Anda di halaman 1dari 10

KERONCONG Asal-usul Akar keroncong berasal dari sejenis musik Portugis yang dikenal sebagai fado yang

diperkenalkan oleh para pelaut dan budak kapal niaga bangsa itu sejak abad ke-16 ke Nusantara. Dari daratan India (Goa) masuklah musik ini pertama kali di Malaka dan kemudian dimainkan oleh para budak dari Maluku. Bentuk awal musik ini disebut moresco (sebuah tarian asal Spanyol, seperti polka agak lamban ritmenya), di mana salah satu lagu oleh Kusbini disusun kembali kini dikenal dengan nama Kr. Muritsku, yang diiringi oleh alat musik dawai. Musik keroncong yang berasal dari Tugu disebut keroncong Tugu. Dalam perkembangannya, masuk sejumlah unsur tradisional Nusantara, seperti penggunaan seruling serta beberapa komponen gamelan. Alat-alat musik

Dalam bentuknya yang paling awal, moresco diiringi oleh musik dawai, seperti biola, ukulele, serta selo. Perkusi juga kadang-kadang dipakai. Set orkes semacam ini masih dipakai oleh keroncong Tugu, bentuk keroncong yang masih dimainkan oleh komunitas keturunan budak Portugis dari Ambon yang tinggal di Kampung Tugu, Jakarta Utara, yang kemudian berkembang ke arah selatan di Kemayoran dan Gambir oleh orang Betawi berbaur dengan musik Tanjidor (tahun 1880-1920). Tahun 1920-1960 pusat perkembangan pindah ke Solo, dan beradaptasi dengan irama yang lebih lambat sesuai sifat orang Jawa. Pem-"pribumi"-an keroncong menjadikannya seni campuran, dengan alat-alat musik seperti
    

sitar India rebab suling bambu gendang, kenong, dan saron sebagai satu set gamelan gong.

Saat ini, alat musik yang dipakai dalam orkes keroncong mencakup

   

 

ukulele cuk, berdawai 3 (nilon), urutan nadanya adalah G, B dan E; sebagai alat musik utama yang menyuarakan crong - crong sehingga disebut keroncong (ditemukan tahun 1879 di Hawai, dan merupakan awal tonggak mulainya musik keroncong) ukulele cak, berdawai 4 (baja), urutan nadanya A, D, Fis, dan B. Jadi ketika alat musik lainnya memainkan tangga nada C, cak bermain pada tangga nada F (dikenal dengan sebutan in F); gitar akustik sebagai gitar melodi, dimainkan dengan gaya kontrapuntis (anti melodi); biola (menggantikan Rebab); sejak dibuat oleh Amati atau Stradivarius dari Cremona Itali sekitar tahun 1600 tidak pernah berubah modelnya hingga sekarang; flute (mengantikan Suling Bambu), pada Era Tempo Doeloe memakai Suling Albert (suling kayu hitam dengan lubang dan klep, suara agak patah-patah, contoh orkes Lief Java), sedangkan pada Era Keroncong Abadi telah memakai Suling Bohm (suling metal semua dengan klep, suara lebih halus dengan ornamen nada yang indah, contoh flutis Sunarno dari Solo atau Beny Waluyo dari Jakarta); selo; betot menggantikan kendang, juga tidak pernah berubah sejak dibuat oleh Amati dan Stradivarius dari Cremona Itali 1600, hanya saja dalam keroncong dimainkan secara khas dipetik/pizzicato; kontrabas (menggantikan Gong), juga bas yang dipetik, tidak pernah berubah sejak Amati dan Stradivarius dari Cremona Itali 1600 membuatnya;

Penjaga irama dipegang oleh ukulele dan bas. Gitar yang kontrapuntis dan selo yang ritmis mengatur peralihan akord. Biola berfungsi sebagai penuntun melodi, sekaligus hiasan/ornamen bawah. Flut mengisi hiasan atas, yang melayang-layang mengisi ruang melodi yang kosong. Jenis keroncong
(a) Masa keroncong tempo doeloe (1880-1920),

