Anda di halaman 1dari 12

MAKALAH MTBS (MANAGEMENT TERPADU BALITA SAKIT)

Disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah Keperawatan Anak Dosen Endah Setyowati , SKM, M.Kes

OLEH :

Hendri Susilowiji Admoko (17/IIA)

POLTEKKES KEMENKES SURABAYA PROGRAM STUDI D III KEPERAWATAN KAMPUS SIDOARJO 2012

KATA PENGANTAR

Puji syukur atas rahmat Allah SWT yang telah memberikan hidayah-Nya sehingga penulis mampu menyelesaikan makalah yang berjudul MTBS (Management Terpadu Balita Sakit)kejang dengan tepat waktu.

Makalah ini dibuat dengan maksud memenuhi tugas mata kuliah keperawatan anak yang dibimbing oleh Ibu Endah Setyowati SKM, M. Kes.

Makalah ini menjelaskan tentang Management Terpadu Balita Sakit (kejang)

Dengan terselesainya makalah ini penulis mengucapkan terima kasih kepada: 1. Yth. Ibu Tanty Wulandari M.kes. Selaku ketua prodi D3 keperawatan kampus Sidoarjo. 2. Yth. Ibu Endah Setyowati SKM, M. Kes. Selaku dosen pembimbing. 3. Serta kepada orang tua yang selalu mendukung. 4. Teman- teman yang selalu memberikan semangat dan dorongan moral. Dalam penulisan makalah ini masih banyak terdapat kekurangan, dan jauh dari sempurna. Oleh karena itu penulis mengharapkan kritik dan saran untuk penyempurnaan makalah ini dan penulis mengharap penulisan makalah ini bermanfaat bagi pembaca.

Sidoarjo, 12 Juni 2012

Penulis

DAFTAR ISI

Kata Pengantar ................................................................................................i Daftar Isi ........................................................................................................ii BAB 1 PENDAHULUAN A.Latar Belakang ...............................................................................................1 B.Batasan Masalah ............................................................................................1 C.Rumusan Masalah ......................................................................................1 BAB 2 PEMBAHASAN A.Tinjauan Pustaka ..........................................................................................2 1.Pengertian kejang .................................................................................................................2 2.Insiden kejang pada bayi .......................................................................................................2 3.Patofosiologi kejang pada bayi .............................................................................................2 4.Etiologi kejang 3 5.Jenis-Jenis Kejang pada bayi .................................................................................................3 6.Manifestasi Klinik kejang pada bayi ..................................................................4 7.Komplikasi ...........................................................................................................................4 8.Pemeriksaan Fisik ...4 9.Uji Laboratorium dan Diagnostik..5 10.Tindakan/pengobatan5 BAB 3 PENUTUP A. Kesimpulan B. Saran

DAFTAR PUSTAKA

BAB 1 PENDAHULUAN
A.Latar Belakang An ak merup akan hal yan g p entin g artinya bagi s ebuah keluar ga. Selai n sebagai penerus keturunan, anak pada akhirnya juga sebagai generasi penerus bangsa.Oleh k ar en a i tu tidak s atupun orang tua yan g men gin ginkan anaknya jatuh s aki t, lebih-lebih bila anaknya mengalami kejang demam.Kej ang demam merup ak an k elain an n eurologis akut yan g palin g seri ng dijumpai pada anak. Bangkitan kejang ini terjadi karena adanya kenaikan suhu tubuh( s u h u r e k t a l d i a t a s 3 8 oC) yang disebabkan oleh proses ekstrakranium. Penyebab demam terban yak adalah infeksi salu ran p ern ap asan bagi an atas dis usul infeksisaluran pencernaan. (Ngastiyah, 1997; 229). In si den terj adinya kejang terutama pada golongan anak umur 6 bulan - 4 tahun. Hampir 3 % dari anak yang berumur di bawah 5 tahun pernahmenderita kejang . Kejang lebih sering didapatkan pada laki-laki d a r i p a d a perempuan. Hal tersebut disebabkan karena pada wanita didapatkan maturasi serebralyang lebih cepat dibandingkan laki-laki. (ME. Sumijati, 2000;72-73 (Iskandar Wahidiyah, 1985 : 858). P r i o r i t a s a s u h a n keperawatan pada kejang adalah : Mencegah/mengendalikan aktivitas kejang,melindungi pasien dari trauma, mempertahankan jalan napas, meningkatkan harga diriyan g positif, memberikan informasi kepada keluarga tentan g pros es p en yaki t, prognosis dan kebutuhan penanganannya. (I Made Kariasa, 1999; 262). B.Batasan masalah Berdasarkan latar belakang dan identifikasi masalah diatas dan bisamemfokuskan masalahnya, maka hanya dibatasi pada masalah kejang pada bayi. C.Rumusan Masalah 1.Ap akah definisi kejan g pada bayi ? 2 . Berap akah jumlah insiden kej ang pada bayi ? 3 .Bagaimanakah patofosi ologi kej ang pada bayi ? untuk

