P. 1
Buku Pengenalan Pohon Sulawesi

Buku Pengenalan Pohon Sulawesi

|Views: 2,642|Likes:
Dipublikasikan oleh viqarchu
Sulawesi merupakan pulau terbesar dan penting di Indonesia, secara biogeografi
pulau ini terletak dalam subregion biogeografi Wallacea yaitu suatu wilayah yang
unik karena merupakan kawasan peralihan antara Benua Asia dan Australia dan
memiliki keanekaragaman hayati dengan tingkat endemisitas yang tinggi.
Sulawesi merupakan pulau terbesar dan penting di Indonesia, secara biogeografi
pulau ini terletak dalam subregion biogeografi Wallacea yaitu suatu wilayah yang
unik karena merupakan kawasan peralihan antara Benua Asia dan Australia dan
memiliki keanekaragaman hayati dengan tingkat endemisitas yang tinggi.

More info:

Categories:Types, Research
Published by: viqarchu on Jun 24, 2012
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

02/12/2015

pdf

text

original

Sections

PengenalanJenis-Jenis Pohon

Yang Umum Di Sulawesi

Editor :

Penulis :

Dr. Max M.J.Van Balgooy

Ramadanil Pitopang

Ismet Khaeruddin

Aiyen Tjoa

In’am F Burhanuddin

2008

Editor :

Penulis:

Judul dalam katalog: Jenis-Jenis Pohon Yang Umum Di Sulawesi

Penerbit: UNTAD PRESS

ISBN 978-970-3701-64-6

Dr. Max M.J.Van Balgooy

Ramadanil Pitopang, Ismet Khaeruddin, Aiyen Tjoa,

In’am F Burhanuddin

©: 2008 Herbarium Celebense UNTAD

Cover design : In’am F. Burhanuddin

Lay out : In’am F.Burhanuddin

Herbarium Celebense (CEB)

Laboratorium Ekotaksonomi Tumbuhan
Universitas Tadulako
Jurusan Biologi F-MIPA
Universitas Tadulako

Penerbitan buku ini didukung oleh:

Pemerintah Propinsi
Sulawesi Tengah

Sambutan Gubernur

Sulawesi Tengah

HB. Paliudju

Segala puji dan syukur kami persembahkan kepada TuhanYang Maha Kuasa yang

atas karuniaNya buku Pengenalan Pohon Di Sulawesi ini akhirnya dapat disusun

dan diterbitkan dengan baik.

Sulawesi merupakan pulau yang unik dan khas yang menjadi pusat kawasan

Wallacea. Kawasan ini merupakan wilayah yang terletak di antara dua benua yaitu

Asia dan Australia. Kawasan ini memiliki tingkat endemisitas yang tinggi dalam

hal flora dan fauna, serta memiliki perbedaan yang sangat jelas dengan

Kalimantan yang hanya dipisahkan oleh Selat Makassar yang tidak terlalu luas.

Sementara itu

Palu, 1 Oktober 2009

Gubernur Sulawesi Tengah

Keanekaragaman hayati Sulawesi yang begitu tinggi

perlu didokumentasikan dengan baik agar menjadi panduan bagi generasi

mendatang yang ingin mempelajari keanekaragaman hayati sulawesi khususnya

bagi para pelajar, guru-guru, mahasiwa, peneliti, pejabat fungsional dan parapihak

yang ingin mengembangkan kajian tentang KEHATI di sulawesi. .

Sulawesi Tengah merupakan pusat keanekaragaman Sulawesi

karena merupakan tempat pertemuan tiga lempengan benua.

Pemerintah Propinsi Sulawesi Tengah sangat mendukung penerbitan buku ini dan

besar kiranya buku ini dapat memberikan manfaat dan sumbangan bagi kemajuan

ilmu pengetahuan di Indonesia khususnya di Sulawesi Tengah.

HB. Paliudju

Jenis-Jenis Pohon Yang Umum Di Sulawesi

iii

Sambutan Rektor

Universitas Tadulako

Puji dan syukur dipanjatkan kehadirat Allah SWT, atas rahmat dan hidayahnya”

Buku Tentang Pohon-pohon di Sulawesi Tengah ini dapat terselesaikan dengan

baik.

