Anda di halaman 1dari 6

A.

SOP ( StandarOperasionalProsedur ) Short Wave Diathermy


1. Tempatkanalatpadaruangtindakan.
2. Lepaskanpenutupdebu.
3. Siapkanaksesoris (electrode).
4. Hubungkanalatdengan terminal pembumian.
5. Hubungkanalatdengancatudaya.
6. Hidupkanalatdenganmenekantombol ON/OFF keposisi ON.
7. Lakukkanpemanasansecukupnya.
8. Aturtombolsesuaikebutuhanpelayanan.
9. Lakukan test fungsitombolemergenci stop.
10. Jelaskanfungsidancarapenggunaantombolemergenci stop padapasien.
11. Perhatikanprotappelayanan.
12. Beritahukankepadapasien, mengenaitindakan yang akan di lakukan.
13. Tentukan electrode yang akan di gunakandanpasangpadaalat.
14. Aturintensitasenergisesuai yang di perlukan.
15. Tempatkan electrode padaobyek.
16. Aturwaktupenyinaran.
17. Lakukanpenyinaran. Perhatikankondisipasien.
18. Setelahterapiselesai, kembalikantombolintensitasenergikeposisi minimum/nol.
19. Matikanalatdenganmenekanataumemutartombol ON/OFF keposisi OFF.
20. Lepaskanhubunganalatdengancatudaya.
21. Lepaskankebelpembumian.
22. Lepaskan electrode danbersihkan.
23. Bersihkanalat. Pastikanalat short wave diathermy dalamkeadaanbaikdansiap di
fungsikanpadapemakaianberikutnya.
24. Simpanalatdanaksesorisketempatsemuladan Pasangpenutupdebu.
25. Catatbebankerjaalat - dalamjumlahpasien.
Pemeliharaan Pesawat
a. Setelah selesai menggunakan pesawat putarlah parameter pada posisi minimum.
b. Lepaskan kabel sumber daya dari pesawat dan simpanlah pada tempatnya.
c. Aturlah poisisi tangakai elektrode.
d. Lepaskan Elektrode yang jarang dipakai.
e. Bersihkan pesawat dari debu dan bekas bekas telapak tanagan yang mengandung keringat.
f. Perbaikilah pesawat dari kerusakan kerusakan ringan.
PERALATAN TERAPY ( Short Wave Diathermy )
Latar belakang
Terapi sudah sangat dikenal masyarakat dari zaman nenek moyang kita dulu, beberapa
masih digunakan sampai sekarang , namun dengan seiring bertumbuhnya teknologi di dunia ,

sekarang alat terapi bisa dibuat menjadi alat tanpa adanya bantu tangan dari manusia. hanya
dengan membeli alat tersebut, manusia dapat dibantu terapi nya, terapi juga menggunakan
metode yang berbeda beda , ada yang menggunakan getaran , sinyal listrik , cahaya ,
gelombang . Namun dalam karya tulis ilmiah yang saya buat kali ini akan memilih alat terapi
yang disebut dengan short wave dhyathermy. Dari sudut pemikiran saya, setelah saya melihat
alat, menggunakan alat, menjadi pasien untuk alat ini dapat saya simpulkan alat bekerja dengan
sistem gelombang yang terpancar dari probe yang memancarkan gelombang pendek yang
digunakan untuk pemanasan pada jaringan dalam tubuh kita sehingga pembuluh darah dalam
tubuh kita menjadi lancar dengan kerja alat yang mengubah energi elektromagnetik yang
dipancarkan oleh alat melalui probe menjadi energi panas yang bisa kita rasakan sendiri .
Kegunaan alat ini dapat dipercaya dalam penggunaan terapi yang dapat menyembuhkan
inflamasi sendi baik lutut maupun bahu, keseleo pada lutut, sakit pinggang, reumatik, nyeri
punggung bawah dan lain lain. Namun penggunaan alat harus terus dilihat dan selalu dipantau
oleh petugas, kerena apabila terjadi kelalaian dalam penggunaan alat maka akan terjadi dampak
yang bisa merusak bagian dalam tubuh manusia salah satu contohnya seperti robeknya otot di
dalam tubuh manusia.

gambar 4.3
Spesifikasi
1. Merk

: Enraf neoniu

2. Type

: Curapuls 67

3. Frekuensi

: 15-200 Hz

4. Intensitas

: 1-1

5. Timer

: Digital

Fungsi
Short Wave Diathermy adalah suatu alat therapy yang memancarkan gelombang pendek
yang digunakan untuk pemanasan pada jaringan dalam dan pembuluh darah agar peredaran darah
menjadi lancar dengan merubah energi elektromagnet menjadi energi panas.
Kegunaan alat ini dapat dipercaya dalam penggunaan terapi yang dapat menyembuhkan
inflamasi sendi baik lutut maupun bahu, keseleo pada lutut, sakit pinggang, reumatik, nyeri
punggung bawah dan lain lain.
Blok Diagram

gambar 4.4
1. Power Suplly berfungsi untuk mendistribusikan tegangan keseluruh rangkaian pesawat short
wive diathermy
2. Rangkaian Intensitas berfungsi untuk mengatur dosis teganagan yang masuk ke HTT
3. Rangkaian Timer befungsi untuk mengatur lamanya pesawata short wave diathermy bekerja

