Anda di halaman 1dari 22

SYNCHRONOUS DIGITAL HIERARCHY (SDH)

bagus sarwono Azhar harahap ihsan adyatmasari

Apa itu SDH.?


SDH (Synchronous Digital Hierarchy) adalah suatu standar internasional (protocol) sistem transport pada telekomunikasi berkecepatan tinggi melalui jaringan optik/elektrik, yang dapat mengirimkan sinyal digital dalam kapasitas yang beragam. SDH (Synchronous Digital Hierarchy), adalah multiplex digital yang berfungsi menggabungkan: 1. Sinyal digital 2 Mbit/s, 34 Mbit/s, 140 Mbit/s menjadi :
a. Sinyal STM-1 (155,52 Mbit/s) atau b. Sinyal STM-4 (622,08 Mbit/s).

Apa itu SDH.?


2. Sinyal STM-1 menjadi :
a. Sinyal STM-4, atau b. Sinyal STM-16 (2,48832 Gbit/s).

3. Sinyal STM-4 menjadi :


a. Sinyal STM-16, b. Sinyal STM-64 (9,95328 Gbit/s)

4. Sinyal-sinyal PDH dan STM-n menjadi sinyal SDH dengan level yang lebih tinggi.

Fungsi SDH
1. Mengubah sinyal bipolar PDH input pada tributary port, menjadi sinyal unipolar NRZ. 2. Menempatkan sinyal unipolar NRZ pada containernya masing-masing :
1. C-12 untuk sinyal 2048 Kbps. 2. C-3 untuk sinyal 34368 Kbps 3. C-4 untuk sinyal 139264 Kbps

3. Melengkapi sinyal-sinyal C-12, C-3 dan C-4 dengan byte-byte :


1. Over Head (POH), dan 2. Pointer

Fungsi SDH
4. Menggabungkan sinyal-sinyal yang sudah dilengkapi dengan byte-byte Over Head dan Pointer menjadi satu deretan sinyal serial. 5. Mengubah sinyal hasil multiplexing menjadi :
1. Sinyal Bipolar CMI, untuk STM-1 yang dikirimkan melalui Radio Gelombang Mikro Digital SDH, atau melalui level SDH yang lebih tinggi. 2. Sinyal dengan daya optik untuk STM-1 yang dikirmkan melalui kabel optik.

Cara Kerja SDH


Proses Mapping

1. Mapping Sinyal PDH Kedalam Container (C). Karena kapasitas container dibuat lebih besar dari pada kapasitas sinyal - sinyal PDH, maka mapping sinyal-sinyal PDH kedalam container selalu dilakukan dengan cara menambahkan bit-bit yang dibutuhkan, untuk menyamakan kapasitas sinyal-sinyal PDH dengan kapasitas container.

Cara Kerja SDH


2. Mapping Sinyal Container Kedalam Virtual Container (VC).

Mapping sinyal-sinyal container (C) kedalam Virtual Container (VC) dilakukan dengan cara menambahkan bit-bit (byte) Path Over Head (POH) kedalam sinyal sinyal C.

Cara Kerja SDH


2. Proses Aligning
Aligning VC Kedalam Tributary Unit (TU)

Proses aligning sinyal-sinyal virtual container (VC) ke dalam Tribuatry Unit (TU) dilakukan dengan cara menambahkan bit-bit (byte) Pointer (PTR) kedalam sinyal sinyal VC. Proses ini berlaku untuk VC-12 dan VC-3.

Cara Kerja SDH


Aligning VC Kedalam Administrative Unit (AU)

Proses aligning sinyal virtual container (VC) kedalam Administrative Unit (AU) dilakukan dengan cara menambahkan bit-bit (byte) Pointer (PTR) kedalam sinyal VC. Proses ini berlaku untuk VC-4.

Cara Kerja SDH


3. Proses Multiplexing
a. Multiplexing TU Menjadi Tributary Unit Group (TUG)
a. b. c. d. e. f. g. h. i. Multiplexing 3 x TU-12 Menjadi TUG-2 Multiplexing 1 x TU-3 Menjadi TUG-3 Multiplexing 7 x TUG-2 Menjadi TUG-3 Multiplexing 3 x TUG-3 Menjadi VC-4 Multiplexing 1 x AU-4 Menjadi AUG Multiplexing 1 x AUG Menjadi STM-1 Multiplexing 4 x STM-1 Menjadi STM-4 Multiplexing 16 x STM-1 Menjadi STM-16 Multiplexing 4 x STM-4 Menjadi STM-16

Cara Kerja SDH


Tabel Kapasitas Bit Dalam Setiap Tingkatan Proses SDH

Struktur Frame STM 1 Frame STM-1 : Kapasitas sebesar 9 baris x 270 kolom = 2.430 byte. Bit Rate STM-1 sebesar 2430 byte x 64 kbit/s = 155,520 Mbit/s Interval waktu untuk setiap Frame sebesar 125 ms atau Frekuensi Pengulangan setiap Frame sebesar 8.000 Hz. Prinsip pengirimannya adalah byte-per-byte, mulai dari byte (kolom) Pertama baris pertama; sampai dengan byte (kolom) terakhir baris terakhir.

Struktur Frame STM 1

Struktur Frame STM 4

Struktur Frame STM 16

Arsitektur Jaringan SDH


Ada 2 level penggunaan elemen-elemen jaringan SDH dalam jaringan transmisi : 1. Jaringan Akses (Access Network) untuk mengkombinasikan dan mendistribusikan layananlayanan yang menggunakan semua jenis bit rate (64 kbps, VC-12, VC-3, VC-4) dan dengan bit rate transmisi STM-1, STM-4, STM-16 dan STM-64. 2. Level Transport untuk transmisi sinyal-sinyal STM-1 STM-4, STM-16 dan STM-64 serta node-node jaringan dengan sistem Cross-Connect yang menggunakan semua jenis bit rate (VC-12, VC-3 dan VC-4).

Berbagai Topologi SDH


1. Point to Point

2. Point to Multipoint

Berbagai Topologi SDH


3. Cross Connect

4. Ring

Jenis Jenis Elemen Jaringan


Terminal Multiplexer (MUX)

Add Drop Multiplexer (ADM)

Jenis Jenis Elemen Jaringan


SDH Repeater (REG)

Digital Cross Connect (DXC)

Keuntungan SDH
Mengurangi kompleksitas dan biaya jaringan Memungkinkan transportasi dari semua bentuk lalu lintas Efisien manajemen bandwidth pada layer fisik Standar antarmuka optik De-multiplexing mudah.

Kekurangan SDH Sinkronisasi ketat diperlukan skema Kompleks dan mahal dibandingkan dengan peralatan Ethernet yang lebih murah