Kehadiran buku ini merupakan salah satu dari hasil Tri Darma Perguruan Tinggi

yang dilakukan di Universitas Tadulako dan merupakan bukti nyata bahwa

kegiatan penelitian merupakan salah satu hal yang menjadi perhatian utama di

Universitas Tadulako, sehingga melalui pengembangan lembaga riset seperti

Herbarium merupakan fasilitas utama penting dalam menunjang bidang

keanekaragaman hayati Sulawesi yang terkenal dengan keunikan dan tingkat

endemisitas yang tinggi. Potensi biodiversitas tumbuhan Sulawesi ini masih

sangat tinggi, hal ini ditunjukan dengan banyaknya penemuan ilmiah baru oleh

botanist dalam beberapa tahun terakhir baik yang bersifat“New Record”ataupun

“New Species”. Tercatat beberapa jenis yang merupakan baru untuk ilmu

pengetahuan seperti

(Araceae) dari C.A. Tinombala,

(Balsaminaceae) dari Lore Lindu,

(Arecaceae) dan

(Nepenthaceae) dari Taman Nasional Lore Lindu.

Kami merasa bangga dan menyambut baik kehadiran Buku ini yang kedepannya

diharapkan muncul karya-karya dari civitas academica Universitas Tadulako untuk

kemajuan Ibu Pertiwi yang tercinta.

Palu, 10 Oktober 2009

Rektor Universitas Tadulako

Allocasia megawatii

Impatien

punaensis

Pinanga aurantiaca

Nepenthes pitopangii

Drs.H. Sahabuddin Mustapa, M.Si

Jenis-Jenis Pohon Yang Umum Di Sulawesi

iv

Ucapan Terima Kasih

Puji syukur kami panjatkan kepada Allah SWT atas Rahmat dan KaruniaNya

sehingga buku ini dapat diselesaikan secara baik hingga penerbitannya. Seperti

disadari bahwa publikasi menyangkut Flora Sulawesi masih sangat terbatas, disisi

lain kawasan ini merupakan bioregion penting untuk keanekaragaman hayati

Indonesia terutama kekayaan Flora dan Fauna di Indonesia. Oleh sebab itulah

buku ini disusun untuk membantu para pihak dalam pengenalan keanekaragaman

hayati tumbuhan Sulawesi terutama kaum akademisi (dosen, peneliti dan

mahasiswa) pada bidang Ilmu Pengetahuan Alam seperti Biologi, Kimia,

Kehutanan serta lembaga terkait lainnya seperti pertanian, pariwisata,

kehutanan, dan konservasi konservasi sumber daya alam.

Dengan selesainya buku ini penulis ingin menyampaikan ucapan terima kasih

yang sebesar-besarnya kepada pihak yang telah mendukung kehadiran Tulisan ini

terlebih khusus kepada Bapak Rektor Universitas Tadulako Drs. H. Sahabuddin

Mustapa, MSi, kepala Lembaga Penelitian Universitas Tadulako Drs. H. Arifuddin

Bidin, Dekan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Drs. Abdullah, MT,

Ketua Prodi Biologi FMIPA UNTAD Drs. Elijonnahdi, MSi, dan Ketua jurusan

Manajemen Hutan Ir. Akhbar, MT. Kepada Dr. Ahmad Rizal M.Appl.Sci. serta

seluruh kolega di The Nature Conservancy atas dukungan moral dan material

dalam penerbitan buku ini.

Penulisan buku ini sangat ditunjang oleh fasilitas Herbarium Celebense (CEB)

UNTAD, yang merupakan salah satu herbarium penting di bioregion Wallacea dan

merupakan aset Universitas Tadulako. Untuk itu penulis ingin menyampaikan

terima kasih yang sebesar-besarnya kepada pihak yang telah berjasa dalam

pengembangan Herbarium Celebense terutama pada Bpk. Prof. Dr. Ir. H. Edi

Guhardja, MSc (IPB), Dr. Paul J.A. Kessler (Hortus Botanicus Leiden), Prof. Dr.

