Anda di halaman 1dari 19

I.

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Segala proses reaksi kimia yang terjadi didalam makhluk hidup disebut
metabolisme. Metabolisme adalah seluruh proses biokimia di dalam tubuh
yang mengubah suatu zat menjadi zat lain. Seperti saat proses respirasi,
fotosintesis pada tumbuhan, serta berperan dalam aktivitas sel. Makhluk hidup
dapat

mengubah

senyawa

kimia

dari

lingkungan

sekitarnya

untuk

mempertahankan kelangsungan hidupnya. Metabolisme merupakan proses


sintesis dan proses penguraian senyawa atau komponen dalam sel hidup.
Proses pembentukan molekul komplek dari molekul yang sederhana itulah
yang disebut dengan anabolisme, sebaliknya proses penguraian disebut
katabolisme. Semua proses reaksi pada saat

metabolisme dikatalisis oleh

enzim. Untuk mengetahui bagaimana proses metabolisme, maka dilakukan


praktikum yang berfungsi untuk mengetahui adanya plasmolisis serta
deplasmolisis pada daun Jadam (Rhoeo discolor), untuk mengetahui adanya
proses fotosintesis pada tanaman Hydrilla dan serta untuk mengetahui proses
respirasi pada jangkrik dan tanaman kecambah atau toge.

B.Tujuan
1. Mengamati terjadinya Plasmolisis pada sel tumbuhan
2. Memahami proses Fotosintesis pada tumbuhan berklorofil
3. Memahami proses Respirasi yang terjadi pada organisme hidup
4. Mengetahui faktor-fakor yang mempengaruhi metabolisme

II. TINJAUAN PUSTAKA

Semua kegiatan hidup yang terdapat dalam sel tidak dapat di pisahkan dengan
reaksi kimia. Pertumbuhan, perkembangan, sekresi, ekskresi, dan kegiatan hidup
lainnya merupakan proses reaksi kimia. Namun secara garis besarnya perubahan
reaksi kimia atau metabolism, dalam sel dapat di bedakan menjadi dua yaitu
anabolisme atau reaksi penyusunan atau sintesis dan katabolisme atau
pembongkaran atau pemecahan (Slamet, 2004).

Metabolisme adalah reaksi-reaksi kimia yang terjadi di dalam sel. Reaksi kimia
ini akan mengubah suatu zat menjadi zat lain. Metabolisme terdiri atas dua proses
yaitu anabolisme dan katabolisme. Anabolisme adalah proses-proses penyusunan
energi kimia melalui sintesis senyawa-senyawa organik. Sedangkan katabolisme
adalah proses penguraian dan pembebasan energi dari senyawa-senyawa organik
melalui proses respirasi. Semua reaksi tersebut dikatalisis oleh enzim, baik oleh
reaksi yang sederhana maupun reaksi yang rumit. Atau dengan pengertian lain:
Anabolisme adalah pembentukan molekul-molekul kompleks dari molekul
sederhana. Contohnya adalah pada fotosintesis. Katabolisme adalah penguraian
molekul-molekul kompleks menjadi molekul-molekul sederhana, contohnya pada
respirasi (Renobayan, 2012).

Anabolisme adalah penyusunan senyawa kimia sederhana menjadi senyawa kimia


atau molekul kompleks. Anabolisme pada tumbuhan di kenal dengan fotosintesis
yang menggunakan energi cahaya, sedangkan anabolisme yang menggunakan
energi kimia di kenal dengan kemosintesis (Slamet,2004).

Katabolisme adalah membebaskan energi dengan cara merombak molekulmolekul kompleks menjadi senyawa yang lebih sederhana. Sebuah proses utama

metabolism adalah respirasi seluler, dimana gula glukosa dan bahan organik
lainnya di rombak menjadi karbodioksida dan air (Cambell,2000).

