Anda di halaman 1dari 5

NAMA : RININDA ULFA ARIZKA NIM : 07305141010

PRODI : MATEMATIKA

TUGAS TEORI GRAF


PENGERTIAN GRAF Graf G didefinisikan sebagai pasangan himpunan ( V, E), yang dalam hal ini: V = himpunan tidak-kosong dari simpul-simpul ( vertices atau node) = { v1 , v2 , ... , vn } dan E = himpunan sisi (edges atau arcs) yang menghubungkan sepasang simpul = {e1 , e2 , ... , en } atau dapat ditulis singkat notasi G = (V, E). Definisi tersebut menyatakan bahwa V tidak boleh kosong, sedangkan E boleh kosong. Jadi, sebuah graf dimungkinkan tidak mempunyai sisi satu buah pun, tetapi simpulnya harus ada, minimal satu. Graf yang hanya mempunyai satu buah simpul tanpa sebuah sisi pun dinamakan graf trivial. JENIS JENIS GRAF 1. Graf planar Graf yang dapat digambarkan pada bidang datar dengan sisi-sisi tidak saling memotong disebut sebagai graf planar, jika tidak, ia disebut graf tak-planar.

Gambar adalah graf planar

Gambar bukan graf planar

2. Graf bipartet
Graf G yang himpunan simpulnya dapat dipisah menjadi dua himpunan bagian V1 dan V2, sedemikian sehingga setiap sisi pada G menghubungkan sebuah simpul di V1 ke sebuah simpul di V2 disebut graf bipartit dan dinyatakan sebagai G(V1, V2).

V1

V2

Graf G di bawah ini adalah graf bipartit, karena simpul-simpunya dapat dibagi menjadi V1 = {a, b, d} dan V2 = {c, e, f, g}

a g f e

b c

Antara V1 dan V2, setiap simpul dari keduanya berhubungan pada satu titik di sisi yang lain.

3. Graf komplit
Graf lengkap ialah graf sederhana yang setiap simpulnya mempunyai sisi ke semua simpul lainnya. Graf lengkap dengan n buah simpul dilambangkan dengan Kn. Jumlah sisi pada graf lengkap yang terdiri dari n buah simpul adalah n(n 1)/2.

K1 K6

K2

K3

K4

K5

TEOREMA JABAT TANGAN Jumlah derajat semua simpul pada suatu graf adalah genap, yaitu dua kali jumlah sisi pada graf tersebut. Dengan kata lain, jika G = (V, E), maka

( catatan: ingatlah 2 E selalu bernilai genap) Lemma ini dikenal dengan lemma jabat tangan (handshaking lemma). Hal ini disebabkan oleh setiap sisi dihitung dua kali, yaitu pada ujung kiri sebagai bagian dari simpul kiri dan pada ujung kanan dihitung sebagai bagian dari simpul kanan. Layaknya orang berjabat tangan, maka jumlah tangan yang berjabatan adalah genap dan jumlah tangan yang berjabatan adalah dua kali jumlah jabatan tangan yang terjadi [DUL94]. Catatlah bahwa Lemma Jabat Tangan juga benar untuk graf berarah, yang dalam hal ini d(v) = din(v) + dout(v). APLIKASI TEORI GRAF Isomer senyawa kimia karbon Arthur Cayley (1857) menggunakan graf dalam memodelkan molekul senyawa alkana CnH2n+2 untuk menghitung jumlah isomernya. Atom karbon (C) dan atom hidrogen (H) dinyatakan sebagai simpul, sedangkan ikatan antara atom C dan H dinyatakan sebagai sisi .Isomer adalah senyawa kimia yang mempunyai rumus molekul sama tetapi rumus bangun (bentuk graf) berbeda.

metana (CH4)

etana (C2H6)

propana (C3H8)

Rangkaian listrik. Kirchoff (1847) menggunakan graf untuk memodelkan rangkaian listrik. Berdasrkan graf tersebut Kirchoff menurunkan persamaan arus yang masuk dan keluar pada tiap simpul. Dari sistem persamaan lanjar (linier) simultan yang diperoleh dapat dapat dihitung arus listrik yang mengalir pada setiap komponen

BARISAN DERAJAT Derajat suatu simpul pada graf tak-berarah adalah jumlah sisi yang bersisian dengan simpul tersebut. Notasi: d(v) menyatakan derajat simpul v.

Sumber: http://www.google.co.id/search?hl=id&client=firefox-a&rls=org.mozilla:enUS:official&ei=JVavSqfoCNKPkQXV5amVBg&sa=X&oi=spell&resnum=0&ct=result&cd=1&q =barisan+derajat+graph&spell=1