. . . . .B . | |.|V7. |V7. . Potong Padi. . .Interlude .B . . |. . . |. . || Stambul II: Lagu ini misalnya Si Jampang. . .C (16 birama):         Pr|I . . . . yang mengadakan pertunjukan keliling di Hindia Belanda. . . sekitar tahun 1913). artinya tacet) |. | C1|. . Bolelebo. |. |IV. |V7.B . . Singapura. . . . . . dengan struktur bentuk A . . . . . |.A . . . serta (d) Masa keroncong millenium (2000-kini) Masa keroncong tempo doeloe (1880-1920) Ukulele ditemukan pada tahun 1879 di Hawaii. . . . di mana mirip dengan Keroncong A sli sehingga sering salah diucapkan dengan Kr. . . . sehingga diperkirakan pada tahun berikutnya Keroncong baru menjelma pada tahun 1880. |I . | B2|V7. Nina Bobo. | Modulasi 2 birama In|. |. . V7. . yang seharusnya Stambul III Kemayoran. . Sarinande. . . . Stambul II. .B atau A . . |IV. . |I . . . |I . di mana masuk pada Akord IV sebagai ciri Stambul II dengan struktur A . |I . |I . . . |. . . Seperti diketahui bahwa panjang lagu stambul adalah 16 birama. . Kemayoran. . dll. . . Pada waktu itu lagu Stambul berirama cepat (sekitar meter 120 untuk satu ketuk seperempat nada). . . . . | |I7. sedangkan Gesang menyebut sebagai Keroncong Cepat. | Prelude 2 birama A1|. |V7. |. berupa Pentas Gaya Instanbul.A . dan Stambul III.C . |. . . . . | Interlude 2 birama B1|. | |. . di daerah Tugu kemudian menyebar ke selatan daerah Kemayoran dan Gambir (lihat ada lagu Kemayoran dan Pasar Gambir. |. . |I . . |. . . . | A2|II#. V7. . . |. || . . . | C2|V7. . . . Komedie Stamboel 1891-1903 lahir di Kota Pelabuhan Surabaya tahun 1891. |. . .(b) Masa keroncong abadi (1920-1960). . dan (c) Masa keroncong modern (1960-2000).D (16 birama):     |I . . . . Jali-Jali. . . dan Malaya lewat jalur kereta api maupun kapal api. . . . |. . . . . | |.B . . | (tanda . . . . Khusus musik keroncong dikenal pada waktu itu Stambul I. . . |I . . . . O Ina Ni Keke. |. . |IV. . . || Stambul III: Lagu ini misalnya Kemayoran.A . . dan berbaur dengan Tanjidor yang asli Betawi. . . . . . | |. dengan struktur Prelude . . |I .C (16 birama):     |I . . |. . . . . . di mana Warga Kampung Tugu maupun Kusbini menyebut sebagai Keroncong Portugis. |. |. yang terdiri atas: Stambul I: Lagu ini misalnya Terang Bulan.

