Anda di halaman 1dari 2

Pendidikan pengembangan Sespimti Polri dan selanjutnya dapat mengikuti program pendidikan Singkat Angkatan (PPSA) pada Lemhanas

. Sementara itu pagi Perwira sumber Akpolri yang berpangkat AKP tidak memiliki kualifikasi s-2 Ilmu Kepolisian atau terapan kepolisian diberi kesempatan mengikuti pendidikan profesi Sespimma, Sespimmen dan Sespimti dengan kualifikasi dan persyaratan tertentu. Bagi perwira lulusan Sespimmen Polri yang berpangkat Kombes dengan masa kerja / usia dan syarat tertentu tetapi tidak berkemampuan mengikuti pendidikan pengembangan pada Sespimti Polri maka mereka dapat mengikuti Program Pendidikan Reguler Angkatan (PPRA) pada Lemhanas setelah lulus seleksi (diproyeksikan dapat menjadi pimpinan tinggi Polri atau maksimal berpangkat Irjen Pol).

3. Pola pendidikan Perwira (SIPSS). Bagi pemuda-pemudi Warga Negara Indonesia yang mempunyai kualifikasi akademis minimal Sarjana Strata-1 dapat menjadi anggota Polri melalui pendidikan pembentukan inspektur Polisi Sumber Sarjana di SETUKPA. Selanjutnya setelah dilantik menjadi perwira polri (IPDA) langusng mengikuti program pendidikan di STIK dengan kajian Ilmu Kepolisian (SIK). Setelah bertugas menjadi perwira dengan baik hingga menyandang pangkat Ajun Komisaris Polisi (AKP), maka perwira yang bersangkutan melalui proses seleksi dapat mengikuti pendidikan menajerial tingkat pertama diberi kesempatan untuk melanjutkan pendidikan Strata-2 Strata-3 dengan Kajian Ilmu Kepolisian.

Pada saat menyandang pengkat Komisaris Polisi (Kompol) atau Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP), mereka dapat mengikuti seleksi untuk pendidikan menejerial tingkat menengah pada Sespimmen Polri.

Bagi perwira sumber sarjana lulusan Sespimmen Polri yang berpangkat Kombes dengan masa kerja / usia dan syarat tertentu, meraka dapat mengikuti seleksi untuk masuk program pendidikan regular Angkatan (PPRA) pada Lemhanas.

Dalam pola pendidikan Polri ini, guna peningkatan pengetahuan dan keterampilan personel Polri harus mengikuti pendidikan Vokasi (Dikbangspes) yang materi pembelajarannya bersifat kognitif dapat dilaksanakan dengan metode pambelajaran jarak jauh (PJJ) dengan

Sedangkan pendidikan yang materi pembelajarannya secara langsung (tatap muka).menggunakan sarana teknologi informasi. .