Anda di halaman 1dari 22

BAB I PENDAHULUAN

1.1.Latar belakang Menurut H. Oka A. Yoeti, dkk (2006), pengembangan pariwisata di Indonesia pada dasarnya menggunakan konsep pariwisata budaya seperti telah ditetapkan dalam Undang-Undang No. 9 tahun 1990. Hal ini dilakukan

tentunya dengan pertimbangan bahwa Indonesia memiliki potensi seni dan budaya yang beraneka ragam yang tersebar pada tiap daerah tujuan wisata di Indonesia. Jadi pariwisata yang kita kembangkan adalah pariwisata budaya. Dalam hal ini, seni budaya yang beraneka ragam di beberapa daerah tujuan wisata itu dijadikan sebagai daya tarik utama untuk menarik wisatawan datang berkunjung ke negara kita. Atas dasar itu, kiranya wajar kalau setiap langkah kita dalam pengembangan pariwisata diharapkan selalu memperhatikan terpeliharanya seni dan budaya bangsa yang dijadikan sebagai aset pariwisata Indonesia. Dengan demikian, perlu ada tanggung jawab moral bagi mereka yang mengambil kebijakan di lapangan untuk selalu menggunakan potensi seni dan budaya yang kita miliki untuk bermacam-macam kegiatan, mulai dari bentuk bangunan, cendera mata, bahan-bahan promosi, makanan dan minuman terutama dalam penyajiannya. Tujuan utama dari semua itu, tidak lain adalah untuk menciptakan image dan lebih penting lagi dengan cara itu pariwisata Indonesia akan memiliki ciri yang khas atas identitasnya sendiri yang berbeda dengan apa yang dimiliki oleh

negara-negara lain.

Komitmen kita, ingin menempatkan seni dan budaya

sebagai kekayaan pariwisata untuk dijadikan sebagai daya tarik wisata yang perlu dipelihara pertumbuhannya dan keberadaannya. Menurut Wardiyanta, (2006), berkembangnya pariwisata di suatu daerah akan mendatangkan banyak manfaat bagi masyarakat, yakni secara ekonomis, sosial dan budaya. Unsur-unsur pariwisata yang dikelola dengan baik dapat memberikan manfaat bagi daerah tersebut, objek-objek wisata yang biasa dikelola adalah wisata bahari seperti pantai dan beberapa wisata sejarah yang ada. Di Sulawesi Utara sendiri objek-objek wisata yang ada beraneka ragam, diantaranya Wisata Kuliner contohnya Tinutuan, Kue Bagea, Ikan Bakar Rica, juga Wisata Budaya contohnya Musik Bambu dan Musik Kolintang. Pada tahun 2009 pemerintah Sulawesi Utara akan mengadakan WOC (World Ocean Conference), WOC adalah acara yang akan dihadiri oleh delegasi negara-negara dari seluruh dunia yang akan membahas mengenai isu-isu penting dalam dunia kelautan dan maritim internasional (Anonimous, 2009a). Diharapkan WOC dapat membawa dampak positif bagi pariwisata di Sulawesi Utara dan khususnya ibukota propinsi yaitu Manado dalam pencanangan Kota Pariwisata Dunia 2010 oleh Walikota Manado Jimmy Rimba Rogi periode 2005-2010. Dalam hal ini Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sulawesi Utara mempunyai kewajiban untuk melestarikan dan memperkenalkan pariwisata yang sudah ada. Melihat begitu pentingnya dampak WOC terhadap pariwisata di Sulawesi Utara maka perlu dibuat satu sumber promosi untuk memperkenalkan Sulawesi

Utara. Dengan melihat sumber-sumber penyebaran informasi yang ada antara lain koran, majalah dan poster, salah satu sumber penyebaran informasi yang tepat adalah website, karena website merupakan salah satu teknologi komputer yang telah menyebar ke berbagai daerah. Dengan demikian peneliti merasa perlu membuat Sistem Informasi Pariwisata Berbasis Web agar memudahkan para wisatawan untuk mendapatkan informasi mengenai pariwisata di propinsi Sulawesi Utara.