4 .Sebu tk an Jen is-Jeni s Kej ang pada bayi ? 5 .Ap a saj a Manif es tasi Klinik kej ang pada bayi ? 6 .Ap a saj a Kompli kasi kej ang pada bayi ? 7.Apa saja Uji Laboratorium dan Diagnostik yang dilakukan pada bayi kejang? 8.Bagaimana tindakan pengobatan kejang pada bayi dengan menggunakan management terpadu balita sakit ( MTBS )?

BAB 2 PEMBAHASAN
A.Tinjauan Pustaka 1.Definisi Kejang adalah perubahan fungsi otak mendadak dan sementara sebagai akibat dari aktifitas neuronal yang abnormal dan sebagai pelepasanlistrik serebral yang berlebihan. Aktivitas ini bersifat dapat parsial atau vokal, berasal dari daerah spesifik korteks serebri, atau umumnya melibatkan keduahemisfer otak. Manifestasi jenis ini bervariasi, tergantung bagian otak yangterkena. (nirwanatjeh, 2008) Kejang adalah gangguan lep as muatan li stri k yan g berlebi han darisinkron pada sekelompok sel neuron otak. (Ngastiyah,1997) 2.Insiden Sedikitnya kejang terjadi sebanyak 3% sampai 5% dari semua anak-anak sampaiusia 5 tahun, kebanyakan terjadi karena demam. 3.Patofisiologi Sumber energi otak adalah glukosa yang melalui proses oksidasi dipecah menjadi CO2 dan air. Sel dikelilingi oleh membran yang terdiri dari permukaan dalam yaitu lipoid dan permukaan luar yaitu ionik. Dalam keadaan normal membran sel neuron dapat dilalui dengan mudah oleh ion kalium (K+) dan sangat sulit dilalui oleh ion natrium (Na+) dan elektrolit lainnya, kecuali ion klorida (Cl-). Akibatnya konsentrasi ion K+ dalam sel neuron tinggi dan konsentrasi Na+ rendah, sedang di luar sel neuron terdapat keadaan sebalikya. Karena perbedaan jenis dan konsentrasi ion di dalam dan di luar sel, maka terdapat perbedaan potensial membran yang disebut potensial membran dari neuron. Untuk menjaga keseimbangan potensial membran diperlukan energi dan bantuan enzim Na-K ATP-ase yang terdapat pada permukaan sel. Keseimbangan potensial membran ini dapat diubah oleh : 1.Perubahan konsentrasi ion di ruang ekstraselular

2.Rangsangan yang datang mendadak misalnya mekanisme, kimiawi atau aliran listrik dari sekitarnya 3.Perubahan patofisiologi dari membran sendiri karena penyakit atau keturunan Pada keadaan demam kenaikan suhu 1oC akan mengakibatkan kenaikan metabolisme basal 1015 % dan kebutuhan oksigen akan meningkat 20%. Pada anak 3 tahun sirkulasi otak mencapai 65 % dari seluruh tubuh dibandingkan dengan orang dewasa yang hanya 15 %. Oleh karena itu kenaikan suhu tubuh dapat mengubah keseimbangan dari membran sel neuron dan dalam waktu yang singkat terjadi difusi dari ion kalium maupun ion natrium akibat terjadinya lepas muatan listrik. Lepas muatan listrik ini demikian besarnya sehingga dapat meluas ke seluruh sel maupun ke membran sel sekitarnya dengan bantuan neurotransmitter dan terjadi kejang. Kejang demam yang berlangsung lama (lebih dari 15 menit) biasanya disertai apnea, meningkatnya kebutuhan oksigen dan energi untuk kontraksi otot skelet yang akhirnya terjadi hipoksemia, hiperkapnia, asidosis laktat disebabkan oleh metabolisme anerobik, hipotensi artenal disertai denyut jantung yang tidak teratur dan suhu tubuh meningkat yang disebabkan makin meningkatnya aktifitas otot dan mengakibatkan metabolisme otak meningkat. 4.Eti ologi kejan g digolon gkan : 1 . I n t r a k r a n i a l . Gangguan metabolik Hiperglikemi Hipokalsemia Hipomagnesium 2.Kelainan diturunkan Gangguan metabolisme kekurangan peridoxin Kernikterus Asfiksia Trauma ( perdarahan ) Infeksi - bakteri dan virus Kelainan idiopatik Kejang yang terjadi 48 jam pertama yaitu asfiksia, trauma lahir dan hipoglikemi. Kejang hari ke 5 27 yaitu hipokalsemia ( bukan komplikasi). kejang antara hari 7 10 karena infeksi dan kelainan genetik Bangkitan kejang pada bayi dan anak disebabkan oleh kenaikan suhu badan yang tinggi dan cepat, yang disebabkan oleh infeksi diluar susunan syaraf pusat misalnya : tonsilitis ostitis media akut, bronchitis, dll

