P. 1
OLEG TAMULILINGAN

OLEG TAMULILINGAN

|Views: 1,883|Likes:
Dipublikasikan oleh Sotiya Arum Selasih

More info:

Published by: Sotiya Arum Selasih on Apr 25, 2012
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/25/2012

pdf

text

original

OLEG TAMULILINGAN

Oleg dapat berarti gerakan yang lemah gemulai, sedangkan tambulilingan berarti kumbang pengisap madu bunga. Tari Oleg Tambulilingan melukiskan gerak-gerik seekor kumbang, yang sedang bermain-main dan bermesra-mesraan dengan sekuntum bunga di sebuah taman. Tarian ini sangat indah. Tari Oleg Tambulilingan, yang semula dinamakan Tambulilingan Mangisep Sari, merupakan ciptaan I Ketut Mario dari Tabanan pada tahun 1952 atas permintaan John Coast (dari Amerika). Terpujilah I Mario. Tari Oleg Tambulilingan yang diraciknya pada tahun 1951 hingga kini senantiasa abadi. Remaja putra dan putri selalu bermimpi untuk bisa menarikannya dengan sempurna. Selain sebagai simbol romantisme laki-perempuan, gerak tari Oleg juga mengandung karakter keindahan yang khas Bali. Foto-foto Oleg selalu menghiasi majalah, iklan penerbangan, iklan bank, billboard pinggir jalan dan media lain yang ingin melukiskan khasnya keindahan Bali. Namun tidak banyak yang tahu awal mula koreografer I Mario menciptakan tari ini, apalagi mengetahui stil gerakannya yang asli. Untuk mengenal Mario, Disbudpar Tabanan menggelar Lomba Tari Oleg Tambulilingan dan Kebyar Terompong seBali, 25-27 Maret lalu, di Gedung Mario Tabanan. ———— I Mario lahir dengan nama I Ketut Maria. Hanya peneliti-peneliti dari Eropa dan AS — dengan lidah Barat, tentunya — menyebutnya dengan nama I Mario. Nama itu kemudian lebih populer dari nama sesungguhnya. Nama I Mario abadi, karena nilai pemberontakannya yang kental terhadap gerak-gerak tari Bali. Ia dianggap pencipta karakter gerak yang khas, keras sekaligus romantis. Maka tidaklah salah, jika Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Tabanan punya niat baik menyelenggarakan Lomba Tari Oleg Tambulilingan dan Kebyar Terompong beberapa waktu lalu, untuk melestarikan sekaligus meneladani karakter kesenimanan koreografer tradisional asal Tabanan itu. Niat baik Dsbudpar Tabanan ini dapat sambutan besar dari remaja putra dan putri di seluruh Bali. Dalam catatan panitia, ratusan remaja peserta mendaftarkan diri, namun panitia hanya menyediakan tempat bagi 40 pasang penari Oleg dan 16 penari Kebyar Terompong. Jumlah ini jauh lebih besar ketimbang lomba yang digelar tahun lalu yang hanya diikuti belasan peserta. Kenapa generasi muda begitu antusias mengikuti lomba ini? Tentu banyak alasannya. Selain jumlah hadiahnya cukup spektakuler (total Rp 37 juta), mereka punya mental kompetitif tinggi untuk membuktikan dialah penari Oleg terbaik di Bali. “Tari Oleg itu lembut namun punya tingkat kesulitan tinggi, sehingga saya sangat ingin jadi yang terbaik dari seluruh penari Oleg di Bali,” begitu pengakuan Wiwik, seorang peserta yang datang jauh-jauh dari Karangasem. Niat lebih luhur dari Disbudpar yang patut dihargai adalah keinginannya mempertahankan stil koreografi I Mario yang memang khas. Masalahnya, dalam perkembangan tari Oleg dan Kebyar Terompong belakangan ini terdapat semacam rasa waswas bahwa “Oleg yang asli Mario” bakal punah digerus gelombang kreativitas yang tak tentu arah. Kecemasan itu datang

