Anda di halaman 1dari 20

Pada tanggal 25 April 2013 (26 April dini hari di Indonesia) akan terjadi Gerhana Bulan Sebagian (GBS)

yang dapat diamati dari Australia, Asia, Afrika, Samudra Hindia, Eropa dan Amerika Selatan bagian Timur. Sementara pengamat di Amerika Tengah dan Utara tidak dapat menyaksikannya. Pengamat di bagian Timur Australia dan Asia dapat mengamati gerhana pada saat Bulan akan terbenam, sehingga prosesi akhir gerhana tidak akan teramati. Sementara pengamat di sebagian besar wilayah Asia dan Afrika dapat mengamati keseluruhan prosesi gerhana. Adapun pengamat di wilayah Eropa, bagian Barat Afrika, dan Amerika Selatan akan mengamati gerhana pada saat bulan akan terbit, sehingga prosesi awal gerhana tidak akan teramati. Gerhana Bulan adalah peristiwa ketika terhalanginya cahaya Matahari oleh Bumi sehingga tidak semuanya sampai ke Bulan. Peristiwa yang merupakan salah satu akibat dinamisnya pergerakan posisi Matahari, Bumi, dan Bulan ini hanya terjadi pada saat fase purnama dan dapat diprediksi sebelumnya. Adapun Gerhana Matahari adalah peristiwa terhalangnya cahaya Matahari oleh Bulan sehingga tidak semuanya sampai ke Bumi dan selalu terjadi pada saat fase bulan baru. Pada tahun 2013 ini diprediksi terjadi lima kali gerhana berupa dua kali Gerhana Matahari dan tiga kali Gerhana Bulan. Gerhana Matahari tersebut adalah berupa Gerhana Matahari Cincin (GMC) yang terjadi pada 9-10 Mei 2013 dan pada tanggal 3 November 2013. Adapun Gerhana Bulan yang terjadi adalah Gerhana Bulan Sebagian (GBS) yang terjadi pada tanggal 25-26 April 2013, Gerhana Bulan Penumbra (GBP) yang terjadi pada tanggal 25 Mei 2013 dan pada tanggal 18-19 Oktober 2013. Proses GBS 25-26 April 2013 yang diilustrasikan pada Gambar 1 di bawah ini.

Gambar 1. Ilustrasi Proses Gerhana Bulan Sebagian 25-26 April 2013

Dari uraian di atas, dapat diketahui bahwa durasi gerhana dari fase Gerhana Penumbra mulai (P1) ke Gerhana Penumbra berakhir (P4) adalah 4 jam 11,6 menit. Adapun dari fase Gerhana Sebagian mulai (U1) hingga Gerhana Sebagian berakhir (U4) berlangsung selama 31,7 menit. Pada saat puncak gerhana, persentase piringan Bulan yang tertutupi bayangan umbra Bumi dibandingkan dengan piringan Bulan secara keseluruhan adalah sebesar 2%. Piringan yang tertutupi ini adalah bagian yang mengarah ke sebelah Utara pada arah mata angin pengamat. Sebagaimana telah diuraikan di atas, setiap kejadian gerhana dapat diprediksi. Hal ini terkait dengan suatu siklus gerhana yang disebut seri Saros. Dalam seri Saros ini, GBS 25-26 April 2013 merupakan anggota ke 65 dari seri saros 112 yang jumlah anggotanya 72 buah gerhana bulan. Gerhana sebelumnya yang berasosiasi dengan GBS 25-26 April 2013 ini adalah GBS 15 April 1995. Sementara gerhana yang berasosiasi sesudahnya adalah GBP 7 Mei 2031.

Gambar 2. Peta Gerhana Bulan Sebagian 25-26 April 2013 di permukaan Bumi antara 65 LU s.d. 65 LS

Pada Gambar 2 ditampilkan lokasi di muka Bumi yang dapat dan tidak dapat digunakan untuk menyaksikan GBS 25-26 April 2013. Sebagaimana terlihat, GBS 25-26 April 2013 dapat diamati dari wilayah Australia, Asia, Afrika, Samudra Hindia, Eropa dan Amerika Selatan bagian Timur. Sementara pengamat di Amerika Tengah dan Utara tidak dapat menyaksikannya. Pengamat di bagian Timur Australia dan Asia dapat mengamati gerhana pada saat Bulan akan terbenam, sehingga prosesi akhir gerhana tidak akan teramati. Sementara pengamat di sebagian besar wilayah Asia dan Afrika dapat mengamati keseluruhan prosesi gerhana. Adapun pengamat di wilayah Eropa, bagian Barat Afrika, dan Amerika Selatan akan mengamati gerhana pada saat bulan akan terbit, sehingga prosesi awal gerhana tidak akan teramati. Sumber: BMKG http://www.bmkg.go.id/BMKG_Pusat/Geofisika/Tanda_Waktu/GERHANA_BULAN_SEB AGIAN_25-26_APRIL_2013.bmkg

