Anda di halaman 1dari 20

Kelompok 10 :

Bunga Nur Hilaliah (1710118220008)

Wafa Islamiyah (1710118120031)

Zahratul Laili (1710118120030)

Pewarnaan Graf

Pewarnaan graf adalah kasus khusus dari pelabelan graf. Pelabelan disini
maksudnya, yaitu memberikan warna pada titik-titik pada batas tertentu. Ada tiga
macam pewarnaan graf, yaitu pewarnaan titik, pewarnaan sisi, dan pewarnaan
wilayah (region).

1. Mewarnai Titik

Pewarnaan titik pada graf adalah memberi warna pada titik


sedemikian sehingga warna untuk titik yang bertetangga berbeda. Mewarnai
titik dalam graf harus menggunakan warna yang seminimal mungkin. Jumlah
warna minimum yang dapat digunakan untuk mewarnai titik pada suatu
graph G disebut bilangan kromatik graph G, yang dilambangkan dengan
χ(G). Suatu graph yang mempunyai bilangan kromatis k dilambangkan
dengan χ(G) = k. Sebuah graf yang bisa dikenai proses k-coloring disebut k-
colorable, dan disebut k-chromatic jika bilangan kromatiknya adalah k.

 Teorema 8.1.

a). Jika ada sebuah pewarnaan – k pada graph G, maka χ (G) ≤ k

b). Jika H sebuah graph bagian dari graph G, maka χ (H) ≤ χ (G)

c). Jika G₁ , G₂ , . . . , Gk adalah komponen – komponen graph G,

maka : χ (G) = maks { X ( G i ) /1≤ i≤ k }

1
 Teorema 8. 2.

a). Jika graph G adalah graph komplit (lengkap) dengan n titik, maka χ
(G) = n.
Graf lengkap K n memiliki x ( G ) =nsebab semua titik saling terhubung
sehingga diperlukan n warna.
b). Jika graph G adalah graph kosong, maka χ (G) = 1

 Teorema 8.3.
Misalkan G graph tak kosong. Graph G bipartisi jika dan hanya jika χ
(G) = 2

Graf bipartite K m , n mempunyai x ( G ) =2, satu untuk titik – titik V 1 dan satu
untuk titik V2.

 Teorema 8,4.

Jika Cn adalah sikel dengan n titik, maka χ (G) = {23 ,, jika n genap
jikan ganjil

 Teorema 8.5.

Jika G graph sederhana dengan derajat maksimum Δ(G) , maka χ(G) ≤


Δ(G) + 1

 χ(G) ≤ Δ(G) kecuali jika G adalah sebuah graf lengkap atau sebuah
odd cycle (teori Brook)

 Untuk graf – graf yang lain tidak dapat dinyatakan secara umum bilangan
kromatiknya.

 χ(G) ≥ 3 jika dan hanya jika G memiliki subgraf yang merupakan K3 dan C3.

 Untuk setiap graf planar, berlaku Teorema Empat Warna, yaitu χ(G) ≤ 4. χ(G)
≤ 4, untuk semua graf planar G. Teori ini lebih dikenal dengan nama four-color
theorem, yang dinyatakan oleh P.J.Heawood pada 1890 (pertama kali ditulis
oleh Augustus De Morgan pada 1852), tetapi tidak terbukti sampai pada tahun

2
1976, ketika teori ini kemudian dibuktikan oleh Kenneth Apple dan Wolfgang
Haken dari Universitas Illinois di Urbana Champaign.

2. Aplikasi Sederhana dari Pewarnaan Titik

Seorang kimiawan ingin menyimpan lima bahan kimia a,b,c,d,dan e di


tempat yang berbeda dalam sebuah gudang. Beberapa bahan kimia bereaksi
dengan keras sehingga harus disimpan ditempat yang berbeda. Dalam tabel
berikut ini, tanda bintang mengindikasikan pasangan bahan kimia yang harus
dipisahkan. Berapa banyak tempat yang dibutuhkan?

A b c d e
a - * * * -
b * - * * *
c * * - * -
d * * * - *
e - * - * -
Penyelesaiannya :

Gambar terlebih dahulu graf yang bersesuaian, dengan dua titik berdampingan
jika bahan kimia harus tersimpan terpisah. Hingga akhirnya nanti akan didapat
bilangan kromatiknya adalah 4, sehingga dibutuhkan 4 tempat.

