Anda di halaman 1dari 11

PENGANTAR ARSITEKTUR

Teori, Kritik dan Sejarah Arsitektur


Dosen :

Disusun oleh
Ageng suryatama 03061181419004
zesthy Arizona 03061181419003

Prodi Teknik Arsitektur


Fakultas Teknik Universitas Sriwijaya
Semester Ganjil 2014/2015
KATA PENGANTAR
Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT karena dengan rahmat,
hidayah daninayahNya-lah makalah ini dapat terselesaikan. Makalah ini
disusun untuk memenuhi tugas kelompok matakuliah Pengantar Arsitektur
pada semester ganjil tahun ajaran 2014 2015 Universitas Sriwijaya.Kami
mengucapkan terima kasih kepada
, dosen mata kuliah Pengantar
Arsitektur yang telah memberikan arahan dan bimbingan pada mata kuliah
tersebut.Dalam makalah ini kami
menggunakan judul Teori, Kritik dan Sejarah Arsitektur, karena saya ingin

pembaca mengetahui tentang landasan Teori, Kritik dan Sejarah Arsitektur


.Kami menyadari bahwa dalam penyusunan makalah ini masih kurang
sempurna, untuk itu saya mohon saran dan kritik yang membangun dari
pembaca.
Penyusun

DAFTAR ISI
Kata Pengantar .......... 2
Daftar Isi ............................................... 3
BAB I. PENDAHULUAN .....................................................................
....
BAB II. PEMBAHASAN ......................................................................
....

BAB V. PENUTUP..............................................................................
.....
Kesimpulan ...........................................................................................

BAB I

BAB II
Teori, Kritik dan Sejarah Arsitektur
Teori dan sejarah merupakan hal yang esensial untuk mempelajari dan
menngerti arsitketur. Teori dalam arsitektur membicarakan apakah arsitektur
itu, apa yang harus dilakukannya, dan bagaimana merancangnya. Sejarah
sangat berhubungan erat mengenai teori-teori, kejadian-kejadian, metodametoda perancangan dan bangunan-bangunan. Pengaruh keduanya
terhadap masa depan sangat perlu. Kritik sebagai proses dan catatan dari
tanggapan terhadap lingkungan binaan, kritikan juga berhubungan langsung
dengan teori dan sejarah. Bab ini mengenai teori, kritik dan sejarah dan
dalam pelaksanaannya merupakan salah satu basis esensial untuk
mempelajari dan mempraktekan arsitektur.
TEORI
Teori adalah ungkapan umum tentang apakah arsitek itu, apa yang harus
dicapai dengan arsitektur, dan bagaimana cara yang paling baik untuk
merancang. Teori berguna bagi para arsitek pada berbagai unan. Terori
dalam arsitektur dalam arsitektur cenderung tidak seteliti dan setepat teori
dalam ilmu pengetahuan alam. Teori ilmiah secarah khas mengemukakan
perangkat hkum yang telah diperoleh secara empiris, kebenaran yg dengan
sendiri nya terbukti dalam bentuk aksioma, atau penguraian sebap-akibat.
Suatu ciri penting dari teori ilmiah yang tidak terdapat dalam arsitektur
adalah pembuktian yang terinci. Perancangan arsitektural sebagian besar
lebih merupakan kegiantan merumuskan dari pada menganalisiste ori dalam
arsitektur mengumukakan arah, tapi tidak dapat menjamin hasilnya.

Teori dalam arsitektur adalah hipotesis, harapan, dan dugaan tentang apa
yang terjadi bila semua unsure yang membentuk bangunan dikumpulkan
dalam suatu cara tempat, dan wwaktu tertentu. Arsitektur lebih merupakan
kegiatan terpadu yang tertuju pada mempengaruhi masa depan dari pada
menjelaskanperistiwa-peristiwah di masa lampau. Ia tidak memiliki teori
yang seksama, karena bangunan dan para pemakainya terlalu rumit untuk
dapat dikenal dan di ramalkan.
Apa sebenarnya arsitektur itu?

