Anda di halaman 1dari 12

PERSIAPAN PASIEN OPERASI

A. Persiapan operasi secara umum


1. Persiapan administrasi
a. Surat ijin opersi
b. Surat rawat/pengantar
c. Keuangan
d. Penjadwalan operasi dan kolaborasi dengan dokter.
2. Persiapan pasien
a. Penerimaan pasien dan penanganan cemas
b. Puasa
c. Pelepasan protesa
d. Pencukuran dan huknah
e. Pemasangan infus penggntian pakaian.
3. Persiapan medis
a. Pengkajian riwayat penyakit
b. Pengkajian riwayat pemakaian obat
c. Pengkajian riwayat alargi
d. Pengkajian riwayat penyakit
e. Pengklajian operasi dan anastesi
f. Pengkajian riwayat kebiasaan
g. Pemeriksan tanda-tanda vital
h. Medikasi pra bedah
i. Pre medikasi anastesi.
B. Penerimaan pasien baru di kamar operasi
1. Pasien datang langsung ke RS kebagian OK.
2. Suami/keluarga pasien di anjirkan untukmelakukan registrasi ulang
(bila pasien belum melewati bagian informasi).
3. Pasien ditermah oleh perawat ok dan dilakukan anamnea keperawatan
dan anastesi serta pemeriksaan fisik, pemeriksaan TTV (anamnesa
pengawasan kehamilan dilakukan oleh bidan).
4. Lengkapi persiapan operasi :
a. Surat persetujuan operasi, tindakan medik, hasil konsultasi dokter
anastei dan lembar keluar masuk.
b. Jika pasiendengan rencana SC lakukan CTG selama 30 menit
(sebelumnya pasien di anjurkan untuk BAK).
c. Lakukan pemaangan gelang pasien dengan penulisan identitas
sesuai dengan prosedur.
d. Jika pasien rencana operasi histerektomi vaginal dan laparatomi
lakukan clisma sesuaidengan prosedur dan operkan keruangan
untuk huknah dan cukur 3 jam sebelum operasi.
e. Ingatkan pasien untuk puasa sesuai dengan usia pasien (bila masih
lama anjurkan pasien untuk makan dulu).
f. Lepaskan protea pasien (bila ada).
g. Laporkan kepada tim operasi mengenai kedatangan pasien rencana
operasi sesuai dengan prosedur.
h. Laksanakan instruksi dokter sebelum operasi bila ada atau lakukan
persiapan-persiapan khusus sesuai dengan indikasi (rekam EKG,
pemberian antibiotik dll).
i. Lengkapi berkas rekam medis pre operasi, seperti sesuai dengan
kasu operasi (SC, bedah, anak dll).

j.

Laksanakan asuhan asuhan keperawatan pada pasien sesuai


dengan standar yang berlaku (hilangkan kecemasan pasien).
k. Pindahkan pasien keruangan perawatan sesuai dengan kelas pasien
dan lakukan serah terima dengan teliti keruangan.
l. Pindahkan kembali pasien ke ruangan persiapan operasi 1 jam
sebelum operasi.
m. Saat pasien pindah ke ok, lakukan serah terima dengan
menggunakan chek list pengkajian perioperatif (tulis nama perawat
ruangan dan perawat RR/anastesi).
n. Lakukan penggantian baju OK dan pemasangan infus oleh tim infus.
o. Masukkan pasien pre operasi ke kamar operasi sesuai dengan
prosedur (15-30 menit sebelumoperasi, anjurkan berdoa, denarkan
DJA untuk SC dan jelaskan nama tim operasi).
C. Persiapan pasien di ruangan OK/VK
1. Pengertin persiapan pasien di ruangan OK/VK adalah proses yang harus
di berikan dn dijelaskan kepada pasien sebelum menjalani operasi di
ruangan OK/VK.
2. Proses :
a. Pelaksana adalah perawat/bidan di instalasi VK/OK.
b. Beritahu pasien dan keluarga tentang tindakan yang akan
dilakukan.
c. Ingatkan pasien dan keluarga tentang tindakan yangakan dilakukan.
d. Ingatkan pasien, apabila masih menggunakan perhiasan, gigi palsu,
kontak lens agar dilepas dan diserahkan kepada keluarga atau
suami pasien. Kemudian beritahu juga, apa bila ada cat kuku dan
lipstik harus segera di hapus (gunakan formulir cheek list yang ada).
e. Setengah jam sebelum pasien masuk ke kamar oerasi, panggil
suami/keluarga pasien untuk memberikan suport dan beri
kesempatan untuk berdoa.
f. Pindahkan pasien ke kamar operasi dengan menggunakan brankart
dan di dorong oleh 2 (dua) orang.

