Anda di halaman 1dari 13

BAB I PENDAHULUAN 1.

1 Latar Belakang Ilmu tentang struktur dan fungsi jaringan pada tumbuhan perlu dipelajari karena merupakan dasar dari penerapan pemanfaatan tumbuhan bagi kehidupan manusia. Selain itu ilmu tersebut juga dapat diterapkan untuk memecahkan masalah di bidang keanekaragaman hayati. Jaringan tumbuhan dapat dibagi dua macam yaitu jaringan meristem dan jaringan dewasa. Jaringan meristem adalah jaringan yang terus menerus membelah. Jaringan dewasa adalah jaringan yang sudah berhenti membelah. Definisi dari jaringan itu sendiri adalah sekelompok sel yang mempunyai, fungsi dan struktur sama terikat oleh bahan antar sel membentuk satu kesatuan. Sedangkan sekelompok jaringan yang bekerja bersama-sama melaksanakan fungsi tertentu dikenal sebagai organ, misalnya akar, batang, daun dan bunga. Yang melatar belakangi saya untuk melakukan percobaan ini adalah mengetahui kebenaran bahwa jaringan adalah kumpulan sel yang mempunyai bentuk asal, fungsi, dan struktur yang sama. Di samping itu juga dapat diketahui letak jaringan-jaringan yang ada pada tumbuhan. Baik struktur maupun fungsinya. Anatomi tumbuhan atau fitoanatomi merupakan analogi dari anatomi manusia atau hewan. Walaupun secara prinsip kajian yang dilakukan adalah melihat keseluruhan fisik sebagai bagian-bagian yang secara fungsional berbeda, anatomi tumbuhan menggunakan pendekatan metode yang berbeda dari anatomi hewan. Organ tumbuhan terekspos dari luar, sehingga umumnya tidak perlu dilakukan "pembedahan". Anatomi tumbuhan biasanya dibagi menjadi tiga bagian berdasarkan hierarki dalam kehidupan:

Organologi, mempelajari struktur dan fungsi organ berdasarkan jaringan-jaringan penyusunnya; Histologi, mempelajari struktur dan fungsi berbagai jaringan berdasarkan bentuk dan peran sel penyusunnya; dan Sitologi, mempelajari struktur dan fungsi sel serta organel-organel di dalamnya, proses kehidupan dalam sel, serta hubungan antara satu sel dengan sel yang lainnya. Sitologi dikenal juga sebagai biologi sel.

B. Rumusan Masalah 1. jaringan apa saja yang terdapat pada anatomi daun pacar air (Impatiens balsamina) 2. jaringan apa saja yang terdapat pada anatomi batang pacar air (Impatiens balsamina) 3. jaringan apa saja yang terdapat pada anatomi akar pacar air (Impatiens balsamina) C. Tujuan 1. Untuk mengetahui jaringan yang terdapat pada anatomi daun pacar air (Impatiens balsamina) 2. Untuk mengetahui jaringan yang terdapat pada anatomi batang pacar air (Impatiens balsamina) 3. Untuk mengetahui jaringan yang terdapat pada anatomi akar pacar air (Impatiens balsamina)

BAB II DASAR TEORI 2.1 Klasifikasi Ilmiah Kingdom Divisi Kelas Ordo Famili Genus Spesies : Plantae :Magnoliophyta : Magnoliopsida : Geraniales : Balsaminaceae :Impatiens : Impatiens balsamina L

Sumber : www.wikipedia.org 2.2 Anatomi Akar, Batang Dan Daun Secara Umum Anatomi Akar

Akar merupakan bagian utama dari tumbuhan berkarmus atau sudah memiliki pembuluh. Akar berkembang dari meristem apikal di ujung akar yang dilindungi kaliptra (tudung akar). Tudung akar berasal dari meristem apikal dan terdiri dari selsel parenkim. Tudung akar berfungsi sebagai pelindung. Struktur akar : * Epidermis terdiri dari 1 lapis sel yang tersusun rapat, dindng sel tipis sehingga mudah ditembus air. Memiliki rambut-ranbut akar yang merupakan hasil aktifitas sel dari belakang ttik tumbuh. rambut2 akar ini berfungsi memperluas bidang penyerapan.

* Korteks terdiri dari banyak sel dan tersusun berlapis-lapis, dinding selnya tipis dan mempunyai banyak ruang antarsel untuk pertukaran gas. jaringan-jaringan yang terdapat pada korteks antara lain : parenkim, kolenkim, dan sklerenkim. * Endodermis terletak di sebelah dalam korteks. endodermis berupa 1 lapis sel yang tersususn rapat tanpa ruang antar sel. dinding selnya mengalami penebalan gabus. deretan sel-sel endodermis dengan penebalan gabusnya dinamakan pita kaspari. penebalan gabus ini tidak dapat ditembus air sehingga air harus masuk ke silinder pusat mellui sel endodermis yang dindingnya tidak menebal, disebut sel penerus air. Endodermis merupakan pemisah yang jelas antara korteks dan stele.