3. Polinomial Kromatik

3
Misal G adalah graf sederhana, dan misalkan PG (K ) adalah jumlah cara
mewarnai titik G dengan K warna, sehingga tidak ada dua titik berdampingan
(berhubungan) yang berwarna sama. Fungsi PG (K ) disebut polinomial
kromatik. PG disebut fungsi kromatik dari G. Polinom kromatik adalah suatu
fungsi P(G,t) yang menghitung jumlah t-warna dari graf G.

Tampak bahwa, untuk fungsi graf G yang diberikan adalah merupakan bentuk
polinom dari t. Sebagai contoh diambil dari graf diatas dengan t=4, P(G,t) = t(t
− 1)2(t − 2), maka P(G,t) = 72.

Polinom Kromatik setidaknya terdiri dari informasi tentang pewarnaan dari


graf G seperti pada bilangan kromatik. Tentu saja, χ adalah bilangan bulat
positif terkecil yang bukan merupakan akar dari polinom kromatik.

χ(G) = min{k:P(G,k) > 0}

Polinom kromatik untuk graf tertentu :

 Jika G adalah sembarang pohon dengan n titik, maka PG ( K )=k (k −1)n −1

 Jika G adalah graf lengkap Kn, maka PG ( K )=k ( k−1 ) ( k −2 ) …(k −n+1)

 Segitiga K3 t(t − 1)(t − 2)

 Siklus (Cycle) Cn (t − 1)n + ( − 1)n(t − 1)

 Graf Petersen t(t − 1)(t − 2)(t7 − 12t6 + 67t5 − 230t4 + 529t3 − 814t2 + 775t −
352)

Keterangan :

 P(G,0) = 0 • P(G,1) = 0 jika G terdiri dari sebuah simpul. • P(G,t) = 0, jika t <
χ(G). • P(G, − 1) adalah jumlah dari orientasi acyclic dari G

 Jika G memiliki n simpul, m sisi, dan k komponen G 1,G2,…,Gk, maka o


P(G,t) berderajat n. o Koefisien dari tn dalam P(G,t) adalah 1. o Koefisien
dari tn − 1 dalam P(G,t) adalah − m. o Koefisien dari t 0,t1, … tk − 1 semuanya

4
nol. o Koefisien dari tk tidak nol. o P(G,t) = P(G1,t) P(G2,t) ⋯ P(Gk,t)

 Koefisien untuk setiap polinom kromatik berubah tanda.

 Sebuah graf G dengan n simpul merupakan sebuah pohon jika dan hanya jika
P(G,t) = t(t − 1)n − 1.

 Kesatuan dari hasil evaluasi, P'(G,1) merupakan invarian dari kromatik θ(G)
yang bergantung pada tanda.

Teorema : Misalkan G adalah sebuah graf sederhana dan G-e dan G/e adalah
graf-graf yang didapatkan dari G dengan menghilangkan dan mengkontrasikan
sebuah rusuk e. Maka PG(k) = PG-e(k) – PG/e (k).

Konsekuensi : Fungsi Kromatik dari sebuah graf sederhana adalah sebuah


polinomial

Ketika suatu graf G berisi sebuah loop, menurut teorema, graf tersebut tidak
dapat diwarnai sama sekali, sehingga P(G,t) = 0.

Jika e bukan sebuah loop, maka polinom kromatik memenuhi suatu Recurrence
relation. P(G,t) = P(G − e,t) − P(G / e,t),

Untuk G − e merupakan sebuah graf dengan sisinya yang berpindah, dan G / e


merupakan graf dengan sisi endpoints yang berhubungan dengan simpul
tunggal.

4. Algoritma WELCH – POWELL

Pewarnaan titik pada graph dapat dilakukan dengan mengguakan

Algoritma WELCH – POWELL, dengan langkah – langkah sebagai berikut :

a. Urutkan titik – titik dari G dalam derajat menurun,


d(V₁) > d(V₂) > d(V₃) > . . . > d(Vn) (boleh memakai tabel)
b. Gunakan warna pertama (I) untuk mewarnai titik pertama (yang
mempunyai derajat tertinggi (v₁)) dan titik yang tidak bertetangga dengan

5
v₁
c. Gunakan warna ke dua (II) untuk mewarnai titik dengan derajat tertinggi
berikutnya.
d. Ulangi penambahan warna – warna sampai semua titik terwarnai.

