Anda di halaman 1dari 11

MYOPIA

A. Definisi
Myopia adalah banyangan dari benda yang terletak jauh berfokus di depan retina pada mata yang
tidak berakomodasi.
Myopia adalah anomali refraksi pada mata dimana bayangan difokuskan di depan retina, ketika
mata tidak dalam kondisi berakomodasi. Ini juga dapat dijelaskan pada kondisi refraktif dimana
cahaya yang sejajar dari suatu objek yang masuk pada mata akan jatuh di depan retina, tanpa
akomodasi. Myopia berasal dari bahasa yunani muopia yang memiliki arti menutup mata.
Myopia merupakan manifestasi kabur bila melihat jauh, istilah populernya adalah
nearsightedness.(American Optometric Association, !!"#
Myopia atau biasa juga disebut sebagai rabun jauh merupakan jenis kerusakan mata yang
disebabkan pertumbuhan bola mata yang terlalu panjang atau kelengkungan kornea yang terlalu
cekung. ($idarta, %&&"#.
Myopia merupakan kelainan refraksi dimana berkas sinar sejajar yang memasuki mata tanpa
akomodasi, jatuh pada fokus yang berada di depan retina. ('anjung, %&&(#.
Myopia merupakan mata dengan daya lensa positif yang lebih kuat sehingga sinar yang sejajar
atau datang dari tidak terhingga difokuskan di depan retina. (Mansjoer, %&&%#.
Myopia adalah suatu bentuk kelainan refraksi dimana sinar)sinar sejajar yang datang dari jarak
tak terhingga oleh mata dalam keadaan tidak berakomodasi dibiaskan pada satu titik di depan
retina. (Ori*a, %&&(#.
B. Fisiologi Penglihatan Normal
+embentukan bayangan di retina memerlukan empat proses. +ertama, pembiasan sinar,cahaya.
-al ini berlaku apabila cahaya melalui perantaraan yang berbeda kepadatannya dengan
kepadatan udara, yaitu kornea, humor a.ueous , lensa, dan humor /itreus. 0edua, akomodasi
lensa, yaitu proses lensa menjadi cembung atau cekung, tergantung pada objek yang dilihat itu
dekat atau jauh. 0etiga, konstniksi pupil, yaitu pengecilan garis pusat pupil agar cahaya tepat di
retina sehingga penglihatan tidak kabur. +upil juga mengecil apabila cahaya yang terlalu terang
memasukinya atau mele1atinya, dan ini penting untuk melindungi mata dari paparan cahaya
yang tiba)tiba atau terlalu terang. 0eempat, pemfokusan, yaitu pergerakan kedua bola mata
sedemikian rupa sehingga kedua bola mata terfokus ke arah objek yang sedang dilihat. (-amim,
%&&(#
Mata secara optik dapat disamakan dengan sebuah kamera fotografi biasa. Mata memiliki
sususan lensa, sistem diafragma yang dapat berubah)ubah (pupil#, dan retina yang dapat
disamakan dengan film. $usunan lensa mata terdiri atas empat perbatasan refraksi2 (# perbatasan
antara permukaan anterior kornea dan udara, (%# perbatasan antara permukaan posterior kornea
dan udara, ((# perbatasan antara humor a.ueous dan permukaan anterior lensa kristalinaa, dan
(3# perbatasan antara permukaan posterior lensa dan humor /itreous. Masing)masing memiliki
indek bias yang berbeda)beda, indek bias udara adalah , kornea .(4, humor a.ueous .((, lensa
kristalinaa (rata)rata# .3&, dan humor /itreous .(3. (5uyton, !!"#
6ila semua permukaan refraksi mata dijumlahkan secara aljabar dan bayangan sebagai sebuah
lensa. $usunan optik mata normal akan terlihat sederhana dan skemanya sering disebut sebagai
reduced eye. $kema ini sangat berguna untuk perhitungan sederhana. +ada reduced eye
dibayangkan hanya terdpat satu lensa dengan titik pusat " mm di depan retina, dan mempunyai
daya bias total 7! dioptri pada saat mata melihat jauh. 8aya bias mata bukan dihasilkan oleh
lensa kristalinaa melainkan oleh permukaan anterior kornea. Alasan utama dari pemikiran ini
adalah karena indeks bias kornea jauh berbeda dari indeks bias udara. $ebaliknya, lensa
kristalinaa dalam mata, yang secara normal bersinggungan dengan cairan disetiap
permukaannya, memiliki daya bias total hanya %& dioptri, yaitu kira)kira sepertiga dari daya bias
total susunan lensa mata. 6ila lensa ini diambil dari mata dan kemudian lingkungannya adalah
udara, maka daya biasnya akan menjadi 9 kali lipat. $ebab dari perbedaan ini ialah karena cairan
yang mengelilingi lensa mempunyai indeks bias yang tidak jauh berbeda dari indeks bias lensa.
