Anda di halaman 1dari 17

Soal UKKS bersumber dari http://www.proprofs.

com/
1.

Kualifikasi Khusus Kepala Sekolah Menengah Kejuruan/Madrasah Aliyah Kejuruan


(SMK/MAK) adalah sebagai berikut, kecuali .....................
A. Berstatus sebagai guru SMK/MAK
B. Memiliki sertifikat pendidik sebagai guru SMK/MAK
C. Memiliki sertifikat kepala SMK/MAK yang diterbitkan oleh lembaga yang ditetapkan
Pemerintah
D. Memiliki pangkat serendah-rendahnya III/c bagi pegawai negeri sipil (PNS) dan bagi nonPNS disetarakan dengan kepangkatan yang dikeluarkan oleh yayasan atau lembaga yang
berwenang

2.

Menciptakan inovasi yang berguna bagi pengembangan sekolah/madrasah adalah termasuk


dalam dimensi kompetensi
A. Kepribadian
B. Manajerial
C. Sosial
D. Kewirausahaan

3.

Berakhlak mulia, mengembangkan budaya dan tradisi akhlak mulia, dan menjadi teladan
akhlak mulia bagi komunitas di sekolah/madrasah adalah termasuk dalam dimensi kompetensi
..................
A. kepribadian
B. Manajerial
C. Kewirausahaan
D. Supervise

4.

Kualifikasi Umum Kepala Sekolah/Madrasah adalah sebagai berikut, kecuali.......................


A. Memiliki kualifikasi akademik sarjana (S1) atau diploma empat (D-IV) kependidikan atau
nonkependidikan pada perguruan tinggi yang terakreditasi
B. Pada waktu diangkat sebagai kepala sekolah berusia setinggi-tingginya 56 tahun
C. Memiliki pengalaman mengajar sekurang-kurangnya 5 (lima) tahun untuk semua jenjang
sekolah baik SD/MI maupun Taman Kanak-kanak /Raudhatul Athfal (TK/RA)
D. Memiliki pangkat serendah-rendahnya III/c bagi pegawai negeri sipil (PNS) dan bagi nonPNS disetarakan dengan kepangkatan yang dikeluarkan oleh yayasan atau lembaga yang
berwenang

5.

Kepala Sekolah Dasar Luar Biasa/Sekolah Menengah Pertama Luar Biasa/Sekolah Menengah
Atas Luar Biasa (SDLB/SMPLB/SMALB) adalah sebagai berikut, kecuali ......................
A. Memiliki kualifikasi akademik sarjana (S1) atau diploma empat (D-IV) kependidikan atau
nonkependidikan pada perguruan tinggi yang terakreditasi
B. Berstatus sebagai guru pada satuan pendidikan SDLB/SMPLB/SMALB
C. Memiliki sertifikat pendidik sebagai guru SDLB/SMPLB/SMALB
D. Memiliki sertifikat kepala SLB/SDLB yang diterbitkan oleh lembaga yang ditetapkan
Pemerintah

6.

Menyusun perencanaan sekolah/madrasah untuk berbagai tingkatan perencanaan adalah


termasuk dalam dimensi kompetensi .....................................
A. Kepribadian
B. Manajerial
C. Kewirausahaan
D. Sosial

7.

Perangkat hokum yang mengatur standar Kepala Sekolah/Madrasah adalah ...........................


A. Permendiknas No. 11 Tahun 2011
B. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 13 Tahun 2007
C. Permendiknas No 52 Tahun 2008
1

D. Permendiknas No 28 Tahun 2010


8.

Kualifikasi Khusus Kepala Sekolah Menengah Atas/Madrasah Aliyah (SMA/MA) adalah


sebagai berikut, kecuali ................
A. Berstatus sebagai guru SMA/MA
B. Memiliki sertifikat pendidik sebagai guru SMA/MA
C. Memiliki pangkat serendah-rendahnya III/c bagi pegawai negeri sipil (PNS) dan bagi nonPNS disetarakan dengan kepangkatan yang dikeluarkan oleh yayasan atau lembaga yang
berwenang
D. Memiliki sertifikat kepala SMA/MA yang diterbitkan oleh lembaga yang ditetapkan
Pemerintah.

9.

Berikut ini adalah dimensi kompetensi bagi jabatan Kepala Sekolah, kecuali ...............
A. kepribadian
B. manajerial
C. kompetensi ICT
D. kewirausahaan

10. Kualifikasi Khusus Kepala Sekolah Dasar/Madrasah Ibtidaiyah (SD/MI) adalah sebagai
berikut, kecuali ...............
A. Memiliki sertifikat kepala SD/MI yang diterbitkan oleh lembaga yang ditetapkan
Pemerintah.
B. Berstatus sebagai guru SD/MI
C. Memiliki sertifikat pendidik sebagai guru SD/MI
D. Pada waktu diangkat sebagai kepala sekolah berusia setinggi-tingginya 56 tahun
11. Untuk memenuhi Standar Pengelolaan Ruang Multi Media yang dimiliki sudah siap dan
lengkap isinya dan akan dimanfaatkan secara optimal. Menyikapi hal tersebut Kepala Sekolah..
1. Mengadakan rapat dewan pendidik tentang optimalisasi pemanfaatan ruang multimedia oleh
semua mata pelajaran,
2. Memberikan surat edaran kepada semua guru untuk memanfaatkan ruang multimedia
tersebut secara optimal,
3. Mengadakan rapat dewan pendidik tentang optimalisasi pemanfaatan ruang multimedia oleh
semua mata pelajaran dan dipantau pemanfaatannya melalui jumal penggunaan ruang media,
4. Mengedarkan surat pernyataan kepada semua guru untuk ditandatangani dan dikembalikan
sehingga guru akan memanfaatkan ruang multimedia tersebut secara optimal
5. Membuat undangan untuk rapat dewan pendidikan dalam rangka pemanfaatan ruang
multimedia.
12. Kepala sekolah sebagai pimpinan di satuan pendidikan dituntut untuk memiliki kompetensi
kepribadian, kecuali?
1. tanggung jawab dan komitmen terhadap tugas.
2. mampu beradaptasi dengan perkantoran.
3. berkeinginan antuk terus mengasah keterampilan diri.
4. inovatif, kreatif mengembangkan sekolah.
5. educator, manager, supervisior, leader, inovator.
13. Di awal tahun pelajaran kepala sekolah menetapkan program peningkatan kesejahteraan guru,
semua pendidik dan tenaga kependidikan merasa senang karena tuntutannya terpenuhi, di
tengah perjalanan pemasukan keuangan tersendat karena dampak kenaikan barang, menyikapi
hal tersebut kepala sekolah:
1. rnenghentikan kenaikan uang transport, karena PNS telah mendapat gaji.
2. tetap uang transport diberikan, sekalipun devisit keuangan sekolah dan melakukan perubahan
APBS.
3. pembayaran uang transport pembayarannya ditunda.
4. pinjam uang koperasi sekolah untuk mengatasi lambatnya pemasukan.
5. menaikan jumlah SPP
2

