Anda di halaman 1dari 7

Layanan Bimbingan dan Konseling di Perguruan Tinggi

http://himcyoo.wordpress.com/2011/12/02/layanan-bimbingan-dan-konseling-di-perguruan-tinggi/

Alasan diperlukannya bimbingan dan konseling diperguruan tinggi adalah banyaknya problema yang dihadapi oleh mahasiswa dalam perkembangan studinya, dimana belajar diperguruan tinggi memiliki karakteristik yang sangat berbeda dengan belajar di sekolah lanjutan. Karakteristik dari studi di perguruan tinggi adalah kemandirian, baik dalam pelaksanaan kegiatan belajar dan pemilihan program studinya maupun dalam pengelolaan dirinya sebagai mahasiswa. Dalam usaha merealisasikan dirinya tersebut, perkembangannya tidak selalu mulus dan lancar, banyak hambatan dan problema yang mereka hadapi. Untuk mengembangkan diri dan menghindari, serta mengatasi hambatan dan problema tersebut di perlukan bimbingan. Di perguruan tinggi layanan bimbingan dilaksanakan oleh suatu Unit Pelaksana Teknis (UPT) Bimbingan dan Konseling. Unit ini di bentuk dalam rangka membantu mahasiswa yang mengalami hambatan/masalah dalam proses studinya, mereka dapat berkonsultasi untuk memecahkan permasalahannya. Unit ini juga biasanya melayani layanan konsultasi maupun tes psikologi bagi pihak luar yang membutuhkan. Secara garis besar ada 2 problema yang sering di hadapi oleh mahasiswa yakni problema studi dan problema sosial pribadi : 1. Problema studi

Beberapa problem studi yang dihadapi oleh mahasiswa adalah sebagai berikut : a) Kesulitan dalam memilih program studi/kosentrasi/pilihan mata kuliah yang sesuai dengan kemampua dan waktu yang tersedia; b) c) d) e) Kesulitan dalam mengatur waktu belajar; Kesulitan dalam mendapatkan sumber belajar dan buku-buku sumber; Kesulitan dalam menyusun makalah, laporan dan tugas akhir; Kesulitan mempelajari buku-buku yang berbahasa asing;

f) g) h) i) 2. a) b) c) d) e) f) 3.

Kurang motivasi dan semangat belajar; Kebiasaan belajar yang salah; Rendahnya rasa ingin tahu; Kurang minat terhadap profesi. Problema sosial pribadi Kesulitan biaya kuliah; Kesulitan dengan masalah pemondokan; Kesulitan menyesuaiakan diri dengan teman mahasiswa; Kesulitan menyesuaikan diri dengan masyarakat sekitar; Kesulitan karena masalah-masalah keluarga; Kesulitan karena masalah pribadi. Fungsi Bimbingan dan Konseling di Perguruan Tinggi

Beberapa fungsi dari bimbingan dan konseling di perguruan tinggi : a) Pengenalan dan pemahaman yang lebih mendalam tentang kondisi, potensi dan karakteristik mahasiswa; b) Membantu menyesuaikan diri dengan keidupan di perguruan tinggi;

c) Membantu mengatasi problema-problema akademik dan sosial-pribadi yang berpengaruh terhadap perkembangan akademik mahasiswa. 4. Tujuan Bimbingan dan Konseling di Perguruan Tinggi

a) mampu sendiri memilih program studi/kosentrasi/pilihan mata kuliah yang sesuai dengan bakat, minat dan cita-cita mereka; b) mampu menyelesaikan perkuliahan dan tuntutan perkuliahan tepat pada waktunya; c) memperoleh prestasi belajar yang sesuai dengan kemampuan mereka;

d) mampu membina hubungan sosial dengan sesama mahasiswa dan dosen; e) f) 5. memiliki sikap dan kesiapan profesional; memiliki pandangan yang realistis tentang diri dan lingkungannya Teknik Bimbingan bagi Mahasiswa

a. teknik diskusi kelompok yang bersifat orientasi, mencakup diskusi tentang program studi, kurikulum, personalia akademis, dan proses belajar mengajar yang ditetapkan dalam pelaksanaan program studi; b. teknik diskusi kelompok yeng sifatnya bantuan, mencakup diskusi tentang permasalahan belajar, sosial dan pribadi; c. teknik kegiatan kelompok lain, baik yang bersifat orientasi maupun bantuan; d. e. konseling perorangan untuk menangani masalah-masalah akademis; konseling perorangan untuk menangani masalah-masalah pribadi.

