Anda di halaman 1dari 59

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Perkembangan teknologi elektronika sampai sekarang ini tidak lepas dari penggunaan sistem kontrol, karena dengan sistem kontrol, peralatan elektonika tersebut dapat dioperasikan sesuai dengan fungsi dan kegunaannya. Dalam teknologi elektronika, efektifitas dan efisieni selalu menjadi acuan agar setiap langkah dalam penggunaan dan pemanfaatan teknologi diharapkan dapat mencapai hasil yang optimal baik kualitas maupun kuantitasnya. Agar dapat mewujudkan hal tersebut maka diperlukan sebuah alat, komponen atau sistem yang dapat memproses suatu data dengan cepat dan akurat. Salah satunya adalah mikrokontroler. Simulator mikrokontroler Atmega8535 ini didesain khusus untuk keperluan belajar mikrokontroler secara menyeluruh dari tingkat pemula hingga tingkat mahir. Dan kenapa simulator mikrokontroler yang dibuat menggunakan mikrokontroler ATMega8535, karena mikrokontroler ATMega8535 memiliki kelebihan dibandingkan dengan mikrokontroler MCS51, karena didalam suatu chip mikrokontroler ATMega8535 sudah terdapat ADC internal 8 channel 10 bit (Analog Digital Converter), EEPROM 512 byte (Electrically Erasable

Programmable ROM) dan terdapat osilator internal & osilator external yang dapat di up sampai 16 MHz. Kelebihan simulator mikrokontroler ATMega8535 yang dibuat adalah dalam satu blok terdapatnya beberapa modul terpadu, sehingga mudah digunakan ke berbagai aplikasi, adapun kelebihan yang terdapat pada simulator mikrokontroler ATMega8535 yang dibuat adalah:

Simulator Mikrokontroler Atmega8535

Page 1

Sistem Minimum Mikrokontroler ATMega8535 yang lengkap karena setiap port terhubung ke indikator LED untuk memudahkan dalam pengecekan kondisi keluaran tiap port I/O.

Koneksi ke PC mudah, dan dapat dihentikan tanpa melepas kabel koneksi. Kemudahan untuk mengganti nilai XTAL (Osilator eksternal). USB Conection untuk mendownload program melalui AVR doper. 4 line Adjustable Vreff (muliturn) untuk aplikasi ADC dan PWM. 4 line VR independent (singleturn) untuk aplikasi servo dan speed controller. 8 line push button input aktif low, dengan pull up resistor. 8 line DIP switch input aktif low, dengan pull up resistor. 8 digit seven segmen aktif high dengan system scanning. LCD 16x2 dengan pengatur kontras. Modul Keypad 4x4. Driver motor L293D untuk aplikasi yang memerlukan beban yang lebih besar. EEPROM AT24C512 dengan kapasitas 512 K byte untuk penyimpanan data secara permanen pada saat catu daya terputus. RTC DS1307 untuk aplikasi real time clock seperti jam dan kalender digital. Setting jumper untuk mengaktifkan modul yang digunakan saja sehingga dapat menghemat daya.

Simulator Mikrokontroler Atmega8535

Page 2

1.2 Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang di atas, perumusan masalah yang timbul dapat dijabarkan sebagai berikut : 1. Bagaimana desain Simulator Mikrokontroler Atmega8535 yang dapat mengakomodir semua komponen utama yang berkaitan dengan penggunaan mikrokontroler? 2. Bagaimana agar simulator mikrokontroler Atmega8535 tersebut dapat menggerakan aktuator yang memerlukan beban yang lebih besar? 3. Bagaimana cara mengakomodir kebutuhan interfacing

mikrokontroler Atmega8535, dari interfacing port input/output?

1.3 Batasan Masalah Untuk membatasi pembahasan supaya tidak terlalu melebar, dan untuk memudahkan saya dalam perancangan alat tersebut, maka diperlukan pembatasan masalah sebagai berikut: 1. Sistem mikrokontroler yang digunakan adalah mikrokontroler Atmega8535. 2. Sistem papan penampil menggunakan seven segment dan LCD. 3. RTC DS1307 atau Real Time Clock digunakan untuk

aplikasiaplikasi yang memerlukan pewaktuan presisi. 4. Driver motor menggunakan IC L293D. 5. EEPROM menggunakan AT24C512.

1.4 Tujuan Tujuan pembuatan Tugas Akhir ini adalah merancang dan mengembangkan sistem simulator mikrokontroler ATMega8535, agar dapat mengakomodir semua komponen utama yang berkaitan dengan penggunaan mikrokontroler.

Simulator Mikrokontroler Atmega8535

Page 3

1.5 Manfaat Adapun diantaranya: 1. Dapat digunakan sebagai sarana untuk mempelajari manfaat dari hasil pembuatan tugas akhir ini

mikrokontroler sehingga dapat mudah dipahami, khususnya mikrokontroler Atmega8535. 2. Dapat diaplikasikan ke berbagai aplikasi, karena pada system simulator mikrokontroler ATMega8535 terdiri dari beberapa rangkaian modul terpadu.

1.6 Metode Pengumpulan Data Metode Pengumpulan data yang dilakukan dalam penyusunan Laporan tugas akhir ini terdiri dari beberapa macam, yaitu : 1. Studi Pustaka, dengan mempelajari serta mengkaji buku-buku referensi, tentunya berhubungan dengan permasalahan yang akan dibahas. 2. Observasi, dengan melakukan tanya jawab dan diskusi dengan pembimbing. 3. Browsing di situs-situs Internet

1.7 Sistematika Penulisan Laporan Untuk mempermudah pembahasan dan pemahaman maka penulis membuat sistematika penulisan laporan sebagai berikut : 1. Urutan halaman bagian persiapan, meliputi : a) Halaman Judul b) Halaman Pengesahan c) Kata Pengantar d) Daftar Isi e) Daftar Gambar f) Daftar Lampiran

Simulator Mikrokontroler Atmega8535

Page 4

2. BAB I PENDAHULUAN a) Latar Belakang b) Perumusan Masalah c) Batasan Masalah d) Tujuan e) Manfaat f) Metode Pengumpulan Data g) Sistematika Penulisan Laporan 3. BAB II LANDASAN TEORI a) Pengertian Simulator. b) Pengenalan Komponen. 4. BAB III PERANCANGAN SISTEM Berisikan pembahasan dari judul laporan, meliputi: Perancangan sistem perangkat keras, yaitu diagram blok dari rangkaian dan skematik dari masing-masing rangkaian. 5. BAB IV PENGUJIAN Berisikan pengujian alat Simulator mikrokontroler Atmega8535. 6. BAB V PENUTUP Berisikan Kesimpulan dari isi laporan dan saran. 7. Daftar Pustaka 8. Lampiran-lampiran 9. Identitas Mahasiswa

Simulator Mikrokontroler Atmega8535

Page 5

BAB II LANDASAN TEORI


2.1 Pengertian Simulator Simulator merupakan suatu teknik mengoperasikan suatu sistem dengan bantuan perangkat komputer dan dilandasi oleh beberapa asumsi tertentu sehingga sistem tersebut bisa dipelajari secara ilmiah. Pengertian simulator tidak dapat terpisahkan dari pengertian tentang Sistem dan Model. Sistem adalah Kombinasi dari beberapa komponen yang bekerja bersama- sama dan melakukan suatu sasaran tertentu. Model secara singkat adalah sebuah bentuk fisik atau abstrak yang dapat digunakan untuk menjelaskan tentang perilaku Sistem. Simulator dapat dimanfaatkan untuk berbagai tujuan, misalnya : Simulator digunakan untuk mempelajari berbagai percobaan yang mengandung interaksi internal. Pengetahuan dari simulator dapat digunakan untuk

menyempurnakan Sistem. Simulator dapat digunakan sebagai alat pengajaran untuk penguatan materi pembelajaran.