Plasmolisis adalah peristiwa terlepasnya protoplasma dari dinding sel jika adanya
penurunan volume vakuola yang sangat besar dan pada lingkungan yang bersifat
hipertonis.. Hal ini dapat dilihat pada sel spirogyra yang diletakkan pada larutan
hipertonik terhadap sitosol sel tersebut, maka air yang berada dalam vakuola
merembes keluar sel, akibatnya protoplasma mengkerut dan terjadi plasmolisis
(Krisdianto, 2005).

Deplasmolisis adalah proses kembalinya ke dalam bentuk semula apabila


lingkungan sel tersebut diganti dengan larutan yang hipotonik (lebih encer dari
larutan sel. Proses ini disebut dengan plasmolisis keadaan ini dapat kembali ke
keadaan semula apabila lingkungan tersebut diganti dengan larutan hipertonik.
Proses ini disebut dengan desplasmolisis (Salisbury, 1995).

Fotosintesis adalah proses pembentukan molekul-molekul makanan yang


kompleks dan berenergi tinggi dari komponen-komponen yang lebih sederhana
oleh tumbuhan hijau dan organisme autotrofik lainnya dengan keberadaan energi
cahaya (Fried, 2005).

Fotosintesis adalah salah satu proses anabolisme. Fotosintesis merupakan proses


pembentukan molekul-molekul makanan yang kompleks dan berenergi tinggi dari
komponen-komponen yang lebih sederhana oleh tumbuhan hijau dan organisme
autotrofik lainya dengan keberadaan cahaya matahari. Fotosintesis berlangsung
melalui dua tahap yaitu reaksi terang dan reaksi gelap. Reaksi terang adalah reaksi
yang berlangsung karena bantuan cahaya matahari. Dalam proses ini, dihasilkan
ATP dalam jumlah kecil seperti juga dimitrokondria, pembentukan ATP
dipercaya terjadi secara kemiosmotik karena ATP dibentuk seiring dengan
penyerapan cahaya, reaksi tersebut diberi nama fotofosforilasi. Elektron klorofil
yang terenergisasi pada akhirnya menyelesaikan satu sirkuit, sehingga jalur itu
disebut fotofosforolasi siklik. Sedangkan keseluruhan jalur perpindahan elektron

dari air menuju fotosistem II, terus kefotosistem I, lalu ke NADP disebut
fosforilasi nonsiklik. Reaksi Gelap adalah jalur dimana terjadi reduksi CO2
menjadi gula. Komponen-komponen reaksi tersebut reaksi tersebut distroma
kloroplas. Reaksi gelap sesungguhnya tidak benar-benar harus terjadi dalam
kondisi gelap, hanya saja reaksi itu tidak bergantung pada matahari
(George J. 2006).

Fotosistem adalah suatu unit yang mampu menangkap energi cahaya matahari
yang terdiri dari klorofil a, kompleks antene dan akseptor elektron. Fotosistem
dapat di bedakan menjadi dua yaitu fotosistem I dan fotosistem II. Pada
fotosistem I penyerapan energi cahaya dilakukan oleh klorofil a yang di sebut
p700. Energi yang diperoleh p700 ditransfer dari kompleks antene. Pada
fotosistem II penyerapan energi dilakukan oleh klorofil a yang sensitive terhadap
panjang gelombang 680 nm. Secara sederhana reaksi kimia proses fotosintesis
dapat dibedakan menjadi dua. Yakni reaksi terang dan reaksi gelap. Reaksi terang
menggunakan energi cahaya, berlangsung di dalam membrane tilakoid dari
klorofil, menghasilkan senyawa ATP dan NADPH. Kedua senyawa yang di
hasilkan dalam reaksi terang ini akan di gunakan ddalam reaksi gelap. Reaksi
gelap berlangsung di dalam stroma dari kloroplas, menghasilkan glukosa (Slamet,
2004).