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar belakang

Bulan atau Luna adalah satu-satunya satelit alami Bumi, dan merupakan satelit alami terbesar ke5 di Tata Surya. Bulan tidak mempunyai sumber cahaya sendiri dan cahaya Bulan sebenarnya berasal dari pantulan cahaya Matahari. Bulan berada dalam orbit sinkron dengan Bumi, hal ini menyebabkan hanya satu sisi permukaan Bulan saja yang dapat diamati dari Bumi. Orbit sinkron menyebabkan kala rotasi sama dengan kala revolusinya. Di bulan tidak terdapat udara ataupun air. Banyak kawah yang terhasil di permukaan bulan disebabkan oleh hantaman komet atau asteroid. Ketiadaan udara dan air di bulan menyebabkan tidak adanya pengikisan yang menyebabkan banyak kawah di bulan yang berusia jutaan tahun dan masih utuh. Di antara kawah terbesar adalah Clavius dengan diameter 230 kilometer dan sedalam 3,6 kilometer. Ketidakadaan udara juga menyebabkan tidak ada bunyi dapat terdengar di Bulan. Bulan adalah satu-satunya benda langit yang pernah didatangi dan didarati manusiailmuan menemukan bukti besar bahwa Bulan berasal dari tubrukan bumi dengan planet kecil yang bernama theira sekitar 3 milyar tahun yang lalu, dan menghasilkan debu yang berjumlah sangat banyak dan mengorbit di sekeliling bumi dan akhirnya debu mengumpul menjadi bulan. Pada awalnya jarak bulan pada pertama kali hanya sekitar 30.000 mil atau 15 kali lebih dekat dari jarak Bulan dengan Bumi sekarang. Dari hasil penelitian Bulan menjauh sekitar 3,8 cm per tahunnya. Secara geologi, saat ini bulan dapat disebut mati karena hampir tidak adanya energi internalnya (hanya ada pemanasan radioaktif di lapisan luarnya). Tidak ada aktivitas gunung berapi, juga

tidak ada pergeseran lempeng permukaannya seperti di bumi, karenanya tidak ada gempa atau pegunungan hasil lipatan lempeng (pegunungan yang ada hanya bagian tepi kawah.

A. Rumusan Masalah
Penyusunan makalah yang kami susun dengan judul bulan sebagai satelit bumi, memuat permasalahan dan inti pokok sebagai berikut: 1. 2. 3. 4. Peristiwa rotasi dan revolusi bulan Gerhana Pengaruh rotasi dan revolusi bulan Penentuan kalender masehi dan hijriah

A. Tujuan
Adapun tujuan dari penyusunan makalah tentang Bulan Sebagai Satelit Bumi adalah sebagai berikut: 1. 2. Agar kita sebagai mahasiswa dapat mengetahu hakikat kedudukan system bulan. Agar kita sebagai mahasiswa dapat mengajarkan kepada peserta didik di sekolah dasar tentang bagaimana kedudukan bulan. 3. Sebagai bekal kita sebagai mahasiswa PGSD, untuk bahan melaksanakan pengajaran baik teori maupun dalam aplikasi pembelajaran.

BAB II PEMBAHASAN BULAN SEBAGAI SATELIT BUMI

1. PENGERTIAN BULAN

Bulan moon dalam bahasa inggris luna dalam bahasa romawiartemis dalam bahasa yunani adalah satu-satunya satelit alami yang dimiliki bumi. Jika dilihat dari posisinya bulan adalah benda angkasa yang paling dekat dengan bumi. Bulan juga menjadi benda yang kedua yang paling terang setelah matahari dan satu-satunya permukaan benda langit yang diamati dengan mudah. Bulan adalah bola batu raksasa yang mengitari bumi. Permukaannya gersang, dipenuhi kawah yang berasal dari ledakan meteorit miliaran tahun yang lalu. Bulan mungkin terbentuk saat planet lain bertubrukan dengan bumi muda. Pecahan batuan dari peristiwa itu muncul bersama dan membentuk bulan. Jarak rata-rata Bumi-Bulan dari pusat ke pusat adalah 384.403 km, sekitar 30 kali diameter Bumi. Diameter Bulan adalah 3.474 km, sedikit lebih kecil dari seperempat diameter Bumi. Ini berarti volume Bulan hanya sekitar 2% volume Bumi dan tarikan gravitasi di permukaannya sekitar 17% daripada tarikan gravitasi Bumi. Bulan beredar mengelilingi Bumi sekali setiap 27,3 hari (periode orbit), dan variasi periodik dalam sistem Bumi Bulan Matahari bertanggungjawab atas terjadinya fase-fase Bulan yang berulang setiap 29,5 hari (periode sinodik).Massa jenis Bulan (3,4 g/cm) adalah lebih ringan dibanding massa jenis Bumi (5,5 g/cm), sedangkan massa Bulan hanya 0,012 massa Bumi.

