Sejarah Kota Mojokerto Pembentukan Pemerintah Kota Mojokerto melalui suatu proses kesejahteraan yang diawali melalui status

sebagai staadsgemente, berdasarkan keputusan Gubernur Jendral Hindia Belanda Nomor 324 Tahun 1918 tanggal 20 Juni 1918. Pada masa Pemerintahan Penduduk Jepang berstatus Sidan diperintah oleh seorang Si Ku Cho dari 8 Mei 1942 sampai dengan 15 Agustus 1945. Pada zaman revolusi 1945 - 1950 Pemerintah Kota Mojokerto didalam pelaksanaan Pemerintah menjadi bagian dari Pemerintah Kabupaten Mojokerto dan diperintah oleh seorang Wakil Walikota disamping Komite Nasional Daerah. Daerah Otonomi Kota Kecil Mojokerto berdiri berdasarkan Undang-Undang Nomor 17 Tahun 1950, tanggal 14 Agustus 1950 kemudian berubah status sebagai Kota Praja menurut Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1957. Setelah dikeluarkan Undang-Undang Nomor 18 Tahun 1965 berubah menjadi Kotamadya Mojokerto. Selanjutnya berubah menjadi Kotamadya Daerah Tingkat II Mojokerto berdasarkan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1974. Selanjutnya dengan adanya Undang-Undang Nomor 22 Tahun 1999, tentang Pemerintahan Daerah, Kotamadya Daerah Tingkat II Mojokerto seperti Daerah-Daerah yang lain berubah Nomenklatur menjadi Pemerintah Kota Mojokerto. Sumber : Situs Pemerintah Kota Mojokerto

Sejarah Pemerintah Kota Mojokerto tak lepas dari sejarah Kerajaan Mojopahit yang pada masa kejayaannya dipimpin oleh seorang raja bernama Hayam Wuruk pada tahun 1350 – 1389 dengan maha patihnya Gajah Mada. Kerajaan Mojopahit adalah suatu negara yang besar, terletak di Daerah Delta Kali Brantas dan Kali Brangkal, dan merupakan kubu pertahanan yang cukup tangguh dalam menghadapi pasukan kolonial. Daerah Canggu sebagai daerah pelabuhan, merupakan pintu gerbang dari semua kegiatan lalu lintas perdagangan (logistik) pada waktu itu. Untuk kelancaran komunikasi dan angkutan, dibuatlah jalan yang menghubungkan daerah pelabuhan Canggu dengan pusat ibukota. Kota Mojokerto sebagai pusat pemerintahan Mojopahit kala itu, saat ini masih meninggalkan banyak bukti-bukti antara lain sebutan Prajurit Kulon, Magersari, Suronatan, Sentanan, dsb. Tahun berganti tahun, abad berganti abad, maka sampailah sejarah Mojopahit di bawah Pemerintahan Hindia Belanda. Pada zaman Pemerintah Pemerintah Hindia Belanda, Kota Mojokerto dibentuk sebagai Stadgemeente dengan Keputusan Gubernur Jendral J. Van Limburgstirum pada tanggal 20 Juni 1918, Staatblad tahun 1918 Nomor 324. Kemudian pada zaman Jepang, Kota Mojokerto berstatus sebagai sidi Pemerintah oleh Sie Cok dan Sie Sangikat yang mempunyai wakil sendiri disamping wakil dari daerah Kabupaten Mojokerto. Pada tahun 1945, Kota Mojokerto merupakan garis depan pertahanan Jawa Timur, dimana Markas Besar Divisi I dibawah pimpinan Panglima Divisi Sungkono. Pada saat itu pasukan kita dalam menghadapi pasukan Kolonial , mundur sampai di Mojokerto. Sebagai daerah basis perjuangan, Kota Mojokerto beserta segenap warga masyarakat telah menunjukkan semangat perjuangannya dalam menghadapi serangan kolonial yang akan mengembalikan pemerintahan penjajahan di Bumi Indonesia.

