Anda di halaman 1dari 15

Pengertian dan Kriteria Berita Radio 2.1.

1 Pengertian Berita Radio Jurnalistik berasal dari bahasa perancis yaitu journ yang berarti catatan atau laporan harian, dengan demikian jurnalistik bukanlah pers maupun media massa, jurnalistik adalah kegiatan yang berhubungan dengan pencatatan setiap hari. Dan radio merupakan salah satu media yang bergelut dalam bidang pemberitaan. Radio sendiri merupakan media auditif (hanya disa didengarkan), tetapi murah, merakyat, dan bisa dibawa kemana-mana. Oleh karena itu penyampaian informasi oleh radio dapat sampai dengan cepat kepada khalayak. Adapun definisi berita radio adalah: Suatu sajian laporan berupa fakta dan opini, yang mempunyai nilai berita berita, penting, dan menarik bagi sebanyak mungkin orang, dan disiarkan melalui media radio secara berkala. Berita radio menjawab persoalan apa yang terjadi, dan bagaimana peristiwa tersebut berlangsung. (Masduki,2001:10)

2.1.2 Kriteria Berita Radio kegiatan jurnalistik akan menjadi sebuah berita apabila mempunyai nilai berita, inilah kriteria utama berita sehingga layak disiarkan. Nilai berita sendiri menurut Julian Harriss, Kelly Leiter dan Stanley Johnson yang diterjemahkan oleh A.N.Abrar, dalam diktat on-line Pelatihan Jurnalistik-(www.infojawa.org,2005:2-3) Nilai berita mengandung delapan unsur, yaitu :

Konflik

informasi yang menggambarkan pertentangan antar manusia,bangsa dan Negara yang perlu dilaporkan kepada khlayak. Dengan begitu khalayak mudah mengambil sikap.

Kemajuan informasi tentang kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi senantiasa perlu dilaporkan kepada khalayak. Dengan begitu khalayak mudah untuk mengambil sikap.

Penting informasi yang penting bagi khalayak dalam rangka menjalani kehidupan mereka sehari-hari perlu segera dilaporkan kepada khalayak.

Dekat informasi yang memiliki kedekatan emosi dan jarak geografis dengan khalayak perlu segera dilaporkan. Makin dekat satu lokasi peristiwa dengan tempat khalayak, informasinya akan disukai khalayak.

Aktual informasi tentang peristiwa yang unik, yang jarang terjadi perlu segera dilaporkan kepada khalayak. Banyak sekali peristiwa yang unik, misalnya mobil bermain sepakbola, perkawinan manusia dengan gorilla, dan sebgainya.

Manusiawi

Informasi yang bias menyentuh emosi khalayak, seperti yang bisa membuat menangis, terharu, tertawa, dan sebagainya, perlu dilaporkan kepada khlayak. Dengan begitu, khalayak akan bisa meningkatkan taraf kemanusiannya.

Berpengaruh Informasi mengenai peristiwa yang berpengaruh terhadap kehidupan orang banyak perlu dilaporkan kepada khalayak. Misalnya informasi tentang operasi pasar Bulog, informasi tentang banjir, dan sebagainya.

Dalam kenyataannya jumlah unsur berita berbeda-beda tergantung kebijakan media jurnalistik itu sendiri,ada yang hanya beberapa unsur saja. Yang jelas semakin banyak unsur nilai berita yang terkandung dalam sebuah peristiwa, maka makin besar kemungkinannya peristiwa tersebut akan dihadirkan menjadi sebuah berita,oleh media jurnalistik. Dan untuk memudahkan para pencari berita untuk mencari berita maka diperlukan klasifikasi berita, berita terdiri dalam kategori yaitu berita berat (hard news) yaitu berita yang dinilai mengguncang dan menarik perhatian massa seperti berita tentang politik, keamanan, bencana alam,atau isu sosial, dsb. Berita ringan (soft news) lebih bertumpu pada ketertarikan manusiawi seperti tentang hobi, info selebritis, atau tentang perilaku sosial dan masyarakat. Dan berdasarkan sifatnya berita, terbagi atas berita diduga dan berita tidak terduga, dan menurut lokasi peristiwanya berita terbagi atas berita yang terjadi di tempat tertutup (indoor news), serta berita yang terjadi di tempat terbuka (outdoor news). Dan berdasarkan materi isinya,yang di ungkapkan Sumadiria (2005:67). berita dapat dikelompokan ke dalam: berita pernyataan pendapat, ide atau gagasan (talking news) berita ekonomi (economic news) berita keuangan (financial news)