Respirasi atau pernafasan merupakan salah satu contoh proses katabolisme. Zat
sumber energi dalam tubuh organisme terdiri atas zat-zat organik seperti
karbohidrat, lemak, protein, asam amino, dan lain-lain. Apabila sumber energinya
adalah glukosa maka reaksi kimia respirasi tersebut dapat di sederhanakan
menjadi CHO + 6O 6HO + 6CO + energi. Respirasi sendiri adalah
proses pembebasan energi yang tersimpan dalam zat sumber energi melalui proses
kimia dengan menggunakan oksigen. Reaksi penguraian CO dan HO di atas
adalah reaksi kompleks yang dapat di bedakan menjadi 3 tahap. Yakni :
1. Glikolisis, 2. Daur krebs, 3. Transport elektron respirasi (Slamet, 2004).

III. METODOLOGI PRAKTIKUM

A. Waktu Dan Tempat


Waktu

: Kamis, 16 Oktober 2014

Tempat

: Laboratorium Zoologi lantai II

B. Alat dan Bahan


1. Plasmolisis
a. Gelas obyek
b. Gelas penutup
c. Silet
d. Mikroskop
e. Stopwatch
f. Pipet tetes
g. Larutan NaCl
h. Aquades
i. Larutan sukrosa
j. Sel Jadam (Rheo discolor)

2. Fotosintesis
a. Tumbuhan Hydrilla (Hydrilla sp)
b. Gelas piala 100 ml, 250 ml, 600 ml, 1000 ml
c. Tripot, Kasa asbes, Bunsen, cawan petri
d. Corong kaca 7 cm, tabung reaksi, batang gelas 25 cm
e. Termometer
f. Lampu listrik dengan reflektor 150 watt
g. Silet, Stopwatch, Counter
h. Statis dan klem, mistar serta timbangan

3. Respirasi
a. Respirometer
b. Vaselin
c. Kristal KOH
d. Kapas
e. Eosin
f. Stopwatch
g. Gunting
h. Meteran
i. Jarum suntik
j. Tauge (Flammulina velutipes)
k. Jangkrik (Gryllus asimilis)

C. Cara Kerja
1. Plasmolisis
a. Sayatlah permukaan daun Jadam Rhoeo discolor (bagian yang berwarna
ungu merah)
b. Letakkan sayatan pada preparat
c. Tetesi dengan larutan NaCl menggunakan pipet tetes
d. Letakkan preparat yang berisi sel jadam yang sudah di tetesi NaCl pada
meja mikroskop
e. Amati dibawah mikroskop. Apabila sel-sel daun Rhoeo discolor sudah
nampak jelas,
f. Amatilah dibawah mikroskop selama 5 menit, catatlah semua perubahan
yang terjadi.

2. Fotosintesis
a. Isikan masing-masing sebanyak 500 ml aquades kedalam gelas piala dan
tambahkan 0,5 gram NaHCO3 sambil diaduk hingga merata
b. Atur letak corong di dalam air. Untuk menyangga corong,gunakan tiga
potong kawat yang telah dibengkokan

c. Sediakan tanaman Hydrilla yang masih segar dibagi menjadi dua


kelompok dengan jumlah sama banyak
d. Masukkan masing-masing kelompok Hydrilla tersebut ke dalam corong
dengan cara mengatur bagian pangkal batang ke arah atas
e. Perlakukan pada gelas piala yang satu diletakkan pada sinar matahari
atau disinari dengan lampu 150 watt
f. Pada gelas piala yang disinari akan terbentuk gelembung-gelembung gas
dan tunggu sampai gelembung gas yang terbentuk cukup banyak
g. Selanjutnya tabung reaksi diangkat dan jangan sampai kemasukan udara
h. Uji gas yang terdapat dalam tabung tersebut dengan bara api dan
perhatikan apa yang terjadi.

3. Respirasi
a. Bungkus KOH dengan kapas dan letakkan di dalam tabung kemudian
masukkan Jangkrik (Gryllus asimilis) atau Tauge (Flammulina velutipes)
b. Oleskan vaselin pada mulut tabung kemudian tempelkan pada tabung
respirometer jingga rapat
c. Masukkan Eosin lewat pangkal respirometer menggunakan jarum suntik
dimulai dari titik 0 sampai 0,1 ml/s
d. Amati laju eosin pada tabung respirometer.