. . | IV . . Selanjutnya pusat perkembangan beralih ke timur mengikuti jaringan kereta api melalui Solo dan iramanya juga lebih lamban (sekitar 80 untuk seperempat nada) dengan kendangan cello mirip kendangan gamelan. | II# . |V . . . . . . |IV .| . | |I . . | I . V7 . Kali Brantas) – Losquin Bugis (Ongkona Arumpone) – Orkes Hawaian Tjoh de Fretes (Pulau Ambon).. . V . | I . . Nama "stambul" diambil dari Istambul di Turki. Masa keroncong abadi (1920-1960) Pada masa ini panjang lagu telah berubah menjadi 32 birama.A dengan pengulangan dari bagian A kedua seperti lagu standar pop: Verse A . . . . |IV .Verse A . . | dibuka dg broken chord I utk mencari nada |IV . . Pasar Gambir) – Orkes Keroncong Lief Java (Kr.A . . tanpa seruling-biola-cello. | |I . . . |I . | . . . . . | Verse A |V7 . . |V . |IV . . | |V . | I . misalnya lagu Ongkona Arumpone yang dinyanyikan oleh Sukaenah B. | V7 . | I . . Stambul merupakan jenis keroncong yang namanya diambil dari bentuk sandiwara yang dikenal pada akhir abad ke-19 hingga paruh awal abad ke-20 di Indonesia dengan nama Komedi stambul. V7 .|IV . |I . . . akibat pengaruh musik pop Amerika yang melanda lantai dansa Hotel2 di Indonesia pada waktu itu. . . . |I . |I . . merupakan modifikasi Stambul II yang 16 birama menjadi 32 birama (menyesuaikan standar Keroncong Abadi yang 32 birama). (tanda . . . . . | I . Yang pertama A . . | II# . . Alur akord-nya sebagai berikut:     Verse A | V7 . dll). | IV . | 16 birama ini pengulangan dari 16 birama pertama atau sama |IV . |I . Penyanyi serba bisa Hetty Koes Endang misalnya. Kalau kita hubungkan kesemua ini. |V . | |I . . . | I . . . . . .. . . .Musiq Losquin Bugis: Dari periode tempo doeloe ini lahir pula di Makassar bentuk keroncong khas yang dikenal sebagai musiq losquin Bugis. . | V . . . . . | I . mirip seperti gaya Tjoh de Fretes dari Ambon. . yaitu gaya era tempo doeloe dengan irama yang cepat sudah dengan kendangan cello dan dengan guitar melodi yang kental. seperti Gesang dan penyanyi legendaris Annie Landouw. |IV . . | V7 . dia sering merekam lagulagu non keroncong dan langgam menggunakan irama yang sama. . .| . . . . . perhatikan lagu Indonesia Raya (diciptakan tahun 1924) pada waktu itu juga sudah 32 birama. . | Stambul Keroncong: Stambul Keroncong berbentuk (A-B-A-B') x 2 = 16 birama x 2 = 32 birama. |I .. . |I . |I . | |V . Stambul Keroncong. . .. . . . | V7 . V . | I . . | IV . . . |I . |IV .adalah tacet atau iringan tidak dibunyikan):         |I . . . . | I .|I . . . . |V . Salamaki. | V7 . . Alur akord Stambul Keroncong adalah sbb. Beda sedikit pada versi kedua.. dan kebanyakan tetap dinamakan langgam. .B . . |IV . . ..| Verse A |V7 . . Irama keroncong ini. . . | I . | V7 . dan berakibat juga lagu pada waktu itu telah 32 birama juga. Sambayon. | I . | Bridge B |I7 . . . maka ada garis kesamaan dengan Orkes Keroncong Cafrino Tugu (Kr. | V7 . namun pada perkembangannya irama ini lebih bebas diekspresikan. . . .. . . Lagu Keroncong Abadi terdiri atas: Langgam Keroncong. . . panjang 32 birama. . V . . .Bridge B .. . dan permainan gitar melodi mirip alunan siter musik gamelan yang kontrapuntis. . yakni pengulangannya langsung pada bagian B. . . Langgam Keroncong Bentuk lagu langgam ada dua versi. . dengan musisi didominasi dari Filipina (spt Pablo. |V . . dan Keroncong Asli. . Meski sudah memiliki bentuk baku. | IV . . . | I . |I . V7 . . |I . . |V . . .Verse A. tapi dengan melodi guitar yang kental. Masa ini lahir para musisi Solo.

