Anda di halaman 1dari 7

LATAR BELAKANG

Disekitar kita,kadang pernah mengamati bahwa sebuah benda


yang diletakan di dalam air terasa lebih ringan dibandingkan dengan
beratnya ketika di udara kadang ada yang terapung,kadang juga ada
benda yang melayang didalam air,kadang juga ada benda yang
tenggelam di dalam air. Jika benda dicelupkan dalam zat cair,
sesungguhnya berat benda itu tidak berkurang. Gaya tarik bumi
kepada benda itu besarnya tetap. Akan tetapi zat cair mengadakan
yang arahnya ke atas kepada setiap benda yang tercelup di
dalamnya. Ini menyebabkan berat benda seakan-akan berkurang.
Menghitung gaya ke atas dalam zat cair sesungguhnya dapat kita
lakukan dengan menggunakan pengetahuan kita tentang tekanan di
dalam zat cair. Pada kesempatan ini kita akan membahas hukum
archimedes secara mendetail, karena dalam kehidupan sehari-hari
terdapat banyak jenis gerak yang menyerupai sistem ini. Aplikasi
hukum archimedes dapat kita jumpai dalam berbagai peralatan
misalnya hidrometer, kapal laut, kapal selam, dan balon udara.

TUJUAN
v Membandingkan gaya Archimedes antara pengukuran (neraca gaya)
dengan hasil hasil perhitungan p.g.V
v Membuktikan peristiwa tenggelam, terapung, dan melayang

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
A. Hukum Archimedes
Hukum Archimedes mengatakan bahwa "Jika suatu benda
dicelupkan ke dalam sesuatu zat cair, maka benda itu akan
mendapat tekanan keatas yang sama besarnya dengan beratnya zat
cair yang terdesak oleh benda tersebut".
FA=.g.V

Rumus Prinsip Hukum Archimedes

Keterangan :
FA = Tekanan Archimedes = N/m2
= Massa Jenis Zat Cair = Kg/M3
g = Gravitasi = N/Kg
V = Volume Benda Tercelup = M3

Menurut Archimedes, benda menjadi lebih ringan bila diukur


dalam air daripada di udara karena dalam air, benda mendapat gaya
ke atas. Sementara ketika di udara, benda memiliki berat yang
sesungguhnya.
Dalam Persamaan :
Wb = mb.g
Ketika dalam air, dikatakan memiliki berat semu, dinyatakan dengan:
Wdf = Wb FA
Keterangan :

Wdf : berat dalam fluida, dikatakan juga berat semu (N)


Wb : berat benda sesungguhnnya, atau berat di udara (N)
FA : gaya angkat ke atas (N)
Gaya angkat ke atas ini yang disebut juga gaya apung.
Hukum ini juga bukan suatu hukum fundamental karena dapat
diturunkan dari hukum newton juga. Bila gaya archimedes sama
dengan gaya berat W maka resultan gaya =0 dan benda melayang .
- Bila FA>W maka benda akan terdorong keatas akan melayang
- Jika rapat massa fluida lebih kecil daripada rapat massa telur maka
agar telur berada dalam keadaan seimbang,volume zat cair yang
dipindahkan harus lebih kecil dari pada volume telur.Artinya tidak
seluruhnya berada terendam dalam cairan dengan perkataan lain
benda mengapung. Agar benda melayang maka volume zat cair yang
dipindahkan harus sama dengan volume telur dan rapat massa
cairan sama dengan rapat rapat massa benda. Jika rapat massa
benda lebih besar daripada rapat massa fluida, maka benda akan
mengalami gaya total ke bawah yang tidak sama dengan nol. Artinya
benda akan jatuh tenggelam. Berdasarkan Hukum Archimedes,
sebuah benda yang tercelup ke dalam zat cair akan mengalami dua
gaya, yaitu gaya gravitasi atau gaya berat (W) dan gaya ke atas (F A)
dari zat cair itu. Dalam hal ini ada tiga peristiwa yang berkaitan
dengan besarnya kedua gaya tersebut yaitu seperti berikut.
Tenggelam
Sebuah benda yang dicelupkan ke dalam zat cair akan tenggelam
jika berat benda (W)

lebih besar dari gaya ke atas (FA).


