Anda di halaman 1dari 23

pH dan Dapar

BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Potensial Hydogen atau yang sering disebut dengan pH merupakan ukuran
untuk menentukan keasaman atau kebasahan suatu larutan. PH memiliki 3 komponen
yakni basa, asam, dan netral. Dikatakan basa apabila larutan memiliki pH diatas nilai
7, dikatakan asam apabila larutan memiliki pH di bawah 7, dan dikatakan netral
apabila larutan tersebut memiliki pH 7 pada suhu 25 C.
Suatu pH berhubungan dengan larutan dapar. Larutan dapar merupakan
larutan yang dapat mempertahankan pH tertentu meskipun telah diberikan perlakuan
penambahan maupun pengurangan asam atau basa. Dapar ini memiliki komposisi
asam lemah dan garamnya atau basa lemah dan garamnya. Dapar bersifat asam ketika
larutan basa kuat dilarutkan dengan asam lemah dan dapar dapat bersifat basa ketika
larutan asam kuat dilarutkan dengan basa lemah.
Larutan dapar yang biasa disebut dengan larutan buffer atau larutan
penyangga ini dapat dibuktikan dengan percobaan. Percobaan dengan penambahan
asam kuat dan basa kuat misalnya. Oleh karena itu, dilakukanlah percobaan ini yang
nantinya berguna bagi dunia kesehatan dalam hal pembuatan larutan dapar.
B. Maksud Percobaan
Adapun maksud percobaan adalah menentukan nilai pH dari beberapa zat
cair yakni NaOH dan HCl dengan konsentrasi yang berbeda, membuat larutan dapar,

St. Mutiara Nur Azizah


15020130364

Nita Mustika

pH dan Dapar
menghitung nilai pH larutan dapar, dan menghitung kapasitas dapar dari larutan dapar
CH3COOH.
C. Tujuan Percobaan
Adapun tujuan percobaan adalah untuk menentukan pH beberapa zat cair
yakni NaOH dan HCl dengan konsentrasi yang berberda, mengetahui cara membuat
larutan dapar, menentukan nilai pH dari larutan dapar, dan menentukan kapasitas
dapar larutan dapar dari CH3COOH.
D. Prinsip Peercobaan
Mengukur nilai pH dari beberapa zat cair yakni NaOH dan HCl yang beda
konsentrasinya dengan melalui pH meter dan melalui perhitungan pH kemudian
membandingkannya. Selain itu, membuat larutan dapar yang sebelumnya diukur
terlebih dahulu pH larutan melalui perhitungan dan secara langsung dengan pH meter
yang kemudian ditambahkan sedikit asam dan sedikit basa dan hitung pH larutan
tersebut kemudian dihitung kapasitas dapar larutan dapar dari CH3COOH.

E. Manfaat Percoban
Manfaat dari percobaan ini adalah mengetahui cara pembuatan larutan dapar
yang nantinya dapat berhubungan dengan penyesuaian pH obat dengan pH yang ada
di dalam tubuh. Misalnya pH obat untuk lambung harus sesuai dengan pH lambung.

St. Mutiara Nur Azizah


15020130364

Nita Mustika

pH dan Dapar

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
A. Teori Umum

St. Mutiara Nur Azizah


15020130364

Nita Mustika

pH dan Dapar
Istilah pH merupakan singkatan dari daya H (power of
Hydrogen). Semakin rendah pHnya, makin besar konsentrasi ion hidrogennya.
Larutan netral memiliki pH 7, sedangkan keasaman maksimal dalam larutan
berpelarut air adalah pH 1. Nilai pH diatas 7 mengidentifikasikan larutan basa
sedangkan kebasaan maksimal dilambangkan dengan pH 14 (George, 2005).
Banyak proses kimia dan biologi yang sangat peka terhadap
perubahan pH dari larutan dan memang sangat penting untuk menjaga pH
sekonstan mungkin. Oleh sebab itu, larutan penyangga mendapatkan perhatian
yang besar (Underwood , 2002).
Larutan penyangga adalah larutan yang dapat mencegah perubahan
pH. Jika kemudian ditambahkan asam, pH tidak akan menurun, sedangkan
bila basa yang ditambahkan, pH tidak akan meningkat. Larutan penyangga
biasanya terdiri atas campuran asam lemah atau basa lemah dengan garamnya
masing-masing dan kerja penyangga paling bagus terjadi pada pH yang sama
dengan pKa asam atau basa yang membentuk larutan penyangga (Cairns ,
2008).
Larutan buffer, larutan dapar, larutan penyangga, atau larutan yang
dapat mempertahankan harga pH jika ke dalam larutan tersebut ditambahkan
sejumlah kecil asam, basa, atau dilakukan pengenceran (Sumardjo , 2008).