Stephan Robert Gradstein (Univ.of Gottingen), Dr. Michael Kessler (Univ.

Gottingen), Dr. Ir. Sri S. Tjitrosoedirdjo (SEAMEO BIOTROP), Prof. Dr. Johanis P.

Mogea (Herbarium Bogor) dan Dr. Ir. H. Dede Setiadi (IPB), yang semuanya

merupakan pakar Ekotaksonomi dan konservasi biodiversitas tumbuhan. Buku ini

disusun berdasarkan studi literatur dan penelitian ke lapangan terutama di hutan-

hutan Sulawesi, untuk itu penulis juga ingin menyampaikan terima kasih kepada

Firdaus, S.Hut, Sahar Sabir, S.Hut dan Hardianto Mangopo, S.Hut yang merupakan

staff Herbarium Celebense yang setia menemani dan membantu penulis baik di

lapangan ataupun di herbarium.

Akhirnya penulis berharap semoga buku ini bermanfaat untuk kemaslahatan umat

manusia.

Palu, 22 September 2008

Penulis

Jenis-Jenis Pohon Yang Umum Di Sulawesi

v

DAFTAR ISI

Sambutan Gubernur Sulawesi Tengah....iii
Sambutan Rektor Universitas
Tadulako.....iv
Ucapan Terima Kasih......vii
Daftar Isi.....vi
Pendahuluan.....1
Tinjauan Pustaka.....3
Aleurites moluccana.....11

Annona muricata.....14
Annona reticulata.....15
Annona squamosa....16

Areca vestiaria.....19
Arenga pinnata.....20
Arenga undulatifolia.....21
Artocarpus heterophyllus.....22
Bischofia javanica.....23
Buchanania arborescens....24
Calophyllum inophyllum....25
Cananga odorata....26
Canarium hirsutum...27
Carallia brachiata....28
Cassia siamea....29

Casuarina equisetifolia....31
Celtis phillipinensis...32
Cinnamomum porrectum....33
Cocos nucifera....34
Cynometra ramiflora.....36
Delonix regia....37
Deplanchea bencana....38
Dillenia serrata.....39
Diospyros celebica....40
Dracontamelon dao......42
Duabanga mollucana.....43
Durio zibethinus.....44
Dysoxylum nutans.....45
Elaeocarpus teijsmannii....46
Elmerillia ovalis.....47
Erythrina subumbrans.....48
Erythrina variegata.....49
Eucalyptus deglupta.....50
Ficus benjamina......51
Ficus minahassae.....52
Galbulimima belgraveana....53
Garuga floribunda....54
Gastonia serratifolia.....55
Gironniera subaequalis.....57

Alstonia scholaris.....12
Alstonia spectabilis......13

Anthocephalus chinensis....17
Antidesma bunius.....18

Castanopsis accuminatisima....30

Gnetum gnemon....58
Heritieria littoralis....59
Hibiscus tiliaceus.....60
Homalanthus populneus....61
Hopea celebica....62
Horsfieldia costulata.....63
Kalappia celebica.....64
Kleinhovia hospita.....66
Knema celebica.....67

Leucaena leucocephala....69

Lithocarpus havilandii.....71
Macadamia hildebrandii.....72
Macaranga hispida......73

Mangifera foetida.....75
Mangifera minor......76
Manilkara fasciculata....77
Meliosma sumatrana.....78
Morinda citrifolia.....79
Moringa oleifera.....80

Myristica fragrans.....82
Nageia wallichiana.....83
Octomeles sumatrana.....84
Palaquium quercifolium.....85
Pandanus tectorius......86
Paraserianthes falcataria.....87

Pinanga caesea.....90
Platea excelsa.....91
Podocarpus imbricatus.....92
Podocarpus neriifolius.....93
Polyalthia lateriflora.....94
Pometia pinnata.....95