:amun lensa kristalinaa adalah penting karena lengkung permukaannya dapat mencembung
sehingga memungkinkan terjadinya akomodasi. (5uyton, !!"#
+embentukan bayangan di retina sama seperti pembentukan bayangan oleh lensa kaca pada
secarik kertas. $usunan lensa mata juga dapat membentuk bayangan di retina. 6ayangan ini
terbalik dari benda aslinya, namun demikian presepsi otak terhadap benda tetap dalam keadaan
tegak, tidak terbalik seperti bayangan yang terjadi di retina, karena otak sudah dilatih menangkap
bayangan yang terbalik itu sebagai keadaan normal. (5uyton, !!"#
Mata kita menjalani serangkaian proses untuk dapat melihat. +roses ini mirip dengan proses
yang terjadi dalam sebuah kamera saat digunakan untuk memotret. 5elombang cahaya masuk
mele1ati sejumlah lensa kamera yang kemudian memfokuskan gambar yang kita potret serta
memproyeksikannya ke permukaan film. +ada mata kita, yang berfungsi sebagai film adalah
retina. $aat mata kita melihat suatu benda, mata kita menerima cahaya yang dipantulkan oleh
benda tersebut. ;ahaya masuk melalui lensa mata yang memfokuskan gambar dan
memproyeksikannya ke retina yang terletak di belakang. <etina merupakan lapisan sel)sel yang
sangat sensitif terhadap cahaya. 6agian retina yang dapat menerima dan meneruskan detil)detil
gambar disebut macula. Macula tersusun dari lapisan)lapisan sel yang dapat mengubah energi
cahaya menjadi impuls elektrokimia. Informasi ini kemudian dikirim ke syaraf optik yang akan
meneruskannya ke otak yang kemudian memprosesnya sehingga dapat mengenali
gambar tersebut. Itulah cara kita melihat sesuatu. (=ohanes $urya#
$el)sel yang menyusun retina pada mata kita terdiri dari sel)sel berbentuk batang (rod#, kerucut
(cone#, dan sel)sel ganglia. 'otal sel yang berbentuk batang dan kerucut bisa mencapai jumlah
%7 juta sel. $emuanya berfungsi sebagai sensor cahaya atau photoreceptor. <asio perbandingan
rod dan cone bisa mencapai 4 banding (rod lebih banyak dari cone#. Rod merupakan sel)sel
yang paling sensitif karena 1alaupun hanya ada sedikit cahaya (misalnya hanya ada satu partikel
foton# sel)sel ini masih tetap dapat mendeteksinya. $el)sel ini juga dapat memproduksi gambar
hitam)putih tanpa memerlukan banyak cahaya. Cone baru berfungsi saat ada cukup cahaya,
misalnya saat siang hari atau saat kita sedang menyalakan lampu yang terang di dalam ruangan.