IV. HASIL PENGAMATAN DAN PEMBAHASAN

A. Data Pengamatan
1. Plasmolisis
a. Meja Kiri
Larutan

Waktu

Keterangan warna

Plasmolisis

NaCl

5 detik

Warna merah hilang tersisa warna pink

25 detik

Lubang (stomata) tertutup semua

30 detik

Ada warna hijau

40 detik

Warna hijau mulai menutupi warna pink

1 menit 28 detik

Sudah agak bening

2 menit

Warna pink menghilang

Deplasmolisis
H2O

1 menit 59 detik

Warna pink muncul kembali

b. Meja Kanan
Larutan

Waktu

Keterangan warna

Plasmolisis
NaCl

20 detik

Warna pink mulai menghilang

1 menit 39 detik

Warna pink menghilang, stomata tertutup

Deplasmolisis
H2O

1 menit 55 detik

Warna pink muncul kembali

2. Fotosintesis
Waktu

Jumlah Gelembung
Reaksi terang

Reaksi gelap

5 menit

10 menit

10

15 menit

10

3. Respirasi
1. Tauge (Flammulina velutipes)
Waktu

Laju respirasi

Laju respirasi rata-rata

5 menit

0,26 ml/s

0,26 ml/s

10 menit

0,50 ml/s

0,24 ml/s

15 menit

0,64 ml/s

0,14 ml/s

Jumlah

0,64 ml/s

Rata-rata

= 0,0007 ml/s

2. Jangkrik (Gryllus asimilis)


Waktu

Laju respirasi rata-rata

5 menit

1,28 ml/s

10 menit

1,43 ml/s

15 menit

2,17 ml/s

Jumlah

4,88 ml/s

Rata-rata

= 0,00542 ml/s

B. Pembahasan
1. Plasmolisis
Plasmolisis adalah penciutan sitoplasma yang menjauhi dinding sel
tumbuhan yang diletakkan pada medium hipertonik, karena terdesak oleh
zat kimia lain seperti glukosa serta kehilangan air oleh osmosis.
Deplasmolisis adalah kembalinya sel dalam bentuk semula karena
masuknya zat dari luar kedalam tubuh tumbuhan. Sedangkan lisis adalah
pecahnya sel disebabkan robeknya membran plasma akibat dari tekanan
osmosis yang tinggi dari larutan dalam sel yang konsentrasinya lebih
rendah daripada lingkungan luar sel. Sehingga menyebabkan cairan terus
masuk ke dalam sel, hal inilah yang disebut lisis.

Pada percobaan ini sel Jadam (Rhoe discolor) sebagai objek. Pada saat daun
Rhoe discolor ditetesi media air dapat terlihat sel daun berwarna ungu
kehijau-hijauan dan sel-selnya masih bersatu serta stomatanya masih
tertutup, hal ini dikarenakan karena adanya klorofil. Tetapi setelah ditetesi
menggunakan larutan NaCl terjadi perubahan warna dari yang semula
berwarna ungu berubah menjadi warna putih dan sel-selnya merenggang
serta stomatanya terbuka. Peristiwa ini menandakan bahwa terjadi peristiwa
plasmolisis disebabkan terlepasnya protoplasma dari dinding sel karena sel
berada pada larutan hipotonik. Namun ketika ditetesi kembali dengan air
(H2O), keadaan sel kembali seperti yang pertama yaitu berwana ungu tapi
warnanya lebih muda. Hal ini membuktikan bahwa terjadi peristiwa
deplasmoisis yaitu dimana sel kembali seperti keadaan semula jika
lingkungan diganti dengan larutan hipotonik.

Larutan hipotonis adalah konsentrasi larutan yang mana zat terlarut dengan
pelarut di dalam sel lebih rendah dari zat terlarut dengan pelarut di
lingkungan. Larutan isotonis adalah konsentrasi larutan yang mana zat
terlarut dengan pelarut di dalam sel sama dengan zat terlarut dengan pelarut
di lingkungan. Sedangkan larutan hipertonis adalah konsentrasi larutan yang

10

mana zat terlarut dengan pelarut di dalam sel lebih tinggi dari zat terlarut
dengan pelarut di lingkungan.