Contoh soal sosialisasi SPO


essay

1. Sebutkan persiapan operasi secara umum


2. Berapal lama cardiotocogram (CTG) di lakukan jika pasien rencana operasi
Section secarea (SC)
3. Sebutkan apa saja yg termasuk protesa
4. Tuliskan proses penerimaan pasien baru di kamar operasi
Multiplecois

KELOMPOK INSTRUMEN DASAR

A. Kelompok tajam
1. Pisau bedah
a. Ukuran pisau no 20, 21, 22, 23,dan 24 menggunakan tangkai pisau
no 4 dan paling sering digunakan karena punggung pisaunya lurus
dan mata pisau melengkung.
b. Ukuran pisau kecil no 10, 11, 12, dan 15 menggunakan tungkai
pisau no 3, 7, dan 9.
1) Mata pisau no 11 (ujung bayonet) digunakan untuk insisi abses
atau membuat sayatan pada tindakan labioplastik.
2) Mata pisau no 12 (bistury) digunakan biasanya untuk operasi
gendang telinga.
3) Mata pisau no 15 digunakan pada operasi yang memerlukan
sayatan kecil dan menjamin putaran putaran yang tepat ketika
melakukan insisi.
c. Saat memasang atau melepas pisau harus dengan alat (nedle
holder) tidak boleh menggunakan tangan untuk
menghindarilaserasi dari pisau dan menghindari bahaya untuk
petugas.
2. Gunting
Gunting sering digunakan untuk memotong jaringan, benang
danbalutan luka. Gunting dibuat bervariasi ukuran dan bentuk dari
ujungnya. Posisi pegang gunting yang baik adalah ibu jari dan jari
manis dimasukkan kedalam lubang gunting, jari tengah diletakkan
didepan jarimanis dan jari telunjuk disamping mata gunting sehingga
dapat mengendalikan gunting dengan baik.
Macam-macam gunting :
a. Gunting bedah/gunting diseksi jenis mayo dan metzenbaum.
b. Gunting benang
Gunting benang ujung guntingnya lurus dan tumpul, sering
digunakan pada saat menggunting benang dan kasa saat operasi.
Tidak ada kekawatiran ujung gunting akan mengenai jaringan/organ
dalam.
Yang harus diperhatikan saat menggunting benang :
1) Posisi dalam keadaan baik
2) Dapat mengendalikan gunting dengan baik
3) Dapat melihat benang yang akan digunting
4) Yakin pada saat menggunting, tidak mengenai/memotong
struktur lain.
c. Gunting verban
Gunting verban jenis yang paling sering dipakai adalah gunting
dengan mata gunting datar dan tumpul sehingga dapat disisipkan
dibawa luka tanpa takut akan melukai jaringan.
B. Kelompok penjepit
Umumnya digunakan untuk menjepit pembuluh darah, namun
dapat juga digunakan sebagai pemegang (grasper) atau sebagai penarik
(retraktor).
Yang termasuk kelompok penjepit :
1. Penjepit dok (towel clip/towel holding forceps)
Penjepit dok digunakan untuk menahan tepi duk pada saat tindakan
alokasi daerah pembedahan/draeping.