berita politik (political news) berita sosial masyarakat (social news) berita pendidikan (education news) berita hukum dan keadilan (law and justice news) berita olah raga (sports news) berita kriminal (crime news) berita bencana dan tragedi (tragedy and disaster war) berita perang (war news) berita ilmiah (scientific news) berita hiburan (entertainment news) berita tentang aspek-aspek ketertarikan manusiawi atau minat insani (human interest news)

Pengetahuan dan pemahaman tentang klasifikasi berita sangat penting bagi setiap reporter, editor dan bahkan para perencana dan konsultan media (media planer) karena pemahaman terhadap klasifikasi berita merupakan pijakan dasar dalam proses perencanaan (planning), peliputan (getting), penulisan (writing), dan pelaporan serta pemuatan, penyiaran, atau penayangan berita (reporting and publishing). Dan pedoman dasar untuk menulis naskah berita adalah kita perlu mengetahui karakteristik berita radio, yang nanti akan mempengaruhi gaya penulisan para penulis naskah berita dalam menyajikan berita, menurut Masduki (2001:12-14) karakteristik berita radio, yaitu

segera dan cepat

laporan peristiwa atau opini di radio harus sesegera mungkin dilakukan untuk mencapai kepuasan pendengar dan mengoptimalkan sifat kesegeraannya sebagai kekuatan radio.

aktual dan faktual berita radio adalah hasil liputan peristiwa atau opini yang segar dan akurat sesuai fakta, yang sebelumnya tidak diketahui oleh khalayak. Opini terkait dengan upaya pendalaman liputan(investigasi) atas suatu data atau peristiwa.

penting bagi masyarakat luas harus ada keterkaitan dengan nilai berita (news value) yang berlaku dalam pengertian jurnalistik secara umum, guna memenuhi kepentingan masyarakat.

relevan dan berdampak luas masyarakat selaku pendengar merasa membutuhkannya dan akan mendapatkan manfaat optimal dari berita radio, yaitu pengetahuan, pengertian dan kemampuan bersikap atau mengambil keputusan tertentu, sebagai respons atas sebuah berita.

selain itu, karena sifat auditifnya, berita radio juga harus memenuhi persyaratan lain, yaitu:

lokal-emosional berita menjadi alat komunikasi antar-individu pendengar dengan mayarakat sekitarnya. Efektifitas berita tergantung pada aspek kedekatan atau lokalitasnya dengan pendengar secara geografis dan psikologis, serta keterlibatan aktif mereka secara emosional dan interaktif.

personal komunikasi berita radio berlangsung seperti seseorang yang sedang bercerita atau membicarakan sesuatu dengan temannya. Prosesnya memberikan kesan bahwa penyrar sedang berbicara dengan pendengar sehingga akrab ditelinga, bukan terkesan membacakan sesuatu.

selintas radio adalah media dengan mobilitas pendengar yang tinggi, ditangkap selintas, dan sekali saja, karena ia disimak bersamaan dengan kegiatan lain. Tidak ada pendengar yang betah terhadap satu stasiun radio dalam waktu yang lama. Oleh karena itu, untuk menarik perhatian pendengar, sejak awal berita perlu menggunakan lead yang menarik, yang disusun dengan kaidah piramida terbalik.

fokus dan anti detail berita adalah penyiaran suatu ide atau peristiwa. Kemampuan pendengar untuk mengingat suatu rincian laporan sangat terbatas. Oleh krena itu, radio harus meringkas data dan menhindari tuturan kalimat yang bermakna ganda. Karena tidak biosa didokumentasikan, maka didalalam berita radio dikenal istilah pengulangan (Updating), guna mencapai kejelasan, apalagi jika ada perkembangan berita lanjutannya yang harus disampaikan pada rentang waktu tertentu dalam satu hari. imajinasi radio dan terutama berita radio adalah theater of mind . berita yang harus disajikan harus dapat mengembangkan imajinasi dramatik pendengar secara tepat atas peristiwa yang terjadi. Pendengar secara tepat atas peristiwa yang terjadi. Pendengar seperti sedang berada di lokasi kejadian atau terlibat dalam persoalan yang diberitakan.

