Anda di halaman 1dari 25

MAKALAH KONSEP PERTUMBUHAN POHON

PRODUKSI TANAMAN

Disusun oleh:
1.
2.
3.
4.

Fajar ramadhan 201410320311009


Agum gumelar 201410320311008
Heni karebed 20141032031100
Samsul arifin 20141032031100

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG


FAKULTAS PERTANIAN-PETERNAKAN
JURUSAN KEHUTANAN
2016

KATA PENGANTAR
Puji syukur penulis panjatkan kepada kehadirat Tuhan Yang Maha Esa,
atas limpahan berkat dan rahmatnya sehingga penulis dapat menyelesaikan
makalah tentang Konsep Pertumuhan Pohon.
Pertumbuhan pohon merupakan suatu proses bertambahnya ukuran, tinggi,
diameter dan berat dari organ tanaman akibat dari adanya aktivitas metabolism
dalam tanaman yang bersifat irreversible (tidak dapat kembali). Pertumbuhan
dipicu oleh suatu jaringan yang ada pada tumbuhan yang disebut jaringan
meristem. Jaringan meristem merupakan jaringan yang sel-sel terus menerus
mengalami pembelahan.
Dalam kesempatan kali ini penulis berusahan menyampaikan proses
pertumbuhan yang terjadi dalam pohon khusunya berserta faktor-faktor yang
mempengaruhi. Pertumbuhan pohon indentik dengan pertumbuhan diameter
batang dimana termasuk pertumbuhan sekunder yang berasal dari meristem lateral
dan pertumbuhan diameter/tinggi pohon dapat pula disebut riap. Penulisan
makalah ini merupakan tugas untuk memenuhi mata kuliah produksi tanaman.
Penulis menyadari karya tulis ini masih jauh dari kata sempurna, oleh
karena itu penulis mengharapkan kritik dan saran yang dapat membangun karya
tulis ini menjadi lebih baik lagi. Penulis berharap karya tulis yang telah dibuat ini
bisa bermanfaat serta menambah pengetahuan bagi mahasiswa kehutanan pada
khususnya dan pihak lain pada umumnya.
Malang, 1 Juni 2016

Penulis

DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR ........................................................i
DAFTAR ISI ..................................................................ii
BAB I PENDAHULUAN....................................................1
1.1 Latar belakang ......................................................................1
1.2 Rumusan masalah ................................................................2
1.3 Tujuan ..................................................................................2
BAB II PEMBAHASAN ...................................................3
2.1 Pertumbuhan pohon .............................................................3
2.2 Jenis pertumbuhan ...............................................................6
2.3 Organ pertumbuhan .............................................................8
2.4 Faktor yang mempengaruhi pertumbuhan
....................................................................................................
13
2.5 Riap
....................................................................................................
14
BAB III PENUTUP
...................................................................................
18
3.1 Kesimpulan
....................................................................................................
18
3.2 Saran
....................................................................................................
19

DAFTAR PUSTAKA
...................................................................................
20

BAB I
PENDAHULUAN
1.1

Latar belakang

Pohon untuk dapat mecapai fase dewasa tentunya memalui


berbagai proses fisiologis di dalam tubuh tumbuhan yang diawali
dari benih hingga nantiya menjadi pohon dewasa. Pohon untuk
mencapai masa dewasa meliwati dua fase yaitu pertumbuhan
dan perkembangan yang berlangsung secara berkesinambungan.
Pertumbuhan merupakan suatu ciri fundamental dari seluruh
mahluk hidup. Pertumbuhan sering diartikan secara sederhana
sebagai suatu pertambahan ukuran dan mempunyai sifat yang
tidak dapat kembali (irreversible). Proses pertumbuhan pada
tumbuhan

dapat

berupa

perubahan

ukuran

meliputi

pertambahan tinggi, besar dan berat. Pertumbuhan tumbuhan


dapat diukut dan dilihat secara langsung yaitu bersifat kualitatif.
Tumbuhan mengalami pertumbuhan melalui berbagai proses
metabolisme yang terdapat di organ tanaman diantaraya daun,
batang dan

akar.