Contoh:
Warnailah graph G di bawah ini dengan menggunakan Algoritma Welch
Powell.
v1 v2

V6 v7 v3

v5 v4
G
dengan langkah – langkah sebagai berikut :

1) Urutkan titik dari G, seperti pada tabel

Titik v1 v3 v5 v7 v2 v4 v6

Deraja 5 4 4 4 3 3 3

warna a b b c c a d

(hitam) (biru) (biru) (merah) (merah) (hitam) (ungu)

2) Dari tabel diperoleh v1 mempunyai derajat tertinggi yaitu 5, warnai titik v1

dengan warna a dan warnai titik lain (yaitu titik v4) yang tidak

berhubungan langsung dengan titik v1 dengan warna a.

6
3) Lanjutkan mewarnai titik yang mempunyai derajat tertinggi berikutnya

yaitu titik v3 (dengan derajat 4) dengan warna b, dan cari titik lain yang

tidak berhubungan langsung dengan titik v3 yaitu titik v5, kemudian

warnai titik v5 dengan warna yang sama dengan titik v3 yaitu warna b.

4) Lanjutkan mewarnai titik yang mempunyai derajat tertinggi berikutnya

yaitu titik v7 (dengan derajat 4) dengan warna c, dan cari titik lain yang

tidak berhubungan langsung dengan titik v7 yaitu titik v2, kemudian

warnai titik v2 dengan warna yang sama dengan titik v7 yaitu warna c.

5) Kemudian warnai titik terakhir yang belum terwarnai yaitu titik v 6 dengan
warna d.

v1(a) v2(c)

V6 (d) v7 (c) v3 (b)

v5(b) v4(a)

Graph G di atas dapat diwarnai dengan menggunakan 4 warna,

berarti χ(G) = 4.

5. Mewarnai Peta

Mewarnai peta merupakan salah satu aplikasi dari pewarnaan graf


yaitu Pewarnaan wilayah. Pewarnaan wilayah adalah pemberian warna pada
setiap wilayah pada graf sehingga tidak ada wilayah bersebelahan yang
memiliki warna yang sama. Dalam mengerjakan pewarnaan wilayah, kita
dapat menggunakan prinsip pewarnaan titik pada graf. Tiap wilayah pada peta
dinyatakan sebagai titik graf. Sedangkan garis menyatakan bahwa terdapat dua
wilayah yang berbatasan langsung (disebut juga bertetangga). Oleh karena itu,

7
graf yang terbentuk merupakan graf planar. Graf planar ialah graf yang dapat
digambarkan pada bidang datar sedemikian sehingga tidak ada garis-garisnya
yang saling berpotongan. Bilangan kromatik pada graf planar tidak lebih dari
empat. Sehingga dalam pewarnaan sebuah peta, cukup hanya menggunkan
empat warna saja. Warna yang digunakan dalam pewarnaan peta adalah hijau,
kuning, merah, dan biru.

Definisi:

Pewarnaan wilayah pada graf adalah pemberian warna pada wilayah di graf
sedemikian sehingga setiap dua wilayah yang bertetangga (terhubung
langsung) memiliki warna yang berbeda.

Contoh 1: diberikan graf G dengan himpunan wilayah R = {r 1 , r 2 , … r 6 }

 r 1=¿ hijau
 r 2=¿ merah
 r 3=¿ biru
 r 4 =¿ merah
 r 5=¿ hijau
 r 6 =¿ biru

Khusus pada pewarnaan wilayah, peta atau wilayah yang diwarnai atau
diselesaikan masalahnya harus dibentuk menjadi graf planar terlebih dahulu.
Graf planar adalah graf yang dapat digambarkan pada bidang datar sedemikian
sehingga tidak ada garis-garisnya yang saling berpotongan. Setelah dibentuk
ke graf planar, selanjutnya dibentuk menjadi graf dual dimana setiap ruang
dalam wilayah di graf planar dijadikan sebagai sebuah titik, dan titik-titik yang
bertetangga dihubungkan oleh sebuah garis. Dengan demikian, pewarnaannya
menggunakan konsep pewarnaan titik.

Untuk mewarnai peta gunakan langkah berikut:

1. Buatlah titik dual dari peta yang diberikan tanpa membuat titik diluar

8
wilayah dalam peta.
2. Warnai peta dengan mewarnai titik yang telah dibuat tadi dengan
menggunakan algoritma welch – powell.
3. Warna pada titik tersebut menjadi warna wilayah dimana titik tersebut
berada.

