Anda di halaman 1dari 1

Musik Jepang

1. Fungsi music :
a. Sarana untuk ritual
b. Sara permainan
c. Sarana hiburan
d. Sarana ekspresi diri
e. Sarana komunikasi
f. Pengiring tarian / drama
g. Sarana perang

2. Perkembangan music:
Musik tradisional Jepang dahulu sangat terpengaruh oleh perkembangan music dari
daratan Cina dan semenanjung Korea, tetapi, lama kelamaan, mempunyai sifat dan ciri
tersendiri. Ragam musiknya banyak digunakan dalam : acara di kuil-kuil, untuk memuja
dewa, di istana, dan untuk hiburan rakyat. Orkes gagku telah ada sejak abad kedelapan.
Sekitar abad 15, music instrument tunggal, shamisen, san koto menjadi popular,
khususnya untuk mengiringi lagu dan drama music. Alat music :
a. Lute pengiring
b. Perkusi ( shoko, ko tsuzumi, taiko )
c. Harmonica mulut ( sho )
d. Flute ( nyuteki, nokan, shakuhachi )
e. Kecapi
f. Oboe
3. Contoh lagu tradisional : Teru-teru bozu song ( lagu untuk menangkal hujan ), Toorynase
( lagu untuk permainan ular naga dalam Bahasa Jepang ), Kagome kagome ( Lagu untuk
permainan tebak nama ).

4. Perbedaan music Jepang dengan Negara lain : Ciri khas lagu-lagu di Jepang adalah gaya
Melisanatik, yaitu lagu tersebut dinyanyikan dengan tenggorokan yang tegang dan tinggi.