Cone berfungsi untuk memberikan kita detil)detil obyek beserta 1arnanya. Informasi)informasi
yang diterima sel)sel rod dan cone ini kemudian dikirimkan ke sel)sel ganglia (ada sekitar satu
juta sel# dalam retina. 5anglia inilah yang kemudian mengartikan informasi tersebut dan
mengirimkannya ke otak dengan bantuan syaraf optik. (=ohanes $urya#
D. Penglihatan pada Mata Myopia
Myopia adalah kondisi di mana sinar > sinar sejajar yang masuk ke bolamata titik fokusnya jatuh
di depan retina. (:isna, %&&4#
0ata myopia sendiri sebenarnya baru dikenal pada sekitar abad ke %, yang mana terbentuk dari
dua kata meyn yang berarti menutup, dan ops yang berarti mata. Ini memang menyiratkan salah
satu ciri > ciri penderita myopia yang suka menyipitkan matanya ketika melihat sesuatu yang
baginya tampak kurang jelas, karena dengan cara ini akan terbentuk debth of focus di dalam bola
mata sehingga titik fokus yang tadinya berada di depan retina, akan bergeser ke belakang
mendekati retina. (:isna, %&&4#
$ebenarnya, myopia juga dapat dikatakan merupakan keadaan di mana panjang fokus media
refrakta lebih pendek dari sumbu orbita (mudahnya, panjang aksial bola mata jika diukur dari
kornea hingga makula lutea di retina#. (:isna, %&&4#
6erdasarkan pengertian ini, maka dikenal dua jenis myopia, yaitu2 (:isna, %&&4#
Myopia aksial, adalah myopia yang disebabkan oleh sumbu orbita yang lebih panjang
dibandingkan panjang fokus media refrakta. 8alam hal ini, panjang fokus media refrakta
adalah normal (? %%,9 mm# sedangkan panjang sumbu orbita @ %%,9 mm.
Myopia aksial disebabkan oleh beberapa faktor seperti;
. Menurut +lempius (9(%#, memanjangnya sumbu bolamata tersebut disebabkan oleh
adanya kelainan anatomis.
%. Menurut 8onders (493#, memanjangnya sumbu bolamata tersebut karena bolamata
sering mendapatkan tekanan otot pada saat kon/ergensi.
(. Menurut Ae/insohn (!%7#, memanjangnya sumbu bolamata diakibatkan oleh seringnya
melihat ke ba1ah pada saat bekerja di ruang tertutup, sehingga terjadi regangan pada
bolamata.
Myopia refraktif, adalah myopia yang disebabkan oleh bertambahnya indek bias media
refrakta. ($idarta, %&&4#
+ada myopia refraktif, menurut Albert B. $loane dapat terjadi karena beberapa macam sebab,
antara lain 2
. 0ornea terlalu melengkung (C "," mm#.
%. 'erjadi hydrasi , penyerapan cairan pada lensa kristalinaa sehingga bentuk lensa
kristalinaa menjadi lebih cembung dan daya biasnya meningkat. -al ini biasanya terjadi
pada penderita katarak stadium a1al (imatur#.
(. 'erjadi peningkatan indeks bias pada cairan bolamata (biasanya terjadi pada penderita
diabetes melitus#.
6eberapa hal yang mempengaruhi resiko terjadinya myopia, antara lain2
. 0eturunan. Orang tua yang mempunyai sumbu bolamata yang lebih panjang dari normal
akan melahirkan keturunan yang memiliki sumbu bolamata yang lebih panjang dari
normal pula.
%. <as,etnis. 'ernyata, orang Asia memiliki kecenderungan myopia yang lebih besar ("&D >
!&D# dari pada orang Bropa dan Amerika ((&D > 3&D#. +aling kecil adalah Afrika (&D
> %&D#.
(. +erilaku. 0ebiasaan melihat jarak dekat secara terus menerus dapat memperbesar resiko
myopia. 8emikian juga kebiasaan membaca dengan penerangan yang kurang memadai.
. !lasifikasi Myopia
$ecara klinik dan berdasarkan perkembangan patologik yang timbul pada mata maka myopia
dapat dibagi dalam2
Myopia simpleks2 pada myopia simplek biasanya tidak disertai kelainan patologik fundus akan
tetapi dapat disertai kelainan fundus ringan. 0elainan fundus yang ringan ini dapat berupa kresen
myopia (myopiaic crecent# yang ringan yang berkembang sangat lambat. 6iasanya tidak terdapat
perubahan organik. 'ajam penglihatan dengan koreksi yang sesui dapat mencapai normal. 6erat
kelainan refraktif yang biasanya kurang dari )78 atau )98. 0eadaan ini dapat juga disebut
sebagai myopia fisiologik. ($idarta, %&&"#.