Untuk mengenang sikap heroisme dan patriotisme pada pejuang bangsa serta

Lokasi masjid ini berada di pusat kota sebelah Barat Alun-alun Kota Mojokerto yang digunakan untuk syiar Agama Islam. Aloon-aloon Kota Mojokerto yang terletak di pusat kota. Ciri khas yang menonjol pada bangunan Klenteng dan Vihara ini adalah arsitekturnya khas Cina. yang menetapkan Hari Jadi Kota Mojokerto yaitu pada tanggal 20 Juni. Sedangkan Vihara Metta Sraddha didirikan pada tahun 1955. dan berdasarkan hasil penelitian diterbitkanlah Surat Keputusan Walikotamadya Kepala Daerah Tingkat II Mojokerto Nomor HK. Pada kurun waktu 1945 – 1950. Pemerintah Kota Mojokerto di dalam melaksanakan Pemerintahan menjadi bagian dari Pemerintahan Kabupaten Mojokerto dan diperintah oleh seorang Wakil Walikota disamping Komite Nasional Daerah. Dengan ditetapkan Undang-undang Nomor 18 Tahun 1965 nomenklaturnya berubah menjadi Kotamadya Mojokerto yang selanjutnya berdasarkan Undang-undang Nomor 5 Tahun 1974 berubah lagi menjadi Kotamadya daerah Tingkat II Mojokerto. Lokasi Klenteng dan Vihara ini berada di Jl. KLENTENG HOK SIANG KIONG Klenteng Hok Siang Kiong didirikan pada jaman Belanda sekitar tahun 1823. tentang Pembentukan Daerah Kota Kecil dalam lingkungan Propinsi Jawa Timur / Jawa Tengah / Jawa Barat kemudian dikukuhkan sebagai Kota Praja berdasarkan Undang-undang Nomor 1 Tahun 1957. bagi warga Kota Mojokerto dan sekitamya merupakan tempat rekreasi sekaligus sebagai sarana bersantai bagi keluarga . tentang Pemerintahan Daerah. Pada tahun 1950 dengan dileburnya Negara Jawa Timur ke dalam Republik Indonesia. telah dibangun sebuah monumen proklamasi yang berdiri kokoh di tengah-tengah Alun-alun Mojokerto serta telah diubahnya peruntukan gedung bekas Kantor Departemen Penerangan Kabupaten dan Kota mojokerto dengan upaya yang cukup intensif dari Pemerintah Kota Mojokerto menjadi Gedung LVRI / Gedung Juang 1945.memperingati hari pahlawan 10 Nopember. Kemudian dengan adanya Undang-undang Nomor 22 Tahun 1999. Kotamadya Daerah Tingkat II Mojokerto seperti daerah-daerah yang lain berubah nomenklatur menjadi Pemerintah Kota Mojokerto. poliklinik dan koperasi. sebagai bagian wilayah pengembangan Gerbangkertosusila.46 KM2 yang terdiri atas dua wilayah kecamatan yaitu Kecamatan Magersari dan Prajurit Kulon dengan 18 Desa / Kelurahan. Masjid Al-Fattah saat ini telah dipugar dan diperluas untuk menampung jamaah serta dilengkapi dengan fasilitas di antaranya perpustakaan. Pembentukan Pemerintah Kota Mojokerto melalui suatu proses kesejarahan yang diawali dengan status sebagai Staadgemeente. 66 Tahun 1982. Sejak dikeluarkannya PP Nomor 47 Tahun 1982 tentang Perubahan Batas Wilayah Kotamadya Daerah Tingkat II Mojokerto. MASJID AGUNG AL-FATTAH Masjid Agung Al-Fattah didirikan pada jaman Belanda tepatnya pada tanggal 7 Mei 1878. taman pendidikan Al-Quran. Disamping itu untuk mengenang semangat perjuangan tersebut. Residen Pamudji. luas wilayah Kotamadya Mojokerto menjadi 16. Bupati Mojokerto saat itu sekaligus merangkap menjadi Walikota dan Badan Pekerja Komite Nasional Indonesia. Bagi Anda yang singgah di Kota Mojokerto belum lengkap rasanya jika tidak mampir dan sholat serta berdo'a di Masjid Agung Al-Fattah agar perjalanan wisata anda bisa membawa barokah. maka berdasarkan Undang-undang Nomor 17 Tahun 1950. maka sejak lama telah diselenggarakan gerak jalan tradisional Mojokerto – Surabaya.

