Anda di halaman 1dari 7

SESAR (FAULT)

Deformasi yang terjadi pada kerak bumi sekarang ini adalah merupakan jejak deformasi yang telah terjadi beberapa ratus tahun lalu atau juta tahun lalu dan dikenal sebagai stuktur geologi. Yang menjadi dasar dari terdeformasinya suatu batuan adalah karena adanya gaya tektonik yang bekerja secara alami dan continue yang menekan, menarik, melengkungkan dan mematahkan batuanbatuan litosfer. Sumber energi tektonik ini berasal dari energi panas bumi yang yang diubah menjadi energi mekanik oleh arus konveksi, aliran konveksi tersebut sangatlah besar, batuan panas dalam mesosfir dan antenisfir perlahan-lahan menyeret dan melengkungkan litosfer secara continue yang akibatnya adalah menyebabkan batuan terdeformasi.

1.

Sesar
Sesar merupakan suatu rekahan yang memperlihatkan rekahan yang

mengalami pergeseran atau pergerakan. Sesar ini terbentuk karena adanya proses atau gejala pelenturan kerak bumi yang ditimbulkan akibat pergeseran pergeseran benua atau lempeng. Sesar dapat berbentuk satu bidang.

Foto 1

Sesar

2.

Pengenalan Sesar
Pengenalan sesar bisa dilakukan dengan : Peta topografi dan foto udara dan pengamatan langsung dilapangan Penyelidikan bawah permukaan Dapat dilihat dari ketidakselarasan bentang alam Kelurusan-kelurusan bentang alam Sumber air, daerah rawa-rawa dan jeram Penyimpangan pada arah struktur atau hilangnya suatu lapisan, berhenti secara mendadak dan adanya perulangan.

3.

Terbentuknkya Sesar
Proses awal mula terbentuknya sesar ini diawali dengan adanya tekanan tekanan-tekanan tersebut

yang terjadi oada suatu lapisan batuan, dimana

bekerja dari 3 arah gaya, namun pada dasaranya sesar terbentuk diawali dengan adanya suatu lipatan pada lapisan batuan yang pada saat itu pula terbentuknya rekahan-rekahan pada puncak-puncak lipatan. Pada saat tekanan-tekanan yang menekan secara terus menerus dan rekahan pada lipatan pun semakin besar dan melebar kerana adanya regangan, yang terjadi dan telah melewati batas elastisitas dan plastisitas lapisan tersebut, maka bidang yang rekah tersebut akan patah dan mengalami pergeseran sehingga disebut sebagi sesar.

Gamabr 3.1

Mekanisme keterbentukan sesar

Tekanan yang memberntuk suatu sesar dapat dibedakan menjadi tiga bagian, yaitu dari arah horixontal,vertikal dan diagonal. Dalam gambar dibawah diperlihatkan bagaimana ketigas tekanan tersebut bekerja bersamaan dalam menekan suatu lapaisan batuan yang nantinya akan menyebabkan sesar,

Gamabr 3.2 Tekanan yang bekerja dalam pembemtukan sesar

Dalam gambar dibawah diperlihatkan sketsa bagaimana suatu tekanan yang bekerja akan membentuk sebuah sesaryang diakibatkan oleh tension atau regangan.

Gamabr 3.3 Tension dan shearing yang bekerja dalam pembemtukan sesar

4.

Jenis-Jenis Sesar
Dari proses keterbentukan dengan tekanan yang berbeda-beda, ini dapat

menyebabkan suatu bentuk sesar yang berbeda-beda. Jenis dari betnuk sesar ini diantaranya : Sesar normal adalah patahan yang terjadi karena gaya tegasan tensional horisontal pada batuan yang bersifat retas dimana hangingwall block telah mengalami pergeseran relatif ke arah bagian bawah terhadap footwall block.

Gamabr 3.4 Sesar normal

Sesar naik Gerak relatif hanging wall naik terhadap foot wall

. Gamabr 3.5
Sesar naik

Sesar mendatar Yaitu gerak relatif mendatar pada bagian-bagian yang tersesarkan.

Gamabr 3.6 Sesar mendatar

KESIMPULAN

Dari resume tentang sesar ini, dapat disimpulkan bahwa suatu struktur geologi sesar atau patahan adlah suatu struktur yang terbentuk karena adanya gaya yang bekerja secara terus menerus pada suatu lapisan batuan. dapat disimpulkan untuk keterbentukan sesar, yaitu diawali dengan terbentuknya struktur lipatan yang bersamaan dengan itu terbentuknya struktur rekahan atau kekar-kekar yang beradapada puncak-puncak lipatan yang nantinya akan mengalami regangan dan terus melebar akibat tekanan yang sangat besar, yang pada akhirnya rekahan-rekahan tersebut akan patah pada bidangnya dan mengalami pergeseran dan hal tersebut dinamakan sebagai sesar.

DAFTAR PUSTAKA

Djauhari, Noor, 2009. Buku pengantar geologi. Sapiie, Benyamin, 2006, Institut Teknologi Bandung. Catatan Kuliah Geologi Fisik Arifin, Hidayat, Riyan, 2011, Geologi Struktur. http://id.scribd.com/doc/148020244/GEOLOGI-STRUKTUR. Diakses tanggal 05 februari 2014 (pdf, online).