Contoh 2 :

Kecamatan Tekarang merupakan salah satu kecamatan yang ada di


Kabupaten Sambas, Provinsi Kalimantan Barat. Kecamatan ini adalah salah
satu kecamatan yang sedang berkembang, maka untuk mendukung
perkembangan, diperlukan persiapan yang matang. Persiapan tersebut dapat
dimulai dari SDM (Sumber Daya Manusia), peralatan, maupun analisa
wilayah. Proses transformasi setiap kecamatan, kota atau kabupaten biasanya
diawali oleh bergabungnya kota-kota atau daerah yang berdekatan. Melalui
pemilihan pusat kecamatan yang strategis, maka diharapkan pengembangan
daerah pada setiap desa akan relatif sama. Kecamatan Tekarang memiliki 7
desa. Maka jumlah garis yang digunakan adalah 7 titik. Jika antar desa saling
berbatasan, maka ada 2 titik yang akan bertemu, yang disebut garis. Desa yang
memiliki garis paling banyak diasumsikan merupakan desa strategis, karena
merupakan desa yang paling banyak berbatasan langsung dengan desa lainnya.
Pengembangan kecamatan seharusnya dimulai dari desa strategis ini. Berikut
diberikan peta Kecamatan Tekarang beserta desanya yang disajikan pada
Gambar .

9
Gambar : Peta Kecamatan Tekarang

Penyelesaian:

a) Dari peta ini dibuat menjadi graf planar. Berikut disajikan graf planar dari
peta wilayah Kecamatan Tekarang.

b) Selanjutnya, dari graf planar dibentuk menjadi graf dual, dimana setiap
desa direpresentasikan sebagai titik dan desa-desa yang berdampingan
direpresentasikan sebagai garis. Berikut disajikan graf dual dari graf planar.

10
c) Lebih lanjut, yang dilakukan adalah mengurutkan derajat titik yang
tertinggi ke yang terendah dengan algoritma Weich Powell.

Tittik Sm Spd Ms Rby Tk Cpl Mr


r b

Deraj 4 4 2 2 2 2 2
at

Warn Mera Ung Bir Ung Bir Mera Bir


a h u u u u h u

d) Dari tabel di atas diperoleh bahwa Desa Sari Makmur dan Desa
Sempadian memiliki degree yang paling banyak yaitu 4. Dengan demikian,
kedua desa ini memiliki letak wilayah yang strategis dibandingkan desa
lainnya. Selanjutnya, dilakukan pewarnaan pada peta dengan cara mencari
bilangan kromatik dari graf dual yang telah terbentuk. Titik (desa) dengan
derajat tertinggi terlebih dahulu diberi warna, setelah itu, titik yang
bertetangga dengannya harus diberi warna yang berbeda. Selanjutnya
dilakukan dengan cara yang sama sehingga dari graf dual diperoleh bahwa
jumlah warna untuk pewarnaan peta desa di Kecamatan Tekarang adalah
sebanyak 3 warna.

11
e) Berdasarkan di atas, diperoleh bahwa peta wilayah Kecamatan Tekarang
yang terdiri dari 7 desa dapat diwarnai setidaknya 3 warna. Desa Sari Makmur
dan Desa Cepala diwarnai merah, Desa Matang Segarau, Desa Tekarang dan
Desa Merubung diwarnai biru, Desa Rambayan dan Desa Sempadian diwarnai
ungu. Pada Gambar di bawah ini adalah peta Kecamatan Tekarang yang
diwarnai dengan warna yang diperoleh dari pewarnaan graf.

f) Dari peta tersebut diperoleh bahwa desa strategis di Kecamatan Tekarang


adalah Desa Sempadian dan Desa Sari Makmur. Kedua desa ini menjadi desa
strategis karena berdampingan dengan desa lain lebih banyak dibandingkan
desa lainnya. Oleh karena Desa Sempadian dan Desa Sari Makmur merupakan
dua desa yang bertetangga, maka dalam pewarnaannya diwarnai dengan warna
yang berbeda.

6. Mewarnai Rusuk
Definisi :

Misal graf G adalah k-colourable-(e) jika rusuknya dapat diwarnai dengan k


warna sehingga tidak ada rusuk berhubungan yang berwarna sama. Jika G
adalah k-colourable-(e) tetapi tidak (k-1)−colourable−(e) ,kita dapat

12
mengatakan bahwa indeks kromatik dari G adalah k dan ditulis sebagai
χ ' (G )=k

Teorema 1 (Teorema Vizing)

Jika g adalah sebuah graf sederhana dengan derajat titik terbesar Δ , maka
Δ≤ χ ' (G ) ≤ Δ+1.

Teorema 2

χ ( K n ) =n jika n ganjil dan n>1

χ ( K n ) =n−1 jika n genap

Teorema 3 (Teorema Kӧnig)


Jika g adalah sebuah graf bipartite dengan derajat titik terbesar Δ, maka χ^'
(G)=Δ.