Dalam Oleg Tambulilingan. “Namun kini kipas biasa hanya gejer-gejer saja. katanya. kancut dan sebagainya. bukan untuk memasung kreativitas. perubahan itu lebih banyak buruknya. Tabanan. Namun properti itu menyatu. Harapan serupa diungkapkan Ayu Trisna Dewi Prihatini. Misalnya dari segi properti. pemilik Sanggar Tari Taman Budaya ini menilai lomba yang digelar Disbudpar bisa dijadikan salah satu pemicu pengenalan stil Mario kepada generasi muda. Caranya. namun biasa disederhanakan menjadi dua gerak. SSKar. Meski begitu. kipas. I Gusti Agung Ngurah Supartha. Padahal Mario sengaja menciptakan kancut sepanjang 5 meter untuk menciptakan kesempurnaan keindahan tari. tiap bulan. Putu Arista Dewi. dalam gerak tari ciptaan Mario bukan hanya berfungsi sebagai alat semata. ngelier dan sebagainya. Misalnya banyak terjadi penyederhanaan. dalam gerak ngrangrang menjadi ngelung kiri dan pacak gulu terdapat unsur gerak tulak angsul. katanya. Pemilik Sanggar Tari Ayu ini berharap stil Mario ini dilestarikan agar tak keburu punah dan tak terlacak asal-usulnya. menurut konsultan seni budaya di KBRI Washinton DC ini. katanya. dalam rangkaian ini sesungguhnya terdapat enam gerakan. Mantan Kepala Taman Budaya Denpasar ini menuturkan. “Dengan cara itu.” ungkapnya. Dan. bukan hanya menggelar lomba. Namun jika diamati dengan cermat. I Made Arnawa. panggul terompong. Banyak puncak pencapaian gerak dari Mario yang sulit ditandingi seniman masa kini. Menurutnya. Kipas. Pengenalan stil Mario. Arista berharap pihak Disbudpar atau siapa pun yang bertanggung jawab terhadap seni-budaya di Bali agar menggelar pembinaan secara terus-menerus. dalam perkembangan tari Oleg dan Kebyar Terompong memang terdapat perubahan-perubahan gerak yang baik. bahkan tiap minggu. kini penari laki-laki Oleg dan Kebyar Terompong banyak menggunakan kancut yang pendek. “Padahal di sana terdapat juga unsur ngeleog. Ayu menyarankan workshop terus-menerus dilakukan. Begitu pula dengan kipas. Dulu. Dari sini.” ujarnya. juga menggelar workshop secara rutin.dari salah seorang murid I Mario. Satu contoh dalam gerak tulak angsul. yakni gerakan tangan tulak dan angsul saja. saling mendukung dengan gerak tubuh si penari. mengakui stil asli Mario memang seharusnya dikenal secara cermat. juga memberikan workshop kepada pembina-pembina sanggar di Bali. seorang penari belajar hingga berbulan-bulan hanya untuk ngampigan kancut.” ujarnya. bisa dikenalkan kembali stil-stil gerak Mario yang sesungguhnya. dalam stil Mario. Tetapi justru sebagai pemicu kreativitas dengan memperkenalkan kepada generasi muda bentuk-bentuk pemberontakan koreografi yang dilakukan Mario pada masanya. bisa dilihat simbolsimbol pemberontakan gerak yang dilakukan Mario dalam seni tari Bali. Jika dihitung. biasa diputar dengan kesempurnaan gerak jari yang rumit. Harapan ini mendapat dukungan dari dosen karawitan STSI asal Tunjuk. yang saat lomba juga bertindak sebagai juri. kenangnya. ini menjadi tantangan tersendiri bagi penanggung jawab kesenian di Bali. Tak cukup hanya dengan lomba. lomba ini amat baik untuk membuktikan sejauh mana ciptaan Mario ini telah direvisi dan diaplikasikan lagi oleh koreografer penerusnya. kisah unik terciptanya tari Oleg sekaligus semangat berkesenian Mario juga bisa dikenal secara luas. Dari ”Sleeping Beauty” . Makanya. Dari properti. kata Supartha. seperti kata Arista. Caranya. Seorang pengamat seni muda Tabanan. Menurutnya.