1.2.Identifikasi masalah Seiring dengan perkembangan teknologi informasi saat ini maka penggunaan perangkat yang berhubungan dengan teknologi informasi itu sendiri menjadi sangat penting dalam memenuhi kebutuhan manusia akan informasi baik secara individu maupun kelompok. Adapun informasi yang dibutuhkan tersebut dikelola sedemikian rupa dari data yang diperoleh, sehingga data itu menjadi suatu bahan yang sangat menentukan kualitas dari informasi yang akan disajikan. Informasi ini kemudian digunakan dan disebarkan ke pihak yang membutuhkan. Dalam hal ini Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sulawesi Utara dalam penyebaran informasi masih menggunakan brosur dan media cetak elektronik berupa koran, majalah, dan sebagainya. Sedangkan penyebaran

informasi yang bisa meluas ke luar daerah belum ada. Oleh karena itu, yang menjadi permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimana mendesain website pariwisata sehingga menghasilkan teknologi informasi yang bisa digunakan oleh semua orang dalam mencari informasi tentang pariwisata di Sulawesi Utara.

1.3.Batasan masalah Yang menjadi batasan masalah adalah : 1) Data-data pariwisata yang akan ditampilkan berupa gambar dan penjelasan tentang wisata-wisata yang ada seperti Wisata Budaya, Wisata Sejarah, Wisata Kuliner, Wisata Bahari, dan Wisata Belanja. 2) Sistem informasi pariwisata yang dibuat berupa web dinamis. 3) Pariwisata yang akan ditampilkan dalam website hanya daerah Kota Manado, Kota Tomohon, Kabupaten Minahasa, Kabupaten Minahasa Utara, Kabupaten Minahasa Selatan, Kabupaten Minahasa Tenggara, Kota Kotamobagu.

1.4.Tujuan dan manfaat Tujuan dari penelitian ini adalah mendesain website pariwisata pada Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sulawesi Utara agar dapat membantu para wisatawan yang akan berkunjung di daerah Sulawesi Utara. Harapan peneliti dengan melakukan penelitian ini, dapat memberi manfaat kepada pengguna teknologi informasi yakni : 1) Website yang dibuat dapat dipakai oleh semua kalangan masyarakat untuk lebih mengenal pariwisata di Sulawesi Utara. 2) Pemberian informasi yang diperlukan dapat dilakukan dengan cepat dan tepat pada saat diperlukan.

3)

Peneliti, dalam hal menambah pengetahuan tentang pariwisata yang ada di Sulawesi Utara.

BAB II LANDASAN TEORI

2.1.Sistem Sistem berasal dari bahasa Latin Systema dan bahasa Yunani Sustema adalah suatu kesatuan yang terdiri komponen atau elemen yang dihubungkan bersama untuk memudahkan aliran informasi, meteri atau energi. Istilah ini sering dipergunakan untuk menggambarkan suatu set entitas yang berinteraksi, di mana suatu model matematika seringkali bisa dibuat. Sistem juga

merupakan kesatuan bagian-bagian yang saling berhubungan yang berada di suatu wilayah serta memiliki item-item penggerak , contoh umum misalnya seperti negara. Negara merupakan suatu kumpulan dari beberapa elemen kesatuan lain seperti provinsi yang saling berhubungan sehingga membentuk suatu negara dimana yang berperan sebagai penggeraknya yaitu rakyat yang berada dinegara tersebut. Kata sistem banyak sekali digunakan dalam percakapan sehari-hari, dalam forum diskusi maupun dokumen ilmiah. Kata ini digunakan untuk banyak hal, dan pada banyak bidang pula, sehingga maknanya menjadi beragam. Dalam pengertian yang paling umum, sebuah sistem adalah sekumpulan benda yang memiliki hubungan di antara mereka (Anonimous.2009b). Menurut Pinontoan (2008), Sistem dapat diartikan

sebagai serangkaian komponen-komponen yang saling berinteraksi dan bekerja sama untuk mencapai tujuan tertentu.

