Anda di halaman 1dari 15

COATED TONGUE

Disusun oleh :

Citra Putri Meirian 160112090531

Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran Bandung 2011

BAB I PENDAHULUAN Lidah adalah organ muscular pada dasar mulut yang membantu dalam proses pengunyahan dan bicara, pada lidah terdapat organ kecap (Taste buds). Taste buds ini terdapat pada papilla yang terdapat pada permukaan atas lidah. Lidah merupakan habitat untuk mikroorganisme oral, oleh karena itu lidah harus dijaga kebersihannya setiap hari. Akumulasi bakteri pada lidah dan poket periodontal memproduksi volatile sulfur. Komponen ini dapat menyebabkan bau mulut. Banyak pasien dengan coated tongue mengeluhkan bau mulut. Kondisi pada lidah terkadang dapat menggambarkan kondisi sistemik tubuh. Misalnya glositis (inflamasi pada lidah) dapat berhubungan dengan anemia, scarlet fever, defisiensi nutrisi, dan infeksi umum lainnya. Lidah yang kering terkadang dapat mengindikasikan insufisiensi cairan dalam tubuh atau dapat merupakan manifestasi dari demam. Coated tongue terkadang juga terdapat pada beberapa penyakit namun kelainan ini tidak dapat digunakan sebagai indikasi adanya suatu penyakit (Danser et al, 2003). Pada laporan kasus ini didapatkan kelainan pada lidah berupa coated tongue. Coated tongue merupakan suatu kelainan lidah yang umum sekali terjadi, biasanya lebih banyak terjadi pada orang dewasa karena adanya kumpulan epitel, makanan, dan debris microbial (Scully, 2001). BAB II LAPORAN KASUS Data Umum Pasien Nama Umur Alamat Jenis Kelamin Status No. Rekam Medis Pekerjaan : Nn. D : 21 tahun : Jl. Kemang VI blok B.63 RT.05 RW.06, Pekayon Jaya, : Perempuan : Belum Menikah : 2010-04950 : Mahasiswa Bekasi Selatan.

Tanggal Pemeriksaan : 26 Mei 2011 Anamnesis

Pasien datang dengan keluhan lidah berwarna putih kekuningan, terasa kotor dan bau, tidak ada rasa sakit. Pasien mengaku lidahnya sudah putih sejak lama, namun baru menyadari hal tersebut adalah kelainan sejak 1 minggu lalu. Pasien merasa keluhannya bertambah parah apabila sedang sakit demam dan minum obat-obatan antibiotik. Pasien mengaku tidak pernah membersihkan lidah dan menyikatnya, dan pasien tidak pernah mengobati keluhannya ke dokter. Keluhan demikian terdapat pula pada ibu pasien. Sekarang pasien ingin lidahnya dibersihkan. Riwayat Penyakit Sistemik Penyakit jantung Hipertensi Diabetes Melitus Asma/Alergi Penyakit Hepar Kelainan GIT Penyakit Ginjal Kelainan Darah Hamil Kontrasepsi Lain-lain Riwayat Penyakit Terdahulu Disangkal Kondisi Umum Keadaan Umum Kesadaran Suhu : Baik : Compos Mentis : Afebris Tensi Pernafasan Nadi : 100/70 mmHg : 18 x / menit : 94 x / menit : YA/TIDAK : YA/TIDAK : YA/TIDAK : YA/TIDAK : YA/TIDAK : YA/TIDAK : YA/TIDAK : YA/TIDAK : YA/TIDAK : YA/TIDAK : YA/TIDAK

Pemeriksaan Ekstra Oral Kelenjar Limfe

Submandibula kanan : teraba +/Submental kanan : teraba +/Servikal kanan : teraba +/Mata TMJ Bibir Wajah Sirkum Oral Lain-lain