fleksibel

cara penyampaian berita rtadio sangat bergantung pada kreativitas dan gaya penyiar yang membacakannya. Seluruh pengertian dan makna teks yang disampaikan, tercermin dari infleksi (tinggi, rendah, datar) kekuatan suara penyiar sebab announcer is the captain of the station.

2.2 Bentuk Berita Radio Bentuk berita yang lazim di radio, menurut pendapat Masduki (2001:14-15) adalah sebagai berikut: berita tulis (writing news/adlibs /spotnews),berita pendek yang bersumber dari media lain atau ditulis ulang. Bisa pula berupa liputan reporter yang teksnya diolah kembali di studio. berita bersisipan(news with insert),berita yang dilengkapi atau di-mix dengan sisipan narasumber. news feature,berita atau laporan jurnalistik panjang yang lebih bersifat Human interest. phone in news,berita yang disajikan melalui laporan langsung via telepon. buletin berita (news buletin),gabungan beberapa berita pendek yang disajikan dalam satu blok waktu, jurnalisme interaktif (news interview),berita yang bersumber pada sebesar mungkin keterlibatan khalayak, misalnya wawancara masyarakat lewat telepon, vox-pop, atau berita yang menempatkan masyarakat sebagai subjek pelapor (reporter dadakan), baik mereka sebagai pelaku maupun sekadar saksi mata kejadian.

dari segi waktu dan penayangan dan kekuatan materi berita yang disampaikan kepada pendengar, berita radio dapat di bagi menjadi tiga: Hard news,yaitu berita aktual yang baru saja terjadi atau laporan langsung saat peristiwa tersebut terjadi. Hard news bertutur tentang konflik yang menyentuh emosi tinggi seperti berita peperangan, kerusuhan, pergantian mendadak seorang tokoh publik.

Soft news, yaitu berita lanjutan yang lebih bersifat laporan peristiwa tanpa terikat waktu, lebih menekankan pada aspek human interest, perilaku, dan tempat-tempat yang bisa mempengaruhi banyak orang. Soft news dapat berisi nerita peristiwa rutin, seperti informasi pembangunan, seminar, ritual budaya, pelantikan pejabat. Indepht news, yaitu berita mendalam (lebih dari sekedar paparan fakta permukaan), biasa di kemas dalam format feature, tetapi bisa pula dalam berita bersisipan, dengan syarat, penekanan isinya terletak pada proses pendalaman kasus atau tinjauan aspek lain dalam suatu peristiwa.

2.3 Sumber Berita Apa sebenarnya yang dimaksud dengan sumber berita? Woseley dan Campbell dalam Wonohito (Sumadiria,2005:96) menulis: orang banyak ini, yaitu konsumen surat kabar dan majalah serta alat-alat komunikasi lainnya, merupakan sumber berita bagi si wartawan. Dari merekalah ia harus memperoleh fakta-fakta untuk bahan berita atau feature atau iklan, malah barangkali, untuk cerita fiktif novel

Sumber berita harus layak dipercaya dan menyebutkan nama sumber tersebut. Sumber-sumber yang tidak disebutkan identitasnya merupakan isu yang tidak bisa dipertanggungjawabkan. Karena itu berhati-hatilah memilih orang sebagai sumber informasi yang akan dikutip atau sebagai bahan penulisan berita. Sekali memperoleh informasi yang salah makan akan berdampak negatif atau menurunnya tingkat keprcayaan khalayak terhadap kredibilitas lembaga tersebut. Carilah orang-orang yang benar mengetahui tentang peristiwa yang sedang diliput ileh reporter. Dapatkan sumber dari beberapa orang sehingga keakuratan dapat dicapai (Muda dalam Sumadiria 2006:97).