Model umum sebuah sistem terdiri dari input, proses dan output. Dalam hal ini merupakan konsep sebuah sistem yang sangat sederhana mengingat sebuah sistem dapat mempunyai beberapa masukan dan keluaran. Selain itu sebuah sistem juga memiliki karakteristik atau sifat-sifat tertentu, yang mencirikan bahwa hal tersebut bisa dikatakan sebagai suatu sistem. Adapun karakteristik yang dimaksud adalah sebagai berikut: (Jogiyanto, 2005). a. Komponen sistem Suatu sistem terdiri dari sejumlah komponen yang saling berinteraksi, yang artinya saling bekerja sama membentuk satu kesatuan. Komponen-komponen sistem atau elemen-elemen sistem dapat berupa suatu subsistem atau bagianbagian dari sistem. Setiap sistem tidak perduli betapapun kecilnya, selalu mengandung komponen-komponen atau subsistem-subsistem. Setiap subsistem mempunyai sifat-sifat dari sistem yang menjalankan suatu fungsi tertentu dan mempengaruhi proses secara keseluruhan. Suatu sistem dapat mempunyai suatu sistem yang lebih besar yang disebut dengan supra system. b. Batas Sistem Batas sistem merupakan daerah yang membatasi antara suatu sistem dengan sistem yang lainnya ataudengan lingkungan luarnya. Batas sisitem ini memungkinkan suatu sistem dipandang sebagai satu kesatuan . batas suatu sistem menunjukkan ruang lingkup (scope) dari sistem tersebut. c. Lingkungan Luar Sistem Lingkungan luar dari sistem adalah apapun diluar batas dari sistem yang mempengaruhi operasi sistem. Lingkungan luar sistem dapat bersifat

menguntungkan dan dapat juga bersifat merugikan sistem tersebut. Lingkungan luar yang menguuntungkan merupakan energi dari sistem dan dengan demikian harus tetap dijaga dan dipelihara. Sedang lingkungan luar yang merugikan harus ditahan dan dikendalikan, kalau tidak maka akan mengganggu kelangsungan hidup dari sistem. d. Penghubung sistem Penghubung merupakan media penghubung antara satu subsistem dengan subsistem yang lainnya. Melalui penghubung ini memungkinkan sumbersumber daya mengalir dari satu subsistem ke subsistem yang lainnya. Keluaran (output) dari satu subsistem akan menjadi masukan (input) untuk subsistem yang lainnya dengan melalui penghubung. Dengan penghubung satu subsistem dapat berinteragrasi dengan subsistem yang lainnya membentuk satu kesatuan. e. Masukan sistem Masukan adalah energi yang dimasukkan ke dalam sistem. Masukan dapat berupa masukan perawatan (maintenance input) dan masukan sinyal (signal input). Maintenace input adalah energi yang dimasukkan supaya sistem tersebut dapat beroperasi. Signal input adalah energi yang diproses untuk didapatkan keluaran. Sebagai contoh didalam sistem komputer, program adalah maintenance input yang digunakan untuk mengopersikan komputernya dan data adalah signal input untuk diolah menjadi informasi.