Pertumbuhan

pohon

diawali

dari

tahap

perkecambahan dimana dalam prosesnya didukung oleh faktor


lingkungan yaitu seperti kondisi tanah, ketersediaan air dan
keadaan udara. Faktor lingkungan sangat berpengaruh dalam
proses

pertumbuhan

tanaman,

apabila

faktor

keadaan

lingkungan sesuai dengan syarat tumbuh tumbuhan maka


tumbuhan tersebut dapat tumbuh dengan baik hingga menuju
fase dewasa (pohon). Setelah masa perkecambahan proses
selanjutnya yaitu diikuti oleh tiga sistem jaringan meristem
primer yang terletak di akar dan batang. Pada fase ini tumbuhan
akan membentuk akar, batang dan daun melalui proses berbagai
proses

metabolisme. Setelah akar, batang daun terbentuk

seterusnya akan mengalami pertumbuhan baik dalam dalam


ukuran, tinggi dimana melalui proses metabolisme seperti
fotosintesis, respirasi. Pertumbuhan tanaman merupakan sebuah
proses yang sangat kompleks tanaman menjadi sebuah individu
dewasa, tanpa sebuah proses pertumbuhan tanaman tidak akan
mampu untuk hidup dan berkembangiak. Oleh karena itu pada
makalah ini penulis akan menjelaskan konsep pertumbuhan
pohon.

1.2 Rumusan masalah


Berdasarkan latar belakang diatas, maka diperoleh rumusan
masalah sebagai berikut.
1. Apa itu pertumbuhan tanaman?
2. Bagaimana
proses
terjadinya
tanaman?
3. Faktor apa

saja

yang

pertumbuhan tanaman?
4. Apa itu riap pohon

dapat
dan

pertumbuhan

dalam

mempengaruhi

proses

faktor

apa

saja

yang

mempengaruhi?
1.3 Tujuan
Berdasarkan rumusan masalah di atas, maka diperoleh tujuan penelitian
sebagai berikut.
1. Menjelaskan tentang pertumbuhan tanaman
2. Menjelaskan tentang proses terjadinya pertumbuhan dalam
tanaman
3. Menjelaskan Faktor apa saja yang dapat mempengaruhi
proses pertumbuhan tanaman
4. Menjelasakan riap pohon dan faktor yang mempengaruhi
pertumbuhan riap.

BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Pertumbuhan pohon
Pertumbuhan
makhluk

merupakan suatu ciri

fundamental dari

seluruh

hidup. Pertumbuhan sering diartikan secara sederhana sebagai suatu

pertambahan ukuran, tetapi harus hati-hati dalam menggunakan definisi yang


kurang lengkap ini. Sebagai contoh, ukuran sel tumbuhan mungkin menjadi
lebih besar pada saat menyerap air melalui osmosis, tetapi proses ini
kemungkinan akan kembali ke ukuran asal dan oleh karenannya tidak bisa
diartikansebagai pertumbuhan yang sebenarnya. Juga, selama pembelahan
zigot dan embrio awal, dalam hal ini peningkatan jumlah sel tanpa peningkatan
dalam ukuran (volume atau massa). Disini hasilnya pembelahan sel tanpa
diikuti oleh peningkatan ukuran sel turunan. Proses ini merupakan suatu
perkembangan di satu sisi dan mungkin hal ini dapat dipandang sebagai
pertumbuhan meskipun fakta bahwa tidak terjadi peningkatan ukuranselnya.
Seluruh

tahapan

pertumbuhan

mencakup

aktivitas

biokimiawi.

Sintesis protein merupakan bagian penting, karena hal ini berarti pesan-pesan
dari DNA diekspresikan dalam sintesis enzim oleh sel. Enzim-enzim
mengontrol aktivitas sel. Perubahan-perubahan pada tingkat sel membawa
perubahan dalam keseluruhan bentuk dan struktur, baik pada tingkat organorgan tersendiri maupun organisme secara keseluruhan, dan proses ini dikenal
sebagai morfogenesis.
Definisi pertumbuhan sebaiknya memenuhi kriteria peningkatan dalam
ukuran yang terjadi pada seluruh organisme bersel tunggal sampai hewan dan
tumbuhan tingkat tinggi, yang mencerminkan aktivitas metabolisme berasosiasi
dengan pertumbuhan. Pertumbuhan dapat
peningkatan

dalam

berat

kering

didefinisikan

protoplasma

sebagai

suatu

yang irreversible. Pada

pengertian disini mencerminkan suatu pengingkatan dalam jumlah protein yang


sudah disintesis, dan fakta bahwa proses sintesis protein membentuk
dasar pertumbuhan.

Pertumbuhan bisa positif atau negatif. Pertumbuhan positif terjadi bila


anabolisme melebihi katabolisme, sedangkan petumbuhan negatif terjadi bila
katabolisme

melebihi

anabolisme.