14. Penempatan Kepala Sekolah di sekolah baru, keadaan tenaga pendidik dan kependidikan
terbatas, sarana prasarana terbatas untuk menjalankan tugas kepala sekolah!
1. mengingat semua guru dan TU tenaga baru belum pengalaman maka, semua tugas
mengerjakan sendiri agar cepat selesai.
2. semua dikerjakan dengan lambat yang penting selesai dan selamat.
3. saya memahami keadaan, semua guru dan TU diikut-sertakan workshop agar SDM
mengikat.
4. menyusun struktur organisasi, menyusun uraian tugas (tupoksi) semua dikerjakan bersamasama untuk menyelesaikan pekerjaan.
5. menyusun visi, misi dan membuat program dan stuktur organisasi sekolah
15. Kepala Sekolah ditekan oleh wartawan dan LSM atasi block grant peningkatan mutu, sehingga
kepala sekolah tidak krasan di sekolah, hasil audit kepala sekolah tidak bersalah?
1. Mempertahankan tetap mengemban amanat, apa pun yang terjadi.
2. Mengajukan mutasi agar terdapat suasana kerja baru.
3. Menantang siapa pun orangnya yang menekan.
4. Wartawan dan LSM adalah mitra dalam menjalankan tugas.
5. Memohon pembinaan untuk memperbaiki sesuai dengan aturan yang berlaku.
16. Sebagai pimpinan dalam stratifikasi sosial sekolah, Kepala Sekolah adalah tingkatan tertinggi,
ada sekelompok guru tidak pernah mempedulikan kepala sekolah dan tidak pernah menegur
Kepala Sekolah jika saling jumpa, sikap kepala sekolah?
1. biar saja, asal tidak mengganggu.
2. guru tersebut diberi surat panggilan, karena kepala sekolah penguasa tunggal di sekolah.
3. Kepala Sekolah setiap pagi menyambut kehadirannya dengan menyapa dan menyampaikan
salam.
4. mengabsen guru-guru untuk memeriksa kedisiplinannya, agar ikut memikirkan sekolah.
5. memanggil untuk dibina
17. Perubahan-perubahan selalu dilakukan untuk meningkatkan mutu pendidikan di sekolah baik
perubahan kurikulum, administrasi pendidikan, model dan strategi pembelajaran maupun
pengelolaannya untuk melakukan perubahan...
1. merasa tidak enak melakukan perubahan, khawatir pada guru-guru yang tidak mendukung.
2. selalu menunggu petunjuk dan arahan Kepala Dinas agar tidak menyalahi prosedur.
3. melakukan keseimbangan dalam mengembangkan pendidikan antara sekolah, dinas
pendidikan dan pemerintah daerah/pusat.
4. memerintahkan untuk melukukan perubahan demi perbaikan mutu pendidikan.
18. Pengambilan keputusan untuk menyelesaikan permasalahan sangat dipengaruhi keterampilan,
skill, attitude, style kepemimpinan.......
1. Dalam pengambilan keputusan kepala sekolah mutlak bertanggung jawab utama.
2. Dengan senang hati mendengar pendapat, saran orang lain sebagai bahan pengambilan
keputusan.
3. Keputusan didasarkan pada aturan saja.
4. Memiliki sikap tertutup sehingga masalah tidak makin keruh dan mudah penyelesaiannya.
5. Sebagai pemimpin memiliki kompetensi yang profesional.
19. Seorang guru menghujat kepala sekolah ketika ada rapat dinas, rnencemooh dan mengkritik
habis-habisan tidak puas atas kepemimpinannya.........
1. Perilaku guru tersebut sangat kelewat, sehingga menurunkan harga diri maka perlu ditantang.
2. Guru tersebut tidak memiliki tata krama maka diusulkan untuk dimutasi.
3. Biar saja meledak-ledak dalam menyampaikan pendapat, guru tersebut difahamkan dan
dijelaskan agar mengerti,
4. Tidak perlu dijawab, agar suasana rapat terus terkendali.
5. Guru tersebut tidak memiliki etika birokrasi
3

20. Kepala Sekolah menerima telepon dan seseorang mencari guru, ketika dihubungi dan dicari,
guru tersebut tidak masuk tanpa keterangan, kepala sekolah menjawab telepon....
1. maaf, guru tersebut tidak ada.
2. sepertinya guru tersebut tidak hadir.
3. guru tersebut tidak hadir, ada yang dapat saya bantu...
4. guru tersebut saya beri tugas, saya dengan senang hati untuk menerima titipan pesan...
5. maaf, apa yang bisa saya bantu
21. Perkelahian antar pelajar terjadi di luar sekolah, pada saat jam belajar segerombolan siswa
mencari siswa di sekolah yang saudara pimpin, sikap kepala sekolah adalah........
1. Mempersilahkan masuk diselesaikan secara kekeluargaan.
2. Menghubungi polisi agar segerombolan siswa ditangkap dan diadili.
3. Mernbiarkan segerombolan siswa menerima, agar jadi pelajaran.
4. Mernpersilahkan masuk, segerombolan didata, menghubungi kepala sekolah untuk
melindungi siswanya sendiri.
5. Diselesaikan dengan BK
22. Sekolah memperoleh kebebasan untuk bekerjasama dengan pihak lain dengan memperhatikan
kriteria........
1. Keuntungan dan kerugian dari kerjasama
2. Kemampuan bekerjasama dengan berbagai pihak.
3. Keluwesan bekerjasama dengan berbagai pihak.
4. Santun dalam bekerjasama dengan berbagai pihak
5. Mengikuti etika birokrasi yang berlaku
23. Untuk meraih kejuaraan akademis atau ekstrakurikuler sekolah mempersiapkan dengan
program yang jelas dan dilaksanakan sesuai dengan jadwal kegiatan kerjasama, dalam
pelaksanaannya Kepala sekolah........
1. selaku pimpinan penentu kesuksesan
2. sebagai top leader terdepan dalam kegiatan
3. melibatkan siswa, pendidik dan tenaga kependidikan
4. melibatkan orang ahli agar juara
5. memberikan motivasi
24. Sekolah keberadaannya tidak lepas dengan masyarakat di sekitarnya baik secara budaya, sosial
dan ekonomi, pemahaman terhadap lingkungan menjadi penting sebagai Kepala Sekolah.......
1. terlibat kegiatan RT-RW bukan kepentingan sekolah.
2. kegiatan karang taruna sebagai wadah pemuda desa
3. partisipasi aktif dalam kegiatan sosial di sekitar sekolah hingga skala nasional
4. aktif dalam kegiatan sosial di sekitar sekolah hingga skala nasional.
5. melibatkan komite sekolah
25. Jika dilingkungan sekolah terjadi bencana, dalam anggaran belanja sekolah tidak terprogram
maka, kecuali......
1. Kepala Sekolah membuka amal bencana.
2. Kepala Sekolah memiliki kepekaan sosial tetap memberi sumbangan.
3. Kepala Sekolah dengan uang pribadi menyumbang.
4. Sumbangan spontan bantuan bencana.
5. Kepala Sekolah membuat edaran
26. Partisipasi aktif dalam kegiatan kecamatan, kabupaten/kota termasuk masuk dimensi
kompetensi Kepala Sekolah.........
1. Kepribadian
2. Manajerial
3. Sosial
4. Sektoral
5. Akademik
4

27. Berakhlak mulia, mengembangkan budaya dan tradisi akhlak mulia, dan menjadi teladan
akhlak mulia bagi komunitas di sekolah/madrasah tergolong dimensi kompetensi....
1. Kepribadian
2. Manajerial
3. Sosial
4. Moral
5. Profesional
28. Menciptakan inovasi yang berguna bagi pengembangan sekolah, memiliki motivasi dan kuat
untuk sukses dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsinya sebagai pemimpin
sekolah/madrasah tergolong dimensi kompetensi.......
1. Kepribadian
2. Manajerial
3. Sosial
4. kewirausahaan
5. Akademis
29. Membuka perbengkelan sekolah untuk umum dan untuk mengelola kegiatan produksi dan jasa
sebagai sumber belajar peserta didik adalah merupakan dimensi kompetensi....
1. Kepribadian
2. Produktivitas
3. Manajerial
4. Kewirausahaan
5. Sosial
30. Peningkatan ilmu dan teknologi dapat dilakukan melalui pengembangan berbagai program
pendidikan, hal ini sesuai dengan fungsi pendidikan sebagai upaya untuk...
A. memasyarakatkan kemajuan bidang teknologi
B. meningkatkan solideritas bangsa
C. mempertinggi peradaban manusia
D. menggali budaya bangsa
31. Salah satu Model Pendidikan yang dapat mengakomodasi berbagai kepentingan dan aspirasi
masyarakat adalah model...
A. Kurikulum Berbasis Kompetensi
B. Multiple Inteligence
C. Manajemen Berbasis Sekolah
D. Ki Hajar Dewantoro
32. Manajemen Berbasis Sekolah perlu diterapkan di sekolah karena...
A. memberi arahan pada sekolah untuk mengembangkan keunggulannya
B. mempunyai standar kompetensi guru yang lebih jelas
C. memerlukan standar pelayanan minimal
D. menjadi model pendidikan yang mudah diterapkan
33. Upaya peningkatkan mutu dan relevansi pendidikan di Indonesia masih sulit dilakukan, salah
satunya karena faktor input sekolah-sekolah masih rendah. Untuk kewujudkan sekolah efektif
masalah tersebut dapat diatasi dengan ...
A. memberi bantuan dana secukupnya kesekolah-sekolah
B. memberikan training/pelatihan kepada personal sekolah
C. membuat Standar Pelayanan Minimal
D. melengkapi sarana dan prasarana sekolah