. Sedangkan Tierce de Picardy boleh dimasukan dalam Kadensa. Kadensa dengan rangkaian V7-I disebut sebagai Kadensa Sempurna. V7 . namun biasanya dipakai dalam akhir lagu 6. Hiburan dan Seriosa. . . . | Prelude 4 birama diambil dari baris ke-7 (B3) (A1) | I . . | I . maka disebut Kadensa Terputus. misalnya rangkaian Super Tonik . namun lagulagunya sangat modern pada zamannya. Masa keroncong modern (1960-2000) . Gambang Keromong Gambang Keromong adalah salah satu gaya keroncong yang dikembangkan oleh Etnis Tionghoa (gambang adalah alat musik bilah kayu seperti marimba. |IV . . | V . | I . | V7 . |I . I7 . dan pada Masa Keroncong Abadi tercipta satu Kadensa baru. karena sempurna menutup rangkaian tersebut dan terasa berhenti sempurna.Dominan Septim. | I . | V . biola. di mana Kadensa adalah suatu rangkaian harmoni sebagai penutup pada akhir melodi atau di tengah kalimat. Kalau rangkaian harmoni diakhiri pada X-VI. jadi sebenarnya bukan kadensa. Tetapi kalau akord X-V7 menjadi akhir rangaian. .| I . . . | (A2) |II# . |I . . atau gitar. . . |IV . mempunyai sifat sendu seperti kalau kita mengucap "Amin" dalam salat. I7 . V7 . . . Di sanmping itu juga dilombakan mencipta lagu keroncong. 2. | Kadensa Keroncong Dalam Teori Musik Klasik dikenal 4 (empat) jenis Kadensa. .Keroncong Asli Keroncong asli memiliki bentuk lagu A . | (B2) | I . . sedangkan keromong adalah istilah lain dari kempul) yang dikembangkan sekitar tahun 1922 di Kemayoran Jakarta (tanjidor). sehingga bisa menutup sempurna melodi tersebut atau setengah menutup (sementara) melodi tersebut. .Oey Yok Siang). . . Radio Republik Indonesia (RRI) menyelenggarakan perlombaan Bintang Radio dengan 3 jenis. dan tussenspel atau interlude atau intermezzo di tengah-tengah setelah modulasi/modulatie/modulation yang standar untuk semua keroncong asli: Alur akordnya seperti tersusun di bawah ini:         Pr |V . | II# . | V . . . . V7 . | V7 . Kadensa Keroncong. . | (B2) |I . Pada masa akhir dari Keroncong Abadi (1920-1960) ini merupakan Masa Keemasan (Golden Age) bagi musik keroncong. . maka disebut Kadensa Tidak Sempurna atau Setengah Kadensa. | V7 . namun kemudian berkembang di Semarang sekitar tahun 1949 (ingat lagu Gambang Semarang . misalnya Sepasang Mata Bola ditulis dalam kunci minor sehingga dapat dinyanyikan dengan iringan keroncong seperti keroncong beat (1958). . | Modulasi merupakan ciri keroncong asli sebanyak 4 birama In |V . . 3. Lagu terdiri atas 8 baris. | IV . . 5. . . . . | V . . . . 4. disebut Tierce de Piecardy. . . | V7 . Keroncong. yaitu rangkaian harmoni I7-IV-V7-I Ismail Marzuki (1914-1958) Komponis Ismail Marzuki termasuk hidup dalam Era Keroncong Abadi. . yang dilakukan oleh alat musik melodi seperti seruling/flut. Sebenarnya Gambang Keromong yang lahir di Masa Keroncong Abadi 1920-1960 adalah cikal bakal Campursari yang lahir pada Masa Keroncong Modern. . | V . . Lagu kunci minor ditutup pada kunci mayor. Keroncong asli diawali oleh voorspel atau prelude. . . . . atau intro yang diambil dari baris 7 (B3) mengarah ke nada/akord awal lagu. khusus dikembangkan dalam musik keroncong. | (B3) |IV . . . di mana dibuka dengan PRELUDE 4 birama yang dimainkan secara instrumental. disebut Kadensa Keroncong dengan rangkaian penutup I-I7-IV-V7-I. salah satu pememnag adalah Musisi Kusbini dengan lagu Keroncong Pastoral. . | Interlude 4 birama untuk semua lagu menjadi standar (B1) | IV .B'. . 8 baris x 4 birama = 32 birama. . |I . Masa Keemasan (The Golden Age). Dalam rangkaian IV-I disebut Kadensa Plagal. 1. kemudian disisipi INTERLUDE standar sebanyak 4 birama yang dimainkan secara instrumental juga. |I . I7 .B . misalnya Doninan Septim Submedian. . Pada tahun 1952.| IV .|V7 . .

