Anda di halaman 1dari 2

ACARA II

PENABURAN BENIH

I. TUJUAN
1. Agar mahsiswa mengetahui cara penaburan benih yang benar.
2. Untuk mengetahui kerapatan penaburan suatu species tertentu.

II. WAKTU DAN TEMPAT
Waktu : Jumat 21 Maret 2014
Tempat : Laboratorium Silvikultur Intensif Klebengan
FakultasKehutanan UGM

III. DASAR TEORI
Penaburan benih adalah menanam benih yang telah dipersiapkan/
telah melalui perlakuan-perlakuan khusus dibedengan/ bak tabur
dengan tujuan agar benih dapat berkecambah dengan baik. (Ir. Ibrahim
Edris , MS ; 1997)
Penaburan benih dilakukan secara merata menurut lariakan/jalur-
jalur atau lubang-lubang yang telah dibuat, kemudian ditutup dengan
pasir atau tanah halus setebal 0,5-1 cm/ setebal benih. Secara garis
besar penaburan dapat dilakukan tiga cara (1) satu persatu (drill
sowing), (2) bentuk garis/baris (line sowing), dan (3) menabur merata
(dust sowing). Dan kemudian ditutup dengan seresah yang telah
disterilkan. (Ir. Ibrahim Edris, MS ; 1997)
Selain itu penaburan benih merupakan upaya untuk memperoleh
kecambah yang normal dan sehat dalam jumlah yang sama atau
mendekati jumlah benih yang ditabur. Untuk itu perlakuan awal
terhadap benih dan penyiapan kondisi yang baik dalam penaburan
perlu dikerjakan sebaik mungkin. Kegagalan penaburan benih tidak
hanya menimbulkan kerugian yang terbatas pada pengeluaran ekstra
pengadaan benih baru, tetapi yang lebih mengkhawatirkan adalah
perubahan tata waktu produksi menjadi lambat. ( Suginingsih dan Yeni
W N R ; 2009)
Dalam memilih metode penaburan oleh pelaksana persemaian
perlu diperhatikan hal-hal sebagai berikut : (1) ukuran benih, (2) nilai
perkecambahan, dan (3) sifat spesies benih.
Benih berukuran besar lebih tepat ditabur secara langsung dalam
pot/media sapih(direct sowing), sedangkan benih yang berukuran kecil
seperti Eucalyptus spp lebih tepat melalui penaburan ( indirect sowing)
baru kemudian disapih. Keberhasilan penaburan dicerminkan oleh nilai
perkecambahan yang tinggi. Benih yang kondisinya sangat jelek
sebaiknya dibuang, yaitu apabila nilai perkecambahan kurang dari
30%. Untuk benih yang nilai persen kecambahnya kurang dari 70%
lebih tepat dilakukan penaburan terlebih dahulu, bila nanti kecambah
diatas 80% untuk benih besar sebaiknya dilakukan penanaman
langsung pada plot/kantong plastik.( Suginingsih & Yeni W N
Ratnaningrum ; 2009)
Benih tanaman kehutanan mempunyai ukuran yang berbeda-beda,
ada yang sangat halus tetapi ada juga yang berukuran besar, agar
benih-benih ini dapat tumbuh dengan baik pada waktu disemaikan,
diperlukan persyaratan yang berbeda-beda, ada benih yang
menghendaki persentuhan satu dengan yang lainya tapi ada juga yang
apabila bersentuhan maka akan terjadi pembusukan (Tim Pengampu,
2014)

IV. ALAT DAN BAHAN
1. Biji sengon buto
2. Besek

V. CARA KERJA
1. Menghitung biji yang telah ditentukan
2. Menimbang 100 butir benih dan diulang 6 kali.
3. Menyediakan media tabur yang telah disterilkan terlebih dahulu.
4. Membasai medium tabur sampai kelelmbaban tertentu.
5. Menabur benih dengan dua macam cara, yaitu larikan dan tersebar
merata atau larikan dengan jarak tabur yang sama atau kombinasi
keduanya.
6. Menjumlah benih yang ditabur masing-masing cara : 50, 100, 150
butir dalam setiap perlakuan.