34. Menurut para birokrat salah satu alasan mengapa Manajemen Berbasis Sekolah perlu
diterapkan di Indonesia adalah....
A. untuk meningkatkan fleksibilitas dalam hal pengelolaan
B. perlunya reformasi dalam dunia pendidikan di Indonesia
C. adanya pengelolaan melalui satu pintu yaitu sekolah
D. efesiensi manajemen pendidikan dan upaya peningkatan mutu
35. Menurut para birokrat salah satu alasan mengapa Manajemen Berbasis Sekolah perlu
diterapkan di Indonesia adalah....
A. untuk meningkatkan fleksibilitas dalam hal pengelolaan
B. perlunya reformasi dalam dunia pendidikan di Indonesia
C. adanya pengelolaan melalui satu pintu yaitu sekolah
D. efesiensi manajemen pendidikan dan upaya peningkatan mutu
36. Ada beberapa faktor yang melandasi timbulnya gerakan desentralisasi di Indonesia, kecuali ......
A. Untuk mengurangi kekuasaan dan kewenangan pemerintah pusat
B. Hasil pembangunan kurang dinikmati daerah
C. Aspirasi daerah beragam kurang terakomodasi
D. Kemandirian daerah kurang berkembang dan aspek budaya kurang direspon pemerintah
37. Salah satu dasar hukum dibentuknya desentralisasi adalah UU no. 22 thn 1999, yang membahas
tentang...
A. amanat penyelenggaraan pemerintah daerah
B. kewenangan pemerintah
C. pertimbangan keuangan antar pusat dan daerah
D. pemerintah daerah
38. Pada pemerintahan sentralisasi umumnya pengambilan keputusan terkonsentrasi pada tingkat ...
A. bawahan dalam suatu organisasi
B. atasan dalam suatu organisasi
C. diantara individu yang ada dalam organisasi
D. unit yang ada dalam suatu organisasi
39. Menurut Robbin salah satu faktor yang membuat makna sentralisasi menjadi kabur adalah ....
A. Keputusan pemerintah sangat bergantung pada individu yang punya pengaruh
B. Pengambilan keputusan pada level bawah namun diikat pengaruh kebijakan atasan
C. Pembuat keputusan adalah pejabat tinggi dalam organisasi
D. Adanya kebijakan yang menggugurkan desentralisasi
40. Yang membedakan desentralisasi vertikal dan horizontal adalah cara pengambilan keputusan
dimana dalam desentralisasi vertikal...
A. pendelegasian pengambilan keputusan dilakukan mengikuti mata rantai kewenangan dari
puncak ke bawah
B. pendelegasian kekuasaan untuk pengambilan keputusan ke bawah mengikuti matarantai
kewenangan dari puncak ke bawah
C. peran individu sangat mempengaruhi pengambilan keputusan walaupun mereka bukan
pejabat struktural
D. pengambilan keputusan bersifat nonformal sesuai dengan jalur birokrasi
41. Pernyataan berikut ini merupakan langkah pertama dalam proses pengambilan keputusan yang
bersifat rutin, yaitu ...
A. Pemberian kewenangan berkaitan dengan kegiatan yang akan dilakukan
B. Pengumpulan informasi tentang apa yang akan dikerjakan untuk diteruskan pada pengambil
keputusan
C. Melakukan proses eksekusi atau pelaksanaan
D. Penentuan pilihan mengenai kegiatan yang akan dilakukan
6

42. Penyerahan sejumlah kewenangan administrasi dari suatu kementrian ke tingkat dibawahnya
sehingga beban kerja pejabat pusat pindah ke daerah dan dilaksanakan sesuai kondisi, disebut ..
A. delegasi
B. devolusi
C. privatisasi
D. dekonsentrasi
43. Peraturan pemerintah No. 18 Tahun 2007 tentang Proram Sertifikasi guru merupakan salah satu
kebijakan pemerintah yang bersifat ....
A. sementara
B. sentralistik
C. disentralistik
D. dekonsentrasi
44. Adanya tuntutan untuk memenuhi kebutuhan dan apirasi masyarakat yang begitu pesat dan
cepat merupakan salah satu alasan perlunya pemerintah yang ...
A. sentralistik
B. desentralistik
C. otonomi
D. demokrasi
45. Bentuk formal perubahan penyelenggaraan pemerintah yang sentralistik ke desentralistik
ditandai dengan ditetapkannya,kecuali ...
A. terwujudnya organisasi sekolah di setiap kabupaten
B. UU, no, 25 1999 tentang perimbangan keuangan antara pemerintah pusat dan daerah
C. Peraturan pemerintah No. 25 thn 2000 tentang kewenangan Pemerintah
D. UU. No. 25 tentang Program Pembangunan Nasional
46. Kebijakan pembangunan pendidikan yang berhubungan dengan upaya peningkatan pengelolaan
pendidikan dapat dicapai dengan ...
A. terwujudnya organisasi sekolah di setiap kabupaten
B. meningkatkan angka partisipasi siswa dlm pendidikan
C. diterapkannya manajemen berbasis sekolah/masyarakat
D. mengurangi jumlah buta aksara
47. Tujuan dibuatnya standar pelayanan minimal persekolahan adalah...
A. sebagai standar pelayanan minimal dalam menyelenggarakn Manajemen Berbasis Sekolah
B. patokan penyelenggaraan pendidikan di tingkat dasar dan menengah agar dapat mencapai
kompetensi yg sama
C. standar kompetensi yang harus dimiliki dan dikuasai oleh lulusan pendidikan tingkat dasar
dan menengah
D. patokan pelayanan minimal yang wajib dilakukan oleh kebupaten dan kota dalam
penyelenggaraan pendidikan dasar dan menengah
48. Pendanaan Pendidikan berbasis sekolah menuntut setiap sekolah utk memberikan layanan
pendidikan pada siswa berdasarkan prinsip kecukupan, hal ini dapat dilakukan dengan cara...
A. memberi bantuan biaya pendidikan berdasarkan kondisi sosial ekonomi siswa
B. menghitung satuan biaya peranak untuk setiap bentuk satuan pendidikan
C. menghitung penerimaan sekolah dari pemerintah kemudian dibagi berdasarkan jenjang dan
jenis sekolah
D. biaya minimal ditetapkan berdasarkan syarat pendirian sekolah dan tuntutan kurikulum
49. Terlibatnya siswa, pendidik dan tenaga kependidikan dalam ekstra kurikuler yang melibatkan
banyak pihak luar sekolah tergolong dimensi kompetensi Kepala Sekolah.
1. Pribadi
2. Sosial
3. Manajerial
4. Profesional
7