2. Klem hemosatatik (hemosatatik forcep)


Klem hemosatatik mempunyai arti penting dalam menghentikan
perdarahan selama operasi.
3. Klem babcoch (babcoch forcep
Klem babcoch mempunyai permukaan pemegang yang halus
sehingga tidak merusak jarigan yang dipegang.
4. Klem allis (allis forcep)
Klem allis digunakan untuk memegang jaringan yang kasar/jaringan
yang akan dibuang.
C. Kelompok pemegang
Kelompok pemegang digunakan untuk memegang jaringan, diseksi
tulang retraksi atau pemegang jaringan saat menjahit.
Yang termasuk kelompok pemegang :
1. Pinset (tissue forceps)
a. Pinset anatomis digunakan untuk memegang jaringan yang halus
seperti usus, otot peritonium dll.
b. Pinset jaringan (chirurgie) digunakan untuk memegang jaringan
yang kasar seperti kuli, tulang dll.
2. Pemegang kasa (spoge holding forceps)
Pemegang kasa mempunyai lubang besar dengan permukaan
bergerigi berhadapan dan bentuk yang tidak berlubang biasanya
digunakan untuk memegang kasa saat tindakan.
a. Persiapan daerah operasi
b. Menyerap darah/air dari rongga dalam tubuh
c. Sebagai retraktor.
3. Pemegang jarum (nedle holder)
Pemegang jarum permukaan rahangnya berbentuk diamod untuk
menjaga agar jarum tidak mudah berputar, cara pegang seperti
memegang gunting dan jarum dipasang sepertiga bagian panjang
jarum dari ujung tumpulnya.
D. Kelompok penarik
Kelompok penarik digunakan untuk menarik tepi luka agar lapangan
operasi menjadi lebih luas dan memadai tetapi kerusakan jaringan sangat
minim.
Ada dua jenis retraktor :
1. Retraktor yang harus di pegang
a. Rake retraktor
Reke retraktor sangat bervariasi, ada yang bergigi tumpul dan
tajam, ada juga yang tidak bergerigi dengan bentuk yang berbeda :
1) Pengait tajam gigi 2,4, dan 6
2) Pengait tumpul gigi 2,4dan 6
3) Pengait langenbeck
4) Pengait medledorf.
b. Pengait sederhana (plain retraktor)
1) Malleable retraktor terbuat dari dari tembaga yang dilapisi
dengan krom, dapat dibentuk sesuai dengan yang dikehendaki.
2) Retraktor deaver mempunyai lekukan halus yang panjang
terkenal sebagai retraktor yang dipakai untuk luka yang lebih
dalam.
2. Retraktor otomatis

Retraktor otomatis diletakkan berhadapan dengan kedua sisi luka,


sehingga sstu sisi merupakan penahan lawan yang didorong dari
seberang luka.
Contoh retraktor otomatis :
a. Retraktor balfour terdiri dati mekanik dengan tambahan retraktor
samping dapat digunakan untuk menarik kandung kemih dan paling
sering digunakan untuk oprasi abdominal.
b. Retraktor finochieto digunakan dengan susunan roda gigi searah
pada satu bagian, merupakan retraktor khas yang sering digunakan
untuk menekan luka pada dinding dada agar tetap terbuka.
E. Kelompok lain-lain
1. Alat penghisap
2. Jenis-jenis penduga
3. Jenis kerokan
4. Bougie
5. Kateter logam.

Contoh soal sosialisasi SPO

1.

BENANG BEDAH DAN JARUM BEDAH


A. Pengertian benang bedah
Benang bedah adalah materi yang digunakan untuk ligasi (ligate)
pembuluh darah dan aproksimasi (approxomate) jaringan.
B. Sejarah benabg bedah
1. Bukti keberadaan benangbedah yang pertama kali dalam literatur
mesir pada abad ke-16. Informasi ini tercatat didalam edwin smith
papyrus.
2. Berabad-abad lamanya, bermacam-macam bahan telah digunakan
sebagai materi dasar pembuatan benang bedah,diantaranya : sutura
(silk), linen, catun (cotton), rambut/suraai kuda, tendon dan usus juga
emas dan perak.
3. Kini telah digunakan bahan sintesis untuk memproduksi benang bedah,
dimana para ilmuan dan produsen terus berusaha untuk menciptakan
benang bedah ideal
C. Benang bedah ideal
1. Steril
2. Mudah untuk digunakan
3. Reaksitrauma jaringan yang minimal

