Anda di halaman 1dari 1

Sepsis adalah sindrom yang di karakteristikan

oleh tanda-tanda klinis dan gejala-gejala infeksi


yang parah yang dapat berkembang ke arah
septikemia dan syok septik (Dongoes, 2000)
Organisme masuk
ke aliran darah

SEPSIS
Sistem
pencernaan

Sistem
pernafasan

Aktivasi
makrofag & virus

Merangsang kerja
berlebihan dari PG
E2 di hipotalamus

Instabil
Termoregulas

Mengikuti cairan
darah sistemik

Penyebaran
infeksi sistemik

Resiko tinggi
infeksi

Dispneu

Tarika
n otot
per
nafa
san

sianosis
Hiperterm
anoreksi
Peningkatan residu
setelah menyusu

Mual muntah
Meyusu
buruk

Gangguan s.
gastrointestinal
Ketidakseimbangan
nutrisi kurang dari
kebutuhan tubuh

Komplikasi:
1. Meningitis
2. Hipoglikemi, asidosis
metabolik
3. Koagulopati, gagal
ginjal, disfungsi
miokard, perdarahan
intrakranial
4. ikterus

Etiologi
1. Escheria coli, Listeria monocytogenes,
Nisseriameningitidis, Streptococus pneumoniae,
Haemophilus influenza tipe B, Salmonella dan
Streptococcus grup B
2. Perawatan antenatal yang tidak memadai
3. Penyakit infeksi yang diderta ibu selama
kehamilan
4. Pertolongan persalinan yang tidak higiene, partus
lama
5. Adanya trauma lahir, asfiksia neonatus, tindakan
invasif pada neonatus
6. Kelahiran kurang bulan, BBLR, cacat bawaan

Pola nafas
terganggu

Gangguan
pola nafas

Perubahan
aliran darah

Permeabilitas
vascular

Pemeriksaan Diagnostik
1. Pemeriksaan darah rutin
dan Kultur darah
2. Analisis kultur urine, CSS
dengan lumbal pungsi
3. Peningkatan hitung sel
darah putih, neutrofil
4. Laju endah darah, CRP

Transudasi
cairan

Vasospasme
pembuluh
darah

Sirkulasi
terhenti

Gangguan perfusi
jaringan

Manifestasi klinik
1. Umum: hipertermi, malas minum,
letargi, sklerema
2. Saluran cerna : distensi abdomen,
anoreksia, muntah, diare, hepatomegali
3. Saluran napas: apnoe, dispneu,
takipneu, retraksi, nafas cuping hidung,
merintih, sianosis
4. Sistem kardio vaskuler: pucat, sia
nosis, kulit lembab, hipotensi, takiardi,
bradikardi
5. SSP: iritabilitas, tremor, kejang, hipo
refleksi, pernapasan tidak teratur, ubunubun menonjol
6. Hepatomegali: ik terus, splenomegali,
pucat, petekie, purpura, perdarahan

Penatalaksanaan Keperawatan dan Medis


1. Supportif
a. Monitoring cairan elektrolit dan glukosa
b. Berikan koreksi bila terjadi hipovolemik, hipokalsemi dan hipoglikemi
c. Atasi syok, hipoksia dan asidosis metabolik
d. Awasi adanya hiperbilirubinemia
e. Pertimbangkan nutrisi parentral
2. Kuratif
Pemberian antibiotik seperti ampicilin, aminoglikosida, gentamicin,
vankomisin selama 10-14 hari dan 14-21 hari bila terjadi Meningitis.