1. GERAK BULAN
Bulan mempunyai dua gerakan yang penting yaitu rotasi bulan dan revolusi bulan. 2.1 Rotasi Bulan Adalah perputaran bulan pada porosnya dari arah barat ke timur. dalam satu kali rotasi bulan memerlukan waktu sama dengan satu kali revolusinya mengelilingi bumi. Saat ini bulan berotasi setiap 27,3 hari sekali. 2.2 Revolusi Bulan Adalah peredaran bulan mengelilingi bumi dari arah barat ke timur. Satu kali penuh revolusi bulan memerlukan waktu rata-rata 27,3 hari. Revolusi Terhadap Planet Bumi Bulan sebagai satelit alami bumi juga berputar mengelilingi bumi dalam jangka waktu 27,3 hari. Karena waktu rotasi dan revolusi bulan adalah sama, maka permukaan bulan yang terlihat dari bumi tidak berubah dari waktu ke waktu. Revolusi Terhadap Matahari Bersama Bumi Bulan bersama-sama dengan planet bumi juga mengelilingi matahari. Seperti yang kita ketahui bahwa waktu yang dibutuhkan oleh bumi untuk beredar mengelilingi matahari adalah 365.25 hari. Begitupun revolusi bulan terhadap matahari bersama bumi juga 365,25 hari. Setiap empat tahun sekali kelebihan hari dibulatkan menjadi 366 hari atau disebut juga sebagai tahun kabisat. Dalam sistem Matahari Bumi Bulan, revolusi Bumi mengelilingi Matahari, Bulan mengelilingi Bumi, dan rotasi ketiga benda tersebut berputar pada sumbu-sumbunya mempunyai arah yang sama. Revolusi Bulan mengelilingi Bumi dan keduanya bersama-sama mengelilingi Matahari menyebabkan peristiwa gerhana dan pasang surut air laut.

1. BAGIAN BAGIAN BULAN


Menurut Dirdjosoemarto,S.,dkk. (1991: 405) permukaan Bulan terdiri dari

bagian-bagian yang disebut: Terra, yaitu daerah terlihat terang, ditaburi kawah. Marta, yaitu daerah gurun batuan gelap yang diselubungi lava basah, hanya sedikit terdapat kawah. Lembah, terdapat banyak lembah sempit (riil) ada yang memanjang hingga 100 km. Gunung, ada yang mencapai ketinggian 8.000 m. Kawah, diduga jumlahnya mencapai 40.000 dengan diameternya antara 2 200km. Kawah ini kemungkinan berasal dari kegiatan vulkanis dan tumbukkan meteorit.

1. FASE DAN ASPEK BULAN


Fase bulan adalah bentuk bulan yang selalu berubah-ubah dilihat dari bumi karena bagian bulan yang mendapat cahaya matahari berubah secara teratur. Pada suatu malam bulan tampak seperti sabit kecil, pada keesokan harinya sabit itu tampak lebih tebal dan terus bertambah tebal, sehingga sehingga setelah enam hari bentuknya menjadi setengah lingkaran. Pada malam-malam berikutnya bulan tampak menjadi lebih besar dan pada akhirnya menjadi bulan penuh/bulan purnama. Tetapi setelah tampak sebagai bulan penuh, akan tampak mengecil lagi sampai berbentuk sabit. Perubahan bentuk semu bulan berlangsung dalam satu bulan sinodik atau 29.5 hari. Fase-fase bulan adalah: a) Fase Bulan Baru (bulan tidak nampak). b) c) d) e) Kuatrir Pertama 7 3/8 hari (bulan sabit). Bulan Purnama 14 3/4 hari (bulan penuh). Kuartir Ketiga 22 1/8 hari (bulan sabit). Kuartir ke empat 28 1/2 hari (menjadi bulan baru) Sedangkan urut-urutan fase bulan dalam satu bulan sinodik adalah: Bulan baru sabit bulan paruh ( perbani awal ) bulan cembung ( benjol ) bulan penuh ( purnama ) benjol perbani akhir sabit bulan baru lagi.