mulai tahun 1998 musik rap mulai masuk (Bondan Prakoso). Tahun 1968 Langgam Jawa berkembang menjadi Campursari. terkenal sebagai pusat para artis musik campursari. dll. . kendang (bisa diwakili dengan modifikasi permainan cello ala kendang). moda pentatonis Jawa/Cina. Widuri. namun dia kena denda melanggar hak cipta akibat tanpa izin. yang berbeda dari langgam yang dimaksud di sini. Kini daerah Solo.B . Seandainya band rock Indonesia bisa mengikuti jejak Koes-Plus untuk melestarikan budaya sendiri seperti keroncong. termsuk kunci Minor) dapat dinyanyikan seperti La Paloma.Perkembangan keroncong masih di daerah Solo dan sekitarnya. tidak megenal lagi pakem bentuk keroncong asli atau stambul. Lagu Langgam Jawa yang terkenal di tahun 1958 adalah ciptaan Anjar Any (1936-2008): Yen Ing Tawang Ana Lintang (Tawang dalam Bahasa Jawa berarti: awang-awang. dan adanya bawa atau suluk berupa introduksi vokal tanpa instrumen untuk membuka sebelum irama dimulai secara utuh. langit. berarti musik keroncong jangan mati (ucapan Gesang). ada irama nuansa dangdut (congdut). akord disonan. Langgam Jawa Bentuk adaptasi keroncong terhadap tradisi musik gamelan dikenal sebagai langgam Jawa.C . Dengan Keroncong Beat maka berbagai lagu (bukan dengan rangkaian harmoni keroncong. yang kemudian dikenal sebagai Campursari. Langgam Jawa menjadi terkenal oleh Waljinah yang pernah sebagai juara tingkat sekolah SMP di RRI Solo tahun 1958. sifat politonal atau atonal (pada campursari). maka betapa indah musik rock Indonesia dapat ngetop dengan irama kampung halaman.B . Campur Sari Di Gunung Kidul (DI Yogyakarta) pada tahun 1968 Manthous memperkenalkan gabungan alat gamelan dan musik keroncong. karena mengikuti aturan baku (pakem) Musik Pop yang berlaku universal. dlsb. rangkaian harmoni diatonik dan kromatik. namun muncul berbagai gaya baru yang berbeda dengan Masa Keroncong Abadi (termasuk musisinya). Mudah-mudahan Mbah. Keroncong Koes-Plus Koes Plus dikenal sebagai perintis musik rock di Indonesia. Keroncong Pertemuan adalah Keroncong Koes Plus dengan struktur bentuk campuran (dalam bahasa Belanda disebut Meng-vorm atau Inggris Combine form) antara Stambul II dan langgam Keroncong. Keroncong Beat Dimulai oleh Yayasan Tetap Segar pimpinan Rudy Pirngadie. Mawar Berduri. Langgam Jawa memiliki ciri khusus pada penambahan instrumen antara lain siter.A . Umumnya mempunyai struktur lagu pop yaitu A . Sragen. Pada waktu itu Idris Sardi ikut tur ke New York World's Fair Amerika Serikat dengan biola tahun 1964 dengan maksud mau memperkenalkan lagu pop barat (I left my heart in San Fransico. Kalau di Langit Ada Bintang). dan sekitarnya. generasi muda Indonesia dapat melanjutkan musik keroncong . dan merupakan pembaruan sesuai dengan lingkungannya. pada sekitar tahun 1974 juga berjasa dalam musik keroncong yang rock. pada waktu itu tahun 1964 lagu ini merupakan salah satu hit di dunia) dengan iringan keroncong beat. Bahkan Bupati Sukoharjo ikut meramaikan bursa campursari. misalnya tangga nada minor.D dangan jumlah 32 birama.A atau juga A . Monalisa. Mulai Masa keroncong modern (1960-2000) semua aturan baku (pakem) Musik Keroncong tidak berlaku. dan makna lain nama suatu desa di Magetan. di Jakarta pada tahun 1959 dan bisa mengiringi lagu barat pop (mau melangkah lebih bersifat universal). Ngawi. saron.