Gambar : Plasmolisis, Deplasmolisis & Lisis pada larutan yang hopotonis,


hipertonis dan isotonis

11

2. Fotosintesis
Pada percobaan fotosintesis ini tumbuhan Hydrilla sebagai objek penelitian.
Dalam percobaan fotosintesis

ini ternyata menghasilkan gelembung-

gelembung kecil pada tanaman yang terkena sinar matahari langsung


sedangkan pada tanaman yang berada dalam ruangan gelap tidak terlihat
adanya gelembung. Gelembung-gelembung kecil adalah bentuk bola-bola
yang berisi udara.

Faktor-faktor yang mempengaruhi ada tidaknya gelembung adalah:


1. Cahaya matahari
Cahaya merupakan sumber energi untuk fotosintesis. Intensitas cahaya
yang tinggi akan membuat fotosintesis menjadi efektif.
2. Suhu/Temperatur
Mempengaruhi enzim untuk fotosintesis. Jika suhu naik 10o C, kerja
enzim meningkat 2 kali lipat (tetapi hanya pada suhu tertentu, jika suhu
terlalu tinggi, justru merusak).
3. Ketersediaan CO2 dan H2O (air)
CO2 dan H2O (air)

yang diserap oleh tumbuhan hydrilla yang

kemudian diubah menjadi O2 dan energi , sehingga didalam tabung reaksi


yang yang sudah diisi air tersebut timbul gelembung-gelembung kecil
yang semakin lama semakin banyak. Jika kekurangan air, stomata
menutup sehingga menghalangi masuknya CO2. Semakin banyak gas
CO2 maka proses fotosintesis akan menjadi semakin baik. Demikian juga
dengan air yang digunakan untuk fotolisis air.
4. Pigmen Penyerapan Cahaya
Klorofil merupakan pigmen penyerapan cahaya. Untuk membuat klorofil,
diperlukan ion magnesium yang diserap dari tanah.
Dengan

adanya

gelembung

tersebut

membuktikan

adanya

proses

fotosintesis. Pada percobaan menggunakan tanaman Hydrilla sp di tempat


yang gelap tidak banyak mengeluarkan gelembung, hal ini disebabkan oleh
beberapa faktor diantaranya adalah cahaya dan tempat tanaman Hydrilla
ketika di amati serta faktor lain yang mempengaruhi proses fotosintesis.

12

Proses fotosintesis pada tumbuhan berklorofil :


Fotosintesis adalah peristiwa penyusunan zat makanan (zat organik gula)
dari zat anorganik (air dan karbondioksida) dengan bantuan energi matahari.
Tahapan dalam metabolisme adalah reaksi terang dan reaksi gelap.

6 CO2 + 6 H2O

C6H1206 + 6 02

1. Reaksi Terang (Fotolisis)


Reaksi terang (Fotolisis).dalam reaksi ini yaitu klorofil menyerap cahaya
merah dan energi yang ditangkap oleh klorofil digunakan untuk
memecah molekul air yang mengakibatkan molekul air pecah menjadi
hydrogen dan oksigen.
a. Siklik
Hanya menggunakan fotosistem I
Elektron dari fotosistem I di-recycle
Mensintesis ATP
b. Non Siklik
Menggunakan fotosistem II dan I
Elektron dari fotosistem II dihilangkan dan diganti oleh elektron
yang didonasikan oleh air
Mensintesis ATP dan NADPH
Donasi elektron mengkonversi air O2 dan 2H+
2. Reaksi gelap (Siklus Calvin)
CO2 + 2 NADPH2 + O2 > NADP + H2 + CO + O + H2 +O2
Reaksi gelap (Fiksasi) dalam reaksi ini terjadi pengikatan CO2 didalam
daun. CO2 ini akan berlangsung dengan ion hydrogen yang dihasilkan
dari reaksi terang, membentuk glukosa.
Reaksi Gelap (Fiksasi)
Tidak bergantung dengan cahaya matahari
13