Aspek bulan adalah kedudukan bulan terhadap matahari dilihat dari bumi. Beberapa aspek bulan yang mudah dilihat:

a)

Aspek konjungsi Konjungsi bulan yaitu kedudukan bulan searah dengan matahari. Pada saat itu bagian bulan yang menghadap ke bumi ialah bagian yang sedang gelap, sehingga tampak bulan tidak tampak dari bumi. Peristiwa ini berlangsung siang hari di bumi, saat aspek konjungsi terjadi gerhana matahari, karena cahaya matahari yang menuju bumi terhalang oleh bulan. b) Aspek oposisi Oposisi bulan adalah kedudukan bulan berlawanan arah dengan kedudukan matahari dilihat dari bumi. Saat itu bulan terlihat sebagai bulan purnama. Peristiwa ini terjadi saat bulan terbit bersamaan dengan saat matahari terbenam. Pada aspek oposisi akan terjadi gerhana bulan, karena cahaya matahari yang menuju bulan terhalang bumi. c) Aspek Kuarter Aspek kuarter yaitu pada saat bulan menempati kedudukan tegak lurus terhadap garis penghubung bumi-matahari, pada fase ini bulan menujukan fase perbani yaitu bulan yang terang hanya setengahnya. Dalam sebulan terjadi 2 kali kuartir bulan yaitu kuartir pertama (perbani awal) ketika bulan tambah besar. Sedangkan kuartir kedua (perbani akhir) ketika bulan tambah kecil dan terjadi 6 hari setelah purnama. Perbedaan kuartir pertama dan akhir adalah tempat yang terang, kuartir pertama bagian yang terang adalah barat sedangkan kuartir akhir adalah bagian bulan sebelah timur.

1. KALENDER BULAN
Kalender Hijriah ditentukan berdasarkan kala revolusi Bulan terhadap Bumi. Sekali berevolusi terhadap bumi, bulan membutuhkan waktu selama 29 hari 12 jam 44 menit 3 detik. Kala revolusi bulan terhadap bumi ini dimanfaatkan oleh umat Islam untuk menentukan tahun Hijriah atau Komariah. Jumlah hari pada setiap bulan di kalender Hijriah berselang-seling 30 dan 29 hari. Dengan demikian, satu bulan dibulatkan menjadi 29,5 hari. Akibat pembulatan ini, maka pada tahun Hijriah pun ada tahun kabisat yang jumlah harinya 355 hari. Dalam 30 tahun, terdapat 11 tahun kabisat. Satu tahun Hijriah lamanya 354 hari. Sedangkan satu tahun Masehi lamanya 365 hari. Oleh karena itu, tahun Hijriah lebih cepat 11 hari daripada tahun Masehi. Hal ini menyebabkan hari-hari besar bagi umat Islam selalu berubah-ubah lebih cepat 11 hari dari pada tahun sebelumnya pada kalender Masehi.

1. GERHANA
Faktor Penyebab Terjadinya Gerhana adalah lintasan bulan saat revolusi mengelilingi bumi. Lintasan bulan mengelilingi bumi membentuk bidang yang tidak sebidang dengan ekliptika (bidang lintasan bumi mengelilingi matahari). Ada kalanya bulan bumi dan matahari terletak pada satu garis lurus, pada saat itulah terjadi gerhana. Gerhana Bulan Bulan berada di dalam bayangan Bumi, yaitu pada kedudukan Matahari Bumi Bulan terletak pada garis lurus. Perhatikan gambar di bawah ini :

1.

2.

Gerhana bulan terjadi apabila bulan masuk ke dalam bayangan bumi inti (umbra) sehingga bulan tidak menerima cahaya matahari. Dari bumi kenampakan bulan mula-mula seluruhnya terang, kemudian pelan-pelan agak gelap, gelap semua. Pelan-pelan tampak kembali sampai kelihatan seluruhnya. Gerhana Matahari Gerhana matahari terjadi apabila posisi bulan berada di antara bumi dan matahari sehingga sebagian bumi tidak mendapatkan cahaya matahari (Matahari Bulan Bumi ). Perhatikan gambar di bawah ini :

Bumi yang terkena umbra mengalami gerhana matahari total, sedangkan yang terkena penumbra mengalami gerhana matahari sebagian. Gerhana matahari dibagi menjadi tiga jenis : Gerhana matahari total Gerhana Matahari Total terjadi pada saat jarak Bulan Matahari yang paling jauh (563.319 km), sehingga bayangan inti Bulan dapat jatuh di Bumi. Gerhana Matahari Partial terjadi pada saat Bulan berada pada daerah bayanganpenumbra sehingga ada bagian Matahari yang terlihat normal. Gerhana Matahari Cincin terjadi kalau jarak Bulan mencapai jarak terjauh dari Bumi (405.530 km).