menurut Arista. Ia pun menghadap Presiden Soekarno.Kisah terciptanya tari Oleg Tambulilingan memang berbelit sekaligus unik. pada tahun 1950 datanglah seorang impresario Inggris Jhon Coast. Dalam orasi ilmiah yang disampaikan saat pembukaan lomba. I Sampih. Denpasar. Mantan staf Kedutaan Inggris di Jakarta ini bersama istrinya menetap di Kaliungu. giliran Sekaa Gong Peliatan diajarkan tabuh lagu. Imajinasi Mario pun bangkit. pada 1899 ini menyanggupinya. I Made Bandem menceritakan. ia meminta I Mario bersama Anak Agung Gde Mandera menciptakan tari baru untuk melengkapi repertori gong Peliatan yang saat itu hanya memiliki tari Janger dan Legong Keraton. Ia memang seorang maestro. penggemar sabungan ayam itu akhirnya mau ke Peliatan. Jhon Coast menyiapkan misi keseniannya dari Bali. Dari kisah itu akhirnya terciptalah tari duet yang hingga kini monumental. I Gusti Ayu Raka. Coast akhirnya mengetahui tentang penari terkenal I Mario dan muridnya I Sampih dari Peliatan. John Coast merangsang I Mario dengan memperlihatkan buku-buku tari klasik Ballet yang dilengkapi foto-foto tari duet Sleeping Beauty. Ia mengambil inspirasi dari Barat (tari Ballet). agresif dan atraktif. Dari foto-foto itu ia mendapat inspirasi untuk menciptakan tari Oleg Tambulilingan. Tabanan. Ubud. Ni Gusti Ayu Raka Rasmin. . Pada April 1951. dan penari Kebyar Duduk. Namun. ia berhasrat membawa sebuah misi kesenian besar ke Eropa dan AS. Senin (25/3) lalu. atas desakan bertubi-tubi dari I Sampih. namun dalam waktu cukup lama ia merenung dan tak memiliki gagasan untuk menciptakan tari yang dimaksud Coast. bisa dilacak karakter kesenimanan Mario yang keras. Coast menawarkan I Mario menciptakan tari baru dengan menggunakan penari Legong Keraton. Denpasar. Penari Pertama Oleg Tamulilingan Tari Oleg Tambulilingan hidup dalam “keabadian”. Remaja Pulau Dewata senantiasa berangan-angan bisa menguasai tari “romantis” itu secara sempurna. Untuk mewujudkan suatu diplomasi kebudayaan. memang tidak mudah. ketika Jhon Coast memiliki kepastian untuk membawa misi kesenian ke Eropa dan AS. Awalnya I Mario menolak bergabung kembali ke Sekaa Gong Peliatan karena merasa tua dan sakit-sakitan. Mandera mengutus I Sampih mencari I Mario ke Banjar Lebah. selama dua tahun. Dr. juga mempertahankan gerak klasik Legong Keraton dan sedikit nuansa Janger. Dari buku-buku laporan peneliti asing yang menetap di Bali pada tahun 1920-an dan 1930-an. sehingga melalui Mandera. Dalam hal pemberontakan gerak. Coast bersahabat baik dengan pemain kendang dan Ketua Sekaa Gong Peliatan Anak Agung Gde Mandera. Rektor ISI Yogyakarta Prof. Namun untuk dapat menari Oleg Tambulilingan secara paripurna. Sesudah batang-tubuh tari terwujud secara kasar. sehingga banyak yang sepakat Mario itu seniman sejati. Ia langsung mengajar I Sampih tabuh lagu-lagu sederhana agar bisa memulai latihan dengan Ni Gusti Ayu Raka Rasmin. Maestro yang lahir di Belaluan. Dari uniknya kisah penciptaan Oleg ini. Saat itu umur Mario diperkirakan lebih dari 50 tahun. I Mario akhirnya bisa ditemukannya. kisah tentang percintaan Putri Aurora dengan kekasihnya Pangeran Charming. kental dan kompromis. Lagu yang diajarkan sebuah lagu kebyar untuk tari laki-laki. dan niatnya itu disetujui. Mario bahkan telah dikenal sebelumnya ketika untuk pertama kali menciptakan tari kekebyaran yang gesit.