f. pembahasan kasus, yaitu pembahasan mahasiswa dan permasalahannya bersama dengan personalia akademik lain untuk mencari jalan keluar dalam membantu mahasiswa; g. rujukan bagi mahasiswa yang mengalami kesulitan sosial pribadi yang tidak dapat ditangani oleh personalia akademis yang ada di fakultas. DAFTAR REFERENSI Blocher, DH. 1987. The Professional Counselor. New York : Macmillan Publishing Company Nurihsan, AJ. 2007. Bimbingan dan Konseling dalam Berbagai Latar Kehidupan. Bandung : PT Refika Aditama Sudrajat, Ahmad. 2010. Program Bimbingan dan Konseling di Sekolah http://akhmadsudrajat.wordpress.com/2010/02/03/evaluasi-programbimbingan-dan-konseling-di-sekolah/ Wibowo, ME. 2002. Konseling Relevansinya di Indonesia Perkembangan: Paradigma Baru dan

Standar Kompetensi Bimbingan dan Konseling di Perguruan Tinggi


Posted on 13 Juni 2008 http://akhmadsudrajat.wordpress.com/2008/06/13/standar-kompetensi-bk-di-perguruan-tinggi/

Meski penyelenggaraan Bimbingan dan Konseling tidak terkait langsung dengan Permendiknas No. 23/2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan (SKL). Namun Asosiasi Bimbingan dan Konseling Indonesia (ABKIN) telah menyiapkan pula rumusan Standar Kompetensi Kompetensi yang harus dicapai peserta didik melalui pelayanan Bimbingan dan Konseling di Perguruan Tinggi Berikut ini rumusan Standar Kompetensi Kemandirian Peserta Didik pada Perguruan Tinggi.
No 1 Aspek Perkembangan Landasan hidup religius Tataran/Internalisasi Tujuan Pengenalan Mempelajari hal ihwal ibadah Akomodasi Mengembangkan pemikiran tentang kehidupan beragama Tindakan Melaksanakan ibadah atas keyakinan sendiri disertai sikap toleransi Berperilaku atas dasar keputusan yang mempertimbangkan aspek-aspek etis

Menghargai Keragaman Mengenal keragaman sumber Landasan perilaku sumber norma sebagai norma yang berlaku di etis rujukan pengambilan masyarakat keputusan

Mengekspresikan Mempelajari cara-cara Bersikap toleran terhadap perasaan dalam caraKematangan emosi menghindari konflik dengan ragam ekspresi perasaan cara yang bebas,terbuka orang lain diri sendiri dan orang lain dan tidak menimbulkan konflik Kematangan intelektual Kesadaran tanggung jawab Menyadari akan Mempelajari cara-cara keragaman alternatif pengambilan keputusan dan keputusan dan pemecahan masalah secara konsekuensi yang objektif dihadapinya Mempelajari keragaman interaksi sosial Menyadari nilai-nilai persahabatan dan Mengambil keputusan dan pemecahan masalah atas dasar informasi/data secara obyektif Berinteraksi dengan orang lain atas dasar

sosial

keharmonisan dalam konteks keragaman interaksi sosial

kesamaan Berkolaborasi secara harmonis dengan lain jenis dalam keragaman peran

Menghargai keragaman Mempelajari perilaku peraan laki-laki atau Kesadaran gender kolaborasi antar jenis dalam perempuan sebagai aset ragam kehidupan kolaborasi dan keharmonisan hidup Mempelajari keunikan diri Pengembangan diri dalam konteks kehidupan sosial

Menerima keunikan diri Menampilkan keunikan dengan segala kelebihan diri secara harmonis dan kekurangannya dalam keragaman Menampilkan hidup hemat, ulet, sungguhsungguh dan kompetitif atas dasar kesadaran sendiri Mengembangkan alternatif perencanaan karir dengan mempertimbangkan kemampuan, peluang dan ragam karir Mempererat jalinan persahabatan yang lebih akrab dengan memperhatikan norma yang berlaku Mengekspresikan keinginannya untuk mempelajari lebih intensif tentang norma pernikahan dan berkeluarga