St. Mutiara Nur Azizah


15020130364

Nita Mustika

pH dan Dapar
Larutan penyangga/buffer akan bekerja paling baik dalam
mengendalikan pH pada harga pH yang hampir sama dengan pKa komponen
asam atau basa, yaitu ketika garam sama dengan asam. Ini dapat ditunjukkan
dengan menghitung kemampuan penyangga untuk menahan perubahan pH,
yang dikenal dengan kapasitas penyangga. Kapasitas penyangga didefinisikan
sebagai jumlah mol per liter asam atau basa monobasa kuat yang diperlukan
untuk menghasilkan peningkatan atau penurunan satu unit pH didalam larutan
(Cairns, 2008).
Secara umum, larutan buffer mengandung pasangan asam basa
konjugat atau terdiri dari campuran asam lemah dengan garam yang
mengandung anion yang sama dengan asam lemahnya, atau basa lemah
dengan garam yang mengandung kation yang sama dengan basa lemahnya.
Oleh karena mengandung komponen asam dan basa tersebut, larutan buffer
dapat bereaksi dengan asam (ion H+) maupun dengan basa (ion OH-) apa saja
yang memasuki larutan. Oleh karena itu, penambahan sedikit asam ataupun
sedikit basa ke dalam larutan buffer tidak mengubah pH-nya. Larutan
penyangga dapat dibedakan atas larutan penyangga asam dan larutan
penyangga basa. Apabila asam lemah dicampur dengan basa konjugasinya
maka akan terbentuk larutan buffer asam, dimana larutannya mempertahankan
pH pada daerah asam (pH 7) (Underwood , 2002 ).

St. Mutiara Nur Azizah


15020130364

Nita Mustika

pH dan Dapar
Ada dua metode yang dipakai untuk menentukan pH larutan yaitu
(Gennaro, 1980):
1. Kalorimetri
Metode yang relatif sederhana dan urah untuk menentukan perkiraan
pH larutan tergantung pada fakta bahwa beberapa pasangan asam-basa
konjugat (indikator) memiliki satu warna pasangan asam-basa dan warna lain
dalam bentuk dasar.
2. Metode potensialmetri
Metode potensialmetri untuk menentukan pH didasarkan pada
kenyataan bahwa perbedaan potensial listrik antara dua elektrode yang cocok
mmencelupkan kedalam larutan yang mengandung ion hidronium bergantung
pada konsentrasi (atau kegiatan) yang terakhir.
Kombinasi asam lemah dengan basa konjugasinya yaitu garamnya,
atau basa lemah dengan asam konjugasinya bertindak sebagai dapar. Jika 1
mol 0,1 N larutan HCl ditambahkan ke dalam 100 mL air murni, pH air akan
turun dari 7 menjadi 3. Jika asam kuat ditambahkan ke 0,01 M larutan yang
mengandung asam asetat dan natrium asetat dalam jumlah yang sama, pH
larutan itu hanya berubah sebesar 0,09 satuan pH karena basa Ac- mengikat
ion hydrogen sebagai berikut (Martin, 1990) :
Ac- + H3O+ HAc + H2O
Untuk mempertahankan pH dalam rentang fisiologis yang sempit,
kapasitas pendapar jangka pendek harus menetralkan asam-asam yang