Simulator Mikrokontroler Atmega8535 digunakan sebagai sarana metode pembelajaran mikrokontroler Atmega8535 untuk berbagai aplikasi, seperti: aplikasi pada LED, LCD 16x2, Seven segmen, Keypad, Motor DC, Motor Stepper, dll.

Simulator Mikrokontroler Atmega8535

Page 6

2.2 Pengenalan Komponen. Dalam proses pembuatan simulator mikrokontroler

atmega8535 terdiri dari beberapa komponen diantaranya : 2.2.1 Mikrokontroler Atmega8535 Mikrokontroler merupakan keseluruhan sistem komputer yang dikemas menjadi sebuah chip di mana di dalamnya sudah terdapat Mikroprosesor, I/O, Memori bahkan ADC, berbeda dengan Mikroprosesor yang berfungsi sebagai pemroses data. Mikrokontroller AVR (Alf and Vegards Risc processor) memiliki arsitektur 8 bit, dimana semua instruksi dikemas dalam kode 16-bit dan sebagian besar instruksi dieksekusi dalam 1 siklus clock atau dikenal dengan teknologi RISC (Reduced Instruction Set Computing). Secara umum, AVR dapat dikelompokan menjadi

beberapa varian yaitu keluarga AT90Sxx, keluarga ATMega, AT86RFxx dan dan ATTiny. Pada dasarnya yang membedakan masing-masing adalah kapasitas memori dan beberapa fitur tambahan. Memori merupakan bagian yang sangat penting pada mikrokontroler. Mikrokontroler memiliki dua macam memori yang sifatnya berbeda yaitu: 1. ROM (Read Only Memory) Read Only Memory (ROM) yang isinya tidak berubah meskipun IC kehilangan catu daya, Sesuai dangan

keperluannya. 2. RAM (Random Acces Memory) Random Access Memori (RAM) isinya akan sirna begitu IC kehilangan catu daya, dipakai untuk menyimpan data pada saat progam bekerja. RAM yang dipakai untuk menyimpan data disebut sebagai memori data.

Simulator Mikrokontroler Atmega8535

Page 7

Konfigurasi Pin ATMega8535 Dari segi arsitektur dan instruksi yang digunakan, bisa dikatakan hampir sama. Dibawah ini gambar konfigurasi PIN Mikrokontroler Atmega8535.

Gambar 2.1, Konfigurasi Pin ATMega8535

Secara umum konfigurasi dan fungsi pin ATMega8535 dapat dijelaskan sebagai berikut: 1. VCC Input sumber tegangan (+) 2. GND Ground (-) 3. Port A (PA7 PA0) Berfungsi sebagai input analog dari ADC (Analog to Digital Converter). Port ini juga berfungsi sebagai port I/O dua arah, jika ADC tidak digunakan. 4. Port B (PB7 PB0) Berfungsi sebagai port I/O dua arah. Port PB5, PB6 dan PB7 juga berfungsi sebagai MOSI, MISO dan SCK yang dipergunakan pada proses downloading. 5. Port C (PC7 - PC0) Berfungsi sebagai port I/O dua arah.

Simulator Mikrokontroler Atmega8535

Page 8

6. Port D (PD7 - PD0) Berfungsi sebagai port I/O dua arah. Port PD0 dan PD1 juga berfungsi sebagai RXD dan TXD, yang dipergunakan untuk komunikasi serial. 7. RESET Input reset. 8. XTAL1 Input ke amplifier inverting osilator dan input ke sirkuit clock internal. 9. XTAL2 Output dari amplifier inverting osilator. 10. AVCC Input tegangan untuk Port A dan ADC. 11. AREF Tegangan referensi untuk ADC.

Blok diagram mikrokontroler Atmega8535 Dari gambar blok diagram mikrokontroler Atmega8535 dapat dilihat bahwa ini memiliki bagian-bagian sebagai berikut : 1. Saluran I/O sebanyak 32 buah, yaitu Port A, Port B, Port C dan Port D. 2. ADC 8 channel 10 bit. 3. Tiga buah Timer/Counter dengan kemampuan

pembanding. 4. CPU yang terdiri atas 32 buah register. 5. Watchdog timer dengan osilator internal. 6. SRAM sebesar 512 byte. 7. Memori Flash sebesar 8 KB dengan kemampuan Read While Write. 8. Interrupt internal dan eksternal 9. Port antarmuka SPI (Serial Peripheral Interface). 10. EEPROM sebesar 512 byte yang dapat diprogram saat operasi. 11. Antarmuka komparator analog. 12. Port USART untuk komunikasi serial

Simulator Mikrokontroler Atmega8535

Page 9

Gambar 2.2, Blok diagram fungsional ATmega8535

Simulator Mikrokontroler Atmega8535

Page 10

Fitur Mikrokontroler Atmega8535 Adapun kapabilitas detail dari ATmega8535 adalah sebagai berikut: 1. Sistem mikroprosesor 8 bit berbasis RISC dengan kecepatan maksimal 16 MHz. 2. Kapabilitas memori flash 8 KB, SRAM sebesar 512 byte, dan EEPROM (Electrically Erasable Programmable Read Only Memori) sebesar 512 byte. 3. ADC internal dengan fidelitas 10 bit sebanyak 8 channel. 4. Portal komunikasi serial (USART) dengan kecepatan maksimal 2,5 Mbps. 5. Enam pilihan mode sleep untuk menghemat penggunaan daya listrik.

Pemetaan Memory mikrokontroler Atmega8535 ATMega8535 memiliki ruang pengalamatan memori data dan memori program yang terpisah. Memori data terbagi menjadi 3 bagian yaitu 32 buah register umum, 64 buah register I/O, dan 512 byte SRAM internal. Register untuk keperluan umum menempati space data pada alamat terbawah yaitu $00 sampai $1F. Sementara itu register khusus untuk menangani I/O dan kontrol terhadap mikrokontroler menempati 64 alamat berikutnya, yaitu mulai dari $20 sampai $5F. Register tersebut merupakan register yang khusus digunakan untuk mengatur fungsi terhadap berbagai peripheral

mikrokontroler, seperti kontrol register, timer/counter, fungsifungsi I/O, dan sebagainya. Register khusus alamat memori secara lengkap dapat dilihat pada tabel dibawah. Alamat memori berikutnya digunakan untuk SRAM 512 byte, yaitu

Simulator Mikrokontroler Atmega8535

Page 11

pada lokasi $60 sampai dengan $25F. Tabel dibawah ini menunjukan pemetaan memory mikrokontroler Atmega8535.

Gambar 2.3, Konfigurasi memory data AVR ATMega8535

Memory program yang terletak dalam flash PEROM tersusun dalam word atau 2 Byte karena setiap instruksi memiliki lebar 16-bit atau 32-bit. AVR ATMega8535 memiliki 4KByteX 16-bitFlash PEROM dengan alamat mulai dari $000 sampai $FFF. AVR tersebut memiliki 12-bit Program Counter (PC) sehingga mampu mengalamati isi Flash.
$000

Application Flash Section

Boot Flash Section $FFF

Gambar 2.4, Memory Program AVR ATMega8535

Simulator Mikrokontroler Atmega8535

Page 12

2.2.2 Real-Time Clock (RTC) DS1307 Real-time clock DS1307 adalah IC yang dibuat oleh perusasahaan Dallas Semiconductor. IC ini memiliki kristal yang dapat mempertahankan frekuensinya dengan baik. Realtime clock DS1307 memiliki fitur sebagai berikut: 1. Real-time clock (RTC) meyimpan data-data detik, menit, jam, tanggal dan bulan dalam seminggu, dan tahun valid hingga 2100. 2. 56-byte, battery-backed, RAM nonvolatile (NV) RAM untuk penyimpanan. 3. Antarmuka serial Two-wire (I2C). 4. Sinyal keluaran gelombang-kotak terprogram

(Programmable squarewave). 5. Deteksi otomatis kegagalan-daya (power-fail) dan rangkaian switch. 6. Konsumsi daya kurang dari 500nA menggunakan mode baterei cadangan dengan operasional osilator. 7. Tersedia fitur industri dengan ketahanan suhu: -40C hingga +85 C. 8. Tersedia dalam kemasan 8-pin DIP atau SOIC. Dibawah ini adalah gambar PIN RTC DS1307.