5.Jenis Kejang a.Kejang Parsial Kejang Parsial Sederhana : Kesadaran tidak terganggu; d a p a t mencakup satu atau lebih hal berikut ini: Tanda-tanda motoriskedutan pada wajah. Tangan, atau salah satu sisi tubuh : umumnya gerakan kejang yang sama. Tanda atau gejala otonomikmuntah berkeri ngan, muka merah, dilatasi pupil. Gej ala somatos en soris atau sen soris khusus- menden gar mus ik, merasa seakan jatuh dari udara, parestesia. Kejang parsial kompleks Terdapat gangguan kesadaran. Walaupun pada awalnya sebagai kejang parsial simpleks Dapat mencakup otomatisme atau gerakan aromaticmengecapkan bibi r, mengunyah, gerakan men con gkel yan g berulang- ulang pada tangan dan gerakan tangan lainnya. b.Kejang Umum (Konvulsif atau Non-Konvulsif) c .Kejang Absens Gangguan kewaspadaan dan responsivitas. Ditandai dengan tatapan terpaku yang umumnya berlangsungkurang dari 15 detik. Awi tan dan akhiran cep at, setelah i tu k embali waspada dan berkonsentrasi penuh. 6. Manifestasi Klinik a.kedua kaki dan tangan kaku disertai gerakan-gerakan kejut yang kuat dan kejang-kejang selama 5 menit . b.bola mata berbalik ke atas c .gigi terkatup d.tak jarang Bayi berhenti napas sejenak. e.pada beberapa kasus tidak bisa mengontrol pengeluaran buang air besar/kecil.g.pada kasus berat, Bayi kerap tak sadarkan diri. Adapun intensitas waktu kejang juga sangat bervariasi, dari beberapa detik sampai puluhan menit. Kadang disertai peningkatan suhu tubuh Serangan kejang biasanya terjadi 24 jam pertama sewaktu demam, berlangsung singkat dengan sifat bangkitan kejang dapat berbentuk tonik-klonik, tonik, klonik, fokal atau akinetik. Umumnya kejang berhenti sendiri. Begitu kejang berhenti anak tidak memberi reaksi apapun sejenak tapi setelah beberapa detik atau menit anak akan sadar tanpa ada kelainan saraf. Di Subbagian Anak FKUI RSCM Jakarta, kriteria Livingstone dipakai sebagai pedoman membuat diagnosis kejang sederhana, yaitu : Umur anak ketika kejang antara 6 bulan dan 4 tahun Kejang berlangsung tidak lebih dari 15 menit Kejang bersifat umum

Kejang timbul dalam 16 jam pertamam setelah timbulnya demam Pemeriksaan saraf sebelum dan sesudah kejang normal Pemeriksaan EEG yang dibuat sedikitnya satu minggu sesudah suhu normal tidak menunjukkan kelainan Frekuensi kejang bangkitan dalam satu tahun tidak melebihi empat kali

Prognosa Dengan penanggulangan yang tepat dan cepat prognosisnya baik dan tidak perlu menyebabkan kematian, resiko seorang anak sesudah menderita kejang demam tergantung faktor Riwayat penyakit kejang tanpa demam dalam keluarga Kelainan dalam perkembangan atau kelainan saraf sebelum anak menderita kejang Kejang yang berlangsung lama atau kejang fokal Bila terdapat paling sedikit 2 dari 3 faktor tersebut di atas, di kemudian hari akan mengalami serangan kejang tanpa demam sekitar 13 %, dibanding bila hanya terdapat satu atau tidak sama sekali faktor tersebut, serangan kejang tanpa demam 2%-3% saja (Consensus Statement on Febrile Seizures 1981). 7.Komplikasi a. b. c. d. e. f. g. h. Pnemonia aspirasi Asfiksia Retardasi mental Cacat fisik atau kelumpuhan Kematian Kepayahan Hipertensi Tekanan intra kranial