Sebagai

contoh,

dalam

peristiwa

perkecambahan biji dan produksi semaian berdasarkan variasi parameter fisik,


besarnya meningkat, seperti jumlah sel, ukuran sel, berat basah, panjang,
volume dan kompleksitas bentuk, tetapi pada sisi lain seperti berat kering
secara aktual menurun. Dari definisi, perkecambahan dalam kasus ini adalah
contoh yang tepat saat pertumbuhan negatif.
Berbeda dengan sebagian besar hewan yang memiliki pertumbuhan
terbatas, sebagian besar tumbuhan terus tumbuh selama mereka masih hidup,
suatu keadaan yang dikenal sebagai pertumbuhan tidak terbatas. Walapun
demikian

untuk

organ

tumbuhan

tertentu,

seperti

daun

dan

bunga,

memperlihatkan pertumbuhan yang terbatas.


Selama tumbuhan masih mampu untuk bertahan hidup, tumbuhan dapat
tumbuh tidak terbatas karena tumbuhan memiliki jaringan embrionik yang
selalu tersedia, yang disebut meristem, pada daerah pertumbuhan. Sel-sel
meristematik terus membelah menghasilkan sel-sel baru. Beberapa produk
pembelahan ini tetap berada pada daerah meristematik untuk menghasilkan
lebih banyak lagi sel. Sementara yang lain menjadi terspesialisasi dan
digabungkan ke dalam jaringan dan organ tumbuhan yang sedang tumbuh. Selsel yang tetap berfungsi untuk menghasilkan sel-sel baru di dalam meristem
disebut sel-sel inisial atau permulaan. Sel-sel baru yang digantikan dari
meristem, yang disebut derivatif atau turunan, terus membelah selama beberapa
saat, sampai sel-sel yang mereka hasilkan mulai mengalami spesialisasi di dalam
jaringan yang sedang berkembang.
Pola pertumbuhan tumbuhan

bergantung pada

letak

meristem.

Meristerm apikal, berada pada ujung akar dan pada pucuk tunas, menghasilkan
sel-sel bagi tumbuhan untuk tumbuh memanjang. Pemanjangan ini disebut
pertumbuhan primer, memungkinkan akar membuat jalinan di dalam tanah
dan tunas untuk meningkatkan pemaparannya terhadap cahaya matahari dan
karbon dioksida. Pertumbuhan primer menghasilkan apa yang disebut tubuh
primer tumbuhan, yang terdiri dari tiga sistem jaringan: jaringan dermal,

jaringan pembuluh, dan jaringan dasar. Pada herba (bukan tumbuhan


berkayu), yang terjadi hanya pertumbuhan primer. Namun demikian, pada
tumbuhan berkayu terdapat juga pertumbuhan sekunder,

yaitu adanya

aktivitas penebalan secara progresif pada akar dan tunas yang terbentuk
sebelumnya

oleh

pertumbuhan

primer.

Pertumbuhan

sekunder

adalah

produk meristem lateral, kambium pembuluh dan kambium gabus, berupa


silinder-silinder yang terbentuk dari sel-sel yang membelah ke samping di
sepanjang akar dan tunas. Kambium gabus, menggantikan epidermis dengan
jaringan dermis sekunder, seperti kulit yang lebih tebal dan keras. Sedangkan
kambium pembuluh, menambahkan lapisan jaringan pembuluh, seperti xilem
sekunder yang terakumulasi selama bertahun-tahun.
Pada tumbuhan berkayu (Gimnospermae dan Angiospermae hanya
Dikotil), pertumbuhan primer dan sekunder terjadi pada waktu yang bersamaan
akan tetapi pada lokasi yang berbeda. Pertumbuhan primer dibatasi pada
bagian termuda, ujung akar dan tunas, dimana terletak meristem apikal.
Meristem lateral berkembang di daerah yang sedikit lebih tua pada akar atau
tunas yang agak jauh dari ujung. Pada tempat tersebut terjadi pertumbuhan
sekunder untuk menambah diameter organ. Bagian tertua dari akar dan tunas,
misalnya pangkal cabang pohon, memiliki akumulasi jaringan sekunder
yang

paling

besar

yang dibentuk oleh meristem lateral. Setiap musim

tumbuh, pertumbuhan primer menghasilkan perbesaran bagian muda pada akar


dan tunas, sementara pertumbuhan sekunder menebalkan dan menguatkan
bagian yang lebih tua tumbuhan tersebut. Proses pertumbuhan primer dan
sekunder pada tumbuhan tidaklah sesederhana seperti uraian di atas.
Pertumbuhan pada setiap organ tumbuhan memiliki kharakteristik tersendiri.
Untuk memahami secara mendalam Anda dapat mempelajari lebih jauh pada
buku sumber yang ada (lihat daftar pustaka). Secara ringkas sebagai contoh
pertumbuhan primer dan pertumbuhan sekunder pada batang tumbuhan
berkayu dibagankan seperti di bawah ini.