* Stele (silinder pusat) terletak di sebelah dalam endodermis. Di antara stele terdapat berkas pengangkutan (floem dan xilem) Anatomi batang

Perbedaan yang mendasar antara anatomi batang dan akar terletak pada struktur pembuluh angkutnya. Susunan xilem dan floem pada akar terletak pada radius yang berbeda dan berseling secara bergantian, sedang pada batang floem dan xilem terletak dalam satu radius, floem berada di sebelah luar dan xilem di sebelah dalam. Susunan berkas pengangkut pada akar disebut radial sedangkan pada batang kolateral. Sifat xilem pada akar disebut eksark karena letak protoxilem berada di sebelah luar metaxilem sedangkan pada batang disebut endark karena letak protoxilem di sebelah

dalam metaxilem. Floem dan xilem pada batang membentuk suatu berkas yang tersusun di dalam satu lingkaran. Epidermis batang pada umumnya memiliki stoma dan trikoma pada waktu masih muda sehingga batang dapat berfungsi sebagai organ fotosintesis. Korteks terdiri dari jaringan parenkimatik yang mungkin di dalamnya ditemukan jaringan sekretorik misalnya saluran lendir pada batang Hibiscus sp., sel minyak pada batang Piper betle dan Cinamomum sp., saluran resin pada batang Pinus sp.; kristal kalsium oksalat pada batang Impatiens balsamina. Jaringan penguat pada batang dapat berupa kolenkima dan sklerenkima tergantung jenis tumbuhannya. Kolenkima di korteks dapat membentuk suatu lingkaran utuh atau terdapat dalam suatu kelompok-kelompok. Kolenkima dapat mengandung kloroplas dan dapat juga menjadi meristematik kembali membentuk felogen. Sklerenkima yang ditemukan di korteks dapat berupa serabut atau sel batu. Sel-sel sklerenkima mati dan berdinding tebal, sklerenkima dapat berupa lingkaran utuh yang terletak di bawah epidermis atau di sebelah dalam korteks. Batas antara korteks dan stele terdiri dari selapis sel yang disebut endodermis yang seringkali pada waktu batang masih muda mengandung butir-butir amilum sehingga disebut dengan sarung tepung atau floeoterma. Stele terdiri dari tiga bagian yaitu perisikel, berkas pengangkut dan empulur. Perisikel dapat terdiri dari satu lapis atau beberapa lapis sel yang berupa parenkima dan sklerenkima atau parenkima saja. Sklerenkima yang terdapat di stele mungkin terjadi dalam kelompok-kelompok yang terpisah atau membentuk lingkaran utuh yang berrada di luar berkas pengangkut membentuk garis batas yang jelas antara korteks dan stele. Berkas pengangkut pada batang monokotil merupakan berkas yang terpisah-pisah dan memiliki tipe kolateral tertutup, seringkali dikelilingi oleh sklerenkima sehingga disebut kolateral tertutup fibrovaskuler. Berkas pengangkut tersebut tersebar tidak teratur. Berkas pengangkut pada dikotil ada yang berupa berkas terpisah-pisah tapi tersusun dalam satu lingkaran atau membentuk satu lingkaran utuh, di antara floem dan xilem ditemukan kambium. Kambium yang terdapat di dalam berkas pengangkut dinamakan kambium fasikuler. Di antara berkas pengangkut yang satu dengan yang

lain kambiumnya saling berhubungan, kambium yang menghubungkan dua berkas pengangkut dinamakan kambium interfasikuler. Empulur biasanya terdiri dari sel-sel parenkima atau canpuran antara sklerenkima dan kolenkima. Beberapa tumbuhan empulurnya mengalami desintegrasi sehingga batangnya berlubang, contohnya pada Ipomoea reptans. Korteks batang monokotil tidak memiliki batas yang jelas antara korteks dan stelenya. Berkas pengangkut pada batang monokotil umumnya kolateral tertutup ada yang dikelilingi oleh sklerenkima baik sebagian atau keseluruhan berkas sehingga disebut kolateral tertutup fibrovaskuler. Anatomi daun