The Netherlands tahun 1998. “Saya mendapatkan hadiah dari KITLV Perwakilan Jakarta sekitar 4 tahun lalu. Wayam Wuruk sampai di jembatan gajah Mada. fotografi. land en volkenkunde (KITLV). Saat ini telah direnovasi guna menampung berbagai kegiatan Gerejani serta telah dilengkapi dengan berbagai fasilitas di antaranya AC Band.di akhir pekan.” kata Abdul Malik. Itulah potret Aloon-aloon Kota. KAWASAN SUNGAI BRANTAS INDAH DAN JOGGING TRACK Dermaga Sungai Brantas merupakan salah obyek wisata air di Kota Mojokerto. Mulai pagi hari hingga malam hari. puluhan PKL mengais rejeki dengan menjajakan aneka dagangannya hingga tengah malam. Diterbitkan Koninklijk Instituut voor taal. Rekaman kehidupan Mojokerto beberapa tahun silam dapat dilacak dalam beberapa buku. Leiden. Pada pagi hari. Area ini sangat cocok untuk berolah raga pada pagi hari dan jalan-jalan sore sambil menikmati hembusan angin sungai yang sepoi-sepoi. Di sana kita dapat berjalan-jalan di area Jocking Track sambil menikmati indahnya Sungai Brantas dan sejuknya terpaan angin sungai tanpa dipungut biaya. Di area luar aloon-aloon akan kita dapati kendaraan khas kota Mojokerto yang disewakan yaitu Dokar dan Sepur Kelinci dengan rute mengelilingi sekitar aloon-aloon dan kota mojokerto. Leiden . Kota-kota . warga sekitar. Salah satunya buku Modjokerto in de motregen.multiply. Dan ketika senja tiba. Gereja ini terletak di Jl. mengawali obrolan santai dengan Radar Mojokerto. Aloon-aloon tidak pemah sepi dari berbagai kegiatan. warga Kradenan. Belanda KOTA MOJOKERTO TEMPO DULU DALAM BINGKAI SEJARAH Mojokerto sedang merayakan ulang tahun ke 90 pada tanggal 20 Juni. Kala sore menjelang. ini yang amat meriah. memanfaatkan lapangan Aloon-aloon untuk kegiatan sepakbola. banyak siswa-siswi memanfaatkan tempat ini untuk melakukan kegiatan olahraga ataupun sebagai tempat sarana bermain. Yani I dan didirikan pada tanggal 23 Desember 1899. Di Area ini juga terdapat caffe lesehan menyediakan beberapa macam makanan. A. Modjokerto in de motregen merupakan rekaman perjalanan jurnalistik Willem Welveren (1887-1943) pada beberapa kota di Jawa dan Madura. Panjang Area ini kurang lebih sepanjang 1 Km. GEREJA PROTESTAN INDONESIA BAGIAN BARAT Gereja Protestan Indonesia Bagian Barat merupakan salah satu gereja tertua di Kota Mojokerto dan merupakan peninggalan jaman Belanda. Bagi anda yang ingin menikmati sarana wisata yang murah tanpa dipungut biaya silakan berkunjung dan nikmati pesona Kawasan Sungai Brantas Indah Dan Jogging Track Kota Mojokerto http://jatimguide.com/photos/album/6/KOTA_MOJOKERTO Foto: koleksi KITLV. Kawasan ini terletak di sekitar Jl. terutama para remaja. seni rupa maupun karya sastra. Anda dapat menikmati suasana santai lesehan di rumput lapangan aloonaloon dengan menggelar alas tikar yang disewakan serta aneka jajanan yang terjangkau harganya dan enak rasanya. yang tak pemah sepi oleh berbagai kegiatan dari pagi hingga mal am hari.

Dan dari bulan Desember sampai April kami selalu basah. terminal di Kranggan (sekarang Bentar) ada Hotel Tegalsari. Rembang.” Saat ini Penginapan Barat telah berubah fungsi menjadi tempat kos.” Saya mencatat bahwa disetiap terminal bermunculan tempat menginap. Semarang . Bangkalan. Air menggenang yang mengandung sampah dan lumpur inilah jang mendjangkitkan penyakit typhusku. karena letaknja kerendahan.yang disinggahi adalah Rembang.” (halaman 35). karena aku bersekolah disekolah Bumiputera. Bab Modjokerto: kesedihan dimasa muda menceriterakan masa kecil Bung Karno di Mojokerto. Bangil. ”Dari hotel saya dapat melihat alun-alun. Batu. Sepertinya dia berjalan dari Penginapan