2.2 Jenis Pertumbuhan


a. Pertumbuhan primer
Pertumbuhan primer memiliki ciri-ciri sebagai berikut
Pertumbuhan meninggi/memanjang, terjadi
pada

ujung cabang dan ujung akar.


Dipengaruhi oleh meristem apikal (sel-sel apikal yang
membelah diri dari bagian ujung cabang dan ujung

akar).
Pertumbuhan hanya berlangsung di sekitar titik

tumbuh, tidak diseluruh bagian pohon.


Sel-sel yang membelah diri : sel meristematik.

Gambar. Pertumbuhan primer

b. Pertumbuhan sekunder
Pertumbuhan kea rah samping menyebabkan

pertambahan diameter pohon


Pertumbuhan sekunder dilakukan oleh cambium
vaskuler yang selalu membelah diri, terletak antara

lapisan xylem (kayu) dan floem (kulit)


Tiap musim tumbuh, kambium membentuk lapisan
xylem baru ke arah dalam dan floem baru ke arah lua

Gambar. Pertumbuhan Sekunder Batang

2.3 Organ pertumbuhan pohon


a. Kambium
Kambium merupakan sel meristematik atau sel yang terus
hidup dan membelah, sehingga

membentuk

jaringan

pembuluh sekunder sampai membentuk lingkaran tahun.


Kerja kambium adalah sebagai penghasil pembuluh angkut
yaitu xylem dan floem. Dimana posisi xylem ke arah dalam
dan floem ke arah luar pada batang tumbuhan. Kegiatan
kambium

menyebabkan

tubuh

tumbuhan

semakin

bertambah besar. Pada musim penghujan kegiatan kabium


tinggi, sedangkan pada musim kemarau kegiatan kambium
rendah. Itulah yang menyebabkan terbentuknya lingkaran
tahun pada batang tumbuhan dikotil missal pada jati
(Tectona grandis). Kambium meristematik primer akan
terletak pada ujung (apikal) batang untuk melakukan
pertumbuhan
adalah

sekundernya.

melakukan

Peran

aktivitas

kambium

tersebut

meristematinya

pada

pertumbuhan primer dan pertumbuhan sekunder sehingga


membentuk lingkaran tahun.

b. Kambium vaskuler

Kambium vaskuler ukuran diameternya akan bertambah


besar, tidak seperti kambium gabus asli yang ukuranya
selalu tetap, dan tidak berubah. Kambium vaskuler ini,
setelah beberapa minggu aktivitas meristematiknya, akan
menghilang dan sel yang tersisa akan segera menjadi sel
gabus. Pembesaran batang akibat aktivitas kambium
vaskuler akan memecah periderm lama, dan membentuk
vaskuler baru untuk mengimbangi pertumbuhan sekunder
yang

terus

berlangsung

Selama

tumbuhan

tersebut

melakukan pertumbuhan.

c. Kambium gabus
Selama
pertumbuhan

sekunder,

epidermis

dari

pertumbuhan primer akan terlepas dari batang, dan


digantikan oleh jaringan pelindung baru yang dihasilkan
oleh kambium gabus. Kambium gabus adalah silinder
jaringan meristematik pada tumbuhan yang menghasilkan
sel-sel gabus untuk menggantikan sel-sel gabus untuk
menggantikan epidermis selama pertumbuhan sekunder.
Kambium gabus akan menghasilkan gabus ke arah luar
kambiu, kemudian sel gabus dewasa akan menyimpan
bahan berlilin (suberin) di dindingnya yang kemudian akan
berkembang kembali dan mati. Jaringan gabus berfungsi

sebagai

penghalang

yang

melindungi

batang

dari

kerusakan fisik, pathogen, serta hilangnya air dari batang.