50. Pelaksanaan MBS khususnya yang berhubungan dengan efektifitas profesionalisme guru dan
tenaga kependidikan, telah berjalan dengan lancar dan baik. Sehubungan dengan hal tersebut
maka yang harus direorientasi oleh pemerintah adalah mengenai..
A. pengawasan
B. lembaga pelatihan guru dan tenaga kependidikan
C. peraturan kebijakan pengadaan sarana dan prasarana
D. monitoring dan evaluasi MBS
51. Salah satu tujuan MBS berupa peningkatan akuntabilitas sekolah dan komitmen semua berarti
bahwa ...
A. sekolah bertanggungjawab atas semua yang dilakukan secara adminitrasi
B. sekolah bertanggungjawab terhadap teknis edukatif tentang program....
C. dewan pendidikan dan komite sekolah bertanggungjawab atas pelaksanaan pembelajaran
D. sekolah bertanggungjawab ata peningkatan mutu dan relevansi mutu sekolah ..
52. Bentuk LHBS untuk setiap mata pelajaran yang sesuai dengan Permendiknas No 20 tahun 2007
adalah .....
1. Satu nilai setiap aspek untuk setiap mata pelajaran
2. Satu nilai untuk semua mata pelajaran
3. Satu nilai pencapaian kompetensi mata pelajaran, disertai dengan deskripsi kemajuan belajar,
4. Satu nilai untuk satu mata pelajaran beserta deskripsi kemajuan belajar
5. Satu nilai untuk satu mata pelajaran
53. Pada saat rapat dewan pendidik untuk menetapkan kelulusan siswa terdapat 3 siswa lulus Ujian
Nasional tetapi tidak lulus ujian sekolah karena satu mata pelajaran ujian sekolah di bawah
kriteria kelulusan. Menyikapi hal tersebut Kepala Sekolah ...
1. Meluluskan 3 siswa tersebut sebab ujian nasional memiliki bobot lebih dari pada ujian
sekolah,
2. Menetapkan 3 siswa tersebut tidak lulus sekolah atas dasar hasil rapat dewan pendidik,
3. Menghimbau pada rapat dewan pendidik untuk meluluskan 3 siswa tersebut, menyangkut
prestise sekolah,
4. Memerintahkan guru mata pelajaran yang menyebabkan tidak lulus untuk menambah nilai
agar siswa tersebut lulus sekolah.
5. Mengundang guru tersebut untuk meluluskan siswa
54. Untuk meningkatkan kualitas pengelolaan, sekolah menyusun pedoman operasional sekolah.
Pedoman pengelolaan sekolah meliputi ...
1. KTSP, Kaldik, Struktur Organisasi Sekolah, Pembagian Tugas Guru Dan Tendik, Tata Tertib
Sekolah, Peraturan Akademik, Kode Etik, dan Beaya Operasional Sekolah,
2. RPP, Silabus, KTSP, Jurnal, Pembagian Tugas Guru, Tata Tertib.
3. RKAS, KTSP, Silabus, RPP, Kaldik, RAPBS, Jadwal Mengajar, Jurnal, Daftar Hadir,
4. RAPBS, KTSP, Silabus, RPP, Kaldik, Pembagian Tugas Guru dan Tendik, Daftar Hadir,
5. KTSP, Silabus, RPP, Kaldik, Jurnal, Pembagian Tugas Guru Dan Tendik, Tata Tertib
Sekolah, Peraturan Akademik, Dan Beaya Operasional Sekolah,
55. Pada kegiatan supervisi oleh Kepala Sekolah, seorang guru meminta supervisor untuk
mengamati khusus pada kemampuan teknik bertanya. Menyikapi hal tersebut Kepala Sekolah
selaku supervisor ...
1. Memberi nasehat kepada guru yang bersangkutan untuk memperbaiki
2. Menyarankan bahwa hal itu tidak bisa dilakukan karena kegiatan supervisi harus melihat
semua aspek pada kegiatan pembelajaran,
3. Memberikan pengarahan bahwa hal itu bertentangan dengan konsep dari supervisi,
4. Menyetujui permintaan tersebut sebagai fokus pengamatan, tetapi aspek yang lain juga
dilihat sesuai aspek yang ada pada instrumen,
5. Tidak menyetujui karena supervisi dilakukan untuk kegiatan penilaian kinerja guru.

56. Kegiatan pelayanan konseling sangat diperlukan oleh siswa, untuk kepentingan tersebut guru
BK meminta mengajar 1 jam tatap muka dan dituliskan dalam jadwal pelajaran. Menyikapi hal
tersebut Kepala Sekolah ...
1. Tidak mengabulkan permintaan tersebut karena akan menambah beban belajar siswa
2. Tidak mengabulkan permintaan tersebut meskipun kegiatan tersebut sangat penting.
3. Mengabulkan permintaan tersebut dengan menambah jam ekstrakurikuler.
4. Mengabulkan permintaan tersebut atas dasar hasil rapat dewan pendidik, tetapi 1 jam
tersebut bukan merupakan beban belajar siswa,
5. Mengabulkan permintaan tersebut meskipun menambah beban balajar siswa,
57. Sekolah akan memberikan pelayanan kepada siswa, sehingga setiap siswa dapat
mengembangkan dan mengekspresikan dirinya sesuai dengan kebutuhan, bakat, dan minat,
serta dapat mengembangkan prestasinya. Untuk menyikapi hal tersebut di atas yang dapat
dilakukan oleh sekolah adalah ...
1. Melaksanakan kegiatan ekstrakurikuler sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan sekolah,
sehingga bakat siswa dapat berkembang secara optimal,
2. Menambah mata pelajaran muatan lokal yang orientasinya pada keunggulan lokal, sehingga
semua siswa yang mengikuti mata pelajaran tersebut dapat memiliki keterampilan khusus,
3. Menambah jam tatap muka mata pelajaran olah raga, sehingga pelayanan bakat anak dapat
diberikan secara optimal.
4. Menambah jam kegiatan ekstrakurikuler sesuai dengan kondisi dan situasi keunggulan lokal.
5. Membentuk kelas unggulan, sehingga potensi siswa dapat berkembang secara optimal
dengan pelayanan khusus yang telah dirancang,
58. Sekolah akan mengembangkan budaya membaca dan menulis bagi setiap siswanya. Untuk
menyikapi hal tersebut di atas sekolah melakukan:...
1. Diadakan jam wajib baca dan menulis bagi setiap siswa di sekolah tersebut,
2. Setiap proses pembelajaran untuk setiap mata pelajaran disepakati mengembangkan budaya
membaca dan menulis melalui tugas-tugas yang relevan,
3. Membentuk tim dengan bekerjasama dengan guru mapel.
4. Menambah jumlah buku di perpustakaan untuk menunjang kegiatan tersebut
5. Setiap proses pembelajaran disepakati menggunakan perpustakaan sebagai somber belajar,
59. Permendiknas No. 19 tahun 2007 tentang Standar Pengelolaan Pendidikan Oleh Satuan
Pendidikan Dasar Dan Menengah, menyatakan bahwa Supervisi pengelolaan akademik
dilakukan secara teratur dan berkelanjutan oleh kepala sekolah/madrasah dan pengawas
sekolah/madrasah. Menyikapi hal tersebut Kepala Sekolah ...
1. Menyusun jadwal kegiatan supervisi dan disosialisasikan serta pelaksanaanya didelegasikan
kepada wakil bidang kurikulum dan atau guru senior.
2. Menyusun program supervisi akademik di sekolah dan pelaksanaannya dilakukan oleh wakil
kepala sekolah bidang kurikulum dan atau guru senior,
3. Menyusun program kerja supervisi akademis dan dilaporkan kepada atasan.
4. Melaksanakan kegiatan supervisi akademis bersama pengawas sekolah,
5. Menyusunan program supervisi pengelolaan akademik di sekolah dan disosialisasikan ke
seluruh pendidik, serta dilaksanakan secara teratur dan berkelanjutan,
60. Dewan guru menghendaki pada SDN 2 KAOTAN pada hari sabtu tidak ada kegiatan
pembelajaran tetapi dimanfaatkan untuk kegiatan ekstrakurikuler. Menyikapi hal tersebut
Kepala Sekolah .....
1. Tidak menyetujui karena akan merugikan siswa.
2. Menyetujui tetapi dengan syarat pada hari sabtu bukan hari libur,
3. Tidak menyetujui dengan alasan tidak sesuai dengan aturan yang ada,
4. Menyetujui atas dasar hasil rapat dewan pendidik dan persetujuan Yayasan, serta
dilaksanakan dengan baik dan akuntabel,
5. Menyetujui dengan pertimbangan dari keputusan dewan pendidik.