1. Pengaruh Rotasi dan Revolusi Bulan


Rotasi bulan dan revolusi bulan mengakibatkan terjadinya pasang naik dan pasang surut air laut. Ketika pasang naik, permukaan air laut akan naik. Sebaliknya jika pasang surut,

permukaan air laut akan turun. Pada saat bulan berevolusi terhadap bumi, air laut di bagian bumi yang menghadap bulan akan tertarik gravitasi bulan sehingga terjadi pasang naik. Sebaliknya, air laut di bagian bumi yang tidak menghadap bulan akan pasang surut. Pasang surut umumnya terjadi dua kali dalam sehari yang di tengah laut juga dapat menyebabkan mengalirnya arus laut , yaitu dari daerah dimana sedang mengalami pasang (air laut naik) dan akan mengalir ke segala jurusan, sehingga air laut di sepanjang pantai itu terdesak dan naik maka terjadilah pasang. Kejadian pasang surut umumnya di pantai lepas (samudra), sehingga semalam itu terjadi dua kali pasang surut. Pasang mulai kira-kira pukul 12.00 siang dan pukul 24.00 malam, sedangkan surut mulai pukul 06.00 pagi dan pukul 18.00 sore. Selain dari pasang surut yang biasa dan terjadi dua kali sehari, dapat terjadi pula pasang surut yang istimewa tinggi dan rendahnya. 1. Pasang Purnama Terjadi pada kedudukan bulan baru dan pada bulan purnama. Bulan baru : Pada kedudukan ini Bulan dan Matahari berada pada kedudukan konjungsi (searah), sehingga gaya tariknya saling membantu dan saling memperkuat. Bulan Purnama : Pada kedudukan ini, Bulan dan Matahari berada pada kedudukan oposisi (berlawanan/berhadap-hadapan). 2. Pasang Mati Terjadi pada kedudukan bulan pada perempatan awal (PA) dan perempatan akhir (PP), Peristiwa pasang surut air laut bermanfaat untuk hal hal sebagai berikut: Pembuatan garam, Persawahan Pasang Surut, Berlayar atau berlabuhnya kapal di dermaga yang dangkal, Pembangkit Listrik Tenaga Pasang Surut (PLTPs) Penggerak Generator Listrik, dsb

BAB III KESIMPULAN

1. Kesimpulan

Bulan moon dalam bahasa inggris luna dalam bahasa romawi artemis dalam bahasa yunani adalah satu-satunya satelit alami yang dimiliki bumi. Jika dilihat dari posisinya bulan adalah benda angkasa yang paling dekat dengan bumi. Bulan juga menjadi benda yang kedua yang paling terang setelah matahari dan satu-satunya permukaan benda langit yang diamati dengan mudah. 2. Saran Sebagai calon guru kita hendaknya mengetahui dan memahami benar tentang manfaat atau peran bulan sebagai satelit bumi.Karena dengan mempelajari materi ini kita dapat mengetahui tentang berbagai manfaat atau peran bulan sebagai satelit bumi yang tentunya sangat bermanfaat dalam kehidupan kita sehari-hari.Contonya seperti enentuan kalender hijriah,kita dapat mengetahui pasang surut air laut dll. selain itu dapat menambah wawasan kita agar dikemudian hari dapat diterapkan dan dipraktekan langsung bersama di depan siswa dalam suatu proses pembelajaran. Demikianlah makalah yang kami buat tentang Bulan Sebagai Satelit Bumi. Semoga dapat bermanfaat bagi kita semua, jika ada kesalahan dalam penulisan pada makalah ini mohon dimaafkan karena kami sebagai manusia tidak luput dari salah dan khilaf.

Gerhana matahari terjadi pada waktu bulan berada di antara bumi dan matahari, yaitu pada waktu bulan mati, dan bayang-bayang bulan yang berbentuk kerucut menutupi permukaan bumi. sehingga sebagian menutupi Matahari. Peristiwa gerhana matahari setiap tahunnya berkisar antara dua sampai lima peristiwa. Gerhana matahari yang terjadi sebanyak dua kali dalam setahun adalah sekitar 75%. Sedangkan untuk terjadinya lima kali gerhana matahari dalam satu tahun, peristiwa ini jarang terjadi, peristiwa terakhir terjadi pada tahun 1935. Kali berikutnya Peristiwa yang sama, lima gerhana matahari dalam satu tahun diperhitungkan akan terjadi pada tahun 2206. Bayang-bayang bulan ada dua bagian, yaitu umbra dan penumbra. Umbra adalah bagian yang gelap dan berbentuk kerucut yang puncaknya menuju ke bumi. Penumbra adalah bagian yang agak terang dan bentuknya makin jauh dari bulan semakin lebar. Daerah yang berada dalam liputan umbra akan mengalami gerhana matahari total, sedangkan yang berada dalam liputan penumbra mengalami gerhana matahari sebagian.