berkat penampilannya yang memukau saat menari Condong Legong. Ia diasuh seniman andal Gusti Made Sengog. “Bila tak menari. Sampai kini Ayu Raka masih tetap aktif menularkan tari Legong dan Oleg Tambuliling kepada generasi penerus. tubuh terasa kelu. putri sulung dari lima bersaudara pasangan I Gusti Putu Pageh-Ni Gusti Putu Kompyang itu sejak usia dini sangat menyenangi tari Bali. seniman asal Tabanan. kepiawaian dan kelincahan yang dimilikinya. Ayu Raka. Wanita itu kerap memperkuat tim kesenian Bali melanglang buana. Adalah I Gusti Ayu Raka (68).” tutur istri (almarhum) Anak Agung Gede Djelantik itu. wanita yang beruntung didaulat I Ketut Maria menjadi penari perdana tari “romantisme” itu. Bahkan Ayu Raka menjadi cover buku “Dancing Out of Bali” karya John Coast. Koreografer yang lebih dikenal dengan panggilan Mario menjadikan Tamulilingan sebagai ikon yang amat kesohor hingga ke mancanegara. lantas ke Eropa dan Amerika Serikat pada 1953. Seorang impresario asal Inggris.Oleg Tambulilingan adalah tari yang mengandalkan kelincahan olah tubuh diiringi instrumen gamelan hasil “racikan” (alm) I Ketut Maria. selain mendapat motivasi kuat dari kedua orang tuanya. Berkat kharisma. 31 Desember 1939 itu. tapi semangat tidak boleh sirna. John Coast menobatkan Ayu Raka sebagai penari bintang. perkampungan seniman Ubud. Pakistan (1964). Sosok wanita yang masih “menyimpan” sisa-sisa wajah menawan itu. Ayu Raka bergabung dengan Sekaha Gong Peliatan. Ketika menginjak umur 12 tahun. Amerika (1982) dan Singapura (1996). Lawatan tim kesenian Indonesia tersebut meraih sukses yang luar biasa dan Ayu Raka cilik saat itu dielu-elukan sebagai penari bintang. Ibu dari empat putra-putri yang masih enerjik pada usia senjanya itu memang mengabdikan hidupnya untuk menari. Eropa (1973). Garuda dan Oleg Tamulilingan. Jepang (1968). Oleg Tamulilingan menjadi termasyhur. pertama kali melawat ke Paris. . Saya senang mewariskan Legong dan Oleg Tamulilingan kepada generasi penerus sebagai pengorbanan suci (nyadnya). Ayu Raka terbang ke berbagai negara untuk menari Oleg Tamulilingan. “Usia boleh senja. Ayu Raka juga pernah mengadakan lawatan ke China (1959).” ujarnya. Australia (1971). Lewat gemulai tubuh perempuan kelahiran Gianyar.