61. Agar penerimaan siswa baru pada SDN 2 KAOTAN berjalan lancar dan terkendali, seharusnya
sekolah tersebut ...
1. Menyusun dan menetapkan petunjuk pelaksanaan operasional mengenai proses PSB yang
merujuk pada POS secara regional, dan diberitakan kepada masyarakat, sebelum PSB di
laksanakan,
2. Menyusun dan merencanakan dan mengedarkan melalui media
3. Menyusun dan menyebarkan edaran tentang PSB kepada masyarakat, sebelum PSB di
laksanakan
4. Mensosialisasikan kriteria PSB kepada masyarakat melalui media masa atau media
elektronika, sebelum PSB di laksanakan
5. Menyusun dan menetapkan petunjuk pelaksanaan operasional mengenai proses PSB yang
merujuk pada POS secara regional, sebelum PSB di laksanakan.
62. Kepala SDN 2 KAOTAN ROGOJAMPI akan mempertanggungjawabkan pelaksanaan kegiatan
sekolah. Yang dilakukan oleh Kepala Sekolah tersebut diakhir Tahun Pelajaran adalah ...
1. Mempertanggungjawabkan pelaksanaan kegiatan sekolah dalam bentuk laporan tertulis
pelaksanaan kegiatan sekolah kepada Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten/ Kota,
2. Mempertanggungjawabkan pelaksanaan kegiatan sekolah dalam bentuk laporan tertulis
pelaksanaan kegiatan sekolah kepada Pemerintah Kabupaten/Kota melalui Kepala Dinas
Pendidikan Kabupaten/Kota,
3. Mempertanggungjawabkan pelaksanaan kegiatan sekolah sesuai dengan peraturan yang
berlaku.
4. Mempertanggungjawabkan pelaksanaan kegiatan sekolah bidang akademik pada rapat dewan
pendidik dan non akademik pada rapat komite sekolah dalam bentuk laporan,
5. Mempertanggungjawabkan pelaksanaan kegiatan sekolah pada komite sekolah, Dinas
Pendidikan Kabupaten/ Kota dalam bentuk laporan tertulis.
63. Untuk meningkatkan kualitas proses dan hasil pembelajaran sekolah akan menerapkan
pembelajaran kontekstual untuk semua mata pelajaran. Konsekuensi logis dari kegiatan
tersebut adalah ...
1. Menugasi wakil kepala sekolah bidang kurikulum untuk mengumpulkan Silabus dan RPP
semua mata pelajaran dan diperiksa tentang kegiatan pembelajarannya,
2. Mewajibkan setiap guru untuk mengumpulkan Silabus dan RPP
3. Membuat surat edaran yang ditandatangani semua guru tentang kesediaan melakukan
pembelajaran kontekstual,
4. Meningkatkan kegiatan KKG sekolah untuk semua mata pelajaran.
5. Sekolah mengadakan IHT ( In House Traning ) tentang pembelajaran kontekstual dan
ditindaklanjuti pembuatan perangkat pembelajaran, serta dievaluasi tingkat efektifitas dan
efisiensinya,
64. Untuk meningkatkan mutu akademik, sekolah berkeinginan untuk mengatur kegiatan
akademik, dan hasil rapat dewan pendidik disepakati adanya peraturan akademik di sekolah
tersebut. Menyikapi hal tersebut kepala sekolah melakukan... ...
1. Segera membentuk TIM akademis dan wakil kepala bidang akademik untuk segera
menyusun Peraturan Akademik dan disosialisasikan kepada semua fihak pemangku
kepentingan di sekolah tersebut.
2. Segera membentuk TIM akademis dan wakil kepala bidang akademik untuk segera
menyusun Peraturan Akademik dan menetapkan, serta disosialisasikan kepada semua fihak
pemangku kepentingan di sekolah tersebut.
3. Segera membentuk TIM akademis dan wakil kepala bidang akademik untuk segera
mensosialisasikan kepada seluruh siswa
4. Segera membuat SK pembentukan TIM akademis untuk disosialisasikan kepada semua guru
mapel/guru kelas
5. Segera memerintahkan kepada wakil kepala bidang akademik untuk segera mengumumkan
secara lisan kepada seluruh siswa

10

65. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 41 Tahun 2007, tentang Standar Proses
menentukan bahwa pelaksanaan pembelajaran merupakan implementasi dari RPP. Pelaksanaan
pembelajaran pada kegiatan inti berisi proses interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang,
memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif, serta memberikan ruang yang cukup bagi
prakarsa, kreativitas, dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat dan perkembangan fisik serta
psikologis peserta didik dan memuat proses eksplorasi, elaborasi, dan konfirmasi. Pada
kenyataanya pada sekolah tersebut masih banyak guru yang belum melaksanakan. Menyikapi
hal tersebut Kepala Sekolah melakukan......
1. Melaksanakan workshop pembelajaran dan ditindaklanjuti di KKG/KKKS serta dipantau dan
diadakan pembinaan secara intensif,
2. Memberikan edaran kepada semua guru untuk mempelajari Permendiknas No. 41 Tahun
2007
3. Selalu mengingatkan semua guru pada setiap rapat dewan guru untuk segera mengubah
proses pembelajaran sesuai dengan Permendiknas tersebut,
4. Menghimbau kepada semua guru dalam setiap kesempatan untuk melakukan proses
pembelajaran sesuai dengan Permendiknas tersebut,
5. Menugasi wakil kepala bidang kurikulum selalu mengajak semua guru untuk melaksanakan
pembelajaran sesuai dengan Permendiknas tersebut.
66. SDN 2 KAOTAN ROGOJAMPI akan meningkatkan kualitas pengelolaan Sistem Informasi
Manajemen, sehingga permintaan dan pemberian informasi serta pengaduan dari masyarakat
berkaitan dengan pengelolaan sekolah dapat segera diberikan atau diketahui. Menyikapi hal
tersebut di atas sekolah melakukan........
1. Memerintahkan wakil kepala untuk menyediakan fasilitas informasi yang efisien, efektif, dan
mudah diakses, sehingga dapat melayani masyarakat secara optimal,
2. Membentuk TIM untuk menyediakan fasilitas informasi yang efisien, efektif, dan mudah
diakses melayani permintaan dan pemberian informasi serta pengaduan dari masyarakat
berkaitan dengan pengelolaan sekolah,
3. Menugaskan seorang guru atau tenaga kependidikan untuk melayani dan merekam
permintaan dan pemberian informasi serta pengaduan dari masyarakat berkaitan dengan
pengelolaan sekolah, serta didokumentasikan dengan baik sebagai bahan laporan kepada
Dinas Pendidikan Kota,
4. Memerintahkan petugas TU untuk menfasilitasi untuk melayani masyarakat
5. Memerintahkan seorang guru atau tenaga kependidikan untuk menyediakan fasilitas
informasi yang efisien, efektif, dan mudah diakses, sehingga dapat melayani masyarakat
secara optimal.
67. Visi SD NEGERI 2 KAOTAN adalah sebagai berikut:
" Berprestasi, berbudaya, dan berIPTEK, serta dilandasi IMTAQ " dan salah satu misinya adalah meningkatkan kualitas
pembelajaran. Salah satu tujuan jangka pendek yang terkait dengan misi tersebut adalah...
1. Guru merencanakan dan melaksanakan pembelajaran sesuai dengan Permendiknas No. 41
Tahun 2007 tentang Standar Proses
2. Semua guru merencanakan dan melaksanakan pembelajaran sesuai dengan Permendiknas
No. 41 Tahun 2007 tentang Standar Proses
3. Sebagian guru merencanakan dan melaksanakan pembelajaran sesuai dengan Permendiknas
No. 41 Tahun 2007 tentang Standar Proses
4. Sebagian guru melaksanakan pembelajaran sesuai dengan Permendiknas No. 41 Tahun 2007
tentang Standar Proses
5. Semua guru mapel membuat RPP dan silabus sesuai dengan ketentuan Permendiknas No. 41
Tahun 2007

11

68. KTSP SD NEGERI 2 KAOTAN telah ditanda tangani oleh Dinas Pendidikan tingkat
Kabupaten. Sekolah tersebut berkehendak menyempurnakan KTSP-nya, karena isi KTSP
tersebut dipandang masih sangat kurang. Untuk memecahkan masalah tersebut Kepala Sekolah
sebagai penanggungjawab KTSP melakukan:...
1. Memerintahkan wakil kepala bidang kurikulum segera merevisi KTSP sesuai kekurangan
yang ada,
2. Membentuk TIM monitoring keterlaksanaan KTSP dan segera melakukan kegiatan sehingga
diperoleh informasi tentang kekurangan yang ada dan digunakan sebagai bahan revisi KTSP
pada tahun berikutnya,
3. Menugaskan kepada TIM penyusun KTSP untuk segera merombak KTSP sesuai kekurangan
yang ada, sehingga dalam tahun berjalan KTSP lebih sempurna,
4. Merencanakan penyusunan instrumen KTSP sebagai bahan monitoring untuk di evaluasi.
5. Menugaskan kepada TIM penyusun KTSP untuk melakukan evaluasi dokumen KTSP dan
segera dibenahi kekurangan yang ada.
69. Pada ulangan harian pertama kelas IV ada 4 siswa dari 40 siswa di kelas itu yang belum tuntas.
Guru kelas tersebut tidak memperhatikan siswa yang belum tuntas tersebut, karena sudah
mencapai ketuntasan kelas lebih dari 85%. Menyikapi masalah di atas Kepala Sekolah
melakukan..
1. Membiarkan guru tersebut karena sudah sesuai dengan konsep penilaian konsep KTSP
2. Menasehati kepada guru yang bersangkutan untuk aktif dalam rapat dewan guru
3. Membiarkan guru tersebut karena kegiatan penilaian merupakan otoritas guru meskipun
belum sesuai dengan konsep penilaian pada KTSP
4. Menegur guru tersebut pada rapat dewan guru karena melakukan kesalahan penanganan
dalam melakukan penilaian,
5. Mengingatkan kepada semua guru pada rapat dewan guru untuk melaksanakan konsep
penilaian pada KTSP secara benar dan akuntabel,
70. Dari hasil evaluasi sekolah diakhir tahun, SDN 2 KAOTAN akan meningkatkan efektifitas dan
efisiensi bidang keuangan dan pembiayaan. Menyikapi hal tersebut, kepala SDN 2 KAOTAN
melakukan.......
1. Membentuk TIM untuk menyusun pedoman pengelolaan biaya investasi dan operasional,
diputuskan oleh komite sekolah dan ditetapkan oleh kepala sekolah, serta disosialisasikan
kepada semua warga sekolah
2. Membentuk TIM untuk menyusun pedoman pengelolaan biaya investasi dan operasional,
dan RAPBS yang akan dilaksanakan pada tahun berikutnya
3. Membentuk TIM untuk menyusun RAPBS yang akan dilaksanakan pada tahun berikutnya,
diputuskan oleh komite sekolah, ditetapkan oleh kepala sekolah dan mendapat ijin dari
institusi di atasnya, serta disosialisasikan kepada semua warga sekolah,
4. Membentuk TIM untuk menyusun pedoman pengelolaan biaya investasi dan operasional,
diputuskan oleh komite sekolah, ditetapkan oleh kepala sekolah dan mendapat ijin dari
institusi di atasnya, serta disosialisasikan kepada semua warga sekolah
5. Membentuk TIM dengan dewan komite sekolah dan disosialisasikan kepada semua warga
sekolah.
71. Guna pemenuhan Standar Pengelolaan, sekolah mendayagunakan setiap unsur pada sekolah
tersebut. Salah satu bentuk pendayagunaan adalah .....
1. Menetapkan wakil kepala Sekolah yang melaksanakan tugas dan bertanggungjawab sesuai
bidangnya sebagai pembantu kepala sekolah dalam mengelola sesuai bidangnya
2. Menetapkan wakil kepala sekolah untuk melaksanakan sesuai dengan bidang tugasnya
3. Menetapkan wakil kepala Sekolah yang bertanggungjawab sesuai bidangnya sebagai
pembantu kepala sekolah dalam mengelola sesuai bidangnya,
4. Menetapkan wakil kepala Sekolah yang bertanggungjawab sesuai bidangnya sebagai
pengelola pada bidangnya,
5. Menetapkan wakil kepala Sekolah yang melaksanakan tugas dan bertanggungjawab sesuai
bidangnya sebagai pengelola pada bidangnya,
12

MATERI UKKS
1.

Standar
kepalas
sekolah/madrasah
nasional nomor 13 tahun 2007.

diatur

dalam peraturan

menteri pendidikan

2.

Menurut peraturan menteri pendidikan nasional nomor 13 tahun 2007 syarat kepala sekolah
SMP/MTs adalah
a. Berstatus sebagai guru SMP/MTs;
b. Memiliki sertifikat pendidik sebagai guru SMP/MTs; dan
c. Memiliki sertifikat kepala SMP/MTs yang diterbitkan oleh lembaga yang ditetapkan
Pemerintah

3.

Menurut peraturan menteri pendidikan nasional Nomor 13 tahun 2007, kepala sekolah harus
memiliki kompetensi :
a. Kompetensi Kepribadian
b. Kompetensi Manajerial
c. Kompetensi Kewirausahaan
d. Kompetensi Supervisi
e. Kompetensi Sosial

4.

Tugas Pokok dan Fungsi (Tupoksi) kepala sekolah sebagai berikut :


a. Kepala sekolah sebagai Pendidik ( Educator).
1) Membimbing guru dalam hal menyusun dan melaksanakan program pengajaran,
mengevaluasi hasil belajar dan melaksanakan program pengajaran dan remedial.
2) Membimbing karyawan dalam hal menyusun program kerja dan melaksanakan tugas
sehari-hari.
3) Membimbing siswa dalam kegiatan ekstra kurikuler, OSIS dan mengikuti lomba diluar
sekolah.
4) Mengembangkan staf melalui pendidikan/latihan, melalui pertemuan, seminar dan
diskusi, menyediakan bahan bacaan, memperhatikan kenaikan pangkat, mengusulkan
kenaikan jabatan melalui seleksi calon Kepala Sekolah.
5) Mengikuti perkembangan iptek melalui pendidikan/latihan, pertemuan, seminar,
diskusi dan bahan-bahan.
b. Kepala sekolah sebagai Manajer ( Manager).
1) Mengelola administrasi kegiatan belajar dan bimbingan konseling dengan memiliki
data lengkap administrasi kegiatan belajar mengajar dan kelengkapan administrasi
bimbingan konseling.
2) Mengelola administrasi kesiswaan dengan memiliki data administrasi kesiswaan dan
kegiatan ekstra kurikuler secara lengkap.
3) Mengelola administrasi ketenagaan dengan memiliki data administrasi tenaga guru
dan Tata Usaha.
4) Mengelola administrasi keuangan Rutin, BOS, dan Komite.
5) Mengelola administrasi sarana/prasarana baik administrasi gedung/ruang, mebelair,
alat laboratorium, perpustakaan.
6) Mengatur hubungan sekolah dengan masyarakat dan instansi terkait
c. Kepala sekolah sebagai Pengelola Administrasi ( Adiminstrator).
1) Menyusun program kerja, baik jangka pendek, menengah maupun jangka panjang.
2) Menyusun organisasi ketenagaan disekolah baik Pembantu Kepala Sekolah,
Walikelas, Bendahara, dan Personalia Pendukung misalnya
pembina
perpustakaan, pramuka, OSIS, Olah raga. Personalia kegiatan temporer, seperti
Panitia Ujian, panitia peringatan hari besar nasional atau keagamaan dan sebagainya.
3) Menggerakkan staf/guru/karyawan dengan cara memberikan arahan dan
mengkoordinasikan pelaksanaan tugas.
4) Mengoptimalkan sumberdaya manusia secara optimal, memanfaatkan sarana /
prasarana secara optimal dan merawat sarana prasarana milik sekolah.

13

d.

e.

f.

g.

Kepala sekolah sebagai Penyelia ( Supervisor).