Sewu Kuto. sedangkan setelah pusat perkembangan pindah ke Solo (MASA KERONCONG ABADI: 1920-1960) iramanya menjadi lebih lambat. hingga ke Suriname dan Belanda (2004-2008). sedangkan R. Di tahun 2008 @ Solo International Keroncong Festival. Lantaran pengabdiannya itulah. Kemayoran. Campursari. Pengandaian semacam itulah yang mendasari mengapa Gesang disebut sebagai "Buaya Keroncong". ucapan beliau sebelum wafat). konon dimulai dari Surakarta. memasukkan unsur beat dangdut ke dalam lagu-lagu langgam Jawa klasik maupun baru. Seiring dengan menguatnya campur sari di pentas musik populer etnis Jawa. menciptakan komposisi berjudul "Keroncong Bondol" yang berhasil memadukan musik gaya rap dengan musik latar belakang irama keroncong. Salah satu lagunya yang paling terkenal adalah(lagu)|Bengawan Solo. Yogyakarta) untuk Campursari dan Koe Plus (Solo/Jakarta) untuk Keroncong Rock. Manthous (Gunung Kidul. Gesang menyebut irama keroncong pada MASA STAMBUL (1880-1920). Lagu-lagu yang terkenal antara lain Stasiun Balapan. Selain itu. dan Gambir) sebagai Keroncong Cepat. Harmony Chinese Music Group membuat suasana lain dengan memasukan unsur alat musik tradisional Tionghoa dan menamainya sebagai Keroncong Mandarin [6]. Asal muasal sebutan "Buaya Keroncong" untuk Gesang berkisar pada lagu ciptaannya. Didi Kempot adalah tokoh utama gerakan pembaruan ini. tetapi beberapa pihak masih mengapresiasi musik keroncong. sebutan untuk pakar musik keroncong. oleh Gesang dijuluki "Buaya Keroncong" oleh insan keroncong Indonesia. serta Didi Kempot (Ngawi) untuk Congdut. Masa Kejayaan Musik Keroncong. Pirngadie (Jakarta) untuk Keroncong Beat. Seperti diketahui. Rupa-rupanya ini merupakan puncak kejayaan Musik Keroncong. Di sisi lain nama Anjar Any (Solo. . Tokoh keroncong Salah satu tokoh Indonesia yang memiliki kontribusi cukup besar dalam membesarkan musik keroncong adalah bapak Gesang. Bengawan Solo adalah nama sungai yang berada di wilayah Surakarta. sejumlah musisi. Reptil terbesar itu di habitanya nyaris tak terkalahkan. sehingga Gesang khawatir bahwa Keroncong Akan Mati (2008. Keroncong Beat.Keroncong Dangdut (Congdut) Keroncong dangdut (Congdut) adalah jawaban atas derasnya pengaruh musik dangdut dalam musik populer di Indonesia sejak 1980-an. Pada Masa Keroncong Modern adalah Masa Kejayaan Musik Keroncong. kelompok keroncong berbasis Bandung masih cukup aktif melakukan pertunjukan. "Bengawan Solo". buaya memiliki habitat di rawa dan sungai. Kelompok musik Keroncong Merah Putih[5]. pencipta Langgam Jawa lebih dari 2000 lagu yang meninggal tahun 2008) juga mempunyai andil dalam keroncong untuk Langgam Jawa beserta Waljinah (Solo). Masa keroncong millenium (2000-kini) Walaupun musik keroncong di era millenium (tahun 2000-an) belum menjadi bagian dari industri musik pop Indonesia. yang berkembang di Jakarta (Tugu . Lelaki asal kota Surakarta (Solo) ini bahkan mendapatkan santunan setiap tahun dari pemerintah Jepang karena berhasil memperkenalkan musik keroncong di sana. karena menjadi pemangsa yang ganas. di mana terdengar di mana-mana musik Langgam Jawa. koes Plus dan terakhir dengan Congdut dari Didi Kempot. Bondan Prakoso dan grupnya Bondan Prakoso & Fade 2 Black.