Tubuh betul-betul terasa sakit setelah seharian latihan. yang secara periodik mempunyai jadual manggung di luar negeri. kemudian diinjak-indak dan di bawah kedua ketiak diikat stagen. Tabanan. selain digedor oleh motivasi lomba. oleg (goyang) dan tamulilingan (kumbang). jantan dan betina. Tari Cinta Kasih Bali Kiriman Kadek Suartaya. Mantan Staf Kedutaan Inggris di Jakarta bersama istrinya menetap di Kaliungu. Masyarakat Bali seakan tak pernah bosan mengaguminya. sarat antusias adu keperigelan dalam sebuah kompetisi. digabungkan untuk menyebut sebuah cipta seni tari yang lahir pada tahun 1952. Sejatinya. Pun. Selama belajar tari Oleg dari I Ketut Maria. semuanya pentas dengan semangat membuncah. tampil dengan aura dan gairah berbinar. tampaknya juga digelorakan oleh stimulasi cinta seni budaya luhur bangsa sendiri. Luh Kade Pebria Satyani (18 tahun). pada tahun 1950 datanglah seorang impresario Inggris. yang sedang menjalin asmara di sebuah taman bunga itu. Ayu Raka digembleng dengan berbagai gerakan sulit. Pada jamannya. Patung Oleg Tamulilingan dipajang di depan Gedung Mario (diabadikan dari nama Marya yang oleh orang barat disebut Mario). “Untuk melatihan gerakan `ngelayak`. jika murid-murid binaannya melakukan “agem dan tanjek” yang tidak benar serta kurang senyum. Pengalaman Berat Ayu Raka tidak serta merta menjadi bintang. masih mempesona hingga hari ini. lenggok si kumbang betina nan ayu ini. dalam perjalanannya. Lebih-lebih bagi masyarakat Tabanan. Kisah terciptanya Tari Oleg Tambulilingan memang unik dan berbelit-belit. Menurut gurubesar Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar Prof Dr I Made Bandem. Gereget tersebut. Tari Oleg Tamulilingan dan Mario telah menyatu dan melegenda. tari Oleg diciptakan melalui proses berliku oleh pribadi seorang Ketut Marya yang unik.” katanya. Denpasar. tidak sedikit para gadis Bali yang dengan bangga membawakan gemulai anggun. Tengoklah pada Kamis (25/11) malam lalu di Gedung Mario. Oleg Tamulilingan. menjadi karya seni pertunjukan monumental yang belum tertandingi hingga kini.Tidak terhitung entah berapa ribu seniman terlahir dari hasil binaannya. Mario. Untuk menjadi maestro Oleg Tamulilingan ia harus menempuh “laku” berat. Jhon Coast. Oleg Tamulilingan. selama dua tahun. tari yang bertutur tentang sepasang kumbang. Ekspresi . untuk mendapatkan “agem” yang kuat tubuh harus tengkurap di lantai. ia harus bersandar di atas meja atau tembok. tari Oleg Tamulilingan dan Ketut Marya diusung sebagai salah satu ikon dearahnya. tampak menunjukkan totalitasnya mensinergikan wiraga-wirama-wirasa. misalnya. Beberapa pasang penari Oleg Tamulilingan. Tak disangka. termasuk seniman andal yang terhimpun dalam sanggar Cudo Mani Ubud. Dosen PS Seni Karawitan ISI Denpasar Dua istilah dalam bahasa Bali. bersama pasangannya (kumbang jantan). menurut Ayu Raka sering berlaku galak. Begitu juga para penari Oleg yang lainnya. tari duet buah kreasi dan inovasi I Ketut Marya tersebut.