Gambar 2.5, Diagram pin RTC DS1307

Daftar pin RTC DS1307 adalah sebagai berikut: 1. VCC Primary Power Supply. 2. X1, X2 32.768kHz Crystal Connection. 3. VBAT +3V Battery Input.

Simulator Mikrokontroler Atmega8535

Page 13

4. GND Ground. 5. SDA Serial Data. 6. SCL Serial Clock. 7. SQW/OUT Square Wave/Output Driver.

Mode Operasi RTC DS1307 IC RTC DS1307 beroperasi dalam dua mode, yaitu Slave Receiver Mode (Write Mode) dan Slave Transmitter Mode (Read Mode).

a) Slave Receiver Mode (Write Mode).


Mode penerima slave (write mode) dalam pengiriman sinyal memiliki urutan: 1. Setelah sinyal START, master mengirim byte

pertama yang terdiri dari 7-bit address IC DS1307, yaitu 1101000 dan 1-bit R/W, yaitu LOW, karena ini adalah opersai WRITE. 2. Hardware pada DS1307 akan membaca address yang dikirimkan oleh master tersebut, kemudian slave, dalam hal ini IC DS1307 akan bit-acknowledge pada SDA. 3. Setelah itu master akan mengirimkan address tempat data pertama akan diakses. Address ini berbeda dengan 7-bit address tadi, ini adalah address isi IC DS1307, bukan address dari IC DS1307. Address ini akan disimpan dalam register pointer oleh DS1307 yang juga mengirim sinyal acknowledge ke master. 4. Setelah itu master dapat mengirimkan sejumlah byte ke slave, dimana setiap byte dibalas dengan acknowledge oleh slave. Setiap menerima byte baru isi register pointer ditambah satu sehingga register ini menunjuk ke alamat berikutnya dari lokasi data pada

Simulator Mikrokontroler Atmega8535

Page 14

DS1307. Setelah menerima acknowledge terakhir, master akan mengirim sinyal STOP untuk mengakhiri transfer data.

b) Slave Transmitter Mode (Read Mode). Sama memberikan seperti sinyal mode START, write, ia setelah master byte

mengirimkan

pertama yang terdiri dari 7-bit dalam IC DS1307, yaitu 1101000, diikuti 1-bit R/W, yaitu HIGH. Setelah

menerima byte pertama ini, slave, dalam hal ini DS1307 akan mengirimkan bit acknowledge pada SDA. Setelah itu slave mulai mengirimkan sejumlah byte ke master. Setiap byte pengiriman dibalas dengan 1-bit

acknowledge oleh master. Byte pertama yang dikirimkan oleh slave atau DS1307 adalah data yang alamatnya ditunjuk oleh register pointer pada DS1307. Setiap kali pengiriman byte ke master, secara otomatis isi register pointer ditambah satu. DS1307 akan terus menerus mengirimkan byte ke master sampai master

mengirimkan bit not acknowledge diikuti dengan sinyal STOP.

2.2.3 AVR Doper AVR Doper kompatibel dengan STK500 In System Programmer (ISP) dan High Voltage Serial Programmer (HVSP). AVR Doper ini sudah dilengkapi (Built in) dengan USB to Serial Adapter agar bisa dihubungkan dengan komputer yang sekarang ini sudah jarang dilengkapi dengan Serial Port Interface.

Simulator Mikrokontroler Atmega8535

Page 15

AVR

Doper

merupakan

desain

terbaru

karena

mengimplementasikan komunikasi USB pada firmwarenya langsung dengan USB. Selain itu juga AVR Doper disini tidak menggunakan Controller atau Converter khusus untuk USB. Pada implementasi firmware AVR Doper dirancang agar bisa berkomunikasi pada kecepatan USB LOW Speed. Karena AVR kecepatan instruksinya adalah satu siklus clock. Dengan implementasi firmware, USB ini akan membuat interafcing ke USB menjadi lebih mudah daripada interfacing ke RS-232. Pada Firmware AVR Doper ini mengoptimalkan

penggunaan Signal PWM dan sebuah chanel ADC yang difungsikan sebagai Step-Up DC converter, hal ini

dimaksudkan untuk menghemat biaya dan juga menghemat ukuran board PCB yang digunakan sebagai ganti DC converter control circuit yang terpisah.

Gambar 2.6, Blok diagram AVR doper

Simulator Mikrokontroler Atmega8535

Page 16

2.2.4 Seven segment Seven segment merupakan LED yang disusun atas 7 segment yang dipergunakan untuk menampilkan angka 0 sampai 9 dan sejumlah karakter alfabet.

Gambar 2.7, Tampilan seven segmen Seven segment terdiri dari dua konfigurasi, yaitu common anoda dan common katoda. Pada seven segment tipe common anoda, anoda dari setiap LED dihubungkan menjadi satu kemudian dihubungkan ke sumber tegangan positif dan katoda dari masing-masing LED berfungsi sebagai input dari seven segment, seperti ditunjukkan pada gambar dibawah ini.

Gambar 2.8, Konfigurasi seven segmen tipe common anoda Sesuai dengan gambar diatas, maka untuk menyalakan salah satu segmen, maka katodanya harus diberi tegangan 0 volt atau logika low. Misalnya jika segmen a akan dinyalakan, maka katoda pada segmen a harus diberi tegangan 0 volt atau

Simulator Mikrokontroler Atmega8535

Page 17

logika low, dengan demikian maka segmen a akan menyala. Demikian juga untuk segmen lainnya. Pada seven segment tipe common katoda, katoda dari setiap LED dihubungkan menjadi satu kemudian dihubungkan ke ground dan anoda dari masing-masing LED berfungsi sebagai input dari seven segment.

Gambar 2.9, Konfigurasi seven segmen tipe common katoda Sesuai dengan gambar diatas, maka untuk menyalakan salah satu segmen, maka anodanya harus diberi tegangan minimal 3 volt atau logika high. Misalnya jika segmen a akan dinyalakan, maka anoda pada segmen a harus diberi tegangan minimal 3 volt atau logika high, dengan demikian maka segmen a akan menyala. Demikian juga untuk segmen lainnya.

2.2.5 LED (Light Emiting Diode) Dioda cahaya atau lebih dikenal dengan sebutan LED (light-emitting diode) adalah suatu semikonduktor yang

memancarkan cahaya monokromatik (cahaya yang hanya terdiri


atas satu warna dan satu panjang gelombang)

yang tidak

koheren ketika diberi tegangan maju. Warna yang dihasilkan bergantung pada bahan semikonduktor yang dipakai, dan bisa juga ultraviolet dekat atau inframerah dekat.

Simulator Mikrokontroler Atmega8535

Page 18

Sirkuit LED dapat didesain dengan cara menyusun LED dalam posisi seri maupun paralel. Bila disusun secara seri, maka yang perlu diperhatikan adalah jumlah tegangan yang diperlukan seluruh LED dalam rangkaia. Namun bila LED diletakkan dalam keadaan paralel, maka yang perlu

diperhatikan menjadi jumlah arus yang diperlukan seluruh LED dalam rangkaian. Menyusun LED dalam rangkaian seri akan lebih sulit karena tiap LED mempunyai tegangan maju (Vf) yang berbeda. Perbedaan ini akan menyebabkan bila jumlah tegangan yang diberikan oleh sumber daya listrik tidak cukup untuk

membangkitkan chip LED, maka beberapa LED akan tidak menyala. Sebaliknya, bila tegangan yang diberikan terlalu besar akan berakibat kerusakan pada LED yang mempunyai tegangan maju relatif rendah. Pada umumnya, LED yang ingin disusun secara seri harus mempunyai tegangan maju yang sama atau paling tidak tak berbeda jauh supaya rangkaian LED ini dapat bekerja secara baik.

