Anda di halaman 1dari 2

EKTRAKSI CAIR-CAIR

Pada praktikum ini dilakukan fraksinasi metode ekstraksi cair-cair, fraksinasi sendiri merupakan suatu prosedur yang digunakan untuk memisahkan golongan utama kandungan yang satu dari kandungan golongan utama yang lainnya. Fraksinasi didasarkan pada perbedaan kepolaran tergantung dari jenis senyawa yang terkandung dalam tumbuhan. Ekstraksi cair-cair (corong pisah) merupakan pemisahan komponen kimia di antara 2 fase pelarut yang tidak saling bercampur di mana sebagian komponen larut pada fase pertama dan sebagian larut pada fase kedua, lalu kedua fase yang mengandung zat terdispersi dikocok, lalu didiamkan sampai terjadi pemisahan sempurna dan terbentuk dua lapisan fase cair, dan komponen kimia akan terpisah ke dalam kedua fase tersebut sesuai dengan tingkat kepolarannya dengan perbandingan konsentrasi yang tetap. Operasi ekstraksi cair-cair terdiri dari beberapa tahap, yaitu: 1. 2. Kontak antara pelarut (solvent) dengan fasa cair yang mengandung komponen yang akan diambil (solute), kemudian solute akan berpindah dari fasa umpan (diluen) ke fasa pelarut. Pemisahan dua fasa yang tidak saling melarutkan yaitu fasa yang banyak mengandung pelarut disebut fasa ekstrak dan fasa yang banyak mengandung umpan disebut fasa rafinat Pada saat pencampuran terjadi perpindahan massa, yaitu ekstrak meninggalkan pelarut yang pertarna (media pembawa) dan masuk ke dalam pelarut kedua (media ekstraksi). Sebagai syarat ekstraksi ini, bahan ekstraksi dan pelarut tidak saling melarut (atau hanya dalam daerah yang sempit). Agar terjadi perpindahan masa yang baik yang berarti performansi ekstraksi yang besar haruslah diusahakan agar terjadi bidang kontak yang seluas mungkin di antara kedua cairan tersebut. Dalam metode fraksinasi pengetahuan mengenai sifat senyawa yang terdapat dalam ekstrak akan sangat mempengaruhi proses fraksinasi. Oleh karena itu, jika digunakan air sebagai pengekstraksi maka senyawa yang terekstraksi akan bersifat polar. Jika digunakan pelarut non polar maka senyawa yang terekstraksi bersifat non polar dalam ekstrak. Pada prakteknya dalam melakukan fraksinasi digunakan dua metode yaitu dengan menggunakan corong pisah dan kromatografi kolom.

Corong pisah adalah peralatan laboratorium yang digunakan dalam ekstraksi cair-cair untuk memisahkan komponen-komponen dalam suatu campuan antara dua fase pelarut dengan densitas yang berbeda yang tak tercampur. Kebanyakan pelarut organik berada di atas fase air kecuali pelarut yang memiliki atom dari unsur halogen. Pemisahan ini didasarkan pada tiap bobot dari fraksi, fraksi yang lebih berat akan berada pada bagian dasar sementara fraksi yang lebih berat akan berada pada bagian dasar sementara fraksi yang lebih ringan akan berada di atas. Tujuannya untuk memisahkan golongan utama kandungan yang satu dari kandungan yang lain. Senyawa yang bersifat polar akan masuk ke pelarut polar, senyawa semi polar akan masuk ke pelarut semi polar dan senyawa non polar akan masuk ke pelarut non polar. Untuk memakai corong ini, campuran dan dua fase pelarut dimasukkan ke dalam corong dari atas dengan corong keran ditutup. Corong ini kemudian ditutup dan digoyang untuk membuat dua fase larutan tercampur. Corong ini kemudian dibalik dan keran dibuka untuk melepaskan tekanan uap yang berlebihan. Corong ini kemudian didiamkan agar pemisahan antara dua fase berlangsung. Penyumbat dan keran corong kemudian dibuka dan dua fase larutan ini dipisahkan dengan mengontrol keran corong. Pada praktikum ini digunakan pelarut polar (air), pelarut semi polar (etanol), pelarut non polar (N-Heksan). Ekstrak ditambah air kemudian dihomogenkan di dalam corong pisah kemudian tambahkan pelarut non polar (N-Heksan) lakukan beberapa kali pengulangan di dalam corong pisah akan terbentuk 2 lapisan, lapisan air dan N-Heksan. Fase non polar ditambahkan fase semi polar (etanol) akan terbentuk 2 lapisan, lapisan N-heksan dan lapisan etanol. Semua fase ditampung di dalam vial, masing-masing vial dihitung rendemennya. Dari hasil praktikum diperoleh hasil rendemen fraksi N-heksan sebesar 8,99%, rendemen fraksi etanol sebesar 28,83%, dan rendemen fraksi air sebesar 51,84%.