. Penampilan sekian pasang tari Oleg Tamulilingan dalam lomba tari Bali itu disimak tekun penonton. Gusti Kompyang. baru kemudian melejit di tengah masyarakat Bali dan masih eksis hingga hari ini. Tengoklah pesonanya belum lama ini di Auditorium Undiknas. Denpasar. Tari Oleg Tamulilingan diciptakan Marya ketika usianya menapak lebih dari 50 tahun. ia tertarik. Gianyar. Bagaimana gelora percintaan itu dapat disimak pada bagian kemesraan kejar mengejar dalam ungkapan penari wanita bergelinjang lincah sementara penari pria mengitari berjinjit-jinjit untuk mencari-cari kesempatan mendaratkan ciumannya. tak begitu banyak masyarakat Bali mengetahuinya. Tabanan dan disempurnakan oleh Anak Agung Gde Mandera. yang ditunjukkan kepada Marya oleh seorang budayawan Barat yang menetap di Kaliungu. Sedangkan dari aspek gagasan. Gianyar. Sebaliknya. Pasangan Ni Kadek Diah Kartini (15) dan I Gede Radiana Putra (16) yang dinyatakan tim juri sebagai juara I memang mengundang decak. Variasi ekspresi senyum dan estetika gerakan mata yang terlatih dari dua penari remaja itu memperlengkap totalitas sajian seni tari yang umumnya ditafsirkan sebagai kisah cinta asmara sepasang kekasih ini. Sebagai seorang seniman tulen. justru tari yang bertutur tentang sepasang kumbang jantan dan betina itu terlebih dulu dikenal oleh penonton di luar negeri. Denpasar. Gianyar. Marya tampil dengan taksu berbinar memukau penonton dengan membawakan tari ciptaannya. KETIKA tari Oleg Tamulilingan tercipta pada 1952. Tetapi iringannya yang merupakan kerangka konseptual dalam sebuah koreografi. ketika berkesempatan melawat ke Eropa. Baru ketika salah satu muridnya. memang sepenuhnya merupakan formulasi estetik Ketut Marya. tari Oleg terinspirasi oleh foto-foto ballet klasik duet “Sleeping Beauty” yaitu tentang kisah percintaan putri Aurora dengan kekasihnya Pangeran Charming. Gemulai liukan tubuh langsing Kadek Diah dan kelincahan nan tangkas gerakan Gede Radiana tampak begitu padu dan memukau. John Coast. Sebuah tim kesenian dari Desa Peliatan. Setelah sukses mempesona penonton di dua benua itu. tari duet yang didahului oleh penampilan tunggal penari wanita ini. dilihat dari konstruksi estetiknya memang kental dengan aroma gelegak asmara. dan Amerika serikat pada tahun 1957 dan 1962. secara khusus. dan Wayan Lebah dari Peliatan. Marya asyik memanjakan kegemarannya berjudi sabungan ayam. Marya tak menggubrisnya dengan alasan dirinya sudah tua. ketika kedua penari larut dan berinteraksi dengan simbol-simbol hasrat asmara insan pria dan wanita yang memadu kasih. Stilisasi sekelebat ciuman itu mengukuhkan Oleh Tamulilingan sebagai tari monumental yang sulit dicari tandingannya. Marya disokong pengerawit tangguh yaitu Wayan Sukra asal Marga. Interpretasi ini khususnya mengemuka pada koreografi bagian akhirnya. Kebyar Terompong. Kanada. yang memintanya dengan segala bujuk rayu menciptakan sebuah tari baru untuk sekaa gong Peliatan yang akan melawat ke luar negeri. menyuguhkannya pada masyarakat Eropa dan Amerika. Di usia senjanya. dalam lawatan internasionalnya pada tahun itu.artistik yang terakumulasi dalam tari Oleg. I Sampih. Ubud. Ketika ada ajakan kepadanya untuk bergabung dengan sekaa gong Peliatan. Oleg Tamulilingan yang berdurasi sekitar 10 menit ini. Ubud.