Myopia patologik2 myopia patologik disebut juga myopia degeneratif, myopia maligna atau
myopia progresif. 0eadaan ini dapat ditemukan pada semua umur dan terjadi sejak lahir. 'anda)
tanda myopia maligna, adalah adanya progresifitas kelainan fundus yang khas pada pemeriksaan
oftalmoskopik. +ada anak)anak diagnosis ini sudah dapat dibuat jika terdapat peningkatan
beratnya myopia dengan 1aktu yang relatif pendek. 0elainan refraktif yang terdapat pada
myopia patologik biasanya melebihi )9 8. ($idarta, %&&"#.
5ejala subyektif2
0abur bila melihat jauh.
Membaca atau melihat benda kecil harus dari jarak dekat
Aekas lelah bila membaca (karena kon/ergensi yang tidak sesuai dengan akomodasi#,
asteno/ergens.
5ejala obyektif2
Myopia simpleks2
+ada segmen anterior ditemukan bilik mata yang dalam dan pupil yang relatif lebar.
0adang)kadang ditemukan bola mata yang agak menonjol.
+ada segmen posterior biasanya terdapat gambaran yang normal atau dapat disertai
cresen myopia (myopiaic crescent# yang ringan di sekitar papil syaraf optik.
Myopia patologik2
5ambaran pada segmen anterior serupa dengan myopia simpleks
5ambaran yang ditemukan pada segmen posterior berupa kelainan)kelainan pada2
. 6adan kaca2 dapat ditemukan kekeruhan berupa perdarahan atau degenerasi yang
terlihat sebagai floaters, atau benda)benda yang mengapung dalam badan kaca.
0adang)kadang ditemukan ablasi badan kaca yang dianggap belum jelas
hubungannya dengan keadaan myopia.
%. +apil syaraf optik2 terlihat pigmentasi peripapil, kresen myopia, papil terlihat
lebih pucat yang meluas terutama ke bagian temporal. 0resen myopia dapat ke
seluruh lingkaran papil, sehingga seluruh papil dikelilingi oleh daerah koroid
yang atrofi dan pigmentasi yang tidak teratur
(. Makula2 berupa pigmentasi di daerah retina, kadang)kadang ditemukan
perdarahan subretina pada daerah makula.
3. <etina bagian perifer2 berupa degenerasi sel retina bagian perifer.
7. $eluruh lapisan fundus yang tersebar luas berupa penipisan koroid dan retina.
Akibat penipisan retina ini maka bayangan koroid tampak lebih jelas dan disebut
sebagai fundus tigroid. ($idarta, %&&"#
.". !lasifikasi myopia se#ara klinis adalah$ (American Optometric Association,
!!"#.
. $impel myopia2 adalah myopia yang disebabkan oleh dimensi bolamata yang terlalu
panjang, atau indeks bias kornea maupun lensa kristalinaa yang terlalu tinggi.
%. :okturnal myopia2 adalah myopia yang hanya terjadi pada saat kondisi sekeliling kurang
cahaya. $ebenarnya, fokus titik jauh mata seseorang ber/ariasi terhadap le/el
pencahayaan yang ada. Myopia ini dipercaya penyebabnya adalah pupil yang membuka
terlalu lebar untuk memasukkan lebih banyak cahaya, sehingga menimbulkan aberasi dan
menambah kondisi myopia.
(. +seudomyopia2 diakibatkan oleh rangsangan yang berlebihan terhadap mekanisme
akomodasi sehingga terjadi kekejangan pada otot > otot siliar yang memegang lensa
kristalinaa. 8i Indonesia, disebut dengan myopia palsu, karena memang sifat myopia ini
hanya sementara sampai kekejangan akomodasinya dapat direlaksasikan. Entuk kasus
ini, tidak boleh buru > buru memberikan lensa koreksi.
3. 8egenerati/e myopia2 disebut juga malignant, pathological, atau progressive myopia.
6iasanya merupakan myopia derajat tinggi dan tajam penglihatannya juga di ba1ah
normal meskipun telah mendapat koreksi. Myopia jenis ini bertambah buruk dari 1aktu
ke 1aktu.
