bereaksi dengan batu gamping. Bahkan air pun dapat bereaksi melarutan beberapa jenis batuan. Salah satu contoh yang nyata adalah hujan asam yang sangat mempengaruhi terjadinya pelapukan secara kimia. faktor biologi : Selain pelapukan yang terjadi akibat proses fisikan dan kimia, salah satu pelapukan yang dapat terjadi adalah pelapukan
Page 2

secara biologi. Salah satu contohnya adalah pelapukan yang disebabkan oleh gangguan dari akar tanaman yang cukup besar. Akar-akar tanaman yang besar ini mampu membuat rekahan-rekahan di batuan dan akhirnya dapat memecah batuan menjadi bagian yang lebih kecil lagi. 2. Erosi

Setelah batuan mengalami pelapukan, batuan-batuan tersebut akan pecah menjadi bagian yang lebih kecil lagi sehingga mudah untuk berpindah tempat. Berpindahnya tempat dari partikel-partikel kecil ini disebut erosi. Proses erosi ini dapat terjadi melalui beberapa cara: Akibat grafitasi: akibat adanya grafitasi bumi maka pecahan batuan yang ada bisa langsung jatuh ke permukaan tanah atau menggelinding melalui tebing sampai akhirnya terkumpul di permukaan tanah. Akibat air: air yang melewati pecahan-pecahan kecil batuan yang ada dapat mengangkut pecahan tersebut dari satu tempat ke tempat yang lain. Salah satu contoh yang dapat diamati dengan jelas adalah peranan sungai dalam mengangkut pecahan-pecahan batuan yang kecil ini.

Page 3

Akibat angin: selain air, angin pun dapat mengangkut pecahanpecahan batuan yang kecil ukurannya seperti halnya yang saat ini terjadi di daerah gurun. Akibat glasier: sungai es atau yang sering disebut glasier seperti yang ada di Alaska sekarang juga mampu memindahkan pecahanpecahan batuan yang ada.

3.

Pengendapan Pecahan-pecahan batuan yang terbawa akibat erosi tidak dapat terbawa selamanya. Seperti halnya sungai akan bertemu laut, angin akan berkurang tiupannya, dan juga glasier akan meleleh. Akibat semua ini, maka pecahan batuan yang terbawa akan terendapkan. Proses ini yang sering disebut proses pengendapan. Selama proses pengendapan, pecahan batuan akan diendapkan secara berlapis dimana pecahan yang berat akan diendapkan terlebih dahulu baru kemudian diikuti pecahan yang lebih ringan dan seterusnya. Proses pengendapan ini akan membentuk perlapisan pada batuan yang sering kita lihat di batuan sedimen saat ini.

II.I Jenis jenis Sedimentasi Sedimentasi adalah terbawanya material hasil dari pengikisan dan pelapukan oleh Air, angin atau gletser ke suatu wilayah yang kemudian diendapkan. Semua batuan hasil pelapukan dan pengikisan yang diendapkan lama kelamaan akan menjadi batuan sedimen. Hasil proses sedimentasi di suatu tempat dengan tempat lain akan berbeda. Berikut jenis - jenis sedimentasi berdasarkan tenaga pengangkutnya. 1. Sedimentasi Aquatis, yaitu sedimentasi yang diangkut oleh air

Page 4

Gambar Sedimen Aquatis

Bentang alam hasil pengendapan oleh air, antara lain : Meander Meander merupakan sungai yang berkelok - kelok yang terbentuk karena adanya pengendapan. Proses berkelok-keloknya sungai dimulai dari sungai bagian hulu.Pada bagian hulu, volume air kecil dan tenaga yang terbentuk juga kecil. Akibatnya sungai mulai menghindari penghalang dan mencari rute yang paling mudah dilewati. Sementara, pada bagian hulu belum terjadi pengendapan Pada bagian tengah, yang wilayahnya mulai datar aliran air mulai lambat dan membentuk meander. Meander biasanya terbentuk pada sungai bagian hilir, dimana pengikisan dan Pengendapan terjadi secara berturut turut. Proses pengendapan yang terjadi secara terus menerus akan menyebabkan kelokan sungai terpotong dan terpisah dari aliran sungai, Sehingga terbentuk oxbow lake.

Gambar prose terbentuknya meander

Page 5

Delta Pada saat aliran air mendekati muara, seperti danau atau laut

maka kecepatan aliranya menjadi lambat. Akibatnya, terkadi pengendapan sedimen oleh air sungai. Pasir akan diendapkan sedangkan tanah liat dan Lumpur akan tetap terangkut oleh aliran air. Setelah sekian lama , akan terbentuk lapisan - lapisan sedimen. Akhirnya lapian lapisan sedimen membentuk dataran yang luas pada bagian sungai yang mendekati muaranya dan membentuk delta. Pembetukan delta memenuhi beberapa syarat. Pertama, sedimen yang dibawa oleh sungai harus banyak ketika akan masuk laut atau danau. Kedua, arus panjang di sepanjang pantai tidak terlalu kuat. Ketiga , pantai harus dangkal. Contoh bentang alam ini adalah delta Sungai Musi, Kapuas, dan Kali Brantas.