Secara umum sumber berita menurut Masduki (2001:21) dapat di bagi dua: primer / langsung (Getting), dengan menerjunkan reporter untuk meliput sebuah peristiwa di lapangan. Penggalian berita dilakukan dengan wawancara dan atau laporan pandangan mata.

sekunder / tidak langsung (news Room), antara lain dapat dikutip dari : (a) media cetak (koran,tabloid, majalah), (b)media elektronik (televisi,internet), (c) siaran pers

pemerintah/swasta, (d) network / jaringan dengan kantor berita, (e) pendengar.

Jadi apapun yang yang memberikan berita atau informasi kepada wartawan maka dia disebut Sumber Berita (News Source ). Tetapi tidak semua sumber berita dapat di jadikan sebuah berita, sumber berita harus di nilai kelayakannya untuk di jadikan sebuah berita, menurut Masduki (2001:23-24), secara umum ada sejumlah kaidah jurnalistik yang patut di pertimbangkan, yaitu: aktualitas / timelines radio dianggap sebagai media paling unggul dalam kecepatan waktu penayangan berita. oleh karena itu, aktualitas menjadi nilai berita utama yang harus dijaga. kedekatan / proximity kedekatan secara emosi dan fisik akan membuat sebuah berita menarik perhatian pendengar. Berita kecil di lokasi yang terdekat dengan pendengar, lebih berarti dari berita besar yang lokasinya sangat jauh dengan mereka. tokoh publik / prominence peristiwa di seputar tokoh idola, panutan dan pemimpin masyarakat selalu menarik untuk didengar, karena dengan ketokohannya mereka menjadi milik publik. konflik / conflict kontroversi antartokoh, polemik seputar masalah, atau keputusan tertentu yang mempengaruhi publik, peristiwa perang, bentrokan, dan perdebatan sengit; pasti menarik disiarkan, termasuk peristiwa kriminalitas kemanusiaan / human interest

berita-berita yang menyentuh rasa kemanusiaan seperti masalah pengungsi dan kelaparan, sangat bernilai untuk semua orang. Selain dapat menggugah empati, juga membangun sikap simpatik pendengar. sensasional / unique keanehan, keganjilan dan hal-hal yang spektakuler dalam kehidupan manusia, selain memiliki unsur hiburan, juga dapat memberikan dorongan prestasi sekaligus penyadaran terhadap dinamika kehidupan pendengar. besaran kasus / magnitude jumlah korban jiwa atau kerugian yang besar dalam sebuah peristiwa selalu menjadi perhatian masyarakat. Apalagi jika peristiwa tersebut berhubungan dengan masalah ekonomi. Misalnya, tindak korupsi milyaran rupiah, kenaiakan harga-harga sembako, dan tarif angkutan yang melambung tinggi.

2.4 Pengertian Dan Peranan Naskah Berita Secara umum naskah adalah bentuk tertulis dari sebuah aplikasi ide atau gagasan kedalam tulisan yang disusun sedemikian rupa untuk mencapai suatu tujuan tertentu, dan Naskah Program Acara Siaran adalah menurut Darmanto dalam buku Teknik Penulisan Naskah Acara Siaran Radio , adalah; Naskah Program Acara Siaran dapat di artikan sebagai bentuk tertulis dari suatu gagasan atau pemikiran orang/ kelompok yang telah disistematisasikan dan dimaksudkan untuk mencapai tujuan penyelenggaraan siaran radio atau pun televisi.(Darmanto,1998:1).

Dan pengertian berita menurut Sumadiria (2006:65), adalah:

laporan tercepat mengenai fakta atau ide terbaru yang benar, menarik dan atau penting bagi sebagian besar khalayak, melalui media berkala seperti surat kabar, radio, televisi, atau media on-line internet