7. Induced (ac.uired# myopia2 merupakan myopia yang diakibatkan oleh pemakaian obat >
obatan, naik turunnya kadar gula darah, terjadinya sklerosis pada nukleus lensa, dan
sebagainya.
.%. !lasifikasi myopia yang &m&m diketah&i adalah berdasarkan &k&ran dioptri
lensa yang dib&t&hkan &nt&k mengkoreksinya
. <ingan 2 lensa koreksinya &,%7 s,d (,&& 8ioptri
%. $edang2 lensa koreksinya (,%7 s,d 9,&& 8ioptri.
(. 6erat2 lensa koreksinya @ 9,&& 8ioptri. +enderita myopia kategori ini ra1an terhadap
bahaya pengelupasan retina dan glaukoma sudut terbuka. ($idarta,%&&"#
.'. !lasifikasi myopia berdasar &m&r
. ;ongenital (sejak lahir dan menetap pada masa anak)anak#
%. =outh)onset myopia (C %& tahun#
(. Barly adult)onset myopia (%)3& tahun#
3. Aate adult)onset myopia (@ 3& tahun#. ($idarta, %&&"#
F. tiologi
'erjadi karena bola mata tumbuh terlalu panjang saat bayi. 8ikatakan pula, semakin dini mata
seseorang terkena sinar terang secara langsung, maka semakin besar kemungkinan mengalami
myopia. Ini karena organ mata sedang berkembang dengan cepat pada tahun)tahun a1al
kehidupan. Akibatnya para penderita myopia umumnya merasa bayangan benda yang dilihatnya
jatuh tidak tepat pada retina matanya, melainkan di depannya (;urtin, %&&%#.
(. Patofisiologi Myopia
Myopia dapat terjadi karena ukuran sumbu bola mata yang relatif panjang dan disebut sebagai
myopia aksial. 8apat juga karena indeks bias media refraktif yang tinggi, atau akibat indeks
refraksi kornea dan lensa yang terlalu kuat. 8alam hal ini disebut sebagai myopia refraktif.
(;urtin, %&&%#
Myopia degenertif atau myopia maligna biasanya bila myopia lebih dari 9 dioptri disertai
kelainan pada fundus okuli dan pada panjangnya bola mata sampai terbentuk stafiloma postikum
yang terletak pada bagian temporal papil disertai dengan atrofi korioretina. Atrofi retina berjalan
kemudian setelah terjadinya atrofi sklera dan kadang)kadang terjadi ruptur membrane Bruch
yang dapat menimbulkan rangsangan untuk terjadinya neo/askularisasi subretina. +ada myopia
dapat terjadi bercak Fuch berupa hiperplasi pigmen epitel dan perdarahan, atropi lapis sensoris
retina luar, dan de1asa akan terjadi degenerasi papil saraf optik. ($idarta, %&&7#.
). Insidensi Myopia pada Anak
8ari sur/ey yang dilakukan terhadap %%94 anak berusia ")( tahun yang diperiksa dari %(
$ekolah 8asar di =ogyakarta, sebanyak % sekolah dasar berasal dari daerah perkotaan dan
dari pedesaan yang tersebar di 7 0abupaten di 8I=. 0ejadian myopia (rabun jauh# pada anak
usia sekolah dasar di 8I= adalah 4,%!D dengan pre/alensi di kota dan di desa masing)masing
!,3!D dan 9,4"D. ($upartoto, %&&"#
$ekitar 9%,4D penderita myopia adalah anak)anak dari daerah perkotaan, sedangkan dari
keseluruhan subyek myopia ini, 7D diantaranya tergolong penderita myopia tinggi yang
dicirikan dengan ukuran kacamata lebih dari minus 7 dioptri. ($upartoto, %&&"#
Anak perempuan lebih banyak menderita myopia dari pada anak laki)laki, dengan perbandingan
perempuan terhadap laki)laki ,3 2 . +erbandingan serupa pada myopia tinggi adalah (,7 2 .