Page 6

Dataran banjir dan tanggul alam Apabila terjadi hujan lebat, volume air meningkat secara cepat.

Akibatnya terjadi banjir dan meluapnya air hingga ke tepi sungai. Pada saat air surut, bahan bahan yang terbawa oleh air sungai akan terendapkan di tepi sungai. Akibatnya, terbentuk suatu dataran di tepi sungai. Timbulnya material yang tidak halus (kasar) terdapat pada tepi sungai. Akibatnya tepi sungai lebih tinggi dibandingkan dataran banjir yang terbentuk. Bentang alam itu disebut tanggul alam.

gambar

dataran

banjir

dan

tanggul alam.

2. Sedimentasi Aeris, yaitu sedimentasi yang diangkut oleh angin

Gambar Sedimen Aeris

Page 7

Bentang alam hasil pengendapan oleh angin dapat berupa gumuk pasir (sand dune). Gumuk pantai dapat terjadi di daerah pantai maupun gurun. Gumuk pasir terjadi bila terjadi akumulasi pasir yang cukup banyak dan tiupan angin yang kuat. Angin mengangkut dan mengedapkan pasir di suatu tempat secara bertahap sehingga terbentuk timbunan pasir yang disebut gumuk pasir.

Gambar gumuk pasir

3. Sedimentasi Marine, yaitu sedimentasi yang diangkut oleh air laut

Page 8
Gambar Sedimen Marine

Pengendapan oleh air laut dikarenakan adanya gelombang. Bentang alam hasil pengendapan oleh air laut, antara lain. Bar Bar adalah endapan pada mulut teluk dan tegak lurus dengan garis pantai.

Spit Spit adalah endapan yang sejajar garis pantai

Page 9

Tombolo Tombolo adalah endapan yang menghubungkan pulau induk dengan pulau kecil di dekatnya.

Nehrung Nehrung adalah endapan pasir yang melintang berbentuk seperti lidah

Page 10

4. Sedimentasi Glasial, yaitu sedimentasi yang diangkut oleh gletser/es

Gambar Sedimen Glasial

Sedimentasi glasial merupakan proses pengendapan materi glester. Sedimentasi ini berasal dari moraine, yaitu kumpulan batu-batu kerikil, pasir, dan sebagainya yang mengendap di ujung glester. Bentuk bentuk muka bumi akibat sedimentasi ini adalah sebagai berikut. 1. Oscar, yaitu endapat glester berbentuk punggung yang sempit dan panjang.
Page 11

2. Kame, yaitu endapan berbentuk seperti dataran tinggi. 3. Drumlin, yaitu endapan berbentuk bukit-bukit kecil, bulat, dan panjang. 4. Till plain, yaitu dataran yang terbentuk dari hasil pengendapan glester. BAB III PENUTUP III.I Kesimpulan Dari ulasan di atas dapat di simpulkan bahwa Sedimentasi adalah terbawanya material hasil dari pengikisan dan pelapukan oleh Air, angin atau gletser ke suatu wilayah yang kemudian diendapkan. Semua batuan hasil pelapukan dan pengikisan yang diendapkan lama kelamaan akan menjadi batuan sedimen. Proses-Proses Yang Berperan Dalam Sedimentasi adalah pelapukan, erosi, dan pengendapan. Jenis - jenis sedimentasi berdasarkan tenaga pengangkutnya adalah: 1. 2. 3. 4. Sedimentasi Aquatis, yaitu sedimentasi yang diangkut oleh air Sedimentasi Aeris, yaitu sedimentasi yang diangkut oleh angin Sedimentasi Marine, yaitu sedimentasi yang diangkut oleh air laut Sedimentasi Glasial, yaitu sedimentasi yang diangkut oleh gletser/es

Page 12

Daftar Refrensi :

- http://www.scribd.com/doc/55175237/Hasil-Sedimentasi - http://rahmatkusnadi6.blogspot.com/2010/04/pelapukan-erosi-dansedimentasi.html - http://ghozaliq.wordpress.com/tag/proses-terbentuknya-delta/ - http://rovicky.wordpress.com/2008/06/09/gumuk-pasir-sand-dune/ - http://www.e-dukasi.net/index.php?mod=script&cmd=Bahan %20Belajar/Materi%20Pokok/view&id=325&uniq=3162

Page 13