Latihan Soal dan Kunci Jawaban

Soal-soal:

1. Beri warna pada graf berikut, kemudian tentukan bilangan kromatik dari graf-
graf berikut

13
2. Jadwal perkuliahan akan dibuat. Karena beberapa mahasiswa ingin mengikuti
beberapa mata kuliah, jadwal mata-mata kuliah tertentu tidak boleh bersamaan,
seperti diperlihatkan oleh tanda bintang dalam tabel berikut. Berapa banyak
waktu perkuliahan yang dibutuhkan untuk mejadwalkan seluruh tujuh mata
kuliah tersebut?

a B C D e f G
a - * * * - - *
b * - * * * - *
c * * - * - * -
d * * * - - * -
e - * - - - - -
F - - * * - - *
G * * - - - * -

3. Tulis polinomial kromatik dari

a. Graf lengkap K7

b. Graf lengkap bipartite K1.6

Dengan berapa banyak cara graf tersebut dapat diwarnai dengan sepuluh warna?

4. Warnailah graph G di bawah ini dengan menggunakan Algoritma Welch

Powell.

14
5. Tentukan warna minimal dari peta berikut.

6. Beri warna pada garisnya dan Tentukan indeks kromatik dari graf berikut :

7. Rusuk dari graph ini dapat diwarnai minimal dengan…

15
Kunci Jawaban

1. Jawaban soal nomer 1


a.

Titik E C F B D A G H
Derajat 5 4 3 3 3 2 2 2
Warna Merah Kuning Hijau Hijau Hijau Merah Merah Kuning
Karena ada 3 warna maka χ(G) = 3

b.

Titik H A D F B C E G
Derajat 5 4 4 4 3 3 3 2
Warna merah Biru kuning Biru merah Kuning Hijau Merah
Karena ada 4 warna maka χ(G) = 4

2. Buat graf lalu warnai titik. Karena ada 4


warna titik, maka banyak waktu perkuliahan
yang dibutuhkan untuk mejadwalkan seluruh
tujuh mata kuliah tersebut ada 4 waktu.

16
3. Jawaban Nomer 3

a. Graf lengkap K 7

PG ( K )=k (k −1)(k−2)(k −3)(k −4)( k−5)(k−6)(k −7)

b. Graf lengkap bipartit K 1,6

PG ( K )=k (k −1)6

c. Dengan berapa banyak cara graf a & b dapat diwarnai dengan 10 warna

PG ( K )=k (k −1)(k−2)(k −3)(k −4)( k−5)(k−6)(k −7)

PG ( 10 )=10 (10−1)(10−2)(10−3)(10−4)(10−5)(10−6)(10−7)

¿ 10 ×9 × 8× 7 ×6 ×5 × 4 × 3=1.814 .400 cara

PG ( K )=k (k −1)6 =10(10−1)6=5.314 .410 cara

4. Urutkan titik dari G, seperti pada tabel

Titik H A D F B C E G

Deraja 5 4 4 4 3 3 3 2
t

Warna a b b c a c c a

Dengan langkah yang sama dengan contoh soal sebelumnya, maka


diperoleh :

17
Graph G di atas dapat diwarnai dengan menggunakan 3 warna, berarti

χ(G) = 3.

5. Permodelan graf dari peta

Algoritma Weich Powell dari graf

Tittik E D B C A G F

Deraja 5 4 4 3 2 2 2
t

Warna (1) (2) (3) (2) (1) (3) (3)

Jadi, Warna minimal dari peta tersebut adalah 3.

18
6. Karena graf mengandung titik berderajat 3, maka χ ' (G )=3

7.

Jadi, rusuk dapat diwarnai minimal sebanyak 3 warna.

Daftar Pustaka
Afriantini, Helmi, & Fran, F. (2019). PEWARNAAN TITIK, SISI, WILAYAH PADA
GRAF DAN PENERAPANNYA. Bimaster Ilmiah. Stat. dan Terapannya, 773-
782.

Lubis, E. (n.d.). Pewarnaan Graf. Retrieved April 18, 2020, from Academia.edu:
https://www.academia.edu/28637354/PEWARNAAN_GRAF

Rizkia, L. (n.d.). Pewarnaan Graf. Retrieved April 18, 2020, from academia.edu:
https://www.academia.edu/3682167/PEWARNAAN_graph

19
Wilson, R. J. (2009). Pengantar Teori Graf. Penerbit Erlangga.

20