Barat menuju kantor pos dan melihat keramahan warga Mojokerto sepanjang perjalanan. Sewaktu terminal Mojokerto berada di Pasar kliwon ada Penginapan Barat. akan tetapi setidak-tidaknja ia kering. Penjambung Lidah Rakjat Indonesia . . “Welveren juga menyebut apotik. kantor pos. dekat sebuah kali. Nama hotel tersebut juga tertulis dalam buku Lonely Planet yang merupakan buku panduan wisata tersohor di dunia. “Dipagi hari aku bergembira. Mojokerto. dapat dibaca mulai halaman 30 sampai 42.” Selanjutnya Malik mengatakan bahwa . “Beruntung saya bertemu Laura. Panarukan.Walvaren yang ia tulis dalam buku tersebut. Kami semua tigapuluh orang murid di Inlandsche School kelas dua. Djakarta 1966. “Sewa rumah kami sangat murah. Kalau musim hudjan kali itu meluap. losmen atau hotel. museum. dimana kami semua sama. begitu kesan W. Dia sempat membacakan dalam terjemahan bahasa Indonesia yang tidak begitu lancar.” Buku lain yang mencatat Mojokerto pada halaman-halamannya adalah Bung Karno. membandjiri rumah dan menggenangi pekarangan kami. Pasir Putih. warga Belanda yang sedang berkunjung ke Mojokerto beberapa bulan lalu. terminal Panggreman (sekarang kantor PDAM Kota ) ada Hotel Nagamas. Kalianget. Kesan-kesan Welveren ketika singgah di Mojokerto 27 Maret 1939 dapat dibaca pada halaman 143 sampai 147. museum dan Jalan Mojopahit dalam bukunya. Setelah sehat kembali kami pindah ke Djalan Residen Pamudji. wawancara Cindy Adams dengan Bung Karno. Buku setebal 158 halaman ini terbit dalam bahasa Belanda.Disekitar hotel tumbuh banyak pohon pisang”. Rumah ini tidak lebih baik keadaannya. Jombang.39. Diterbitkan PT Gunung Agung. “Setelah saya telusuri ‘Hotel Esplanade’ tempat ia menginap adalah Penginapan Barat di Kradenan gang 2 no. Tuban.

perempatan toko buku Hasan bin Sjeban. Saiful Bakri. Chamim Kohari.en Tramwegen in Nederlandsch Indië West Java. Pasar Tanjung. Madura and Sumatra Kereta api dan gantung perusahaan di Jawa. Orang Bumiputera dilarang memakai pangkat Kepala Sekolah. van de Bos. Dimana dan bagaimana kondisi rumah dan sekolah Bung Karno saat ini? Bagus Endro Kuncoro. menemukan foto H. dll. Dua tahun lalu Biro Sastra Dewan Kesenian Kota Mojokerto membukukan puisi-puisi karya 14 penyair Mojokerto dalam sebuah antologi puisi berjudul Mojokerto Dalam Puisi. Faqih. panggilan akrabnya. Walikota Mojokerto (14 Agustus 1922-29 Januari 1925). Max Arifin.C.Bapakku mendjadi Mantri-Guru jang berarti kepala sekolah. kantor Telkom. guru seni rupa SMAN 2 Kota Mojokerto juga kerap menjadikan sudutsudut Mojokerto tempo dulu dalam karya lukis semisal Kantor Pengairan di Jalan A Yani. Madura dan Sumatera Length Construction Panjang Konstruksi in 1939 Notes Name Nama Location Lokasi period pada Catatan periode tahun 1939 Nederlandsch-Indische Spoorweg Mij Nederlandsch-Indische Spoorweg Mij Staatsspoor. warga Margosari menemukan beberapa foto Mojokerto Tempo Doeloe sewaktu surfing di internet. M Misbach. Timur 1867-1924 Tengah dan Jawa Timur Aceh Aceh 1876-1917 1876-1917 855 km 855 km 512 km 512 km . Umi Salama. 20 Juni 2008) Railway and tramway companies in Java. stasiun kereta api. keduanya karya Drs H Abdullah Masrur. Mas Syahroni. Suliadi. Mereka adalah Aming Aminoedhin. Eastern Central and East Java 1867-1924 Jawa Barat. (Harian Radar Mojokerto. Inilah mozaik untuk kado Kota Mojokerto ke 90. Gatot Sableng. Andi Nurkholis. Tausikal. Sejarah Mojokerto juga tertoreh pada buku Nasionalisme Dua Orang Kiai tentang KH Nawawi dan KH Akhyat Khalimi dan Garis Pertahanan Terdepan Revolusi. Gaguk. Mugianto. Hardjono Ws. Suyitno Ethexs. pabrik gula di Sentanan Lor.” (halaman 39).