8.Pemeriksaan fisik P e m e r i k s a a n f i s i k l e n g k a p m e l i p u t i p e m e r i k s a a n p e d i a t r i k d a n neurologik, pemeriksaan ini dilakukan secara sistematis dan berurutan seperti berikut : a.Usahakan lihat sendiri manifestasi kejang yang terjadi, misal : pada kejang multifokal yang berpindah-pindah atau kejang tonik, yang biasanyamenunjukkan adanya kelainan struktur otak. b.Kesadaran tiba-tiba menurun sampai koma dan berlanjut d e n g a n hipoventilasi, henti nafas, kejang tonik, posisi deserebrasi, reaksi pupilterhadap cahaya negatif, dan terdapatnya kuadriparesis flasid mencurigakan terjadinya perdarahan intraventikular. c.Pada kepala apakah terdapat fraktur, depresi atau mulase kepala berlebihan yang disebabkan oleh trauma. 9.Uji Laboratorium dan Diagnostik

a.Elektroensefalogram (EEG) dipakai untuk membantu menetapkan jenis danfocus dan kejang. dindakasikan b.Pemindaian CTmenggunakan kajian sinar-X yang masih lebihsensitive dan biasanya untuk mendeteksi perbedaan kerapatan jaringan. c.Penyebab kejang demam adalah infeksi respiratorius bagian atas dan astitis media akut. Pemberian antibiotik yang adekuat untuk mengobati penyakit tersebut. Pada pasien yang diketahui kejang lama pemeriksaan lebih intensif seperti fungsi lumbal, kalium, magnesium, kalsium, natrium dan faal hati. Bila perlu rontgen foto tengkorak, EEG, ensefalografi, dll. 10.Tindakan/Pengobatan a. TANYA: adakah riwayat kejang? Ajukan pertnyaan ini pada ibu. Riwayat kejang pada episode sakit ini, kadangsulit diketahui. Jika ibu mengatakan bayinya kejang atau ada gerakan yangtidak biasa, pikirkan kemungkinan bayi kejang. Istilah lokal yang mudahdimengerti ibu seperti setep LIHAT: apakah bayi tremor dengan atau tanpa kesadaran menurun? Tremor atau gemetar adalah gerakan halus yang konstan. Tremor disertai kesadaran menurun, kemungkinan bayi kejang. Tremor tanpa kesadaran menurun biasanya disebabkan oleh kadar gula darah turun. Kesadaran menurun dapat dinilai pada saat membuka pakaian bayi. Jika bayi sadar , iaakan bangun ketika saudara membuka pakaiannya. Jika bayi tidak sadar, ia tidak dapat dibangunkan atau tidak bereaksi ketika disentuh. DENGAR: apakah bayi menangis melengking tiba-tiba? Bayi menangis tiba-tiba dengan nada tinggi/ melengking dan terus-menerus menunjukan ada proses tekanan intra kranial yang meninggi atau kerusakan susunan saraf pusat lainya. LIHAT : apakah ada gerakan yang tidak terkendali? Gerakan tidak terkendali dapat berupa gerakan berulang-ulang pada mulut seperti menguap, mengunyah atau menghisap, pada mata seperti kelopak mata berkedip-kedip, adanya gerakan cepat bola mata, mata mendelik (melihat ke atas terus) atau bola mata berputar-putar dan pada anggota gerak misalnyakaki seperti mengayuh sepeda, tangan seperti petinju atau gerakan tangan danatau kaki berulang-ulang satu sisi. Pada bayi normal kadang ditemukangerakan tidak terkendali, namun gerakan tersebut berhenti jika disentuh atau dielus-elus, sedangkan pada kejang gerakan tersebut tetap ada. LIHAT : apakah mulut bayi mencucu? Mulut yang mencucu seperti mulut ikan merupakan tanda yang cukupkhas pada tetanus neonatriun. LIHAT DAN RABA : apakah bayi kaku seluruh tubuh dengan atau tanparangsangan? Dis eb u t kejang toni k ika s eluruh tubuh bayi terlih at kaku disertai fase lemas yang bergantian. Kejang tonik terlihat jika ada rangsangan sentuhan, cahaya atau suara. Kejang seperti ini biasanya pada bayi tetanus