Terjadi di stroma
Mengikat (fiksasi)molekul CO2
Membentuk glukosa (reaksi Calvin-Benson)
Mekanisme siklus Calvin dimulai dengan fiksasi CO2 oleh ribulosa
difosfat karboksilase (RuBP) membentuk 3-fosfogliserat. Tiap molekul
3-fosfogliserat menerima tambahan grup fosfat membentuk 1,3bifosfogliserat. NADPH dioksidasi dan elektron yang ditransfer ke 1,3bifosfogliserat

memecah

molekul

dengan

tereduksi

menjadi

gliseraldehide 3-fosfat. Tahap terakhir adalah regenerasi RuBP,


gliseraldehide 3-fosfat dikonversi menjadi RuBP melalui sebuah seri
reaksi yang melibatkan fosforilasi molekul oleh ATP.

3. Respirasi
Uji coba dengan respirometer sederhana ini bertujuan untuk mengukur
kecepatan respirasi tumbuhan (kecambah/tauge) dan hewan (jangkrik)
dengan larutan berwarna tiap menitnya. Hal ini dikarenakan larutan warna
yang bergerak tersebut disebabkan oleh aktivitas kecambah ataupun
jangkrik dan KOH.

Faktor-faktor yang mempengaruhi metabolisme respirasi atau laju respirasi


antara lain :
1. Ketersediaan substrat
Tersedianya substrat pada tanaman merupakan hal yang penting
dalam melakukan respirasi. Tumbuhan dengan kandungan substrat
yang rendah akan melakukan respirasi dengan laju yang rendah pula.
Demikian sebaliknya bila substrat yang tersedia cukup banyak maka
laju respirasi akan meningkat.
2. Ketersediaan Oksigen
Ketersediaan oksigen akan mempengaruhi laju respirasi, namun
besarnya pengaruh tersebut berbeda bagi masing-masing spesies dan
bahkan berbeda antara organ pada tumbuhan yang sama. Fluktuasi
normal kandungan oksigen di udara tidak banyak mempengaruhi laju

14

respirasi karena jumlah oksigen yang dibutuhkan tumbuhan untuk


berespirasi jauh lebih rendah dari oksigen yang tersedia di udara.
3. Suhu
Pengaruh faktor suhu bagi laju respirasi tumbuhan sangat terkait,
dimana umumnya laju reaksi respirasi akan meningkat untuk setiap
kenaikan suhu sebesar 100 C, namun hal ini tergantung pada masingmasing spesies. Tipe dan umur tumbuhan. Masing-masing spesies
tumbuhan memiliki perbedaan metabolisme dengan demikian
kebutuhan tumbuhan untuk berespirasi akan berbeda pada masingmasing spesies. Tumbuhan muda menunjukkan laju respirasi yang
lebih tinggi dibanding tumbuhan yang tua. Demikian pula pada
organ tumbuhan yang sedang dalam masa pertumbuhan.
4. Ukuran tubuh
Semakin besar ukuran suatu organisme maka semakin tinggi laju
respirasinya.
5. Berat tubuh
Semakin berlebih berat badan serangga atau kecambah, maka
semakin banyak oksigen yang diperlukan untuk proses respirasi.
6. Usia Organisme
Tumbuhan muda menunjukkan laju respirasi yang lebih tinggi
dibanding tumbuhan yang tua. Demikian pula pada organ tumbuhan
yang sedang dalam masa pertumbuhan
7. Kondisi fisik
Umur atau usia organisme tersebut, bobot dari kegiatan yang
dilakukan, ukuran organisme itu sendiri, keadaan lingkungan
sekitar, serta cahaya juga mempengaruhi rata-rata pernapasan.
8. Tingkat ativitas
Semakin banyak aktivitas suatu organism maka kebutuhan
oksigennya semakin tinggi
9. Kadar nutrisi