St. Mutiara Nur Azizah


15020130364

Nita Mustika

pH dan Dapar
dihasilkan, dan tindakan-tindakan korektif jangka panjang harus
menghilangkan asam secara permanen, tetapi secara terus-menerus (Ronald,
2004).
Faktor-faktor yang mempengaruhi pH larutan dapar. Penambahan
garam-garam netral ke dalam larutan dapar mengubah pH larutan dengan
berubahnya kekuatan ion. Temperatur juga berpengaruh terhadap larutanlarutan dapar. Kolthff dan Takelenburg menyatakan istilah koefisien
temperatur pH yaitu perubahan pH akibat pengaruh temperatur. pH dapar
asetat dijumpai meningkat dengan naiknya temperatur sedang pH dapar asam
borat-natrium borat turun (Martin, 1990).
Besarnya penahanan perubahan pH oleh dapar disebut kapasitas
atau efisiensi dapar, indeks dapar dan nilai dapar. Van Sly-ke 7
memperkenalkan konsep kapasitas dapar dan mendefinisikannya sebagai
perbandingan pertambahan basa kuat (atau asam) dengan sedikit perubahan
pH yang terjadi karena penambahan basa itu. Rumus untuk menghitung
besarnya kapasitas dapar adalah sebagai berikut:
= B
pH
Delta, , seperti biasa berarti perubahan yang terbatas dan B
adalah sedikit penambahan basa kuat ke dalam larutan dapar hingga

St. Mutiara Nur Azizah


15020130364

Nita Mustika

pH dan Dapar
menghasilkan perubahan pH=pH. B dinyatakan dalam gram/liter. Dari
persamaan diatas diketahui bahwa kapasitas dapar suatu larutan memiliki nilai
1 bila penambahan 1 gram ekuivalen basa kuat (asam) ke dalam 1 liter larutan
dapar menghasilkan perubahan sebesar 1 satuan pH (Martin, 1990).
1. Asam Asetat
Nama Resmi
Nama Lain
RM/BM
Pemerian
Kelarutan

B. Uraian Bahan
(Dirjen POM , 1979)
: Acidum Aceticum
: Asam Cuka
: CH3COOH/ 60,05 g/mol
: Cairan jernih; tidak berwarna; bau menusuk; rasa asam tajam
: Dapat campur dengan air, dengan etanol (95%) P dan dengan

gliserol P
Penyimpanan
: Dalam wadah tertutup rapat
Kegunaan
: Sebagai dapar asetat
2. HCl (Dirjen POM , 1979)
Nama Resmi
: Acidium Chloridum
Nama Lain
: Asam Klorida
RM/BM
: HCl/36,46 g/mol
Pemerian
: Cairan tidak berwarna, berasap dan berbaumerangsang
Kelarutan
: Mudah larut dalam air
Penyimpanan
: Dalam wadah tertutup rapat
Kegunaan
: Sebagai larutan asam
3. Natrium Hidroksida ( Dirjen POM , 1979)
Nama Resmi
: Natrii Hydroxidium
Nama Lain
: Natrium Hidroksida
RM / BM
: NaOH / 40,00 g/mol
Pemerian
: Bentuk batang, butiran, massa hablur, keping,keras,
Kelarutan

keras, kering, rapuh putih, mudah meleleh basa.


: Sangat mudah larut dalam air dan dalam etanol

Penyimpanan
Kegunaan

(95%) P.
: Dalam wadah tertutup rapat
: Sebagai larutan basa

St. Mutiara Nur Azizah


15020130364

Nita Mustika

pH dan Dapar

C. Prosedur Kerja (Anonim , 2014)


Menentukan Nilai pH Asam Atau Basa
1. Hitung pH larutan HCl 1,0 M; 0,1 M; 0,01 M; 0,001 M dan larutan NaOH
1,0 M; 0,1 M; 0,01 M; 0,001 M
2. Ukur pH larutan HCl 1,0 M; 0,1 M; 0,01 M; 0,001 M dan larutan NaOH 1,0
M; 0,1 M; 0,01 M; 0,001 M dengan menggunkan pH meter
3. Bandingkan dengan hasil perhitungan yang didapatkan
Membuat Larutan Dapar
1. Hitung dan tentukan pH dapar dari 50 mL NaOH 0,1 M dan 50 mL asam
2.
3.
4.
5.