: kiri

: teraba +/-

lunak/kenyal/keras sakit +/lunak/kenyal/ keras sakit +/lunak/kenyal/ keras

sakit +/-

lunak/kenyal/keras : kiri : teraba +/-

sakit +/-

lunak/kenyal/ keras : kiri

: teraba +/-

sakit +/-

lunak/kenyal/ keras

sakit +/-

: Sklera : Non-ikterik, Konjungtiva: Non-anemis, Pupil: Isokor : TAK : TAK : Simetri/Asimetri : TAK : TAK

Pemeriksaan Intra Oral Kebersihan Mulut Kalkulus + / Posterior RA, anterior RB Gingiva Mukosa Bukal Mukosa Labial Palatum Durum Palatum mole Frenulum Lidah : Oedem pada anterior RB : TAK : TAK : Torus pada 1/3 posterior palatum : TAK : TAK : Terdapat selaput berwarna putih kekuningan a/r dorsum lidah anterior : baik/sedang/buruk stain + / plak + / -

sampai posterior Dasar Mulut Status geligi : TAK

18 48

17 47

16 46

15 45

14 44

13 43

12 42

11 41

21 31

22 32

23 33

24 34

25 35

26 36

27 37

28 38

Pemeriksaan Penunjang Radiologi Darah Patologi Anatomi Mikrobiologi Diagnosis D/ DD/ Coated tongue a/r dorsum lidah posterior -Candidiasis : tdl : tdl : tdl : tdl

-Hairy Tongue Rencana Perawatan Pro OHI Pro penggunaan tongue scraper 2x/hari setelah menyikat gigi Pro Scaling RA dan RB Pro kontrol

Terdapat Selaput Putih Kekuningan pada Dorsum Lidah Anterior sampai Posterior

LAPORAN KONTROL

Tanggal pemeriksaan Nama No. RM Jenis kelamin Usia Anamnesis

: 9 Juni 2011 : Nn. D : 2010-04950 : Perempuan : 21 tahun

Dua minggu yang lalu pasien datang dengan keluhan lidah berwarna putih kekuningan, terasa kotor dan bau. Pasien mengaku lidahnya sudah putih sejak lama, namun baru menyadari hal itu adalah kelainan sejak seminggu sebelum perawatan. Keluhan pasien dirasa bertambah parah bila pasien sakit demam dan minum obat-obatan antibiotik. Pada kunjungan pertama kurang lebih 2 minggu yag lalu pasien diberikan perawatan berupa OHI dan instruksi penggunaan tongue scraper 2 kali/ hari setelah menyika gigi. Pemeriksaan Ekstra Oral Kelenjar Limfe Submandibula kanan : teraba +/Submental kanan : teraba +/Servikal kanan : teraba +/Bibir Wajah Sirkum Oral Lain-lain : kiri : teraba +/lunak/kenyal/keras sakit +/lunak/kenyal/ keras sakit +/lunak/kenyal/ keras sakit +/sakit +/sakit +/sakit +/-

lunak/kenyal/keras : kiri : teraba +/-

lunak/kenyal/ keras : kiri : teraba +/-

lunak/kenyal/ keras : TAK : Simetris : TAK : TAK / Asimetri

Pemeriksaan Intra Oral Gingiva Mukosa bukal Mukosa labial Palatum durum Palatum mole Frenulum Lidah : Oedem pada anterior RB : TAK : TAK : Torus pada 1/3 posterior palatum durum : TAK : TAK : Terdapat selaput berwarna putih kekuningan a/r dorsum lidah anterior

sampai posterior Dasar mulut : TAK

Hasil Pemeriksaan Penunjang Radiologi Darah Patologi Anatomi Mikrobiologi Diagnosis D/ Post Coated tongue : tdl : tdl : tdl : tdl