Teori-teori tentang apakah sebenarnya arsitektur itu meliputi identifikasi


variable-variabel penting seperti ruang, struktur, atau proses-proses
kemasyarakatan yang dengan pengertian demikian bangunan seharusnya di
lihat atau dinilai. Dalam menganjurkan cara-cara khusus untuk memandang
arsitektur, para ahli teori seringkalai mendasarkan diri pada analogi.
Deengan analogi ini memberikan pjalan untuk mengatur tugas tugas
perancangan dalam tatanan hirarki, sehingga arsitektur dapat mengetahui
halhal mana yang pertama tama harus dipikirkan dan hal-hal mana dapat
dibiarkan pada tahap berikutnya dari proses perancangan. Dalam
menganjurkan cara-cara khusus untuk memandang arsitektur, para ahli
teori seringkali mendasarkan diri pada analogi.
Berikut ini adalah beberapa analogi yang berulang-ulang digunakan oleh
para ahli teori untuk menjelaskan arsitektur.
1. Analogi Matematika
Beberapa ahli teori berpendapat bahwa angka-angka dan
geometri merupakan dasar yang penting untuk mengambil keputusan
dalam arsitektur. Perancangan ruang sesuai dengan bentuk-bentuk
murni dan angka-angka primer/simbolik akan sesuai dengan tatanan
alam semesta. Bangunan yang berproporsi akan mempengaruhi kepekaan
estetika kita.
2. Analogi Biologis
"Bangunan adalah suatu proses biologis, .... bangunan bukan suatu
proses estetika". Teori Arsitektur yang berdasarkan analogi biologis ada 2
bentuk :
a. Bersifat umum.
Terpusat pada hubungan antara bagian-bagian bangunan atau antara
bangunan dengan penempatannya/penataannya. Mengikuti rintisan
F.L. Wright ---> hal ini disebut sebagai organik / Arsitektur Organis.
b. Lebih bersifat khusus. Terpusat pada pertumbuhan proses-proses dan
kemampuan gerakan yang berhubungan dengan organisme. Disebut
arsitektur biomorfik.
Arsitektur organik FL Wright mempunyai 4 karakter sifat
a. Berkembang dari dalam ke luar, harmonis terhadap sekitarnya dan tidak
dapat dipakai begitu saja.
b. Pembangunan konstruksinya timbul sesuai dengan bahan-bahan alami,
apa adanya (kaca-digunakan sebagai kaca, kayu sebagai kayu, batu
sebagai batu, dll)
c. Elemen-elemen bangunannya bersifat terpusat (integral).
d. Mencerminkan waktu, massa, tempat dan tujuan.
Secara asli dalam arsitektur istilah organik berarti sebagian untuk
keseluruhan - keseluruhan untuk sebagian. Arsitektur Biomorfik kurang

terfokus terhadap hubungan antara bangunan dan lingkungan dari pada


terhadap proses-proses dinamik yang berhubungan dengan pertumbuhan
dan perubahan organisme. Biomorfik arsitektur
berkemampuan untuk berkembang dan tumbuh melalui : perluasan,
penggandaan, pemisahan, regenerasi dan perbanyakan. Contoh : kota yang
dapat dimakan (Rudolf Doernach), struktur pnemuatik yang bersel banyak
(Fisher, Conolly, Neumark, dll).

3. Analogi Romantis
Kunci Analogi romantis adalah evokatif, yaitu mebawa/mengemban,
menghasilkan reaksi emosional terhadap pengamat. Ada 2 cara:
a. Menyatakan asosiasi.
Perancangan romantis mengacu pada alam, masa lalu, tempat-tempat
eksotis, benda primitif dan lain-lain. Contoh hotel di California.
b. Pernyataan yang dilebih-lebihkan Mempengaruhi perasaan dengan
adanya sarana-sarana yang formal. Dipakai oleh gerakan ekspresionis
di Eropa pada awal abad 20.
4. Analogi Bahasa/Linguistik.
Dimaksudkan untuk menyampaikan kepada pengamat dengan
menggunakan
3 cara :
a. Model Tatabahasa.
Arsitektur seringkali terdiri dari unsur-unsur yang ditata menurut
aturan sehinggan memudahkan dalam pemahaman dan penafsiran
yang disampaikan oleh bangunan tersebut. Imaginasi dan rasa
arsitekturnya diungkapkan dalam batas-batas yang ditentukan oleh
oleh bahasa arsitektur universal. Contoh yaitu rumah yang layak harus
dipertimbangkan dan mempunyai tata bahasanya sendiri. Tata bahasa
disini dianalogikan dengan konstruksi dimana hubungan bentuk antara
berbagai unsur yang masuk ke dalam konstitusi benda tersebut.
b. Model Ekspresionis.
Bangunan dianggap sebagai tempat/wadah yang digunakan arsitek
untuk mengungkapkan sikapnya terhadap proyek bangunan tersebut.
c. Model Semiotik.
Suatu bangunan merupakan suatu tanda penyampaian informasi
tentang apakah itu sebenarnya dan apa yang dilakukannya diterapkan
oleh Robert Venturi, Denise Scott Brown dan Steven Izenour --->tandatanda cukup untuk menyampaikan makna.
5. Analogi Mekanik