Pada gerhana matahari total akan tampak cahaya korona matahari yang bentuknya seperti mahkota dan semburan gas dari permukaan matahari yang berwarna lebih merah. Gerhana matahari total merupakan peristiwa langka dan hanya bisa dilihat dari lokasi tertentu di bumi karena totalitas hanya terjadi di sepanjang lintasan sempit yang merupakan bagian paling gelap dari bayangan bulan (umbra). Maksimal dalam satu tahun hanya dapat terjadi dua gerhana matahari total. Bagaimana proses terjadinya gerhana matahari??? Apabila Gerhana posisi Bulan terletak berada pada satu garis lurus , di antara Bumi dan Matahari maka akan tertutup sebagian atau seluruh cahaya Matahari.matahari terjadi. Walaupun Bulan lebih kecil, bayangan Bulan mampu melindungi cahaya matahari sepenuhnya karena Bulan yang berjarak rata-rata jarak 384.400 kilometer dari Bumi. Penyebab lain adalah letak Bulan yang lebih dekat dibandingkan Matahari yang mempunyai jarak rata-rata 149.680.000 kilometer. Gerhana matahari dapat dibagi menjadi tiga jenis yaitu: Gerhana total

Sebuah gerhana matahari dikatakan sebagai gerhana total apabila saat puncak gerhana, piringan Matahari ditutup sepenuhnya oleh piringan Bulan. Saat itu, piringan Bulan sama besar atau lebih besar dari piringan Matahari. Ukuran

piringan Matahari dan piringan Bulan sendiri berubah-ubah tergantung pada masing-masing jarak Bumi-Bulan dan Bumi-Matahari. Gerhana sebagian

Gerhana sebagian terjadi apabila piringan Bulan(saat puncak gerhana) hanya menutup sebagian dari piringan Matahari. Pada gerhana ini, selalu ada bagian dari piringan Matahari yang tidak tertutup oleh piringan Bulan. Gerhana cincin.

Gerhana cincin terjadi apabila piringan Bulan (saat puncak gerhana) hanya menutup sebagian dari piringan Matahari. Gerhana jenis ini terjadi bila ukuran piringan Bulan lebih kecil dari piringan Matahari. Sehingga ketika piringan Bulan

berada di depan piringan Matahari, tidak seluruh piringan Matahari akan tertutup oleh piringan Bulan. Bagian piringan Matahari yang tidak tertutup oleh piringan Bulan, berada di sekeliling piringan Bulan dan terlihat seperti cincin yang bercahaya. Berapa lamakah gerhana Matahari berlangsung? Gerhana matahari tidak dapat berlangsung melebihi 7 menit 40 detik. Pada saat terjadi gerhana Matahari orang dilarang melihat langsung dengan mata telanjang ke arah Matahari. Jika dilakukan maka mata dapat mengalami kerusakan permanent dan mengakibatkan kebutaan. dari berbagai sumber.

Allah memperlihatkan kepada manusia, beberapa fenomena alam, agar manusia lebih bertaqwa kepada Allah, berikut ini ada sedikit ulasan tentang fase gerhana matahari dan bentuk - bentuknya. Semoga dapat menambah pengetahuan kita semua. Disimak ya..! Fase Gerhana Matahari Gerhana Matahari terjadi ketika piringan matahari tertutupi oleh bulan. Atau ketika cahaya matahari ke bumi terhalangi oleh bulan. Cerita mudahnya demikian: Pada siang hari kamu bisa lihat matahari bukan? Nah, jika ada bulan menutupi penglihatanmu kepada matahari, inilah terjadinya gerhana matahari. Tertutupnya piringan matahari oleh bulan bisa membuat piringan matahari tidak terlihat sedikitpun. Bisa juga hanya terlihat sebagian. Seberapa besar bagian piringan matahari yang terlihat, adalah yang membedakan jenis-jenis gerhana matahari. Gerhana matahari berlangsungnya hanya beberapa menit (kurang lebih 6 menit) mulai kepingan matahari masih tampak penuh, kemudian berangsur-angsur tertutupi, sampai kemudian kepingan matahari berangsur tampak penuh kembali. Peristiwa itulah yang disebut fase gerhana matahari. Kenampakan matahari pada fase-fase tersebut adalah seperti gambar berikut:

Di atas adalah adalah 2 gambar terjadinya gerhana matahari. Jarak antara bulan dengan bumi akan membedakan jenis gerhana matahari yang terjadi. Pada gambar sebelah kanan, gerhana matahari terjadi pada saat posisi bulan lebih dekat dengan bumi dibandingkan dengan gambar sebelah kiri. Begitu kira - kira fase terjadinya, nah sekarang macam - macam gerhana matahari. 1.Gerhana Matahari Total (total eclipse)

Gerhana matahari total adalah peristiwa tertutupnya seluruh piringan matahari oleh bulan. 2.Gerhana Matahari Cincin (annular eclipse)

Gerhana inilah yang terjadi tgl. 26 Januari 2009 kemarin. Disebut cincin karena pada saat gerhana berlangsung, piringan matahari terlihat tampak menyerupai cincin. Karena bertepatan dengan jarak bulan yang jauh dari bumi, menjadikan piringan bulan tampak lebih kecil dan tidak bisa menutupi piringan matahari sepenuhnya.

3.Gerhana Matahari Sebagian (partial eclipse)

Karena bertepatan dengan jarak bulan yang jauh dari bumi, menjadikan piringan bulan tampak lebih kecil dan tidak bisa menutupi piringan matahari sepenuhnya. Peristiwa ini bisa disaksikan dari daerah Agus dan Banu tinggal. Mungkin ada yang bingung dengan istilah di atas, ini dia keterangannya:

Istilah-istilah
Dengan melihat pada Gambar 2 di atas sebenarnya sudah jelas bisa dipahami. 1.Umbra adalah bayangan inti yang berada di bagian tengah ketika terjadi gerhana. Pada daerah bumi yang terkena bayangan umbra akan sangat gelap. 2.Penumbra adalah bayangan kabur ketika terjadi gerhana. 3.Antumbra adalah perpanjangan dari bayangan inti (umbra). ---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Gerhana Matahari dan Gerhana Bulan. Gerhana matahari yaitu peristiwa tertutupnya matahari oleh bulan yang mengakibatkan terhalangnya cahaya matahari untuk sampai ke bumi. Gerhana matahari akan terjadi jika matahari, bumi, dan bulan terletak pada satu garis lurus. Pada saat gerhanan matahari bulan terletak diantara matahari dan bumi. Pada saat gerhana matahari bulan beraa diantara bumi dan matahari. Ada dua jenis daerah di bumi ketika terjadi gerhana matahari, yaitu daerah daerah umbra dan daerah penumbra. Daerah umbra yaitu daerah di bumi yang menerima bayangan inti bulan. Daerah penumbra yaitu daerah di bumi yang menerima bayangan kabur bulan, daerah penumbra lebih terang daripada daerah umbra. Gerhana matahari ada tiga macam yaitu gerhana matahari total, gerhana matahari sebagian, dan gerhana matahari cincin. Gerhana Matahari Total

Gerhana matahari total atau disebut juga gerhana matahari sempurna. terjadi jika permukaan bumi tertutupi oleh bayang-bayang umbra bulan. Gerhana ini terjadi hanya di daerah yang terkena umbra (bayangan inti) bulan.

Gerhana Matahari Sebagian Gerhana matahari sebagian terjadi jika permukaan bumi tertutupi penumbra bulan. Jadi, matahari tidak tertutup sempurna oleh bulan. Pada gerhana matahri sebagian, masih ada bagian matahari yang yang terlihat terang. Waktu berlangsungnya gerhana matahari sebagian lebih lama dibanding dengan waktu berlangsungnya gerhana matahri total. Hal ini karena penumbra bulan lebih luas dari umbra bulan. Gerhana Matahari Cincin Gerhana matahari cincin terjadi pada saat bulan berada pada titik terjauhnya dari bumi. Pada kedudukan ini panjang kerucut umbra tidak cukup menutupi bumi tetapi perpanjangan umbra bulan yang menutupi bumi. Daerah di permukaan bumi yang terletak di perpanjangan umbra bulan mengalami gerhana cincin. Di daerah yang mengalami gerhana ini, matahari tampak bercahaya yang bentuknya seperti cincin. Sedangkan di bagian tengahnya tampak kabur.