pada awal tahun 2000-an. Di akhir bagian kedua kadang-kadang terdapat koda sepanjang empat birama. dan lain-lain untuk meningkatkan variasi dan sebagai lahan kreativitas pemusikpemusiknya. bangunan sebagian besar lagu dangdut sangat konservatif. termasuk dalam pola bisnis bermusiknya. Pengaruh rock (terutama pada permainan gitar) sangat kental terasa pada musik dangdut. Sebagai musik pengiring tarian.B (Reffrain) . bahkan gong.A Intro dapat berupa vokal tanpa iringan atau berupa permainan seruling.A . Tahun 1970-an menjadi ajang 'pertempuran' bagi musik dangdut dan musik rock dalam merebut pasar musik Indonesia. dan "dang-ding-dut" India. oleh Orkes Pemuda Harapan Bangsa (PHB). Jarang sekali ditemukan lagu dangdut dengan birama 3/4. Pada paruh akhir dekade 1970-an juga berkembang variasi "dangdut humor" yang dimotori oleh OM Pancaran Sinar Petromaks (PSP). Mandolin juga masuk sebagai unsur penting. Dangdut modern.[2] Sebutan ini selanjutnya diringkas menjadi "dangdut" saja. namun memiliki bagian kedua dengan bangunan melodi yang berbeda dengan bagian pertama. dapat disela dengan suatu baris permainan jeda (interlude). dan suling.A . Lagu dangdut juga miskin improvisasi.A .DANGDUT Penyebutan nama "dangdut" merupakan onomatope dari suara permainan tabla (dalam dunia dangdut disebut gendang saja) musik India. trompet. selebihnya merupakan permainan gitar atau mandolin. saksofon. rebana. memasukkan alat-alat musik modern Barat seperti gitar listrik. namun dalam aplikasi kebanyakan memiliki urutan menjadi seperti ini: Intro . sebagian besar tersusun dari satuan delapan birama 4/4. dengan atau tanpa pengulangan. baik melodi maupun harmoni.Interlude . misalnya. Panjang intro dapat mencapai delapan birama. Subgenre ini diteruskan. Jika terdapat pengulangan. Bagian ini biasanya berlirik pengantar tentang isi lagu. Pada tahun 1950-an dan 1960-an banyak berkembang orkes-orkes Melayu di Jakarta yang memainkan lagu-lagu Melayu Deli dari Sumatera (sekitar Medan).B (Reffrain) . obo. sebutan yang masih sering dipakai untuk suatu grup musik dangdut) yang asli menggunakan alat musik seperti gitar akustik. oleh OM Pengantar Minum Racun (PMR) dan. akordeon. yang berkembang pada awal tahun 1970-an sejalan dengan politik Indonesia yang ramah terhadap budaya Barat. perkusi. organ elektrik. Bangunan lagu Meskipun lagu-lagu dangdut dapat menerima berbagai unsur musik lain secara mudah. Sebelum memasuki bagian kedua biasanya terdapat dua kali delapan birama jeda tanpa lirik (interlude). situasi yang dihadapi sang penyanyi. Lirik bagian kedua biasanya berisi konsekuensi dari situasi yang digambarkan bagian pertama atau tindakan yang diambil si penyanyi untuk menjawab situasi itu. membantu diseminasi dangdut di kalangan mahasiswa. Praktis sejak masa ini musik Melayu telah berubah. dan oleh majalah tersebut digunakan untuk menyebut bentuk lagu Melayu yang terpengaruh oleh lagu India Orkes Melayu (biasa disingkat OM. Bagian awal tersusun dari delapan birama.A . yang berangkat dari gaya musik melayu deli. gambus. Bentuk bangunan lagu dangdut secara umum adalah: A .Interlude .B -A. Lagu dangdut standar tidak memiliki refrain. dangdut sangat mengandalkan ketukan tabla dan sinkop. Bagian kedua biasanya sepanjang dari dua kali delapan birama dengan disela satu baris jeda tanpa lirik. Putu Wijaya awalnya menyebut dalam majalah Tempo edisi 27 Mei 1972 bahwa lagu Boneka dari India adalah campuran lagu Melayu. hingga pernah diadakan konser 'duel' antara Soneta Group dan God Bless. . Orkes ini. irama padang pasir. kecuali pada beberapa lagu masa 1960-an seperti Burung Nuri dan Seroja.