Rencana Perawatan Pro OHI

Kondisi Lidah setelah Kontrol 2 Minggu BAB III TINJAUAN PUSTAKA

1. A.

LIDAH

Lidah adalah organ muscular pada dasar mulut yang membantu dalam proses pengunyahan, penelanan, pengecapan, dan bicara.. Lidah ditutupi oleh lapisan pelindung dari epitel skuamosa berlapis. Pada lidah terdapat organ kecap (Taste buds) (Nirwanda, 2010). Normalnya lidah berwarna kemerahmudaan atau memiliki selaput tipis berwarna putih, dan pada orang yang lebih tua lidah tampak berubah warna karena adanya perubahan diet, penurunan aliran saliva dan penurunan kemampuan untuk menjaga oral hygiene sesuai metode yang baik (Danser et al, 2003). Lidah adalah reservoir utama bagi Candida albicans dan beberapa streptococcus. Terdapat beberapa mikroorganisme lainnya yang biasa ditemukan pada lidah, yaitu (Danser et al, 2003; Scully, 2001): 1. Streptococcus salivarius terdapat paling banyak pada saliva dan lidah,

2. P. gingivalis didalam saliva, dorsum lidah, tonsil, mukosa bukal, gingival, dan mukosa membrane lainnya. P. gingivalis tidak ada pada pasien dengan kondisi periodontal yang sehat, kalu pun ada jumlahnya sangat sedikit. 3. Prevotella intermediaI banyak diisolasi dari membrane mukosa oral, saliva, dan dari plak supra-sub gingival 4. Prevotella melaninogenica, P. loescheii and P. denticola ditemukan pada lidah pasien yang memiliki penyakit periodontal ataupun dengan periodontal sehat. 5. Capnocytophaga ,Streptococcus mutans ,

6. Odontomyces viscosus ada diantara papilla filiformis lidah menutupi permukaan lidah dengan bahan berwarna putih, viscous, dan non-adheren.

Dorsum lidah mempunyai banyak tonjolan-tonjolan mukosa yang membentuk papila-papila. Ada 4 tipe papila pada dorsum lidah papila filiformis, papila fungiformis, papila sirkumvalata dan papila foliata (Nirwanda, 2010):

1. Papila filiformis merupakan papila terkecil dan berjumlah paling banyak. Papila itu berupa batang-batang ramping, seperti rambut, bertanduk, tampak berwarna merah, merah muda atau putih tergantung pada derajat iritasi yang dialami lidah. 2. Papila fungiformis lebih sedikit jumlahnya, warna merahnya lebih cerah dan diameternya lebih lebar dibandingkan dengan papila filiformis. Papila fungiformis tidak bertanduk, berbentuk bulat atau jamur dan sedikit menonjol. Papila ini juga berisi kuncup-kuncup pengecap. Papila ini paling banyak terdapat di tepi lateral dan ujung anterior dari lidah. Kadang-kadang papila fungiformis mengandung pigmen coklat, terutama melanoderm. 3. Papila sirkumvalata adalah papila terbesar yang tampak sebagai papula-papula berwarna merah muda 2 sampai 4 mm. Papula tersebut dikelilingi oleh suatu parit sempit dan juga berisi kuncup-kuncup pengecap. Papila-papila ini berjumlah 6 sampai 12 dan tersusun dalam suatu deretan berbentuk V di sepanjang ujung-ujung sulkus di sisi posterior lidah dorsum lidah, papilla-papila tersebut secara anatomis membagi lidah menjadi dua bagian yaitu, 2/3 anterior dan 1/3 posterior. 4. Papila foliata terdapat pada sisi lateral lidah posterior, bentuknya seperti daun yang menonjol, mengarah seperti lipatan-lipatan vertikal. Terkadang tonsil lingual yang meluas ke daerah ini dari daerah akar dorsal posterior tampak seperti papilla foliate B. COATED TONGUE 1. Pengertian