Berdasarkan kutipan di atas maka dapat di ambil kesimpulan bahwa Naskah Program Acara Siaran Berita adalah, suatu bentuk tertulis dari suatu gagasan atau pemikiran orang/kelompok yang telah disistematisasikan dan dimaksudkan untuk memberikan informasi aktual fakta atau ide terbaru yang benar, menarik dan atau penting bagi sebagian besar khalayak melalui siaran radio ataupun televisi. Menurut Darmanto (1998:1-2), Naskah program acara siaran sedikitnya mengandung sedikitnya 3(tiga) unsur pokok, yaitu Voice adalah suara yang keluar secara teratur, diproduksi dengan penuh penghayatan, memperhatikan segi Intonasi, Diksi, Presering, dan Imphasing. Bukan suara yang keluar secara spontan dan tidak beraturan, Musik dalam konteks ini tidak terbatas pada jenis musik modern saja, melainkan musik dalam pengertian yang luas, yaitu: semua bentuk perpaduan bunyi yang memiliki arti dan memiliki nilai artistik tinggi, Sound adalah suara-suara yang munculnya tidak direncanakan, spontan, tidak beraturan namun berfungsi sebagai atmosfir yang menjelaskan seting suasana, seting tempat,seting waktu, dan sebagainya dari suatu peristiwa.

Agar menghasilkan paket yang baik maka semua materi disusun secara berurutan menurut kaidah-kaidah produksi program siaran radio. Proses pengurutan tersebut perlu memperhatikan strukutr dramatik sehingga menghasilkan karya yang menarik dan mempunyai nilai artistik yang tinggi.

Suatu siaran radio dapat dikatakan baik dari segi isi jika penyelenggaraannya mempunyai visi dan misi yang jelas. Kedua segi itu dapat di capai melalui perencanaan yang matang dan pelaksaannya sempurna. Indikasi tingkat kematangan tersebut dapat dilihat dari tersedia tidaknya naskah siaran yang berkualitas. Maka tidak berlebihan apabila naskah mempunyai kedudukan dan peranan yang sangat penting dalam penyelenggaraan suatu program acara siaran radio. Naskah program acara siaran mempunyai fungsi praktis, yaitu menyatukan pandangan dan kehendak dari semua orang yang terlibat dalam Proses Produksi Program Acara Siaran Radio. Dan peranan dalam proses produksi yaitu sebagai sarana komunikasi antar orang yang terlibat produksi dan sekaligus menjadi pedoman kerja yang utama,(pedoman kerja yang lainnya adalah intruksi produser atau pengarah acara)

2.5 Karakteristik Penulisan Naskah berita Radio Radio sebagai media massa merupakan sarana informasi yang baik, karena menurut Prof. Shiraishi Katsumi (Darmato,1998:15-16), Radio memiliki 4 karakteristik yaitu: Rapidity artinya tingkat kecepatan gelombang radio di dalam menyampaikan informasi sangat tinggi. Dengan demikian tingkat aktualitas informasi yang disampaikan bisa dalam hitungan detik. Dibandingkan dengan media surat kabar atau majalah Wide Coverage artinya bahwa pancaran gelombang atau tepatnya jangkauan siaran radio sangat luas. Jika koran dan majalah dapat diketahui secara pasti luas wilayah peredarannya, tidak demikian halnya dengan siaran radio. Gelombang radio bisa menembus daerah yang paling terpencil sekalipun. Simultaneous artinya adalah keserempakan. Jadi suatu siaran radio pada waktu yang bersamaan dapat diikuti secara bersama-sama pula oleh ribuan bahkan jutaan orang yang tersebar di berbagai tempat. Illiteracy.

arti leterlegnya adalah kebutahurufan (keadaan buta huruf). Dalam hal ini kata illiteracy di pakai untuk menyatakan bahwa suatu siaran radio dapat di mengerti orang yang buta huruf sekalipun