Menerima nilai-nilai Mempelajari strategi dan Perilaku hidup hemat,ulet peluang untuk berperilaku kewirausahaan sungguh-sungguh dan hemat,ulet, sengguh-sungguh (kemandirian kompetitif sebagai aset dan kompetitif dalam perilaku ekonomis) untuk mencapai hidup keragaman kehidupan mandiri Mempelajari kemampuan diri, peluang dan ragam pekerjaan, pendidikan, dan aktifitas yang terfokus pada pengembangan alternatif karir yang lebih terarah Internalisasi nilai-niolai yang melandasi pertimbangan pemilihan alternatif karir

Wawasan dan kesiapan karier

10

Menghargai nilai-nilai Mempelajari cara-cara Kematangan kerjasama dan toleransi membina dan kerjasama dan hubungan dengan sebagai dasar untuk toleransi dalam pergaulan teman sebaya menjalin persahabatan dengan teman sebaya dengan teman sebaya Menghargai normanorma pernikahan dan Kesiapan diri Mengenal norma-norma berkeluarga sebagai untuk menikah dan pernikahan dan berkeluarga landasan bagi terciptanya berkeluarga kehidupan masyarakat yang harmonis

11

Sumber: Depdiknas.2007.Rambu-Rambu Penyelenggaraan Bimbingan dan Konseling dalam Jalur Pendidikan Formal.Jakarta.

Unit Pelaksana Teknis Layanan Bimbingan dan Koseling


http://www.upi.edu/profil/lembaga/upt-lbk

Secara organisatoris, pengelola UPT LBK bertanggungjawab langsung kepada Rektor, sedangkan operasionalnya berada di bawah koordinasi Pembantu Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni. UPT ini meliputi dua bidang garapan, yaitu (1) Bimbingan Akademik, dan Pengembangan/Perencanaan Karir Mahasiswa (3S-CPD) serta (2) Layanan Konseling dan Tes Psikologis. Kepala : Dr. Nandang Rusmana, M.Pd. Sekretaris : Dra. Yusi Riksa Yustiana, M.Pd. Tujuan Layanan Bimbingan dan konseling bertujuan memberikan bantuan kepada mahasiswa UPI, agar memiliki kemampuan dalam mengembangkan keragaman dimensi dirinya. Dapat juga dirumuskan, bahwa tujuan layanan bimbingan dan konseling itu adalah untuk membantu para mahasiswa agar mampu mencapai kematangan pribadinya, baik menyangkut konpetensi spiritual (pengamalan IMTAQ, atau akhlaq mulia), akademik-profesional (penguasaan keilmuan dan keterampilan, dan sosial kemasyarakatan) kemampuan menyesuaikan diri dengan kehidupan yang heterogin, multi etnis, budaya, dan agama). Target Populasi Layanan Pada dasarnya yang menjadi sasaran layanan bimbingan dan konseling adalah semua mahasiswa UPI. Namun dapat juga diperluas kepada sasaran lain, seperti orang tua mahasiswa dan masyarakat. Struktur Layanan Bimbingan Struktur layanan dan konseling terdiri atas empat komponen, yaitu (1) Layanan Dasar Bimbingan, (2) Layanan Responsif, (3) Layanan Perencanaan Individual, dan (4) Dukungan Sistem. Layanan pertama sampai ketiga merupakan pemberian bantuan secara langsung kepada mahasiswa, sedangkan layanan keempat merupakan layanan bantuan konsultasi dan kerjasama dengan pihak-pihak terkait (Pimpinan Universitas, Fakultas, Jurusan, Orang Tua Mahasiswa, dan Instansi lain di luar UPI), serta layanan penataan manajerial. Adapun layanan bantuan yang diberikan kepada mahasiswa meliputi pemberian bantuan/bimbingan dalam bidang pribadi, sosial, belajar, dan karir. Mekanisme Layanan Bimbingan

Layanan bimbingan kepada mahasiswa diberikan oleh para PA (Pembimbing Akademik) di setiap program studi masing-masing. Para mahasiswa dapat juga datang ke UPT LBK untuk berkonsultasi/konseling atau psikotes. Para PA atau ketua program dapat merujuk mahasiswa ke UPT LBK.