Tari dengan konsep artistik dan bangun estetik seperti Oleg Tamulilingan belum begitu banyak diciptakan. Rama dan Arjuna Digeser para Selebritis Rama dan Sinta adalah sepasang kekasih panutan dalam cerita Ramayana. Gamelan pengiring tari ini adalah Gong Kebyar. menggambarkan kisah percintaan pria-wanita yang biasanya dimanifestasikan dengan gerakan berkasih-kasihan. Di Bali. Dia bergerak mengitari panggung. selain berencana menampilkan beberapa tari Bali yang sudah ada.Tari Bali berikutnya adalah Oleg Tamulilingan. Marya yang telah tersohor sebagai pencipta tari Kebyar Duduk (1920) didaulat untuk berkreasi. Penari wanita muncul dalam gerakan lincah. Tari itu dibawakan secara memikat oleh dua penari. ada interpretasi lainnya sebagai tari persekasihan. juga ingin membawa tari baru. Sementara para seniman Peliatan tetap berusaha mempertahankan style-nya sendiri. sebelum si penari laki-laki muncul dan melakukan duet tarian yang dinamis. baik yang disajikan khusus dalam pementasan seni kebyar maupun sebagai tari lepas mengawali pementasan Drama Gong. tari bertema percintaan ini kemudian dicintai masyarakat Bali. Tak sekadar soal sepasang kumbang. Oleg Tamulilingan sering ditampilkan. digerak-gerakkan serupa sayap. Selendang kuning yang diikatkan pada pinggangnya. Penari pertamanya adalah I Gusti Ayu Raka Rasmin dan I Sampih. dan Prembon. John Coast. lewat para penari lulusan Kokar dan ASTI. Sendratari. lelaki dan wanita (Wardoyo dan Kadek Yuli). Oleg Tamulilingan. Sejarah lahirnya tari ini bermula ketika sebuah rombongan kesenian Desa Peliatan akan pentas keliling Eropa dan Amerika pada 1952 itu. Cinta sejati kedua tokoh ini telah mengharu biru masyarakat dunia lewat beragam ekspresi seni. sebuah tarian tentang sepasang kumbang (jantan dan betina) yang sedang berterbangan di taman bunga. Tetapi masihkah dua tokoh ideal itu dijadikan idola masyarakat kekinian? . Selanjutnya. khususnya kandungan pesan universal kasih sayangnya. Untuk genre seni kebyar -. tari Oleg Tamulilingan dikenal luas. Rama adalah ksatria berbudi luhur yang mengabdikan hidupnya demi tegaknya dharma. Dalam perjalanannya. Proses kreatif yang konon cukup jelimet itu melahirkan tari. Didukung oleh semaraknya perkembangan Gong Kebyar yang bertumbuhan di setiap desa.seni pertunjukan yang menguak di Bali sejak tahun 1915 -. Para penari cantik yang piawai membawakan tari Oleg jadi idola. sedangkan Kokar dan ASTI hadir dengan reinterpretasi estetiknya namun tetap anut dengan karakter estetik original tari itu. disebut Tamulilingan Mangisep Sari. sebelum bernama Oleg Tamulilingan. kisah Rama dan Sinta banyak dicerap melalui media seni pertunjukan. Sinta adalah wanita pujaan berhati mulia yang menjunjung tinggi kesetiaan. seorang impresario asal Inggris yang memimpin misi kesenian itu.mungkin tari ciptaan I Ketut Marya ini adalah satu-satunya.