$ebanyak (&D penderita myopia berasal dari keluarga dengan golongan ekonomi menengah ke
atas. ($upartoto, %&&"#
8alam penelitian yang dilakukan oleh Imam 'iharyo terdapat %" anak sekolah dasar yang ikut
dalam peneltian ini. 9( orang dari kelompok sekolah dasar perkotaan dan 93 orang anak dari
kelompok sekolah daerah pedesaan. $etelah 9 bulan %3 anak ((4,D# dari kelompok perkotaan,
dan 4 anak (%,7D# dari kelompok pedesaan mengalami pertambahan myopia. -al tersebut
bermakna secara statistik pF&,&% dan << (,&3 (!7D ;I 2 ,34)9,%"#. <erata pertambahanmyopia
pada kelompok perkotaan sebesar )&,4(8 (? &,%38# dan >&,9 (?&,48# pada kelompok
pedesaan. Ada perbedaan yang signifikan antara akti/itas melihat dekat pada anak daerah
perkotaan dan pedesaan dengan pFC &,&&. Entuk faktor risiko jenis kelamin, ri1ayat myopia
pada orang tua tidak terdapat hubungan yang bermakna sklera statistik terhadap pertambahan
myopia, sedangkan untuk faktor risiko usia, dan sosial ekonomi bermakna secara statistik
terhadap pertambahan myopia. ('anjung, %&&"#
I. Diagnosis Myopia
Entuk mendiagnosis myopia dapat dilakukan dengan beberapa pemeriksaan pada mata,
pemeriksaan tersebut adalah sebagai berikut2
I.". *efraksi +&byektif
8iagnosis myopia dapat ditegakkan dengan pemeriksaan <efraksi $ubyektif, metode yang
digunakan adalah dengan Metoda Gtrial and errorH Iarak pemeriksaan 9 meter, 7 meter, %& kaki.
8igunakan kartu $nellen yang diletakkan setinggi mata penderita, Mata diperiksa satu persatu
dibiasakan mata kanan terlebih dahulu 8itentukan /isus , tajam penglihatan masing)masing
mata 6ila /isus tidak 9,9 dikoreksi dengan lensa sferis negatif, bila dengan lensa sferis negatif
tajam penglihatan membaik atau mencapai 7,7, 9,9, atau %&,%& maka pasien dikatakan menderita
myopia, apabila dengan pemberian lensa sferis negatif menambah kabur penglihatan kemudian
diganti dengan lensa sferis positif memberikan tajam penglihatan 7,7, 9,9, atau %&,%& maka
pasien menderita hipermetropia. (Maria, %&&4#
I.%. *efraksi Obyektif
=aitu menggunakan retinoskopi, dengan lensa kerja JK%.&&8 pemeriksa mengamati refleks
fundus yang bergerak berla1anan arah dengan arah gerakan retinoskop (against mo/ement#
kemudian dikoreksi dengan lensa sferis negatif sampai tercapai netralisasi (Maria, %&&4#
I.'. A&torefraktometer ,komp&ter-
=aitu menentukan myopia atau besarnya kelainan refraksi dengan menggunakan komputer.