East Pasoeroean Stoomtram Mij Java Kawasan Pasoeroean Stoomtram Mij Pasuruan.Staatsspoor-en Tramwegen Deli Spoorweg Mij Deli North Sumatra Spoorweg Mij Sumatera Utara Javasche Spoorweg Mij Javasche Spoorweg Mij 1886-1937 1886-1937 554 km 554 km (24 km) (24 km) To SCS Untuk SCS 1895 1895 (63 km) (63 km) To SS 1898 Untuk SS 1898 Tegal-Balapulang. East Java Babat-Jombang. Serayu River Valley Purwodadi-Gundih. 1882-1923 Joana Stoomtram Mij Northwest Jawa Tengah Semarang-Cirebon. Jawa Timur Babat-Djombang Stoomtram Mij BabatBabat-Jombang. Jawa Tengah 1897-1914 1897-1914 1889-1924 1889-1924 1896-1917 1896-1917 417 km 417 km 373 km 373 km 36 km 36 km 126 km 126 km To SJS Untuk SJS 1892 1892 1894 1894 (17 km) (17 km) 32 km 32 km 41 km 41 km 121 km 121 km 85 km 85 km 213 km 213 km 78 km 78 km (71 km) (71 km) Pasuruan area. East Probolinggo Stoomtram Mij Java Kawasan 1897-1912 Probolinggo Stoomtram Mij Probolinggo. Jawa 1897-1912 Timur Kediri-Jombang. Madura BangkalanKalianget. East Kediri Stoomtram Mij Kediri Java Kediri-Jombang. Central Java Purwodadi-Gundih. Cheribon Stoomtram Mij Jawa Tengah Utara Oost-Java Stoomtram Mij Oost-java Stoomtram Mij Serajoedal Stoomtram Mij Serajoedal Stoomtram Mij Poerwodadi-Goendih Stoomtram Mij Poerwodadi-Goendih Stoomtram Mij Surabaya area Surabaya kawasan Maos-Wonosobo. 1885-1886 Northwest Jawa Tengah 1887-1898 1887-1898 Bataviasche Ooster Jakarta-Krawang Spoorweg Mij Bataviasche Jakarta-Krawang Ooster Spoorweg Mij Semarang-Cepu. East Modjokerto Stoomtram Mij 1898-1907 Java Kawasan Modjokerto Stoomtram Mij 1898-1907 Mojokerto. 1899-1902 1899-1902 To SS Untuk SS . Northwest Central Java 1885-1886 Tegal-Balapulang. Semarang-Cheribon Northern Central Java Stoomtram Mij SemarangCirebon-Semarang.Semarang-Cepu. Jawa 1897-1908 Timur Bangkalan-Kalianget. Serayu River Valley Maos-Wonosobo. Jawa Timur 1896-1912 1896-1912 Probolinggo area. East Java 1897-1908 Wilayah Malang. Samarang-Joana Northwest Central Java 1882-1923 Stoomtram Mij Samarang. Madura 1898-1913 1898-1913 Mojokerto area. Stoomtram Mij Jawa Timur Malang Stoomtram Mij Malang Stoomtram Mij Madoera Stoomtram Mij Madoera Stoomtram Mij 1897-1900 1897-1900 Malang area.

1828 Nomor 503 Gemeente Mojokerto menjadi Stadsgementee dan Gementerad van Mojokerto ada 11 anggota terdiri dari 7 orang anggota bangsa Eropa. Regentschap atau Kabupaten dan Page 4 Profile Kota Mojokerto 2007 4 Gementee). hal ini sesuai dengan perubahan nama secara formal pada tahun 1838. Sedangkan semasa pemerintahan Gubernur Jenderal Raffles dari Inggris. Kota Mojokerto dan Kabupaten Jombang. Provinsi Jawa Timur mulai berdiri pada tanggal 1 Januari 1929. yang kemudian dengan Ordonantie Hindia Belanda Stb. Sejarah Kota Mojokerto Kalau dilihat dari sejarah Kota Mojokerto saat ini. . nama Mojokerto sendiri berasal dari “Japan”. tetapi masih dalam penelitian lebih lanjut untuk mengetahui kebenarannya.2. 3 orang anggota bangsa pribumi dan 1 orang bangsa timur asing. yaitu tepatnya tahun 1816 mendapat pelepasan tanah lanschap Wirosobo (meliputi daerah Mojoagung dan Jombang) dari Sunan Surakarta. Nama Mojokerto sendiri merupakan sebutan untuk wilayah pemerintahan Kabupaten Mojokerto. kita bisa melihat latar belakang berdirinya. II. 1903 Nomor 329) dari undang-undang inilah kemudian terbentuk daerah dengan keuangan dan aparatur pemerintahan sendiri (Stadgemente atau Propinsi.Djombang Stoomtram Mij Solosche Tramweg Mij Solosche Tramweg Mij Jawa Timur 1916 1916 Solo-Boyolali. HB tahun 1838 Nomor 30) tentang perubahan nama Kabupaten Japan menjadi Kabupaten Mojokerto. sebagaimana tertuang di dalam Surat Keputusan Gubernur Jenderal Hindia