d. Periderm
Pada tumbuhan dikotil, lapisan gabus dan kambium akan
membentuk periderm. Periderm ini berfungsi sebagai
pelindung

tumbuhan

sekunder

yang

menggantikan

epidermis dari tumbuh primernya. Jaringan epidermis


merupakan jaringan tubuh tumbuhan mulai dari akar,
batang, hingga daun. Biasanya epidermis hanya terdiri dari
satu lapis sel yang berbentuk pipih dan rapat. Fungsi
jaringan epidermis adalah sebagai pelindung jaringan di
dalamnya serta sebagai tempat pertukaran zat.
e. Kulit kayu
Kulit kayu (bark) adalah jaringan yang berada di lapisan
luar kayu. Kulit kayu terdiri dari floem dan xylem, kambium
gabus. Jadi kulit kayu adalah lapisan floem yang ditambah
periderm

f. Meristem
Meristem adalah sel yang terus menerus melakukan
pembelahan sehingga tubuh tumbuhan dapat tumbuh
menjadi lebih besar. Meristem tumbuhan terletak pada dua
tempat, yaitu meristem ujung (apikal) dan meristem

10

batang(lateral). Meristem primer terdiri dari protoderm,


prokambium,

sedangkan

meristem

lateral

terdiri

dari

salah

satu

kambium vaskuler dan kambium gabus.

g. Xylem
Xylem

adalah

pembuluh

angkut

yang tersusun dari sel-sel memanjang yang telah mati.


Dinding sel pembuluh xylem mengeras dan tersusun dari
selulosa. Xylem merupakan bagian dari kayu, sel-sel
tersebut

bersambung

membentuk

pembuluh

inilah

berfungsi

yang

sebagai
dan

pengangkut air
garam

mineral.

h. Floem

11

Floem terdiri dari sel-sel hidup dan berdinding tipis yang


merupakan bagian dari kulit kayu. Fungsi floem adalah
mengangkut zat-zat hasil fotosintesis dari daun ke seluruh
tubuh tumbuhan. Floem sekunder dalam kambium gabus
berfungsi sebagai transport gula, sedangkan fungsi floem
sekunder terletak pada bagian luar pada kambium gabus
adalah melindungi batang sampai kambium lepas.

i. Akar
Akar merupakan organ pertumbuhan yang berfungsi untuk
menyerap berbagai unsur hara dan mineral dalam tanah
yang dibutuhkan tumbuhan untuk melakukan kegiatan
metabolisme yang mengarah pada pertumbuhan dan
perkembangan tumbuhan.
Pertumbuhan terjadi secara simultan dan bebas dari
bagian-bagian

pohon

dan

dapat

diukur

dengan

berbagai

parameter seperti pertumbuhan diameter batang, tinggi, luas


tajuk, volume dsb. Pertumbuhan dapat diukur dalam unit fisik
seperti volume, luas bidang dasar dan berat. Selain itu juga
dapat diukur dalam bentuk nilai variable of interest (Davis and
Jhonson,

1987).

Pola

pertumbuhan

tegakan

antara

lain

dinyatakan dalam bentuk kurva pertumbuhan yang merupakan

12

hubungan fungsional antara sifat tertentu tegakan antara lain,


volume, tinggi, bidang dasar, dan diameter dengan umur
tegakan. Bentuk kurva pertumbuhan tegakan yang ideal akan
mengikuti bentuk ideal bagi pertumbuhan organisme, yaitu
bentuk sigmoid. Bentuk kurva pertumbuhan kumulatif tumbuhtumbuhan akan memiliki tiga tahap, yaitu tahap pertumbuhan
eksponensial,

tahap

pertumbuhan

mendekati

linear

dan

pertumbuhan asimpotis.

Manfaat pertumbuhan hutan


Pertumbuhan hutan dapat dilihat dari terminologi per unit
area, dimana terdiri dari tingkat (level) yaitu:
a. Level A, berupa pertumbuhan total berkayu yang meliputi
semua cabang sampai ujung puncak pohon.
b. Level B, berupa pertumbuhan bagian berkayu yang
potensial dimanfaatkan oleh industri dengan teknologi
yang ada pada saat tersebut.

13

c. Level C, bagian berkayu aktual yang dipanen dari tegakan


dan mencerminkan pembalakan yang ekonomis.
Tidak satu pun dari tingkatan diatas yang besarnya tetap dimana
potensi pertumbuhan total dapat berubah oleh perlakuan tanah
irigasi atau pemupukan. (Davis and jonso, 1987).
2.4 Faktor yang mempengaruhi pertumbuhan
Pertumbuhan banyak dipengaruhi oleh faktor-faktor tempat
tumbuh seperti kerapatan tegakan, karakteristik umur tegakan,
faktor iklim (Temperatur, presipitasi, kecepatan angin dan
kelembaban udara), serta faktor tanah (sifat fisik, komposisi
bahan kimia, dan komponen mikrobiologi tanah).
Diameter merupakan salah satu dimensi pohon yang paling
sering digunakan sebagai parameter pertumbuhan. Pertumbuhan
diameter dipengaruhi oleh faktor-faktor yang mempengaruhi
fotosintesis.