4. Memiliki tensile strenght (kekuatan menahan jaringan luka) yang


memadai
5. Simpul yang aman
6. Diserap tubuh setelah tidakberfungsi
7. Dapat digunakan untuk segala jenis operasi.
D. Klasifikasi benang bedah
1. Absorbable(diserab jaringan) dan non absorbable (tidak diserap
jaringan)
a. Absorbable
1) Absorption rate
a) Lamanya waktu yang dibutuhkan oleh sehelai benang bedah
untuk diseraptubuh.
b) Absosption rate tidak selalu berhubungan dengan kekuatan
benang bedah untuk merapatkan jaringan luka.
c) Ahli bedah / kebidanan perlu mengetahui absorption rate dari
benang bedah karena benang tersebut merupakan benda
asing didalam tubuh pasien.
2) Tensile strength vivo
a) Kekuatan yang dimiliki benang bedah untuk diregangkan
(dalam pounds), hingga benang tersebut putus, setelah
implantasi didalam.
b) Tensile strength sangatpenting karena menentukan apakah
benabg tersebut cukup kuat untuk merapatkan luka, hingga
luka itu sembuh.
c) Contoh : coated vicryl tensile strength 35 hari, kekuatan
masi 75 % dlam 2 minggu, kekuatan masi 50% dalam 3
minggu.
b. Non absorbable
1) Exterior skin closure, harus dicabut setelah luka sembuh
2) Aproksimasi parmanen (permanent approximation) akan tinggal
didalam tubuh sebagai benda asing (encappsulated)
3) Pasien hipersensitif terhadap benang yang diserap
4) Untuk memasanga prothesis.
2. Natural (bahan alami) dan synthetic (sintetik)
a. Natural / alami
Benang bedah alami dibuat dari bahan yang dapat di temukan di
alam : gut (usus) sapi atau kambing, silk (sutera), stanless steel.
b. Sintesis
Bahan sintesis diciptakan karena adanya beberapa kekurangan
yang dimiliki oleh benang bedah alami. Khususnya reaksi jaringan
dan absorption rate yang tidak dapat diprediksi.
3. Braided (multifilament) dan monofilament (monofilament)
a. Braided
Multifilamen dibuat dari beberapa helai benang yang
dipilin/dikepang bersama-sama. Hal ini menyebabkan meningkatnya
kekuatan tarik benang dan fleksibilitas yang lebih baik.
b. Monofilament
Benang monofilamen dibuat dari satu helai bahan yang
memungkinkan benang tersebut memberikan trauma minimal
terhadap jaringan, mencegah berkembang biaknya bakteri yang
dapat menyebabkan infeksi pada jahitan.

E. Seleksi benang bedah


Seleksi ukuran diameter benang dilakukan berdasarkan reaksi
jaringan yang minimal dengan ukuran benang yang terkecil yang
memungkinkan untuk meminimalkan resiko atas penolakan tubuh
terhadap benang tersebut tapi cukup besar untuk menahan luka jaringan
untuk menghindari dehiscene (terbukanya luka).
ETHICON* menciptakan benang bedah dengan ukuran yang dimulai
dari no. 7 (terbesar diameternya) terbuat dari stenlis steel hingga no. 11/0
(terkecil diameternya) untuk bedah mata.

Plain/F.A
Natural

Chromi
VICRYL *

Absorbabl
VICRYL *
Sinthetic

Natural

Non

MONOCRY
PANACRYL
ETHILON *
MERSILEN

1. Catgut
ETHIBOND
Sinthetic
(collagen) suture
PROLENE *
- Natural : absorbable : monofilament
- Lapisan submucosal/serosal dari usus hewan
Stainlis
- 97-98% colalgen murni
- PLAIN : kekuatan dukung 7-10 hari, serapan 60-90 hari
- CHROMIC : kekuatan dukung 17-21 hari, serapan 90=110 hari
- Diserap secara enzimatis dan dipengaruhi banyak faktor seperti
tingkat nutrisi pasien.
2. Chromic Catgut
(collagen) suture
- Diserap secara enzymatic
- Penyerapan tidak konsisten
3. VICRYL RAPIDE*
(Polyglactin 910) suture
- Kekuatan in-Vitro setara silk (sutera)
- Pada hari 5-6, memiliki kekuatan 50%
- Tensile Strength 10-14 hari
- Diserap dalam 42 hari
- Digunakan untuk Episiotomi repair (ukuran 2/0) atauuntuk
subcuticular (3/0 dan 4/0).
4. MONOCRYL*
(poliglecaprone 25) suture
- Daya dukung efektif 28 hari
- Jangka waktu serapan 91-119 hari

5.

6.

7.

8.

9.