Belanda tanggal 12 September 1838 Nomor 4 (Stb. 1918 Nomor 24) Mojokerto merupakan Gementee. selaku pengganti dari Daendeles dari Belanda. Central To NIS 1908-1911 (27 km) Java Solo-Boyolali. juga menjadi ibukota Karesidenan Mojokerto yang meliputi Kabupaten Mojokerto. Kemudian pada tanggal 12 September 1838 nama Kabupaten Japan menjadi Kabupaten Mojokerto dan Wilayah Wirosobo menjadi Kabupaten sendiri. Perkembangan Pemerintahan Perkembangan pemerintahan Kota Mojokerto sejak jaman pemerintahan Hindia Belanda dimana pemerintahan yang cenderung sentralistis dan pemerintahan Hindia Belanda yang sentralistis ini berlangsung sampai dengan abad XX. Provinsi Jawa Tengah tanggal 1 Januari 1930 (tidak termasuk Solo dan Yogyakarta). Kota Mojokerto berdiri pada tanggal 20 Juni dan apa landasan berdirinya Kota Mojokerto.1. yaitu Kabupaten Jombang. Tetapi sejak tanggal 1 Nopember 1931 Karisedenan Mojokerto dihapus dan dibentuk lagi Karesidenan Surabaya dengan ibukota Surabaya. Untuk NIS 1908-1911 (27 km) Jawa Tengah 1914 1914 II. Pada tahun 1928 Kota Mojokerto selain menjadi ibukota Kabupaten Mojokerto dan Kota Mojokerto. sedangkan kota Mojokerto sendiri posisinya terletak pada suatu daerah yang disebut dengan Kuto Bedah (perbatasan antara Desa Sooko dan Miji) sebelah barat dan berjarak 1 Kilometer dari Kabupaten Mojokerto. dan kemudian timbul perkembangan baru terhadap kepemimpinan pada saat itu yang menghendaki adanya reformasi di bidang politik dengan gerakan yang disebut dengan Etische Politik. Berdasarkan keputusan Gubernur Jenderal tanggal 20 Juni 1918 (Stb. Tanah tersebut dijadikan satu dengan Kabupaten Japan. Baru pada tahun 1930 ditetapkan undang-undang Decentralisatie (Stb.

BA 4. Tahun 1950 – 1954 : R. 12 Pebruari 2004 s. 1 Oktober 1968 – 7 Januari 1974 : Chabib Syarbini. dimana wacana potensi tersebut bisa dikembangkan menjadi sebuah trade mark kota pada waktu itu. 22 tahun 1999 nama Kotamadya Daerah Tingkat II Mojokerto diganti dengan Pemerintah Kota Mojokerto dan menjadi daerah otonom kota. SH. 10 Pebruari 1994 – 10 Pebruari 1999: Tegoeh Soejono. SH. Kemudian berdasarkan Undang-undang No.Kemudian pada jaman pendudukan Jepang. 16 Januari 1989 – 16 Januari 1994: Wadijono. namun berubah lagi menjadi Kotamadya Daerah Tingkat II Mojokerto berdasarkan Undang-undang Nomor 5 tahun 1974 dengan Walikotamadya kepala Daerah tingkat II: Page 5 Profile Kota Mojokerto 2007 5 1. .48 Km2 Pembangunan Kota Seiring dengan semakin pesatnya pertumbuhan kota Mojokerto. 5. Soehartono. Arsid K 4. yaitu Kecamatan Prajurit Kulon memiliki 8 kelurahan dan Kecamatan Magersari memiliki 10 kecamatan. disamping Komite Nasional Daerah (KND). Kemudian pada tanggal 14 Agustus 1950 Mojokerto berdasarkan Undang-undang Nomor 17 tahun 1950 dibentuk sebagai Daerah otonomi Kota kecil dan dikukuhkan tetap sebagai Kota Praja berdasarkan Undang-undang Nomor 1 tahun 1957 dan berturut-turut Walikota Kecil waktu itu adalah sebagai berikut: 1. SH. MM. 1 Juli 1954 – 1 Nopember 1961: M. pemikiran ini didasari oleh adanya potensi yang ada serta posisi kota Mojokerto sebagai wilayah hinterland dan penyangga Kota Surabaya. sekarang : Ir. Samioedin. 11 Pebruari 1999 – 11 Pebruari 2004: Tegoeh Soejono. 2. 3.d. Dengan luas seluruh wilayah adalah 16. BA. 15 Januari 1979 – 15 Januari 1984: HR. Soetimbul K 3. 15 Januari 1974 – 7 Januari 1979: R. dan yang menjadi Si Ku Cho pada waktu itu Ki Ro Da (8 Mei 1942 – 15 Agustus 1945). 