Pertumbuhan

diameter

berlangsung

apabila

keperluan hasil fotosintesis untuk respirasi, penggantian daun,


pertumbuhan akar dan tinggi telah terpenuhi.
Pertumbuhan tinggi pohon dipengaruhi oleh perbedaan
kecepatan

pembentukan

dedaunan

yang

sangat

sensitive

terhadap kualitas tempat tumbuh. Setidaknya terdapat tiga


factor lingkungan dan satu factor genetic (intern) yang sangat
nyata

berpengaruh

terhadap

pertumbuhan

tinggi

yaitu

kandungan nutrient mineral tanah, kelembaban tanah, cahaya


matahari, serta keseimbangan sifat genetik antara pertumbuhan
tinggi dan diameter suatu pohon (Davis and Jhonson, 1897).
Kramer dan Koslowski (1960) menyatakan bahwa pertumbuhan
pohon

sangat

ditentukan

oleh

interaksi

tiga

faktor

yaitu

keturunan, lingkungan, dan teknik silvikultur. Secara skematis


digambar interaksi dari ketiga factor itu sebagaimana terlihat
pada gambar 2.
14

2.3 Riap
Riap menurut Arief (2001) didefinisikan sebagai pertambahan volume
pohon atau tegakan per satuan waktu tertentu, tetapi ada kalanya juga dipakai
untuk menyatakan pertambahan nilai tegakan atau pertambahan diameter atau
tinggi pohon setiap tahun.
Riap tegakan dibentuk oleh pohon-pohon yang masih hidup di dalam
tegakan, tetapi penjumlahan dari riap pohon ini tidak akan sama dengan riap
tegakannya, karena dalam periode tertentu beberapa pohon dalam tegakan dapat
saja mati, busuk atau beberapa lainnya mungkin ditebang. Sebagian besar
pepohonan pada inventarisasi awal tumbuh naik ke kelas diameter berikutnya
yang lebih besar (upgrowth). Pada kelas diameter kecil, penambahan pohon pada
inventarisasi berikutnya berasal dari ingrowth yang tidak terhitung pada
inventarisasi awal. Jumlah pohon dalam tegakan berkurang akibat kematian yang
terjadi pada keseluruhan diameter, dimana laju kematian terbesar terjadi pada
kelas diameter terkecil (Davis and Jhonson, 1987).
Ingrowth merupakan jumlah pohon baru yang masuk ke kelas pengukuran
terkecil selama periode pengukuran. Kematian (mortality) adalah jumlah pohon
pada setiap kelas pengukuran yang mati selama periode pengukuran, sedangkan
pemanenan merupakan volume penebangan kayu selama periode pengukuran.
Berdasarkan

komponen

pertumbuhan

ini,

lima

pengukuran

riap

yangberbeda selama periode pertumbuhan dalam didefinisikan oleh persamaan


(Davis and Jhonson, 1987):
a. Riap kotor termasuk ingrowth = V2 + M + C V1
15

b. Riap kotor dari volume awal= V2 + M + C I V1


c. Riap bersih termasuk ingrowth = V2 + C - V1
d. Riap bersih dari volume awal = V2 + C I V1
Keterangan:
V1= Volume dari pohon hidup pada periode pengukuran awal
V2= Volume dari pohon hidup pada periode pengukuran akhir
M= Volume pohon yang mati selama periode pengukuran
C= Volume penebangan selama periode pengukuran
I= Volume ingrowth selama periode pengukuran
Riap Individu Pohon
Yang termasuk dalam riap individu pohon adalah riap diameter, riap
luasbidang dasar, riap tinggi dan riap volume. Riap diameter biasanya diwakili
oleh riap diameter setinggi dada. Riap diameter merupakan salah satu komponen
yang penting dalam menetukan riap volume. Riap diameter tiap tahun dapat
diukur dari lebar antara lingkaran tahun tertentu. Sebagaimana diketahui,
lingkaran tahun juga dapat dipakai untuk menghitung umur pohon. Riap bidang
dasar juga mempunyai pengaruh yang besar terhadap volume pohon. Riap ini
diperoleh dari riap radial atau riap diameter. Riap tinggi juga mempunyai peranan
dalam perhitungan riap volume, terutama untuk tegakan yang masih muda. Ada 4
macam pendekatan yang dapat dipakai dalam menentukan riap tinggi, yaitu:
1. Menaksir atau mengukur panjang ruas tahunan.
2. Analisis tinggi (height analysis) terhadap pohon yang ditebang.
3. Mengukur pertambahan tinggi pohon selama periode waktu tertentu.
4. Menetukan riap tinggi dengan kurva tinggi.
Riap volume pohon adalah pertambahan volume selama jangka waktu
tertentu. Dalam teori riap volume dapat ditentukan secara tepat dengan
mengurangi volume pada akhir periode dengan volume pohon tersebut pada awal
periode (Simon, 1996).
Riap Tegakan
Riap volume suatu tegakan bergantung pada kepadatan (jumlah) pohon yang
menyusun tegakan tersebut (degree of stocking), jenis, dan kesuburan tanah. Riap