f. Keluaran sistem

Keluaran adalah hasil dari energi yang diolah dan diklasifikasikan menjadi keluaran yang berguna dan sisa pembuangan. Keluaran dapat merupakan masukan untuk subsistem yang lain atau kepada supra sistem. Misalnya untuk sistem komputer, panas yang dihasilkan adalah keluaran yang tidak berguna merupakan hasil sisa pembuangan, sedang informasi adalah keluaran yang dibutuhkan. g. Pengolah sistem Suatu sistem dapat mempunyai suatu bagian pengolah atau sistem itu sendiri sebagai pengolahnya. Pengolah yang akan merubah masukan menjadi keluaran. Suatu sistem produksi akan mengolah masukan berupa bahan baku dan bahanbahan yang lain menjadi keluaran berupa barang jadi. Sistem akuntansi akan mengolah data-data transaksi menjadi laporan-laporan keuangan dan laporanlaporan lain yang dibutuhkan oleh manajemen. h. Sasaran sistem Suatu sistem pasti mempunyai tujuan (goal) atau sasaran (objective). Kalau suatu sistem tidak mempunyai sasaran, maka opersai sistem tidak akan ada gunanya. Sasaran dari sistem sangat menentukan sekali masukan yang dibutuhkan sistem dan keluaran yang akan dihasilkan sistem. Suatu sistem dikatakan berhasil bila mengenai sasaran atau tujuannya.

2.2.Pariwisata

2.2.1. Pengertian Pariwisata Pariwisata memiliki dua aspek, aspek kelembagaan dan aspek subtansial, yaitu sebuah aktivitas manusia. Dilihat dari sisi kelembagaannya, pariwisata merupakan lembaga yang dibentuk sebagai upaya manusia untuk memenuhi kebutuhan rekreatifnya. Sebagai sebuah lembaga, pariwisata dapat dilihat dari sisi manajemennya, yakni bagaimana perkembangannya, mulai dari di rencanakan, dikelola, sampai di pasarkan pada pembeli yakni wisatawan. Sebagai sebuah subtansi, pariwisata merupakan bagian dari budaya suatu masyarakat, yaitu berkaitan dengan cara penggunaan waktu senggang yang dimilikinya. Pariwisata merupakan kegiatan seseorang dan biasanya

menyenangkan (Wardiyanta, 2006).

2.2.2. Obyek dan Daya Tarik Wisata Obyek wisata adalah sesuatu yang menjadi pusat daya tarik wisatawan dan dapat memberikan kepuasan pada wisatawan. Hal yang dimaksud dapat berupa : 1) Yang berasal dari alam, misalnya pantai, pemandangan alam, pegunungan, hutan, dan lain-lain. 2) 3) Yang merupakan hasil budaya misalnya, museum, candi, galeri. Yang merupakan kegiatan masyarakat keseharian, tarian, karnaval, dan lain-lain. Objek wisata bersifat statis, yakni cara penjualannya di tempat, tidak bisa dibawah pergi. Oleh karena itu, supaya dapat menikmatinya, seseorang

10

perlu aktif mendekatinya. Sering kali wisatawan harus melakukan perjalanan dari tempat tinggalnya menuju ke lokasi obyek wisata untuk dapat menikmatinya (Wardiyanta, 2006).

2.3.Internet Internet merupakan jaringan fisik yang menghubungkan komputer lintas dunia. Informasi dikirim dari PC (Personal Computer) klien ke server yang memegang informasi dan nantinya server akan memberikan respon atas permintaan yang diajukan. Oleh karena itu Internet disebut sebagai sistem client/server berskala besar

Gambar 1. Internet

2.3.1. World Wide Web (WWW)

11

Menurut Riyanto (2007), World Wide Web (WWW) merupakan kumpulan web server dari seluruh dunia yang berfungsi menyediakan data dan informasi untuk digunakan bersama-sama, sedangkan Web adalah fasilitas Hyperteks yang mampu menampilkan data berupa teks, gambar, suara, animasi, dan multimedia lainnya. Hyperteks dilihat dengan sebuah program bernama browser web yang mengambil informasi (disebut "dokumen" atau "halaman web") dari server web dan menampilkannya, biasanya di sebuah monitor. Kita lalu dapat mengikuti penghubung/petunjuk di setiap halaman untuk pindah ke dokumen lain atau bahkan mengirim informasi kembali kepada server untuk berinteraksi dengannya. Hal ini disebut "surfing" atau "berselancar" dalam bahasa Indonesia. Halaman web biasanya diatur dalam koleksi material yang berkaitan yang disebut "situs web" Riyanto (2007) menjelaskan bahwa dalam dunia maya atau internet terdapat beberapa istilah yang perlu kita ketahui, antara lain: 1) Website atau situs web, merupakan tempat penyimpanan data dan informasi berdasarkan topik tertentu. berisi topik tertentu. 2) Web page, merupakan suatu file hypermedia yang disimpan di suatu situs web, yang diidentifikasi oleh satu alamat unik 4) Home page, merupakan sampul halaman yang berisi daftar isi atau menu dari sebuah situs web. 5) Universal Resource Locater (URL), merupakan alamat suatu web page. Diibaratkan website ini seperti buku yang

12

6)

Browser, merupakan suatu sistem perangkat lunak yang digunakan untuk mengakses Internet.

7) File Transfer Protocol (FTP), merupakan perangkat lunak yang memungkinkan kita menyalin file ke dalam komputer kita dari situs web mana saja. Secara umum tujuan untuk membuat situs-situs web sangat beragam namun yang banyak ditemukan ialah bahwa situs-situs web tersebut ada dengan tujuan untuk mempublikasikan kegiatan atau aktivitas dari suatu organisasi, perusahaan, kelompok bahkan individu tertentu. Teknologi yang semakin baik dan penggunaannya yang semakin mudah untuk dipahami menjadi penyebab utama mengapa penggunaan Internet sekarang menjadi semakin marak. Sampai saat ini terdapat banyak website, kira-kira terdapat puluhan bahkan ratusan website yang dapat kita digunakan untuk menjelajahi Internet. Beberapa diantaranya yaitu Internet Explorer (IE), Mozila Firefox, Safari, Netscape, Opera, dan sebagainya. Internet Explorer yang dimiliki oleh Microsoft masih memimpin dalam banyaknya pengguna karena telah terintegrasi langsung ke dalam sistem operasi Windows buatan Microsoft sendiri sedangkan Firefox, Opera dan lainnya mendapat bagian yang tersisa. Di samping itu banyak orang memilih menggunakan Internet Explorer (IE) karena dukungannya terhadap fasilitas dan teknologi Internet yang up-to-date.

2.4.Pemrograman Web

13

2.4.1.

Hypertext Markup Language (HTML) Pada dasarnya HTML adalah semacam standar yang di gunakan dalam dunia web. HTML bersifat fleksibel, artinya HTML dapat disisipi kode-kode script seperti JavaScript, VBScript, dan juga bahasa pemograman berbasis web seperti PHP dan ASP. Animasi seperti Flash serta beberapa jenis file grafis dan multimedia juga dapat di tampilkan dan disisipkan melalui HTML. Fleksibilitas HTML dan daya dukungnya ini meningkatkan daya guna dan menjadikannya sebagai bahasa kode yang dinamis. HTML (HyperText Markup Language) dikenal sebagai bahasa kode berbasis teks untuk membuat sebuah halaman web. Keberadaanya di kenali dengan adanya ekstensi *.htm atau *.html, misalnya indext.htm. (MADCOMS, 2008a)

2.4.2. Hypertext Preprocessor (PHP) PHP adalah singkatan dari Hypertext Preprocessor. Menurut MADCOMS (2008b) PHP merupakan salah satu bahasa pemograman yang berjalan dalam sebuah web server dan berfungsi sebagai pengolah data pada sebuah server. PHP mampu mengolah data dari komputer client atau dari komputer server itu sendiri, sehingga mudah disajikan di browser. Secara khusus, PHP dirancang untuk membentuk web dinamis. Artinya, PHP bertujuan untuk membolehkan web developers menuliskan halaman web yang dinamis secara cepat. Misalnya, dengan PHP kita bisa menampilkan isi database ke halaman web.

14

2.4.3.

MySQL dan SQL Menurut MADCOMS (2008b), MySQL (My Structured Query Language)

merupakan salah satu sofware database (basis data) open source yang dikembangkan sebuah komunitas bernama MySQL AB dengan tujuan membantu user untuk menyimpan data dalam tabel-tabel. Tabel terdiri atas field (kolom) yang mengelompokkan data-data berdasarkan kategori tertentu, misalnya nama, alamat, nomor telepon, dan sebagainya. Bagian lain dari tabel adalah record (baris) yang mencantumkan isi data yang sebenarnya. SQL merupakan kependekan dari kata Structured Query Languange. SQL merupakan suatu bahasa permintaan yang terstruktur. Karena pada

penggunaannya, SQL memiliki beberapa aturan yang telah di standarkan oleh asosiasi yang bernama ANSI (Nugroho, B. 2007).

2.5.ERD (Entity Relationship Diagram) Menurut Oetomo (2006), ERD adalah model konseptual yang

mendeskripsikan hubungan antara penyimpanan (dalam DFD). ERD digunakan untuk memodelkan struktur data dan hubungan antar data. digunakan dalam ERD dapat dilihat pada Tabel 1 di bawah ini : Notasi yang

Tabel 1. Tabel Notasi ERD Notasi Keterangan

15

Entitas Rela si Atribut

Entitas, adalah suatu objek yang dapat di identifikasi dalam lingkungan pemakai. Relasi, menunjukkan adanya hubungan di antara sejumlah entitas yang berbeda. Atribut, berfungsi mendeskripsikan karakter entitas (atribut yang berfungsi sebagai key diberi garis bawah). Garis, sebagai penghubung antara relasi dengan entitas, relasi dan entitas dengan atribut.

Dalam ERD hubungan (relasi) dapat terdiri dari sejumlah entitas yang disebut dengan derajat relasi. Derajat relasi maksimum disebut dengan kardinalitas sedangkan derajat minimum disebut dengan modalitas. Jadi kardinalitas relasi menunjukkan jumlah maksimum entitas yang dapat berelasi dengan entitas pada himpunan entitas lain. Kardinalitas relasi yang terjadi di antara dua himpunan entitas (misalnya a dan b) dapat dilihat pada tabel 2 di bawah ini.

Tabel 2. Tabel Konversi dari ERD ke Relational Model Many to Many (1) a1 a2 n c1 m b1 b2 R1 (a1, a2) R2 (b1, b2) R3(a1, b1, c1) One to one (4) a1 a2 One to Many (2) a1 a2 n c1 m b1 b2 R1 (a1, a2) R2 (b1, b2) R3(a1, b1, c1) One to one (5) a1 a2 One to Many (3) a1 a2 n c1 m b1 b2 R1 (a1, a2) R2 (b1, b2, c1, a1) One to One (6) a1 a2

16

n m c1 b1 b2 R1 (a1, a2) R2 (b1, b2) R3(a1, b1, c1)

n m c1 b1 b2 R1 (a1, a2, c1, b1) R2 (b1, b2)

n m c1 b1 b2 R1 (a1, b1, a2, b2, c1)

Dari tabel di atas dapat dilihat keterangan sebagai berikut : 1. Satu ke satu (one to one/ 1-1) Setiap entitas pada himpunan entitas a dapat berelasi dengan paling banyak satu entitas pada himpunan entitas b, demikian juga sebaliknya. 2. Satu ke banyak (one to many/ 1- N) Setiap entitas pada himpunan entitas a dapat berelasi dengan banyak entitas pada himpunan entitas b, tetapi tidak sebaliknya. 3. Banyak ke banyak (many to many/ N M) Setiap entitas pada himpunan entitas a dapat berelasi dengan banyak entitas pada himpunan entitas b, demikian juga sebaliknya.

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

17

3.1.Sumber data, Objek Penelitian, Tempat dan Waktu Penelitian Sumber data : Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Propinsi Sulawesi Utara Objek penelitian : Dinas Kebudayan dan Pariwisata Propinsi Sulawesi Utara Tempat Waktu : Jl. Sam Ratulangi Manado : Februari s/d Mei 2009

3.2.Teknik Pengumpulan Data 3.2.1. Metode Wawancara Metode wawancara yang digunakan adalah dengan mengumpulkan datadata dengan cara tatap muka secara langsung dengan narasumber atau pegawai di Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Propinsi Sulawesi Utara yang dapat memberikan masukan sebagai referensi terhadap masalah yang ada. 3.2.2. Metode Observasi Metode dengan mengamati langsung objek penelitian khususnya Pariwisata di Propinsi Sulawesi Utara untuk diambil data-datanya sebagai referensi terhadap masalah yang ada.

18

3.2.3. Studi Literatur Studi literatur dengan melakukan penelitian pustaka yang berkaitan dengan mendesain suatu website, tentang pariwisata dan perancangan program yang dibuat dalam bentuk script PHP.

3.3.Perencanaan Sistem 1. Bahasa Pemograman dan Database Dalam pembuatan desain sistem informasi pariwisata pada Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sulawesi Utara menggunakan script PHP dan database menggunakan MySQL. 2. Entity Relationship Diagram (ERD) Dibawah ini adalah ERD untuk sistem informasi pariwisata pada Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sulawesi Utara. N Daerah Wisata M
memili ki

Hotel

N
memili ki

M Objek Wisata
memili ki

Jenis Wisata

19

Gambar 2. ERD sistem informasi pariwisata pada Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sulawesi Utara. Dari hasil ERD diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa tabel yang diperlukan untuk sistem ini sebagai berikut : Tabel 3. Tabel Jenis Wisata Field Kode Jenis Type int(11) char(10) Null NO YES Key PRI Default NULL NULL Extra Auto_increment

Tabel 4. Tabel Daerah Wisata Field Kode Daerah Type int(11) char(20) Null NO YES Key PRI Default NULL NULL Extra Auto_increment

Tabel 5. Tabel Profil Wisata Field Id kode Jenis Objek Gambar Type int(11) int(11) int(11) Char(20) Null NO NO NO YES Key PRI PRI PRI Default NULL NULL NULL NULL Extra Auto_increment

Tabel 6. Tabel Hotel Field Kode Nama Profil Type Int(11) char(60) char() Null NO YES YES Key PRI Default NULL NULL Extra Auto_increment

20

3.4.Contoh desain website

Header
Home Buku Tamu Jenis Wisata Administrator Profil

Daerah Wisata

Gambar Objek Wisata

Berita

Jenis Wisata

Gambar Objek Wisata

Hotel

Gambar 3. Contoh desain website Keterangan: 1) Header berisi logo. 2) Home sebagai Link untuk kembali ke tampilan awal. 3) Buku tamu sebagai Link untuk ke form buku tamu. 4) Administrator sebagai Link untuk ke form administrator.

21

5) Profil sebagai Link berisi tentang Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Suawesi Utara. 6) Berita berisi 10 objek wisata yang diminati. DAFTAR PUSTAKA

Anonimous. 2009a. World Ocean Conference. Http://www.wikipedia.com, Anonimous. 2009b. Sistem. Http://www.wikipedia.com, Jogiyanto, HM. 2005. Analisa dan Desain Sistem. Andi. Yogyakarta. MADCOMS, 2008a. Membangun website dengan HTML, PHP, MySQL. Andi. Yogyakarta MADCOMS, 2008b. Aplikasi Web Database Menggunakan Pemograman PHP dan MySQL. Andi. Yogyakarta Nugroho, B. 2007. Perintah SQL. Media Kita. Yogyakarta. Oetomo. 2006. Perencanaan Pengembangan Sistem Informasi. Andi. Yogyakarta Pinontoan, M. 2008. Designing Information System. Jakarta. Riyanto, S. 2007. Membangun Website. Datakom Lintas Buana. Jakarta Wardiyanta, 2006, Metode Penelitian Pariwisata. Andi. Yogyakarta Yoeti, H. O. A. dkk, 2006. Pariwisata Budaya. Jakarta

22