asetat 0,2 M
Buat larutan dapar
Ukur pH larutan dapar
Hitung kapasitas dapar larutan
Buktikan dengan menambahnkan HCl 0,1 M dan NaOH 0,1 M ke dalam

larutan dapar
6. Ukur pH larutan dapar

BAB III
METODE KERJA
A. Alat

St. Mutiara Nur Azizah


15020130364

Nita Mustika

pH dan Dapar
Adapun alat yang digunakan adalah erlenmeyer 100 mL 1 buah, gelas kimia
100 mL 2 buah, gelas ukur 50 mL 2 buah, dan pH meter 1 buah.
B. Bahan
Adapun bahan yang digunakan adalah larutan asam asetat 0,2 M, larutan
HCl 1,0 M; 0,1 M; 0,01 M; 0,001 M, larutan NaOH 1,0 M; 0,1 M; 0,01 M; 0,001 M,
dan tissue.
C. Cara Kerja
Menentukan Nilai pH Asam Atau Basa
1. Dihitung pH larutan HCl 1,0 M; 0,1 M; 0,01 M; 0,001 M dan larutan NaOH
1,0 M; 0,1 M; 0,01 M; 0,001 M
2. Diukur pH larutan HCl 1,0 M; 0,1 M; 0,01 M; 0,001 M dan larutan NaOH
1,0 M; 0,1 M; 0,01 M; 0,001 M dengan menggunkan pH meter
3. Dibandingkan dengan hasil perhitungan yang didapatkan
Membuat Larutan Dapar
1. Dihitung dan tentukan pH dapar dari 50 mL NaOH 0,1 M dan 50 mL asam
2.
3.
4.
5.

asetat 0,2 M
Dibuat larutan dapar
Diukur pH larutan dapar
Dihitung kapasitas dapar larutan
Dibuktikan dengan menambahnkan HCl 0,1 M dan NaOH 0,1 M ke dalam

larutan dapar
6. Diukur pH larutan dapar

St. Mutiara Nur Azizah


15020130364

Nita Mustika

pH dan Dapar

BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN
A. Hasil Percobaan
a. Menentukan pH Beberapa Zat Cair
pH Hasil
Nama Zat Cair
HCl 0,001 M
HCl 0,01 M
HCl 0,1 M
HCl 1,0 M
NaOH 0,001 M
NaOH 0,01 M
NaOH 0,1 M
NaOH 1,0 M

pH Cairan pH Meter
Perhitungan
3
2
1
0
11
12
13
14

3,57
2,39
1,18
0,34
10.17
11,69
12,57
12,92

b. Membuat Larutan pH Dapar


Jenis Dapar
pH dapar hasil perhitungan
pH dapar hasil pengamatan
Kapasitas dapar
pH dapar setelah penambahan basa
pH dapar setelah penambahan asam

Dapar Asetat
4,46
4,33
0,76
4,62
4,33

Perhitungan
pH Larutan HCl dan NaOH :
St. Mutiara Nur Azizah
15020130364

Nita Mustika

pH dan Dapar
1. HCl 1,0 M
pH = - log [H+]
= - log 1
=0
2. HCl 0,1 M
pH = - log [H+]
= - log 0,1
=1
3. HCl 0,01 M
pH = - log [H+]
= - log 0,01
=2
4. HCl 0,001 M
pH = - log [H+]
= - log 0,001
=3
5. NaOH 1,0 M
pOH = - log [OH-]
= - log 1
=0
pH = pKw pOH
pH = 14 0
= 14
6. NaOH 0,1 M
pOH = - log [OH-]
= - log 0,1
=1
pH = pKw pOH
pH = 14 1
= 13
7. NaOH 0,01 M
pOH = - log [OH-]
= - log 0,01
=2
St. Mutiara Nur Azizah
15020130364

Nita Mustika

pH dan Dapar
pH = pKw pOH
pH = 14 2
= 12
8. NaOH 0,001 M
pOH = - log [OH-]
= - log 0,001
=3
pH = pKw pOH
pH = 14 3
= 11
Perhitungan pH Dapar Asam Asetat
Diketahui : pKa asam asetat adalah 4,76
NaOH 0,1 M dan 50 mL
CH3COOH 0,2 M dan 50 mL
Penyelesaian :
CH3COOH + NaOH