Walaupun dangdut diasosiasikan dengan masyarakat bawah yang miskin. Stasiun radio siaran yang menyatakan dirinya sebagai "radio dangdut" juga mudah ditemui di berbagai kota. dangdut juga telah mengundang perdebatan dan berakhir dengan pelarangan panggung dangdut dalam perayaan Sekaten di Yogyakarta. sehingga tidak sesuai dengan misi Sekaten sebagai suatu perayaan keagamaan. Gaya pentas yang sensasional tidak terlepas dari napas ini. Kopi Dangdut. yang goyang ngebor-nya yang dicap dekaden serta "merusak moral". misalnya. Pra-1970-an    Husein Bawafie Munif Bahaswan Ellya . Hal ini menjadi salah satu pemicu polemik di Indonesia pada tahun 2003. Aliran campuran antara musik dangdut & rock secara tidak resmi dinamakan Rockdut. Panggung kampanye partai politik juga tidak ketinggalan memanfaatkan kepopuleran dangdut untuk menarik massa. Lagu dangdut diakhiri pada pengulangan bagian pertama. Rhoma Irama menjadikan dangdut sebagai alat berdakwahnya. disko. Jarang sekali lagu dangdut diakhiri dengan fade away. Tokoh-tokoh Berikut adalah nama-nama beberapa tokoh penyanyi dan pencipta lagu dangdut populer yang dibagi dalam tiga kelompok kronologis. akibat protesnya terhadap gaya panggung para penyanyi dangdut. Lagu-lagu barat populer pada tahun 1960-an dan 1970-an banyak yang didangdutkan. antara lain Inul Daratista. atau zapin. bukan berarti dangdut hanya digemari kelas bawah. adalah "bajakan" lagu yang populer dari Venezuela. Dangdut memang disepakati banyak kalangan sebagai musik yang membawa aspirasi kalangan masyarakat kelas bawah dengan segala kesederhanaan dan kelugasannya. Tempat hiburan dan diskotek yang khusus memutar lagu-lagu dangdut banyak dijumpai di kota-kota besar. Demikian pula yang terjadi dengan musik-musik daerah seperti jaipongan. Isu dangdut sebagai alat politik juga menyeruak ketika Basofi Sudirman. Hal yang sama terjadi pada musik tarling dari Cirebon sehingga yang masih eksis pada saat ini adalah bentuk campurannya: tarlingdut. house bersenyawa dengan baik dalam musik dangdut. Mudahnya dangdut menerima unsur 'asing' menjadikannya rentan terhadap bentuk-bentuk pembajakan. dangdut dapat dipastikan turut serta meramaikan situasi. Musik rock. dengan tokohnya Didi Kempot). Genre musik gambus dan kasidah perlahan-lahan hanyut dalam arus cara bermusik dangdut. degung. pop. yang terlihat dari lirik-lirik lagu ciptaannya serta dari pernyataan yang dikeluarkannya sendiri. tarling. Panggung dangdut dapat dengan mudah dijumpai di berbagai tempat. menyanyi lagu dangdut.Setelah bagian kedua. langgam Jawa (dikenal sebagai suatu bentuk musik campur sari yang dinamakan congdut. seperti yang banyak terjadi terhadap lagu-lagu dari film ala Bollywood dan lagu-lagu latin. Perdebatan muncul lagi-lagi akibat gaya panggung penyanyi (wanita)-nya yang dinilai terlalu "terbuka" dan berselera rendah. lagu diulang penuh dari awal hingga akhir. Interaksi dengan musik lain Dangdut sangat elastis dalam menghadapi dan memengaruhi bentuk musik yang lain. Jauh sebelumnya. Di setiap acara hiburan. sesuai dengan perkembangan musik dangdut. keroncong. Ciri khas ini tercermin dari lirik serta bangunan lagunya. pada saat itu sebagai fungsionaris Golkar.

     A. Rafiq Rhoma Irama Elvy Sukaesih Mansyur S. Mashabi Said Effendi Johana Satar Hasnah Tahar 1970-an             A. Harris M. Mukhsin Alatas Meggy Z Herlina Effendi Reynold Panggabean Camelia Malik Ida Laila Rita Sugiarto Noer Halimah Setelah 1970-an Penyanyi dangdut Inul Daratista                         Vetty Vera Nur Halimah Hamdan ATT Iis Dahlia Itje Tresnawaty Evie Tamala Ikke Nurjanah Kristina Cici Paramida Dewi Persik Inul Daratista Ridho Rhoma Iyeth Bustami Ine Shintya Saiful Jamil Erie Suzan Beniqno Aquino Alam Trio Macan Shamila Akhsay Irvan Mansyur Melinda Ira Swara .

dan blues. gospel. .[2] Tahun 1948. yang menjadi perusahaan rekaman yang memimpin bidang R&B pada tahun-tahun awal. dan dua dari lagunya berdasar pada ritme boogie-woogie yang terkenal pada tahun 1940-an. Louis Jordan mendominasi lima besar tangga lagu R&B dengan tiga lagu. yang pertama kali diperkenalkan oleh pemusik Afrika-Amerika. RCA Victor memasarkan musik kulit hitam dengan nama Blues and Rhythm. Frasa tersebut dibalik oleh Wexler di Atlantic Records. Pada tahun yang sama. perusahaan rekaman RCA Victor memasarkan musik kaum kulit hitam yang disebut Blues and Rhythm.RnB R&B (ditulis juga RnB. saksofon tenor. Band Jordan. Tympany Five (1938) terdiri dari dirinya sebagai vokal dan pemain saksofon beserta musisi-musisi lain sebagai pemain trompet. singkatan dari rhythm and blues) adalah genre musik populer yang menggabungkan jazz. piano. bas. Istilah ini pertama kali dipakai sebagai istilah pemasaran dalam musik di Amerika Serikat pada tahun 1947 oleh Jerry Wexler yang bekerja pada majalah Billboard. Tahun 1940-an Pada tahun 1948. Istilah ini menggantikan istilah musik ras dan kategori Billboard Harlem Hit Parade pada Juni 1949. dan drum.