Daun adalah organ utama fotosintesis tanaman. Ini terdiri dari sebagian rata, yang disebut pisau, yang melekat pada tanaman oleh struktur yang disebut tangkai daun. Kadang-kadang daun dibagi menjadi dua atau lebih bagian yang disebut leaflet. Daun dengan pisau terbagi tunggal disebut sederhana, mereka dengan dua atau lebih leaflet disebut majemuk. Permukaan luar daun memiliki lilin tipis menutupi disebut kutikula, fungsi utama lapisan ini adalah untuk mencegah hilangnya air dalam daun. (Tanaman yang

meninggalkan sepenuhnya dalam air tidak memiliki kutikula a). Langsung di bawah kutikula adalah lapisan sel yang disebut epidermis (B). Jaringan xilem, pembuluh dan floem ditemukan dalam pembuluh darah daun. Vena sebenarnya ekstensi yang berjalan dari tips dari akar sepanjang jalan sampai ke tepi daun. Lapisan luar urat terbuat dari sel yang disebut bundel selubung sel (E), dan mereka membuat lingkaran di sekitar xilem dan floem. Pada gambar, xilem adalah lapisan atas sel-sel (G) dan yang berbayang sedikit lebih ringan dibandingkan dengan lapisan bawah sel floem (H). Ingat bahwa xilem mengangkut air dan floem mengangkut gula (makanan). Daun, ada lapisan sel yang disebut mesofil tersebut. Mesofil berasal dari kata yunani dan berarti "tengah" (meso) "daun" (phyllon). Mesofil kemudian dapat dibagi menjadi dua lapisan, lapisan palisade (D) dan lapisan kenyal (F). Sel palisade lebih kolom-suka, dan terletak tepat di bawah epidermis, sel-sel kenyal lebih longgar dikemas dan terletak antara pagar dan lapisan epidermis yang lebih rendah. ruang udara antara sel-sel kenyal memungkinkan pertukaran gas. sel mesofil (baik tiang dan kenyal) yang dikemas dengan kloroplas, dan ini adalah tempat fotosintesis benarbenar terjadi. Epidermis juga baris daerah bawah daun (seperti halnya kutikula). Daun ini juga memiliki lubang-lubang kecil dalam epidermis yang disebut stomata. sel-sel khusus, sel-sel penjaga yang disebut (C) mengelilingi stomata dan berbentuk seperti dua tangan menangkup. Perubahan dalam tekanan air menyebabkan stoma (tunggal stomata) untuk membuka atau menutup. sel penjaga yang penuh air, mereka membengkak dan menekuk dari satu sama lain yang membuka stoma. Selama masa kering, penjaga sel dekat.

BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Alat dan Bahan 1. Silet / cutter 2. Gelas benda 3. Gelas penutup 4. Mikroskop cahaya 5. Air 6. Pipet tetes 7. Beaker glass
8. Akar,batang dan daun pacar air (Impatiens balsamina)

3.2 Cara Kerja 1. Menyiapkan semua alat dan bahan yang dibutuhkan 2. Menyayat secara melintang akar pacar air (Impatiens balsamina) 3. Meletakkan sayatan akar pada kaca benda dan ditetesi air menggunakan pipet tetes 4. Selanjutnya menutup dengan kaca penutup lalu diamati di bawah mikroskop cahaya 5. Menyayat secara melintang batang pacar air (Impatiens balsamina) 6. Meletakkan sayatan akar pada kaca benda dan ditetesi air menggunakan pipet tetes 7. Selanjutnya menutup dengan kaca penutup lalu diamati di bawah mikroskop cahaya 8. Menyayat tipis bagian bawah permukaan daun pacar air 9. Meletakkan sayatan akar pada kaca benda dan ditetesi air menggunakan pipet tetes 10. Selanjutnya menutup dengan kaca penutup lalu diamati di bawah mikroskop cahaya 11. Mendokumentasikan semua preparat yang telah diamati

BAB IV PEMBAHASAN Dalam praktikum ini digunakan akar dan batang pacar air (Impatiens balsamina). Masing-masing organ tersebut mencakup jaringan meristem, epidermis, korteks, pembuluh/pengangkut, empulur dan jari-jari empulur. Organ-organ tumbuhan yang bersifat vegetatif terdiri atas akar (radiks), batang (kaulis), dan daun (folium). Organ-organ lain seperti bunga, merupakan penjelmaan salah satu/lebih organ pokok atau berupa kumpulan organ pokok. Jaringan Pada Akar Pacar Air (Impatiens balsamina)

Endoermis
Gambar anatomi akar pacar air (Impatiens balsamina) Dalam pengamatan di bawah mikroskop cahaya pada preparat irisan akar melintang tumbuhan pacar air(Impatiens balsamina) dapat ditemukan epidermis terdiri dari satu lapis, korteks serta endodermis yang di dalamnya terdapat jaringan pengangkut hanya saja preparat yang kami buat sedikit tebal sehingga jaringan pengankut tidak terlihat jelas. Struktur Anatomi Akar, secara umum struktur anatomi akar tersusun atas jaringan epidermis, sistem jaringan dasar berupa korteks, endodermis, dan empulur; serta sistem berkas pembuluh. Pada akar sistem berkas pembuluh terdiri atas xilem dan floem yang tersusun berselang-seling. Struktur anatomi akar tumbuhan monokotil dan dikotil berbeda(Wibisono. 1987).