CH3COONa + H2O

gram 1000
x
Mr
v
Untuk CH3COOH 0,2 M, 50 mL
gram 1000
x
0,2 =
Mr
50
0,2 = mol x 20
0,2
=0,01 mol=10 mmol
Mol =
20
Untuk NaOH 0,1 M 50 mL
gram 1000
x
0,1 =
Mr
50
0,1 = mol x 20
0,1
=0,005 mol=5 mmol
Mol =
20
M=

St. Mutiara Nur Azizah


15020130364

Nita Mustika

pH dan Dapar
CH3COOH + NaOH
M

10 mmol

5 mmol

5 mmol

5 mmol

5 mmol
[CH3COOH ] =
[CH3COONa ] =

CH3COONa + H2O
-

n
5 mmol
=
V total 100 ml

5 mmol

5 mmol

= 0,05 M

n
5 mmol
=
V asam 50 ml

= 0,1 M

[ garam]
[asam]
0,05
pH = 4,76 + log
0,1
= 4,76
pH = pKa + log

Perhitungan Kapasitas Dapar


Diketahui : pKa asam asetat adalah 4,76
Penyelesaian :
Ka = antilog (-pKa)
Ka = antilog (-4,76)
= 1 ,74 10 -5
[H3O+] = antilog (-pH)
[H3O+] = antilog (-4,46)
= 3 ,47 10 -5
C = [ CH3COOH] + [CH3COONa]

St. Mutiara Nur Azizah


15020130364

Nita Mustika

pH dan Dapar
= 0,1 + 0,05
= 2,3 C

Ka [H 3O + ]
(Ka + [H 3 O+ ]) 2

= 2,3 0,15

(1,74 10 -5 )(3,47 10 -5 )
(1,74 10 -5 3,47 10 -5 ) 2

= 0,0345 0,222
= 0,076
B. Pembahasan
Larutan dapar atau yang sering dikatakan larutan penyangga merupakan
larutan yang dapat mempertahankan nilai pH suatu larutan setelah diberi perlakuan
penambahan maupun pengurangan dari asam atau basa atau dengan perlakuan
pengenceran. Larutan dapar berhubungan dengan pH dimana ketika asam nilai pH di
bawah 7, basa nilai pH di atas 7, dan netral nilai pH adalah 7.
Percobaan kali ini mempunyai 2 tujuan, yakni menentukan pH dari larutan
HCl 1,0 M; 0,1 M; 0,01 M; 0,001 M dan larutan NaOH 1,0 M; 0,1 M; 0,01 M; 0,001
M dengan menghitung dan dengan pH meter serta membuat larutan dapar.
Pada percobaan penentuan pH dilakukan dengan cara perhitungan dan
dengan cara menggunakan alat pH meter. Digunakan 2 cara tersebut agar dapat
dibandingkan nilai pH dari 2 cara tersebut.
Kemudian pada percobaan membuat larutan dapar, larutan dapar yang dibuat
adalah dapar asam dinama basa kuat ditambah asam lemah menghasilkan garam asam
dan air. Selain itu, diberikan perlakuan pengukuran kembali pH pada larutan setelah

St. Mutiara Nur Azizah


15020130364

Nita Mustika

pH dan Dapar
penambahan HCl dan NaOH agar dapat dibuktikan bahwa larutan tersebut merupakan
larutan dapar.
Adapun hasil yang didapatkan adalah nilai pH dari hasil perhitungan, pH
HCl 1,0 M adalah 0, pH HCl 0,1 M adalah 1, pH HCl 0,01 M adalah 2, pH HCl 0,001
M adalah 3, pH larutan NaOH 1,0 M adalah 14, pH NaOH 0,1 M adalah 13, pH
NaOH 0,01 M adalah 12, dan pH NaOH 0,001 M adalah 11.
Dari hasil pengukuran menggunakan pH meter, yakni pH HCl 1,0 M adalah
0,34; pH HCl 0,1 M adalah 1,18; pH HCl 0,01 M adalah 2,39; pH HCl 0,001 M
adalah 3,57; pH larutan NaOH 1,0 M adalah 12,92; pH NaOH 0,1 M adalah 12,57;
pH NaOH 0,01 M adalah 11,69; dan pH NaOH 0,001 M adalah 10,17.
Kemudian untuk pH dapar asam asetat, hasil yang didapatkan adalah pH
dapar hasil perhitungan adalah 4,46; pH dapar hasil pengamatan adalah 4,33; pH
dapar setelah penamabahan basa adalah 4,62; pH dapar setelah penamabahan asam
adaalah 4,33; dan untuk kapasitas dapar nilai yang didapatkan adalah 0,76.
Pada kedua percobaan hasil pengukuran pH berbeda dari pH meter dan dari
perhitungan, kecuali pada pengukuran pH setelah penambahan asam dengan pH dapar
hasil pengamatan.
Sesuai literatur yang menyatakan bahwa larutan dapar adalah senyawa atau
campuran senyawa yang meniadakan pH terhadap penambahan sedikit asam-basa.
Kisaran pH yang paling efektif untuk membuat buffer adalah satu unit pH disekitar