Gambar 2.12, Bentuk fisik LED

Simulator Mikrokontroler Atmega8535

Page 19

2.2.6 LCD (Liquid Cristal Display) 2x16. LCD merupakan perangkat display yang dapat

menampilkan gambar atau karakter yang diinginkan. LCD M1632 mempunyai display dot matrix, yang sudah dilengkapi dengan panel dan chip kontroler Hitachi 44780. LCD ini bisa menampilkan 32 karakter dalam 2 baris (2x16 karakter 5x7matrixdisplay). LCD bertipe ini memungkinkan

pemprogram untuk mengoperasikan komunikasi data secara 8 bit atau 4 bit. Jika menggunakan jalur data 4 bit akan ada 7 jalur data (3 untuk jalur kontrol dan 4 untuk jalur data). Sedangkan jika menggunakan jalur data 8 bit, akan ada 11 jalur data (3 jalur kontrol dan 8 jalur data). Tiga jalur kontrol ke LCD ini adalah E (Enable), RS (Register Select), dan R/W (Read/Write). Tabel berikut menjelaskan hal tersebut. Adapun konfigurasi dan deskripsi dari pin-pin LCD antara lain: Ground (pin 1) adalah masukan tegangan power nol (0) volt dan sinyal ground. Vcc (pin 2) adalah masukan tegangan +5 volt. Vee (pin 3) adalah dihubungkan dengan level ground melalui trimpot. RS (pin 4) adalah data dikirim ke LCD. RW (pin 5) adalah merupakan read select, 1 = read, 0 = write. Enable Clock LCD (pin 6) adalah merupakan masukan logika 1 setiap kali pengiriman atau pembacaan data. D0-D7 (pin7 pin 14) adalah merupakan data bus 1 7 ke port. Anoda (pin 15) adalah merupakan masukan tegangan positif backlight. Katoda (pin 16) adalah merupakan masukan tegangan negative backlight.

Simulator Mikrokontroler Atmega8535

Page 20

Gambar 2.13, Bentuk fisik LCD 16x2 Display karakter pada LCD diatur oleh pin EN, RS dan RW. Jalur EN dinamakan Enable.Jalur ini digunakan untuk memberitahu LCD bahwa sebuah data sedang dikirimkan. Untuk mengirimkan data ke LCD maka melalui program EN harus dibuat logika low 0 dan set pada dua jalur control yang lain RS dan RW. Ketika dua jalur yang lain telah siap, set EN dengan logika 1 dan tunggu. Berikutnya di set EN ke logika low 0 lagi. Jalur R/W adalah jalur control Read/Write. Ketika R/W berlogika low 0, maka informasi pada bus data akan dituliskan pada layar LCD. Ketika R/W berlogika hight 1, maka program akan melakukan pembacaan memori dari LCD, sedangkan pada aplikasi umum pin R/W selalu diberi logika low 0.

2.2.7 Keypad 4x4. Keypad 4x4 terdiri dari empat kolom push button dan empat baris push button, jadi pada keypad 4x4 dibutuhkan port sebanyak satu port (terdiri dari 8 pin) masing-masing baris dan kolom dihubungkan dengan port pada mikrokontroler dan mikrokontroler akan menerima data dari keypad pada saat key ditekan (di-press).

Simulator Mikrokontroler Atmega8535

Page 21

Keypad biasa digunakan pada aplikasiaplikasi yang memerlukan inputan berupa angka atau karakter misalnya untuk memasukkan parameterparameter. Keypad yang

digunakan adalah tipe M1604B yang memiliki 16 pad yang tersusun dalam matrix 4x4.

Gambar 2.14, bentuk fisik keypad 4x4

2.2.8 Driver motor L293D IC L293D adalah sebuah driver monolitis empat kanal yang terintegrasi, dengan tegangan dan arus tinggi. IC L293D ini sesuai dengan standar DTL (Diode Transistor Logic) dan TTL (Transistor-Transistor Logic) dan digunakan untuk men-drive beban induktif seperti motor dc, stepper, dan relai solenoid. Untuk memudahkan penggunaan sebagai jembatan, tiap pasang kanal dilengkapi dengan masukan chip inhibit. Masukan ini membutuhkan supply tegangan terpisah yang berfungsi sebagai logika masukannya.

Simulator Mikrokontroler Atmega8535

Page 22

IC ini dikemas dalam sebuah paket 16 kaki dengan 4 kaki tengah dihubungkan bersama yang berfungsi sebagai heatsink (penyerap panas) dan merupakan pin untuk ground. Masukan untuk kaki input 1 maksimal sebesar 7V dengan tegangan keluaran maksimal sebesar 36 V. Arus keluaran maksimal sebesar 1,2 A. Konfigurasi dari kaki-kakinya

diperlihatkan pada Gambar dibawah ini.

Gambar 2.15, Driver motor L293D.

2.2.9 Motor DC Motor listrik merupakan perangkat elektromagnetis yang mengubah energi listrik menjadi energi mekanik. Motor DC memerlukan suplai tegangan yang searah pada

kumparan medan untuk diubah menjadi energi mekanik. Kumparan medan pada motor dc disebut stator (bagian yang tidak berputar) dan kumparan jangkar disebut rotor (bagian yang berputar). Jika terjadi putaran pada kumparan jangkar dalam pada medan magnet, maka akan timbul tegangan (ggl) yang berubah-ubah arah pada setiap setengah putaran, sehingga merupakan tegangan bolak-balik. Prinsip kerja dari arus searah adalah yang membalik phasa nilai tegangan positif dari

gelombang

mempunyai

dengan

menggunakan komutator, dengan demikian arus yang


Simulator Mikrokontroler Atmega8535 Page 23

berbalik arah dengan kumparan jangkar yang berputar dalam medan magnet. Yang mendasari kerja motor adalah hokum gaya Lorenz.

F = B.I.L

Dimana: F = Gaya (newton) B = Induksi magnet (weber) I = Arus listrik (ampere) L = Panjang penghantar (meter) Bentuk motor paling sederhana memiliki kumparan satu lilitan yang bisa berputar bebas di antara kutub-kutub magnet permanen. Gambar dibawah ini menunjukkan

skematika motor DC magnet permanen.

Gambar 2.16, Rangkaian skematik motor DC magnet permanen Dengan mengabaikan La pada rangkaian Gambar diatas, maka didapatkan persamaan tegangan pada

rangkaian jangkar adalah: Ea = Ia.Ra + Eb Eb = Ea - IaRa permanen didapat.


Simulator Mikrokontroler Atmega8535 Page 24

(2.1)

dalam keadaan tunak (steady state) didapatkan (2.2)

Selain itu berdasarkan sistem dasar motor DC

Eb = Cn

(2.3)

dengan C adalah konstanta, adalah fluks magnet dan n adalah kecepatan (rpm). Dengan persamaan n=
.

(2.2) dan (2.3) diperoleh (2.4)

Dimana: Ea (s) = tegangan jangkar, (V) n = kecepatan (rpm) La = induktansi kumparan jangkar, (H) Eb = ggl Lawan Ra = tahanan kumparan jangkar, ( ) Ia = arus kumparan jangkar, (A) = fluks medan konstan magnet (Wb/m2)

Simulator Mikrokontroler Atmega8535

Page 25

BAB III PERANCANGAN SISTEM


3.1 Perancangan Sistem Simulator ini didesain untuk dapat mengakomodir semua komponen utama yang berkaitan dengan penggunaan

mikrokontroler. Untuk itu, secara sederhana simulator mikrokontroler atmega8535 ini terdiri dari 13 modul terpadu sebagai berikut: 1. Modul power unit dengan regulator 5 volt dan USB Plug 2. Modul Minimum sistem untuk mikrokontroler Atmega 8535. 3. Modul RS232 Serial Communication. 4. Modul Adjustable Vreff for ADC Application. 5. Modul 8-line push button input dan 8-line Dipswitch input. 6. Modul RTC DS1307. 7. Modul EEPROM 24LC512. 8. Modul Driver motor L293D. 9. Modul 8x7 Segmen Display with Scanning mode. 10. Modul LCD 2x16 character. 11. Modul Keypad matrix 4x4. 12. Modul USB Doper. 13. Modul Input NOT gate.

Adapun

bagian

dari

perancangan

sistem

simulator

mikrokontroler Atmega8535 terdiri dari beberapa modul rangkaian, Pada gambar dibawah ini menunjukan tata letak tiap-tiap modul pada rangkaian simulator mikrokontroler Atmega8535.

Simulator Mikrokontroler Atmega8535

Page 26

Gambar 3.1, Tata letak modul pada perancangan simulator mikrokontroler Atmega8535

Simulator Mikrokontroler Atmega8535

Page 27

1) Modul power unit dengan regulator 5 volt dan USB Plug Power supply yang digunakan adalah DC 5 Volt dengan kemampuan arus sekitar 1A atau lebih. Sumber tegangan dapat diperoleh dari adaptor atau melalui kabel USB. Kisaran tegangan input yang diijinkan adalah 5 sampai 15 volt. Dengan menggunakan adaptor switching 12V/3A, kita dapat menggunakan terminal DC Input sebagai sumber tegangan 12V untuk tegangan relay atau motor. Saklar ON/OFF digunakan untuk menghubungkan dan memutus supply ke rangkaian simulator Mikrokontroler Atmega8535.

Gambar 3.2, Rangkaian skematik modul power unit.

2) Modul sistem Minimum Mikrokontroler Atmega8535. Dalam sistem simulator mikrokontroler atmega8535,

mikrokontroler merupakan komponen utama. Berikut ini adalah rangkaian schematic system minimum pada simulator

mikrokontroler Atmega8535 disertai penjelasan singkat mengenai system minimum tersebut.

Simulator Mikrokontroler Atmega8535

Page 28

Gambar 3.3, Rangkaian skematik system minimum Atmega8535 Seperti terlihat di atas, modul system minimum pada simulator ini didesain untuk dapat mengakomodir semua kebutuhan interfacing mikrokontroler Atmega8535, mulai dari interfacing port input output, komunikasi serial via USART dan IIC, serta koneksi ke rangkaian programmer melalui konektor ISP. Setiap port juga terhubung ke indikator LED untuk memudahkan dalam pengecekan kondisi keluaran tiap port I/O. a) LED Indikator dan DIPSwitch Setiap port terhubung ke LED melalui DIPswitch, sehingga kita dapat memantau kondisi logika pada masingmasing port. Setiap LED dilengkapi dengan nama registernya untuk

memudahkan dalam pemprogramannya. Untuk mematikan LED

Simulator Mikrokontroler Atmega8535

Page 29

cukup ubah posisi DIPswitch yang bersesuaian dengan LED tersebut.

b) Rangkaian Osilator dan Kristal Mikrokontroler tidak akan bekerja jika tidak diberi detak (clock) melalui osilator. Osilator adalah rangkaian yang akan memberikan suatu pulsa pada mikrokontroler yang digunakan untuk mensinkronkan system yang ada dalam mikrokontroler tersebut. untuk pemakaian yang tidak memerlukan pewaktuan yang kritis, bahkan dapat menggunakan sepasang resistor dan kapasitor saja sebagai osilator. Berikut ini adalah pemasangan osilator pada rangkaian simulator mikrokontroler atmega8535, perhatikan bahwa Kristal yang dipakai ditempatkan pada soket yang disediakan. Kristal yang biasa dipakai adalah Xtal 4MHz, 8MHz, 10MHz, 11.0592MHz, 12MHz, dan 16MHz. Dan

perhatikan juga bahwa semakin besar frekuensi Kristal, maka akan semakin cepat siklus kerjanya.

Gambar 3.4, rangkaian skematik XTAL atau Ocilator.

Simulator Mikrokontroler Atmega8535

Page 30

3) Modul RS232 Serial Communication. USART (Universal Synchronus Asynchronus Receiver Transmitter) USART biasanya digunakan untuk berkomunikasi dengan PC menggunakan protocol RS232. Pada modul, konektor

SERIAL.CON adalah sarana komunikasi dengan USART. Karena keluaran USART dari mikrokontroler beroperasi dalam level TTL, sedangkan RS232 menggunakan level tegangan yang lebih tinggi (+/ 12V), maka diperlukan rangkaian konversi level TTL ke RS232 yang diwakili oleh IC MAX232.

Gambar 3.5, Blok diagram komunikasi serial USART.

IIC Bus (InterIC Bus) IIC adalah metode transfer data serial yang lebih simple secara hardware, hanya membutuhkan dua sambungan yaitu sinyal clock (SCL) dan sinyal data (SDA). Hal ini mengijinkan master control untuk terhubung hingga ke 1023 perangkat lain seperti mikrokontroler lain, perangkat memory, EEPROM, RTC, ADC, dan lainlain.

Gambar 3.6, Blok diagram komunikasi serial IIC

Simulator Mikrokontroler Atmega8535

Page 31

Modul RS232 serial communication merupakan sarana komunikasi serial antara mikrokontroler Atmega8535 dengan komputer melalui protokol RS232 atau konektor DB9. Karena keluaran USART dari mikrokontroler beroperasi dalam level TTL, sedangkan RS232 menggunakan level tegangan yang lebih tinggi (+/ 12V), maka diperlukan rangkaian konversi level TTL ke RS232 yang diwakili oleh IC MAX232 pada modul serial communication.

Gambar 3.7, Rangkaian skematik komunikasi serial menggunakan RS232 Keterangan : 1. JP1 digunakan untuk mengaktifkan modul komunikasi serial, lepas bila tidak digunakan. 2. Hubungkan system simulator mikrokontroler atmega8535 ke komputer menggunakan kabel RS232 yang disediakan. 3. Konektor SERIAL2.CON harus dihubungkan ke konektor SERIAL.CON pada minimum system untuk komunikasi serial antara mikrokontroler dengan computer.

Simulator Mikrokontroler Atmega8535

Page 32

4) Modul Adjustable Vreff for ADC Application. Modul Adjustable Vreff untuk ADC terdiri dari 4 jalur tegangan referensi presisi tinggi untuk aplikasi ADC, dan 4 buah trimpot independent untuk aplikasi sensor. Biasanya sensor yang digunakan (infrared, ultrasonic, dll) sinyal keluarannya berupa arus, sehingga dibutuhkan nilai resistansi tertentu untuk mengubahnya menjadi level tegangan.

Gambar 3.8, rangkaian skematik Adjustable Vreff untuk ADC Keterangan : 1. JP2, JP3, JP4, dan JP5 adalah setting jumper untuk tegangan referensi. 2. Konektor VREFF.CON adalah keluaran Vreff untuk ADC. 3. Disediakan pula 2x8 terminal Ground dan +5V untuk keperluan lainnya.

Simulator Mikrokontroler Atmega8535

Page 33

5) Modul 8line push button input dan 8line Dipswitch input Terdapat 8 jalur pushbutton input dan DIPSwitch input aktif low dengan pullup resistor sebesar 10K ohm. Lepas JP6 untuk memutus pullup resistor. Tegangan keluaran dapat diambil dari konektor PB.CON untuk pushbutton, dan DPSW.CON untuk DIPSwitch input. Rangkaian lengkapnya adalah sebagai berikut:

Gambar 3.9, Rangkaian skematik 8 line PB dan 8 line DIPswitch

6) Modul RTC DS1307 RTC atau Real Time Clock digunakan untuk aplikasiaplikasi yang memerlukan pewaktuan presisi seperti jam digital, timer, dan kalender digital. DS1307 adalah RTC serial berdaya rendah dan mempunyai fiturfitur sebagai berikut : RealTime Clock (RTC) untuk detik, menit, jam, tanggal, bulan, nama hari, dan tahun yang telah diset presisi hingga tahun 2100. Memiliki RAM internal sebesar 56 byte untuk penyimpanan data yang bersifat Nonvolatile (NV).
Simulator Mikrokontroler Atmega8535 Page 34

Menggunakan I2C (InterIC Bus) untuk komunikasi dan transfer data, sehingga lebih mudah dalam instalasinya. Mempunyai fitur Programmable Square Wave Output Signal. Backup data menggunakan baterai CMOS CR2032 dengan konsumsi daya yang sangat kecil ketika running (kurang dari 500 nano Amper). Di bawah ini adalah diagram schematic untuk modul RTC.

Gambar 3.10, Rangkaian skematik RTC DS1307

7) Modul EEPROM AT24C512 EEPROM digunakan (Electrically Erasable yang Programmable memerlukan misalnya ROM) media

untuk data

aplikasiaplikasi secara

penyimpanan

permanen,

menyimpan

parameter-parameter penting yang tidak boleh hilang saat catu daya diputus. Di bawah ini adalah rangkaian modul EEPROM AT24C512 yang memiliki kapasitas 512 kilo bytes.

Simulator Mikrokontroler Atmega8535

Page 35

Gambar 3.11, Rangkaian skematik EEPROM AT24C512

8) Modul Driver motor L293D Pada beberapa aplikasi seringkali dibutuhkan rangkaian driver untuk menggerakkan beban yang besar seperti relay, solenoid, motor DC, motor stepper, multiplexer LED, heater, dan lain-lain. Cara yang paling aman dan mudah adalah menggunakan IC L293D, IC ini dikemas dalam sebuah paket 16 kaki dengan 4 kaki tengah dihubungkan bersama yang berfungsi sebagai heatsink (penyerap panas) dan merupakan pin untuk ground. Masukan untuk kaki input 1 maksimal sebesar 7V dengan tegangan keluaran maksimal sebesar 36 V. Arus keluaran maksimal sebesar 1,2 A.

Simulator Mikrokontroler Atmega8535

Page 36

Gambar 3.12, Rangkaian skematik Driver

9)

Modul 8x7 Segmen Display with Scanning mode Display 7segmen biasanya digunakan dalam rangkaian counter, timer, jam digital, voltmeter, dan aplikasi lain yang memerlukan tampilan digit angka. Ada dua metode penyalaan 7segmen yaitu metode direct (langsung) dan metode multiplex (bergantian). Pada metode langsung, semua digit dinyalakan secara bersamaan sehingga untuk jumlah digit yang banyak akan menimbulkan kerumitan hardware dan konsumsi daya yang besar. Selain itu jumlah Port I/O yang terbatas juga tidak memungkinkan untuk mengendalikan lebih dari 4 digit display (32 Port I/O). Untuk mengatasi kerumitan hardware dan konsumsi daya inilah maka metode multiplex digunakan. Pada metode multiplex, penyalaan masingmasing display dilakukan secara bergantian, artinya dalam satu waktu hanya ada satu digit yang menyala. Metode ini disebut juga dengan system scanning dimana masingmasing display dinyalakan secara berurutan dalam waktu yang sangat cepat diatas 50 Hz, sehingga mata manusia akan menganggap display tersebut menyala bersamaan.

Simulator Mikrokontroler Atmega8535

Page 37

Keuntungan dari metode multipleks ini adalah konsumsi daya yang kecil dan efisiensi pemakaian port mikrokontroler, sehingga untuk menampilkan 8 digit display, kita hanya

membutuhkan 2 port saja. Satu Port untuk mengatur data tampilan dan satu Port lagi untuk mengatur penyalaan display. Rangkaian schematic-nya adalah sebagai berikut:

8 x 7SEGMEN SCANNING DISPLAY


U1 1 19 SEGMEN.CON IN G IN F IN E IN D IN C IN B IN A 8 7 6 5 4 3 2 1 Header 8 2 4 6 8 11 13 15 17 10 OE1 VCC OE2 A1 A2 A3 A4 A5 A6 A7 A8 GND DM74LS244N Y1 Y2 Y3 Y4 Y5 Y6 Y7 Y8 20 18 16 14 12 9 7 5 3

JP7

+5V 8x150 ohm Digit 1-8 7 a K 6 b K 4 c 2 d 1 e 9 f 10 g 5 DP Dpy Blue-CC 3 8

CC Digit1-8

GND

Digit8
SCANNING.CON IN1 IN2 IN3 IN4 IN5 IN6 IN7 IN8 1 2 3 4 5 6 7 8 Header 8 1 2 3 4 5 6 7 8 9 U2 IN1 IN2 IN3 IN4 IN5 IN6 IN7 IN8 OUT1 OUT2 OUT3 OUT4 OUT5 OUT6 OUT7 OUT8 18 17 16 15 14 13 12 11 10 CC Digit1 CC Digit2 CC Digit3 CC Digit4 CC Digit5 CC Digit6 CC Digit7 CC Digit8

Digit1

GND COM D ULN2803A

GND

Gambar 3.13, Rangkaian skematik 8x7 segment. Seperti terlihat di atas, penyalaan digit diatur oleh data scanning yang diberikan melalui konektor SCANNING.CON, data ini akan mengaktifkan common katoda dari masingmasing digit, jadi hanya digit yang diberi logika 1 saja yang akan menyala. Sementara untuk tampilan 7segmen, data segmen diberikan melalui konektor SEGMEN.CON, data ini diberikan pada rangkaian Buffer 74LS244 untuk memberikan arus yang lebih besar dan kestabilan sistem yang lebih baik.

Simulator Mikrokontroler Atmega8535

Page 38

10) Modul LCD 16x2 LCD merupakan perangkat display yang dapat menampilkan gambar atau karakter yang diinginkan. LCD M1632 mempunyai display dot matrix, yang sudah dilengkapi dengan panel dan chip kontroler Hitachi 44780. LCD ini bisa menampilkan 32 karakter dalam 2 baris. LCD bertipe ini memungkinkan pemprogram untuk mengoperasikan komunikasi data secara 8 bit atau 4 bit. Jika menggunakan jalur data 4 bit akan ada 7 jalur data (3 untuk jalur kontrol dan 4 untuk jalur data). Sedangkan jika menggunakan jalur data 8 bit, akan ada 11 jalur data (3 jalur kontrol dan 8 jalur data). Tiga jalur kontrol ke LCD ini adalah E (Enable), RS (Register Select), dan R/W (Read/Write). Tabel berikut menjelaskan hal tersebut. Dibawah ini ini adalah skema rangkaian modul LCD 16x2. .

Gambar 3.14, Rangkaian skematik LCD 16x2

Simulator Mikrokontroler Atmega8535

Page 39

11) Modul Keypad 4x4 Keypad biasa digunakan pada aplikasiaplikasi yang

memerlukan inputan berupa angka atau karakter misalnya untuk memasukkan parameterparameter instruksi atau untuk menulis string pada LCD. KEYPAD yang digunakan adalah tipe M1604B yang memiliki 16 pad yang tersusun dalam matrix 4x4. Pengaksesan keypad dilakukan melalui proses scanning keypad, dimana data dikirim pada salah satu ROW dan selanjutnya dilakukan pengecekan pada COL yang bersangkutan. Misalnya jika kita tekan tombol 5 yang terletak pada baris kedua dan kolom kedua, maka pin ROW2 akan terhubung dengan pin COL2.

Gambar 3.15, schematic keypad 4x4

12) Modul USB Doper AVR Doper kompatibel dengan STK500 In System Programmer (ISP) dan High Voltage Serial Programmer (HVSP). AVR Doper ini sudah dilengkapi (Built in) dengan USB to Serial Adapter agar bisa dihubungkan dengan komputer yang sekarang ini sudah jarang dilengkapi dengan Serial Port Interface.

Simulator Mikrokontroler Atmega8535

Page 40

AVR

Doper

merupakan

desain

terbaru

karena

mengimplementasikan komunikasi USB pada firmwarenya langsung dengan USB. Selain itu juga AVR Doper disini tidak menggunakan Controller atau Converter khusus untuk USB. Dibawah ini menunjukan rangkaian skematik AVR Doper.

Gambar 3.16, schematic AVR Doper.

Simulator Mikrokontroler Atmega8535

VCCINT

Page 41

Gambar 3.17, Blok Diagram Simulator Mikrokontroler Atmega8535

Simulator Mikrokontroler Atmega8535

Page 42

3.2 Perencanaan Perancangan Perangkat Lunak 3.2.1 Aplikasi Pada LED Perencanaan Perancangan perangkat lunak yang pertama yaitu aplikasi Input/Output dengan indicator LED. Dimana PORT B digunakan sebagai data masukan/input dan PORT A, C dan D digunakan sebagai output. Dibawah ini menunjukan diagram alir/flowchart perancangan perangkat lunak untuk Input/Output.

Gambar 3.18, Diagram Alir Program Input/Output dengan Indicator LED

Simulator Mikrokontroler Atmega8535

Page 43

3.2.2 Aplikasi Pada LCD 2x16 Perencanaan Perancangan perangkat lunak yang kedua yaitu diaplikasikan untuk menampilkan tulisan Tugas Akhir 2010 pada baris 1 dan tulisan Hanafi TOI060006 pada baris 2 pada LCD 16x2 (Liquid Cristal Display). Dibawah ini menunjukan diagram alir/flowchart

perancangan perangkat lunak untuk menampilkan karakter pada LCD 16x2.

Gambar 3.19,diagram alir/flowchart perancangan perangkat lunak untuk menampilkan karakter ke LCD16x2.
Simulator Mikrokontroler Atmega8535 Page 44

3.2.3 Aplikasi Pada Keypad 4x4 dan Seven Segment. Perencanaan Perancangan perangkat lunak yang ketiga yaitu aplikasi untuk menampilkan angka pada display seven segment. Dimana PORT D digunakan sebagai data masukan/input dari Keypad 4x4 dan PORT A digunakan sebagai output ke display seven segment. Dibawah ini menunjukan diagram alir/flowchart perancangan perangkat lunak untuk menampilkan angka pada seven segment dan input dari keypad 4x4.

Gambar 3.20, Diagram alir/flowchart perancangan perangkat lunak untuk menampilkan angka pada seven segment dari input keypad 4x4.

Simulator Mikrokontroler Atmega8535

Page 45

3.2.4 Aplikasi Pada Motor DC. Perencanaan Perancangan perangkat lunak yang keempat yaitu diaplikasikan pada motor DC, dikarenakan motor DC membutuhkan arus yang cukup besar maka diperlukan driver motor agar motor DC dapat digerakan, dan driver motor yang digunakan adalah IC L293D karena IC L293D dapat menghasilkan tegangan keluaran maksimal sebesar 36 V dan Arus keluaran maksimal sebesar 1,2 A. Sehingga dengan keluaran arus sebesar 1,2 A motor DC dapat digerakan. Dibawah ini adalah gambar diagram alir/flowchart

perancangan perangkat lunak untuk menggerakan motor DC.

Gambar 3.21, diagram alir/flowchart perancangan perangkat lunak untuk menggerakan motor DC

Simulator Mikrokontroler Atmega8535

Page 46

BAB IV PENGUJIAN
4.1 Pengujian Alat Setelah melakukan pembuatan perangkat keras/hardware dan perangkat lunak penulis melakukan pengujian dan pengukuran terhadap alat yang telah dibuat. 4.1.1 Pengujian Modul Regulator. Modul Regulator terdiri dari beberapa komponen, salah satunya adalah IC 7805 yang berfungsi menurunkan tegangan dari tegangan input 12 volt dari power supply dan

menghasilkan tegangan output 5 volt. Modul regulator ini digunakan untuk mensupply tegangan 5 volt kesetiap modul, seperti : memberikan supply tegangan 5 volt ke modul system minimum mikrokontroler ATMega8535, modul LCD 16x2, modul 8x7 segment, modul driver motor, modul EEPROM, modul RTC, modul adjustable Vreff untuk ADC, dan modul 8 line push button input & 8 line DIP switch input. Dibawah ini adalah rangkaian skematik regulator dan table hasil pengukuran menggunakan AVO meter pada rangkaian modul regulator.

Gambar 4.1, Rangkaian skematik modul power unit.

Simulator Mikrokontroler Atmega8535

Page 47

Tegangan Input 12 volt DC

Tegangan Output 5 volt DC

Table 1, Hasil pengukuran menggunakan AVO meter.

4.1.2 Pengujian Simulator mikrokontroler ATMega8535. Untuk mengetahui apakah rangkaian simulator

mikrokontroller ATmega8535 telah bekerja dengan baik, maka dilakukan pengujian. Tabel dibawah ini adalah hasil pengukuran

menggunakan AVO meter pada port I/O. PORT Logic Tegangan Input Port A, B, C & D Port A, B, C & D 1 0 5 volt 5 volt Tegangan Output 4,2 volt 0 volt

Tabel 1, Hasil pengukuran pada port I/O Pengujian simulator mikrokontroler ATmega8535 dilakukan ke beberapa aplikasi diantaranya : Aplikasi Simulator Mikrokontroler ATMega8535 Pada LED. Aplikasi Simulator Mikrokontroler ATMega8535 pada LCD 16x2 (Liquid Cristal Display). Aplikasi Simulator Mikrokontroler ATMega8535 pada Keypad 4x4 dan Seven Segment. Aplikasi Simulator Mikrokontroler ATMega8535 pada motor DC.

Simulator Mikrokontroler Atmega8535

Page 48

4.1.3 Aplikasi Simulator Mikrokontroler ATMega8535 Pada LED Pengujian Simulator Mikrokontroler ATMega8535 yang pertama yaitu aplikasi Input/Output dengan indicator LED. Dimana PORT B digunakan sebagai data masukan/input dan PORT A, C & D digunakan sebagai output.

Gambar 4.2, Rangkaian Interface Mikrokontroler ATmega8535, LED dan input 8 line push button.