Le Corbusier menegaskan bahwa rumah adalah contoh dari


penggunaan analogi mekanik dalam arsitektur. Yang harusnya mereka tidak
menyembunyikan fakta-fakta ini dengan hiasan yang tidak relevan dalam
bentuk gaya. Keindahan menerima haarapan fungsi ; objek-objek yang
langsung, yang hanya menyatakan apakah mereka itu dan apa yang mereka
lakukan, dengan sendirinya akan menjadi indah.
6. Analogi Pemecahan Masalah.
Arsitektur adalah seni yang menuntut lebih banyak penalaran
daripada ilham-ilham dan lebih banyak pengetahuan faktual daripada
semangat. Metode pemecahan masalah beranggapan bahwa kebutuhankebutuhan lingkungan merupakan masalah yang harus diselesaikan secara
analisis. Suatu ciri dari metode pemecahan masalah dalam perancangan
adalah prosedur yang seksama dan terpadu.
7. Analogi Adhocis
Dimaksudkan untuk menanggapi kebutuhan langsung dengan cara
menggunakan bahan-bahan yang mudah diperoleh dan tanpa mengarah ke
suatu tujuan/cita-cita Pedoman apa saja dapat dipakai untuk mengukur
rancangan tersebut

8. Analogi Bahasa Pola


Perancangan Arsitektur untuk mengidentifikasikan pola-pola dan
jenis-jenis baku dari kebutuhan suatu tempat/kebudayaan tertentu untuk
memenuhi kebutuhan-kebutuhan tersebut. Hubungan-hubungan lingkungan
dan perilaku menggunakan pendekatan tipologis/pola untuk membuat suatu
bangunan/kota.
Contoh: Bangunan untuk seorang lansia umumnya berupa pondok kecil
di sebidang tanah yang kurang luas dan ditempatkan di lantai bawah.
9. Analogi Dramaturgi
Kegiatan-kegiatan manusia dinyatakan sebagai teater dan lingkungan
buatan dianggap sebagai pentas panggung. Ada 2 sudut pandang:
a. Dari sudut pandang aktor.
Dengan menyediakan alat-alat perlengkapan dan kesan-kesan yang
diperlukan serta perabot-perabot disusun secara teratur.

b. Dari sudut pandang dermawan.


Arsitek menyebabkan orang bergerak ke suatu arah dengan
memberikan petunjuk-petunjuk visual misalnya. Arsitek dalam analogi
Dramaturgi mengatur aksi sekaligus menunjangnya
Apa yang seharusnya dilakukan arsitektur
Teori-teori yang dilakukan oleh arsitektur memperhatikan bagaimana
merincikan sesuatu yang diinginkan perancang dan bangunan. Teori tersebut
tidak mempersoalkan cara merancang tetapi lebih memperhatikan tujuan
yang seharusnya mereka miliki. Tujuan bagi arsitektur pada umumnya
mempunyai dua bentuk umun tentang tugas arsitektur dan pernyataan
tentang hubungan yang diinginkan antara arsitektur dan fenomenafenomena lain.
Tujuan umum. Vitruvius meyatakan tujuan bahwa: Arsitektur
tergantung pada susunan penataan, keselarasan dalam pergerakan, simetri ,
kesesuaian, dan ekonomi.

KRITIK

Kritikdalamarsitekturmerupakanrekamandaritanggapanterhadaplingku
nganbuatan (built environment).
Kritikmeliputisemuatanggapantermasuktanggapannegatifdanpadahakekatny
akritikbermaksudmenyaringdanmelakukanpemisahan.
Ciripokokkritikadalahpembedaandanbukanpenilaian.
Kritikjugaberupayamemilah-milahsatuobjekdariobjeklainnya,
memisahkanapel yang busukdariapel yang segar,
menunjukkantulangbelulangdibalikkulitdandagingnya. Kritikdapat pula
disebutsebagaipandunilai-nilai(guardian of values)
sebabkritikakanmenghardikkemubaziranpraksis-arsitektur.
Kritikakanmencatat, namundapat pula
menggugatberbagaibentukkemapanan, jugakemapananteori-arsitektur.
Kritikadalahjugadinamisator.Misalnya:
reaksipendudukterhadaprancanganpemukimandilakukandenganmetodepeny
ampaiantanggapan.