St. Mutiara Nur Azizah


15020130364

Nita Mustika

pH dan Dapar
nilai pKa asam atau basa lemah yang digunakan untuk membuat buffer. Sebagai
contoh, nilai pKa asam asetat adalah 4,76 karenanya kisaran pH buffer yang paling
efektif adalah 3,76 hingga 5,76. Untuk kapasitas daparnya sudah sesuai karena nilai
kapasitas dapar yang ditetapkan adalah berkisar antara 0,01 0,1.
pH yang didapat menggunakan rumus asam-basa, kurang akurat karena itu
merupakan analisa dari manusia dan tidak di buktikan dengan larutannya. sedangkan
pH yang didapat dari pengukuran menggunakan pH meter lebih akurat karena pH
meternya bersentuhan langsung dengan larutan asam-basanya dan langsung diukur
secara otomatis, dan yang menggunakan kerta pH universal masih manual dan bisa
saja terjadi kesalahan-kesalahan pada saat praktikum maupun terjadi salah analisa
atau penetuan warnanya sehingga pH yang didapat pun kurang akurat. Oleh karena
itu pH yang kita dapat akan lebih akurat jika menggunakan pH meter.
Aplikasi dalam bidang farmasi larutan dapar banyak digunakan untuk
menetralkan darah atau biasanya pada kasus keracunan. Contohnya pada keracunan
asam jengkolat. Asam jengkolat yang terbentuk saat kita terlalu banyak mengonsumsi
jengkol ini harus di kurangi karena akan membentuk kristal kristal yang menyumbat
saluran kencing. Caranya dengan memasukkan larutan Natrium karbonat (biasanya)
yang sifatnya basa yang nantinya akan membentuk garam ketika bereaksi dengan
asam dan kemudian akan keluar melalui urin (karena garam sifatnya adalah mudah
larut dalam air).

St. Mutiara Nur Azizah


15020130364

Nita Mustika

pH dan Dapar
Dalam bidang farmasi (obat-obatan) banyak zat aktif yang harus berada dalam
keadaan pH stabil. Perubahan pH akan menyebabkan khasiat zat aktif tersebut
berkurang atau hilang sama sekali. Untuk obat suntik atau obat tetes mata, pH obatobatan tersebut harus disesuaikan dengan pH cairan tubuh. pH untuk obat tetes mata
harus disesuaikan dengan pH air mata agar tidak menimbulkan iritasi yang
mengakibatkan rasa perih pada mata. Begitu juga obat suntik harus disesuaikan
dengan pH darah agar tidak menimbulkan alkalosis atau asidosis pada darah.
Perubahan pH pada larutan obat dapat merusak komposisi, fungsi, dan
efektivitas obat tersebut. Oleh karena itu, obat-obatan dalam bentuk larutan sering
kali bertindak sebagai sistem penyangga bagi obat itu sendiri untuk mempertahankan
kadar larutan obat tetap berada dalam trayek pH tertentu.
Adapun faktor kesalahan yang mengakibatkan adanya perbedaan adalah:
1. Pengukuran menggunakan pH meter yang kurang teliti
2. Bahan yang digunakan tidak murni
3. Perhitungan manual yang kurang tepat

