Anda di halaman 1dari 6

KEPULAUAN MALUKU A.

Keadaan Fisiografis Secara Umum Kepulauan Maluku merupakan daerah relief yang beraneka ragam dengan basin-basin dan pegunungan hingga saat ini proses pembentukan pegunungan masih aktif. Daerah Maluku merupakan provinsi kepulauan dengan luas perairan mencapai 658.295 km2 dan luas daratannya mencapai 54.185 km2 dengan panjang pantai 10.662 km. B. Maluku utara Mrupakan penghubung antara pilipina di utara, irian di timur dan Sulawesi di barat. Daerah ini tersusun dari punggunan baeah laut yang kompleks berupa rangkaian pulau-pulau dan gugusan pulau yang dipisahkan oleh palung-palung. Kerangka Maluku utara berbentuk segitiga dan merupakan bagian kulit bumi yang terangkat dengan kuat dengan ketinggian rata-rata beberapa ribu kilometer di atas daerah sekelilingnya yang tenggelam a. Punggung bawah laut menghubungkan ujung selatan Mindanao dengan Minahasa. b. Zone Depresi c. Zone Samar d. Dataran Talaut, bersambung dengan daerah terangkat yang membentang kea rah selatan pada konfigurasi dasar dari laut Maluku. e. Naiknya secara kompleks dari dasar laut Maluku di sepanjang sisi timurnya dibatasi oleh suatu penurunan yang membentang dari basin Morotai ke basin Bacan.

C. Maluku Selatan 1. Geografi Jumlah penduduknya sekitar 68.902 jiwa yang umumnya adalah nelayan dan sektorperikanan laut ayng termasuk budidaya mutiara. Curah hujan rata-rata pertahun adalah 1.500 mm dengan bulan basa 3 sampai 4 bulan. Umumnya curah hujan yang jatuh didaratan sebagian besar limpasan dan menuju ke laut. 2. Geomorfologi Morfologi Maluku selatan dibagi menjadi 2 yaitu morfologi dataran dan morfologi perbukitan rendah. Disusun oleh batuan yang termasuk firmasi wasir yang terdiri dari selang seling napal abut lumpur gamping dan batu gamping 3. Geologi Maluku selatan disusun oleh hasil kegiatan endapan laut dangkal berumur Plio-Plistosen dampai Holosen. Batuannya terdiri dari batu gamping, napal dan abut lumpur gamping dan endapan alluvium. Ururtan batuan dari yang termuda sampai yang tertua adalah sebagai berikut: Formasi manumbai Formasi wasir Alluvium

y y y

Sejarah geologi Maluku selatan dimulai pada zaman miosen bawah yang masih berupa daerah laut, dirincikan dengan pengendapan batu gamping dan napal yang berlangsung sampai miosen tengah. Pada zaman miosen atas- Pliosen bawah terjadi pengangkatan dan lingkungan

pengendapan berubah menjadi laut dangkal dengan adanyan pengendapan batu gamping dan napal yang termasuk formasi manumbai. Pada zaman pliosen tengah terjadi pengendapan sedimen kalstik yang termasuk dalam formasi buru. Formasi buru merupakan pengangkatan kulit bumi yang berbentuk seperti Dome dan dikelilingi oleh 4 basin, yaitu : Basin manipa Basin diantara buru dan punggungan Luynes Basin Banda utara disebelah barat buru Basin Buru disebelah utara pulau-pulau Buru.

y y y y

D. Wilayah pesisir dan potensinya Wilayah Maluku merupakan daerah pesisir yang banyak memiliki pantai dan daearah pertemuan antara darat dan laut dengan batas ke arah darat merupakan daratan baik kering maupun

terendam air yang masih mendapat pengasuh sifat laut seperti angin laut, pasang surut yang dicirikan oleh vegetasi khas. Beberapa ekosisitem wilayah pesisr yang khas yaitu estuaria muara sungai, delta, laguna, terumbu karang, padang lamun, hutan mangrove, hutan rawa dan bukti pasir. Luas daerah pesisr sangat bergantung pada struktur geologi yang dicirikan oleh topografi dari wilayah yang membentuk tipe-tipe wilayah tersebut.

GAMBAR PETA KEPULAUAN MALUKU

DAFTAR PUSTAKA Verstappen, Th. "Sumbengan Bagi Geomorfologi Kepulauan Maluku/1958. Jakarta: Departemen Pertahanan

MAKALAH GEOMORFOLOGI

DI SUSUN OLEH: KELOMPOK 5 ANGGOTA 1. Putri Melati 2. Sumiyati Hilmi 3. Angga Djeliansyah Kelas/Semester DOSEN PEMBIMBING : A/III : Wasis Romadhony :

UNIVERSITAS PGRI PALEMBANG FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN PROGRAM STUDI GEOGRAFI 2012/2013