Reaksi jaringan yang minimal catgut


Karakteristik handling yang superior
Simpul aman
Monofilamen mengalir halus melalui jaringan
Dapatdigunakan pada semua aplikasi yang menggunakan chomic
dengan hasil yang jauh lebih baik
- Untuk uterus closure size 1, 0, 2/0
- Untuk subcuticular closure size 3/0 dan 4/0
- Kompaibel dengan jaringan
VICRIL*
(Polyglatin 910) suture
- Daya dukung efektif 30-40 hari
- Jangka waktu serapan 56-70 hari
- Kekuatan tarik 14 hari 75% kekuatan awal, 21hari 50% kekuatan
awal
- Aplikasi untuk berbagai jaringan (G.I., kulit,facia, uterus, otot dll).
- Serpan hydrolisis
- Serapan terprediksi
- Reaksi jaringan minimal
- Latarbelakangdibuat VICRYL Plus yaitu 27 milion operasi di US, ratarata kejadian infeksi 2-3%, 675.000 SSls, 66% di lokasi
iinsisi/tempat dilakukannya pembedahan bakteri bakteri di jumpai
(staph a, staph e, MRSA, MRSE)
PDS* II
(polydioxanone) suture
- Sintetis-diserap-monofilamen
- Daya dukung efektif 60 hari
- Jangka waktu serapan 180-210 hari
- Aplikasi fascia, tendon (ortho), sternum closure (pediatric) dll.
Silk
- Natural-tidak diserap-multifilamen
- Dari kepompong ulat sutra
- Braided (wax coated)
- Handling yang prima
- Simpul yang sangat aman namun reaksi jaringan relatif akut.
- Kelemahan : reaksi jaringan, kekuatan berangsur berkurang
akhirnya terjadi inflamasi
- Dapat digantikan nurolon
ETHILON*
(polyamide 666) suture
- Sintesis - monofilamen - tidak diserap
- Bahan nylon
- Penggunaan populer untuk menutup kulit/subcuticular, mata,
microsurgery dan abdominal closure
- Kelebihan nya halus, mudah melalui jaringan, tidak memberi
tempat berkembangbiaknya mikroorganisme dan kuat.
- Kelemahannya nylon menyerap air, kehilangan kekuatan sekitar 1520% per tahun.
MERSILENE*
(polyester) suture
- Sintetis-tidak diserap-multifilamen dan monofilamen
- Diperkenalkandiingris pada tahun 1951
- Mengatasi kelemahan silk

- Braided (waxproofed) atau monofilamen


- Karakteristik handling yang prima
- Dukungan permanen
- Kuat reaksi jaringan minimal
10.PROLENE*
(polypropylene) suture
- Sintetis-tidak diserap-monofilamen
- Onofilamensebagai alternatif yang lebih baik daripada nylon (lebih
halus, lebih kuat dan tidak menimbulkan reaksi jaringan)
- Kontrol yang lebih baik dengan kemampuan streching
- Lebih lentur untuk handling dan simpul
- Permukaan benang yang paling halus
- Polypropylene adalah bahan yang paling tidak reaktif trhadap
jaringan.
11.ETHIBOND* EXCEL
(polyester) suture
- Syntetik-non absorbablel-multifilamen
- Adanya coting untuk meningkatkan kualitas polyester
- Mengikat dengan baik pada polyester
- Sangat kuat
- Memberikan suport permanen pada luka
- Polybutilate coating mengurangi bakterial harbors dan capilaritas
- Coating agar melalui jaringan dengan mudah
- Ideal untuk operasi katup jantung
12.Stainless Steel
(Stainless steel316L) suture
- Synthetic- non absorbable- monofilament dan multifilament
- Benang yang sangat kuat dibutuhkan untuk sternum closure dan
trochhanteric reattachment
- Spesial packaging didisain untuk meminimalisasi kinks
- Benang yang digunakan untuk menarik tendon yang putus.
F. Jarum bedah
Penting untuk penempatan benang pada jaringan, sehingga harus
dirancang secara khusus untuk menimbulkan trauma jaringan seminimal
mungkin.
G. Karakteristik dari jarum bedah ideal
1. Kekuatan
2. Stabilitas
3. Ketajaman
Teper ratio adalah perbandingan antara panjang badan jarumyang
meruncing dengan diameter jarum. Teper ratio yang lebih besar berarti
jarum lebih tajam
4. Kelenturan
5. Ketajaman
H. Anatomi jarum bedah
1. Needle swage
a. Single armed : satu jarum dengan satu benang
b. Double armed : dua jarum pada satu benang
c. Loop : satu jarum pada satu benang dengan konfigurasi loop
2. Needle body
crcle, 3/8 circle, sircle 5/8 circle dan compound curved
3. Needle point
a. Convention cutting

b.
c.
d.
e.
f.
g.

Revese cutting
Taper point
Taper cut
Spatula (side cutting)
CS ultima
Blunt dan ethiguard.