Coated tongue adalah lapisan berwarna putih, kuning, atau kecoklatan di atas permukaan lidah, yang disebabkan oleh adanya akumulasi dari bakteri, debris makanan, lekosit dari poket periodontal, dan deskuamasi sel epitel (Danser et al, 203). Pasien yang lebih tua memiliki prevalensi yang lebih sering untuk coated tongue dari pada pasien yang lebih muda. Perubahan pola diet, ketidakmampuan fisik untuk menjaga oral hygiene dengan baik, dan penurunan jumlah aliran saliva akan menyebabkan akumulasi dari debris oral. Selain itu dikatakan pula bahwa ketebalan coated tongue akan semakin bertambah pada pasien penderita penyakit periodontal. Leukosit meningkat pada saliva pasien dengan penyakit periodontal, dan lekosit akan terakumulasi pada permukaan lidah (Danser et al, 2003). Coated tongue akan menyebabkan terjadinya penumpukan bakteri, bau mulut dan sensasi rasa pada lidah kurang peka(Quirynen et al, 2004). 2. Etiologi

Secara mikroskopis pembentukan coated tongue berhubungan erat dengan tingkat multipikasi sel epitel, kuantitas dari desmosom dan granul pada selaput membrane (Danser et al,2003). Berikut adalah beberapa predisposisi terjadinya coated tongue (Scully, 2001):

1. 2. 3. 4. 5. 6. 7.

Edentulous Diet makanan lunak Oral hygiene yang buruk Puasa Demam Xerostomia Konsumsi berbagai obat

3. Patofisiologi Pada dasarnya, permukaan atas lidah adalah daearah yang rentan iritasi. Iritasi ini sering disebabkan oleh minuman yang terlalu panas atau makanan yang kasar. Hal tersebut menyebab bagian permukaan lidah membentuk perlindungan berupa lapisan dari keratin yang telah mati. Dalam keadaan normal jumlah keratin yang diproduksi sama dengan keratin yang mengelupas ( telah mati). Pada keadaan tidak normal keseimbangan tersebut terganggu sehingga menyebabkan coated tongue. Coated tongue juga dapat disebabkan oleh diet makanan lunak yang menyebabkan keratin tidak terangsang untuk mengelupas (AOMP, 2005). 4. Gambaran Klinis

Gambaran coated tongue secara klinis berupa selaput (lesi plak) yang menutupi bagian permukaan atas lidah. Selaput ini dapat berwarna putih kekuningan sampai berwarna coklat. Selaput terdiri dari akumulasi bakteri, debris makanan, lekosit dari poket periodontal, dan deskuamasi sel epitel. Selaput ini dapat hilang pada pengerokan tanpa meninggalkan daerah eritem. Coated tongue dapat muncul dan hilang dalam waktu yang singkat (Danser et al 2003; Laskaris, 2006; Scully, 2001). 5. Diagnosis Banding

Lesi coated tongue harus dibedakan candidiasis, hairy leukoplakia, dan hairy tongue (Scully, 2001): 1. Candidiasis Candidiasis merupakan infeksi oportunistik yang disebabkan oleh pertumbuhan berlebih dari Candida albicans. Pertumbuhan candidiasis berlebih dapat disebabkan oleh iritasi kronis, kebersihan mulut yang jelek, dan xerostomia. Lesi ini tampak sebagai plak mukosa berwarna putih, difus, dan bergumpal yang dapat dikerok namun meninggalkan permukaan eritem, kasar, atau berdarah. Pada kondisi candidiasis Daerah rongga mulut yang biasanya terkena adalah dorsum lidah, palatum, dan sudut bibir (Langlais dan Miller, 1994). 1. Hairy Leukoplakia Hairy leukoplakia adalah suatu temuan benar-benar mirip leukoplakia yang menunjukkan infeksi dan imunosupresi dari HIV. Lesi ini terutama terletak pada tepi lateral lidah, tetapi dapat meluas menutupi permukaan dorsal dan ventralnya. Berasal dari virus Epstein-Barr. Lesi ini membentuk

kupasan seperti rambut dari lapisan permukaan parakeratotik serta menimbulkan plak berkerut tebal dan luas berwarna putih. Tepinya tidak berbatas jelas dan lesi ini tidak hilang bila dikerok (Langlais dan Miller, 1994) 1. Hairy Tongue Hairy tongue merupakan pemanjangan dari papilla fiiformis yang membuat dorsum lidah tampak seperti berambut. Hairy tongue dapat berwarna putih, kuning, coklat atau hitam. Warna tersebut adalah akibat dari faktor-faktor intrinsik (organism kromogenik) dan ekstrinsik (warna makanan dan tembakau). Lesi tersebut biasanya mulai dari dekat foramen caecum pada permukaan dorsal lidah , menyebar ke lateral dan ke anterior. Papila filiformis yang terlibat akan berubah warna dan memanjang sampai beberapa millimeter. Hairy tongue biaanya tanpa gejala, namun dalam keadaan yang parah hairy tongue dapat menyebabkan gatal pada lidah (Langlais dan Miller, 1994) 6. Terapi

Terapi untuk coated tongue adalah sebagai berikut (Scully, 2001): 1. Terapi faktor yang melatarbelakangi terjadinya coated tongue 2. Meningkatkan oral hygiene 3. Membersihkan lidah Metode membersihkan lidah dapat dilakukan dengan menggunakan instrument tongue-scraping yang terbuat dari bahan plastik, atau dapat digunakan bagian cekung dari sendok sebagai alternatif. Membersihkan lidah dengan sikat gigi pun dapat dilakukan, metode ini sangat mudah dan dapat mengurangi rasa mual saat membersihkan lidah. Berikut ini adalah tahap-tahap membersihkan lidah dengan tongue scraper (Danser et al, 2003): Keluarkan lidah dari mulut sepanjang-panjangnya

Perhatikan daerah dengan akumulasi debris pada lidah, debris biasanya terletak pada daerah paling posterior pada dorsum lidah Letakkan tongue scraper seposterior mungkin pada dorsum lidah Tongue scraper dipastikan dapat menyentuh seluruh permukaan lidah Berikan tekanan pada scraper sambil mendorong tongue scraper ke depan perlahan-lahan Bersihkan tongue scraper dari debris dengan air mengalir Ulangi prosedur scraping sampai debris tak dapat diambil lagi

Bersihkan dan keringkan tongue scraper Gunakan peroxide atau asam ascorbic sebagai obat kumur BAB IV PEMBAHASAN

Pada kunjungan pertama, pasien datang dengan keluhan lidah berwarna putih kekuningan, terasa kotor dan bau, tidak ada rasa sakit. Pasien mengaku lidahnya sudah putih sejak lama, namun baru menyadari hal tersebut adalah kelainan sejak 1 minggu lalu. Pasien merasa keluhannya bertambah parah apabila sedang sakit demam dan minum obat-obatan antibiotik. Pasien mengaku tidak pernah membersihkan lidah dan menyikatnya, dan pasien tidak pernah mengobati keluhannya ke dokter. Keluhan demikian terdapat pula pada ibu pasien. Pasien ingin lidahnya dibersihkan. Berdasarkan beberapa riwayat penyakit sistemik yang ditanyakan kepada pasien, pasien mengaku tidak pernah menderita penyakit sistemik tersebut dan pasien tidak pernah melakukan pengobatan untuk penyakit yang berat. Saat ini pun pasien sedang tidak meminum obat apapun. Pada pemeriksaan kondisi umumnya pun tidak ditemukan keabnormalan pada tanda-tanda vital. Pemeriksaan ini meliputi keadaan umum, kesadaraan, tekanan darah, suhu, pernapasan dan nadi. Dari pemeriksaan di atas dapat dikatakan pasien memiliki kondisi sistemik yang baik. Pada pemeriksaan ekstra oral tidak ditemukan keabnormalan. Pada pemeriksaan klinis intra oral ditemukan torus pada 1/3 posterior palatum durum dan terdapat selaput berwarna putih kekuningan pada dorsum lidah anterior sampai posterior, lesi dapat dikerok dengan tongue scraper. Selaput putih kekuningan tersebut diduga merupakan coated tongue yang tersusun dari akumulasi bakteri, debris makanan, dan deskuamasi sel epitel (Danser et al, 203). Keluhan utama pasien yang merasa terganggu pada lidahnya yang terasa kotor, pahit dan bau merupakan gejala subjektif yang biasa dikeluhkan pasien dengan gambaran lidah berselaput. Rasa kotor yang dikeluhkan pasien berasal dari sisa debris makanan, bakteri, dan epitel yang tidak terdequamasi. Sedangkan, rasa pahit dirasakan pasien karena papilla-paila lidah yang ditutupi oleh selaput. Rasa bau mulut yang dikeluhkan oleh pasien berkaitan dengan akumulasi bakteri pada lidah, bakteri dapat memproduksi gas volatile sulfur yang dapat menyebabkan efek halitosis (Danser et al, 2003) Dalam anamnesa pasien mengaku tidak pernah membersihkan lidahnya dengan alat apapun. Dari riwayat medik dan pemeriksaan kondisi umum, dapat dikatakan pasien memiliki kondisi sistemik yang baik. Dari keterangan tersebut dapat diketahui bahwa faktor predisposisi dari lidah berselaput pada pasien ini adalah karena kebersihan mulut yang kurang baik, tanpa ada keterlibatan kondisi sistemiknya. Hal ini sesuai dengan faktor-faktor predisposisi coated tongue yang telah disebutkan dalam BAB sebelumnya yaitu edentulous, diet makanan lunak, oral hygiene yang buruk, puasa, demam, xerostomia, dan konsumsi berbagai obat (Scully, 2001).