6. BA. berdasarkan maklumat Wakil Presiden Republik Indonesia tanggal 16 Oktober 1945 dan pada saat berlakunya Undang-undang Nomor 1 tahun 1945 Mojokerto sebagai kota Otonom yang dalam pelaksanaan pemerintahannya masuk Kabupaten Mojokerto dan ditunjuk seorang Wakil Walikota. Dan pada jaman revolusi tahun 1945. Soedibjo Selanjutnya setelah dikeluarkannya Undang-undang Nomor 18 tahun 1965 berubah menjadi Kotamadya Mojokerto. H. dari tahun 1983 sejak dicetuskannya suatu landasan konsepsional perencanaan pembangunan dengan wacana BUDIPARINDRA yang pada waktu itu dicetuskan oleh Walikotamadya HR Samioedin. 7. wilayah administrasi kota Mojokerto meliputi dua kecamatan yang terbagi atas 18 kelurahan. status Kota Mojokerto menjadi Si (Kota) dan diperintah oleh seorang Si Ku Cho. 1 Nopember 1961 – 30 Juli 1968 : R. Abdul Gani Soehartono. Ng. 10 Juni 1954 – 1 Juli 1954 : M. maka pembangunan kota sejak dari 1979 sampai dengan saat ini menunjukkan adanya perkembangan yang Page 7 Profile Kota Mojokerto 2007 7 luar biasa. Soedarmo P 2. SH.

22 tahun 1999 dan dirubah kemudian dengan Undang-undang No. 32 tahun 2004 maka pemerintah Kota Mojokerto menetapkan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Transisi Kota Mojokerto tahun 2007 – 2010 yang menjadi Peraturan Daerah Nomor 3 tahun 2006 dengan mengagendakan pembangunan yaitu menciptakan Kota Mojokerto yang aman dan damai. menciptakan Kota Mojokerto yang adil dan demokratis. Profil 85 tahun Kota Mojokerto. 3. 3.1 Visi dan Misi Kota Mojokerto Secara umum visi merupakan rumusan umum mengenai keadaan yang diinginkan. Dari visi dan misi diatas diharapkan menjadi sebuah program kedepan dalam rangka menumbuhkan dan mengembangkan berbagai sektor pembangunan di Kota Mojokerto. 2. 5. menengah dan rumah tangga. Dari konsep pembangunan yang dibangun saat ini. maka pemerintah daerah memiliki kewenangan yang lebih luas terutama dalam mengatur berbagai sektor penting di daerah. Pemerintah Kota Mojokerto. Bappeko Kota Mojokerto. Adapun visi dan misi Kota Mojokerto adalah sebagai berikut: Terwujudnya masyarakat Kota Mojokerto yang sejahtera.mojokerto. 2. dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kota Mojokerto. Meningkatkan kualitas pendidikan masyarakat. Mewujudkan Kota Mojokerto menjadi penyangga Kota metropolis Surabaya. Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Transisi Kota Mojokerto tahun 2007-2010. Kota Mojokerto tidak luput dari euforia reformasi tersebut. Mewujudkan pemerintahan yang bercirikan Good Governance. www.go. 7. khususnya di bidang jasa dan perdagangan. kota Mojokerto akan menjadi kota terdepan di dalam kerangka demokrasi dan menjadi pusat perkembangan kota modern yang berlandaskan kepada penciptaan toleransi antar masyarakat dan pusat perekonomian di wilayah ‘hinterland’ dan penyangga ibukota Provinsi Jawa Timur. . tenteram dan damai serta berdaya saing tinggi dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia. Kemudian misi Kota Mojokerto adalah: 1. disamping itu menjadi suatu gambaran yang menantang tentang keadaan masa depan yang diinginkan oleh pemerintah kota Mojokerto.Kemudian sampai dengan saat ini pembangunan terus berjalan setelah bergulirnya era reformasi. dan tentunya dengan seluruh dukungan masyarakat dan stakeholder untuk tetap mengawal dan berusaha menjadikan kota Mojokerto menjadi lebih baik dan jaya di masa depan. 4. sejak ditetapkannya Undang-undang No. Meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Memantapkan stabilitas kehidupan berpolitik yang menjunjung tinggi nilai-nilai demokratis. Meningkatkan kualitas keimanan dan ketaqwaan dalam kehidupan masyarakat.id Lambang Kota Mojokerto . 6. Page 8 Profile Kota Mojokerto 2007 8 3. Mengembangkan kegiatan ekonomi masyarakat yang bertumpu pada kegiatan usaha kecil. Kota Mojokerto dalam Angka 2005 4. BPS Kota Mojokerto.

