Anda di halaman 1dari 8

Biologi Mangrove : Excoecaria agallocha

15 Maret 2012

BAB I ISI 1.1Taksonomi Excoecaria agallocha Tumbuhan Excoecaria agallocha merupakan salah Regnum Divisio Class Ordo Famili Genus Spesies Gambar 1. Pohon Excoecaria agallocha 1.2 Deskripsi Morfologi Excoecaria agallocha Excoecaria agallocha memilki bermacam-macam nama setempat, seperti buta-buta, menengan, madengan, kayu wuta, sambuta, kalapinrang, mata huli, makasuta, goro-goro raci, kalibuda, betuh, warejit, bebutah. Gambaran umum mengenai mangrove yang dikategorikan sebagai mangrove sejati ini adalah berupa pohon merangas, kecil dengan ketinggian mencapai 1,5 m. 1.2.1 Daun satu jenis mangrove yang memiliki klasifikasi sebagai berikut : : Plantae : Magnoliophyta : Magnoliopsida : Euphorbiales : Euphorbiaceae : Excoecaria : Excoecaria agallocha (Tomlinson, 1994 )

(A)

(B)

(C)

Gambar 2. Daun berwarna hijau tua (A); Daun menguning (B); Daun tua berwarna merah (C). Rusila Noor, dkk (2006) menyebutkan bahwa daun mangrove ini berwarna hijau tua dan akan berubah menjadi merah bata sebelum rontok, pinggiran bergerigi halus, ada 2 kelenjar pada pangkal daun. Yang dimaksud dengan tepi bergerigi halus adalah jika sinus dan angulus sama lancipnya (Tjitrosoepomo, 2005). Daun pada tumbuhan ini memiliki susunan (kedudukan) daun yang sederhana dan bersilangan (Rusila Noor dkk, 2006).
Jurusan Biologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Biologi Mangrove : Excoecaria agallocha

15 Maret 2012

Gambar 3. Kedudukan daun (bersilang) Excoecaria agallocha

kelenjar

Gambar 4. Pola duduk daun Excoecaria agallocha (Anonim1, 2011). Bentuk daunnya elips dengan ukuran 6,5-10,5 x 3,5-5 cm. Bentuk elips yaitu jika jika perbandingan panjang : lebar = 1 - 2 : 1 (Tjitrosoepomo, 2005). Daun memilki getah (warna putih dan lengket) yang dapat menganggu kulit dan mata (Rusila Noor dkk, 2006).

Gambar 5. Bentuk daun Excoecaria agallocha

Jurusan Biologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Biologi Mangrove : Excoecaria agallocha

15 Maret 2012

1.2.2 Batang

Gambar 6. Batang Excoecaria agallocha Excoecaria agallocha memilki tipe batang berkayu. Dalam Tjitrosoepomo (2005) batang berkayu adalah batang yang biasa keras dan kuat, karena sebagian besar terdiri ata kayu, yang terdapat pada pohon-pohon (arbores). Pohon adalah tumbuhan yang tinggi besar, batang berkayu dan bercabang jauh dari permukan tanah. Memiliki kulit kayu berwarna abu-abu, halus, tetapi memiliki bintil. Batang dan dahan memilki getah (warna putih dan lengket) yang dapat menganggu kulit dan mata (Rusila Noor dkk, 2006). 1.2.3 Bunga

Gambar 7. Bunga jantan Excoecaria agallocha Bunga Excoecaria agallocha termasuk bunga berumah dua (dioceus) (Rusila Noor dkk, 2006), bunga jantan atau betina saja, artinya ada individu yang hanya mendukung bunga jantan saja, dan ada individu yang hanya mendukung bunga betina saja, tidak pernah keduanya. Bunga dalam tandan atau bulir dalam ketiak daun atau di atas tandan daun. Berdasarkan sifatnya, termasuk sebagai bungan majemuk tak terbatas. Bunga majemuk tak terbatas (inflorescentia racemosa, inflorescentia botryoides), yaitu bunga mejemuk yang ibu tangkainya dapat tumbuh terus, dengan cabang-cabang yang dapat bercabang lagi atau tidak, dan memilki susunan acropetal (semakin muda semakin dekat dengan ujung ibu tangkai), dan bunga-bunga pada bunga majemuk ini mekar

Jurusan Biologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Biologi Mangrove : Excoecaria agallocha