1) Menyusun program supervisi kelas, pengawasan dan evaluasi pembelajaran.
2) Melaksanakan program supervisi.
3) Memanfaatkan hasil supervisi untuk meningkatkan kinerja guru/karyawan dan untuk
pengembangan sekolah.
Kepala sekolah sebagai Pemimpin ( Leader).
1) Memiliki kepribadian yang kuat, jujur, percaya diri, bertanggungjawab, berani
mengambil resiko dan berjiwa besar.
2) Memahami kondisi guru, karyawan dan anak didik.
3) Memiliki visi dan memahami misi sekolah yang diemban.
4) Mengambil keputusan baik urusan intern maupun ekstern.
5) Berkomunikasi dengan baik secara lisan maupun tertulis.
Kepala sekolah sebagai Pembaharu ( Inovator).
1) Melakukan pembaharuan di bidang KBM, BK, Ekstrakurikuler, dan Pengadaan
2) Melaksanakan pembinaan guru dan karyawan
3) Melakukan pembaharuan dalam menggali sumber daya di Komite Sekolah dan
Masyarakat
Kepala sekolah sebagai Pendorong ( Motivator).
1) Mengatur lingkungan kerja.
2) Mengatur pelaksanaan suasana kerja yang memadai.
3) Menerapkan prinsip memberi penghargaan maupun sanksi hukuman yang sesuai
dengan aturan yang berlaku.

5.

Standar Nasional Pendidikan adalah kriteria minimal tentang sistem pendidikan di seluruh
wilayah hukum Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Standar Nasional Pendidikan berfungsi sebagai dasar dalam perencanaan, pelaksanaan, dan
pengawasan pendidikan dalam rangka mewujudkan pendidikan nasional yang bermutu. Standar
Nasional Pendidikan bertujuan menjamin mutu pendidikan nasional dalam rangka
mencerdaskan kehidupan bangsa dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang
bermartabat. Standar Nasional Pendidikan disempurnakan secara terencana, terarah, dan
berkelanjutan sesuai dengan tuntutan perubahan kehidupan lokal, nasional, dan global.
(PP no. 19 tahun 2005 PP no. 32 tahun 2013 PP no. 13 tahun 2015)

6.

Standar pengelolaan pendidikan untuk satuan pendidikan dasar dan menengah adalah standar
pengelolaan pendidikan untuk sekolah/madrasah yang berkaitan dengan perencanaan,
pelaksanaan, dan pengawasan kegiatan pendidikan agar tercapai efisiensi dan efektivitas
penyelenggaraan pendidikan. (Permendiknas no. 19 tahun 2007)
Standar Pengelolaan terdiri atas: (1) Standar pengelolaan oleh satuan pendidikan, (2) Standar
pengelolaan oleh Pemerintah Daerah, dan (3) Standar pengelolaan oleh Pemerintah.

7.

Standar kompetensi lulusan adalah kualifikasi kemampuan lulusan yang mencakup sikap,
pengetahuan, dan keterampilan. (Permendiknas no. 23 tahun 2006 Permendikbud no. 54
tahun 2013)
Standar Kompetensi Lulusan (SKL) untuk satuan pendidikan dasar dan menengah digunakan
sebagai pedoman penilaian dalam menentukan kelulusan peserta didik. Standar Kompetensi
Lulusan meliputi standar kompetensi lulusan minimal satuan pendidikan dasar dan menengah,
standar kompetensi lulusan minimal kelompok mata pelajaran, dan standar kompetensi lulusan
minimal mata pelajaran. Standar Kompetensi Lulusan meliputi:
a. SKL Satuan Pendidikan & Kelompok Mata Pelajaran
b. SKL Mata Pelajaran SD-MI
c. SKL Mata Pelajaran SMP-MTs
d. SKL Mata Pelajaran SMA-MA
e. SKL Mata Pelajaran PLB ABDE
f. SKL Mata Pelajaran SMK-MAK

14

8.

Standar isi adalah ruang lingkup materi dan tingkat kompetensi yang dituangkan dalam kriteria
tentang kompetensi tamatan, kompetensi bahan kajian, kompetensi mata pelajaran, dan silabus
pembelajaran yang harus dipenuhi oleh peserta didik pada jenjang dan jenis pendidikan
tertentu. (Permendiknas no. 22 tahun 2006)
Standar Isi mencakup lingkup materi minimal dan tingkat kompetensi minimal untuk mencapai
kompetensi lulusan minimal pada jenjang dan jenis pendidikan tertentu. Standar isi memuat
kerangka dasar dan struktur kurikulum, beban belajar, kurikulum tingkat satuan pendidikan,
dan kalender pendidikan. Standar Isi Kesetaraan untuk pendidikan program paket.
Permendikbud no. 68 tahun 2013 tentang kurikulum SMP/MTs
Permendikbud no. 81 A tahun 2013 tentang implementasi kurikulum 2013
Permendikbud no. 58 tahun 2014 tentang Kurikulum 2013 Sekolah Menengah
Pertama/Madrasah Tsanawiyah
Permendikbud no. 79 Tahun 2014 tentang Muatan Lokal Kurikulum 2013

9.

Standar proses adalah standar nasional pendidikan yang berkaitan dengan pelaksanaan
pembelajaran pada satu satuan pendidikan untuk mencapai standar kompetensi lulusan.
(Permendiknas no. 41 tahun 2007 Permendikbud no. 65 tahun 2013)
Proses pembelajaran pada satuan pendidikan diselenggarakan secara interaktif, inspiratif,
menyenangkan, menantang, memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif, serta
memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreativitas, dan kemandirian sesuai dengan bakat,
minat, dan perkembangan fisik serta psikologis peserta didik. Selain itu, dalam proses
pembelajaran pendidik memberikan keteladanan. Setiap satuan pendidikan melakukan
perencanaan proses pembelajaran, pelaksanaan proses pembelajaran, penilaian hasil
pembelajaran, dan pengawasan proses pembelajaran untuk terlaksananya proses pembelajaran
yang efektif dan efisien.
Permendikbud no. 103 Tahun 2014 Tentang Pembelajaran pada Pendidikan Dasar dan
Pendidikan Menengah.
Permendikbud no. 111 Tahun 2014 Tentang Bimbingan dan Konseling pada Pendidikan Dasar
dan Pendidikan Menengah

10. Standar pendidik dan tenaga kependidikan adalah kriteria pendidikan prajabatan dan kelayakan
fisik maupun mental, serta pendidikan dalam jabatan.
a. Standar Kepala Sekolah/Madrasah = Permendiknas no. 13 tahun 2007
b. Standar Kualifikasi Akademik dan Kompetensi Guru = Permendiknas no. 16 tahun 2007
c. Standar Tenaga Administrasi Sekolah/Madrasah = Permendiknas no. 24 tahun 2008
d. Standar Tenaga Perpustakaan Sekolah/Madrasah = Permendiknas no. 25 tahun 2008
e. Standar Tenaga Laboratorium Sekolah/Madrasah = Permendiknas no. 26 tahun 2008
f. Standar Kualifikasi Akademik dan Kompetensi Konselor = Permendiknas no. 27 tahun
2008
Pendidik harus memiliki kualifikasi akademik dan kompetensi sebagai agen pembelajaran,
sehat jasmani dan rohani, serta memiliki kemampuan untuk mewujudkan tujuan pendidikan
nasional. Kualifikasi akademik yang dimaksudkan adalah tingkat pendidikan minimal yang
harus dipenuhi oleh seorang pendidik yang dibuktikan dengan ijazah dan/atau sertifikat
keahlian yang relevan sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku. Kompetensi sebagai
agen pembelajaran pada jenjang pendidikan dasar dan menengah serta pendidikan anak usia
dini meliputi: (1) Kompetensi pedagogik; (2) Kompetensi kepribadian; (3) Kompetensi
profesional; dan (4) Kompetensi sosial.
Pendidik
meliputi
pendidik
pada
TK/RA,
SD/MI,
SMP/MTs,
SMA/MA,
SDLB/SMPLB/SMALB, SMK/MAK, satuan pendidikan Paket A, Paket B dan Paket C, dan
pendidik pada lembaga kursus dan pelatihan.
Tenaga Kependidikan meliputi kepala sekolah/madrasah, pengawas satuan pendidikan, tenaga
administrasi, tenaga perpustakaan, tenaga laboratorium, teknisi, pengelola kelompok belajar,
pamong belajar, dan tenaga kebersihan.