(Maria, %&&4#
.. Penatalaksanaan Myopia pada Anak
+enatalaksanaan myopia pada anak sampai sekarang penyembuhan kelainan mata pada anak
masih merupakan kontra diantara dokter mata. $ejauh ini yang dilakukan adalah mencoba
mencari bagaimana mencegah kelainan refraksi pada anak atau mencegah jangan sampai
menjadi parah. ($etio1ati, %&&4#
..". Dengan memberikan koreksi lensa
0oreksi myopia dengan menggunakan lensa konkaf atau lensa negatif, perlu diingat bah1a
cahaya yang melalui lensa konkaf akan disebarkan. 0arena itu, bila permukaan refraksi mata
mempunyai daya bias terlalu besar, seperti pada myopia, kelebihan daya bias ini dapat
dinetralisasi dengan meletakkan lensa sferis konkaf di depan mata. (5uyton, !!"#
6esarnya kekuatan lensa yang digunakan untuk mengkoreksi mata myopia ditentukan dengan
cara trial and error, yaitu dengan mula)mula meletakan sebuah lensa kuat dan kemudian diganti
dengan lensa yang lebih kuat atau lebih lemah sampai memberikan tajam penglihatan yang
terbaik. (5uyton, !!"#
+asien myopia yang dikoreksi dengan kacamata sferis negatif terkecil yang memberikan
ketajaman penglihatan maksimal. $ebagai contoh bila pasien dikoreksi dengan )(.&& dioptri
memberikan tajam penglihatan 9,9, demikian juga bila diberi sferis )(.%7 dioptri, maka
sebaiknya diberikan koreksi )(.&& dioptri agar untuk memberikan istirahat mata dengan baik
setelah dikoreksi. ( $idarta, %&&"#
..%. Dengan obat/obatan
+enggunaan sikloplegik untuk menurunkan respon akomodasi untuk terapi pasien dengan
pseoudomyopia. 6eberapa penilitian melaporkan penggunaan atropine dan siklopentolat setiap
hari secara topikal dapat menurunkan progresifitas dari myopia pada anak)anak usia kurang %&
tahun. Meskipun tidak menunjukan kegelisahan yang berlebih dan memiliki resiko yang sama
dengan penggunaan sikloplegik dalam jangka panjang dan memiliki sensi/itas yang sama dalam
respon terhadap cahaya untuk medilatasikan pupil (midriasis#. 0arena inakti/asi muskulus
siliaris, pemberian lensa positif tinggi (eLM %.7&8# dapat digunakan untuk penglihatan dekat.
+emberian atropine memiliki efek samping yaitu reaksi alergi, dan keracunan sistemik.
+emakaian atropine dalam jangka panjang dapat memberikan efek samping pada retina.
(American Optometric Association, !!"#.
..'. 0erapi 1is&s ,1ision therapy-
'ajam penglihatan yang tidak dikoreksi pada myopia dapat diperbaiki pada pasien dengan
menggunakan terapi penglihatan, tetapi tidak menunjukan penurunan myopia. hal ini adalah cara
yang diusulkan untuk menurunkan progresifitas myopia. $elama ini belum ada penelitian yang
melakukan pengujian dari usulan tersebut terhadap keberhasilan dalam menurunkan progresifitas
myopia. 'erapi penglihatan (/ision therapy# yang digunakan untuk menurunkan respon
akomodasi sering digunakan pada pasien pseudomyopia. (American Optometric Association,
!!"#.
..2 Orthokeratology
Orthokeratology adalah cara pencocokan dari beberapa seri lensa kontak, lebih dari satu minggu
atau bulan, untuk membuat kornea menjadi datar dan menurunkan myopia. 0ekakuan lensa
kontak yang digunakan sesuai dengan standar. 'ergantung dari respon indi/idu dalam
orthokeratology yang sesekali beruba)ubah, penurunan myopia sampai dengan (.&& dioptri pada
beberapa pasien, dan rata)rata penurunan yang dilaporkan dalam penelitian adalah &."7).&&
dioptri. 6eberapa dari penurunan ini terjadi antara 3)9 bulan pertama dari program
orthokeratology, kornea dengan kelengkungan terbesar memiliki beberapa pemikiran dalam
keberhasilan dalam membuat pemerataan kornea secara menyeluruh. 8engan follo1up yang
cermat, orthokeratology akan aman dengan prosedur yang efektif. Meskipun myopia tidak selalu
kembali pada le/el dasar, pemakaian lensa tambahan pada beberapa orang dalam beberapa jam
sehari adalah umum, untuk keseimbangan dalam memperbaiki refraksi. (American Optometric
Association, !!"#.
6eberapa lensa kontak yang didesain secara khusus untuk mengubah secara maksimal sesuai
standarnya. 0ekakuan lensa pada kelengkungan kornea lebih tinggi dari pada permukaan kornea.