BAB V
St. Mutiara Nur Azizah
15020130364

Nita Mustika

pH dan Dapar
PENUTUP
A. Kesimpulan
Adapun kesimpulan yang didapatkan adalah :
1. Nilai pH dari hasil perhitungan, pH HCl 1,0 M adalah 0, pH HCl 0,1 M adalah
1, pH HCl 0,01 M adalah 2, pH HCl 0,001 M adalah 3, pH larutan NaOH 1,0
M adalah 14, pH NaOH 0,1 M adalah 13, pH NaOH 0,01 M adalah 12, dan
pH NaOH 0,001 M adalah 11.
2. Nilai pH dengan menggunakan pH meter, yakni pH HCl 1,0 M adalah 0,34;
pH HCl 0,1 M adalah 1,18; pH HCl 0,01 M adalah 2,39; pH HCl 0,001 M
adalah 3,57; pH larutan NaOH 1,0 M adalah 12,92; pH NaOH 0,1 M adalah
12,57; pH NaOH 0,01 M adalah 11,69; dan pH NaOH 0,001 M adalah 10,17.
3. Untuk pH dapar asam asetat, hasil yang didapatkan adalah pH dapar hasil
perhitungan adalah 4,46; pH dapar hasil pengamatan adalah 4,33; pH dapar
setelah penamabahan basa adalah 4,62; pH dapar setelah penamabahan asam
adaalah 4,33; dan untuk kapasitas dapar nilai yang didapatkan adalah 0,76.

B. Saran
Adapun saran yang dapat diberikan adalah agar praktikan teliti dalam
perhitungan dan diharapkan agar praktikan melengkapi alat dan bahan yang
digunakan untuk percobaan sebelum melakukan percobaan.

St. Mutiara Nur Azizah


15020130364

Nita Mustika

pH dan Dapar

LAMPIRAN
Skema Kerja
1. Membuat Larutan Dapar
Tentuka pH dapar 50 ml NaOH 0,1 M 50 mL CH3COOH 0,2 M

St. Mutiara Nur Azizah


15020130364

Nita Mustika

pH dan Dapar
Buat larutan dapar

Ukur pH

Hitung kapasitas dapar


Buktikan dengan menambahkan
HCl 0,1 M dan NaOH 0,1 M ke dalam larutan dapar
Ukur kembali pH nya
2. Menentukan pH larutan asam/basa
Hitung pH larutan HCl 1,0 M, 0,1 M, 0,01 M, 0,001 M
dan larutan NaOH 1,0 M, 0,1 M, 0,01 M, 0,001 M

Gunakkan pH meter, kemudian bandingkan hasil perhitungan

DAFTAR PUSTAKA
Anonim. 2014. Penuntun Praktikum Farmasi Fisika I. Makassar : Universitas
Muslim Indonesia.
Cairns, Donald. 2008. Intisari Kimia Farmasi. Diterjemahkan oleh : RiniMaya
Puspita. Jakarta : EGC.

St. Mutiara Nur Azizah


15020130364

Nita Mustika

pH dan Dapar
Dirjen POM. 1979. Farmakope Indonesia Edisi III. Jakarta : Departemen
Kementerian
Republik Indonesia.
Fried, H. George. 2005. Schaums Outlines: Tss Biologi Edisi 2. Jakarta : Erlangga.
Gennaro A. R. 1980. Reumington Pharmaceutical Science. London : Mark
Publishing.
Martin, Alfred. 1990.Farmasi Fisik, Jakarta : UI Press.
Sumardjo, Damin. 2008. Pengantar Kimia. Jakarta : EGC.
Sacher, A. Ronald. 2004. Tinjauan Klinis Hasil Pemeriksaan, Laboratorium. Jakarta :
EGC.
Underwood. 2002. Analisis kimia Kuantitatif. Jakarta : EGC.

St. Mutiara Nur Azizah


15020130364

Nita Mustika

pH dan Dapar
Contohnya adalah larutan mata adalah larutan steril atau larutan
minyak dari alcohol, garam-garam alkaloid atau bahan lainnya yang
ditnniukkan untuk pemberian WcJ~ mata, Bila dalam bentuk larutan terut:ama
hams isotonis. Larutan untuk mata dimaksudkan untuk netibakteri, anastesi,
midriasis, miosis atau untnk tujuan diagnose larutan ini juga. disebut tetes
mata atau cairan (Scoville

St. Mutiara Nur Azizah


15020130364

Nita Mustika