15 Maret 2012

berturut-turut dari bawah ke atas. Bunga jantan (tanpa gagang) lebih kecil dari betina, dan menyebar sepanjang tandan (Rusila Noor dkk, 2006). Tandan (racemes atau botrys), merupakan bunga majemuk yang bertangkai nyata, duduk pada ibu tangkainya. Cabang-cabangnya masingmasing mendukung satu bunga pada ujungnya (Tjitrosoepomo, 2005). Tandan bunga jantan berbau, tersebar, berwarna hijau dan panjangnya mencapai 11 cm. dan letak bunga di ketiak daun. Formasi bunganya berbentuk bulir. Disebutkan dalam Tjitrosoepomo (2005) bulir merupakan bentuk bunga yang sama seperti tanadan tetapi tidak bertangkai. Daun mahkota berwarna hijau dan putih, kelopak bunga hijau kekuningan dengan benang sari sebanyak 3 buah dan berwarna kuning (Rusila Noor dkk, 2006).

Gambar 8. Letak perbungaan Excoecaria agallocha 1.2.4 Buah Excoecaria agallocha memiliki buah yang berbentuk seperti bola dengan 3 tonjolan. Memiliki warna hijau, permukaan seperti kulit, dan berisi biji berwarna coklat tua. Buah memiliki diameter 5-7 mm. Hipokotil berbintil, berkulit halus, agak menggelembung dan seringkali agak pendek. Leher kotiledon menjadi kuning jika sudah matang/dewasa. Ukuran hipokotil, panjang 4-5 cm dan diameter 8-12 mm (Rusila Noor dkk, 2006). Gambar 9. Buah Excoecaria agallocha

Jurusan Biologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Biologi Mangrove : Excoecaria agallocha

15 Maret 2012

1.2.5 Akar

Gambar 10. Akar Excoecaria agallocha Excoecaria agallocha memiliki akar menjalar di sepanjang permukaan tanah, sering kali berbentuk kusut dan ditutupi oleh lentisel (Rusila Noor dkk, 2006). 1.3 Diagram Bunga Sama halnya dengan daun tumbuhan mangrove lainnya, bunga Excoecaria agallocha memiliki digram bunga. Diagram bunga adalah suatu gambar yang melukiskan keadaan bunga dan bagian- bagiannya. Selain itu juga memiliki rumus bunga yaitu susunan yang dinyatakan dengan

sebuah rumus yang terdiri dari lambang-lambang huruf dan angka.


Rumus bunga Excoecaria agallocha : P3, A3, C3, G(3).

Gambar 11. Diagram bunga Excoecaria agallocha

Jurusan Biologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Biologi Mangrove : Excoecaria agallocha

15 Maret 2012

1.4 Diagram Duduk Daun Gambar 12. Diagram duduk daun Excoecaria agallocha 1.5 Habitus Habitus Excocaria agallocha adalah pohon merangas kecil dengan ketinggian mencapai 15 m (Rusila Noor dkk, 2006). 1.6 Habitat Habitat Excocaria agallocha ditemukan pada perairan dengan salinitas yang lebih rendah di tepi sungai (Gunarto, 2004), Tumbuhan ini tumbuh terutama di tepi hutan bakau dan rawa-rawa air tawar (Anonim2, 2002). 1.7 Persebaran Excoecaria agallocha tumbuh di sebagian besar wilayah asia tropis termasuk Indonesia dan Australia. Dan juga ditemukan di sepanjang pantai India Selatan dan Sri Lanka sampai Burma (Myanmar), Indo-Cina, Cina, Taiwan, Kepulauan Ryukyu, Thailand, Malaysia, kemudian ke Pasifik (Anonim3, 2012). 1.8 Ekologi Tumbuhan ini memerlukan pasokan air tawar dalam jumlah besar sepanjang tahun. Umumnya ditemukan di pinggir mangrove bagian daratan, namun juga ditemukan tumbuh pada beberapa hutan yang telah ditebang misalnya di suaka marga satwa, karang gading di Medan. Perbungaan terjadi sepanjang tahun. Penyerbukan dilakukan oleh serangga khususnya lebah. Hal ini terutama diperkirakan terjadi karena adanya serbuk sari yang tebal dan nectar yang memproduksi kelenjar pada ujung pinak daun dibawah bunga. Getah putih terkandung diseluruh bagian tubuhnya (daun, batang, dan dahan) dan dapat menyebabkan kebutaan sementara. Tumbuhan ini memiliki kelimpahan yang melimpah di daerah masing-masing (Rusila Noor dkk, 2006). 1.9 Manfaat Ekosistem hutan mangrove memberikan banyak manfaat baik secara tidak langsung (non economic value) maupun secara langsung kepada kehidupan manusia (economic vallues). 1. Manfaat yang tidak langsung antara lain adalah : a. Mengawali rantai makanan Daun mangrove yang jatuh dan masuk ke dalam air. Setelah mencapai dasar teruraikan oleh mikro organisme (bakteri dan jamur). Hasil penguraian ini merupakan makanan bagi