Krisis moral yang menggerogoti bangsa ini salah satu penyebabnya adalah karena keringnya nurani. Demikian pula para remaja atau kaum muda. Penonton. tokoh-tokoh dalam cerita Ramayana dan Mahabharata seperti Arjuna. kesetiaan Sinta atau kepatuhan Laksamana dalam hikayat Ramayana begitu nikmat dikunyahkunyah para penikmat seni sastra dan penonton seni pertunjukan. Kendati disajikan dengan cukup memukau. tim sendratari Ramayana sekolah ini selain sering pentas di Bali juga pernah diundang menunjukkan kebolehannya di Australia. Tokoh-tokoh kedua wira carita itu sudah berbaur atau malahan telah digeser oleh tokoh-tokoh modern fiktif atau nyata masa kini. Klimaksnya. Pementasan sendratari untuk memeriahkan serangkaian ritual keagamaan di sekolah itu bergulir sepanjang satu setengah jam itu dibawakan sekelompok siswa sekolah itu dan disaksikan oleh teman-teman dan guru-guru mereka sendiri serta masyarakat sekitarnya. berperilaku. namun lebih terpesona dengan bintang-bintang sinetron atau selebritis dunia tarik suara. walaupun prestasi ini telah pernah diukir oleh para alumnus sekolah ini 30 tahun yang lampau. terlihat kurang mengikuti jalan ceritanya. Mereka bersorak-sorak riang. namun tampak adanya kegelisahan pada sebagian besar penonton. Namun demikian. Kresna. Ketika Rama dan Laksmana lengah. dengan keberhasilan SLTP Negeri 1 Sukawati kini menyemai bakat dan menggali potensi seni para siswanya seperti yang terlihat lewat pementasan sendratari Ramayana tersebut. Karena itu. Kabupaten Gianyar. Saat itu. Menanamkan nilai-nilai spiritual dan moral lewat media seni adalah salah satu pengejawantahan kesungguhan kita untuk membangun manusia-manusia untuk generasi penerus. Rama bersama tentara kera yang dipimpin Anoman. terasa menarik disimak bila dihadapkan dengan fenomena kian tidak intimnya generasi muda Bali masa kini dengan tokoh-tokoh idola generasi orangtua dan kakek-nenek mereka. Bima. dan bermasyarakat. Berawal dari kisah perjalanan Rama. Bentuk seni pentas yang muncul di Bali pada tahun 1960-an itu mampu mereka tampilkan cukup prima. kurang dihayatinya budi pekerti sebagai landasan berpikir. Anak-anak Bali masa kini tak hirau lagi dengan keperkasaan Gatotkaca atau ketangguhan Anoman. Mereka terlihat kurang peduli dengan pesan moral yang disampaikan pentas seni tersebut. memerangi Alengka. tokoh-tokoh idola itu mungkin tak begitu populer lagi. Rahwana. Adegan kezaliman Rahwana ditumpas oleh Rama tak menarik perhatian anak-anak muda itu. namun ada indikasi kian gamangnya apresiasi mereka terhadap jagat seni itu sendiri. Sinta.DULU. Kini. Padahal afmosfir Sukawati dan sekitarnya sarat dengan nuansa beragam seni. Demikian pula keteladanan Rama. Bisma dan lain-lainnya merupakan tokoh panutan dan idola masyarakat. Nilai-nilai estetik tari dari musik yang disajikan sendratari itu tak mampu menggelitik dan menggetarkan sukmawi mereka. di bawah guru kesenian I Nyoman Sumertha dibantu pelatih tabuh dan tari I Gusti Ngurah Arjawa dan I Wayan Nabdha Armada dari ASTI (kini ISI) Denpasar. Mereka telah dilenakan oleh pahlawan-pahlawan asing dengan senjata super canggih yang ramai dikobarkan di televisi. khususnya para remaja. Yang paling mendapat aplaus justru tari aras-arasan yaitu ketika Rama dan Sinta melakukan adegan romantis. Sinta berhasil diculik oleh raja Alengka. membunuh Rahwana. dan Laksamana di tengah hutan Nandaka. Oleh karena . harus dan patut disyukuri pula. tak berorientasi lagi dengan kecakapan dan ketampanan Arjuna atau Salya misalnya. sebuah pementasan sendratari Ramayana yang digelar pertengahan Oktober lalu di halaman SLTP Negeri Sukawati. Rupanya kesenjangan generasi muda kita tak hanya terbatas pada tokoh-tokoh dan nilai-nilai moral cerita Ramayana (dan Mahabharata).

mitologi. legenda.itu jagat seni yang beresensi kasih dan bersemangat damai patut diakrabi sejak dini oleh generasi muda. Gus Dur. Pesan-pesan moral yang dilontarkan dunia sastra dan seni patut dikaji dan dikontekstualisasikan dengan semangat zaman kekinian. Nilai-nilai moral tentang kearifan Yudistira sebagai negarawan sejati atau kepiawaian Kresna sebagai politikus ulung mungkin tak banyak mengilhami para pemimpin atau politisi bangsa ini. Realitas transformasi budaya yang membawa perubahan-perubahan yang cepat kini sedang menggelinding dahsyat mengepung kita dengan amat gencarnya. dan entah siapa lagi . termasuk mengkritisi tokoh-tokoh panutan lama dari cerita epos. Masyarakat kita sedang bergulat memilah dan menyeleksi berbagai nilai. dan sejarah. Popularitas Yudistira atau Kresna bisa jadi kalah jauh dengan Amien Rais. Akbar Tandjung. Bush. George W. Mahathir Muhamad. Saddam Husein. * kadek suartaya .

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->