Korteks

Epidermis

Jaringan Pada Batang Pacar Air (Impatiens balsamina)

Kolenkim

Epidermis

Gambar preparat anatomi batang pacar air (Impatiens balsamina) Dalam pengamatan di bawah mikroskop cahaya pada preparat irisan batang melintang tumbuhan pacar air(Impatiens balsamina) dapat ditemukan epidermis terdiri dari satu lapis sel dengan kutikula tebal. Di sebelah dalam epidermis ditemukan jaringan penguat berupa kolenkima anguler. Kemudian diikuti oleh jaringan parenkimatik yang tersusun dari sel isodiametrik dengan ruang sel yang besar. Endodermis masih tampak jelas, tersusun dari satu lapis sel, diikuti dengan satu lapis sel perikambium. Berkas pengangkut di dalam stele terdiri dari empat berkas yang masing-masing berkas dipisahkan oleh parenkima. Floem dan xilem dibatasi oleh kambium. Bagian tengah dari korteks diisi oleh empulur yang parenkimatik. Struktur Anatomi Batang, secara umum batang tersusun atas epidermis yang berkutikula dan kadang terdapat stomata, sistem jaringan dasar berupa korteks dan empulur, dan sistem berkas pembuluh yang terdiri atas xilem dan floem. Xilem dan floem tersusun melingkar pada tumbuhan dikotil dan tersebar pada tumbuhan monokotil(Kartasapoetra, 1987).

Xilem

Jaringan Pada Daun Pacar Air (Impatiens balsamina)

Sel Tetangga
Gambar anatomi daun pacar air (Impatiens balsamina) Dalam pengamatan di bawah mikroskop cahaya pada preparat irisan tipis dari permukaan daun bagian bawah tumbuhan pacar air(Impatiens balsamina) ditemukan stomata berbentuk ginjal dengan tipe anisositik. Tipe anisositik adalah sel penutup dikelilingi 3 sel tetangga yang tidak sama. Stoma (jamak:stomata) merupakan celah pada epidermis organ tumbuhan yang berwarna hijau, terutama terdapat pada helaian daun permukaan sebelah bawah, yang di batasi oleh dua buah sel penutup yang biasanya memiliki bentuk berlainan dengan sel epidermis disekitarnya, yaitu berbentuk ginjal atau halter yang terdapat pada family poaceae. Di dalam sel penutup terdapat kloroplas yang berfungsi dalam fotosistesis. Stomata dikelilingi oleh dua-lima buah sel epidermis yang disebut sel tetangga(Esau, 1972).

BAB V KESIMPULAN Berdasarkan hasil pengamatan dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa : Pada anatomi akar pacar air (Impatiens balsamina) dapat ditemukan jaringan epidermis terdiri dari satu lapis, korteks serta endodermis yang di dalamnya terdapat jaringan pengangkut. Pada anatomi batang pacar air (Impatiens balsamina) dapat ditemukan jaringan epidermis, jaringan penguat berupa kolenkima anguler, jaringan, Endodermis, sel perikambium, Floem dan xilem dibatasi oleh cambium, korteks yang didalmnya terdapat empulur. Pada anatomi daun pacar air (Impatiens balsamina) dapat ditemukan stomata berbentuk ginjal dengan tipe anisositik.

DAFTAR PUSTAKA Samsuri, Istamar dkk. 2004. Biologi SMA kelas XI. Erlangga : Malang Kartasapoetra, A.G. 1987. Anatomi Tumbuh-Tumbuhan. Jakarta : Bina Aksara Noggle, G. Ray. 1993. Fisiologi Tumbuhan. Malang : UMM Press Wibisono. 1987. Materi Pokok Anatomi Tumbuhan. Jakarta : Karunika Anonimous. 2011 Anonimous. 2010. Anatomi Batang. http://www.google.com/anatomitumbuhan/html tanggal 5 Juni 2011 diakses 2011. Impatiens balsamina(Pacar Air). http://toiusd.multiply.com/journal/item/80/Impatiens_balsamina diakses tanggal 5 Juni