php?act=arti Sejarah Kota Mojokerto Pembentukan Pemerintah Kota Mojokerto melalui suatu proses kesejahteraan yang diawali melalui status sebagai staadsgemente. Daun lambang berbentuk perisai bersudut 5 (lima). Di bawah daun lambang terdapat gambar pita bertuliskan "Kota Mojokerto" gambar pohon MAJA yang berakar 12. Perisai adalah pertahanan Sudut 5 menggambarkan Dasar Negara Kesatuan Republik Indonesia PANCASILA Pinggir berwarna kuning emas dengan gambar padi dan kapas melambangkan Garis biru melambangkan Sungai Brantas yang mengalir di tepi kota dan Warna hijau melambangkan kesejahteraan Pohon MAJA yang berakar 12.go. 2.Lambang Kota Mojokerto ditetapkan berdasarkan PERDA Kotamadya Mojokerto Nomor 3 Tahun 1971 tanggal 26 April 1971 oleh DPRGR Kotamadya Mojokerto. 4. . Bentuk Lambang 1.id/profil/index. berdasarkan keputusan Gubernur Jendral Hindia Belanda Nomor 324 Tahun 1918 tanggal 20 Juni 1918. 6. 3. 5. Di tengah daun lambang terlukiskan : garis biru yang bergelombang 4. berbuah 9 dan bercabang 3 Warna lambang hijau dengan pinggir berwarna kuning emas bergambar padi dan Makna Bentuk dan Warna Lambang 1. 2.mojokertokota. 3. berbuah 9 dan bercabang 3 mengandung makna kemakmuran merupakan salah satu prasarana kemakmuran angka tahun 1293 yang mengingatkan akan berdirinya kerajaan Majapahit. kapas. http://www.

rice and cotton. I have no information when these arms were granted. tentang Pemerintahan Daerah. Selanjutnya berubah menjadi Kotamadya Daerah Tingkat II Mojokerto berdasarkan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1974. Pada zaman revolusi 1945 .1950 Pemerintah Kota Mojokerto didalam pelaksanaan Pemerintah menjadi bagian dari Pemerintah Kabupaten Mojokerto dan diperintah oleh seorang Wakil Walikota disamping Komite Nasional Daerah.Pada masa Pemerintahan Penduduk Jepang berstatus Sidan diperintah oleh seorang Si Ku Cho dari 8 Mei 1942 sampai dengan 15 Agustus 1945. Selanjutnya dengan adanya Undang-Undang Nomor 22 Tahun 1999. Setelah dikeluarkan Undang-Undang Nomor 18 Tahun 1965 berubah menjadi Kotamadya Mojokerto. Daerah Otonomi Kota Kecil Mojokerto berdiri berdasarkan Undang-Undang Nomor 17 Tahun 1950. The bordure shows the local crops. Kotamadya Daerah Tingkat II Mojokerto seperti Daerah-Daerah yang lain berubah Nomenklatur menjadi Pemerintah Kota Mojokerto. tanggal 14 Agustus 1950 kemudian berubah status sebagai Kota Praja menurut Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1957. Sitemap Theme pages Heraldic Collector's items Contact Literature My eBay shop Guestbook What is new ? Thumbnails Wanted ! Contributors Donations Origin/meaning : The arms show a canting Mojo tree. The tree was already used on the oldest arms of the MOJOKERTO (Modjokerto) Indonesian Civic Heraldry .

Most popular pages : • • • • • Berlin Vienna Amsterda m Wroclaw New Zealand The arms were shown in the Dutch Coffee Hag albums in a rather different way. Koffie Hag album.city. New image from id. 1930.wikipedia. http://tlvima. probably as the author did not know how a mojo tree looked like. The inital arms showed a mural crown.org © Ralf Hartemink 1996. 1929 and changed on August 12. but that was not accepted by the Dutch Court of Arms at the time. - . 1920s. Instead the crown used for all cities was used.nl (old image with supporters). Last Update: Thursday 18 September. 2008 Literature : Rühl.leidenuniv. 1933. adopted on August 28.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful