Anda di halaman 1dari 3

PROMOSI KESEHATAN

MODIFIKASI PROMOSI KESEHATAN MENURUT KULBOX

OLEH: NI KADEK PRATIWI NARAYANI I PUTU JUNIARTHA SEMARA PUTRA NI KETUT PUSPAWATI PUTU DEWI PRADNYANI GST.A.A. KD. DWI PRADNYAWATI I GUSTI AYU INTAN PUTRIA SHINTA IDA BAGUS DWI PERMANA I GEDE WIBI ANGGER PANESA I PUTU ARIS ADI SOSIAWAN IDA AYU SHANTI PRADNYAWATI I. G. A. P. MAHENDRAYASA I KADEK AGUS WIRAWAN (P07120011013) (P07120011014) (P07120011015) (P07120011016) (P07120011017) (P07120011018) (P07120011019) (P07120011020) (P07120011021) (P07120011022) (P07120011023) (P07120011024)

KEMENTRIAN KESEHATAN RI POLITEKNIK KESEHATAN DENPASAR JURUSAN KEPERAWATAN KELAS I.1 REGULER TAHUN PELAJARAN 2011/2012

Model Promosi Kesehatan Kulbox


Modifikasi promosi kesehatan menurut Kulbox lebih menekankan pada : 1. Perilaku kesehatan yang sifatnya Prevensi Upaya preventif adalah upaya promosi kesehatan untuk mencegah terjadinya penyakit. Sasrannya adalah kelompok orang resiko tinggi. Tujuannya untuk mencegah kelompok resiko tinggi agar tidak jatuh atau menjadi sakit. Contoh kegiatannya adalah imunisasi, pemeriksaan antenatal care, post natal care, perinatal, dan neonatal. 2. Upaya Menyimpan Kesehatan (Stock in Health) Hal ini dapat diwujudkan melalui salah satunya penyuluhan mengenai pola hidup sehat atau pembiayaan jaminan kesehatan seperti jamkesmas, asuransi kesehatan atau semacamnya. Intinya, stock in health menunjukkan kepada kita bahwa apa upaya yang kita lakukan untuk kesehatan kita di masa sekarang akan menjadi tabungan atau jaminan kesehatan di masa depan 3. Pentingnya faktor sosial dan sumber kesehatan seperti: a. Tingkat pendidikan dan penghasilan (Sumber sosial) Sebagai contoh promosi kesehatan yang kita berikan kepada orang manula tentunya memiliki cara penyampaian dan topik yang berbeda dengan orang remaja. Begitu juga halnya antara orang yang memiliki pendapatan menengah ke atas dengan orang yang memiliki pendapatan menengah ke bawah. b. Kesejahteraan psikologis (sumber kesehatan) c. Kemampuan menggunakan sumber kesehatan yang berpartisipasi d. Perilaku preventif berhubungan dengan kegiatan fisik e. Pemanfaatan tenaga kesehatan profesional Tenaga kesehatan masyarakat (Kesmas) merupakan bagian dari sumber daya manusia yang sangat penting perannya dalam pembangunan kesehatan dalam Sistem Kesehatan Nasional (SKN). Pembangunan kesehatan dengan paradigma sehat merupakan upaya meningkatkan kemandirian masyarakat dalam menjaga kesehatan melalui kesadaran yang lebih tinggi pada pentingnya pelayanan kesehatan yang bersifat promotif dan preventif. Pelayanan promotif, untuk meningkatkan kemandirian dan peran serta masyarakat dalam pembangunan kesehatan diperlukan program penyuluhan dan pendidikan masyarakat yang berjenjang dan berkesinambungan sehingga dicapai tingkatan kemandirian masyarkat dalam pembangunan kesehatan. Dalam program promotif membutuhkan tenaga-tenaga kesmas yang handal terutama yang mempunyai spesialisasi dalam penyuluhan dan pendidikan. Pelayanan preventif, untuk menjamin terselenggaranya pelayanan ini diperlukan parar tenaga kesmas yang memahami epidemiologi penyakit, cara-cara dan metode pencegahan serta pengendalian penyakit. Program preventif ini merupakan salah satu lahan bagi tenaga kesmas dalam pembangunan kesehatan. Keterlibatan kesmas dibidang preventif di bidang pengendalian memerlukan penguasaan teknikteknik lingkungan dan pemberantasan penyakit. Tenaga kesmas juga dapat berperan

dibidang kuratif dan rehabilitatif kalau yang bersangkutan mau dan mampu belajar dan meningkatkan kemampuannya dibidang tersebut. Sebagai tambahan, Kulbok dkk. meyakinkan kita bahwa proteksi kesehatan adalah bagian konseptual dari promosi kesehatan

Daftar Pustaka http://likalikuluke.multiply.com/journal/item/4?&show_interstitial=1&u=%2Fjournal%2Fite m (diakses 3 Mei 2012) books.google.com