Anda di halaman 1dari 2

Kronologis Genosida Rwanda Rwanda Genosida terjadi pada tahun 1994 ketika beratus-ratus ribu etnis Tutsi dan

simpatisan Hutu Moderat dibantai di Rwanda dan menjadi kekejaman paling besar sepanjang perang saudara di sebuah negeri berpenduduk 7,4 juta dan negara terpadat di Afrika Tengah. Genosida ini kebanyakan dilaksanakan oleh dua kelompok milisi ekstrimis Hutu, Interahanmawe dan Impuzamugambi, selama sekitar 100 hari dan 6 april dan pertengahan Juli 1994. Beberapa pengamat memperkirakan pembantaian itu menyebabkan antara 800.000 sampai 1.000.000 korban jiwa. Setelah terjadinya Rwanda Genosida, masyarakat internasional dan Perserikatan BangsaBangsa khususnya, melancarkan kritik keras terhadap pembataian itu.Kanada tetap memimpin pasukan perdamaian PBB untuk Rwanda, United Nations Assistance Mission for Rwanda (UNAMIR). Di samping peringatan khusus dan permintaan dari UNAMIR di Rwanda, Dewan Keamanan PBB menolak untuk mengirimkan dukungan tambahan, meminta UNAMIR untuk mundur dan tidak campurtangan dan bahkan otoritas serta kekuatan UNAMIR dikurangi. Persiapan ke Arah Genosida Para pemimpin di berbagai post pemerintah melakukan pertemuan rahasia dengan beberapa pemimpi muda untuk membentuk tentara milisi yang diberi nama Interahamwe, asal kata dari bahasa Kinyarwanda yang berarti Mereka yang berdiri (berjuang membunuh) bersama-sama dan Impuzamugambi yang berarti mererka yang mempunyai tujuan yang sama. Pada 11 Januari 1994 Letnan Romeo Dallaire (Komandan Pasukan PBB di Rwanda) memberitahukan kepada Penasehat Militer Sekretariat Jendera, Mayor Jenderal Maurice Baril empat gudang senjata dan rencana etnis Hutu membasmi etnis Tutsi. Telegram dari Dallaire menyatakan bahwa seorang informan memberikan keterangan bahwa pelatih milisi Interhamwe bertanggungjawab atas demonstrasi untuk memancing batalyon RPF di Kigali mengeluarkan tembakan-tembakan sehingga akan memicu UNAMIR Belgia untuk menggunakan kekutannya. Pembunuhan sangat teroganisir dengan baik. Pada saat pembunuhan dimulai, milisi di Rwanda berkekuatan 30.000 orang. Satu milisi untuk sepuluh keluarga dan teroganisir di seluruh negara dengan tersebar dimasing-masing wilayah. Beberapa anggota milisi bisa memperoleh senapan AK-47 lengkap dengan surat-surat kepemilikan barang. Banyak anggota Interahamwe dan Impuzamugambi hanya bersenjatakan golok, tetapi itu juga alat pembunuh yang paling efektif.Mantan Perdana Menteri Rwanda Jean Kambanda mengungkapkan kesaksiannya dalam Pengadilan Internasional untuk penjahat Rwanda (International Criminal Tribunal if Rwanda-ICTR) bahwa genosida secara terbuka dibahas di dalam rapat kabinet dan salah satu menteri kabinet mengatakan bahwa dia secara pribadi berkeinginan untuk menghapus etnis Tutsi.

Katalisator dan Peristiwa Awal terjadinya pembantaian Pada tanggal 6 April 1994, pesawat udara yang membawa Presiden Rwanda Juvenal Habyarimana,dan Cyprien Ntaryamira, Presiden Hutu Burundi, ditembak jatuh siap untuk mendarat di Kigai. Kedua Presiden meninggal bersamaan dengan hancurnya pesawat. Pihak yang bertanggung jawab atas serangan itu diperdebatkan, keduanya RPF dan Ekstrimis Hutu

saling melemparkan tuduhan, dan faktanya serangan terhadap pesawat itu menjadi pemicu katalisator genosida.