15

Perbedaan frekuensi kecepatan pernapasan pada Serangga (Jangkrik) dan


Kecambah (tauge) disebabkan oleh aktifitas organisme percobaan yaitu
Hewan (jangkrik) dan Tumbuhan (kecambah). Aktifitas kedua makhluk
hidup tersebut mempengaruhi kebutuhan oksigen. Semakin banyak aktifitas
yang dilakukan organisme percobaan (jangkrik dan kecambah) tersebut,
maka akan semakin banyak menghirup oksigen. Sebaliknya, jika jangkrik
dan kecambah tersebut sedikit aktifitas, maka semakin sedikit pula oksigen
yang dihirupnya. Respirasi hewan lebih cepat dan membutuhkan lebih
banyak O2 daripada respirasi tumbuhan karena hewan bergerak aktif,
sedangkan tumbuhan bergerak pasif.

16

V. KESIMPULAN

Berdasarkan data hasil percobaan dan pembahasan dari praktikum, dapat


diperoleh beberapa kesimpulan bahwa :
1. PLASMOLISIS
Plasmolisis terjadi secara osmosis,dimana larutan hipotonis menuju kelarutan
yang hipertonis. Hal inilah yang menyebabkan penciutan sel. Deplasmolisis
dapat dilakukan dengan cara menambahkan air (larutan hipotonis) kedalam
sel, dengan tujuan mengurangi kadar kepekaan. Jika kondisi sudah normal
akan kembali seperti semula (deplasmolisis melekat atau bergabung denagn
dinding sel). Namun jika cairan terus menerus masuk ke dalam sel dapat
mengakibatkan pecahnya sel atau yang disebut dengan Lisis.

2. FOTOSINTESIS
Fotosintesis terjadi pada tumbuhan yang berklorofil. Peran cahaya sangat
dominan dalam proses fotosintesis. Fotosintesis dipengaruhi oleh cahaya,
suhu, kadar oksigen (O2) dan karbon dioksida (CO2), dan air (H2O).
3. RESPIRASI
Proses respirasi dipengaruhi oleh pembakaran energi dan karbondioksida
sebagai sumbernya. Respirasi yang menunjukkan hasil bergantung pada
banyaknya jumlah oksigen yang diterima. Laju Respirasi dipengaruhi juga
oleh substrat respirasi, oksigen temperature dan CO2. Faktor lain yang
mempengaruhi respirasi adalah berat, usia, tingkat aktivitas, ukuran,
nutrisi,dan kondisi fisik suatu organisme.

17

DAFTAR PUSTAKA

Cambell, Neil A.2000. Biologi . Jakarta : Erlangga.


Anonim. 2014. http://mahasiswarocknroll.blogspot.com/2013/10/metabolismetumbuhan-dan-hewan-laporan_20.html/ diakses pada tanggal 20 Oktober
2014 pukul 19.00 WIB. Bandar Lampung.
Anonim.
2014.
Praktikum
Respirasi
Hewan
dan
Tumbuhan.
http://rheeaputri.blogspot.com/ diakses pada tanggal 23 Oktober 2014 pukul
19.00 WIB. Bandar Lampung.
Anonim.2014.Metabolisme Tubuh.http://scribd.com/diakses pada tanggal 18
Oktober pukul 20.00 WIB. Bandar Lampung.
Conn, E.E. 1987. Outlines of Biochemistry. New York USA: John Wiley & Sons.
Danang.2008. Fotosintesis dan Respirasi. www.indoskripsi.com diambil tanggal 6
November 2009.
Krisdianto. 2005. Penuntun Biologi. Jakarta: Erlangga.
Lovelles.A.R. 1997. Prinsip-prinsip Biologi Tumbuhan untuk Daerah Tropik.
Jakarta: PT. Gramedia.
Renobayan. 2011. Biologi. Jakarta: Grasindo.
Salisbury, B. Frank. 1995. Fisiologi Tumbuhan jilid 1. ITB: Bandung.
Suyitno, dkk. 2010. Petunjuk Praktikum biologi Dasar II. Yogyakarta: FMIPA
UNY.
Tobin, A.J.2005.Asking About Life. Thomson Brooks/Cole: Canada.

18

LAMPIRAN

19