Dan radio juga bersifat Auditori hanya untuk didengar, dan mengandung gangguan (Onong, 1990:82), maka dalam penulisan naskah radio perlu diperhatikan aspek-aspek yang dapat memperlihatkan kelebihan radio dan mengurangi kelemahan radio. Dan aspek itu menurut Darmanto (1998:16-18) terdiri tiga aspek yaitu : Aspek Seni setiap penulis naskah acara siaran radio harus menyadari bahwa apa yang dilakukan adalah untuk kepentingan pertunjukan seni dengar. Oleh sebab itu penulis naskah harus memperhitungkan komposisi dari setiap unsur produksi acara radio,yaitu:kata, musik, dan sound effect. Komposisi ketiga unsur tersebut harus direncanakan dengan baik direncanakan sebaik mungkin agar terjadi sajian seni yang tidak membosankan. Sesuai dengan karakteristik media radio sebagai produk teknologi modern, maka asas berkesenian perlu di kembangkan pun untuk mengikuti semangat kesenian modern. Aspek Teknologis setiap penulis naskah siaran radio harus memahami aspek teknik teknologis yang berupa perangkat keras produksi.penulis naskah harus tahu sifat siaran yang akan ditulisnya: apakah siaran Live (Siaran Langsung) ataukah Playback (rekaman). Selain itu harus mengetahui apakah pelaksanaan siaran ada Didalam Studio atau Diluar Studio. Aspek teknologis itu sangat berpengaruh terhadap proses penulisan naskah acara siaran yang baik. Pengalaman menunjukkan bahwa naskah yang ditulis dengan mengabaikan pertimbangan mengenai kondisi riil perangkat teknologi yang ada di studio produksi biasanya tidak bermanfaat. Aspek Bahasa

dalam konteks pembicaraan mengenai naskah radio, yang dimaksudkan dengan aspek kebahasaan mencakup segi tata bahasa(grammer), pilihan kata, gaya bahasa dan atau warna penulisan. Sesuai dengan karakteristik radio yang Auditif maka pemakaian bahasa dalam artian yang verbal sangat penting. Sebab seluruh gagasan yang hendak disampaikan kepada audiences diungkapkan melalui bahasa audio. Maka secara ringkas dapat dikatakan bahwa bahasa yang dipergunakan harus sederhana, mudah di ucapkan, mudah diingat dan dipahami.

Karakteristik penulisan naskah siaran mengacu pada aspek bahasa, yang menurut Darmanto (1998:17). berdasarkan kesimpulannya dari buku AIBD, terutama pada Unit Writing For Radio, adalah :

menulis untuk radio pada dasarnya untuk kepentingan berbicara (diucapkan). Oleh karena itu hindari cara penulisan sebagaimana kalau hendak membuat buku. Kalimatnya tidak selalu sempurna, dan menggunakan idiom sehari-hari. Untuk itulah tahap-tahap penuangannya sebagai berikut : pikirkan, katakan, baru kemudian ditulis. menulis untuk radio pada dasarnya untuk komunikasi orang perorang (person to person), komunikasi antara Anda (kamu,kau) dengan saya. Oleh karena itu kalimat atau kata-katanya tidak bersifat formal, dan penuh keakraban. Adalah lebih baik menggunakan kalimat aktif dari pada pasif. menulis naskah untuk siaran radio pada dasarnya hanya untuk sekali dengar. Oleh karenanya gunakan bahasa yang sederhana (hindari pemakaian istilah-istilah asing yang belum memasyarakat), gunakan kalimat sederhana, dan pendek-pendek, jangan terlalu menjejalkan informasi, dan bawa sesegera mungkin pada sasarannya, kemudian penjelasan latar belakang masalahnya. menulis naskah untuk siaran radio berarti hanya mengandalkan pada media sound (suara).sehubungan dengan itu maka implikasi kebahasaannya, antara lain : pergunakan kata-kata

yang dapat memberi imajinasi nyata, menggunakan gaya bahasa Smile dan Metaphor, pengulangan untuk memberikan tekanan- tekanan tertentu dan usahakan pendengar tertarik dengan pengucapan kalimat pertama

2.6 Langkah-Langkah Penulisan Naskah 2.6.1 Teknik menulis naskah Sebelum melakukan penulisan naskah, seorang Script Writer (penulis naskah program siaran) harus memperhatikan faktor-faktor penting yang mempengaruhi proses kerja penulis. Sedikitnya ada tujuh faktor yang harus selalu diperhatikan, yaitu : Golongan Acara Tujuan Program Sasaran (target audiences) Format Acara Kondisi Peralatan Teknik Teknologis Sumber Daya Manusia (SDM) Sumber Dana Produksi(SDP).(Darmanto,1998:21)