16

volume suatu pohon dapat dilihat dari kecepatan tumbuh diameter, yang setiap
jenis mempunyai laju (rate) yang berbeda-beda. Untuk semua jenis pada waktu
muda umumnya mempunyai kecepatan tumbuh diameter yang tinggi, kemudian
semakin tua semakin menurun sampai akhirnya berhenti. Untuk hutan tanaman
biasanya pertumbuhan diameter huruf S karena pada mulanya tumbuh agak
lambat, kemudian cepat lalu menurun. Lambatnya pertumbuhan diameter pada
waktu muda disebabkan tanaman hutan ditanam rapat untuk menghindari
percabangan yang berlebihan dan penjarangan yang belum memberi hasil
(tending thinnings) (Simon, 1996).
Pohon tua dalam hutan alam mempunyai riap yang lebih rendah daripada
pohon muda. Dalam sebuah penelitian diuraikan bahwa pertumbuhan diameter
dipengaruhi oleh kerapatan tegakan baik pada umur tua maupun pada umur muda.
Diameter rata-rata suatu tegakan akan bertambah dengan bertambahnya jarak
tanam. Pertambahan jarak tanam berarti kerapatan lebih rendah yang
mengakibatkan diameter rata-rata lebih besar ( Butar-Butar dan Sembiring, 1991).
Menurut Lal (1960) faktor-faktor yang mempengaruhi besar kecilnya riap suatu
tegakan adalah sebagai berikut:
1. Tindakan Silvikultur
Di dalam hal ini tindakan silvikultur yang diutamakan adalah
penjarangan.Hal ini mengingat tindakan penjarangan merupakan tindakan
silvikultur yang sangat penting dalam pemeliharaan hutan. Dari penjarangan akan
diperoleh dua keuntungan yaitu hasil kayu penjarangan dan hasil tegakan akhir
yang baik.
Penjarangan adalah penebangan pada tegakan yang belum dewasa untuk
menstimulir pertumbuhan pohon-pohon yang ditinggalkan dan menambah hasil
keseluruhan dari material yang berharga dari tegakan (Hawley and Smith, 1960).
Menurut Society of America Forester (1950) dalam Manan (1976) tujuan dari
penjarangan adalah untuk menaikkan kecepatan tumbuh pohon yang ditinggalkan,
memperbaiki susunan, kesehatan, penghancuran serasah, dan menambah jumlah
hasil. Sedangkan menurut Manan (1976) tujuan penjarangan

terutama

memberikan kemungkinan lebih banyak pertumbuhan pohon yang baik dengan


menghilangkan pohon-pohon yang jelek yang tumbuh di sekitarnya. Oleh sebab

17

itu dalam penjarangan dilihat kepada hasil langsung yang akan dikeluarkan tetapi
merupakan keharusan tindakan silvikultur. Masalah silvikultur ini akan
berhubungan dengan produksi kemudian hari.
2. Jenis
Setiap jenis pohon mempunyai sifat pertumbuhan yang berbeda-beda.
Sebagian pohon mempunyai kecepatan tumbuh yang besar dan sebagian lagi
cukup kecil. Pohon yang tumbuh lebih cepat akan mempunyai riap yang lebih
besar dibandingkan dengan pohon-pohon yang mempunyai kecepatan tumbuh
yang lebih kecil.
3. Kualitas Tempat Tumbuh
Kualitas tempat tumbuh adalah ukuran tingkat kesuburan tanah untuk dapat
menunjukkan produksi tanah, guna menghasilkan volume kayu jenis tertentu.
Kualita tempat tumbuh akan mempengaruhi pertumbuhan pohon. Pohon-pohon
yang tumbuh pada tanah yang subur akan memberikan hasil yang lebih besar
dibandingkan dengan pohon yang tumbuh di tanah yang kurang subur.