Pterospermum javanicum.....97
Sarcotheca celebica.....98
Shorea assamica.....99
Streblus asper.....100
Syzygium aromaticum....101
Syzygium cumini.....102
Syzygium malaccensis.....103
Tectona grandis.....104
Terminalia catappa......105
Timonius minahassae.....106
Toona ciliata.....107
Trema orientalis.....109
Vernonia arborea.....110
Winmannia celebica....111
Wrigtia pubescens.....112
DAFTAR PUSTAKA
RIWAYAT PENULIS

Koordersiodendron pinnatum....68

Lithocarpus celebicus.....70

Magnolia candollii.....74

Myristica fatua....81

Phylocladus hypophyllus.....88
Pigafeta elata.....89

Pterocarpus indicus.....96

Jenis-Jenis Pohon Yang Umum Di Sulawesi

vii

PENDAHULUAN

Indonesia merupakan salah satu negara di dunia yang mendapat julukan sebagai

“Megabiodiversity Countries”karena memiliki keanekaragaman hayati yang

sangat tinggi. Keanekaragaman hayati yang dimiliki Indonesia ini tersebar di

dalam wilayah nagara kesatuan Republik Indonesia.

Sulawesi merupakan pulau terbesar dan penting di Indonesia, secara biogeografi

pulau ini terletak dalam subregion biogeografi Wallacea yaitu suatu wilayah yang

unik karena merupakan kawasan peralihan antara Benua Asia dan Australia dan

memiliki keanekaragaman hayati dengan tingkat endemisitas yang tinggi.

Diperkirakan 15% dari tumbuhan berbunga di Sulawesi adalah endemik (Whitten

et al. 1987 : Ramadhanil Pitopang, 2006). V. Balgooy et al. (1996) melaporkan 933

tumbuhan asli dari Sulawesi yang dibahas dalam Flora Malesiana waktu itu, 112

adalah endemik Sulawesi.

Endemisitas tumbuhan berbunga di Sulawesi sangat bervariasi diantara kelompok

takson, Sebagai contoh pada Palm (Arecaceae) dan Anggrek (Orchidaceae) dari

total 817 spesies anggrek dari Sulawesi dan Maluku (128 genera) 149 merupakan

endemik (Thomas and Schuiteman 2002). Selain itu Sulawesi juga dikenal

sebagai salah satu kawasan EBA (Endemic Bird Area) terpenting di Indonesia,

dimana dari 328 jenis burungnya, 88% adalah jenis yang unik (White and Bruce,

1986). Dari 127 hewan menyusui asli, 79 (62%) bersifat endemik dan

presentasinya meningkat sampai 98% jika kelelawar tidak dihitung (Whitten et al.,

1987).

Berdasarkan data base yang ada, diperkirakan di Sulawesi terdapat lebih dari

2100 jenis tumbuhan berkayu yang terdiri atas famili Meliaceae, Euphorbiaceae,

Rubiaceae, Myrtaceae, Ebenaceae, Moraceae, Magnoliaceae, Burseraceae,

Araucariaceae dan lain-lain (Kessler et al 2002). Diantaranya merupakan

tumbuhan yang tergolong pohon (dbh > 10 cm) yang mempunyai nilai ekonomi,

estetika dan konservasi yang sangat baik.

Publikasi tentang flora Sulawesi terutama jenis tumbuhan berbunga masih sangat

terbatas, sampai saat ini terbatas hanya berupa“checklist”dan“cataloque”

(Kessler etal 2002; Gradstein et al.2005 ; Thomas and Schuiteman 2002). Di dalam

buku ini diperkenalkan 100 jenis pohon yang beberapa diantaranya ditemukan

secara alami di Sulawesi yang masing-masing dilengkapi dengan gambar,

deskripsi, nama lokal, habitat dan ekologi serta kegunaan. Diharapkan kehadiran

buku ini bermanfaat untuk berbagai pihak yang memerlukan terutama untuk

keperluan pendidikan, pengusaha, konservasi dan pengambil kebijakan.

1

Jenis-Jenis Pohon Yang Umum Di Sulawesi

TINJAUAN PUSTAKA

Biogeografi , Sejarah Alam dan Keanekaragaman Hayati Sulawesi

Sulawesi merupakan salah satu pulau besar dan penting di Indonesia, karena

secara biogeografi termasuk dalam kawasan Wallacea, suatu kawasan yang

terdiri atas pulau Sulawesi, sebagian Maluku, kepulauan Banda, dan

kepulauan Nusa Tenggara Barat, dengan luas keseluruhan sekitar 346.782 km2.

Wilayah ini sangat unik karena merupakan tempat bercampurnya tumbuhan,

hewan, dan hidupan lain dari Asia dan Australia, serta merupakan kawasan

peralihan ekologi (ekoton) antara kedua benua tersebut (Mittermeier et al., 1999).

Kawasan ini dinamakan Wallacea, merujuk nama Alfred Russel Wallace, seorang

penjelajah alam dari Inggris yang pada tahun 1850-an melakukan ekspedisi di

kawasan ini. Hasil penelitiannya dipublikasikan dalam buku The Malay

Archipelago yang menyimpulkan bahwa flora dan fauna di kawasan ini banyak

yang unik dan spesifik, serta mempunyai biogeografi tersendiri yang berbeda

dengan bagian barat dan timur Indonesia. Karena hasil pemikirannya ini, Alfred

Russel Wallacea dikenal sebagai Bapak Biogeografi, studi tentang persebaran

geografi tumbuhan dan hewan (Whitten et al., 1987; Kinnaird, 1997; Mittermeier et

al., 1999).

Whitmore (1989) dan Mittermeier et al. (1999) menyatakan bahwa kondisi

biogeografi pulau Sulawesi yang spesifik merupakan akibat proses pembentukan

pulau ini sejak masa purba. Menurut Kinnaird (1997), kawasan ini memiliki sejarah

geologi yang komplek, meliputi pergeseran lempeng bumi, perbenturan antar

lempeng bumi, pergolakan dalam perut bumi, dan kegiatan gunung api yang

memuntahkan isi perut bumi, hingga menjadikan bentuk pulau Sulawesi unik dan

tidak beraturan seperti saat ini (Gambar 3).

Gambar 1. Kepulauan Indonesia dengan zona biogeografinya (Whitten et al. 1987)

3

Jenis-Jenis Pohon Yang Umum Di Sulawesi

Pembentukan pulau Sulawesi dimulai sekitar 200 juta tahun yang lalu, ketika

benua besar purba Gondwana (sebelumnya Pangea) terpecah-pecah karena

pergerakan lempeng bumi di bawahnya. Di antara pecahan-pecahan benua

tersebut ada sebagian yang bergabung kembali membentuk pulau-pulau baru

(Gambar 2.3). Salah satu penggabungan yang penting secara biogeografi adalah

pertemuan sebagian benua Asia dan Australia yang memungkinkan perpindahan

dan percampuran flora dan fauna yang sedang berevolusi. Salah satu pecahan

daratan Asia bergerak ke arah timur dan kelak membentuk Jawa, Sumatera,

Kalimantan, dan Sulawesi barat. Selanjutnya sekitar 100 juta tahun yang lalu,

Australia bersama dengan Irian (Papua) dan Sulawesi timur, memisahkan diri dari

Antartika dan bergerak ke utara dengan membawa serta mamalia, burung dan

tumbuhan berbunga. Kemudian sekitar 60-70 juta tahun yang lalu, Sulawesi barat

terpisah dari Kalimantan, lalu sekitar 15 juta tahun yang lalu Sulawesi timur

memisahkan diri dari Irian, serta bergerak ke barat menabrak fragmen Sulawesi

barat, sehingga pecahan tersebut membelok dan semenanjung utaranya berputar

hampir 90 derajat ke posisinya yang sekarang. (Moss and Wilson, 1998).

Aktifitas geologi ini menyebabkan pulau Sulawesi secara biogeografi terisolasi dari

pulau-pulau di sebelah barat (Asiatis), maupun di sebelah timur (Australis). Isolasi

geografi pulau Sulawesi dan kondisi lingkungannya, seperti variasi topografi,

gradien elevasi, dan variasi jenis tanah menyebabkan flora dan fauna di bioregion

ini berkembang secara khas (Siebert, 2000). Struktur dan komposisi biota pulau ini

sangat unik, walaupun jumlah jenisnya relatif sedikit, dimana jumlah jenis

tumbuhan tinggi diperkirakan hanya 5000 spesies, termasuk 2100 tumbuhan

berkayu (Whitten et al., 1987; Keßler et al., 2002). Di pulau ini hanya didapatkan 7

spesies anggota familia Dipterocarpaceae, kelompok tumbuhan berhabitus pohon

yang bernilai ekonomi tinggi dan mendominasi hutan-hutan di Kalimantan (267

spesies) dan Sumatera (104 spesies). Fagaceae menunjukan pola yang sama

dimana 6 spesies Lithocarpus dan 2 Castanopsis dari Sulawesi, dibandingkan

dengan 60 dan 21 tercatat dari Kalimantan masing-masingnya (Keßler 2002).

Kemolekan fisik pulau Sulawesi dengan pegunungan berselimut hutan dan

terumbu karang yang mengagumkan menyimpan pesona kehidupan biologi,

berupa flora dan fauna yang unik dan spesifik (Kinnaird, 1998; Yuzammi dan

Hidayat, 2002). Keanekaragaman hewan di kawasan meliputi sekitar 289 spesies

burung, 114 spesies mamalia, dan 117 spesies reptilia (Ministry of Population and

Environment Republic of Indonesia, 1992). Di pulau ini dikenal beberapa fauna

endemik seperti anoa (Buballus depresicornis dan B. quarlesii), tarsius (

,

, dan

), maleo (

), burung alo

(

dan

), babirusa (

),

musang raksasa(

), kuskus (

dan

), jalak sulawesi (

) dan

sp

salah satu species ikan purba (ikan fosil) yang ditemukan beberapa tahun yang

lalu

Tarsius

spectrum T. pumillus T. diannae

Macrocephalon maleo

Rhyticeros cassidix Phanelopides exerhatus

Babyrousa babyrusa

Macrogalidia muschen-broekii

Ailurops ursinus

Strigocuccus celebensis

Scisirostrum dubium

Latimeria

dari perairan Sulawesi Utara.

4

Jenis-Jenis Pohon Yang Umum Di Sulawesi

Gambar 2. Kawasan Konservasi di Sulawesi

Jenis-Jenis Pohon Yang Umum Di Sulawesi

5

50

Gambar 3. Rekontruksi Asia Tenggara sejak 50 juta tahun lalu. (Hall 1995)

50

40

30

20

10

0

6

Jenis-Jenis Pohon Yang Umum Di Sulawesi

Yuzammi dan Hidayat (2002) melaporkan 67 spesies anggrek dan 67 spesies flora

non anggrek yang bersifat endemik dan unik dari Sulawesi yang disusun

berdasarkan pada hasil ekspedisi botani yang dilakukan di beberapa kawasan

konservasi di Sulawesi. Jenis flora tersebut antara lain:

,

,

,

,

Sweet,

J.J. Smith,

Yuzammi &

A.Hay,

Yuzammi,

Val.,

Hay,

Bakh.,

Miq.,

, dan lain-

lain.

Cymbidium finlaysonianum

Coelogyne celebica Abdominiea minimiflora Goodyera reticulata Phalaenopsis

celebensis

Vanda celebica

Allocasia suhirmaniana

Alocasia megawatii

Alpinia abendanoni Alocasia balgooyii

Diospyros celebica

Orophea celebica Agathis celebica

Gambar 4.

spec.nov, jenis baru dari TN.

Lore Lindu dan

(Proteaceae)

species endemik Sulawesi.