Media yang
digunakandalammenyampaikansebuahkritikmelaluitulisantidaklahmenguntu
ngkan, karenabeberapajeniskritiktidakdapatdisampaikansecarabaikdalam
media itu.
Sebagaicontohreaksipendudukterhadaprancanganperumahantadibiasanyatid
akakandinyatakansecaratercetak,
tapidalambentuklisanataumelaluiperubahan yang
dilaksanakansendiripadabangunantersebut,
ataubahkandengancarakekerasan.
Metodekritikarsitekturterdiridari :

KritikNormatif
Kritikiniberdasarkanpadapedomansuatudoktrin, system, tipe,
atauukuran. Suatudoktrinadalahsuatupernyataanprinsip yang abstrak.
Suatu system adalahperakitanunsuratauprinsip yang paling
bersangkut-paut. Suatujenismerupakan model yang
digeneralisasikanbagisuatugolonganbendatertentu. Kritik
yangmenyangkutjenisdapatmenunjukkanpadadirinyasendirisalahsatud
aritigaaspekbangunan: strukturnya, pemngaturanfungsinya,
ataubentuknya.
Ukuranmerupakanpenilaiantentangsuatulingkunganbuatanterhadappe
domn-pedomanbaku yang pasi, danbiasanya numeral.

KritikPenafsiran
Kritikinimerupakanpenafsirandanbersifatpribadi.kritikusadalahseorangp
enafsir yang
pandangannyasendirilebihpentingdaripadapedomanbakudariluarapapu
n. Tujuannyaadalahuntukmembuat orang-orang lain
melihatlingkungnbuatanseperti yang dilihatnya.
Salahsatucontohpenafsiranseorangkritikusadalahdenganmengemukaka
nsuatucarabaruuntukmemandangobjek,
biasanyadenganmengubahkiasanatauanalogi yang
kitagunakanuntukmengamatiobyek-obyekbangunan.

KritikDeskriptif
Bersifattidakmenilai, tidakmenafsirkan, semata-matamembantu orang
melihatapa yang sesungguhnyaada, menjelaskan proses
terjadinyaperancanganbangunan.metodedeskriptifbersahamerincikanf
akta-faka yang
menyangkutperjumaanseseorangdengansuatulingkungantertentu.

Padaakhirnya,mediadanmetodehruslahdipandangdalamhubungannyadengan
pengamattertentu. Para pengamatuntukkritikarsitektursangatberagam. Ada
pengamat yang menjadiarsitekdarisuatubangunan. Pengamat lain
adalaharsiteksecaraumum. Para klien, entahpejabat,
calonpembangunrumah, ataudirekturperusahaan, jugamerupakanpengamat.

SEJARAH

Isi PenggarapanSejarah.
A. Teori.
Teoriharusdiidentifikasikandanditegaskanoleh para
ahlisejarahkarenadalambeberapahalsetidaknyaiamemainkanperana
n yang demikianpentingdalammenghasilkanbentukbangunan.
B. Peristiwa.
Dampakperistiwa social, ekonomi,politik, teknologi, dan lain-lain
menjadiminatutamadaripenggarpansejarah.
C. MetodePerancangan.
Tatacara yang digunakan para
arsitekdalammembuatrancanganmerupakanperhatianpentingdarisej
arah. System modul, geometri, tipologistandar,
atausalahsatudaribeberapametodeperancangan yang lain
adalahpenting, sebabmetodemempunyaipercabangan yang
berbeda-bedadalambentukdanciribanunan.

MetodePenggarapanSejarah.
A. PenggarapanPenggambaran.
Suatupenggarapanpenggambaransejarah yang
biasadikenaladalahberupa compendium fakta.
Pendekataninimenghindaripenafsiran.
Mencatatperistiwaseobjektifmungkin,
danmembiarkanpembacamenarikkesimpulansendiri.
B. PenggarapanPembelaan.
Penggarapanpembelaantntangbahansejarahmenghendakipenonjola
nsuatusegipandangtertentuuntukmenasirkanperistiwa-peritiwa.
C. PenggarapanEkspresionis.

Iamemberikankepadapenuliswahanauntukpengkhayalandankeartisti
kan. Akta-faktahistorisdituangkankedalamsuatubentuk yang
lebihmencerminkanperasaanpenulisdaripadakehidupansubyek.

DampakdalamPendidikan.
Suatuperkenalandengansejarahmerupakanbagiandaripendidikanarsiteksejak
program-program formal dikembangkandalamabadkedelapan belas.