-asil yang didapatkan dapat menurunkan myopia hingga %.&& dioptri. Orthokeratology dengan
beberapa lensa seragam, dapat mengurangi permukaan kornea yang tidak rata. Orthokeratology
adalah penampilan yang umum pada anak muda 1alaupun menggunakan lensa yang kaku tetapi
dapat mengontrol myopia, lensa kontak yang permeable pada anak)anak menjadi pilihan yang
disukai. (:isna, %&&4#
Mengurangi kelengkungan (artinya, membuat kondisinya menjadi lebih flat,rata# permukaan
depan kornea, yang tujuannya adalah mengurangi daya bias sistem optis bolamata sehingga titik
fokusnya bergeser mendekat ke retina. Metode non operatif untuk ini adalah orthokeratology,
yaitu dengan menggunakan lensa kontak kaku untuk (selama beberapa 1aktu# memaksa kontur
kornea mengikuti kontur lensa kontak tersebut. (:isna, %&&4#
..3. Bedah *efraksi
Methode bedah refraksi yang digunakan terdiri dari2
<adial keratotomy (<0#, dimana pola jari)jari yang melingkar dan lemah diinsisi di parasentral.
6agian yang lemah dan curam pada permukaan kornea dibuat rata. Iumlah hasil perubahan
tergantung pada ukuran *ona optik, angka dan kedalaman dari insisi. Meskipun pengalaman
beberapa orang menjalani radial keratotomy menunjukan penurunan myopia, sebagian besar
pasien sepertinya menyukai dengan hasilnya. 8imana dapat menurunkan pengguanaan lensa
kontak. 0omplikasi yang dilaporkan pada bedah radial keratotomy seperti /ariasi diurnal dari
refraksi dan ketajaman penglihatan, silau, penglihatan ganda pada satu mata, kadang)kadang
penurunan permanen dalam koreksi tajam penglihatan dari yang terbaik, meningkatnya
astigmatisma, astigmatisma irregular, anisometropia, dan perubahan secara pelan)pelan menjadi
hiperopia yang berlanjut pada beberapa bulan atau tahun, setelah tindakan pembedahan.
+erubahan menjadi hiperopia dapat muncul lebih a1al dari pada gejala presbiopia. <adial
keratotomy mungkin juga menekan struktur dari bola mata. (American Optometric Association,
!!"#.
Aaser photorefracti/e keratectomy adalah prosedur dimana kekuatan kornea ditekan dengan
ablasi laser pada pusat kornea. 8ari kumpulan hasil penelitian menunjukan 34)!%D pasien
mencapai /isus 9,9 (%&,%&# setelah dilakukan photorefracti/e keratectomy. ).7 dari koreksi
tajam penglihatan yang terbaik didapatkan hasil kurang dari &.3)%.! D dari pasien. (American
Optometric Association, !!"#.
0ornea yang keruh adalah keadaan yang biasa terjadi setelah photorefracti/e keratectomy dan
setelah beberapa bulan akan kembali jernih. +asien tanpa bantuan koreksi kadang)kadang
menyatakan penglihatannya lebih baik pada 1aktu sebelum operasi. +hotorefracti/e keratectomy
refraksi menunjukan hasil yang lebih dapat diprediksi dari pada radial keratotomy. (American
Optometric Association, !!"#.
DAF0A* P4+0A!A
1. http://www.aoa.org/documents/CPG-15.pdf.
2. http://puspasca.ugm.ac.id/files/Abst_ !"#$-%-&''"(.pdf.
3. http://librar).usu.ac.id/download/f*/pn)mata-halima.pdf.
4. http://f*uii.org/ti*i-download_wi*i_attachment.php+
att,d-11#".page-/eguh0&'1udra2at.
5. 3aoughan et all4 5ptalmolog) 6mum.edisi 17.8id)a 9edi*a.&'''.
6. American 5ptometric Association4 5ptometric Clinical Practice Guidline
Care of the Patient with 9)opia4 1$$"
7. ,l)as4 1.4 &''". Ilmu penyakit Mata. :disi ;e-!. <a*arta4 =; 6,
8. www.opti*nisna.com/pen)ebab-mata-butuh-*acamata.html
9. Curtin. >.4 <.4 &''&. The Myopia. Philadelphia %arper . ?ow. !7@-!@1
10. 9ans2oer4 A.4 &''&. Kapita Selekta Kedokteran. :disi ;e-! <ilid 1. 9edia
Aesculapius. <a*arta4 =; 6,
11. Gu)ton and %all. Buku Ajar Fisiologi Kedokteran. :GC. :disi $. 1$$".