Nepenthes

Macadamia hildebrandii

Menurut Mogea (2002) Sulawesi memiliki tingkat endemisitas palem yang tinggi

(72%), dimana 68% spesies dan 58% genus palem yang tumbuh di bioregion ini

adalah asli Sulawesi. Di antara jenis-jenis palem yang ada dua di antaranya

endemik untuk Sulawesi Tengah, yaitu

dan

sp.

nov (longirachilla). Beberapa spesies palem Sulawesi lainnya yang endemik adalah

Becc.,

Miq., serta beberapa spesies rotan seperti

taimanu (

), tohiti (

Becc. var.

Becc.),

,

Becc.,

Mart. dan

lain-lain.

Gronophyllum sarasinorum Pinanga

Pigafetta elata Licuala celebica

Korthalsia celebica

Calamus inops

celebicus

Calamus minahassae Calamus koordersianus Calamus symphisipus

7

Jenis-Jenis Pohon Yang Umum Di Sulawesi

JENIS- JENIS POHON TERPILIH YANG

UMUM DI SULAWESI

11

Jenis-Jenis Pohon Yang Umum Di Sulawesi

Aleuritesmoluccana(L.)Willd.

EUPHORBIACEAE

Deskripsi

Berukuran besar, tinggi hingga 20 m, diameter

setinggi dada (DBH) hingga 60 cm. Tajuk

kelihatan berwarna perak keputih-putihan dari

jauh. Daun : Tunggal, tersusun secara alternate atau

spiral, berukuran 12-23 X 6–12 cm, dengan 3-5

tulang daun dari bawah, disampingitu terdapat 4-7

ekstra pertulangan daun. Tangkai daun 10 cm atau

lebih dengan sepasang kelenjer

pada permukaan atas. Bunga : Putih kekuning-

kuningan, pucat, dengan tangkai bunga bulat,

terletak pada ujung. Buah : Bulat, 5-6 cm diameter,

hijau atau kecoklatan, biasanya dengan 2 biji keras,

daging buah tebal berdaging.

Distribusi

Asia tropis hingga Polinesia. Di Asia

Tenggara umumnya ditanam dan

dibudidayakan termasuk di Sulawesi,

terutama digunakan sebagai tanaman

pelindung pada tanaman coklat.

Nama Lokal

Lumbang (Filipina), Kemiri, Muncang

(Indonesia), Kembiri, buah keras

(Malaysia),“Kok namz man (Laos),

Photisat, Kue ra, Purat, Mayao (Thailand),

Lai (Vietnam). Derekan , Pidekan (Jawa),

Muncang (Sunda), Candle nut tree,

Bankul nut Tree (Inggeris), Bancoulier des

Moluques, Noyer des M, Noix de Bancoul,

Aleurite, Camiri (Perancis). Sulawesi : Beau

(Kaili, Muma, Uma).

Kegunaan

Minyak dari biji untuk pembuatan lilin dan

sabun, digunakan juga sebagai bumbu

untuk memasak. Kulit batang kadang-

kadang digunakan sebagai obat.

12

Jenis-Jenis Pohon Yang Umum Di Sulawesi

Deskripsi

Berukuran besar, tinggi hingga 40 m, diameter

setinggi dada (DBH) hingga 100 cm. Kulit batang

bagian luar coklat terang hingga krem, batang

berlenti sel, kulit batang bagian dalam

menghasilkan getahwarna putih (susu). Daun :

Tunggal, tersusun dalam bentuk melingkar yang

terdiri atas 5-8 daun, berbentuk elip, berukuran 7-

17 X 2.5–3,5 cm, dasar daun runcing, ujung

membulat, pertulangan daun sering prominent,

warna hijau pada permukaan atas, dan keputihan

pada permukaan bagian bawah, tangkai daun 1,5-3

cm panjangnya. Bunga : Putih krem, dalam bentuk

cymus terletak pada ujung, corolla tubular dengan

5 lobes. Buah disusun oleh 2 folikel, 20-30 cm

masing-masingnya, glabrous (polos), biji panjang

dan pipih dengan bulu/ rambut pada ujung.

Nama Lokal

Dita (Filipina), Pulai lilin (Brunei), Pulai

(Indonesia, Malaysia), Lettok (Myanmar),

Tinpet (laos), Sattaban, Teenpet, Hassaban

(Thailand), C[aa]y m[of] cua (Vietnam).