Simulator Mikrokontroler Atmega8535

Page 49

Adapun Tabel hasil pengujian I/O untuk aplikasi pada LED adalah sebagai berikut: Kondisi Logic pada PORTB (Input) PinB.0 1 0 0 0 PinB .1 0 1 0 0 PinB .2 0 0 1 0 PinB .3 0 0 0 1 PinB .4 0 0 0 0 PinB .5 0 0 0 0 PinB .6 0 0 0 0 PinB .7 0 0 0 0 Kondisi LED (Output) PORTA PORTC PORTD

Kondisi LED pada PORTA, (ON) kedip 5 kali Kondisi LED pada PORTC, (ON) kedip 5 kali Kondisi LED pada PORTD (ON) kedip 5 kali Kondisi LED pada PORTA, B, dan C. (ON) kedip 5 kali secara bergantian

Kondisi LED pada PORT A & C. (ON) kedip 2 kali secara bergantian sebanyak 5 kali

Kondisi LED pada PORT C & D. (ON) kedip 2 kali secara bergantian sebanyak 5 kali

Kondisi LED pada PORTA, B, dan C. (ON) Kedip 2 kali secara bergantian sebanyak 5 kali

Kondisi LED pada PORT A & C. (ON) secara Rolet

Tabel 2, Hasil Pengujian I/O Pada LED

Simulator Mikrokontroler Atmega8535

Page 50

4.1.4 Aplikasi Simulator Mikrokontroler ATMega8535 Pada LCD (Liquid Cristal Display) 2x16. Pengujian simulator mikrokontroler ATmega8535 yang kedua diaplikasikan pada LCD 16x2 untuk menampilkan tulisan Tugas Akhir 2010 pada baris 1 dan tulisan Hanafi TOI060006 pada baris 2 di LCD 16x2 (Liquid Cristal Display). Dibawah ini menunjukan gambar Blok diagram aplikasi simulator mikrokontroler ATmega8535 pada LCD 16x2 dan Gambar rangkaian Interface Mikrokontroler Atmega8535

dengan LCD.

Gambar 4.3, Blok diagram aplikasi simulator mikrokontroler ATmega8535 pada LCD 16x2.

Dibawah ini adalah rangkaian interface Mikrokontroler ATmega8535 dengan LCD 16x2.

Simulator Mikrokontroler Atmega8535

Page 51

Gambar 4.4, Rangkaian interface Mikrokontroler ATmega8535 dengan LCD 16x2. Gambar rangkaian diatas adalah rangkaian interface Mikrokontroler Atmega8535 dengan LCD. Untuk konektor LCD digunakan pin header 14 kaki dimana tata letak urutan pin pada gambar diatas sama dengan konfigurasi kaki pin LCD. VCC terletak pada pin no. 1, ground pada pin no. 2, sedangkan kaki tegangan kontras Vee pada pin no. 3 dihubungkan ke potensio pengatur kontras LCD. Pada aplikasi ini akan digunakan akses LCD menggunakan 4 bit data. Dengan demikian, hanya pin D4D7 pada kaki LCD yang dihubungkan ke PORTC4-PORTC7 pada kaki Mikrokontroler Atmega8535.
Simulator Mikrokontroler Atmega8535 Page 52

4.1.5 Aplikasi

Simulator

Mikrokontroler

ATMega8535

pada

Keypad 4x4 dan Seven Segment. Pengujian simulator mikrokontroler ATmega8535 yang ketiga diaplikasikan pada Keypad 4x4 dan seven segment, dimana pada aplikasi ini menampilkan angka pada seven segment yang dihubungkan pada PortA dan data input dari keypad 4x4 yang dihubungkan pada PortD. Dibawah ini menunjukan Blok diagram hubungan interface antara mikrokontroler ATMega8535, Keypad 4x4 dan Seven segment.

Gambar 3.20, Blok diagram hubungan interface antara mikrokontroler ATMega8535, Keypad 4x4 dan Seven segment.

Simulator Mikrokontroler Atmega8535

Page 53

Gambar 4.5, Rangkaian interface Mikrokontroler ATmega8535, Keypad 4x4 dan Seven Segment.

Tabel dibawah ini menunjukan hasil analisa yang didapat pada saat seven segment menampilkan angka/huruf dengan data input dari keypad 4x4 melalui PortD. Input dari keypad 4x4 Key0 Key1 Key2 Key3 Key4 Key5 Key6 Key7 Key8 Key9 Data Bit pada PORTD (Input) 1101 0111 1110 1110 1101 1110 1011 1110 1110 1101 1101 1101 1011 1101 1110 1011 1101 1011 1011 1011 Data Bit pada PORTA (Output) 1111 1100 0110 0000 1101 1010 1111 0010 0110 0110 1011 0110 1011 1110 1110 0000 1111 1110 1111 0110 Tampilan pada seven segment Angka 0 Angka 1 Angka 2 Angka 3 Angka 4 Angka 5 Angka 6 Angka 7 Angka 8 Angka 9

Simulator Mikrokontroler Atmega8535

Page 54

KeyA KeyB KeyC KeyD Key* Key#

0111 1110 0111 1101 0111 1011 0111 0111 1110 0111 1011 0111

1110 1110 0011 1110 1001 1100 0111 1010 1001 1110 1000 1110

Huruf A Huruf B Huruf C Huruf D Huruf E Huruf F

Tabel 3, Hasil analisa Data bit pada portA dan port D pada saat menampilkan angka pada seven segment

4.1.6 Aplikasi Simulator Mikrokontroler ATMega8535 pada Motor DC. Pengujian simulator mikrokontroler ATmega8535 yang keempat yaitu diaplikasikan untuk menggerakan motor DC, dimana PORTB.0 dan PORTB.1 digunakan sebagai input dan PORTA.0 digunakan sebagai output ke driver motor. Dikarenakan tegangan output dari mirokontroler hanya 4,2 volt maka diperlukan driver motor agar dapat menggerakan motor DC, dan driver motor menggunakan IC L293D karena IC L293D dapat menghasilkan arus keluaran maksimal sebesar 1,2 A. Sehingga dengan keluaran arus sebesar 1,2 A motor DC dapat digerakan. Dibawah ini menunjukan gambar Blok diagram dan gambar hubungan interface Simulator Mikrokontroler ATMega8535

dengan motor DC.

Simulator Mikrokontroler Atmega8535

Page 55

Gambar 4.6, Blok diagram aplikasi simulator mikrokontroler ATmega8535 pada motor DC.

Gambar 4.7, Rangkaian Interface Mikrokontroler ATmega8535, Driver motor L293D, motor DC, dan Input 8 line push button.

Simulator Mikrokontroler Atmega8535

Page 56

Dibawah

ini

menunjukan

table

kebenaran

untuk

menggerakan motor DC dimana PORTB.0 dan PORTB.1 sebagai data input dan PORTA.0 sebagai output.

Input PORTB.0 1 0 PORTB.1 0 1 PORTA.0 1 0

Output Kondisi Motor Berputar Berhenti

Tabel 4. Tabel kebenaran untuk menggerakan motor DC.

Simulator Mikrokontroler Atmega8535

Page 57

BAB V PENUTUP
5.1 Kesimpulan Berdasarkan hasil perancangan dan pengujian system mikrokontroler ATMega8535 maka dapat diperoleh kesimpulan sebagai berikut : 1. Sistem simulator mikrokontroler ATMega8535 terdiri dari

beberapa modul yang terpadu sehingga dapat digunakan ke berbagai aplikasi sesuai dengan kebutuhan. 2. RTC (Real Time Clock) digunakan untuk aplikasi-aplikasi yang memerlukan pewaktuan yang presisi. 3. EEPROM AT24C512 dengan kapasitas 512 K byte digunakan sebagai penyimpan data secara permanen pada saat catu daya terputus. 4. Driver Motor L293D digunakan untuk aplikasi yang memerlukan beban yang lebih besar. 5. Settingan jumper untuk aktivasi setiap modul sehingga daya yang digunakan lebih hemat.

5.2 Saran Pada bagian ini penulis mencoba memberikan saran untuk menyempurnakan dari sisi aplikasinya, dikarenakan pada laporan ini hanya beberapa aplikasi yang telah dicoba dari sekian banyak yang dapat diaplikasikan menggunakan simulator mikrokontroler

ATMega8535, supaya part modul yang sudah tersedia pada rangkaian simulator mikrokontroler ATMega8535 dapat digunakan sesuai dengan fungsinya, seperti: 1. Aplikasi Jam dan Kalender Digital dengan menggunakan modul RTC (Real Time Clok).

Simulator Mikrokontroler Atmega8535

Page 58

2. Aplikasi penyimpanan data secara permanen seperti aplikasi password, menggunakan modul EEPROM.

Simulator Mikrokontroler Atmega8535

Page 59