Gerhana Bulan Gerhana bulan yaitu peristiwa terhalangnya cahaya matahari yang menuju ke bumi oleh bumi. Peristiwa ini mengakibatkan bulan menjadi gelap karena tidak ada cahaya matahari yang dipantulkan. Gerhana bulan terjadi jika posisi matahri, bumi, dan bulan dalam satu garis lurus. Posisi bumi terletak diantara bulan dan matahari. Ada tiga jenis

gerhana bulan yaitu gerhana bulan total, gerhana bulan sebagian, dan gerhana bulan penumbra.

Gerhana bulan total terjadi jika bulan berada tepat di daerah umbra (bayangan inti) bumi, Gerhana bulan sebagian terjadi jika sebagian bulan terletak di bagian umbra bumi dan sebagian terletak di daerah penumbra bumi. Gerhana bulan penumbra terjadi jika bulan seluruh bagian bulan berada di daerah penumbra bumi. Pada saat gerhana penumbra bulan masih kelihatan meskipun tidak terang.
Ditulis dalam label :Ujian Nasional.

Tanggal 10 Mei kemarin, kita dihebohkan dengan sebuah peristiwa alam, gerhana matahari. Daerah seperti Australia dan beberapa daerah kecil lain di sekitar Pasifik beruntung karena dapat menyaksikan dengan jelas fenomena alam ini. Sedangkan di Indonesia, hanya daerah tertentu saja yang dapat menikmati gejala alam ini, sisanya hanya dapat menyaksikan gerhana matahari sebagian. Berdasarkan situs National Geographic Indonesia, gerhana matahari kemarin dimulai pada pukul 6.30 waktu Australia Barat, kemudian terus menanjak ke daerah Australia utara dan Queensland. Lalu, melintasi Peninsula pada pukul 8.44 waktu setempat. Bayangan tersebut hingga mencapai pantai timur Papua Nugini pukul 9.00 waktu setempat dan mengarah melintasi Samudra Pasifik hingga akhirnya melakukan pendaratan terakhir di Kepulauan Solomon pada 10.15 waktu setempat. Hihihi, uniknya, gerhana matahari ini sangat jelas terlihat di daerah yang berpenghuni sangat sedikit, kira-kira di wilayah Pasifik. Satu-satunya jalur yang dilewati gerhana matahari cincin adalah Kelompok Kepulauan Pasifik Kiribati. Di tempat tersebut, gerhana akan berlangsung selama tiga hingga lima menit. Wah, yang tinggal di sana beruntung sekali, ya. Sementara di belahan bumi lainnya, termasuk Indonesia, hanya akan mengalami gerhana matahari sebagian. Gerhana matahari sebagian akan terlihat di Australia, Selandia Baru, Filipina, Indonesia, dan Hawaii.

Bagaimana Gerhana Matahari terjadi?

Skema posisi Matahari, Bumi, dan Bulan saat terjadi gerhana matahari. (Foto: Wikipedia) Jika dikutip dari Wikipedia, Gerhana Matahari terjadi ketika posisi bulan terletak di antara Bumi dan Matahari sehingga menutup sebagian atau seluruh cahaya Matahari. Walaupun Bulan lebih kecil, bayangan Bulan mampu melindungi cahaya Matahari sepenuhnya karena Bulan yang berjarak rata-rata jarak 384.400 kilometer dari Bumi lebih dekat dibandingkan Matahari yang mempunyai jarak rata-rata 149.680.000 kilometer. Gerhana matahari ini juga memiliki tiga jenis: gerhana matahari total, gerhana matahari sebagian, dan gerhana matahari cincin.

Seorang astronom sedang mengamati gerhana matahari cincin kemarin (10/5/2013) di Australia. (Foto: nationalgeographic.com)

Gerhana matahari total terjadi jika bulan berhasil menutupi seluruh bayangan matahari, sehingga pada saat itu, Bumi tampak gelap dikarenakan sinar matahari tertutup sempurna oleh bulan. Gerhana matahari sebagian terjadi jika bulan hanya dapat menutupi sebagian matahari. Saat terjadi gerhana matahari sebagian, matahari tampak seperti bulan sabit yang besar di langit. Sedangkan gerhana matahari cincin terjadi jika bulan berada dalam posisi terjauh dari Bumi. Bulan saat itu menutupi matahari di tengah-tengahnya dan menyisakan cahaya matahari di sekelilingnya yang tampak seperti lingkaran cincin. Lalu, pada satu bagian, tampak seberkas cahaya matahari mengintip di sekitar bulan. Makanya, peristiwa ini disebut gerhana matahari cincin. Ssstt! Kata astronom, gerhana matahari ini akan terjadi kembali bulan November nanti, lho. Hmm, diperkirakan nantinya gerhana matahari itu akan dapat disaksikan di daerah Samudera Atlantik dan benua Afrika.