15

11. Standar sarana dan prasarana adalah standar nasional pendidikan yang berkaitan dengan kriteria
minimal tentang ruang belajar, tempat berolahraga, tempat beribadah, perpustakaan,
laboratorium, bengkel kerja, tempat bermain, tempat berkreasi dan berekreasi, serta sumber
belajar lain, yang diperlukan untuk menunjang proses pembelajaran, termasuk penggunaan
teknologi informasi dan komunikasi. (Permendiknas no. 24 tahun 2007)
Setiap satuan pendidikan wajib memiliki sarana yang meliputi perabot, peralatan pendidikan,
media pendidikan, buku dan sumber belajar lainnya, bahan habis pakai, serta perlengkapan lain
yang diperlukan untuk menunjang proses pembelajaran yang teratur dan berkelanjutan. Setiap
satuan pendidikan wajib memiliki prasarana yang meliputi lahan, ruang kelas, ruang pimpinan
satuan pendidikan, ruang pendidik, ruang tata usaha, ruang perpustakaan, ruang laboratorium,
ruang bengkel kerja, ruang unit produksi, ruang kantin, instalasi daya dan jasa, tempat
berolahraga, tempat beribadah, tempat bermain, tempat berkreasi, dan ruang/tempat lain yang
diperlukan untuk menunjang proses pembelajaran yang teratur dan berkelanjutan.
12. Standar pembiayaan adalah standar yang mengatur komponen dan besarnya biaya operasi
satuan pendidikan yang berlaku selama satu tahun. (Permendiknas no. 69 tahun 2009)
Pembiayaan pendidikan terdiri atas:
a. Biaya investasi satuan pendidikan meliputi biaya penyediaan sarana dan prasarana,
pengembangan sumberdaya manusia, dan modal kerja tetap.
b. Biaya personal sebagaimana dimaksud pada di atas meliputi biaya pendidikan yang harus
dikeluarkan oleh peserta didik untuk bisa mengikuti proses pembelajaran secara teratur dan
berkelanjutan.
c. Biaya operasi satuan pendidikan meliputi: Gaji pendidik dan tenaga kependidikan serta
segala tunjangan yang melekat pada gaji, Bahan atau peralatan pendidikan habis pakai, dan
Biaya operasi pendidikan tak langsung berupa daya, air, jasa telekomunikasi, pemeliharaan
sarana dan prasarana, uang lembur, transportasi, konsumsi, pajak, asuransi, dan lain
sebagainya.
13. Standar penilaian pendidikan adalah standar nasional pendidikan yang berkaitan dengan
mekanisme, prosedur, dan instrumen penilaian hasil belajar peserta didik.
(Permendiknas no. 20 tahun 2007 Permendikbud no. 66 tahun 2013)
Penilaian pendidikan pada jenjang pendidikan dasar terdiri atas: Penilaian hasil belajar oleh
pendidik, Penilaian hasil belajar oleh satuan pendidikan, dan Penilaian hasil belajar oleh
Pemerintah. Penilaian pendidikan pada jenjang pendidikan tinggi terdiri atas: Penilaian hasil
belajar oleh pendidik, dan Penilaian hasil belajar oleh satuan pendidikan tinggi. Penilaian
pendidikan pada jenjang pendidikan tinggi diatur oleh masing-masing perguruan tinggi sesuai
peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Permendikbud no. 104 Tahun 2014 Tentang Penilaian Hasil Belajar oleh Pendidik pada Pendidikan
Dasar dan Pendidikan Menengah

14. RKT adalah rencana kerja tahunan sekolah/madrasah yang berdasar pada rencana kerja jangka
menengah (empat tahunan) yang dinyatakan dalam Rencana Kegiatan dan Anggaran
Sekolah/Madrasah (RKA-S/M) sebagai istilah lain dari Rencana Anggaran Penerimaan dan
Belanja Sekolah/Madrasah (RAPB-SM)
15. Tenaga kependidikan adalah . anggota masyarakat yang mengabdikan diri dan diangkat untuk
menunjang penyelenggaraan pendidikan
16. .Pendidik adalah tenaga kependidikan yang berkualifikasi sebagai guru, dosen, konselor,
pamong belajar, widyaiswara, tutor, instruktur, fasilitator, dan sebutan lain yang sesuai dengan
kekhususannya, serta berpartisipasi dalam menyelenggarakan pendidikan.
17. Komite sekolah/madrasah adalah lembaga mandiri yang beranggotakan orang tua/wali peserta
didik, komunitas sekolah, serta tokoh masyarakat yang peduli pendidikan
18. Kurikulum tingkat satuan pendidikan adalah kurikulum operasional yang disusun oleh dan
dilaksanakan di masing-masing satuan pendidikan
16

19. Standar penilaian pendidikan adalah standar nasional pendidikan yang berkaitan dengan
mekanisme, prosedur, dan instrumen penilaian hasil belajar peserta didik.
20. Penilaian pendidikan adalah proses pengumpulan dan pengolahan informasi untuk menentukan
pencapaian hasil belajar peserta didik
21. Ulangan adalah proses yang dilakukan untuk mengukur pencapaian kompetensi peserta didik
secara berkelanjutan dalam proses pembelajaran, untuk memantau kemajuan, melakukan
perbaikan pembelajaran, dan menentukan keberhasilan belajar peserta didik.
22. Ulangan harian adalah kegiatan yang dilakukan secara periodik untuk mengukur pencapaian
kompetensi peserta didik setelah menyelesaikan satu Kompetensi Dasar (KD) atau lebih.
23. Ulangan tengah semester adalah kegiatan yang dilakukan oleh pendidik untuk mengukur
pencapaian kompetensi peserta didik setelah melaksanakan 8 9 minggu kegiatan
pembelajaran. Cakupan ulangan meliputi seluruh indikator yang merepresentasikan seluruh KD
pada periode tersebut.
24. Cakupan ulangan meliputi seluruh indikator yang merepresentasikan KD pada semester
tersebut..
25. Ulangan akhir semester adalah kegiatan yang dilakukan oleh pendidik untuk mengukur
pencapaian kompetensi peserta didik di akhir semester.
26. Ulangan kenaikan kelas adalah kegiatan yang dilakukan oleh pendidik di akhir semester genap
untuk mengukur pencapaian kompetensi peserta didik di akhir semester genap pada satuan
pendidikan yang menggunakan sistem paket.
27. Ujian sekolah/madrasah adalah kegiatan pengukuran pencapaian kompetensi peserta didik yang
dilakukan oleh satuan pendidikan untuk memperoleh pengakuan atas prestasi belajar dan
merupakan salah satu persyaratan kelulusan dari satuan pendidikan. Mata pelajaran yang
diujikan adalah mata pelajaran kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi yang
tidak diujikan dalam ujian nasional dan aspek kognitif dan/atau psikomotorik kelompok mata
pelajaran agama dan akhlak mulia serta kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan
kepribadian yang akan diatur dalam POS Ujian Sekolah/Madrasah
28. Ujian Nasional yang selanjutnya disebut UN adalah kegiatan pengukuran pencapaian
kompetensi peserta didik pada beberapa mata pelajaran tertentu dalam kelompok mata
pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi dalam rangka menilai pencapaian Standar Nasional
Pendidikan.
29. Kriteria ketuntasan minimal (KKM) adalah kriteria ketuntasan belajar (KKB) yang ditentukan
oleh satuan pendidikan. KKM pada akhir jenjang satuan pendidikan untuk kelompok mata
pelajaran selain ilmu pengetahuan dan teknologi merupakan nilai batas ambang kompetensi.
30. Kompetensi Dasar merupakan sejumlah kemampuan yang harus dimiliki peserta didik dalam
mata pelajaran tertentu sebagai rujukan untuk menyusun indikator kompetensi

17