b. SYARAT RUJUKAN suhu >38oC denyut jantung 100 per menit tidak ada tanda dehidrasi. Obat anti kejang pilihan pertama: Fenobarbital Obat anti kejang pilihan kedua :Diazepam Obat anti kejangdiberikan dengan menggunakan semprit 1 ml Jika kejang muncul lagi (kejang berulang), ulangi pemberian Fenobarbital1 kali dengan dosis yang sama, minimal selang waktu 15 menit Jika diduga tetanus neonatorum berikan Diazepam c. MEMBERI ANTIBIOTIK INTRAMUSKULAR Beri dosis awal antibiotik intramuskular untuk bayi dengan k l a s i f i k a s i k e j a n g . Intramuskular Pilihan Pertama : AmpisilinAntibiotik Intramuskular Pilihan Kedua : Penisilin Prokain Pemberantasan kejang secepat mungkin Pemberantasan kejang di Sub bagian Saraf Anak, Bagian Ilmu Kesehatan Anak FKUI sebagai berikut : Apabila seorang anak datang dalam keadaan kejang, maka : 1. Segera diberikan diazepam intravena dosis rata-rata 0,3 mg/kg Atau diazepam rectal dosis 10 kg : 5 mg bila kejang tidak berhenti 10 kg : 10 mg tunggu 15 menit dapat diulang dengan cara/dosis yang sama kejang berhenti

berikan dosis awal fenobarbital dosis : neonatus : 30 mg I.M 1 bulan 1 tahun : 50 mg I.M > 1 tahun : 75 mg I.M 2. Bila diazepam tidak tersedia, langsung memakai fenobarbital dengan dosis awal dan selanjutnya diteruskan dengan dosis rumat. Pengobatan penunjang Pengobatan penunjang saat serangan kejang adalah : 1. Semua pakaian ketat dibuka 2. Posisi kepala sebaiknya miring untuk mencegah aspirasi isi lambung 3. Usahakan agar jalan napas bebasuntuk menjamin kebutuhan oksigen 4. Pengisapan lendir harus dilakukan secara teratur dan diberikan oksigen

Pengobatan rumat Fenobarbital dosis maintenance : 8-10 mg/kg BB dibagi 2 dosis pada hari pertama, kedua diteruskan 4-5 mg/kg BB dibagi 2 dosis pada hari berikutnya. Mencari dan mengobati penyebab

BAB 3 PENUTUP
A.Kesimpulan Kejan g adalah perubahan fungsi otak mendadak dan s emen tara sebagai akibat dari aktifitas neuronal yang abnormal dan sebagai pelepasan listrik serebralyang berlebihan. Jika bayi muda ditemukan dalam keadaan kejang, h enti nafas, s eger a lak uk an tindakan/pengobatan sebelum melakukan penilaian yang lain dan rujuk segera. Lihat, dengar,dan raba adakah tanda/gejala kejang berikut : tremor dengan atau tanpa kesadaran menurun,menangis melengking tiba-tiba, gerakan yang tidak terkendali pada mulut, mata, atau anggotagerak, mulut mencucu, dan kaku seluruh badan atau tanpa rangsangan. Tindakan pengobatan yang dapat dilakukan untuk mengatasi bayi kejang antara lain membebaskan jalan nafas dan memberikan oksigen, menangani kejang dengan obat antikejang, mencegah agar gula darah tidak turun, menghangatkan tubuh bayi dengan segera, dan memberikan antibiotik intramuskular. B . S a r a n Untuk menghindari cacat yang lebih parah, yang diakibatkan bangkitan kejang yang sering, tenaga perawat/paramedis dituntut untuk berperan aktif dalammengatasi keadaan tersebut serta mampu memberikan asuhan keperawatan kepada k e l u a r g a d a n penderita, yang meliputi aspek promotif, preventif, kuratif d a n rehabilitatif secara terpadu dan berkesinambungan serta memandang klien sebagais a t u k e s a t u a n y a n g u t u h s e c a r a b i o - p s i k o - s o s i a l - s p i r i t u a l . P r i o r i t a s a s u h a n keperawatan pada kejang demam adalah : Mencegah/mengendalikan aktivitas kejang,melindungi pasien dari trauma, mempertahankan jalan napas, meningkatkan harga diriyan g positif, memberikan informasi kepada keluarga tentan g pros es p en yaki t, prognosis dan kebutuhan penanganannya.

DAFTAR PUSTAKA

http://en.wordpress.com/tag/kejang/ http://id.shvoong.com/medicine-and-health/1682709-kejang padabayi/http://jovandc.multiply.com/journal/item/36/LAPORAN_PENDAHULUAN_KEJANG_ PADA_ANAK http://kautsarku.wordpress.com/2009/08/11/mengatasi-kejang-pada-bayi-danbalita/http://www.irwanashari.com/2009/04/kejang.html http://www.scribd.com/doc/46370180/Makalah-MTBS-kejang Ngastiyah. 2005. Perawatan Anak Sakit. Jakarta: EGC