BAB III
PENUTUP
4.1 Kesimpulan
Berdasarkan pembahasan diatas maka dapat diambil kesimpulan sebagai
18

berikut.
1. Pertumbuhan
makhluk

merupakan suatu ciri

fundamental dari

seluruh

hidup, Pertumbuhan dapat didefinisikan sebagai suatu

peningkatan dalam berat kering protoplasma yang irreversible.


2. Pertumbuhan bisa positif atau negatif. Pertumbuhan positif terjadi bila
anabolisme melebihi katabolisme, sedangkan petumbuhan negatif
terjadi bila katabolisme melebihi anabolisme.
3. Selama tumbuhan masih mampu untuk bertahan hidup, tumbuhan dapat
tumbuh tidak terbatas karena tumbuhan memiliki jaringan embrionik
yang selalu tersedia, yang disebut meristem, pada daerah pertumbuhan.
4. Pola pertumbuhan tumbuhan bergantung pada letak meristem.
Meristerm apikal, berada pada ujung akar dan pada pucuk tunas,
menghasilkan sel-sel bagi tumbuhan untuk tumbuh memanjang.
5. Pertumbuhan primer merupakan proses tumbuh memanjangnya tumbuhan
yaitu bagian batang khususnya yang dimulai dari akar untuk dapat
menyerap berbagai air dan unsur hara yang ada pada tanah. Pertumbuhan
primer menghasilkan jaringan dermal, pembuluh dan dasar.
6. Pertumbuhan sekunder adalah produk meristem lateral, kambium
pembuluh dan kambium gabus, berupa silinder-silinder yang terbentuk
dari sel-sel yang membelah ke samping di sepanjang akar dan tunas.
7. Pada tumbuhan berkayu terdapat juga pertumbuhan sekunder, yaitu
adanya aktivitas penebalan secara progresif pada akar dan tunas
yang terbentuk sebelumnya oleh pertumbuhan primer.
8. Pertumbuhan sekunder pada tumbuhan berkayu menyebabkan
pertambahan ukuran diameter batang.
9. Pertumbuhan diameter berlangsung apabila keperluan
hasil

fotosintesis

untuk

respirasi,

penggantian

daun,

pertumbuhan akar dan tinggi telah terpenuhi.


10.
Pertumbuhan banyak dipengaruhi oleh faktor-faktor
tempat tumbuh seperti kerapatan tegakan, karakteristik
umur

tegakan,

faktor

iklim

(Temperatur,

presipitasi,

kecepatan angin dan kelembaban udara), serta faktor


tanah (sifat fisik, komposisi bahan kimia, dan komponen
mikrobiologi tanah).
11. Riap merupakan pertambahan volume pohon atau tegakan per satuan
waktu tertentu, tetapi ada kalanya juga dipakai untuk menyatakan

19

pertambahan nilai tegakan atau pertambahan diameter atau tinggi pohon


setiap tahun.
12. Terdapat 2 macam riap yaitu riap individu pohon dan riap tegakan.
13. Faktor yang mempengaruhi pertumbuhan riap pohon yaitu tindakan
silvikultur, jenis dan kualitas tempat tumbuh.
4.2 Saran
Pertumbuhan pohon merupakan suatu peristiwa yang penting untuk
mendukung hutan lestari mengingat semakin tinggi tingkat pertumbuha pohon
maka semakin cepat suksesi hutan terjadi, maka berbagai tindakan upaya
meningkatkan pertumbuhan pohon harus ditingkatkan seperti tindakan silvikultur
intensif

DAFTAR PUSTAKA

20

Davis, L.S and K. N. Jhonson. 1987. Forest Management. Mc Graw-Hill


Book
Company.Nina.
Newyork.
Hendromono,
M., Djokowahyono. 2003. Review Hasil Litbang
Status IPTEK
Yang mendukung Pembangunan Hutan Tanaman. Pusat Penelitian
dan
Pengembangan
Hutan
dan
Konversi
Marsono.
1987 dalam
Darwo
dan
MasudAlam.
1993.Bogor.
Pendugaan riap tahunan
rata-rata
dan potensi volume sungkai di Propinsi Riau. Buletin Penelitian
Kehutanan
volume 9 No 4 Desember 1993.
Manan, S. 1976. Petumbuhan dan Perkembangan Pohon. Lembaga Kerjasama
Fakultas Kehutanan Institut Pertanian Bogor. Bogor

21