4. HTT merubaha tegangan yang kecil menjadi besar sehingga menimbulkan frekuensi yang tinggi
5. Tabung Tyristor berfungsi untuk meneruskan dan memancarkan daya gelombang pendek dengan
intensitas yang besar.
6. Rangkaian Receiver RF berfungsi untuk menangkap gelombang pendek yang dipantulkan oleh
Tabung Tyristor.
7. Rangkaian auto Tuning berfungsi untuk mengatur tegangan yang ingin dipakai.
8. Probe berfungsi sebagai tempat untuk menyalurkan gelombang kepada pasien.
Prinsip Kerja
Pola pemanasan yang dihasilkan tergantung pada tipe SWD serta kandungan air dan
elektrolit dalam jaringan (jaringan berkadar air tinggi misalnya : otot, kulit, darah, sedangkan
jaringan berkadar air rendah misalnya : tulang dan lemak).
Intensitas SWD sesuai dengan persepsi nyeri pasien. Sebuah kain handuk digunakan
sebagai antara dan untuk menyerap keringat yang sangat konduktif dan bisa menimbulkan
pemanasan fokal yang berbahaya. Waktu pengobatan adalah 15-30 menit.

Langkah Pengoperasian
1.
a.
b.
c.
d.
e.
f.
g.
h.
i.
j.
k.
l.
m.
n.
o.
p.

Persiapan dan Pelaksanaan :


Tempatkan alat pada ruang tindakan.
Lepaskan penutup debu
Siapkan aksesoris (electrode)
Hubungkan alat dengan terminal pembumian
Hubungkan alat dengan catu daya
Hidupkan alat dengan menekan tombol ON/OFF ke posisi ON.
Lakukkan pemanasan secukupnya
Atur tombol sesuai kebutuhan pelayanan
Lakukan test fungsi tombol emergenci stop, tuning, timer dan intensitas
Jelaskan fungsi dan cara penggunaan tombol emergenci stop pada pasien.
Beritahukan kepada pasien, mengenai tindakan yang akan dilakukan
Tentukan electrode yang akan di gunakan dan pasang pada alat.
Atur intensitas energi sesuai yang di perlukan.
Tempatkan electrode pada obyek
Atur waktu penyinaran
Lakukan penyinaran. Perhatikan kondisi pasien

2. Pengemasan dan Penyimpanan :


a. Setelah terapi selesai, kembalikan tombol intensitas energi keposisi minimum
b. Matikan alat dengan menekan atau memutar tombol ON/OFF ke posisi OFF

c.
d.
e.
f.

Lepaskan hubungan alat dengan catu daya


Lepaskan kebel pembumian
Lepaskan electrode dan bersihkan
Bersihkan alat. Pastikan alat dalam keadaan baik dan siap di fungsikan pada pemakaian

berikutnya
g. Simpan alat dan aksesoris ke tempat semula dan
h. Catat beban kerja alat - dalam jumlah pasien

Pasang penutup debu

Pemeliharaan Alat
Tabel Pemeliharaan
No

Kegiatan Pemeliharaan

Periode

Cek dan bersihkan seluruh bagian alat

1 bulan

2
3
4

Cek sistem catu daya, perbaiki bila perlu


1 bulan
Cek fungsi selector, tombol/switch, perbaiki bila perlu
1 bulan
Cek kabel elektroda frekuensi tinggi dari kerusakan dan bersihkan konektor 1 bulan

5
6

bila perlu
Cek corona dan bunga api (arching) pada setting energi tinggi
Cek dan periksa fungsi pewaktu (timer), perbaiki bila perlu

7
8
9

Lakukan pelumasan pada roda gigi, jika dilengkapi automatic patient tuning 6 bulan
Cek dan periksa lampu-lampu indicator, ganti bila perlu
6 bulan
Cek gerakan automatic patient tuning pada energi maksimum, perbaiki bila 6 bulan

10
11
12
13

perlu
Cek sistem pengamanan, perbaiki bila perlu
Lakukan pengukuran tahanan kabel
Lakukan pengukuran arus bocor
Lakukan uji kinerja alat

10. Pemantauan fisik short wave diathermi


- Chassis atau selungkup
- Kotak kontak

1 bulan
1 bulan

6 bulan
1 bulan
1 bulan

- Kabel daya
- Saklar ON/OFF
- Sekring
- Penyangga
- Terminal pembumian
- Konektor
- Electrode
- Contol atau switch
- Indicator atau display
- Savety switch
- Aksesoris
- Kebersihan peralatan.