Berdasarkan anamnesa dan pemeriksaan klinis ditegakkan diagnose coated tongue untuk kasus pada pasien Nn.D. Terjadinya coated tongue pada pasien ini diawali dengan kebiasaan pasien yang tidak pernah membersihkan lidahnya sejak lama. Sehingga terjadilah penumpukkan bakteri, debris makanan, dan desquamasi epitel, lama-kelamaan tumpukan tersebut menjadi plak yang berwarna putih kekuningan. Terapi coated tongue pada kasus ini adalah dengan memberikan : 1. 2. 3. 4. Oral Hygiene Instruction (OHI) Anjuran penggunaan tongue scraper 2x/hari setelah menyikat gigi Anjuran Scaling RA dan RB Anjuran untuk kontrol kembali

Seluruh terapi yang dilakukan bertujuan untuk meningkatkan oral hygiene pasien secara keseluruhan termasuk anjuran untuk membersihkan lidahnya dengan tongue scraper yang sebelumnya belum pernah dilakukan pasien. Usaha meningkatkan oral hygiene pasien ini dilakukan untuk menghilangkan faktor predisposisi dari coated tongue nya yaitu oral hygiene pasien yang kurang baik. Hal ini sesuai dengan terapi coated tongue menurut Scully yaitu menghilangkan faktor predisposisi coated tonguenya, menjaga oral hygiene, dan membersihkan selaput pada lidah (Scully, 2001) Setelah dua minggu dari kunjungan pertama pasien datang untuk kontrol. Selaput pada lidah sudah bersih, tidak ada selaput putih lagi dan permukaan lidah tampak berwarna merah muda. Keluhan pasien mengenai rasa kotor, pahit, dan bau mulut pun telah tidak dirasakan lagi. Pada kontrol diberikan kembali Oral Hygiene Instruction untuk tetap menjaga kebersihan rongga mulut dan lidah.

A. Kondisi Lidah pada Kunjungan pertama; B.Kondisi Lidah pada Kontrol BAB V KESIMPULAN Coated tongue merupakan lesi berupa selaput yang menutupi permukaan lidah, berwarna putih kekuningan, dapat dikerok. Coated tongue dapat disebabkan oleh edentulous, diet makanan lunak, oral hygiene yang buruk, puasa, demam, xerostomia, dan konsumsi berbagai obat. Lesi ini harus dibedakan dengan candidiasis, hairy leukoplakia, dan hairy tongue. Terapi lesi ini dapat dilakukan dengan menjaga kebersihan rongga mulut dan lidah setiap hari.