Jurusan Biologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Biologi Mangrove : Excoecaria agallocha

15 Maret 2012

larva dan hewan kecil air yang pada gilirannya menjadi mangsa hewan yang lebih besar serta hewan darat yang bermukim atau berkunjung di habitat mangrove. b. Sarana dan bahan pembelajaran mengenai keanekaragaman jenis mangrove. c. Melindungi dan memberi nutrisi Akar mangrove memberi zat makanan dan menjadi daerah nursery bagi hewan ikan dan invertebrata yang hidup di sekitarnya. Ikan dan udang yang ditangkap di laut dan sekitarnya sebelum dewasa memerlukan perlindungan dari predator dan suplai nutrisi yang cukup di daerah mangroveini. Berbagai jenis hewan darat berlindung atau singgah bertengger dan mencari makan di habitat mangrove. (Anonim4, 2012). 2. Manfaat yang tidak langsung antara lain adalah : Masyarakat daerah pantai umumnya mengetahui bahwa hutan mangrove sangat berguna dan dapat dimanfaatkan dalam berbagai cara untuk memenuhi kebutuhan hidup. Pohon mangrove adalah pohon berkayu yang kuat dan berdaun lebat. Mulai dari bagian akar, kulit kayu, batang pohon, daun dan bunganya semua dapat dimanfaatkan manusia. Adapun manfaat secara langsung pohon Excoecaria agallocha diantaranya sebagai berikut : a. Bahan Pembuat Obat-obatan Bagian tumbuhan Excoecaria agallocha yang digunakan sebagai obat adalah akar. Akar digunakan untuk mengobati sakit gigi dan pembengkakan (Rusila Noor dkk, 2006). Selain akar, getah sejenis pohon yang berasosiasi dengan mangrove (blind-your-eye mangrove) atau Excoecaria agallocha dapat menyebabkan kebutaan sementara bila kena mata, akan tetapi cairan getah ini mengandung cairan kimia yang dapat berguna untuk mengobati sakit akibat sengatan hewan laut (Anonim4, 2012). Getah dari tumbuhan ini dapat digunakan untuk membunuh ikan (Rusila Noor dkk, 2006). b. Bahan Kerajinan dan Industri Kayu digunakan untuk bahan ukiran. Kayu tidak dapat digunakan sebagai kayu bakar karena bau wanginya tidak sedap bagi masakan. Kayu dapat digunakan sebagai bahan pembuat kertas bermutu tinggi. Kayunya kadang-kadang dijual karena wangi akan tetapi wanginya akan hilang beberapa tahun kemudian (Rusila Noor dkk, 2006).

Jurusan Biologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Biologi Mangrove : Excoecaria agallocha

15 Maret 2012

DAFTAR PUSTAKA Anonim1.2011.Pola Duduk Daun Excoecaria agallocha. Diakses pada www.janvanos.com tanggal 06 Maret 2012 Pukul 12:30 WIB Anonim2.2012.Excoecaria Pukul 19:57 WIB Anonim3.2002.Traditional Medicine Database National Department of Health, Govt. of Papua New Guinea, Waigani, N.C.D. Papua New Guinea Anonim4.2012. Manfaat Mangrove. Diakses pada www.sea.shell.com tanggal 07 Maret 2012 Pukul 20:50 WIB Gunarto. 2004. Konservasi mangrove sebagai Pendukung sumber hayati Perikanan pantai. Jurnal Litbang Pertanian, 23(1) Rusila Noor, Y., M. Khazali, dan I N. N. Suryadiputra. 2006. Panduan Pengenalan Mangrove di Indonesia. PHKA/WI-IP. Bogor Tjitrosoepomo, Gembong. 2005. Morfologi Tumbuhan. UGM Press. Yogyakarta Tomlinson, P.B.1994. The Botany of Mangrove. Cambridge Uuniversity Press. New York agallocha (Panengen/Buta-buta). Diakses melalui

http://tnalaspurwo.org/media/pdf/kea_excoecaria_agallocha.pdf pada 07 Maret 2012

Jurusan Biologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Institut Teknologi Sepuluh Nopember