W > FA
pb

V b g > pf V f g

pb

> pf

Volume bagian benda yang tenggelam bergantung dari rapat massa


zat cair (p)
Melayang
Sebuah benda yang dicelupkan ke dalam zat cair akan melayang jika
berat benda (W) sama dengan gaya ke atas (F A) atu benda tersebut
tersebut dalam keadaansetimbang
W = FA
pb

V b g = pf V f g

pb = pf
Pada 2 benda atau lebih yang melayang dalam zat cair akan
berlaku :
EA

= Eb

Terapung
Sebuah benda yang dicelupkan ke dalam zat cair akan terapung jika
berat benda (W) lebih kecil dari gaya ke atas (FA).
W > FA
pb

Vb g > pf Vf g

pb

> pf

B. Penemuannya
Pada suatu hari Archimedes dimintai Raja Hieron II untuk
menyelidiki apakah mahkota emasnya dicampuri perak atau tidak.
Archimedes memikirkan masalah ini dengan sungguh-sungguh.

Hingga ia merasa sangat letih dan menceburkan dirinya dalam bak


mandi umum penuh dengan air. Lalu, ia memperhatikan ada air yang
tumpah ke lantai dan seketika itu pula ia menemukan jawabannya. Ia
bangkit berdiri, dan berlari sepanjang jalan ke rumah dengan
telanjang bulat. Setiba di rumah ia berteriak pada istrinya, "Eureka!
Eureka!" yang artinya "sudah kutemukan! sudah kutemukan!" Lalu ia
membuat hukum Archimedes.
Dengan itu ia membuktikan bahwa mahkota raja dicampuri dengan
perak. Tukang yang membuatnya dihukum mati.
Penemuan yang lain adalah tentang prinsip matematis tuas, sistem
katrol yang didemonstrasikannya dengan menarik sebuah kapal
sendirian saja. Ulir penak, yaitu rancangan model planetarium yang
dapat menunjukkan gerak matahari, bulan, planet-planet, dan
kemungkinan konstelasi di langit.
Di bidang matematika, penemuannya terhadap nilai pi lebih
mendekati dari ilmuan sebelumnya, yaitu 223/71 dan 220/70.
Archimedes adalah orang yang mendasarkan penemuannya dengan
eksperimen sehingga ia dijuluki Bapak IPA Eksperimental

C. Massa Jenis
1. Satuan Massa Jenis
Satuan massa jenis dalam SI adalah kg/m3. Bagaimana cara
mengubah satuan massa jenis kg/m3 menjadi g/cm3 ataupun
sebaliknya? Tentu kamu dapat melakukannya dengan cara sebagai

berikut.
Misalnya massa jenis air 1000 kg/m3. Konversikan ke dalam g/cm3

2. Menentukan Massa Jenis Zat Padat


a. Bentuknya teratur
Langkah yang harus dilakukan adalah mengukur massa zat dengan
menggunakan neraca atau timbangan. Volume zat dapat dihitung
menggunakan rumus berdasarkan bentuknya misalnya, kubus, balok.
Langkah terakhir menentukan massa jenis zat dengan membagi
massa zat dengan volume zat.
b. Bentuknya tidak teratur
Misalnya yang hendak kamu ketahui adalah massa jenis batu.
Langkah yang harus kamu lakukan sebagai berikut :
1) Timbanglah batu dengan menggunakan neraca untuk mengetahui
massa batu. Catat hasil pengukuranmu!
2) Sediakan gelas ukur dan tuangkan air ke dalam gelas ukur
tersebut. Catat volumenya, misal
V1 = 50 ml.
3) Masukkan batu yang hendak kamu ketahui volumenya ke dalam
gelas ukur yang berisi air. Catat kenaikan volume airnya, misalnya V 2
= 70 ml.
4) Volume batu = V2 V1

5) Massa jenis zat merupakan hasil bagi massa zat dengan volume
zat.
3. Menentukan Massa Jenis Zat Cair
Massa jenis zat cair dapat diukur langsung dengan menggunakan
hidrometer. Hidrometer memiliki skala massa jenis dan pemberat
yang dapat mengakibatkan posisi hidrometer vertikal. Cara
mengetahui massa jenis zat cair adalah dengan memasukkan
hidrometer ke dalam zat cair tersebut. Hasil pengukuran dapat
diperoleh dengan acuan semakin dalam hidrometer tercelup,
menyatakan massa jenis zat cair yang diukur semakin kecil. Atau
dapat pula menggunakan rumus seperti yang diatas.