Pule, Gabusan (Jawa), Lame bodas

(Sunda), Poole, Ajooras, Shaitan wood,

Whitecheese wood (Inggeris), Pulai,

Shaitan (Perancis). Sulawesi : Kayu Tolor

(Buol), Lengaru (Kaili, Muma, Uma).

Distribusi

Srilanka dan India hingga Asia Tenggara

dan China Selatan termasuk Filipina dan

Australia bagian Utara, Kepulauan

Bismarck, dan Salomon.

Kegunaan

Kayu berkualitas bagus untuk pulp

berwarna putih ringan, mempunyai berat

jenis 0,38 termasuk kelas awet V dan kelas

kuat V-IV. Kulit batang untuk banyak

kegunaan seperti obat Malaria, kadang-

kadang ditanam sebagai tanaman hias.

Alstonia scholaris (L.) R.Br

APOCYNACEAE

13

Jenis-Jenis Pohon Yang Umum Di Sulawesi

Nama Lokal

Hiha, Labuangi (Sulawesi Tengah).

Distribusi

Tersebar di Asia Tenggara seperti di

Sumatra, Jawa, Kalimantan, Maluku. Di

Sulawesi tersebar merata seperti di Taman

Nasional Lore Lindu, Dumoga Bone,

Tangkongko, Cagar Alam Morowali, dan

Soroako.

Kegunaan

Kayu berkualitas bagus untuk pulp

berwarna putih ringan, mempunyai berat

jenis 0,37 termasuk kelas awet III dan

kelas kuat III-II.

Deskripsi

Berukuran sedang, tinggi 8-10 m, kulit batang

agak gelap, bergetah seperti susu. Banir akan ada

apabila pohon sudah tua. Daun tunggal,

berhadapan atau melingkar, bentuk elip melebar,

urat daun jelas. Perbungaan terminal, tersusun

malai, bunga berukuran kecil. Mahkota bunga

putih, kuncup terpuntir pada ujung. Buah bulat

memanjang, diameter 4 mm. Tumbuh

berpasangan.

Alstonia spectabilis R.Br.

APOCYNACEAE

AnnonamuricataL.

ANNONACEAE

Deskripsi

Pohon berukuran kecil, tinggi 3-8 m. Daun

memanjang, bentuk lanset atau bulat telur

terbalik, ujung meruncing pendek, seperti kulit,

panjang 6-18 cm, tepi rata.

Bunga berdiri sendiri berhadapan dengan daun,

bau tak enak. Daun kelopak kecil. Daun mahkota

berdaging, 3 yang terluar hijau, kemudian kuning,

panjang 3,5- 5cm, 3 yang terdalam bulat telur,

kuning muda. Daun kelopak dan daun mahkota

terdalam secara genting. Dasar bunga cekung

sekali. Benang sari banyak. Penghubung ruang

sari di atasruang sari melebar, menutup

ruangnya, putih. Bakal buah banyak, bakal biji 1.

Tangkai putik langsing, berambut. Kepala putik

silendris. Buah majemuk tidak beraturan, bentuk

telur miring atau bengkok, 15-35 kali 10-15 cm.

Biji hitam dan daging buah putih. Manis

keasaman rasanya apabila masak.

Distribusi

Tropis, berasal dari Amerika Selatan,

banyak ditanam dan kadang tumbuh liar

di Malesia. Banyak tumbuh di lembah

Palu

Nama Lokal

Zuurzak (Nederland), Sirsak (Indonesia),

Durian Balando (Minangkabau),

Mandalika (Sunda), Nangka Belanda

(Jawa, Sunda), nangka buris (Madura),

Nangka England (Madura), Nangka

Sabrang (Jawa).

Kegunaan

Ekstrak biji dan daun digunakan sebagai

pestisida botani. Daging buah bahan

baku industri minuman (juice),

mengandung vitamin C.

14

Jenis-Jenis Pohon Yang Umum Di Sulawesi

15

Jenis-JenisPohonYangUmumDiSulawesi

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->